The Chosen One
Disclaimer : Naruto itu selalu milik Masashi Kishimoto
Genre : romance, adventure, fantasy, tragedy/hurt/comfort
Rated : T
Pertarungan terakhir, penentu segalanya, dan sampai titik darah penghabisan. Bala bantuan telah datang, namun para guardian tetap saja tidak bisa membohongi diri mereka sendiri bahwa mereka telah kehabisan tenaga.
"Kiba? Kemana saja kau? Kenapa selama ini tidak ada kabar?" Ino segera bangkit dan menghampiri sahabatnya itu.
"Panjang ceritanya, intinya, orang inilah yang telah merawatku," lirik Kiba pada Kimimaro.
"Heh, begitu datang langsung pamer? Benar-benar cirri khas-mu," ledek Shikamaru.
"Jadi, harus kita apakan makhluk ini?" potong Kimimaro yang masih berada dibelakang Hidan.
"Hahahahaa, kalian tahu, bahwa aku itu abadi, aku tidak akan mati, bodoh!" bentak Hidan.
"Begitukah? Bagaimana kalau kita matikan fungsi abadimu ini dengan mencabik-cabik otakmu?" Kimimaro menekan lebih keras senjatanya itu pada bagian kepala Hidan, dan itu membuat Hidan terbungkam.
Kimimaro tahu segala tentang keabadian, se-abadinya sebuah makhluk, pasti akan musnah apabila otaknya di hancurkan.
"Nice!" bisik Shikamaru.
Ino berlari menuju Hidan dan menendang lengan laki-laki gila itu sehingga senjatanya yang berbentuk tombak sabit itu terpental.
"Hihihihihii"
"Apa yang kau tertawakan?" tanya Kimimaro yang terkecoh oleh tawa Hidan.
BUAAAK.
Sesaat tubuh Kimimaro terpental karena tendangan seseorang, seseorang yang membuat ketiga guardian itu tercengang.
"K-Kau…"
.
.
.
Trang
Trang
Bug
Suara pertarungan sengit yang tiada henti dari kedua sahabat ini terus berlangsung, bisa dibilang Kakashi sebetulnya tidak ingin bertarung dengan Sasori, namun untuk melindungi Rin, juga muridnya Sakura, apapun akan dilakukan oleh laki-laki bermasker ini.
BRUAAK
Sasori terpental oleh pukulan terakhir Kakashi.
"hah hah hah… ayolah, tidak mungkin kau selemah ini," ucap Kakashi.
"…" Sasori terdiam, tatapannya tidak berubah, tetap dingin seperti yang tadi.
Kini Sasori kembali memasang kuda-kuda untuk menyerang balik.
.
.
.
"HEYAAAAAHH!"
ZRAASHH!
Terlihat tubuh Zetsu yang hancur akibat serangan pusaran angin milik Naruto, hancur berkeping-keping. Tapi masih ada 4 Zetsu yang harus dimusnahkan.
"Naruto, jangan tergesah-gesah, kita harus tahu yang mana Zetsu yang asli, kita habisi dia agar seluruh Zetsu juga ikut hancur," jelas Neji.
"Itachi, lama sekali sih kau menganalisanya!" gerutu Naruto.
"Aku sedang mencobanya," ucap Itachi dengan tenang.
Selagi Itachi berkonsentrasi memakai kekuatan matanya, Naruto dan Neji berusaha untuk menghalangi Zetsu yang mencoba menyerang mereka. Ditengah-tengah konsentrasi, Itachi mengingat satu hal yang telah dia lupakan selama pertarungan ini berlangsung, pantas saja dia merasa ada yang mengganjal, dia tidak melihat orang itu. Tapi dia memutuskan untuk tetap berkonsentrasi dan mengenyampingkan dulu masalah itu.
.
.
.
Siiiing
BRUSH!
Zreg
Zreg
Zreg
Konohamaru membantu Sasuke yang menyerang Yahiko bertubi-tubi dengan es-nya, Sakura sedikit terpana melihat adiknya yang tiba-tiba sudah pintar bertarung ini, adiknya yang dulu sempat lupa padanya.
"Terkejut, heh?" Shion berdiri disamping Sakura.
"Yah, pasti kamu yang membuatnya seperti itu."
"Aku melakukannya demi diriku sendiri."
"Hehehee, terima kasih."
"SAKURA AWAS!" Sasuke berteriak dari belakang Yahiko yang mencoba untuk menyerang Sakura.
Sakura yang menoleh memasang kuda-kuda, saat Yahiko mengeluarkan sebuah percikan petir ditangannya, Sakura mengeluarkan cahaya berwarna jingga dari kedua tangannya, dengan santai Sakura arahkan kedua tangannya kehadapan Yahiko sehingga Yahiko tidak bisa menyentuh Sakura, karena gadis itu membuat sebuah lapisan pelindung yang kuat.
"Kau tidak bisa menyentuhku," ucap Sakura sambil tersenyum.
Disaat Yahiko kesal, Shion mengambil kesempatan dengan menghajarnya.
"HIYAAAHH!"
Shion menendang, mengangkat dan menembakkan sesuatu yang keluar dari telapak tangannya pada Yahiko.
"Aku makin suka padanya," gumam Konohamaru yang melihat aksi Shion.
Konan yang hanya menonton pertarungan itu mengganggam tangannya dan memperhatikan Yahiko dari kejauhan.
"Yahiko… sudah hentikan," bisik Konan.
Yahiko kembali bangkit dengan wajahnya yang masih datar, dia menatap Sakura makin tajam lalu kembali pada Sasuke, dipikirnya, Sasuke lah yang menjadi penghalangnya untuk mendapatkan kekuatan Sakura, jadi dia memutuskan untuk menghabisi laki-laki itu dulu.
Yahiko meluncur cepat kearah Sasuke dan mengeluarkan pedang serta menghembaskannya kearah Sasuke, namun Sasuke tidak kalah cepat dengannya, Sasuke menangkis dengan cekatan. Kedudukan disitu sekarang adalah Yahiko menyerang, dan Sasuke bertahan. Konohamaru ber-inisiatif untuk menyerang Yahiko dari belakang, begitu pula Sakura.
Kini kedudukan terbalik, Yahiko lah yang menjadi posisi diserang, memang tidak adil tiga lawan satu, tapi sepertinya cukup adil kalau kekuatannya seperti Yahiko ini. Saat mereka mengepung Yahiko, laki-laki itu sedikit membungkuk dan dari seluruh tubunya mengeluarkan sinar.
Konan yang melihat hal itu langsung panik dan bereteriak, "LARI! SEMUANYA MENGHINDAR!"
Hanya Sasuke dan Shion yang paham arti sinar itu, karena mereka adalah keturunan bangsa iblis, dengan cekatan Sasuke menarik Sakura dan mementalkan diri dari Yahiko, sedangkan Konohamaru tubuhnya dililit kait oleh Shion dan ditarik kembali.
"HEYAAAAAHHH!" Yahiko merentangkan seluruh badannya dan terjadilah ledakan yang sedikit dahsyat dari tubuhnya.
DUAAAARRRR!
Sasuke menutupi tubuh Sakura, Konohamaru yang sudah berada didekat Shion melindungi wanita itu memakai tubuhnya, sedangkan Konan…
Dia sedikit terkena serangan ledakan itu sehingga tubuhnya terpental kebelakang.
"Kyaaaa!"
.
.
.
"L-Ledakan apa itu?" ucap Naruto yang sudah berhasil mengalahkan Zetsu satu lagi bersama Neji.
"Ketemu!" seru Itachi, "Dialah Zetsu yang asli."
Itachi menunjuk kearah…
Neji.
"Hah? Kau bercanda Itachi!" Naruto mem-protes hasil analisa Itachi.
"Hihihihi, kenapa harus kau yang muncul, yasudahlah, waktu bermain telah habis," tubuh yang seharusnya sosok itu adalah Neji, kini perlahan berubah menjadi Zetsu.
"A-Apaaa? Lalu kemana Neji yang asli?"
"Hihihihi, kalian tertipu, HAHAHAHAHA.."
BRUAAAKK!
Sebuah tendangan yang sangat keras yang berasal dari atas menimpa tubuh Zetsu yang sedang tertawa lebar itu, dan itu adalah…
"Bibi Tsunade?" seru Naruto.
"Kau pikir aku bodoh? Mengirim Tenten palsu ketempatku dan menyuruhku pergi tanpa mempersiapkan apa-apa? Heh?"
"Bagaimana keadaan yang lain?" tanya Itachi.
"Tenang saja, Neji dan Tenten yang asli sudah kutemukan dan mereka sedang menuju tempat dimana Hinata, Shizune dan Rin berada," Tsunade mengedipkan sebelah matanya.
"Tindakan yang bagus, Nona."
.
.
.
"Tadi itu, ledakan apa?" tanya Hinata pada Tenten.
"Jangan-jangan para guardian kalah? Iya aku yakkin mereka kalah, mana mungkin mereka selamat dari ledakan itu." Kata Tenten.
"…." Shizune terdiam, dia masih memandangi arah dimana tadi Tsunade pergi.
"Ukh,"
"Rin, ada apa?" tanya Hinata yang menghampiri Rin.
"Tidak apa, bayiku menendang, aku kaget," jawab Rin.
"Coba biar kuperiksa," usul Tenten.
"Tidak!" tolak Shizune dan Hinata.
"Kenapa? Kenapa kalian menatapku begitu?" sewot Tenten.
"M-maaf kalau lancang… aku merasa kalau kau bukan Tenten," ujar Hinata.
Tenten terdiam, tiba-tiba tersenyum ngeri dan menghancurkan lapisan pelindung itu.
PRAANG!
Sosok Tenten pun kini berubah menjadi Zetsu dan akan menyerang mereka.
BRUAAK!
Tapi tiba-tiba sosok Zetsu itu terpental sebentar dan bangkit kembali.
"Enak saja menyamar jadi diriku seenaknya!" gerutu seorang wanita yang rambutnya tidak lagi dicepol bersama seorang laki-laki berambut panjang.
"Setidaknya kalau meniru jadilah lebih bagus lagi," sambung laki-laki itu.
"Tenten! Neji!" seru Hinata.
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Neji.
"Ng, kalian dari mana saja?"
"Kami terbius, tapi tadi Nona Tsunade menemukan kami dan menyuruh kami kesini," jelas Tenten.
.
.
.
"K-Kau! Apa yang kau lakukan? Kimimaro dipihak kita!" bentak Kiba.
"Apa kau bodoh? Bagaimana kalau Kimimaro benar-benar menusuk kepala Hidan? Kutukannya belum hilang, saat itu apa yang terjadi pada Ino?" jelas sosok itu dengan santai.
Ino terdiam dan menelan ludah, "B-Benar juga"
"Yang kau pikirkan bukan membantu para guardian kan? Tapi memusnahkan semua musuh yang membuat Sakura repot tanpa peduli akan menyakiti atau membunuh siapapun," sindir sosok itu kembali.
"Hemm, kau pun akan melakukan hal yang sama apabila posisi Itachi berada di posisi Sakura sekarang, iya kan? Kabuto," balas Kimimaro.
.
.
.
Yahiko terdiam, kini tatapannya kosong, bahkan Konan pun ketakutan melihat sosok yahiko yang seperti ini, Yahiko merentangkan kedua tangannya dan bergumam sesuatu, dengan waktu yang bersamaan. Hidan dan Sasori mendengar sesuatu bahkan Zetsu pun kembali menjadi satu, mereka bertiga langsung menghilang dari hadapan para guardian. Kakashi bisa merasakan pancaran tenaganya, jadi dia mengiktui kemana Sasoi pergi, sedangkan di pihak Naruto, Itachi bisa melacak dimana keberadaan mereka, di posisi Ino, Kiba lah yang bisa mencium bau musuh sehingga mereka langsung bergegas mengejar Hidan.
Ketiga musuh itu terus berlari menuju tempat Yahiko berada, disitu Sakura, Sasuke, Konohamaru dan Shion hanya bisa terdiam melihat Yahiko seperti mengucapkan sesuatu yang tidak terdengar. Saat Zetsu, Hidan dan Sasori tiba. Sasori melihat sosok Sakura yang sedang dilindungi oleh Sasuke, dia membuang mukanya.
"Sasori…" gumam Sakura.
Perlahan, Yahiko membuat sebuah lubang besar berwarna hitam, lubang yang tidak pernah dilihat oleh siapapun itu, kecuali…
"Oh tidak!" gumam Konan, "SEMUANYA PERGI! PERGI DARI SINI!"
Yahiko berhenti menggumamkan sesuatu, pertama dia melirik Zetsu, yang menyebabkan Zetsu tersedot kedalam lubang itu.
"HUAAAAAA!" Zetsu yang berusaha menahan dirinya di ranting pohon itu sia-sia, karena gravitasi lubang itu sangat tinggi, dengan masuknya Zetsu kedalam lubang itu, maka lubang itu makin membesar.
Terlihat Hidan sudah ketakutan, dan benar saja, Yahiko melirik Hidan dan tersenyum ngeri.
"T-TIDAK! AARRGGH!" Hidan pun terhisap kedalam lubang itu.
Semakin besar lah lubang itu.
Sasori, sebelum Yahiko melirik dia, laki-laki berambut merah itu ber-inisiatif melangkahkan kakinya mendekati lubang tersebut,
"TIDAK!" cegah Sakura yang tiba-tiba berlari dan menahan tubuh Sasori.
"Sakura?" Sasuke yang tidak percaya kalau Sakura melindungi Sasori segera bangkit.
"Aku tidak akan membiarkanmu melakukan itu!" ucap Sakura.
"Diam, aku sudah mengkhianati kalian, lagipula aku tidak benar-benar menyukaimu kok, aku hanya terobsesi," ucap Sasori tenang.
"Aku tidak perduli! Kita teman! Aku tidak mau temanku mati!" jawab Sakura yang membuat Sasori terkejut.
"Penghalang," gumam Yahiko.
Perlahan Yahiko menjulurkan tangannya kearah Sakura dan akan menembaknya, namun tindakannya dihentikan oleh…
"Yahiko hentikan!" Konan dengan berani mendekati Yahiko dan memeluk lengan pemuda itu.
"Konan! Bahaya!" seru Ino.
"Cukup… aku tidak mau lagi melihatmu begini, jangan siksa dirimu~"
"Tenang Konan, aku akan membentuk dunia baru untukmu, tidak akan ada yang menyakitimu, mereka semua akan kumusnahkan, hanya akan ada aku dan kamu di dunia baru nanti."
"Tidak… itu tidak boleh, maafkan aku, tindakan kita ini salah, Yahiko kumohon sadarlah."
"Konan, sabar dengan masuknya wanita itu kedalam lubang ini, maka terwujudlah impian kita, janjiku padamu."
"Tidak! Yahiko hentikan! Ini tidak benar, Yahiko lihatlah aku, kumohoon~" Konan terus menerus memanggil Yahiko, namun sepertinya laki-laki itu sudah tidak sadarkan diri, tatapan Yahiko sangat kosong.
"Konan!" Ino yang bsia merasakan kesedihan Konan berlari menuju tubuh wanita itu dan memeluknya dari belakang.
"Lepaskan dia, kalau tidak bisa-bisa tubuhmu yang terhisap!" jerit Ino.
"Tidak, Ino… aku tidak mau Yahiko menjadi seperti ini~"
"Ino! Kembali kesini!" bentak Shikamaru namun Ino mengabaikannya.
"Ino… apa yang kau lakukan?" ucap Sakura tidak percaya.
"Biar saja aku terhisap kalau itu akan membuat Yahiko sadar!" ucap Konan.
"Kalau begitu aku akan ikut bersamamu!" ujar Ino.
"Tidak! Kau gila! Kau mempunyai kehidupan sendiri disini!"
Sakura yang melihat kondisi sekitar makin parah merasa bingung, karena dirinya lah semua jadi begini, sekarang Ino harus terlibat lebih dalam, Sakura berfikir, mungkin kalau dia menjatuhkan diri ke lubang yang Yahiko buat itu, maka semua akan selesai.
"JANGAN PERNAH KAU LAKUKAN ITU, SAKURA!" bentak Sasuke yang seolah tahu apa yang akan Sakura lakukan.
Sakura yang masih memegangi Sasori menatap Sasuke bingung.
"Ini bukan salahmu," ujar Sasuke.
"eegghh AAAARRRGHHHH!" Yahiko menggeram sehingga semua sedikit demi sedikit terseret kearah lubang tersebut.
Konan yang nekat memukul Ino dan menjerumuskan dirinya kedalam lubang tersebut, namun Ino masih bersi keras menyusul Konan.
"INOOOOOO!" jerit Shikamaru pilu.
"Ino…" lirih Sakura.
Saat mereka sudah hilang, Yahiko terdiam, hatinya merasa sakit, lubangnya makin membesar namun bukan berasal dari tangannya lagi, kepalanya mencari ke kanan dan ke kiri, mencari sosok seorang wanita yang dicintainya.
"K-Konan?"
BUG!
Shikamaru meluncur dan menghajar Yahiko bertubi-tubi.
BUG!
BUG!
BUG!
"BRENGSEK! INI SEMUA ULAHMU! WANITAMU! MENYEBABKAN INO JUGA TERJATUH KESANA!"
BUG!
"KEMBALIKAN INO! BAJINGAN!"
Yahiko hanya bisa terdiam ketika Shikamaru menghajarnya, dan mendengar Konan telah masuk ke dalam lubang itu, dimana yang sudah masuk itu sudah pasti akan mati karena lubang itu memerlukan energi manusia.
"T-Tidak… Konan… Konan~"
Sakura terdiam, namun seketika dia mengingat satu hal, saat kehidupannya dulu sebagai Goddess, dia mempunyai satu kekuatan, kekuatan yang sangat dahsyat dan bisa menghidupkan kembali orang yang dia ingin hidupkan, namun dengan imbalan yang setimpal tentunya.
Sakura terdiam, jasadnya berada disitu namun pikirannya terbang ke masa kehidupannya yang dulu, saat dewa mengkaruniai dia sebuah kekuatan mulia, dan siapapun yang hidup di zaman itu tahu akan hal itu.
Sakura menatap Itachi seolah mengucapkan sesuatu dari matanya, Itachi sedikit tidak paham apa maksud dari tatapan Sakura…
Tidak.
Itu bukan tatapan Sakura.
Tatapannya persis seperti tatapan sosok wanita yang dia cintai dulu.
Kemudian Sakura melepaskan Sasori dan menghampiri Sasuke.
"Aku tahu apa yang harus kulakukan," ucap Sakura pelan.
Dan Sasuke pun tersadar, tatapan itu bukan tatapan Sakura.
Sasuke dan Itachi saling tatap dan bergumam.
"Goddess?"
A/N : oyeeeyy update lagiii. XD agak pendek yah? maap yaah, heheheeee
eternal lover nanti yah abis ini tamat, oceeee ;)
chapter depan juga udah tamat kok XD
