.
Bleach © Tite Kubo
Bleach Fanfic Story – Dragon Ice and Wolf of Black Snow
Bount Arc
-I do not own Bleach-
Don't Like, Don't Read
Warning : TYPO, OOC, OC, AU, Etc
- Chapter 21 -
Akatsuki yang mengawasi sejak awal melihat bagaimana penampilan Ishida sekarang. Dia menggunakan pakaian putih dengan garis biru dan panah perak pada pergelangan tangan kanannya. 'Sepertinya dia berhasil mendapatkan kembali kekuatannya walau tidak sempurna.' Pikir Akatsuki.
"Ishida!" Ichigo memanggil dan segera melihat pakaiannya.
Akatsuki, Sado, Orihime, Rukia dan Matsumoto datang dengan Mud-soul pada pundak mereka. "Kurosaki-kun!" panggil Orihime berlari mendekat Ishida. "Ichigo, kau tidak apa-apa?" tanya Rukia. Ichigo menyapa mereka satu per satu sebelum pada Akatsuki. Beruntung serigala itu segera memotong, "Namaku Tsuki, Ichigo. Jangan panggil nama asliku didepan Bount." Katanya mengingatkan dalam telepati.
Ichigo tertegun sebelum mengangguk paham, dia melihat pada Ishida. "Tapi, Ishida pakaian itu..."
"Aku tidak bisa seperti itu selamanya." Kata Ishida bersungguh-sungguh.
"Apa kekuatan Quincy-mu kembali?" Tanya Ichigo ingin tahu dengan jelas.
"Mereka tidak sepenuhnya kembali." Jawab pemuda berkacamata itu menegaskan kesimpulan Akatsuki sebelumnya. Ishida meletakan kedua tangan didepannya dan mengumpulkan energi biru di antara mereka sebelum menarik tangan kiri membentuk seperti panah. Diarahkan pada Kariya, "jangan meleset kali ini, Quincy." Kata pria itu mengejek.
Semua melihat Koga membuka Senkaimon untuk Bount saat itu. Gerbang itu tampak lebih kuno daripada yang biasa digunakan oleh Shinigami. Akatsuki memperhatikan dengan teliti sebelum akhirnya Ishida melepaskan panahnya dan bukannya menghancurkan tapi membuka pintu itu membuat pintu itu terbuka untuk Bount. Kariya melihat itu dan tersenyum lebih lebar.
"Aku berterima kasih padamu, Quincy. Sekarang akhirnya kita bisa pergi." Katanya dengan bersungguh-sungguh.
Ichigo dan yang lainnya melebarkan matanya pada perkataan pria itu. "A-apa yang kau katakan?" Tanya Ichigo kebingungan dengan apa yang telah terjadi walau itu didepannya sendiri. Akatsuki sedikit menggeram. "Maksud dia adalah jalan menuju Soul Society telah terbuka."
"Apa?!" Ichigo terkejut.
"Itu alasan mereka membutuhkan kekuatan Quincy. Jadi mereka bisa melewati Senkaimon dan mengubah tubuh mereka menjadi partikel roh." Yoruichi akhirnya muncul bersama Hisagi. Akatsuki lainnya juga muncul membimbing keduanya melewati lorong.
Ishida menambahkan, "Karena kami para Quincy memiliki kemampuan untuk memanipulasi partikel roh. Itu adalah satu-satunya cara mereka untuk sampai ke Soul Society. Panah Kojaku yang aku tembakan membuat Senkaimon menjadi gerbang perubah partikel roh juga, yang mengubah mereka menjadi jiwa."
"Jadi kau tahu tentang itu, Quincy..." kata Kariya tersenyum semakin lebih sebelum akhirnya berjalan ke depan gerbang tersebut. "Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan kalian tapi ini saatnya kami untuk pergi." Kata Kariya sebelum kembali bersama Bount yang lainnya didepan Senkaimon.
.
.
.
Ichigo meraih pundak Ishida dan memaksanya melihat pada dirinya. "Kenapa kau menolong mereka?!" Serunya dengan marah. Sebuah tangan berbulu besar memegang tangan Ichigo. Semua melihat Akatsuki sudah berdiri disana sambil menggelengkan kepalanya. Ichigo perlahan menurunkan tangan sambil tertunduk.
Dari lorong lainnya, Renji, Kira dan Yumichika muncul, Akatsuki yang lain juga muncul bersama mereka hanya saja kali ini semua klon sebelumnya ikut datang. "Renji, kau baik-baik saja?" Ranya Rukia khawatir. Renji tersenyum "Tentu saja! Jangan berpikir kalau aku dengan mudahnya mati!" Wakil kapten itu berbicara dengan bangga walau tubuhnya penuh dengan luka. "Apa yang terjadi dengan Bount?" tanyanya lagi.
"Mereka kabur..." Jawab Yoruichi.
Semua orang terlihat kecewa membuat Yoruichi tertawa kecil. Akatsuki yang lainnya segera berkumpul sebelum memecah dan menyisakan satu Akatsuki saja. "Jadi itu caramu mencari informasi dengan cepat?" tanya Yoruichi. Akatsuki mengangkat kedua pundak, dia kembali melihat pada yang lainnya.
"Kita tidak bisa diam disini saja." Katanya dengan jelas. "Jika kalian ingin membalasnya maka kalahkan mereka di Soul Society. Gerbang yang ditinggalkan oleh Bount bisa mengubah kalian menjadi Roh, jadi kalian tidak perlu khawatir. Aku percaya Yoruichi-san bisa membantu untuk menyesuaikannya sedikit. Bawa para Mud-soul juga, mereka akan membantu disana. Kemana kalian akan pergi setelah ini Yoruichi-san?"
Wanita berkulit gelap itu terdiam sebentar sebelum menjawab. "Kami akan pergi ke tempat Kukaku Shiba. Kau tahu tempatnya?"
"Ya, Aku tahu..." Jawab Akatsuki melihat pada setiap orang disana sebelum berhenti pada Ishida yang tertunduk. Tangannya dengan lembut mengusap kepala Ishida. Quincy itu terkejut dengan jelas dan mengangkat kepalanya melihat pada mata merah itu. "Sungguh muda tapi mendapatkan pertarungan hidup yang berat..." Kata Akatsuki dengan nada suara yang sangat bijak. "Jangan memaksakan diri terlalu berat. Kau tidak bertarung di depan atau belakang mereka tapi berada disamping mereka. Yoshino-san akan sedih jika melihat kau tenggelam dalam kegelapan. Dia bahagia sekarang diatas sana, bagaimana pun mimpi wanita itu sudah tercapai untuk mendapatkan kematian yang indah..."
Ishida semakin melebarkan matanya, Akatsuki tersenyum dan memeluk pemuda itu dalam lebat bulunya. "Panah quincy dilepaskan untuk orang-orang yang ingin kau lindungi termasuk dunia ini. Jadi... angkat kepalamu dan berbanggalah sebagai Quincy." Kata Akatsuki terakhir diikuti anggukan kecil Ishida yang masih menyembunyikan wajahnya.
Semua orang tersenyum melihat hal itu. Setidaknya mereka mengerti sedikit kenapa Ishida melakukannya. Serigala itu melepaskan pelukannya dan kembali pada yang lain.
"Sensei..." kata Matsumoto dan Rukia bersamaan memberi hormat, mengejutkan semuanya.
"SENSEI?!" yang lain berseru kaget.
Akatsuki tersenyum pada kedua shinigami itu. "Kerja bagus kalian berdua. Tetap lanjutkan pertarungan ini dan ingat apa yang kami ajarkan." Matsumoto dan Rukia mengangguk bersamaan, Akatsuki berpindah pada yang lainnya. "Kalian semua kembali dan melapor dan yang lainnya berhati-hatilah. Aku akan temui kalian disana." Kata Akatsuki terakhir sebelum juga lenyap dalam pecahan es hitam di udara. Hal itu membuat semua orang terkejut dan heran termasuk Yoruichi dan Matsumoto.
"Sebuah Klon es? Kalau mereka semua klon, dimana Tsuki-chan yang asli?" tanya Orihime.
"Dimana pun dia berada, dia pasti sedang melakukan sesuatu yang penting." kata Matsumoto dengan yakin.
Ichigo melihat pada wanita itu lalu pada Rukia, "S-Sensei?" tanyanya sekali lagi.
Rukia mendengus, "Aku berlatih dibawah bimbingan Hitsugaya-taichou dan Nokage-fukutaichou sekarang. Setengah dari gaya pertarunganku berubah karena mereka melatihku."
"Berapa lama?" tanya Renji.
"Kami hanya berlatih sekali sebelum aku dikirim ke tempat ini. Nokage-fukutaichou memberi beberapa metode latihan yang bisa kugunakan langsung." jawab Rukia.
"Benarkah?!" Ichigo dan Renji berseru kaget.
Mereka tahu gaya pertarungan Rukia berubah menjadi lebih kuat tapi mereka tidak tahu kalau dia hanya diberikan satu kali latihan sebelum diutus ke tempat itu. Dan melihat perkembangannya, tubuh mereka merinding berpikir cara macam apa yang dipakai oleh kedua orang pemegang zanpakutou es itu.
Matsumoto melihat pada Rukia, "kau juga, Rukia-chan?" Rukia mengangguk, Matsumoto tiba-tiba memeluk gadis itu dengan senang. "Syukurlah! Kalau begitu kita sama! Mungkin dengan begini kita bisa berlatih bersama!" kata Matsumoto.
"Rangiku-san, kau juga?" Tanya Orihime.
"Ya, aku sudah memulai ini sejak satu bulan yang lalu. Taichou dan Akatsuki-chan melatihku secara serius. Mereka tidak akan bercanda ketika kau ingin berlatih dengan mereka." Semua melihat pada kedua wanita itu yang tertawa kecil. Matsumoto kembali pada mereka, "Ketika kalian ingin berlatih dibawah arahan mereka. Keduanya sama sekali tidak akan bercanda, keinginanmu dan kemauanmu akan diuji saat itu juga."
.
.
.
.
.
.
sorry, baru isi kuota. as always please review!
