Disclaimer : YuGiOh!!! Bukan punyaku. Kalau aku ngaku bahwa YuGiOh!! Itu punyaku, aku pasti bakal dituntut habis-habisan oleh om kazuki takahashi!! Wah bisa repot nanti XP
Warning : chapter ini adalah chapter yang lebih panjang dari chapter sebelumnya dan isi satu chapter penuh ini hanya berisi tentang masa lalu yami saat di alam barzah. Sekali lagi isi chapter ini HANYA berisi tentang masa lalu yami saat di alam barzah dan tak ada yang lain. Jadi harap jangan complain setelah anda selesai membacanya. Jangan complain seperti "kok hanya yami aja? Mana yang lainnya?" complain seperti itu tak akan saya hiraukan karena saya sudah memberikan peringatan sebelumnya. Oke, selamat membaca. Harap tidak begitu membosankan anda ^____^
-------chapter 20-------
The past
'vonis takdir hitam.....'
Ya, vonis mengerikan itu. Sebuah vonis yang tak dapat dielakkan. Vonis mengerikan itu telah dijatuhkan pada atem saat di alam barzah. Sebuah vonis mengerikan yang dijatuhkan hanya karena sebuah kesalahan kecil. Yakni menyimpan sebuah perasaan pada partnernya sendiri.
yami kembali teringat akan masa lalunya saat berada di alam barzah sesaat setelah ia kalah dalam ceremonial duel. Ia kembali ke alam barzah sambil menyimpan sebuah perasaan cinta terhadap yugi. Sampai saat ia meninggalkan dunia pun, ia masih tidak mengatakan isi perasaannya itu pada partnernya. Ia memilih untuk menyimpan rahasia terbesarnya itu dan ikut membawanya ke alam barzah. Tapi yami tak pernah menyangka bahwa perasaan cinta yang ia pendam dalam hatinya itu berujung pada sebuah malapetaka yang tak pernah ia duga sebelumnya.
Flash back
Surga..........sebuah tempat terindah yang pernah ada dalam sebuah eksistensi kehidupan. Sebuah tempat untuk segala kebahagian dan disaat yang sama menjadi sebuah tempat pemusnah kesedihan. Yami tak pernah menyangka bahwa saat ini ia sedang duduk tenang di sebuah singasana dari sebuah replika kerajaannya dulu saat di dunia. Kini ia kembali berkumpul dengan sanak saudara dan teman-temannya di masa lalu. Semua itu membuat atem senang. Ia bisa kembali bertemu dan berkumpul dengan ayah dan ibunya. walaupun rasa bahagia telah yami rasakan tapi ia tak bisa menyangkal bahwa ada sesuatu yang hilang dari dirinya dan hal itu semakin lama semakin menambah kehampaan di hati atem.
"ada apa anakku? Mengapa semakin lama aku semakin merasakan kemurungan di hatimu?" tanya aknamkanon pada anak semata wayangnya itu.
"a...ayah..." atem terkejut saat ayahnya kini menyadari kegundahan dalam hatinya.
"sudahlah anakku, segera katakan pada ayah mengapa ditempat seindah ini kau masih menyimpan sebuah kepedihan? Apa yang membuatmu menjadi seperti ini atem?"
Atem mulai menunduk. Ia tak berniat membuat ayahnya khawatir terhadapnya tapi semakin lama rasa sakit yang dirasakan oleh atem tak bisa disembunyikan lagi.
"a...aku tak tahu ayah, sepertinya aku merasa separuh dari jiwaku hilang dan aku merasa tak sempurna...."
"tak sempurna? Apa hal ini karena kau berpisah dari sisi cahayamu....mutou yugi?"
"yu...gi?" mendengar kembali nama partnernya justru semakin menambah rasa sakit di hati yami. Kini ia tahu mengapa ia merasa tak sempurna. Hal itu karena ia sudah tak bersama partner jiwanya lagi dan juga karena hatinya tidak lagi disinari oleh hangatnya cahaya yugi. Atem seakan ingin menangis. Perasaan yang ia pendam ini semakin lama bagaikan sebuah pisau belati yang menusuk hatinya. Ia sungguh sakit.
"atem...."
"tinggalkan aku sendiri ayah, aku hanya ingin menenangkan diriku" mendengar pernyataan putranya itu aknamkanon hanya dapat menghela nafas dan pasrah.
"baiklah anakku ayah akan pergi sekarang tapi lebih baik jangan sampai kau pendam terus kegundahan di hatimu itu. Hal itu tidak baik atem" ujar aknamkanon khawatir.
"aku mengerti ayah" dengan itu aknamkanon segera pergi meninggalkan yami sendiri di dalam kamarnya. Yami lalu berjalan mendekati jendela kamarnya dan melihat pemandangan diluar.
"apa sungguh kebahagiaan seperti ini yang kuinginkan? Mengapa aku masih dapat merasakan sakit di hatiku? Mengapa? Bukankah ini surga? Tempat dimana segala kesedihan dan keburukan musnah? Lalu.........mengapa terasa bagaikan sebuah..........neraka untukku?"
yami kembali duduk dan bersandar disudut dinding sambil memeluk kedua lututnya dan menundukkan kepalanya. Tak terasa air matanya mengalir deras dari kedua mata merahnya. Perasaan yang dipendam yami semakin lama semakin terasa menyakitkan. Ia tidak tahu sampai kapan ia dapat menanggungnya.
"a...aibou...."
Semenjak itu perasaan sakit di hati yami semakin lama semakin bertambah buruk. Setiap hari atem terlihat pucat dan sesekali terlihat meremas dadanya. Bahkan tak jarang tiba-tiba ia menangis dan pergi mengurung diri dikamarnya. Hal ini membuat aknamkanon dan kawan-kawan atem menjadi cemas dengan keadaan sang pharaoh muda itu. Mereka tak tahan melihat atem yang menderita.
"apa yang terjadi dengan anakku? Mengapa ia menjadi tersiksa seperti ini?" aknamkanon terus memikirkan keadaan putranya itu. Ia bingung bagaimana caranya menghilangkan perasaan sakit yang dirasakan oleh atem. Ia sungguh tak tega melihat putranya terus-terusan depresi dan terlihat tersiksa seperti itu. Tapi sepertinya satu-satunya obat yang dapat menyembuhkan putranya itu hanyalah bertemu dengan sisi cahayanya......yugi.
"apa yang harus kulakukan? Tidak mungkin atem bisa kembali kedunia dan bertemu kembali dengan mutou yugi. Hal itu mustahil. Dunia mereka sudah berbeda dan juga jika kusuruh atem untuk menghilangkan perasaan cinta yang ia pendam itu juga hal yang tidak mungkin"
"wahai aknamkanon......" suara yang terdengar bagaikan suara emas itu membuyarkan kegundahan hati aknamkanon. Ia terkejut saat mengetahui siapa yang telah berbicara langsung padanya.
"de...dewa Ra!!"
"aku kemari ingin menyampaikan sesuatu padamu" perkataan dewa Ra membuat aknamkanon terkejut.
"menyampaikan se...sesuatu?"
"ya, hal yang kusampaikan padamu adalah mengenai putramu atem....."
"a..atem?" aknamkanon semakin terkejut saat mendengar nama putranya. Sang dewa Ra mulai mengangguk.
"pharaoh atem putramu telah mengalami kegundahan yang disebabkan oleh perbuatannya sendiri. Ia jatuh cinta pada reinkarnasinya sendiri"
"re...reinkarnasi? ma...maksud anda mu...mutou yugi? Sisi cahaya putraku?"
"ya, benar. Mutou yugi. Atem telah melakukan kesalahan terbesar. Ia tak boleh menyimpan perasaan seperti itu terhadap reinkarnasinya sendiri. Mutou yugi adalah simbolisasi dari kekuatan cahaya yang ada dalam dunia ini kebalikan dari atem, ia pemegang simbolisasi kegelapan. Kemurnian cahaya dalam diri mutou yugi harus tetap terjaga demi keseimbangan dunia ini. Begitu pula dengan kemurnian kegelapan milik atem" jelas Ra.
"tapi walaupun putraku menyimpan perasaan seperti itu pada mutou yugi, tapi atem tidak mengatakannya pada mutou yugi kan? Itu berarti perasaan yang disimpan oleh atem sampai sekarang takkan berpengaruh sama sekali pada yugi yang kini masih hidup di dunia" ujar aknamkanon bersikeras membela putranya.
"kau salah aknamkanon...." aknamkanon mengernyutkan dahi seketika.
"a..apa maksud anda?"
"memendam perasaan seperti itu sampai ke alam barzah adalah kesalahan besar. Perasaan yang dipendam oleh atem bukan hanya perasaan biasa saja" ujar Ra.
"bu...bukan perasaan biasa? Sebenarnya apa maksud anda?" tanya aknamkanon bingung.
"perasaan yang dipendam atem adalah sebuah perasaan yang sangat besar. Perasaan yang bisa menembus ruang dan waktu. Perasaan cinta yang tak bisa dicapai secara logika dan diluar nalar manusia. Bahkan perasaan yang sangat dalam itu tak terbatas dan dapat menembus di luar sebuah eksistensi aknamkanon"
"apa!! Menembus diluar eksistensi? Mus...mustahil!!" aknamkanon sungguh tak percaya bahwa atem menyimpan perasaan cinta sedalam itu pada reinkarnasinya sendiri. Ia tak mengerti sebenarnya sedekat apa putranya dengan mutou yugi saat di dunia sampai-sampai putranya bisa menyimpan sebuah perasaan yang tidak bisa dicapai dengan logika dan akal.
"perasaan itu terlalu besar aknamkanon, batas perasaan atem luar biasa tak terhingga batasnya. Hal itu sungguh berbahaya karena perasaan itu semakin lama akan menjadi sebuah parasit yang akan menggerogoti hatinya. Perasaan itu akan menjadi sebuah penyakit yang akan menyiksanya seperti saat ini. Saat ini atem tersiksa bukan? Hal itu karena perasaan yang ia pendam semakin bertambah dan jika hal ini terus dibiarkan maka akan membahayakan jiwa atem sendiri" penjelasan dari Ra masih membuat aknamkanon belum mengerti.
"lalu jika putraku yang tersiksa seperti ini mengapa anda bilang hal itu merupakan kesalahan terbesar? Bukankah dampak dari perbuatan putraku hanya akan dirasakan oleh atem sendiri?" tanya aknamkanon. Ra menggelengkan kepalanya.
"perbuatan yang dilakukan oleh atem tak hanya berdampak pada dirinya saja. Tapi juga berdampak pada sisi cahayanya mutou yugi"
"ta...tapi bagaimana bisa? Dunia mereka sudah berbeda" ujar aknamkanon tidak mengerti.
"walau saat ini dunia mereka berbeda tapi ikatan jiwa antara atem dengan reinkarnasinya tak akan pernah bisa terputus aknamkanon....."
"a..apa?"
"walaupun mereka sudah tak bersama lagi tapi ikatan jiwa mereka tak akan bisa dipisahkan. Bagaimanapun juga mutou yugi adalah reinkarnasi dari atem. Mereka merupakan satu kesatuan yang utuh jadi ikatan hati mereka sangat kuat. Jika atem yang berada di alam barzah tersiksa maka hal itu lambat laun akan mempengaruhi kelangsungan jiwa yugi....."
"ta...tapi bagaimana mungkin..." aknamkanon seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Ra lalu menunjukkan sesuatu pada aknamkanon.
"lihat ini aknamkanon, ini adalah kehidupan yugi di dunia...." sebuah cahaya lalu bersinar dengan terangnya. Aknamkanon langsung menutup kedua matanya. Sesaat setelah itu ia kembali membuka matanya dan lalu terkejut. Ia melihat refleksi kehidupan yugi di dunia.
"ini adalah....."
"ya, inilah kehidupan mutou yugi. Saat ini setahun sudah berlalu di dunia. Ia terlihat dewasa tapi walaupun begitu ia masih menyimpan kepedihan di hatinya karena perpisahannya dengan sisi kegelapannya yakni atem...." jelas Ra.
Dalam refleksi itu terlihat yugi sangat murung dan depresi. Jika ia bersama dengan teman-temannya, yugi mencoba menyembunyikan rasa sakit dihatinya. Yugi bagaikan memiliki kepribadian ganda. Ia terlihat begitu pintar dalam menyembunyikan kesedihannya. Saat ia sendiri, yugi terlihat tersiksa.
"yami.....mengapa setelah kau pergi......aku selalu merasakan sakit yami? mengapa aku merasa jika kau tidak bahagia disana......apakah ini hanya firasatku saja? Tapi mengapa feeling ini begitu kuat? Perasaan sakit ini serasa menusuk ke dalam dasar hatiku yami......." bisik yugi lemah. Air matanya mengalir dari kedua mata violetnya. Dalam refleksi itu yugi terlihat memojok di sudut kamarnya. Walaupun keadaan yugi tidak separah keadaan atem saat ini tapi sudah terlihat jelas bahwa yugi pun juga tersiksa. Aknamkanon seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"i...ini tidak mungkin....."
"inilah yang terjadi aknamkanon. Perlahan-lahan secara tidak langsung jiwa yugi juga ikut termakan parasit yang hidup di hati atem dan jika hal ini terus berlanjut maka cahaya yugi perlahan-lahan akan menghilang. Keseimbangan dunia ini akan kacau. putramu sudah melakukan kesalahan terbesar aknamkanon!!"
Aknamkanon kini sungguh pasrah dengan semua yang terjadi. Putranya telah berjasa dalam menyelamatkan dunia dari tangan zork tapi putranya pula yang berbuat kesalahan dan membuat dunia terancam.
"karena kesalahan ini aku dan para dewa yang lain sudah memutuskan untuk memvonis putramu aknamkanon. Karena kesalahannya, ia kami jatuhi vonis takdir hitam!!" aknamkanon benar-benar terkejut mendengar vonis itu. Ia benar-benar ketakutan. Vonis takdir hitam adalah vonis terburuk yang pernah dijatuhkan oleh dewa. Jika seseorang dijatuhi vonis mengerikan itu maka orang tersebut sudah ditakdirkan untuk binasa sepenuhnya dari eksistensi.
"kumohon dewa Ra, kumohon maafkan kesalahan putraku. Kumohon jangan jatuhi putraku dengan vonis itu!! Hukuman itu terlalu berat!!" aknamkanon terus memohon pada Ra.
"hukuman ini sudah setimpal dengan kesalahan yang ia lakukan aknamkanon. Kekacauan dunia ini harus dibalas dengan kebinasaannya!! Tapi ada satu syarat jika kau ingin putramu terbebas dari vonis ini aknamkanon" sahut Ra.
"syarat apa itu?" tanya aknamkanon.
"atem akan terbebas dari vonis jika ia mau..........menghilangkan perasaan yang ia rasakan terhadap reinkarnasinya sendiri. Dengan begitu perasaan terpendam yang menjadi parasit di hati atem itu tak akan bisa menggerogoti jiwanya lagi" dengan itu lalu dewa Ra segera pergi meninggalkan aknamkanon sendiri.
"menghilangkan perasaan yang ia pendam? Tapi apakah bisa dengan semudah itu akan hilang?" hal ini merupakan permasalahan tersulit yang pernah dihadapi oleh aknamkanon. Ia yakin putranya tak akan mau menghilangkan perasaan yang ia rasakan terhadap sisi cahayanya sendiri. Tapi aknamkanon juga tak ingin kehilangan putranya. Ia tak rela putranya binasa begitu saja.
"apa yang harus kulakukan untuk meyakinkan atem?" aknamkanon lalu berbalik dan berjalan perlahan-lahan menuju istana tapi langkahnya langsung terhenti seketika saat ia melihat seseorang dihadapannya. Aknamkanon sangat terkejut ketika tahu siapa orang itu yang sebenarnya.
"a..atem!!" aknamkanon hanya bisa menganga melihat putranya kini berdiri dihadapannya. Raut wajah putranya menyimpan banyak kepedihan. Aknamkanon tak sanggup melihat putranya.
"aku sudah tahu semuanya ayah. Mengenai vonisku...." bisik atem sedih. Aknamkanon ingin mengatakan sesuatu pada putranya itu tapi tak ada suara yang keluar dari mulutnya. Aknamkanon tidak bisa mengatakan apapun.
"perbuatanku memang tak pantas dimaafkan ayah.....aku tak pantas menjadi seorang pharaoh. Aku tak dapat menyelamatkan cahaya dari para rakyatku. Aku bahkan mencemari cahaya reinkarnasiku sendiri dan membiarkan dunia ini terancam dalam bahaya. Aku memang pantas menerima takdir hitam. Aku memang pantas binasa ayah....." setelah mendengar pengakuan pahit dari putranya itu, hati aknamkanon seakan ingin menangis. Ia masih tidak rela kehilangan putranya.
"ini tidak adil putraku!! Ayah tak terima dengan semua ini!! Kau tak boleh binasa begitu saja atem!! Kau harus bisa terbebas dari vonis itu kau harus......" belum sempat aknamkanon melanjutkan perkataannya, atem langsung menatap tajam kearah ayahnya.
"menghilangkan perasaan yang kurasakan terhadap aibou? Tidak!! Tidak akan ayah!! Aku tidak mau menghilangkan perasaan ini!!" bentak atem mulai marah.
"tapi atem jika kau terus mempertahankan perasaan yang kau pendam itu, kau akan terkena vonis atem!!! Kau akan BINASA!!! Perasaan yang kau pendam itu adalah sebuah parasit atem!! Ia akan terus menggerogoti jiwamu atem!! Kau bisa hancur!!" sahut aknamkanon marah tapi atem tahu walaupun perasaan yang ia pendam ini hanya sebuah malapetaka. Ia tetap tidak peduli.
"aku tak peduli ayah!! Aku akan terus mempertahankan perasaan ini!! Walaupun perasaan yang kupendam ini adalah parasit yang akan menghancurkanku suatu saat nanti, aku tak peduli. Aku akan tetap mempertahankan parasit ini. Ini adalah sumpahku ayah!!! Akan kujaga sumpahku ini!! Kalau perlu akan kubawa parasit ini sampai aku......binasa nanti" bisik atem lemah.
"mengapa atem? Mengapa kau rela mengorbankan segalanya hanya untuk mempertahankan parasit dihatimu itu? Mengapa atem? Padahal belum tentu sisi cahayamu itu merasakan perasaan yang sama denganmu"
"walaupun begitu perasaan yang kupendam untuk aibou merupakan sebuah anugerah bagiku ayah......aku tak akan pernah menyesal bisa mencintai aibou sampai sedalam ini......walaupun perasaan ini sangat menyakitkan tapi aku bahagia ayah.......aku bahagia karena aku pernah memiliki seorang partner seperti yugi dan aku senang bisa mencintainya sedalam ini.......walaupun ia takkan pernah tahu isi perasaanku yang sebenarnya......aku tak akan pernah menyesal......aku terlalu mencintainya ayah.......terlalu mencintainya......." aknamkanon bisa melihat ketulusan dimata atem saat mengatakan pengakuannya. Ia benar-benar tidak mengerti mengapa putranya bisa sampai sedalam itu mencintai sisi cahayanya sendiri.
"perasaan yang kau pendam itu akan membuatmu binasa atem......"
"aku tahu itu ayah, walaupun perasaan itu akan menjadi sebuah parasit yang akan membinasakan diriku, aku tak peduli......akan terus kupertahankan perasaan ini ayah. Perasaan ini akan kupertahankan selamanya!! walaupun hal itu akan membawaku pada vonisku, aku tak peduli. Aku siap menerima takdirku untuk binasa......lagipula hukuman itu setimpal dengan keegoisanku......maafkan aku ayah........aku tak bisa menjadi seorang anak seperti yang kau harapkan.......maafkan aku....."
"tunggu atem!!! ATEM!!!!" Atem segera berlari meninggalkan ayahnya yang berteriak memanggilnya untuk kembali. Atem sungguh tak kuasa menahan semua perasaan sakit di hatinya. Air mata terus mengucur deras dari kedua mata merahnya. Ia terus berlari dan berlari sampai akhirnya ia terjatuh dan tersungkur ke bawah. Yami hanya dapat meremas dadanya dan menangis sekeras-kerasnya. Ia tak menyangka hidupnya bisa menjadi hancur seperti ini hanya karena kesalahan yang ia perbuat.
"aku sudah mengecewakan semuanya........harapan ayah, teman-temanku,seluruh rakyatku dan juga.......aibou. aku sudah mengecewakan semuanya. Maafkan aku........" yami kembali merasakan sakit di dadanya. Perasaan yang ia pendam itu akan semakin menyakiti hatinya. Yami lalu kembali meremas dadanya yang sangat sakit itu. Ia mencoba bertahan. Perasaan itu semakin lama semakin menghancurkannya.
"aku memang rendah!! Aku memang sungguh egois mempertahankan parasit ini tapi aku tak ingin menghilangkan parasit ini. Aku hanya ingin memperjuangkan perasaanku. Aku sudah bersumpah bahwa perasaan ini tak akan pernah kumusnahkan!!! Akan terus kupertahankan parasit ini walau dengan tubuh yang hancur sekalipun.......akan terus kujaga perasaan cinta ini.........Maafkan aku aibou.........aku membuatmu menderita dengan parasitku ini..........untuk itu aku akan segera membinasakan diriku...........untukmu aibou......untukmu......." bisik yami dengan air matanya yang terus bercucuran. Ia mencoba menghapus air matanya itu dan berjalan perlahan-lahan menuju sebuah tempat. Sebuah tempat yang dapat membinasakan dirinya.
Tak berapa lama kemudian atem tiba tepat di ujung surga. Tepat dibawahnya adalah tempat yang dapat memusnahkan eksistensinya yakni......neraka.
"GGRROOOOWWWW!!!!!!" banyak sekali iblis-iblis di dalam neraka yang siap memakan jiwa seseorang yang jatuh ke dalam neraka. Para iblis dengan berbagai wujud itu hanya dapat mengaum dan menggeram kelaparan. Lapar akan jiwa manusia. Dari atas surga, atem bisa melihat akan hal itu. Warna mata merahnya semakin gelap. Ia sudah yakin akan tekadnya untuk mengakhiri eksistensinya saat ini juga.
"akan segera kulenyapkan diriku dengan caraku sendiri. Aku pantas untuk binasa. Aku hanya sebuah parasit yang tidak berguna. Aku hanya makhluk egois yang menjijikkan. Aku sudah menghancurkan kehidupan semua orang yang kusayangi. A...aku harus segera binasa....." tinggal beberapa langkah lagi, yami sudah dapat jatuh ke dasar neraka. Sekali ia jatuh ke neraka maka seluruh jiwa dan eksistensinya akan segera dilahap habis oleh seluruh iblis di dalam neraka itu. Perasaan sakit kembali menyelimutinya. Parasit dalam hatinya benar-benar terus menggerogotinya tanpa henti. Yami kembali meremas dadanya. Air mata kembali keluar dari kedua mata merahnya.
"walaupun perasaan cinta yang kupendam untukmu hanya membawa malapetaka.......dan wa...walaupun perasaan ini membusuk menjadi sebuah parasit, aku tidak menyesal sama sekali.....aku bersyukur memiliki partner sepertimu aibou.....a...aku senang bisa mencintai orang semurni dirimu....kau adalah cahaya dunia aibou.....kau adalah cahaya hidupku......" air mata terus bercucuran di matanya. Sudah lama ia tak merasakan tangisan sedalam ini. Tak ada penyesalan dalam setiap butiran air mata yang ia keluarkan. Ia rela melakukan apa saja hanya untuk yugi. Ia rela mengorbankan apa saja hanya untuk mempertahankan cahaya aibounya itu. Bahkan walau harus binasa pun ia tak peduli.
"setelah aku binasa maka tak akan ada lagi parasit yang akan menyakitimu aibou......dengan lenyapnya diriku maka cahayamu akan kembali bersinar kembali......selamat tinggal aibou......aku sungguh sangat mencintaimu cahayaku........akan kubawa sumpahku aibou......sumpahku untukmu bahwa rasa cinta ini akan selalu ada untukmu.......rasa cintaku akan menembus eksistensi!! Untukmu aibou.......untukmu......." yami lalu menghapus air matanya dan mencoba tersenyum untuk yang terakhir kalinya.
"sa...sayonara......ore no aibou....."
Lalu saat atem hanya tinggal selangkah lagi menjatuhkan dirinya ke dasar neraka tiba-tiba di hadapannya muncul sesosok figur berselimutkan kegelapan yang menghadang atem untuk terjun ke dasar neraka. Atem terkejut dan langsung mundur beberapa langkah.
"si...siapa kau?!" atem benar-benar terbelalak melihat figur kegelapan tak berwujud di hadapannya. Sosok kegelapan tak berwujud itu mulai tertawa melihat reaksi atem.
"HAHAHAHAHAHA!!!!! Halo pharaoh.....sudah lama sekali ya...." sosok kegelapan itu mulai mendekat ke arah atem.
"siapa kau?!! Mau apa kau denganku?!!" atem mulai waspada dan mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak dengan makhluk kegelapan itu.
"wah....tenang-tenang, aku tak akan berbuat macam-macam. Hahah!! Apa kau sudah lupa padaku pharaoh? Kita kan pernah bertempur waktu itu...." wujud makhluk kegelapan itu terlihat tersenyum dengan sinis. Atem semakin tidak mengerti.
"bertempur?" atem mencoba mengingat sesuatu. Saat ia di dunia bersama dengan yugi begitu banyak musuh-musuh yang mereka kalahkan melalui permainan duel monster dan juga pertempurannya saat ia menjadi pharaoh. Atem seketika itu langsung menganga dan melotot.
"jangan-jangan kau......."
"sudah ingat sekarang? Aku adalah reinkarnasi dari musuh terbesarmu pharaoh. Aku reinkarnasi dari......zork"
"zork!!" atem terkejut saat melihat reinkarnasi dari musuh terbesarnya sepanjang masa. Sesosok musuh yang membuatnya harus mengorbankan dirinya dan akhirnya mempertemukan dirinya dengan yugi.
"ti...tidak mungkin!! Zork sudah binasa!!" figur kegelapan itu kembali tertawa melihat reaksi ketidak percayaan atem.
"apa kau lupa atem? Selama manusia masih memiliki sisi kegelapan dalam dirinya maka aku tak akan bisa mati. Aku akan terus terlahir dari dalam sisi kegelapan yang dimiliki oleh seluruh manusia di seluruh eksistensi ini. Aku akan terus abadi. Aku akan terus bereinkarnasi dan aku tak akan berhenti untuk membuat dunia ini tenggelam dalam kegelapan. Hahahahahaha!!!" atem langsung mundur beberapa langkah dan mulai mengepalkan tangannya.
"kau!!" geram atem emosi.
"tenanglah, aku tak akan bisa menguasai dunia dengan wujudku yang masih belum sempurna seperti ini. Jadi kau tak perlu takut pharaoh.....hehehehe" figur kegelapan ini hanya dapat tertawa mengejek.
"mengapa kau bisa berada disini? Mengapa kau tidak dimusnahkan oleh dewa jika kau berada di alam barzah ini?" tanya atem sambil tetap waspada dengan sosok kegelapan dihadapannya. Sosok kegelapan itu kembali tersenyum sinis.
"hah! Dimusnahkan? Aku tak akan bisa dimusnahkan atem.....aku adalah sebuah figment kehidupan. Aku juga merupakan bagian penyeimbang dunia. Aku adalah kumpulan kegelapan dari dalam diri manusia. Dunia ini juga akan hancur jika tak ada kegelapan yang menyeimbangkan cahaya. Tanpa kegelapan maka tak akan ada yang membedakan antara kebaikan dengan keburukan. Tanpa kegelapan tak akan ada yang bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Tanpa kegelapan manusia tak akan bisa memilih. Selama dunia ini terdiri dari kebaikan dan keburukan selama itu pulalah ada cahaya dan kegelapan. Tapi kegelapan dan cahaya sangat bertolak belakang. Walaupun kegelapan merupakan penyeimbang dunia tapi jangan kau berfikir bahwa kami akan mau ikut menyeimbangkan dunia bersama dengan kubu cahaya. Kami adalah simbolisasi dari kejahatan dan keburukan. Kami adalah simbolisasi dari kehancuran. Jadi jika kami ingin menguasai kegelapan dengan kegelapan maka jangan salahkan kami karena itu sudah menjadi kodrat dari kegelapan, pharaoh.......ini adalah permainan tuhan"
Yami hanya bisa pasrah dengan apa yang dikatakan oleh figment zork di hadapannya. Karena bagaimanapun juga yang dikatakan oleh figur kegelapan itu ada benarnya juga. Ia tak akan bisa merubah naluri dari kegelapan karena hal itu sudah menjadi kodrat dari bagian kegelapan itu sendiri. Selamanya dunia akan selalu diliputi dengan dua sisi yang berbeda. Kebaikan dan keburukan, kebenaran dan kebohongan, Kegelapan dan cahaya. Tak ada yang sempurna di dunia ini. Manusia akan selalu dihadapkan dengan dua pilihan. Cahaya atau kegelapan. Dan lalu jawabannya ada di dalam free will manusia itu sendiri. Manusia sendirilah yang harus menentukan caranya masing-masing. Sebuah cara untuk mencapai kesempurnaan dalam menjalani eksistensi kehidupan.
"lalu apa maumu kemari? Apa yang kau inginkan dariku? Apa kau ingin membujukku agar membantumu untuk mewujudkan ambisimu untuk menguasai dunia dengan kegelapan?" tanya atem dingin. Makhluk kegelapan itu kembali tersenyum sinis.
"hahahaha!!! Sungguh to the point sekali. Sebenarnya untuk bahasa yang lebih sopannya aku ingin membantumu atem tapi untuk bahasa kasarnya ya....seperti yang kau bilang tadi. Aku ingin membujukmu agar mau membantuku....." sahut figur kegelapan itu.
"membantuku? Membantuku dalam hal apa?" makhluk kegelapan itu lagi-lagi tersenyum sinis mendengar pertanyaan atem.
"aku ingin menghilangkan rasa sakit di hatimu itu pharaoh dan aku ingin membantumu mengobati sebuah parasit yang menggerogoti hatimu itu.....kau ingin bertemu dengan dirimu yang satu lagi bukan?" atem terbelalak saat sosok kegelapan itu mengetahui situasi atem.
"ba...bagaimana kau bi...bisa tahu akan hal itu?"
"hahahaha!! Tentu saja aku tahu atem.....bahkan aku tahu mengenai vonis yang dijatuhkan dewa padamu.....kau mendapat vonis takdir hitam bukan? hahahahaha!!"
"lalu mau apa kau dengan orang yang tidak lama lagi akan binasa ini hah? Mau apa kau dengan.....parasit sepertiku?" tanya atem sambil menatap tajam pada sosok kegelapan itu.
"aku ingin memberikan sebuah penawaran padamu pharaoh....." ujar sosok kegelapan itu sambil tersenyum sinis.
"penawaran? Apa yang kau inginkan dariku? Sebentar lagi aku akan binasa kau tahu itu!!" bentak atem mulai emosi.
"tenanglah, kau tidak menerima tawaranku juga tidak apa-apa. Kau ingin bertemu dengan sisi cahayamu kan pharaoh?" tanya sosok kegelapan itu sambil tersenyum sinis. Atem seakan membeku saat sosok kegelapan itu mengingatkannya kembali pada partnernya.
"a..apa maksudmu?"
"hahahaha!!! Jangan berpura-pura tidak tahu pharaoh, kau menyimpan sebuah perasaan terhadap partnermu itu kan? Dan saat ini perasaan itu menjadi sebuah parasit yang menggerogoti hatimu dan membuatmu mendapatkan vonis takdir hitam" sahut sosok kegelapan.
"lalu apa pointmu yang sebenarnya?" tanya atem.
"hmm....aku tahu saat ini kau sangat kesakitan atem. Hatimu sudah hancur. Aku bisa merasakan aura kegelapan yang sangat kental dalam hatimu. Sangking sakitnya kau hampir saja memutuskan untuk terjun ke dasar neraka agar jiwamu di makan oleh iblis-iblis neraka. Aku mengerti perasaanmu atem.....hahahahahaha!!!!" atem mulai jengkel dengan perkataan sosok kegelapan itu.
"sebaiknya cepat katakan apa pointmu!!?" geram atem.
"wah wah....ternyata pharaoh tidak sabaran sekali ya...."
"cih!!" atem hanya dapat membuang muka. Makhluk kegelapan itu kembali tertawa.
"hahahahaha!! Baiklah, aku hanya ingin membantumu atem.....akan kubuat kau bertemu kembali dengan mutou yugi dan bahkan kau bisa kembali hidup di dunia....." perkataan sosok kegelapan itu membuat atem terkejut.
"ba...bagaimana bisa?" mendengar bahwa atem akan bisa bertemu kembali dengan sisi cahayanya itu sungguh sangat membuatnya bahagia sekali.
"hahahahahaha!!! Tentu saja aku bisa melakukannya. Dengan kekuatan kegelapanku tentunya. Aku bisa membuka pintu alam barzah dan aku bisa membuatmu kembali hidup pharaoh......tapi tentu saja ada sebuah konsekuensi jika kau meminjam kekuatan.......kegelapanku....."
"jaminan apa saja yang bisa kuberikan padamu? Apa kau tidak rugi melakukan penawaran denganku? Tak ada yang bisa kuberikan padamu sebagai jaminan. Sebentar lagi aku akan binasa. Aku sudah tak memiliki apa-apa lagi. Kini aku hanyalah sebuah parasit yang tidak berguna" ujar atem dingin.
"hahaha!! Aaww jangan merasa rendah seperti itu pharaoh.......Hahahahaha!!! aku tak menyangka pharaoh yang perkasa sepertimu bisa merendahkan diri seperti ini dihadapanku" yami hanya dapat menggeram mendengarkan perkataan sosok kegelapan itu. Sosok kegelapan itu tersenyum sinis dan lalu berkata.
"asal kau tahu pharaoh. Kau tidak serendah bayanganmu. Tentu saja aku masih bisa mendapatkan sesuatu darimu pharaoh" perkataan sosok kegelapan itu membuat yami menjadi semakin tidak mengerti.
"apa maksudmu!!? Aku sudah di vonis takdir hitam oleh para dewa!! Sudah pasti hidupku akan berakhir dalam kebinasaan eksistensi!! Bagaimana kau bisa memiliki sesuatu dari diriku? Hal itu tidak masuk akal!!" atem benar-benar tidak mengerti.
"apa kau lupa pharaoh? Aku juga merupakan figment dari kehidupan. Aku bisa membuatmu kembali hidup di dunia dengan kekuatanku. Dan itu artinya aku bisa memutuskan tali takdir hitammu di alam barzah. selama figmen kehidupanmu berada di tanganku maka takdir hitammu di alam barzah tak akan bisa berlaku. jadi selama kau hidup di dunia dengan kekuatanku atem......vonismu akan terputus untuk sementara......."
"apa perkataanmu itu dapat dipercaya?" tanya atem sambil menatap tajam ke arah sosok kegelapan itu.
"hahahaha!!! Buat apa aku berbohong pharaoh? Sekarang kau memiliki dua pilihan jaminan. Kau bisa memilih antara perjanjian nyawa yang harus menyerahkan nyawamu sebagai jaminan atau perjanjian yang kedua yakni perjanjian.....vessel" sahut sosok kegelapan itu.
"perjanjian.....vessel?"
"ya benar, perjanjian vessel. Kau harus menyerahkan jasadmu padaku. Jasadmu akan menjadi sebuah container untukku agar aku bisa menguasai dunia dengan kegelapan. Tapi jika kau memilih perjanjian vessel maka sama saja halnya kau tidak memutus vonis takdir hitammu di alam barzah" atem langsung mengernyutkan dahi setelah mendengar perkataan sosok kegelapan itu.
"apa maksudmu?"
"jika jasadmu menjadi vesselku maka eksistensimu akan binasa.....pharaoh tapi jika kau memilih perjanjian nyawa maka eksistensimu tak akan binasa dan rohmu akan kembali ke alam barzah tapi saat kau kembali ke alam barzah kau akan kembali berhadapan dengan seluruh keluargamu,teman-temanmu dan juga para dewa......"
Atem benar-benar berfikir dalam-dalam. Kedua perjanjian itu tak ada yang menguntungkannya sama sekali. Apalagi ujung-ujungnya hanya akan membuat dunia semakin bertambah kacau dengan kedatangannya bersama penguasa kegelapan. Ia memang sangat ingin bertemu dengan yugi dan menyembuhkan parasit di hatinya tapi jika kedatangannya di dunia malah akan membuat kehidupan yugi menjadi semakin hancur, ia lebih baik memilih binasa daripada harus melakukan hal itu.
"aku menolak perjanjian ini. Aku lebih baik binasa daripada aku harus mengusik kehidupan hikariku seperti itu" ujar yami tegas. Makhluk kegelapan itu kembali tertawa. Yami heran melihat respon figur kegelapan itu.
"hahahahaha!!! Aku tahu kau pasti akan menolak tawaranku atem. Apa kau pikir jika kau tidak hadir ke dunia maka kehidupan partnermu itu akan menjadi bahagia hah? Kau salah atem"
"apa maksudmu? Justru dengan binasanya diriku, aibou akan terbebas dari parasitku!!" geram atem emosi.
"apa benar seperti itu? Apa kau tak melihat refleksi kehidupan partnermu saat Ra menunjukkannya pada ayahmu tadi?" perkataan sosok kegelapan itu membuat atem membeku seketika. Tentu saja tadi ia melihat refleksi itu dari kejahuan. Ia tak sanggup melihat yugi yang tersiksa. Batinnya seakan tersayat melihat sisi cahayanya yang menangis itu.
"dia tersiksa pharaoh!! Dia juga merasakan kesakitanmu. Walaupun kau binasa, rasa sakit dihatinya tak akan bisa hilang sebelum ia bisa kembali bertemu denganmu. Apa kau akan membiarkan partnermu mengikuti langkahmu untuk binasa saat ia tahu apa yang akan sebenarnya terjadi denganmu? Aku yakin dia akan hancur saat tahu kalau kau binasa atem. Sang cahaya dunia akan hancur jika ia tak bersama dengan sisi kegelapannya. Ingatlah teori keseimbangan yang kukatakan tadi atem......tak akan ada keseimbangan tanpa dua sisi. cahaya juga membutuhkan kegelapan......"
"tapi dengan hadirnya diriku maka parasitku akan selamanya menyiksanya!!!" sahut yami bersikeras.
"tapi dengan binasanya dirimu pharaoh......akan terlahir sebuah parasit baru di hati cahayamu, kau tetap tidak akan bisa memusnahkan parasit itu.....kau harus membuat partnermu menjadi kuat agar ia tidak terkena parasit........saat ini ia masih lemah pharaoh......." atem hanya dapat terdiam dan menunduk. Semua yang dikatakan oleh sosok kegelapan itu memang benar. Kini tergantung free willnya. Cara apa yang akan dipilih oleh atem untuk dapat menyelesaikan permasalahan ini.
"sekarang apa keputusanmu pharaoh? Apa kau memilih untuk menerima takdirmu yakni binasa tanpa melakukan apa-apa atau kau ingin membantu partnermu mendapatkan kembali cahayanya agar ia terbebas dari parasitmu?" pertanyaan sosok kegelapan itu membuat atem mengambil sebuah keputusan baru.
"aku terima tawaranmu. Akan kulakukan ini demi aibou....." jawab atem yakin. Makhluk kegelapan itu kembali tertawa dan lalu berkata.
"lalu perjanjian apa yang akan kau pilih sebagai jaminannya?"
Hal itu adalah hal yang paling sulit untuk atem. Ia harus memilih jaminan apa yang hendak ia berikan. Dua perjanjiannya ini akan menentukan takdirnya. Jika ia memilih perjanjian nyawa. Atem terlalu malu untuk kembali ke alam barzah saat nyawanya di ambil nantinya. Ia tak akan bisa bertemu dengan sanak saudara dan teman-temannya dalam keadaan setelah kembali dari dunia dan membiarkan penguasa kegelapan berbuat seenaknya. Dan jika ia memilih perjanjian vessel maka sama saja ia tak akan terbebas dari vonis takdir hitamnya. Ia akan binasa dan yang terburuk adalah penguasa kegelapan akan menggunakan jasadnya untuk menguasai dunia.
'sebenarnya tidak masalah jika aku harus binasa.....karena aku memang pantas untuk binasa. Aku tak akan lari dari takdirku tapi jika jasadku menjadi container untuk merusak dunia, aku tak akan mau melakukan hal itu!! Tapi....jika aku hanya mengorbankan nyawaku hanya untuk hal ini, aku benar-benar rendah!! Aku pantas untuk binasa. Sudah kuputuskan!!' pikir atem.
"apa keputusanmu.......pharaoh?" pertanyaan sosok kegelapan itu membuat atem semakin yakin.
"aku memilih melakukan perjanjian.....vessel"
"hahahahahaha!!! Aku tak menyangka kau akan memilih perjanjian mengerikan itu pharaoh" makhluk kegelapan itu terus tertawa.
"memangnya kenapa jika aku memilih perjanjian itu? Harusnya kau senang kan, jasadku lebih menguntungkan daripada nyawaku. Dengan jasadku, kau bisa menghancurkan dunia!!" geram atem emosi.
"hah! Kau sungguh berani atem, sepertinya kau memang sudah yakin untuk binasa ya?" sosok kegelapan itu terlihat tersenyum sinis. Atem terdiam sejenak dan lalu berkata.
"aku tak akan lari dari takdirku" jawab atem singkat.
"baiklah, anggap saja perjanjian kita adalah sebuah permainan pharaoh"
"apa maksudmu dengan permainan?" yami mulai mengernyutkan dahi.
"kau seorang raja game kan? Aku ingin tahu apa titlemu benar-benar kenyataan atau tidak?"
"a..apa?" sosok kegelapan itu hanya tersenyum sinis melihat ekspresi wajah yami yang kebingungan.
"Baiklah akan kujelaskan permainannya. Aku akan membuatmu bertemu kembali dengan partnermu dan akan kubuat kau kembali hidup dengan kekuatan kegelapanku. Dan lalu jaminannya adalah kau harus menyerahkan jasadmu untuk kusinggahi sebagai vessel tapi jika permainan hanya berjalan lurus seperti itu pasti tidak akan menyenangkan iya kan? Hahahahahahaha!!!" atem mulai kembali emosi mendengar perkataan sosok kegelapan itu.
"sebenarnya apa tujuanmu yang sebenarnya?" geram atem sambil mengepalkan tangannya.
"kujelaskan peraturan permainannya pharaoh, kekuatan kegelapanku tak akan sempurna tanpa cahaya dari partnermu. Aku membutuhkan kekuatan cahaya yang terkunci di dalam tubuh mutou yugi. Kau akan membantu sisi cahayamu untuk menjadi kuat agar cahaya dunia tidak hancur kan atem? Lalu setelah partnermu berhasil mengeluarkan cahayanya, dialah yang menentukan siapa pemenang dalam game ini....."
"menentukan pemenang?"
"partnermu akan menjadi sebuah pion penentu jalannya game ini. Jika partnermu memberikan cahayanya padamu maka aku akan kalah karena aku tak bisa menguasai jasadmu jika di dalam hatimu ada aura cahaya atem tapi jika partnermu tidak memberikan cahayanya padamu maka kau akan kalah dan aku akan mendapatkan jasadmu.....jadi jaminan itu berlaku jika di dalam hatimu tak ada cahaya sedikitpun. Jadi berharaplah agar partnermu memberikanmu cahaya....pharaoh karena bagaimanapun juga hanya partnermulah penyelamatmu sekarang........HAHAHAHAHA!! bagaimana? Apa kau masih tetap yakin dengan perjanjian ini pharaoh atem?"
Atem terdiam sejenak dan berfikir. Keputusannya benar-benar menentukkan segalanya. Tapi tekad atem sudah bulat. Ia akan terus percaya sepenuhnya pada yugi.
"aku akan melakukan perjanjian ini!!" jawab atem yakin. Ia mengerti bermula dari keyakinannya itu, roda takdir yang baru akan segera berputar.
'aku percaya padamu......aibou'
End of Flash back
Kini setelah yami mengingat kembali masa lalunya, ia mengerti bahwa kini harapannya sudah hancur. Kini sisi cahayanya tak akan mungkin bisa menyelamatkannya dari takdir hitam yang ia terima. Yami hanya dapat pasrah. Ia sudah kalah dalam permainan ini.
"kau sudah kalah......atem!! permainan ini dimenangkan olehku!! HAHAHAHAHAHAHAHA!!!!!" sang penguasa kegelapan meluapkan rasa bahagianya karena telah menang. Walaupun hasil kemenangan masih belum sepenuhnya terlihat tapi ia yakin hanya tinggal menunggu waktu sebelum sisa cahaya di hati atem akan menghilang sepenuhnya. Dia akan segera mendapatkan jasad yami dan menguasai dunia ini.
"aku masih merasakan parasit itu dihatimu atem. Mengapa? Padahal sisi cahayamu sudah menghancurkan hatimu!! Mengapa kau masih mencintainya? Apa kau masih menyimpan harapan yang sia-sia hah?! Kau belum menyerah ya atem?" sosok kegelapan itu lalu tersenyum sinis. Ia tak bisa melihat raut wajah yami yang menunduk dan tertutupi bayangan poni rambutnya.
"aku sudah menyerah tuan.....aku sudah siap untuk binasa. Tugasku untuk membuat aibou menjadi kuat sudah selesai. Aku pantas menerima penolakan ini tapi walaupun saat ini aku sudah hancur dan sakit karena aibou tidak merasakan hal yang sama terhadapku tapi perasaan cintaku ini tak akan pernah bisa hilang untuk selamanya. Perasaan ini akan terus hidup dihatiku. itulah sumpahku saat di alam barzah. Akan kubawa parasit ini sampai aku binasa nanti....." jawab yami lemah.
"hah! Dengan adanya perasaan itu di hatimu aku tak bisa menguasaimu sepenuhnya atem!! tapi tidak masalah bagiku. Aku masih bisa menguasai 80% dari jiwamu mulai sekarang atem......dan setelah aku mengalahkan partnermu dan mendapatkan kekuatan cahayanya maka di saat itulah kekuatan kegelapanku akan kembali sepenuhnya!!!! HAHAHAHAHAHAHA!!!!!" seketika itu juga aura kegelapan kembali menyelimuti tubuh yami. Penguasa kegelapan kembali mencoba menguasai tubuh yami. Yami hanya bisa pasrah dengan hal itu. Kini ia hanya dapat percaya sepenuhnya pada yugi.
'aku tak akan pernah menyesal karena telah memendam perasaan cinta ini. Walaupun perasaan yang kupendam ini menjadi sebuah parasit yang akan terus menggerogotiku, aku tidak peduli. Aku senang bisa mencintai orang macam dirimu aibou.....biarlah aku menjadi seseorang yang mencintaimu sedalam ini. Aku akan menjadi orang yang menyimpan cinta yang tak terbatas imi untukmu aibou.........ini adalah sumpahku.....sumpah yang akan kubawa sampai mati......sumpah yang akan kujaga sampai aku binasa nanti.......' setelah memikirkan hal itu. yami lalu memejamkan matanya. Aura kegelapan merasuk kuat dalam tubuhnya. Kini kendali tubuh yami hanya tinggal 20% saja. Perubahan ini akan semakin mengikis sifat aslinya tapi walaupun begitu ia masih memiliki satu keinginan. Ia ingin menepati janjinya dengan yugi yakni bertempur dengan aibounya untuk yang terakhir kalinya.
"tuan, ijinkanlah aku yang memegang kendali kekuatanmu. Aku ingin bertarung melawan partnerku sebagai penghormatan terakhir" ujar yami yakin.
"HAHAHAHAHA!!! Penghormatan terakhir?" yami pun mengangguk tanda yakin.
"ijinkan aku menjadi pejuang kegelapan sepenuhnya. Aku ingin melawan aibou. Aku ingin tahu sekuat apa partnerku sekarang. Jika aibou bisa mengalahkanku maka misiku untuk membuatnya kuat telah berhasil dengan sempurna. Aku akan bisa binasa dengan tenang......" sosok kegelapan itu tertawa sekeras-kerasnya.
"HAHAHAHAHAHAHA!!!! Baiklah kalau begitu tapi jika kau yang memegang kendali pejuang kegelapan maka kebencian dan amarah serta nafsu akan memenuhi hatimu atem......apa kau sanggup menjadi........seorang pejuang kegelapan yang sesungguhnya?"
"aku sanggup!! Aku percaya aibou akan dapat mengalahkanku dan mampu melebihiku......." jawab yami yakin. Sosok kegelapan itu hanya tersenyum sinis.
"baiklah kukabulkan permintaanmu atem.......tapi jangan harap sisi cahayamu bisa mengalahkanmu begitu saja.....dengan menyatunya diri kita menjadi satu, kita tak akan terkalahkan!!! HAHAHAHAHAHA!!!!!"
Seketika itu juga aura kegelapan yang pekat kembali menyelimuti tubuh yami. Yami melotot seketika karena merasakan sakit yang sangat luar biasa di sekujur tubuhnya. Ia berteriak dan mengerang kesakitan. Kekuatan kegelapan yang kini menyatu dalam tubuhnya semakin bertambah kuat. Yami mencoba menjadikan tubuhnya sebagai container kekuatan itu. Kini nafsu, amarah dan kebencian semakin bertambah dalam hatinya. Jiwa penguasa kegelapan yang sesungguhnya kini telah lahir dalam diri yami. Kini ia sudah berubah sepenuhnya. Sifat aslinya mulai terkikis. Kekuatan yang sangat besar mulai terasa dari dalam tubuhnya. Sebuah obsesi untuk menang kini semakin kuat dalam diri yami. Kini perubahannya telah sempurna. Kini kedua mata yami telah berubah sepenuhnya menjadi mata seorang iblis. Yami mulai tersenyum sinis saat melihat refleksinya di cermin. Ia terlihat sangat kuat.
"akhirnya aku telah menjadi pejuang kegelapan sepenuhnya.....hahahahahaha!!!!" yami lalu melihat kedua tangannya dan lalu mengepalkannya kuat-kuat. Ia lalu menatap tajam kedepan dan tersenyum sinis seperti iblis.
"bersiaplah untuk berperang...........aibou"
To be continued......
Seluruh masa lalu yami terkuak sudah. Dan kini yami menyerah pada kegelapan dan Akhirnya ia menjadi pejuang kegelapan sepenuhnya. Perang cahaya dan kegelapan akan segera dimulai!! Bagaimana dengan nasib yugi yang masih belum menjadi pejuang cahaya sepenuhnya? Bisakah ia menghentikan kehancuran dunia? Ataukah ia akan terus tenggelam dalam kegelapan? Saksikan di chapter berikutnya.
Author : woah!!! Ini adalah chapter terpanjang yang pernah kubuat daripada chapter-chapter sebelumnya. Sebenarnya chapter ini terdiri dari 2 chapter yang saya gabung menjadi satu. Saya harap chapter ini tidak begitu membosankan. Chapter ke depan it's show time!! The war is begin!!! Dun dun dun dun!!!! (nari gaje sambil bawa sapu yang gaje pula)
Yami : (sweatdrop) perasaanku kagak enak....
Yugi : (sweatdrop) aku juga....
Author : wah!! Terima kasih untuk semua pereview yang masih mau mereview fic saya ini!! To death angel,scarlet natsume,coolkid,BM,lisa,aihara,yamino kamichama 666,sora dan semuanya (sorry nggak bisa disebutkan semuanya) TERIMA KASIH BANYAK!!! ^_____^
Answer time :
To ArcXora juga met ultah!!! Semoga panjang umur dan sehat selalu. Makasih ats reviewnya!!! ^_____^
To sora : makasih atas reviewnya, harap bersabar ya, chapter kedepan joey dan kaiba akan segera tampil. Tunggu saja aksi mereka berdua ditengah-tengah peperangan yami dan yugi ^____^
To yamino kamichama 666 : makasih atas kritiknya rei chan, saya janji chapter kedepan saya akan menggunakan huruf kapital untuk nama orang
To shigeru chan : makasih telah meluangkan waktu untuk membaca fic saya. Review dan perhatian anda sangat berarti untuk saya. Jangan lupa review kembali dan beri pendapat anda mengenai fic gaje saya ini ^___^
Dan untuk yang lainnya juga terima kasih!!! Wah!! Saya sangat senang sekali!!! Terima kasih!!! Terima kasih!!! T.T
Yugi : harap review kembali ya!! Saran,masukan,kritik yang sifatnya membangun serta pertanyaan sangat amat diterima sekali
Yami : dan jangan di beri flame, ntar chapter berikutnya jadi amburadul hanya karena satu flame. Si author kita yang satu ini gampang depresi dan juga senang membuatku jadi emo dan stress di fic-ficnya
Author : -___-'
Yugi : baiklah!! Harap review semuanya ^_____^
Author : sampai jumpa dichapter berikutnya!! Bye!! ^____^
