Sebelumnya….

.

"APPAAAAA…. "

"UMAAAA…"

.

.

My Lovely Idol…..

by : Lody Charming

Cats : Kim Jong Woon, Kim Ryeowook
dan rekan-rekan senasib

Disclaimer :
Mereka adalah mahluk Tuhan yang sedang popular.

Warning : Geje, Typos dimana-mana.
yah maklum, namanya juga manusia.

Don't Like Don't Read

.

.

.

"APPAAAAA…. " terdengar teriakan Kyuhyun dari ruang depan sesaat setelah berlari kesana.

"UMAAAA…" dan kini henry juga terdengar berteriak sama kerasnya dengan Kyuhyun.

"ehh…. Ada apa ya…?" Sungmin menatap leeteuk dan kangin bergantian. Mendengar teriakan 2 namja didepan sana membuatnya sedikit kaget dan khawatir.

"Kyunnie… henly…. Waeyoo…..?" Leeteuk sedikit berteriak dari ruang tengah.

"UMMAAA… APPAAAA kemari… palli….pallii….." kini teriakan Kyuhyun terdengar seperti sedang panic membuat leeteuk dan yang lain ikut panic.

"Kyunnie… henly….." Leeteuk dan yang lain segera menghampiri henry dan Kyuhyun yang terlihat berdiri didepan pintu ruang tamu.

"Umma….." Kata henry pelan sambil menunjukan jarinya kearah luar pintu ruang tamu rumah mereka.

"OMONA…..!"

Kini semua membelalakan matanya dengan penuh kekagetan melihat kearah yang ditunjukan henry, bahkan seakan tak ada kata yang bisa mereka ucapkan saat melihat siluet 2 namja berdiri didepan pintu ruang tamu mereka.

"woo…..kie….?" Lirih hyukie masih menatap tak percaya sosok namja bertubuh mungil yang kini tersenyum lembut kearah mereka.

"Jong woon oppa…." Sungmin yang tak percaya semakin membulatkan mata kelincinya menatap namja gagah yang berdiri dibelakang wookie.

"terlihat seperti hantukah kami berdua….? Hmm…?" kata wookie mengangkat dagunya dan tersenyum.

"Wookieee….." Sungmin dan Eunhyuk seketika menyambar tubuh wookie dalam pelukan. Tak menyangka jika wookie berdiri didepan mereka saat ini.

Setelah membalas pelukan noona-noonanya, kini wookie berjalan mendekati leeteuk dan kangin yang hanya diam menatapnya. Terlihat air mata yang sedikit menggenang dipelupuk mata leeteuk saat melihat wookie.

"woo…kie…" lirih leeteuk meraba pipi wookie seakan membuktikan jika wookie nyata. "wookie…." kembali suara leeteuk terdengar sedikit bergetar.

"umma…. Ini wookie, Ne… ini wookie…." wookie membelai pipi leeteuk, dia tau leeteuk merindukannya, karena dia juga merindukan leeteuk.

"wookiee….." seketika Leeteuk mendekap tubuh wookie dengan erat. 2 tahun dia tak memeluknya, bahkan dia tak melihat wajah wookie selama itu.

"umma….." wookie menarik leeteuk dari pelukan saat merasa yeoja itu sedikit terisak. Dan benar saja, leeteuk menangis. "umma… jangan menangis…." Wookie tersenyum dan mengusap air mata dipipi leeteuk.

"umma hanya merasa senang wookie…. bisa melihatmu lagi….. umma sungguh merindukanmu bahkan setiap saat….." Leeteuk tersenyum lembut menatap wookie.

"aku dan hyungie juga merindukan kalian setiap saat….." wookie ikut mengulas senyum tulusnya.

"tidak adakah pelukan untuk appa….?" Kata Kangin yang berdiri disamping leeteuk membuat wookie tersenyum.

"appaaa…." Dengan segera tubuh kecil wookie tenggelam dalam pelukan sang appa. Rasanya sudah sangat lama wookie tak merasakannya.

"appa merindukanmu….." Kangin mengusap punggung wookie dan mengecup kepala wookie sejenak.

"Chagiya….." suara baritone jong woon membuat semua menoleh "tak kasihankah kau pada suami dan anakmu….? Hmm…?" kata jong woon mengangkat sedikit kedua tangannya.

"MWO…?"

Dan kini semua menjadi semakin kaget melihat kearah jong woon, sesosok tubuh kecil terkulai diatas kedua tangan jong woon. Yah, itu woon-woon, anak wookie dan jong woon. Sejak perjalanan menuju kerumah kangin ini woon-woon sudah tertidur, mungkin karena terlalu lelah setelah menempuh perjalanan jauh.

"ahh… umma, bisakah sewakan 1 kamar untuk keluarga kecilku…?" Tanya wookie pada sang umma dengan nada menggoda membuat leeteuk tersenyum.

"tentu saja chagiya….." jawab leeteuk, dan sekali lagi ditatapnya jong woon yang sedang menggendong seorang bocah.

"Hyuung….. diakah kim woon wook…?" Tanya Kyuhyun menunjuk bocah dalam dekapan jong woon.

"Ne… dia woon wook…. " jawab wookie menatap dongsaengnya.

"dia siapa wookie…?" Tanya kangin dan leeteuk nyaris bersamaan.

"dia cucu kalian….." jawab jong woon membuatnya mendapat tatapan tajam seakan meminta penjelasan.

"banyak yang akan kalian ketahui…. Tapi jebal, biarkan kami istirahat dulu…. Kami sungguh lelah…." Kata jong woon lagi dengan nada memelas menatap kangin dan Leeteuk.

"kuanggap itu hutang….." jawab Kangin lalu memberi isyarat pada yang lain untuk masuk kedalam.

.

.

_Jong Woon PoV_

Aku melangkah keluar dari kamar menuju ruang tengah, kulihat sudah ada wookie, dan yang lain disana. Yah, siang tadi aku dan keluarga kecilku sampai di seoul, seminggu kedepan siwon dan kibum akan menikah, sejak 3 bulan yang lalu wookie terus saja mengatakan jika dia ingin menghadiri pernikahan mereka, setiap hari dia terus saja mengingatkanku tentang hal itu. aku tak mengabari keluarga kami di seoul sebelumnya jika kami akan ke seoul, ya hitung-hitung surprise.. hehe

_CHU_

"eh… hyungie, sudah bangun…." Wookie menoleh menatapku saat aku mencium pipinya.

"Jika belum aku tak aka nada disini chagiya….." kataku lalu duduk menyebelahinya. "stay away from my wife….." aku mendorong kyuhyun yang terus menempel pada wookie.

"yah… hyung, dia kan hyung ku….. aku kan merindukannya…." Dengusnya memprotes dengan segala urat-uratnya.

"dia istriku kyu…. Aku tak suka istriku dipeluk namja lain….." kataku lagi masih terus mendorong lengannya.

"aiigooo…. Kyunie, oppa… tidak bisakah kalian berdua akur…?" Hyukie mendengus menatap kearahku dan kyuhyun.

"Anniyo….." jawabku yang ternyata kompak dengan kyuhyun.

"Hyungie…. Kyunnie…. Berhentilah riibut….." tangan kecil wookie terulur meraih lenganku dan lengan kyuhyun. "kalian berdua itu sesungguhnya kompak… kenapa harus selalu riibut sih…?" kata wookie mengulas senyumnya.

"suamimu dulu yang mulai hyung….." kata kyuhyun ketus. Dan mengangkat dagunya kearahku.

"Kau…"

"Hyungie…" wookie memotong kata-kataku dengan meraih lenganku dan mendekapnya. "mengalahlah….. kau ini kan sudah jadi seorang appa…." Kata wookie lagi mengulas senyum manisnya. Ahh… kalau sudah begini aku tak bisa berkutik, istriku ini terlalu mempesona.. hmm ralat, mengerikan maksudku….

"anneyong…." Tiba-tiba terdengar salam dari seseorang membuat kami menoleh.

Sejenak aku dan wookie terdiam menatap kearah terdengarnya salam, itu mereka, yah itu keluargaku, appa, umma, yoona, donghae, siwon dan bummie.

"Jong woon… wookie…" aku melihat umma menatap kami seakan tak percaya dan berjalan mendekati kami, maksudku aku dan wookie.

"oppa…. Wookie…."

"umma…." Aku berdiri dan segera menyambar ummaku dalam pelukan, aku sangat merindukannya. Meski umma galak dia tetaplah ummaku.

Yah, aku sangat menantikan hari ini, hari dimana aku kembali bertemu dengan keluargaku. Appa, umma dan dongsaeng-dongsaengku, sejak memutuskan pindah ke Thailand aku belum sekalipun pulang ke seoul, dan inilah pertama kalinya aku pulang ke seoul setelah 2 tahun aku tinggal di Thailand. Sebenarnya aku tau kehidupan mereka di seoul, karena aku selalu menjaga komunikasi dengan keluarga disini, hanya saja rasanya tetap kurang jika tak melihat mereka secara langsung. Kuakui mereka sedikit berubah. Kangin appa terlihat tidak segemuk dulu, Kyuhyun yang dulu berambut ikal kecoklatan kini berambut lurus dan berwarna hitam, tubuhnya juga sedikit lebih berisi, Henry juga mengubah warna rambutnya menjadi blonde. Appa dan umma tak banyak berubah hanya saja kurasa umma ku lebih lembut sekarang. Yoona bertambah cantik dengan rambut hitam lurusnya yang sudah sepanjang punggung. Yah, mereka semua sudah sedikit berubah secara visual.

"kenapa kalian tak mengabari kami sebelumnya…?" Tanya siwon, si calon pengantin setelah kami duduk dan kembali ngobrol.

"tanpa mengabaripun kami sampai di seoul kan…?" kataku tersenyum peda mereka semua "hanya ingin memberi kejutan saja…." Kataku yang didukung anggukan kepala oleh wookie.

"yah, appa dan umma memang sangat terkejut jong…." Kata teukie umma menatapku dan wookie.

"ne… sangat terkejut…." Kata si kembar lee, kyuhyun dan henry bersama.

"umma…." Dan sekali lagi terdengar suara yang menginterupsi obrolan kami, tapi kali ini suaranya kecil dan nyaring.

"woon-woon….." seketika wookie berdiri dan menghampiri bocah berusia 5 tahun yang sedang mengusap matanya. Dialah kim woon wook, anak kami.

Wookie segera mengangkat tubuh woon-woon dalam gendongan lalu kembali duduk disampingku dengan woon-woon yang menyandar manja didada wookie.

"jika masih mengantuk kenapa bangun… hmm…?" wookie mengusap rambut pirang woon-woon yang kembali menutup matanya dalam pelukan wookie.

"Di…dia siapa…..?" ummaku menunjuk woon-woon dengan wajah kagetnya. Bukan hanya umma tapi mereka semua. Yah, mereka memang tak tau jika aku mengasuh woon-woon bersama wookie.

"dia Kim Woon Wook…." Kataku sembari membelai punggung woon-woon yang kembali tidur dalam pelukan istriku "dia cucu kalian….."

"MWO….?" Sekali lagi tatapan kaget itu menghujamku seakan meminta penjelasan.

"Ne…Ne.. arraso, karena itu biar kuceritakan pada kalian….." kataku mengerti arti tatapan mereka. Kurasa aku memang harus menceritakannya pada mereka semua.

.

#FlashBack 2 mount ago#

_Jong Woon PoV_

"hyungie…. hyungie Chagi…." Suara nyaring wookie kudengar begitu bersemangat dari luar…dia berteriak begitu keras, 'ada apa sih pagi-pagi begini…?tidak biasanya dia berteriak seperti itu…' masih dengan Koran di tangan aku berdiri dan melangkah untuk menemui wookie, dan saat aku berada di ruang tamu wookie sudah masuk ke dalam rumah.

"cha….chagya…. kau…" mataku nyaris jatuh keluar melihat wookie, dia menggendong sesuatu,, bukan…bukan… itu seorang balita…. Ya, balita kecil dengan rambut pirang tipis, dan di selimuti selimut kecil tebal berwarna cream, kulihat wajah Wookie panic menatapku.
"Chagiya…. Ini… ini siapa…?" aku mendekatinya

"aku tak tau hyung…. Aku melihatnya berada di pinggir jalan di halaman rumah kita, dia menangis begitu keras, saat kudekati ternyata anak terbungkus selimut ini yang menangis… badannya dingin dan di beberapa bagian tubuhnya terdapat luka memar… aku kasihan hyung…." Wookie terlihat sungguh khawatir, karena anak itu terus menangis kami memutuskan membawanya kekamar,

Tangan cekatan Wookie ku lihat terus memeriksa keadaan anak ini, melihatnya begitu panic aku berfikir kalau wookie benar-benar seperti seorang ibu, dia sangat keibuan mengurus anak ini, Ya…saat wookie membuka selimut dan baju anak ini memang terdapat luka memar, bukan hanya 1 tapi hampir di semua bagian tubuhnya.

'astaga….aku tak habis fikir, apa yang orangtua anak ini lakukan… mereka sangat tega… aku dan Wookie saja menginginkan hadirnya seorang anak, walau kami tau itu hal yang sangat mustahil tapi jujur kami sering berhayal jika kami sepasang suami-istri yang 'normal'…..

"hyungie….hyungie…" Wookie mengguncangkan lenganku membuatku tersadar dari pikiranku sendiri…

"iya chagya…." Aku menatap Wookie.

"badannya dingin hyung….bagaimana ini…?" kepanikan semakin menjadi di wajah Wookie, air mata juga terlihat sudah menggenang di sudut matanya, itulah Wookie, mudah sekali tersentuh, menangis dan bersedih, bahkan karena anak yang belum dia tau siapa dia begitu terlihat khawatir.

"berikan dia minyak penghangat badan, selimuti dia, aku akan telepon Dr. levan…" kataku lalu merogoh saku mengambil ponsel dan memencet beberapa angka. Aku menelpon Dr. Levan, dokter jaga di sebuah klinik dekat rumah kami. Meski wookie juga sebenarnya seorang calon dokter tapi kurasa dia tak akan sanggup mengobati anak ini karena terlalu khawatir.

_minutes later_

"you must take him to the hospital, Mr. Kim…" kata dr Levan padaku. "I think he is in traumatic, take him to the hospital, as soon as possible, so I can keep him save…." Jelas dr Levan padaku, dia menyarankan aku membawa anak ini ke rumah sakit.

Malam harinya kami memutuskan membawa anak itu ke rumah sakit untuk memastikan keadaan anak ini, jujur saja, timbul kekhawatiran di hatiku melihat kondisinya, terlebih Wookie, sepanjang perjalanan ke rumah sakit dia terus bergumam penuh kekhawatiran. Setibanya dirumah sakit dokter Levan yang tadi berada di rumah kembali memeriksanya, setelah beberapa menit kami menunggu beliau keluar dan memberitahukan keadaan anak ini, dia mengalami traumatic, jika dibiarkan akan menghambat pertumbuhan psikisnya.

"kasihan sekali dia hyung….." Wookie menyandarkan kepalanya kepundakku, kurasakan keletihan di badan mungilnya,

"kita sudah melakukan yang kita bisa chagiya…. Aku yakin dia bisa baik-baik saja…." Aku mendekap tubuh kecil istriku dan mengecup kepalanya, menatap kearah anak yang berbaring lemah di atas tempat tidur dengan selang-selang infuse serta nutrisi tertancap di tubuh rapuhnya.

'KLEKK'

"hyung…." Suara berat seseorang membuat kami menoleh, "bagaimana keadaan anak itu…?" Minho berjalan mendekati kami, sebelum kerumah sakit aku memberi tahu Minho dan Taemin tentang anak ini dan dia ikut prihatin mendengar ceritaku.

"yah seperti yang kau lihat… dia lemah…"

"kasihan sekali dia… anak yang tampan tapi malang…" Minho menepuk punggung wookie pelan "issshhh….. jangan menangis… dia akan baik-baik saja… kalian kan sudah berusaha…" kata Minho saat melihat wookie hamper menangis.

.

_4 days later_

Hari ke 4 anak ini berada di rumah sakit, sejauh ini kondisinya semakin membaik, selama ada yang mendampinginya, meski baru berumur sekitar 5 th tapi anak-anak sungguh bisa merasakan trauma jika mereka merasakan penyiksaan oleh orang tertentu. Dan Wookie, ku lihat sejauh ini sungguh sangat sayang pada anak itu.

"chagiya…." Aku mendekati Wookie yang sedang duduk di dekat ranjang anak itu. 'anak itu…?' ya, karena kami tak tau nama anak itu, setidaknya belum tau siapa namanya. Aku melangkah mendekati wookie, memeluknya dari belakang dan mencium pipinya.

"kau baru pulang hyung…?" tanyanya padaku,

"iya…" kataku mengangguk

"kenapa malah kemari…? Kau harusnya pulang kerumah hyung… istirahat, kan kau baru pulang kerja.." wookie berdiri menatapku, matanya terlihat lelah, sayu, dan kurang bersemangat. Bagaimana tidak, setiap hari dia berada disini untuk anak ini, yah…wookie sangat menyayanginya.

"bagaimana mungkin aku pulang kerumah dan istirahat sementara istriku tercinta berada disini…? Kau bercanda…. Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri ryeowookie…. Aku ini suamimu… s-u-a-m-i-m-u…." kataku menegaskan. Tapi aku benar kan..? suami macam apa yang tega melihat istrinya sendirian dalam kekhawatiran…? Dan yang harus semua orang ketahui, aku bukanlah tipe suami yang tidak bertanggung jawab…

"tapi…."

"tak ada tapi…." Kataku memotong kata-kata wookie. "aku akan berada dimana kau berada… selama aku masih suamimu, aku akan terus menemanimu, dan akan selalu seperti itu…." kembali kukecup pipi wookie.

"kau sungguh suami yang baik hyung….aku tak akan pernah menyesal mengenal, mencintai dan menikah dengan hyung…. Tak akan…." Rona merah terlihat dari wajahnya yang putih bersih, dengan mata yang sedikit berbinar.

"dan kau…. Adalah hal paling berharga untukku sampai kapanpun, chagiya…" aku mengecup kening wookie. Lalu berjalan kesamping tempat tidur anak itu. "wookie chagya…."

"hmm…" gumamnya

"anak ini tidak memiliki orang tua bukan….?" Wookie memperhatikanku lekat-lekat "dan kita tidak memiliki anak kan wookie…. Aku tau kau menyayangi anak ini… dan aku juga mulai menyayanginya…. Bagaimana kalau aku menjadi appa anak ini dan kau menjadi umma nya…?" tanyaku kali ini membuat wookie menatapku tajam.

"hyungie…. maksudmu…?" dia sedikit tak mengerti.

"bukankah akan lebih baik jika dia ada yang menyayangi… kau tak ingin traumanya membuat dia menjadi anak dengan mental terbelakang kan…? Aku yakin kita bisa mengurusnya dan menyayanginya seperti darah daging kita sendiri…. Umma…." Kataku menatap Wookie, tak banyak reaksinya, hanya menagis dan memelukku.

"ne hyung…ne…" wookie membenamkan kepalanya di dadaku.

"beri dia nama umma…." Bisikku pada wookie.

"hmm… Woon Wook…" jawabnya setelah berfikir sesaat "Kim Woon Wook, ulangnya sambil tersenyum…"

"nah…Woon-woon…cepatlah sehat, jangan buat umma dan appa khawatir lagi…" aku mendekati anak itu, maksudku anak kami itu dan membelainya. "umma dan appa sayang padamu…"

_Flashback end_

.

"jadi mulai sekarang sayangilah anak kami ini…." Kataku menatap seluruh anggota keluargaku yang masih saja memasang wajah shock mereka.

"tentu jong, tentu saja kami akan menyayanginya… karena dia cucu kami, ya, siapun dia, woon-woon adalah anak kalian berdua…." Kata teukie umma tersenyum lembut padaku dan wookie.

"Oppa….." panggil yoona padaku membuat kami semua menatapnya "dia kan dari Thailand, apa dia bisa bahasa korea…?" tanyanya sambil menunjuk woon-woon.

"dia ini cerdas yoona, tidak sepertimu…." Jawabku tersenyum membuatnya mendengus.

"yah, kenapa malah mengataiku sih…?" dengusnya membuat kami terkekeh pelan.

"saat dia baru tinggal dengan kami, dia benar-benar terlihat sangat trauma, dia begitu takut pada orang yang mendekatinya…." Kataku dan kembali membelai punggung woon-woon.

"benar… selama seminggu dia tak mau bicara pada kami, dia sungguh dalam kondisi trauma…." Kata wookie masih saja membelai rambut pirang woon-woon.

"dan karena insting seorang umma yang baik, woon-woon mau bicara padanya…" kataku melirik kearah wookie yang hanya tersenyum "dokter mengatakan karena traumatic kemungkinan anak ini melupakan beberapa memorinya, dan benar, dia menurut saja saat wookie menyapanya woon-woon, seakan memang itu namanya…"

"berarti anakmu itu amnesia hyung…?" Tanya henry dengan mata yang disipitkan. Dasar mochi, kau itu sudah sipit….!

"ya, semacam itulah….. tapi kurasa bukan amnesia, dia hanya sangat trauma jadi enggan mengingatnya…" jawabku mengangguk "sejak woon-woon mau bicara dengan wookie, kondisinya semakin membaik, dan mulai terbiasa memanggilku daddy dan memanggil wookie mommi…."

"karena aku dan hyungie orang korea, aku mengajarinya bahasa korea, walau dengan intonasi yang sedikit aneh tapi woon-woon mengerti bahasa korea dengan baik…. anakku sungguh cerdas…." Kata wookie dengan nada bangga dan memeluk tubuh woon-woon semakin erat.

"Syukurlah woon-woon menuruni kecerdasanmu wookie….. tak bisa kubayangkan jika anakmu itu menuruni sifat appanya…. Pasti babo…." Kata umma menatapku dengan tatapan yang haiiss… mengejek, apa ummaku bilang tadi…? Babo…? Aku ini kan anaknya, kalau aku babo berarti umma ku apa dong…?

"yak umma…."

"hyungie…. berhenti membentak umma….." haisshh, belum juga protes, istriku sudah mengeluarkan peringatan mengerikannya padaku.

"Tap…."

"….." tanpa menjawab, wookie memiringkan kepalanya menatapku, tapi percayalah tatapannya sungguh mistis, oh… tidak, jika seperti ini bisa-bisa berimbas pada 'obat tidur' ku.

"ne…Ne…." jawabku pasrah… haiiisshh, sungguh punya istri galak itu sangat mengerikan.

_Jong Woon PoV end_

.

.

_Norm PoV_

"Hey…. Where is my milk…?" teriakan melengking woon-woon terdengar di ruang tengah membuat yang mendengarnya menoleh padanya. Matanya menatap tajam kearah seorang yeoja didepannya.

"baik tuan muda woon…. Seb…."

"quickly….!" Potong woon-woon lagi pada yeoja berkostum maid dihadapannya. Han soo hee. "Henryy…. Look, she is refuse me…" kata woon-woon mengadu pada henry disampingnya.

"yah han soo hee, kau itu dibayar untuk melayani keluargaku, bukan untuk menolak perintah…. Dan woon-woon adalah tuanmu….." kata henry sembari menatap soo hee dengan tatapan remehnya.

'GREEPP'

"jangan suka membentak orang chagiya…" wookie mengangkat tubuh woon-woon dalam gendongannya "apalagi yeoja…. Arra…?" kata wookie menatap lembut anak lelakinya.

"hmm…. Okay…" kata woon-woon mengangguk

'PLAKKK'

"appooo…" rintihan terdengar dari bibir henry saat dengan keras wookie memukul lengannya

"dan kau, henry lau shoe…. Jangan mengajari anakku jadi anak yang tidak sopan….." hardik wookie menatap henry yang hanya tersenyum tak jelas.

"hahaha…. Dia pantas mendapatkannya…." Jawab henry menatap soo hee sinis lalu berdiri dari sofa dan melangkah meninggalkan ruang tengah.

"kau bantulah umma…. Biar anakku, aku yang mengurusinya…." Kata wookie menatap soo hee dengan tatapan yang sedikit sinis. Yah, biar bagaimanapun hatinya pernah sangat hancur karena perlakuan soo hee padanya.

Setelahnya soo hee segera berlalu kedapur seperti perintah wookie. saat pertama wookie tau soo hee menjadi pembantu keluarganya itu membuatnya sangat kaget dan langsung meminta penjelasan suaminya. Tapi apapun penjelasan jong woon pada wookie itu tak bisa membuat wookie untuk memprotes. Sejujurnya juga dalam hati wookie merasa cukup puas, karena semua perlakuan soo hee padanya mendapatkan ganjaran, dengan menjadi pembantunya, orang yang dulu selalu di remehkannya.

"woon-woon… jangan pernah membentak orang lagi.. ne…?" wookie masih saja menasehati anak lelakinya sambil berjalan menuju dapur.

"tapi umma… henry bilang…."

"No…." wookie memotong kata-kata woon-woon saat dia mendudukan woon-woon di salah 1 kursi dimeja makan. "jangan pernah dengarkan kata henry atau kyu hyung…. arra…?"

"hmm…." Woon-woon mengangguk beberapa kali membuat poni pirangnya bergerak naik turun.

"that's good…. Sekarang, woon-woon mau minum apa…?" wookie tersenyum dan membelai rambut woon-woon.

"can I drink tub tim grob mom…?" kata woon-woon dengan mata birunya yang bersinar.

"baby… this is korea… tub tim grob just there's in Thailand…." Kata wookie mendekatkan wajahnya tepat didepan wajah woon-woon yang terlihat cemberut.

"make it for me mom…."rengek woon-woon pada wookie

"kalau mango shaved ice, woon-woon mau tidak….?" Sebuah suara menginterupsi obrolan wookie dan woon-woon membuat mereka menatap sang pemilik suara.

Leeteuk berjalan mendekati anak dan cucunya dengan membawa semangkuk penuh sajian es dengan buah mangga sebagai topping diatasnya. Leeteuk mendekat lalu meletakan shaved ice didepan woon-woon.

"mau tidak…?" Tanya leeteuk menggoda woon-woon.

"WAOOOWWW… you made it for me grandma….?" Dengan mata berbinar woon-woon menatap es didepannya.

"Ne… special untuk cucu grandma yang paling tampan…." Leeteuk terkikik melihat exspresi wajah woon-woon yang terlalu bersemangat.

"Gomawo grandma….." kata woon-woon tersenyum pada leeteuk, lalu menatap wookie dengan mata sedikit disipitkan "umma… umma mengecewakan woon-woon… woon-woon marah pada umma…." Kata woon-woon membuat wookie dan leeteuk terkekeh.

"geure… kalau begitu umma untuk appa saja…." Suara baritone rendah itu membuat semua menoleh. Jong woon yang baru masuk dapur memeluk pinggang wookie dan mencium pipi wookie sekilas.

"NOOO….." teriak woon-woon dan mengacungkan sendoknya pada jong woon "umma punya woon-woon….."

"yak, woon… bukannya woon-woon yang bilang marah pada umma…?" jong woon menggoda woon-woon membuat woon-woon cemberut.

"but he is mine, appa….." woon-woon menarik wookie agar terlepas dari pelukan jongwoon dan membuat semua tersenyum.

"Jong…. Umma rasa sainganmu bertambah berat sekarang…" kata leeteuk terkekeh menatap jong woon. Yah, kini bukan hanya kyuhyun yang akan menempel istrinya, tapi juga woon-woon, sang putra.

"chagiya… kurasa kita harus bekerja keras dan memberikan dongsaeng untuk woon-woon sebagai teman bermain…. Supaya woon-woon mau memberikanmu padaku…." Kata jongwoon dengan alis yang terangkat.

'BUGGHHH'

"appoo…" ringis jongwoon saat dengan keras wookie memukul punggungnya.

"jangan bicara sembarangan kim jong woon….." hardik wookie galak, tapi tetap saja tak bisa menutupi rona merah dipipinya, membuat leeteuk menggelengkan kepala. Sungguh rumah tangga anaknya tak pernah berubah, selalu saja ramai, riibut tapi juga selalu terlihat bahagia.

.

.

"woon-woon run….run…." teriakan riuh terdengar dari yoona dan kibum yang sedang duduk dipinggir halaman rumah kangin.

"yak, woon come here…. Quickly…." Kini suara baritone jong woon yang berteriak pada sang anak.

"appa…. Help me…!" teriak woon-woon saat melihat siwon berlari kearahnya. "henry…. Help me….!" Teriak woon-woon panic dan sukses mengundang tawa dari semua yang ada di sana.

Sore hari yang cerah saat itu dimanfaatkan oleh keluarga wookie untuk bersenang-senang dihalaman depan. Jong woon, Woon-woon, henry, kyuhyun, donghae dan Siwon bermain sepak bola, yoona dan kibum setia menjadi cheersleader untuk keponakan mereka, woon-woon. Sementara wookie dan si kembar Lee sedang menyiapkan hidangan didalam rumah untuk mereka semua.

"woon-woon ayo tendang…. Tendang…." Teriak yoona heboh memberi semangat pada woon-woon.

"Woon here…. Woon…." Teriak henry pada woon-woon yang berlari kesana kemari tak jelas dan justru membuat semua tertawa melihatnya.

"Heyooo….. minum dulu….." suara tenor seseorang membuat semua menoleh, bahkan woon-woon menghentikan larinya yang tanpa arah itu.

Wookie berjalan menuju halaman rumah kediaman kangin dengan membawa nampan berisi hampir selusin gelas ice sirup, dibelakangnya mengekor si kembar lee yang masing-masing membawa nampan berisi cemilan. Mereka lalu meletakan nampan-nampan itu diatas meja dihalaman. Dan dengan segera namja-namja itu berlari mendekati minuman yang terlihat sangat menggoda tenggorokan mereka.

"aahhhh capeknya…" jong woon segera merebahkan tubuhnya diatas rumput ditaman dengan lengannya sebagai bantalan.

"waahh…. Ini pasti segar…." Henry dan kyuhyun meraih gelas dengan semangat yang berlebihan membuat air dalam gelas tercecer sebagian.

"aiishh… paboya…" rutuk donghae yang tanpa sengaja tersiram ice sirup dari gelas henry.

"haha…. Celanamu kan juga haus hyung…." jawab henry tanpa dosa membuat donghae mendengus.

'BUGGHH'

"aiggoooo…" jong woon tersentak saat tiba-tiba sesuatu menimpa tubuhnya, membuat matanya yang tadi terpejam kini terbuka. "woon-woon….."

"Aaaahhhhhhhhhhhh…..woon-woon capek…." Kata woon-woon setelah menjatuhkan diri diatas tubuh sang appa yang tergeletak diatas rumput.

"woon-woon… hati-hati…." Wookie tersenyum melihat tingkah anak dan suaminya.

"kau senang woon….?" Tanya jong woon pada anaknya.

"yea… I'm very happy… this is fun dad…." Jawab woon-woon penuh semangat membuat semua tersenyum.

"ayo bangun….. minum dulu…." Kata wookie mendekati kedua woon yang tergeletak diatas rumput sambil membawa 2 gelas ice.

Jong woon dan woon-woon segera bangun dan meraih gelas dari tangan wookie lalu meneguk isinya.

"mainnya sudah cukup untuk hari ini…. Sudah sore…." Wookie mengusap keringat di tubuh woon-woon dan jong woon dengan handuk kecil.

"but this is fun mom…." Keluh woon-woon seakan tak rela untuk berhenti bermain. Karena di Thailand dia jarang bermain dengan orang sebanyak ini, hanya dengan appa dan ummanya saja karena itu woon-woon sangat antusias.

"it's enough baby…. We have to take a bath…." Kata wookie lembut menatap woon-woon yang sudah memajukan bibirnya membuat semua terkikik.

"kurasa dia terlalu senang wookie….. mungkin karena dia jarang bermain dengan banyak orang…." Kata siwon tersenyum memperlihatkan lesung pipinya.

"yah, di Thailand dia hanya bermain denganku dan hyungie saja… kurasa dia memang sangat senang disini….." jawab wookie masih dengan mengulas senyumnya.

"kau juga appa…. Setelah ini mandi…." Wookie beralih pada sang suami yang masih setia dengan sirupnya. Diusapkannya handuk kecil ditubuh jong woon yang berkeringat.

"ne aku akan mandi jika kau mandikan….."jawab jong woon dengan sangat santai tanpa dosa.

"MWO….?" Semua mata menatap jong woon dengan penuh keheranan.

'PLAAKK'

"appooo…." Sabetan handuk dari tangan wookie membuat jongwoon meringis kesakitan dan segera mengusap lengannya yang memerah.

"bisakah sehari saja tidak mesum…?" hardik wookie menatap galak pada sang suami.

"aigooo… 2 tahun dithailand kurasa kau semakin pervert hyung…." kata donghae ikut mencibir.

"haaahh… kalau saja wookie seorang yeoja anak kalian pasti sangat banyak…" gumam yoona membuat kibum, hyukie dan sungmin tertawa.

"Henry-ya….." teriakan dari ambang pintu ruang depan membuat keributan kecil itu terhenti sejenak.

"Ne umma….." jawab henry sedikit berteriak saat melihat leeteuk didepan pintu "waeyo….?"

"ada telepon dari studio radio untukmu…. Palliwa…." Kata leeteuk lagi.

"Ne…Ne…." jawab henry yang langsung berdiri dari duduknya dan berlari menuju kedalam rumah.

"woon-woon, ayo mandi…. Ini sudah sore…" wookie kembali beralih pada anak semata wayangnya yang sedang asyik sendiri.

"wait a minutes mom…" jawab woon-woon sambil meneguk sisa ice sirup digelasnya.

"sekarang woon…." Wookie meraih pundak woon-woon.

"chagiya sudahlah, biarkan saja dulu…." Jong woon meraih tangan wookie dari pundak woon-woon.

"hmm…. Apakah aku mengganggu…?" suara seseorang membuat semua menoleh.

"eh….. Nyunyuuuu…." Pekik wookie girang dan langsung berdiri menyambar tubuh seorang namja dihadapannya.

"kau pulang kenapa tak memberi tahuku….. untung taemin bilang padaku jika kau pulang ke korea…" kata onew dan tersenyum membuat matanya semakin menyipit.

"nyunyu…. Bogoshipoyo…." Wookie memeluk erat tubuh onew, sahabatnya yang sudah lama tak dia temui.

"ehem….ehem…."

"eh….." tanpa melepaskan pelukan, wookie dan onew menoleh saat mendengar seseorang berdeham pelan. Jong woon dan woon-woon kini tengah memasang tampang kesal membuat semua terkikik.

"Umma…. Chagiya…." Geram jong woon dan woon-woon kompak, bahkan kini mereka berdiri dan mendekati wookie.

"itukah woon-woon, wookie…?" Tanya onew menunjuk woon-woon yang sudah berkacak pinggang menatapnya.

"Ne… dia woon-woon… " jawab wookie tersenyum, dan masih bertahan dengan posisinya memeluk onew.

"yah namja sipit…. Lepaskan istriku…." Hardik jong woon galak pada onew.

"yah oppa…. Kau juga sipit…. Jangan mengatai dirimu sendiri….." sahut hyukie membuat yang lain tersenyum.

"hyungie… kau itu tak sopan…. Nyunyu kan tamu, lagipula sudah lama kami tak bertemu…." Dengus wookie melepaskan rangkulan tangannya dari tubuh onew.

"MWO….? Chagiya, kau bahkan masih memanggilnya nyunyu….? Yaiiisshh….." kini giliran jong woon yang mendengus sebal melihat keakraban wookie dengan namja yang selalu di juluki 'perebut istri orang' olehnya

"wae….? Cemburu… hmm…?" wookie merangkul pundak jong woon dan menatapnya dengan jahil.

"kau masih bertanya….?" Jong woon mengangkat dagunya dan menepuk kening wookie pelan.

"UMAAAA….." teriakan melengking itu membuat semua menoleh.

'SREEETT'

Woon-woon dengan gaya sebalnya mendekati appa dan ummanya lalu menarik sang umma menjauh dari appanya.

"I have to take a bath…. Right now….." katanya penuh penekanan dengan exspresi lucu, matanya yang biru menatap tajam kearah wookie.

"aigooo… woon-woon itu benar-benar gambaran dari jong woon oppa….." gumam sungmin pelan "dia juga pecemburu akut…."

"ne… benar…." Kibum dan siwon mengangguk kompak.

"wookie…. kau dikelilingi namja-namja pecemburu eoh….?"

"itulah resiko jadi namja yang manis yoona…. Selalu jadi primadona…." Jawab wookie terkekeh membuat yang lain menggelengkan kepala. Sungguh kenarsisan jong woon sudah menular pada istrinya.

"GRANNDPAAAA…" kembali suara melengking woon-woon membuat semua menatap namja kecil berwajah tampan itu.

Woon-woon berlari menyongsong seorang namja bertubuh gagah yang baru saja keluar dari mobilnya dengan tas kerja ditangannya dan jas ditangan sebelahnya.

"GRANDPAAA…" teriak woon-woon girang melihat sosok kangin yang kini tertawa kecil menatapnya.

'HUP'

"waahh….. cucu kangin grandpa….." kangin mengangkat tubuh woon-woon dan menjatuhkan tas serta jasnya begitu saja saat woon-woon dengan semangat meloncat dalam gendongannya.

"hahahaha…" tawa woon-woon terdengar gembira saat kangin memutar tubuhnya diudara.

"hmm…. Cucu grandpa bau….." dengus kangin saat mencium wajah woon-woon. "pasti belum mandi…."

"sudah kusuruh sejak tadi, tapi selalu beralasan….." kata wookie mendekati appa dan anaknya. "han soo he…." Panggilnya pada seorang maid yang sedang merapikan beberapa tanaman hias.

"Ne tuan muda…." Jawab sang maid menunduk sopan.

"bawa masuk tas dan jas appa….." kata wookie dengan tegas dan nada dingin.

"ne… arrasimida…." Jawab soo hee lalu beranjak merapikan tas dan jas kangin dari atas pelataran dan membawanya masuk kedalam rumah.

"woon, ayo turun…. Grandpa lelah…. Jangan minta gendong begitu….." kata wookie lembut menepuk punggung woon-woon yang nayaman dalam gendongan kangin.

"gwenchana wookie….. appa tak merasa lelah… justru karena melihat cucu appa yang tampan ini, lelah appa jadi hilang…." Kangin mengacak rambut woon-woon dengan gemas.

Kehadiran Woon-Woon dalam keluarga kecil wookie dan jong woon juga diterima dengan sangat baik dikeluarga besar mereka. Mereka menyayangi woon-woon seakan woon-woon memanglah darah daging wookie dan jong woon. Tidak ada yang tidak memanjakan woon-woon, semua begitu mencintai woon-woon, terutama kangin dan hankyung. Kedua grandpa woon-woon sangat memanjakan woon-woon, bahkan baru 3 hari woon-woon dikorea kangin sudah membelikan cucu laki-lakinya itu sepeda, dan dengan setia menemani woon-woon bersepeda dipagi hari bersama jong woon, henry dan kyuhyun.

.

.

"umma… henry kemana…?" Tanya woon-woon pada sang umma dengan wajah memelasnya.

"henry harus pergi bekerja chagiya…." Jawab wookie membelai lembut rambut woon-woon.

Hari ini henry harus siaran lebih awal karena wooyoung, rekan sesama DJ di radio sedang sakit, jadi henry harus menggantikan siaran wooyoung sore ini dan melanjutkan menjadi DJ malam nanti.

"henry was promise that he'll playing with me….." rengek woon-woon dengan nada kecewa karena saat bangun tidur dia tak menemukan henry dimanapun.

"woon-woon… he'll playing with you when he back to home later….." kata wookie lembut pada woon-woon.

Woon-woon dan henry memang sangat dekat, sejak kedatangan woon-woon ke korea dia lebih sering mendekatkan diri pada henry. Meskipun juga dekat dengan yang lain tapi jika ingin bermain pasti selalu nama henry yang woon-woon sebut. Bahkan woon-woon menolak memanggil henry dengan sebutan 'hyung atau ahjjusi' karena woon-woon selalu merasa jika henry adalah sahabatnya bukan ahjjusinya.

"ada apa….?" Suara baritone jong woon membuat wookie menoleh.

"aegyamu mencari henry…." Jawab wookie lalu kembali sibuk menghibur anaknya yang sudah memasang wajah cemberut.

"woon-woon….. ayo bermain bersama appa dan umma…." Jong woon merendahkan tubuhnya sejajar dengan woon-woon dan membelai rambut woon-woon.

"I won't…." woon-woon menggeleng tanda tak setuju.

"ayolah woon…. Henry harus siaran, nanti setelah henry pulang kau bisa main sepuasnya dengan henry….." bujuk jong woon lagi berharap anaknya mengerti.

"kalau main dengan grandpa dan grandma mau tidak….?" Suara seorang yeoja didekat keluarga kecil jong woon membuat mereka menoleh.

"heenim grandma….." teriak woon-woon riang melihat hankyung dan heenim tersenyum menatapnya.

"ayo main tennis meja dengan han grandpa…." Kata hankyung membungkuk dan menunjukan bet (pemukul) pada woon-woon. "woon-woon mau….?"

"Ne…" teriak woon-woon yang langsung berlari kearah hankyung dan menarik tangan hankyung keluar dari ruang makan membuat semua tersenyum geli.

"appa dan umma kalian kemana…?" Tanya heenim pada jong woon dan wookie.

"ada dihalaman belakang umma…. Yang lain juga ada disana….." jawab wookie menunjuk kearah dimana woon-woon menyeret tangan hankyung tadi.

"ya sudah, umma juga mau kesana…." Kata heenim lalu menyusul suami dan cucunya kehalaman belakang.

'SREETTT'

"aiiiggoooo…" wookie tersentak saat lengannya ditarik jong woon saat dia akan melangkah.

"mau kemana…hmm…?" jong woon mengangkat dagunya kearah wookie.

"jangan mulai hyung…. aku mau memasak….." jawab wookie tersenyum tipis.

"ini masih jam 4 sore kau bisa memasak 1 atau 2 jam lagi chagiya…." Kata jong woon menarik tubuh wookie dalam pelukannya.

"Hyungie…. semakin cepat makan malam kubuat akan semakin baik…." jawab wookie meronta berusaha lepas dari jong woon.

"chagiya…. Sisakan 10 menit saja untuk suamimu ini….." bisik jong woon ditelinga wookie membuat wajah wookie merona.

"hyungie… kita didapur…." Kata wookie masih saja meronta.

"ne…arraso….." jong woon tak bergeming dan justru semakin mendekap pinggang wookie.

"hyungie… jangan sampai kejadian di Thailand terulang disini…"

"wae….? Bukankah itu menyenangkan…?" kata jong woon menggoda membuat wookie semakin merona

"hyungie… agghhh…. Cukup hyung….." wookie tersentak saat tangan jong woon menyusup kedalam kaos yang dipakainya.

"chagiya…. Apanya yang cukup…? Aku bahkan belum melakukan apapun…." Kata jong woon menyeringai menatap wookie.

"jangan mesum….." wookie menarik tangan jong woon yang menyusup kedalam bajunya dan segera menjauhkan diri dari jong woon.

"mau kabur.. eoh…?" jong woon kembali menarik lengan wookie dan kembali menarik tubuh wookie untuk mendekat.

"hyungiieee…." Desah wookie pasrah menatap jong woon yang sudah memasang senyum mautnya.

"tidak kasihankah pada suamimu ini….." rengek jong woon dengan nada dibuat-buat.

"haaahh…" desah wookie lagi melihat sikap sang suami. "geure….. poppo…." Kata wookie sambil menunjuk bibirnya membuat jong woon tersenyum.

_CHU_

Jong woon dengan segera mencium bibir sang istri setelah mendapat persetujuan. Dan sepertinya karena jong woon terlalu menikmati aktivitasnya bersama wookie mereka tak menyadari ada yang masuk kedalam dapur dan duduk dimeja makan menatap mereka.

"chagiya….." dengus jong woon memprotes saat wookie menarik diri darinya.

"cukup…. Aku harus memasak….." wookie tersenyum dan menutup bibir jong woon dengan telapak tangannya.

"tidak adakah ronde tambahan….?"

'GLEKKKK'

Suara seseorang didekat mereka membuat baik jong woon ataupun wookie menolehkan kepalanya dengan gerakan lambat, seakan sedang menghadapi bahaya.

"ka…kalian….?" Mata wookie membulat disertai wajah yang merona melihat si kembar duduk dengan tenang di meja makan.

"kenapa berhenti…? Ayo lakukan lagi…." Kata hyukie membuat wookie semakin merona.

"sejak kapan kalian disitu….?" Tanya jong woon dengan nada datarnya seperti tak terjadi apapun.

"sejak… 1…2…3…" kata sungmin sambil memainkan jarinya selayaknya sedang menghitung "sejak wookie mengatakan 'poppo'…." Katanya lagi menirukan gaya bicara wookie bahkan sungmin juga menempelkan jarinya dibibirnya seperti wookie.

"yah… noona… kenapa kalian mengintip….?" Rancau wookie pada si kembar yang justru terkekeh.

"siapa yang mengintip….? Kalau kalian melakukannya dikamar atau kamar mandi dan kami melihat itu baru mengintip…. Ini Kalian melakukannya diruang makan… siapapun bisa melihatnya wookie…." jawab hyukie dengan wajah tanpa dosanya.

"yaiisshhh….. kalian….." geram wookie salah tingkah.

"tak kusangka, kau bertumbuh semakin dewasa wookie….." gumam sungmin menaikan satu alisnya menggoda wookie.

"bagaimana wookie tak tumbuh dewasa oen…. Dia saja menikah dan hidup bersama namja pervert begitu….." sahut hyukie menunjuk jong woon yang masih saja memeluk tubuh wookie.

"mwo…? Apa katamu….?" Jong woon membulatkan matanya menatap hyukie.

"yah… oppa, semua juga tau kalau kau itu pervert….." kata hyukie sambil berdiri dan beranjak pergi dari ruang makan saat melihat jong woon hampir meraihnya

"heh kau monyet…. Kemari kau…." Hardik jong woon mengikuti langkah hyukie yang kembali kehalaman belakang.

"huuuhhh….." wookie menghela nafasnya dan menggeleng pelan.

"ya sudah ayo kubantu memasak…" kata sungmin ikut menggelengkan kepalanya melihat tingkah jong woon dan hyukie. Lalu berdiri dan mendekati wookie.

"senang rasanya bisa melihat semua ini….." kata wookie pelan.

"dan yang paling menyenangkan karena kau berkumpul lagi bersama kami wookie….." sungmin merangkul tubuh wookie dan membelai rambut wookie seperti kebiasaannya dulu.

"ya…. Sangat menyenangkan….." balas wookie tersenyum pada noonanya itu.

.

.

"uwaaa…. Get away… get away kyu…." Suara pekikan nyaring dari bibir woon-woon membuat semua tersenyum melihat tingkahnya.

"yah woon…. Kita ini team… jangan tembak pesawat hyung dong….." kali ini suara protes seorang kim kyuhyun semakin membuat yang lain menggelengkan kepalanya.

Usai makam malam wookie dan yang lain duduk diruang keluarga, berbincang santai, saling bertukar pengalaman selama mereka terpisah beberapa tahun ini. Sementara Kyuhyun dan woon-woon sibuk dengan PS mereka diatas karpet. Karena henry bekerja hari ini woon-woon harus bermain hanya berdua dengan kyuhyun.

'okay… hello the great listener… tonight with Henry Lau, we will having fun…..'

Suara khas seorang henry lau mulai terdengar dari radio yang dinyalakan yoona baru saja. Sepertinya ada yang ingin yoona perdengarkan pada wookie dan jong woon.

'kembali lagi bersama si tampan Henry Lau… malam inii, saya ingin menyampaikan salam special untuk keluarga kecil yang baru sampai di seoul…. Kim Jong Woon dan istri tercinta Kim Ryeowook…. Anneyong haseo hyungdeul…. Semoga suasana korea membuat kalian kembali ingin tinggal disini…. Dan juga pada si tampan bermata biru Kim Woon Wook… heyooo woon…. Mari kita beemain setelah aku pulang…'

" dasar henry…." Jong woon dan wookie tersenyum mendengar suara henry dari dalam radio.

'dan special untuk keluarga kecil yang berbahagia…. Saya akan memutarkan sebuah lagu yang beberapa minggu ini menduduki pemuncak tangga lagu di berbagai chart music korea…. Special song for Kim Jong Woon's Little family… 'For The First Time Lover..' check this song….'

"eh… lagu ini kan…." Jong woon dan wookie tersentak saat mendengar lagu yang diputar oleh henry.

"noona…. Ini kan lagu….." wookie menatap sungmin dan hyukie yang hanya tersenyum tipis padanya. "hyungie…. lagu ini…." Wookie beralih pada sang suami yang sama kagetnya.

"yak…. Sepertinya ada penjelasan yang harus kami dengar…." Kata jong woon menatap semua anggota keluarganya.

"senangkah kau jong, suaramu masih diperdengarkan diseluruh korea….?" Tanya hankyung tersenyum penuh wibawa.

"bukan masalah bangga atau tidak…. Tapi bagaimana bisa laguku beredar….? Lagu ini kubuat untuk koleksi pribadi dengan wookie…." kata jong woon lagi dengan nada begitu penasaran.

"2 bulan yang lalu henry menemukan kaset lagu itu di lemari yang ada diruang kerjamu…. Lalu dia memutarnya di radio…." Kata hankyung memulai sementara jong woon dan wookie hanya diam mendengarkan.

"kau tau hyung… saat pertama lagu kalian itu diputar respon yang kami dapat sangat luar biasa…. Mereka begitu antusias…." Kata siwon mengangguk pasti.

"dan lebih banyak lagi yang menghujat kami bukan….?" Kata jong woon dengan nada sinis. Yah, jong woon masih selalu merasa public belum bisa menerimanya karena keputusannya menikah dengan namja.

"oppa….. kalau kau selalu memikirkan mereka yang membencimu kau tak akan bisa berkembang…." Sahut kibum membuat semua menatapnya.

"untuk apa berkembang bum-ah, kalau pada akhirnya aku dijatuhkan….." dengus jong woon lagi.

"hyungiee….." wookie segera meraih lengan suaminya dan membelainya perlahan saat melihat jong woon sedikit emosi.

"jong… setidaknya kau harus memikirkan mereka yang masih mendukungmu….." kata hankyung menatap jong woon.

"untuk apa…? Mereka tak memikirkanku dan wookie kan…?" dengus jong woon sinis.

"appa tidak merilis lagumu untuk mereka yang menghujatmu jong….. tapi untuk mereka yang masih tetap mendukungmu apapun keadaanmu….." kata hankyung lagi.

"jong…. Kau tak perlu mempedulikan mereka yang merendahkanmu dan wookie…." kangin yang sedari tadi diam kini ikut angkat bicara "tapi setidaknya kau harus berterima kasih pada mereka yang masih setia menjadi pendukungmu….."

"hyung… saat kau mengundurkan diri dari dunia entertainment kau hanya menyampaikannya lewat media kan…. Para penggemarmu ingin melihatmu saat itu…." kata donghae menyahut "kalau kau memang sudah tak ingin kembali kedunia hiburan lagi, pamitlah pada penggemarmu…. Mereka kecewa saat kau mundur hyung….." sambung donghae lagi yang didukung dengan anggukan kepala dari semuanya.

"aku yakin mereka mengerti hae…." Jawab jong woon pelan.

"justru karena mereka mengerti, kau juga harus mengerti oppa…. Setidaknya berilah salam perpisahan pada mereka…." Timpal yoona ikut andil bagian dalam obrolan.

"Jong…." Panggil hankyung lembut pada sang putra "masih banyak yang mengharapkanmu kembali kedunia hiburan korea…. Masih banyak yang mendukungmu jong…. Apa kau sungguh tak ingin kembali ke dunia tarik suara lagi…?" Tanya hankyung dengan wajah penuh harap.

"aku tau appa…. Aku juga sangat terkesan pada mereka yang masih setia mendukungku sampai saat ini…. Tapi untuk kembali kedunia hiburan bukanlah keputusan yang mudah….. aku tak mau mengorbankan orang yang aku cintai…." Kata jong woon pada sang appa, dan kini tangannya meraih pinggang wookie yang duduk disampingnya.

"jong…."

"appa….. aku tak mau mengorbankan istri dan anakku…." Kata jong woon tegas memotong perkataan sang appa.

"arraso…. Appa mengerti…" kata hankyung akhirnya mencoba mengerti. "tapi jika kau masih ingin mencoba kembali, ada stasiun TV swasta yang menginginkanmu menjadi guest star…." Kata hankyung menambahi.

"Appa…."

"hyungie…." suara lembut nan manja wookie menghentikan kata-kata jong woon. "jangan gegabah mengambil keputusan…. Kau masih punya waktu untuk memikirkannya….." kata wookie tersenyum menatap jong woon.

"jika menyangkut keselamatanmu dan uri aegya, aku tidak akan pernah berfikir terlalu lama…. Untukku kalian berdualah yang terpenting chagiya…." Jawab jong woon lembut membuat wookie tersenyum.

"appa tidak memaksamu jong… hanya saja pikirkanlah kata-kata donghae… berilah penghormatan pada para fans setiamu….." kata hankyung lagi menyandarkan punggungnya disofa.

.

.

Wookie masuk kedalam kamarnya dengan perlahan, sedikit kaget karena wookie tak mendapati jong woon didalam kamarnya, pasalnya sejak obrolan dengan keluarganya tadi jong woon langsung pamit kekamar, sementara wookie masih menemani woon-woon bermain bersama kyuhyun. Namun beberapa detik kemudian senyum terlihat diwajah wookie saat dia melihat siluet seorang namja sedang duduk diberanda kamarnya.

_CHU_

"melamunkan apa… hmm…?" wookie mengecup pipi jong woon lalu mendudukan dirinya diatas pangkuan jong woon dan merangkul leher suaminya.

"ingin menggodaku….?" Jong woon tersenyum melihat sikap wookie padanya.

"melamunkan apa….?" Tanya wookie lagi mengulang pertanyaan sebelumnya, jarinya kini menelusuri wajah jong woon dengan lembut.

"opseo…." Jong woon menghela nafasnya sedikit berat.

"kemari….."

'GREP'

Wookie meraih leher jong woon dalam rangkulan dan menariknya lembut kearah dadanya lalu mendekapnya, memberikan ketenangan seperti yang biasa dilakukannya pada jong woon. Meski jong woon mengatakan tak ada yang dipikirkannya tapi wookie tau ada sesuatu yang mengganggu pikiran suaminya.

"masih ingin mengatakan tak memikirkan apapun…?" Tanya wookie lembut sembari mengusap kepala jong woon yang masih bersembunyi didadanya.

"ne…opseo…" jawab jong woon menarik wajahnya dari dada wookie dan tersenyum.

"geure…. Jika tak ada yang sedang hyung pikirkan, aku mau tidur dulu…." Kata wookie nyaris berdiri dari pangkuan jong woon.

"mau kemana….?" Jong woon menarik lengan wookie hingga tubuh wookie kembali duduk dipangkuannya.

"jika tak ada yang hyung pikirkan berarti tak ada yang harus aku dengar bukan…? Aku mau tidur…. Ini sudah malam…" jawab wookie dengan wajah innocencenya.

"hanya begitu saja…?" dengus jong woon menatap wookie "hanya sebatas itu usahamu untuk membuatku mengaku…?"

"aku tak mau memaksakan kehendakmu hyung…. meski kau suamiku, kau tetap punya hak untuk memiliki ruang privacy…." Wookie tersenyum menatap exspresi wajah jong woon.

"aiishhh….. tidak adakah usahamu yang lain untuk membuatku bercerita….?" Kembali jong woon mendengus pada wookie yang justru tersenyum.

"jadi ingin dirayu…eoh, supaya mengaku….?" Wookie menaikan sebelah alisnya menggoda jong woon.

"….." tak ada jawaban apapun dari jong woon, hanya senyuman lebar yang diperlihatkan namja tampan itu.

"jadi…. Apa yang sedang kau pikirkan….? Hmm…?" wookie kembali merangkulkan lengannya dileher jong woon dan membelai rambut jong woon lembut.

"soal tawaran appa…." Jawab jong woon singkat menatap wookie dipangkuannya.

"jangan gunakan emosi untuk memutuskan….. kau masih punya hati chagiya…. Ikuti kata hatimu…." Wookie menunjuk dada jong woon dengan sebelah jarinya.

"apa yang harus kuputuskan chagiya….?" Tanya jong woon lirih, diraihnya jemari wookie dari dadanya dan menggenggamnya erat.

"hyungie… selama ini kau tau yang terbaik dalam hidupmu…. Aku yakin kali inipun kau sudah tau apa yang terbaik untukmu….." wookie membelai pipi jong woon dan memberikan senyuman terbaiknya pada sang suami.

"….." jong woon hanya terdiam dan menatap wookie, seakan mencari jawaban dari iris mata coklat caramel yang selalu meneduhkannya itu.

"kau hanya butuh keyakinan….." wookie mengecup kilas pipi jong woon. "apapun keputusanmu, aku yakin itulah yang terbaik….."

"zhen de…?" Tanya jong woon mengulas senyuman tipisnya.

"sejak kapan suamiku ini bisa bahasa china….?" Wookie memasang exspresi kaget buatannya membuat jong woon terkekeh.

"appa mertuamu dari china kim ryeowook….." kata jong woon mengacak rambut wookie.

"ne..ne.. yao…yao…." Jawab wookie terkikik.

"jadi menurutmu tidak masalah jika aku tampil lagi dilayar TV….?" Tanya jong woon kembali membahas masalah keartisannya di korea.

"Ne… sama sekali bukan masalah, kalaupun banyak yang menentangmu, tapi pikirkan mereka yang masih setia mendukungmu yeobo…." Wookie menunjuk hidung jong woon dan sedikit mendorongnya kebelakang.

"arraso…arraso… akan aku pikirkan nasehat istriku…." Jawab jong woon terkekeh.

"that's good….." wookie tersenyum lebar dan menepuk kedua pipi jong woon. "kalau begitu sekarang ayo masuk kekamar….."

"jjangkamanyo…." Lagi-lagi jong woon menarik lengan wookie yang hampir berdiri dari pangkuannya.

"apa lagi hyungie chagiya…. Nae yeobo…." Wookie menghela nafasnya melihat sikap jong woon, sepertinya sikap kekanakan suaminya muncul.

Stay with me
Don't fall asleep too soon
The angels can wait
For a moment

Bukannya menjawab pertanyaan wookie, jong woon justru bernyanyi dengan suara lembutnya dan mendekap pinggang wookie untuk tetap dekat dengannya.

Come real close
Forget the world outside
Tonight we're alone
It's finally you and I

It wasn't meant to feel like this
Not without you

Cause when I look at my life
How the pieces fall into place
It just wouldn't rhyme without you
When I see how my path
Seem to end up before your face

The state of my heart
The place where we are
Was written in the stars

Don't be afraid
I'll be right by your side
Through the laughter and pain
Together we're bound to fly

I wasn't meant to love like this
Not without you

I made a few mistakes
Like sometimes we do
Been through lot of heartaches
But I made it back to you

The state

of my heart
The place where we are
Was written in the stars

[Westlife]
[Written in the star]

Suara baritone merdu jong woon membuat wajah wookie merona, entah kenapa tapi selalu saja seperti itu, wookie akan merona dan merasa malu jika jong woon bernyanyi lagu yang sedikit romantis untuknya.

"sudah….? Sekarang ayo kekamar….." kata wookie masih mencoba menyembunyikan semburat merah dipipinya membuat jong woon tersenyum.

"chagiya…. Tinggallah sebentar seperti ini….." kata jong woon masih mendekap pinggang wookie dengan erat.

"sudah malam hyungie…. ayo kekamar… atau kau akan menyesal….." wookie mengusap kepala jong woon lembut membuat jong woon terkekeh.

"mengancamku….?" Jong woon menatap wookie dan mengangkat sebelah alisnya. "chagiya… adillah pada suamimu….. kau selalu memanjakan woon-woon… kau juga harus memanjakan jong woon…." Dengus jong woon dengan wajah cemberutnya.

"aigooo….. woon-woon punya dongsaeng…eoh…." Wookie mengacak rambut jong woon membuat jong woon semakin cemberut.

"kau kan harus adil padaku….. setidaknya sebentar saja memanjakanku seperti kau memanjakan woon-woon….." protes jong woon masih dengan wajah tak ikhlasnya.

"owh…jadi suamiku ingin dimanjakan seperti woon-woon…hmm…" wookie bertanya menggoda. "sayang sekali….." kata wookie dengan nada kecewa yang dibuat-buat.

"sayaang kenapa….?" Jong woon menautkan alisnya arena bingung.

"jadi minta dimanjakan seperti woon-woon ya….? Sayaang sekali, padahal aku mengajakmu masuk kekamar karena aku memang ingin memanjakanmu…." Kata wookie dibuat sesexy mungkin membuat jong woon menelan ludahnya dengan susah payah.

"woo…kie…."

"padahal aku berniat mengajakmu untuk 'come back stage' malam inii…." Wookie memainkan jarinya menyusuri dada jong woon dengan gaya seduktivnya membuat jong woon semakin sulit bernafas. Sejak kapan istrinya jadi penggoda seperti itu….?

"mwo….?" Jong woon membulatkan matanya menatap wookie yang masih saja sibuk menggodanya.

"apa kau tau appa…. Malam inii woon-woon tidur bersama henry….." kata wookie menggoda dan menyentuhkan jari telunjuknya dibibir jong woon yang hanya bisa terdiam.

"ap…apa….?" Jong woon kembali membulatkan matanya mendengar kata-kata wookie.

"tapi karena kau hanya minta dimanjakan seperti woon-woon…. Itu tak sulit…."

_CHU_

"jadi namja yang baik ne….." kata wookie setelah mencium kening dan kedua pipi jong woon seperti yang biasa dia lakukan pada woon-woon. "night chagiya….." wookie berdiri dari pangkuan jong woon yang masih terdiam menatapnya lalu melangkah menjauh.

"yak… chagiya….." kata jong woon tersentak lalu berdiri dan mengejar langkah wookie yang kini terkekeh

"katamu kau tak mau masuk kekamar kan…..?" wookie membalikan tubuhnya menatap jong woon yang kini berlari kecil berusaha meraihnya.

"yah…yah…. Kau mau membatalkan 'come back stage' kita lagi….?" Jong woon meraih lengan wookie dan ditarik kedalam dekapannya.

"hehe…. Kau sendiri yang memintaku memanjakanmu seperti woon-woon kan….? Aku kan tidak mungkin mengajari woon-woon 'come back stage' chagiya…." Wookie tertawa saat jong woon menggelitik pinggangnya.

"andwee….. andwee….. pokoknya aku harus mendapatkannya…."

"Kyaaa….. hyungie….." pekik wookie tertahan saat jong woon mengangkat tubuhnya.

"yah… chagiya, kau mau membangunkan orang sekorea, berteriak begitu….?" Dengus jong woon masih tetap mengangkat tubuh wookie.

"shiero….. sudah kubatalkan come back stagenya…." Ronta wookie dalam gendongan jong woon.

"jjinjaro….?" Jong woon berhenti melangkah dan menatap wookie dalam gendongannya.

"ne… sudah kubatalkan…." Jawab wookie mengangguk.

"kalau begitu pilih 'come back stage' malam inii atau ku re-schedule ulang come back stagenya dengan susunan acara seharian tak keluar kamar…? Hmm…?" jong woon menyeringai dan mengangkat kedua alisnya membuat wookie bergidik.

"omo…omo…omo…. Kau mau membuatku tak bisa berjalan….?" Wookie memprotes jong woon dengan gusar.

"kurasa sebulan lebih sudah cukup untukmu bisa berjalan dengan normal chagiya….. sekarang saatnya jong woon bekerja….." kata jong woon masih dengan seringaian khas diwajahnya.

"hyungie…. kalau kau membuatku tak bisa berjalan besok, aku tak akan pernah memberimu lagi….." hardik wookie saat tubuhnya dijatuhkan diatas ranjangnya.

"kalau kau tak mau memberiku…. Aku yang akan mencurinya darimu….." jong woon menaikan alisnya menatap wookie. "lagipula kau harus bertanggung jawab karena sudah membangunkan mahluk kecil yang tadi tertidur…." Jong Woon semakin mendekati tubuh wookie diatas ranjang.

'hahh….. paboya wookie… kenapa harus bicara seperti tadi….. jika besok kau tak bisa jalan maka itu salahmu sendiri…..' wookie hanya bisa menghela nafas pasrah menghadapi jong woon, ingin rasanya menarik kata-kata yang mengatakan ingin memanjakan jong woon dengan special performancenya.

"let's do it ryeowookie baby…."

.

.

4 hari sudah jong woon dan wookie berada di seoul, jong woon dan keluarga kecilnya kini berpindah kerumah hankyung setelah sebelumnya mereka menginap di rumah kangin dan leeteuk. Yah, hankyung, heenim dan yoona juga sangat ingin keluarga jong woon tinggal dirumah mereka. Karena itu 2 hari menjelang pernikahan siwon dan kibum jong woon dan keluarga kecilnya memutuskan singgah di rumah hankyung.

"ayo woon…. FIGHTIIING…!" teriak wookie mengangkat sebelah tangannya menatap sang putra memberi semangat.

Sore yang cerah ini digunakan jong woon dan wookie untuk mengajak woon-woon bermain tennis meja. Sungguh suatu kejutan bagi jong woon dan wookie, woon-woon bisa dikatakan hebat dalam permainan tennis meja, diusianya yang baru 5 tahun permainan woon-woon sudah sangat bagus.

"yeobo…. Mana semangat untuk suamimu….?" Protes jong woon saat wookie tak memberinya semangat.

"ne..ne… Jong-jong Fightiing….!" Kata wookie kini menatap sang suami yang tengah sibuk mengusap keringatnya.

"appa… you steal my supporter…." Teriak woon-woon menatap sinis kearah jong woon.

"yah… woon, he is also my supporter…. Share him with me…." Jawab jong woon dengan exspresi lucunya.

"No… he is just for me…." Teriak woon-woon lagi memprotes.

"yaiishhh….. kau itu apa tak bisa berbagi dengan appa mu…?" dengus jong woon menatap woon-woon.

Wookie hanya bisa tersenyum melihat tingkah kedua namja yang dicintainya itu. sudah tak asing lagi bagi wookie menghadapi jong-jong dan woon-woon, mereka terlihat justru seperti hyung dan dongsaeng bukan appa dan aegya. Sama-sama tak mau mengalah, sama-sama pecemburu, sama-sama manja dan kekanakan.

"ayo istirahat dulu…." Kata wookie menengahi keributan jong woon dan woon-woon.

"aaahhhhh….. lelaahh…" jong woon menjatuhkan dirinya terbaring diatas rumput dengan kepala dipaha wookie.

"wuuaaaaa….."

'BUGHH…..'

"aigoooo….." wookie tersentak kaget saat woon-woon menyambar tubuhnya dengan keras.

"woon-woon lelah…." Kata woon-woon bergelayut manja ditubuh wookie membuat wookie terkekeh.

"aegya umma bau….." wookie mengernyitkan hidungnya mencium pipi woon-woon. "keringkan keringatnya lalu mandi….." kedua tangan wookie terulur membelai kedua namja yang mengelilinganya.

"woon…. Come here…. We have to talking…." Jong woon bangun dari posisi rebahnya lalu meraih lengan woon-woon untuk mendekat.

"hey….hey… apa yang kalian berdua rencanakan…?" hardik wookie saat melihat jong woon membisikan sesuatu pada woon-woon.

"me first, and then appa…." Kata woon-woon menunjukan jarinya didada jong woon.

"no… appa first and then you…." Balas jong woon menirukan gerakan woon-woon.

"yah… kim jong woon… kim woon wook…. Apa yang kalian rencanakan….?" Hardik wookie lagi membuat kedua namjanya menoleh.

"Nothing….." jawab jong woon dan woon-woon kompak.

"haiisshh…. Berhenti menyusun rencana jahat untuk umma…." Wookie mengibaskan tangannya dihadapan suami dan anaknya "cepat mandi…. Kalian berdua bau…." Dengus wookie lagi.

"tapi kau yang memandikan kami… ne…?" kata jong woon mengangkat alisnya membuat wookie melotot.

"yah…hyungie….. bicara apa kau…." Kata wookie dengan galaknya mendengar penuturan jong woon.

"umma…. Let's take a bath together…. You, me and appa…." Suara kecil woon-woon semakin membuat wookie melotot.

"Mwo…? Us…? Take a bath together…?" ulang wookie menatap woon-woon.

"appa bilang jika mandi bertiga akan lebih mengasyikan…." Jawab woon-woon dengan polosnya.

'GLEKK'

"HYUUNGIIIEEE…"

.

.

TBC

To be continued bukan Tubercollossis.

.

.

Sorry, karena lama posting….
Pekerjaan numpuk dimeja jadi baru sempat posting sekarang….
postingnya langsung dihabisin kok sampai END….

sorry, gga bisa bales review satu persatu kayak biasanya…..
thanks buat yang udah review dan udah demo didepan rumah minta lanjutannya….

thank you very much…..
*BOW…BOW*