Disclaimer: Tsukiuta by Fujiwara dan JIku

Tidak ada keuntungan yang diambil dari pembuatan fanfiksi ini. Semuanya murni untuk senang-senang saja.

Notes:

- Canon compliant

- Slight mention of other Universe. Yuk coba ditebak-tebak apa aja :)))

DLDR as usual.


XXI

「Dreams」

Canon compliant + AUs

.

Enjoy Reading


Shun sering sekali memimpikan Procella dan Gravi di dunia lain.

Mimpinya bermacam-macam. Kadang menyenangkan, kadang mengerikan. Kadang manis bagai gula-gula, di lain waktu terasa pahit memuakkan. Satu hari, mimpinya bisa saja menyenangkan, namun berubah mengerikan di tengah-tengah dan Shun terbangun dengan jantung berdebar kencang. Di lain hari, mimpinya terasa menyesakkan, namun berubah manis hingga Shun terbangun dengan senyum, kendati dia sudah tak ingat lagi mimpinya apa.

Kadang-kadang, Shun bermimpi tentang dunia dimana separuh dari Gravi dan separuh dari Procella adalah manusia biasa yang semacam onmyouji sementara yang lainnya adalah sejenis.. Makhluk gaib. Mereka menjalin kontrak satu sama lain, sehingga setiap partner kombi terdiri atas satu manusia dan satu mahluk gaib itu. Perjanjian dilambangkan dengan dua ekor panda yang melambangkan diri masing-masing, dipegang oleh partner kontrak mereka.

Di lain waktu, dia bermimpi dimana Gravi dan Procella adalah musuh. Gravi adalah bajak laut, sementara Procella adalah tentara angkatan laut dari sebuah kerajaan. Procella ditugaskan untuk mengalahkan Gravi, tapi dengan seringnya mereka bertemu di tengah lauh, kedua belah pihak malah menjalin hubungan musuh tapi akrab. Hubungan yang malah membuat kedua belah pihak menemukan kesenangan di tengah lautan luas.

Tapi Shun tidak begitu suka ketika dia bermimpi tentang sebuah dunia yang diambang kehancuran, dengan mereka semua sebagai pemberontak yang berusaha mencegah kehancuran. Shun tidak suka mimpi yang ini karena You dan Arata sakit dalam dunia yang ini dan tidak memiliki umur panjang. Tangisan pilu Aoi dan Yoru pada malam bulan purnama di tengah guguran kelopak sakura sering terbawa hingga ketika ia bangun.

Mimpi tentang dunia dimana mereka terbagi menjadi dua kerajaan, dengan telinga dan ekor kelinci kadang membuat Shun tidak tahu mau merasakan apa. Di satu sisi, kedua kerajaan mereka adalah pihak yang bermusuhan. Tapi Shun juga memimpikan dimana kerajaan keduanya hancur dan dia dan Hajime gugur dan peperangan tidak pernah berhenti bergantian dengan ketika kerajaan keduanya berdamai dan menjalin hubungan baru kemudian mereka hidup dalam dunia yang akhirnya damai.

Tapi seberapapun menyedihkannya mimpinya, Shun tidak pernah keberatan. Sekalipun ia bermimpi menjadi kucing manja yang hidup dalam kemewahan, sekalipun ia bermimpi menjadi tentara yang hidup dalam peperangan abadi dengan monster ditemani familiar harimau kesayangannya, sekalipun dia bermimpi menjadi seorang vampir dan tinggal di dunia bawah bersama yang lain.

Mimpi adalah bunga tidur. Entahkah apa yang Shun liat adalah mimpi belaka atau kehidupan mereka di dunia lain, Shun akan menerimanya dengan terbuka.

Karena yang terpenting adalah Shun hidup di dunia ini, bersama teman-temannya, dan baik-baik saja.

Itu saja cukup.