Disclaimer: I don't own Digimon
Epilogue
-Hikari POV-
Suatu cerita, bermulai di hari pertama masuk sekolah. Aku bertemu dengan seorang gadis bernama Yuki, ia adalah orang yang menyenangkan. Hanya saja, sikapnya yang dingin cukup membuatku emosi. Kedua adalah Kazu, sejak pertama.. Aku sudah membencinya, ia bertindak seakan-akan dunia ini miliknya. Namun semua itu hanyalah ingatan masa lalu belaka, dan sekarang aku mengenal mereka sebagai anak terpilih yang sesungguhnya. Hari itu, adalah hari dimana upacara pemakaman sebagai simbolis pada keduanya.
"Kau siap? Hikari-chan?" seseorang membuka pintu kamarku.
"Satu lagi, dan selesai.." Aku tersenyum berbalik. "Aku siap, Takeru-kun.."
"Lebih baik kita cepat, acara ini akan dimulai tidak lebih dari 20 menit lagi.."
"Ya.." Aku sedikit murung.
"Kuatkanlah dirimu.." Takeru tersenyum padaku.
Ia memakai kemeja putih yang dirangkap dengan jas hitam, juga sepatu dan celana tuxedo. Aku memakai blouse hitam, kami memang berencana untuk menghadiri acara pemakaman itu. Juga, seluruh anak-anak terpilih.
Sesampainya kami ditempat itu, aku sudah melihat dua bingkai foto. Bingkai pertama adalah berisi foto milik Kazu, dan disandingkan dengan foto milik Yuki. Jika aku dapat mengatakan ini, mereka adalah pasangan yang serasi. Namun itu semua sudah terlambat..
"Terlalu cepat untuknya.." Takeru menyentuh bingkai dengan foto Kazu yang tertera di dalamnya.
"Aku juga merasakan hal yang sama.." Aku mencoba untuk tetap tegar.
"Minna.. tolong berkumpul.." Suara kakakku memanggil ke 12 anak-anak terpilih.
"Atas nama anak-anak terpilih. Ada baiknya jika kita mengingat sejenak apa yang kedua pahlawan ini lakukan. Dan untuk itu, aku selalu ingin kalian ingat. Menjadi anak terpilih merupakan suatu tugas yang harus kalian jalankan. Mungkin, inilah takdir mereka. Yang harus pergi meninggalkan kita, semoga apa yang mereka lakukan untuk dunia.. tidaklah sia-sia."
Suara tepukan tangan terdengar dari berbagai sudut, aku kembali melihat pada kedua bingkai foto itu. Yuki terlihat manis dengan senyum kecil pada foto dirinya. Semua itu hanya dapat menjadi sebatas kenangan..
Sore hari setelah acara itu selesai, aku dan Takeru sedang menikmati sisa hari yang cerah dengan ice cream. Aku melihat sekumpulan anak-anak sedang bermain dengan gembira, sungguh sangat damai tawa mereka. Tak terlihat sedikitpun kekhawatiran akan kembalinya kegelapan..
"Takeru-kun.. lihat itu.." Aku menunjuk pada seorang anak laki-laki yang sedang bermain dengan teman perempuannya. Mereka saling mengejar, tertawa lepas tanpa beban.
"Mereka sangat lucu.." gumam Takeru sambil melumat ice cream.
"Aku ingin merasakannya.." tak menunggu, Aku bangkit dan berlari sepuas yang aku mau. "Takeru-kun! Tangkap aku!"
"Tunggu aku, Hikari-chan!" Takeru berdiri, dan mulai mengejarku.
Aku merasakan hal ini, sepertinya aku tak memiliki sedikitpun masalah. Aku hanya merasakan kebahagiaan, keceriaan, dan semangat.
"Hahaha.." Aku melihat kebelakang sesekali. "Tangkap aku!"
Sementara Tailmon dan Patamon, mereka sedang menghabiskan ice cream yang kami tinggal untuk berlarian di taman.
"Patamon.." suara Tailmon memanggilnya.
"Ya?"
"Mengenai pertanyaanmu.."
"Pertanyaanku?"
"Aku.." Tailmon tak berani meneruskan.
"Kau tak perlu melanjutkan, aku sudah mengetahuinya.." Patamon tersenyum setelah menghabiskan ice cream milik Takeru.
"Aku menyayangimu, Tailmon.."
"Aku juga.." wajah Tailmon memerah seketika.
"Berjanjilah untuk bersamaku selamanya.."
"Aku berjanji.."
Hidup ini adalah suatu keajaiban. Dengan harapan, kau dapat mewujudkan apapun yang kau inginkan.
Tidak peduli siapa kau, apa tujuan mu, atau apa takdirmu..
Kau dapat merasakan segalanya.
The End
