Hari ini aku melakukan penyelidikan kembali untuk kasus Baekhyun. Bersama dengan Jongdae hyung dan Minseok nuna, kami menuju rumah Baekhyun. Gadis itu masih di rawat dan di temani oleh ibunya. Kami pun sudah meminta izin sebelumnya untuk memeriksa rumah mereka.
"Kemarin pintu terkunci. Jika terkunci dari dalam, Baekhyun pasti bisa membukanya." Pikir Sehun.
"Ada seseorang yang menguncinya dari luar. Mungkin sudah direncanakan." Sambung Jongdae hyung.
"Apakah ada cctv disini? Itu akan membuat kerja kita mudah untuk menduga." Minseok nuna memperhatikan setiap sudut atap.
"Sepertinya tidak ada." Pikir Jongdae hyung.
"Kalian selidiki gas racun itu. Aku akan memeriksa dari luar rumah." Pintaku.
Aku keluar dari rumah Baekhyun. Ku perhatikan sekitar halaman. Kedua mataku menyipit untuk mempertajam pandanganku pada sebuah tiang listrik.
Cctv.
Terdapat cctv disana dan tepat menghadap pada pintu gerbang rumah Baekhyun.
Aku kembali masuk rumah untuk menghampiri mereka yang di dalam sana.
"Hyung, nuna!" Panggilku.
"Nde?" Balas Minseok nuna.
"Sepertinya kita bisa periksa cctv di luar sana." Ucapku.
"Ada cctv di luar sana?" Tanya Minseok nuna memastikan.
"Kebetulan cctv jalanan itu mengarah pada pintu gerbang rumah ini." Jawabku.
"Kalau begitu kita periksa cctv itu. Dan untuk benda gas beracun ini, aku akan kirim pada petugas polisi lainnya untuk memeriksa sidik jari." Ucap Jongdae hyung.
Dengan segera kami menuju ruang pantau cctv.
Kami pun sudah berada di ruang cctv milik warga sekitar.
Untuk kali ini aku mengambil alih monitor cctv.
"Ini ketika aku dan tim kepolisian datang." Gumamku fokus pada monitor ini.
"Eoh? Yang di belakang sana siapa? Dia memanjat pagar rumah Baekhyun." Tanya Minseok nuna menunjukkan jarinya ke objek tersebut.
"Sepertinya itu Chanyeol ketika ikut menolong." Jawabku.
"Mwo? Tapi bukankah dia sedang di tahan?" Pikir Jongdae hyung.
"Dia melarikan diri hanya untuk menolong Baekhyun. Karena saat Baekhyun menghubungiku, aku sedang bersama Chanyeol."
"Apakah mafia itu menyukai Baekhyun? Karena dia begitu peduli pada gadis itu." Pikir Minseok nuna.
Aku memundurkan waktu rekaman tepat saat sebelum kejadian itu.
Dapat ku lihat Baekhyun keluar dari rumah dan lupa menarik kuncinya kembali dan pintu dibiarkan begitu saja.
"Aigoo...dia begitu ceroboh." Gumam Minseok nuna.
Aku memperlambat gerakan rekaman ini ketika melihat sebuah mobil terparkir di depan gerbang lalu dua orang serba hitam masuk ke dalam rumah Baekhyun.
"Sepertinya mereka diperintahkan seseorang." Pikir Jongdae hyung.
"Nuna, catat plat mobil itu." Pintaku memperbesar gambar tepat pada mobil tersebut.
Tak lama kemudian, mobil itu menjauh dari gerbang rumah ketika Baekhyun kembali pulang. Saat gadis itu masuk, orang tersebut menguncinya dari luar lalu melarikan diri bersama mobil itu.
"Baiklah kita sudah mempunyai satu bukti." Ucapku beranjak dari kursi.
"Sekarang kita ke kantor untuk penyelidikan selanjutnya." Ujar Jongdae hyung.
"Mmm...untuk masalah ini ku serahkan pada kalian. Jika sudah mendapat kejelasan lebih, hubungi aku lagi." Ucapku.
"Baiklah! Kami pergi nde..." Seru Minseok nuna.
Skip time
Selesai penyelidikan, aku kembali ke rumah sakit tempat Baekhyun di rawat.
Ku lihat dia sudah sadar dan sedang berbicara dengan ibunya.
Perlahan aku mengetuk pintu sebelum masuk.
"Apakah aku menggangu?" Tanyaku.
"Eoh? Sehun-ah?" Panggil Baekhyun tersenyum padaku.
"Kami sudah menyelidiki rumah."
"Gomawo. Kau selalu membantu dalam kasusku." Balas Baekhyun.
Ibu Baekhyun keluar dari ruangan untuk membawakan makan siang. Dan sekarang hanya tinggal kami berdua.
"Aku sudah memeriksa cctv jalanan. Dan mendapatkan satu bukti untuk penyelidikan ulang." Jelasku.
"Mmm...sebelum aku pingsan, apakah benar yang menolongku adalah Chanyeol? Karena ku pikir aku hanya berhalusinasi." Tanyanya.
"Kau benar! Dia melarikan diri dari sel tahanan hanya untuk menolongmu dan memastikan kalau kau baik-baik saja. Setelah itu dia kembali di tahan."
"Dia sangat mengkhawatirkanmu."
"Bagaimana dia bisa tau aku dalam bahaya?"
"Karena ketika kau menghubungiku, dia mendengarnya. Saat itu aku sedang bersamanya. Dan dia memintaku untuk ikut menolongmu. Tapi aku menolaknya karena dia sedang dalam masa tahanan. Dan dengan tekadnya, dia berhasil melarikan diri."
"Dia sangat cepat bertindak hingga kau terselamatkan."
"Tapi--"
"Tapi kenapa?"
"Dokter tidak mengatakan apapun padamu?"
"Aku baru sadar 2 jam lalu. Apa yang dokter katakan?"
"--ada yang tidak terselamatkan."
"Apa maksudmu?"
"Janin yang ada di dalam rahimmu. Tanpa kau sadari, kau sedang hamil 2 minggu Baek. Dan dia tidak terselamatkan karena kau menghirup racun itu cukup lama." Jelasku.
Aku melihatnya terkejut dengan kedua mata berkaca-kaca. Liquid bening itu turun begitu saja pada kedua pipi Baekhyun.
"J-jadi aku h-hamil?" Tanyanya yang ku respon dengan anggukan kepala.
Tangis itu semakin deras dalam diam.
"Besok sidang akan kembali di lanjutkan. Dan kepolisian akan menyelidiki kasus ini dengan tuntas."
"Aku berharap masalah ini cepat selesai dan kalian menangkap pelaku yang benar." Ucap Baekhyun dengan suara rendah.
Aku meraih bahunya lalu menepuk pelan untuk menenangkan gadis ini.
"Tenanglah Baek, semuanya akan terselesaikan dengan baik. Istirahatlah yang cukup."
"Mmm...sepertinya setelah ini aku akan menemui Chanyeol. Karena dia memintaku untuk mengabari keadaanmu."
"Bisakah aku titip sesuatu untuknya?" Pintanya.
"Titip apa?"
Gadis ini mengambil sesuatu dari saku bajunya.
"Berikan choker ini padanya. Ini adalah pemberian darinya."
"Katakan padanya, simpan choker ini. Dan anggap aku selalu bersamanya. Aku selalu mendoakan yang terbaik untuknya." Ucapnya memberikanku sebuah choker hitam.
"Baiklah! Akan ku berikan ini padanya." Balasku.
"Manhi gomapta Sehun-ah!" Serunya tersenyum manis.
Skip time
Sore menjelang malam aku kembali menemui Chanyeol pada sel tahanan.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Chanyeol.
"Dia sudah siuman sejak pagi tadi. Dan nafasnya sudah kembali normal."
"Apakah dia tau soal janin itu?"
"Aku telah memberitahunya."
Aku mengambil choker pemberian Baekhyun dari saku jaketku. Ku berikan kembali kalung ini untuk Chanyeol.
"Dia memintaku untuk mengembalikan choker ini padamu. Dan anggaplah dia selalu bersamamu ketika kau menyimpan choker ini." Jelasku.
Ku lihat namja ini terdiam memandang choker hitam itu yang sudah di genggamannya.
"Ini pasti sangat berat untuk kalian. Tapi jika takdir berkehendak untuk mempersatukan kalian lagi, mungkin kalian tidak akan terpisah untuk kesekian kali."
"Kau tau? Sebenarnya aku sangat membencimu Oh Sehun. Aku sangat cemburu ketika kau dekat dengan Baekhyun. Ku pikir kau menyukai gadis itu."
"Bagaimana jika aku menyukainya? Byun Baekhyun adalah orang yang sepertinya membuat para namja jatuh hati padanya." Godaku menahan tawa dihadapan mafia ini.
"Ku patahkan tulang ekormu jika aku keluar darisini." Ancamnya lalu tertawa kecil.
Aku cukup terkejut melihatnya tertawa seperti itu. Sepertinya dia mulai jinak hingga bisa diajak bercanda. Aku pun ikut tertawa bersamanya.
"Besok adalah sidang kedua atau bisa saja sidang penutup. Semoga penyelidikan kasus Baekhyun kemarin selesai. Dan berdoalah agar hukumanmu di ringankan."
"Kau tau? Gadis pujaanmu selalu berdoa untukmu. Jadi perbaiki dirimu mulai sekarang Park Chanyeol." Celotehku.
Ku lihat dia hanya tersenyum simpul dengan ucapanku.
TBC~
