Cast: Kim Taeoh, Lei Haowen, Kim Jongin dan Oh Sehun (KaiHun)

Genre: Family

Warning: Boys Love, M-preg, Typo dan kata tidak baku.

.

.


Chapter 21…

.

.

Sehun tengah duduk-duduk santai di ruang tengah sambil menonton televise saat telinganya mendengar suara bel rumahnya yang berdering nyaring. Sehun bangkit menuju pintu, bibir tipisnya menggerutu sambil mengumpat. Mengutuk siapapun yang datang kerumahnya di jam-sam santainya seperti sekarang.

Jam santai di kamus Sehun adalah ketika Jongin sudah berangkat ke kantor dan anak-anaknya –Taeoh dan Haowen- telah berangkat ke sekolah mereka masing-masing. Di jam-jam itulah Sehun mendapat waktu santainya karena bila tiga jagoannya itu ada dirumah, Sehun tidak akan pernah bisa tenang apalagi bersantai.

Dan sekarang siapa yang berani mengganggunya?

Masih dengan menggerutu, Sehun membuka pintu rumahnya yang terbuat dari kayu jati kokoh tersebut dan ia langsung menghela nafas bosan. Sehun berdecak malas, namun tidak di gubris oleh si pengetuk pintu.

Tiga orang gadis muda itu tersenyum lebar sambil tangan mereka masing-m,asing mengacungkan sebuah bingkisan, ada paper bag, ada kotak kue, dan Sehun sukses terbelalak saat melihat bingkisan dengan logo Gucci sebagai cover-nya.

Ya tuhan…

Sehun memijit pelipisnya, jangan bilang kalau keperluan gadis-gadis ini hanya untuk bertamu. Itu fitnah banget guys.

"Pagi tante.."

Ahn JungHee, anak presdir Ahn dari King Groups menyapa Sehun sambil tersenyum manis. Sehun mengenalinya sebagai gadis yang tempo hari datang kerumahnya, gadis yang datang untuk menemui anak sulungnya yang tampan itu.

"Pagi JungHae."

Sehun mencoba tersenyum, walau dalam hatinya tengah menghapal nama para penghuni kebun binatang. Sehun yang awalnya suka pada JungHae berubah menjadi antipati sekarang akibat ucapan Taeoh semalam, ia tak mau akan tampannya melupakan dirinya dan keluarga kalau berpacaran.

"Wah, tante tau nama aku?"

JungHae memekik kecil, merasa senang karena Sehun mengetahui namanya sedangkan ia tak pernah memberitahukan namanya pada pria cantik ini.

"Kakak yang memberitahu kemarin."

Sehun merolling caramel indahnya, bosan. Namun JungHae yang kegirangan sama sekali tidak menyadari dan malah ber-Kya-Kyaa ria dengan kedua temannya.

"Tae yang ngasih tau? Ya ampun aku seneng banget." JungHae melompat kecil.

"Errr, kalian mau apa kesini?" Sehun yang sudah amat bosan pun dengan tega merusak moment gadis-gadis yang tengah menjerit-jerit itu.

"Aku mau berkun- AWW." JungHae memekik sakit saat temannya menginjak kakinya. "Iya-iya, maksudnya kami mau berkunjung." JungHae menekankan kata kami.

"Berkunjung? Bukannya ini masih jam sekolah ya?" Sehun bertanya heran, karena sumpah ini masih jam 10 pagi dan Sehun yakin pasti jam segini putranya masih belajar di dalam kelas.

"Eh? Ka-kami.."

"Kalian bolos?"

Mata Sehun memicing, tak pernah suka pada orang yang bolos sekolah. Menurut Sehun masih banyak anak-anak yang putus sekolah karena tidak mempunyai biaya, sedangkan anak-anak kaya ini dengan mudahnya membolos di saat orang tuanya membayar mahal sekolah mereka.

"Bu-bukan.." JungHae tergagap.

"Lalu?"

"Ka-kami sudah izin kok."

"Izin? Izin untuk hal yang tidak perlu?" Sehun benar-benar tak habis pikir dengan pemikiran gadis-gadis ini.

"Ini perlu, perlu banget malah." Teman JungHae ikut bicara.

"Oh ya?" Sehun mengangkat alisnya. "Lalu? Apa keperluan kalian?"

"Kami mau bertanya tentang Tae pada tante." Ketiga gadis itu tersipu malu.

Benar kan? Sehun sudah menduga kalau kedatangan mereka kesini pasti berhubungan dengan Taeoh, bagaimana bisa hanya karena ingin mengetahui tentang anaknya itu para gadis muda itu membolos sekolah? Karena Sehun sama sekali tidak mempercayai kata-kata mereka yang mengatakan sudah izin pada pihak sekolah.

Kalau sudah izinpun, apa yang mereka jadikan alasan? Izin untuk menemui calon mertua? Izin untuk ke mall dan membelikan barang-barang mahal yang di jadikan bingkisan? Sehun akan mengutuk para guru di sekolah mereka kalau guru-guru itu mengizinkan mereka keluar dari kawasan sekolah dengan alasan-alasan tak masuk akal itu.

"Kalian tau? Taeoh itu suka makan daging."

Sehun menyandar di daun pintu, sedangkan gadis-gadis itu berdiri di hadapannya seperti wartawan yang ingin mewawancarai seorang artis tenar. Sehun sama sekali tidak berniat mengajak mereka untuk masuk kedalam rumahnya, karena kalau sampai hal itu terjadi maka Sehun yakin gadis-gadis itu tidak akan pulang sebelum Taeoh datang.

"Wah, kalau boleh tau.. Tae suka makan daging apa tan?" JungHae tersipu. "Aku bakalan buatin Tae bekal besok."

"Oh kebetulan banget." Sehun menepukkan tangannya sekali dengan wajah ceria yang dibuat-buat. "Tae suka makan daging manusia, terutama daging gadis muda seperti kalian."

WHATTTT…?

Ketiga gadis itu menampilkan wajah cengo yang sungguh menggelikan, sehun masuk kedalam rumahnya dan sebelum ia menutup pintunya Sehun menyempatkan diri untuk menyampaikan sesuatu pada gadis-gadis itu.

"Tante saranin, kalian buat ngejauhin Tae deh. Dia itu sebenarnya kanibal lohhhh…"

Dan dengan nada sing a song-nya Sehun pun menutup pintu rumahnya sambil menyeringai senang, dan ia langsung tertawa setan saat mendengar lengkingan teriakan di depan rumahnya.

"AAAAAAAAAA…."


.

-AkaSunaSparKyu-

.


Taeoh sampai di depan gerbang rumahnya sambil menggandeng jemari mungil Haowen di genggaman hangatnya, mereka berdua tertawa sambil sesekali saling menjahili.

"Kak, aku mau main sama Zhuyi di rumah mommy nanti." Haowen mendorong gerbang rumahnya, ia mengerucutkan bibir mungilnya saat gerbangnya tergeser saat Taeoh ikut mendorong.

"Hufttt, kakak kok ikutan dorong sih?"

"Ehh? Enggak boleh ya? Maaf deh."

Haowen mendengus, kakaknya itu adalah kakak yang paling tidak peka di dunia. Sebagai lelaki, harga diri Haowen tersakiti karena mendorong gerbang pun harus di bantu. Dan berterimakasihlah pada papa Jongin yang telah mengajarkan tentang harga diri pada putranya yang baru berusia 7 tahun.

"Isshhh, kakak jahat."

Haowen memekik dan berjalan dengan cepat menuju pintu, menghentakkan kakinya saat tidak menemukan sang mama di manapun. Ia berlari kehalaman belakang dan menghela nafas lega saat dilihatnya Sehun tengah tidur di gazebo sambil mendengarkan ear phone.

"Ma, mama…"

Haowen menggoyangkan lengan Sehun hingga membuat pria pucat itu tersentak kaget, matanya membulat saat menemukan putra bungsunya sudah berdiri di depannya sambil berlinang air mata. Sehun dengan cepat mendudukkan dirinya dan menarik Taeoh ke pangkuannya, mengusap rambutnya dengan sayang.

"Loh kamu kenapa sayang? Ada yang jahil di sekolah?"

Sehun bertanya heran karena tidak pernah melihat anaknya dalam kondisi seperti ini. Berlinang air mata saat pulang sekolah. Dan satu-satunya pemikiran Sehun adalah pembully-an. Dia mengutuk siapapun yang berani membully anak manisnya ini. Dan hitunglah berapa kali Sehun telah mengeluarkan kutukan hari ini.

"Kakak.."

"Kakak? Kenapa?" Sehun menggoyangkan badan mereka kekiri dan kanan, merasa de ja vu. Dulu ia pernah melakukan hal yang sama pada Taeoh di gazebo ini juga.

"Tadi Wen ngedorong gerbang depan." Haowen memulai ceritanya.

"Trus?"

"Trus kakak bantu dorong, padahal Wen yakin bisa kok ma." Haowen merajuk.

"Jadi Wen lagi marah sama kakak nih?" Sehun mencium pipi Haowen sekilas.

"Iya, abisnya harga diri Wen sebagai lelaki jatuh gara-gara kakak." Haowen menyusut ingusnya hingga batal keluar.

"Harga diri?"

Sehun mengangkat alisnya. Orang bodoh mana yang mengajarkan harga diri pada anak umur 7 tahun? Sehun sih tidak mempermasalahkannya kalau orang itu mengajarkannya secara tuntas, bukan seperti ini.

Entah Haowen yang salah pengertian atau orang yang mengajarkan salah dalam penyampaian. Satu yang Sehun tau adalah, harga diri kita tidak akan pernah jatuh hanya karena menerima bantuan orang lain.

"Iya, papa yang ngasih tau." Haowen mencebikkan bibirnya, membuat Sehun gemas bukan kepalang.

"Papa?"

"Hu-um, katanya harga diri laki-laki bakalan jatuh kalau nerima bantuan orang lain."

Sehun membuat catatan di dalam hati untuk menyiksa Jongin nanti malam, bagaimana bisa suaminya itu menyampaikan hal yang salah pada anak mereka?

"Kakak punya niat baik buat nolong kamu loh sayang. Membantu orang adalah hal yang baik atau buruk?" Sehun bertanya pelan.

"Baik ma."

"Nah sebagai seorang kakak, kakak Tae wajib menolong kamu sebagai adiknya yang tengah kesusahan." Sehun mengusap rambut tebal Haowen. "Coba kalau kakak enggak ngebantu kamu, pasti kalian belum masuk rumah sekarang."

Sehun bukan berbicara hanya demi meyakinkan Haowen karena yang di katakannya adalah kenyataan. Gerbang pagar rumah kediaman Kim itu berat, tingginya aja hampir mencapai 3 meter.

Haowen yang mendengar ucapan Sehun pun mengangguk setuju, merasa bersalah karena telah berbicara yang tidak-tidak tentang kakaknya.

"Nah, udah selesai marahnya?"

Sehun dan Haowen bisa melihat Taeoh yang datang menghampiri mereka, Sehun bisa melihat kalau Taeoh sudah berganti pakaian dan nampak segar.

"Maaf.." Haowen menunduk dan memilin ujung seragamnya.

"Kakak maafin, dan jangan pernah menolak bantuan kakak lagi. Ngerti?" Taeoh duduk di samping Sehun dan mengusak rambut Haowen yang masih duduk di pangkuan mama mereka.

"Ngerti…" Haowen nyengir imut yang membuahkan ciuman bertubi-tubi di pipinya oleh Sehun dan Taeoh.

TING.. TONG…

Sehun mengerenyit saat mendengar bel rumahnya berbunyi, ia menyerahkan Haowen ke pangkuan Taeoh dan berjalan memasuki rumah untuk membukakan pintu untuk tamunya yang baru saja membunyikan bel rumahnya.

Setelah daun pintu terbuka, Sehun bisa melihat seorang pemuda cantik berseragam sama dengan seragam Taeoh di depannya. Pemuda itu tersenyum –yang harus Sehun akui sangatlah indah-, matanya sipit dan tubuhnya mungil.

"Siang paman, apa benar ini rumah Kim Taeoh?" Si pemuda cantik bertanya sopan.

"Ya benar, kamu siapa ya?" Sehun balik bertanya.

"Aku…"

.

.

TBC..


Holla..

Berhubung kemarin banyak yang minta lanjut, maka Suna akan lanjut sampai dimana Taeoh punya pacar.

Yang nanya Taeoh gay atau bukan, jawabannya ada di part akhir. Dan Suna akan mempertimbangkan request dari chingu semua, tentang siapa yang akan jadi pacar si tampan kita.

Sebenarnya Suna udah ada niat buat ngebuat satu crak pair yang bener-bener Wow, yaitu TaeBaek (Taeoh-Baekhyun). Kekekekeke….

Ada yang setuju…?

Dan maaf karena di chap ini, uri sexy KkamJong sama sekali tidak dapat peran. Muehehehehehe #KetawaSetan

Jangan lupa baca FF Suna yang berjudul EL ES...

Dan Jangan lupa review ne…..

Adios.. #Bow

Jaa na Minna….


Big Thanks to:

[BunnyJoon] [ParkJitta] [yunacho90] [exolweareone9400] [saphire always for onyx] [kenlee1412] [exobabyyhun] [fiya KH] [Berry Kyu] [SeiraCBHS] [Oh Se Hyun] [TheLightAndTheFire] [violynoctam] [kjinftosh] [dia luhane] [Zelobysehuna] [LoveHyunFamily] [Frisky-kun] [Ihfaherdiati892] [anoncikiciw] [xobechan56] [Risty662] [daebaektaeluv] [adeviaprksoora] [Jongin's Grape] [Dazzling Kaise] [rytyatriaa] [ohhanniehunnie] [izzsweetcity] [lustkai] [JongOdult] [sehunskai] [Grey378] [Yessy94esy] [VampireDPS] [kim sehyun96] [Syakilashine] [Guest] [hunnbebi] [auliavp] [Furanshi] [seli kim] [sumiya wu] [jonse] [Deramy] [kaihun] [yehet94] [utsukushii02] [askasufa] [Nagisa Kitagawa] [1004baekie] [fvckmechankai] [my love double b] [haeri20412] [Jung NaeRa] [love kaihun] [Kaihunbear] [jonginmanura] [