Drabble 20: Taeyong x Ten


Taeyong terkekeh pelan ketika melihat Ten yang kesulitan memakai dasinya. Ia berjalan mendekati pemuda itu. "Kau tidak bisa memakainya?"

Ten menoleh, sedikit terkesiap karena konsentrasinya buyar karena Taeyong. Ia menggeleng pelan. "Tidak, hyung. Bantu aku," pintanya.

"Sini, biar aku bantu." ujar Taeyong. Ten berjalan mendekatinya. Matanya mengerjap kagum melihat setelan jas yang dipakai Taeyong. "Dongakkan kepalamu," perintah Taeyong dan Ten menurutinya.

Selagi membenarkan dasi Ten, ia berdecak pelan. Ia berkata, "Begini saja kau tidak bisa, lalu siapa yang akan memakaikanku dasi sebelum aku berangkat kerja nantinya?"

"Eh?"

Hening.

Taeyong tersedak ludahnya sendiri. Wajahnya memerah karena malu, ia salah tingkah. Ia juga merasa bodoh karena mengatakan hal tadi. Bagaimana bisa ia mengatakan itu langsung pada Ten?

"Kau bilang apa, hyung?" tanya Ten sambil tetap mendongakkan kepalanya, tidak paham dengan apa yang baru saja terjadi pada Taeyong.

"Tidak ada, aku bicara sendiri tadi." Ia sedikit bersyukur karena Ten tidak mendengarkan ucapannya. Tapi disisi lain ia sedih karena Ten tidak mendengarnya.

"Sudah selesai." ucap Taeyong.

"Terima kasih, hyung." Ten tersenyum senang, membungkukkan badannya sedikit pada Taeyong. Ia langsung berlari menjauh. Wajah dan telinganya memerah, seketika suhu disekitarnya menjadi panas.

"Aku dengar semuanya, kok, hyung." lirihnya pelan sambil menahan senyumannya.

END

Taeten~
Akhirnya dapat feel mereka lagi;; sempet takut gak bisa dapat feel mereka lagi krn udah stuck ke Jaeyong;;

Request pairing? Review.

Love,

Tinkxx