Tittle : Lamaran

Author : Chochoberry

Cast : Huang Zi Tao, Byun Baekhyun & other

nggak suka mending jangan baca ^^/

warning : YAOI ! MPREG ! cerita ini ngebosenin, awas ketiduran di saat membaca, banyak typo (s) maklum author masih abal - abal, judul nggak cocok ma cerita soalnya gue asal aja milih judul *plok* ._.

-TaoBaek-

ooo

ooo

ooo

Yifan dan Luhan saat ini sedang duduk santai sambil membaca majalah, sesekali mereka juga mengobrol tentang pekerjaan kantor yang semakin hari semakin menumpuk. Tidak lama kemudian, seorang namja cantik menghampiri mereka. Yifan dan Luhan yang menyadari kedatangannya langsung menyambutnya dengan baik.

"Luhan hyung, Yifan hyung―" panggil namja cantik itu lirih.

"Ada apa Baekhyunnie ?" tanya Luhan, sedangkan Yifan hanya menatap adik bungsunya itu.

Baekhyun menghela nafasnya sebelum ia melanjutkan ucapannya, "Ada seseorang yang ingin menemui kalian berdua".

Yifan dan Luhan mengernyitkan dahinya, siapa kiranya yang ingin bertemu dengan mereka, "Siapa ?" kali ini Yifan yang bertanya.

"T―Tao" ujar Baekhyun gugup.

"Tao ?" tanya kedua kakaknya bersamaan, membuat mereka heran. Buat apa kekasih Baekhyun ingin menemui mereka ?

Baekhyun mengangguk, "Dia ada di depan sekarang".

"Benarkah ? kalau begitu suruh dia masuk dong, Baekhyunnie !" ujar Luhan semangat, sedangkan Yifan tetap pada wajah datarnya, sejujurnya Yifan kurang suka dengan Tao. Kekasih adiknya itu mempunyai wajah yang cukup menyeramkan ditambah lagi ia juga pernah mendengar, bahwa Tao itu orangnya mesum. Sebagai seorang kakak, mana mungkin ia merelakan adik kesayangannya pada namja seperti itu ! Beda dengan Luhan―ia malah sangat menyukai Tao, karena Tao itu meskipun wajahnya garang tapi punya hati yang baik dan lembut lalu Tao juga bisa wushu, jadi dia pasti bisa melindungi Baekhyun dari orang jahat. Jadi, hampir setiap hari Yifan dan Luhan berdebat hanya gara-gara masalah Baekhyun yang berpacaran dengan Tao.

Akhirnya, Baekhyun membawa Tao ke ruang tamu, untuk menemui kedua kakaknya. Luhan menyambut Tao dengan senyuman manis sedangkan Yifan dengan dengusan sebalnya. Tao yang melihat hal itu, ingin rasanya memukulkan tongkat wushunya ke wajah Yifan namun hatinya masih menyuruhnya untuk bersabar, lagipula Yifan kan bakal menjadi kakak iparnya.

"Kata Baekhyunnie, kamu mau bertemu dengan kita ? ada apa ?" tanya Luhan, sesaat setelah Tao dan Baekhyun duduk.

Tao dan Baekhyun saling berpandangan, bisa dilihat ada ketakutan di wajah mereka. "Ja―jadi begini hyung, kami kan sudah cukup lama berpacaran, aku datang kesini untuk―" Tao menghentikan ucapannya sejenak, dipandanginya wajah penasaran Luhan dan Yifan, "―melamar Baekhyun".

Tentu saja ucapan Tao membuat Yifan dan Luhan ternganga, otak mereka masih memproses ucapan Tao, kenapa mendadak sekali Tao melamar Baekhyun, lagian bukankah mereka masih kuliah ?

Yifan hendak berbicara, namun Luhan memegang tangannya sambil menggelengkan kepalanya, Yifan pun mengurungkan niatnya, mungkin lebih baik masalah ini dia serahkan saja pada Luhan, karena Luhan lebih mengerti akan hal ini.

"Tao―ya, kenapa tiba-tiba kamu ingin melamar Baekhyun ? lalu apakah ini tidak terlalu cepat ? kalian kan masih kuliah" ujar Luhan sambil memandangi Tao dan Baekhyun bergantian.

Bukannya menjawab, Tao dan Baekhyun malah menunduk, membuat Yifan dan Luhan saling berpandangan tidak mengerti. Sebenarnya apa yang terjadi pada adik bungsu mereka dan kekasihnya.

Luhan hendak berbicara lagi, namun tiba-tiba saja Baekhyun menubruknya dan memeluknya erat, bahkan terdengar isakan kecil yang lolos dari bibir mungil Baekhyun, tentu saja ini membuat kedua kakaknya semakin bingung apa yang sedang terjadi.

"Luhan hyung―maafkan aku, aku―hiks―aku―" ucapan Baekhyun terputus-putus karena berbicara sambil terisak.

"Kamu kenapa ? apa yang sebenarnya terjadi heum ?" ujar Luhan sambil mengelus punggung Baekhyun, sesekali ia menatap Tao yang sepertinya juga tengah panik. Entah mengapa, firasatnya mengatakan ini bukanlah hal yang baik.

Yifan yang melihat Baekhyun menangis di pelukan Luhan, langsung mengusap kepala Baekhyun sayang, "Baekhyunnie―kalau kamu ada masalah, ceritakan saja pada kami, apapun masalahmu, kita bisa cari jalan keluar bersama-sama" ujar Yifan dengan lembut.

Baekhyun melepaskan pelukannya pada Luhan, lalu menatap kedua kakaknya. "Ta―tapi kalian harus berjanji kalian tidak akan marah" Baekhyun menghapus air matanya yang mengalir.

"Iya―kami berjanji, sekarang coba ceritakan pada kami ada apa sebenarnya" ujar Luhan sembari tersenyum.

Baekhyun menghela nafasnya, lalu ia pun menoleh ke arah Tao, dapat dilihatnya Tao yang mengangguk pelan, memberinya semangat agar Baekhyun lebih berani untuk bercerita.

"A―aku ha―hamil, hyung" ujar Baekhyun lirih (sangat lirih malah), tapi karena jarak mereka yang dekat, tentu saja Yifan dan Luhan bisa mendengarnya.

Tentu saja ucapan Baekhyun membuat Yifan dan Luhan membatu, mereka benar-benar shock mendengar berita bahwa adik kesayangan mereka tengah mengandung. Baekhyun yang melihat kedua kakaknya diam saja, langsung kembali duduk disamping Tao, tangannya kini mengenggam erat tangan Tao. Mereka tengah harap-harap cemas karena sebentar lagi ada granat yang akan meledak. Harapan mereka pun tak banyak, mereka hanya berharap mereka masih bisa memandang dunia setelah ini.

Baekhyun dan Tao pun dapat melihat tangan Yifan yang terkepal, sepertinya ia tengah menahan emosinya sekuat tenaga, sedangkan Luhan masih terdiam, wajahnya masih menyiratkan kalau dia benar-benar shock.

"Yi―Yifan hyung, Luhan hyung―kami benar-benar minta maaf, kami melakukan itu secara tidak sadar, kami minum terlalu banyak, makanya―makanya―" ucapan Tao terhenti karena tiba-tiba Yifan berdiri di depannya dan menarik kerah bajunya.

"Apa kamu bilang ?! tidak sadar ?! cih―pembohong ! kamu pasti melakukannya dengan sengaja kan ? agar aku merestui hubungan kalian !" Yifan benar-benar marah saat ini, karena Tao dengan seenaknya menodai kesucian Baekhyun.

"Ti―tidak hyung, aku benar-benar tidak sadar, Demi Tuhan ! kami melakukannya karena kami mabuk berat" ujar Tao gugup, dia memang bisa saja membanting Yifan namun sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal itu.

"Hyung ~ aku mohon, jangan begini ~ apa yang diucapkan Tao benar―lepaskan tanganmu dari Tao, hyung ~" rengek Baekhyun, sambil memegangi tangan Yifan. "Luhan hyung ~ bantu aku" kali ini Baekhyun menatap Luhan yang sepertinya masih dalam suasana shock.

"Diam kamu, Baekhyunnie ! lihat apa akibatnya kalau kamu tidak mendengarkan nasihatku, kamu hamil di luar nikah ! dengan orang ini lagi !" bentak Yifan sambil menuding wajah Tao.

Tao tersenyum kecut mendengar bentakan Yifan, memangnya kenapa kalau Baekhyun hamil karena dirinya ?

"Yifan hyung ~ kan Tao sudah mau bertanggung jawab, dia akan menikahiku. Ayolah hyung ~ kami saling mencintai" Baekhyun terus saja merengek, meminta agar Yifan melepaskan Tao.

Luhan yang mendengar keributan di depannya, langsung tersadar dari suasana shocknya, saat ini ia melihat Yifan yang bersiap memberikan Tao bogeman mentah dan Baekhyun yang berusaha mencegah usaha Yifan untuk memukul Tao.

"Yifan ! hentikan !" teriak Luhan, membuat ketiga orang itu menoleh ke arah Luhan. "Kamu mau membunuh Tao dan membiarkan Baekhyun membesarkan anaknya sendiri ?!".

Oke― ucapan Luhan memang sedikit berlebihan, tapi mujarab banget, Yifan melepaskan cengkramannya pada Tao, dan Baekhyun pun langsung memeluk Tao erat.

"Tapi hyung―" Yifan hendak protes, namun keburu dipotong oleh Luhan.

"Sudahlah Yifan―kan mereka sudah mengakui kesalahannya dan minta maaf, terus Tao juga akan bertanggung jawab" Luhan menghampiri Yifan lalu merangkul lengannya, "Kita berdua kan sudah berjanji pada mendiang orang tua kita agar membuat Baekhyun selalu bahagia, nah sekarang, Baekhyun telah menemukan kebahagiaannya dengan Tao, masa iya kita melarangnya".

Yifan terdiam mendengar ucapan Luhan, sedangkan Baekhyun langsung menangis terharu dan menghambur ke pelukan kakak pertamanya itu. Tao benar-benar kagum dengan kebijakan yang dimiliki oleh Luhan, tidak seperti namja bertampang angry bird di sampingnya ini.

"Luhan hyung ~ terima kasih, hyung memang yang terbaik" Baekhyun memeluk Luhan erat.

"Sama-sama, Baekhyunnie―" Luhan melepas pelukannya pada Baekhyun, lalu mengusap air mata yang mengalir di pipi adiknya itu.

"Yasudah deh―mau bagaimana lagi, sepertinya aku harus menyetujui hubungan kalian berdua" ujar Yifan yang membuat Tao dan Baekhyun tersenyum lega.

"Makasih Yifan hyung ~ aku sayang, hyung !" kali ini Baekhyun menghambur ke pelukan Yifan, membuat Yifan sedikit terhuyung ke belakang.

"Aku juga menyayangimu, Baekhyunnie" Yifan mengelus rambut Baekhyun, lalu tatapannya dialihkan pada Tao, "Dan kamu, Tao ! kalau kamu berani menyakiti Baekhyun sedikit saja, maka aku tidak segan-segan akan mengirimmu ke neraka !"

"Tenang saja hyung, aku tidak akan menyakiti Baekhyun, karena aku benar-benar mencintainya" ujar Tao yang membuat Luhan dan Yifan tersenyum.

Baekhyun pun melepaskan pelukannya pada Yifan, dia benar-benar senang, dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.

"Haduh―tidak ku sangka, di usia yang semuda ini aku akan menjadi paman" celetuk Luhan.

"Aku juga tidak menyangka, kita didahului oleh adik bungsu kita―sepertinya aku harus bergerak cepat mencari pendamping hidup" kali ini Yifan yang berbicara.

Semuanya tertawa mendengar ucapan Yifan. Baekhyun menyenderkan kepalanya ke bahu Tao, sepertinya ia benar-benar lelah dengan peristiwa hari ini ditambah lagi dia sedang hamil muda.

"Sepertinya Baekhyunnie benar-benar lelah" ujar Luhan sambil memandang Baekhyun, "Tao-ya, tolong bawa Baekhyun ke kamarnya ya ?".

Tao mengangguk dengan hati-hati ia menggendong tubuh Baekhyun dan membawanya ke kamar Baekhyun. Sesampainya, di dalam kamar Tao meletakkan tubuh Baekhyun di atas kasur.

"Kamu lelah heum ?" tanya Tao sambil mengelus pipi Baekhyun.

Baekhyun mengangguk lemah, "Akhir-akhir ini, aku gampang sekali lelah mungkin efek dari kehamilan kali ya ?"

Tao tersenyum, "Kalau begitu―tidurlah ! aku akan menemanimu disini" ujar Tao lalu mengecup kening Baekhyun.

Baekhyun pun menyamankan dirinya dalam pelukan Tao, tak lama kemudian terdengar suara helaan nafas teratur dari Baekhyun menandakan bahwa dirinya sudah tertidur.

Tao tidak dapat menahan senyumnya saat melihat wajah polos Baekhyun yang tertidur, dikecupnya kedua mata Baekhyun, lalu turun ke hidungnya, ke kedua pipinya dan terakhir di bibir manisnya.

"I love you, my angel".

END


gomawo yang udah mau baca, dengan atau tanpa review , xoxo '3'

maaf review kalian nggak gue bales satu – satu, tapi gue terima kasih banget ma kalian yang udah capek – capek ngereview ff gue :3 /bow/

oh satu lagi, bagi yang request pairing sabar aja ya ? soalnya gue tekanin sekali lagi kalau gue nentuin pairing ini pake undian jadi yang keluar itu yang gue jadiin cast ff. request pairing kalian pasti keluar tapi nggak tahu kapan kan ini sistemnya kayak arisan/? kalian pasti menang tapi nggak tahu kapan, so Be Patient...! oke :3