Sampaikan perasaan cintamu yang tidak sempat kau sampaikan selama 12 bulan ini, karena belum tentu di tahun 2018 kau bisa menyampaikannya

Author so bijak padahal aslinya jomblo akut ._. author lagi ngenes tingkat dewa nih !!!

Chapter sebelumnya...

Terumi_Mei Thank you for a perfect night, @UchihaSasuke

"Shit !!!" Sasuke menggeser gambar tersebut, sial !! itu semua gambarnya bersama Mei saat makan malam tadi, dan foto Mei yang sedang menciumnya.

Selama perjalanan menuju bandara, Sasuke tidak ada hentinya mengumpati seseorang di sebrang panggilannya. Ya dia menghubungi semua kaki tangannya untuk membereskan semua berita itu dan meghukum Mei Terumi atas penyebaran gambar tak pantas.

Itachi dan Naruto hanya mengabaikan tingkah Sasuke yang menurut mereka berlebihan. Menurut mereka jika kabar itu sudah terlanjur sampai pada Hinata, Sasuke tinggal minta maaf pada Hinata lalu menjelaskan semuanya tanpa perlu repot-repot mengumpati orang-orang tak bersalah diujung telepon.

"Sasuke, selesaikan urusan mu sebelum naik ke pesawat. Aku tidak ingin kabar seorang Uchiha mengganggu penerbangan dari Swiss ke Konoha memenuhi halaman depan koran besok pagi." Ujar Itachi tak acuh.

"Hn." Balas Sasuke singkat tanpa menatap Itachi, tangannya tetap terfokus pada ponselnya.

HER REAL MASK

Warning: OOC, TYPOS, CRACKED- PAIR, etc

Rate: M

Disclaimer: Naruto Belonging Masashi Kishimoto

DON'T LIKE DON'T FLAME

DON'T LIKE DON'T FLAME

DON'T LIKE DON'T FLAME

Coba baca lagi deh siapa tau jadi suka . *author maksa*

LAST EPILOG !!

Sebuah panggilan masuk pada ponsel Neji, ia pun menghentikan aktivitasnya memperhatikan Hinata dan Sasori. "Hn, apa ??"

Suara Sai dan beberapa orang disekitarnya terdengar sangat berisik, "Buka instagram dan facebookmu sekarang, dan block kabar mengenai Sasuke !! itu semua hoax !! jangan sampai Hinata mengetahuinya atau semua yang sudah kita rencanakan akan gagal."

Neji mengalihkan sejenak panggilannya dan Sai lalu membuka aplikasi facebook. Neji terbelalak melihat ribuan like, share, dan komentar pada postingan itu. kemudian Neji membuka aplikasi instagram, hampir 10 ribu like dan 2.800 komentar memenuhi postingan itu. Neji kembali menyambungkan panggilannya, "Sai, urus semuanya, jangan sampai ada yang tersisa."

"Kau mengatakan yang sama dengan Sasuke, tenang saja hacker ku sedang mengatasinya."

"Akan ku tunggu kabar selanjutnya." Pip. Neji pun mematikan panggilannya lalu kembali melirik Sasori dan Hinata yang sedang berfoto dengan ponsel Sasori. Semuanya diluar rencana Neji dan Hiashi, mereka hanya berencana untuk menguji Sasuke dengan cara mengirimnya ke Swiss dan mengirim sepupunya, Sasori ke mansion Hyuuga.

Sebenarnya setahun yang lalu tepat saat malam pengungkapan jati diri Hinata, keluarga Hyuuga mengadakan pertemuan dengan keluarga Uchiha di salah satu restoran mewah di Konoha. Itu adalah gagasan dari Fugaku dan Mikoto, ya Fugaku melamarkan Hinata untuk Sasuke namun Hiashi mengajukan syarat bahwa dia ingin melihat perkembangan hubungan Sasuke dengan Hinata selama satu tahun ke depan.

Namun baru saja Hiashi kembali dari pertemuan itu, dia menemukan Sasuke dengan tidak tahu dirinya mencumbu Hinata di mansion Hyuuga. Hiashi mengetahui track record Sasuke sebagai cassanova nomor satu di Konoha setelah Itachi mengundurkan diri dan memutuskan untuk setia pada seorang wanita.

Jangan sampai kabar ini sampai pada Hinata dan Hiashi atau akan terjadi perang besar antara Uchiha dan Hyuuga.

"Saso-kun tandai aku," ujar Hinata sambil merengek saat Sasori hendak memposting fotonya bersama Hinata.

"Baiklah...baiklah...berhenti merengek Hime... kau semakin menggemaskan jika merengek seperti itu..." Sasori mencubit pipi Hinata untuk menutup ucapannya.

LAST EPILOG

Media sosial dibuat heboh selama satu jam oleh foto yang di posting oleh Mei Terumi, namun pada satu jam berikutnya berita itu sudah hilang berganti dengan sebuah foto cincin berwarna putih yang di posting pada instagram Sasuke. Bahkan hasil share orang-orang yang mengaku fans Sasuke pun sudah menghilang tanpa jejak. Sasuke hanya berharap tidak ada yang

Uchihasasuke Don't worry, I just for you

Dengan caption sederhana itu Sasuke berhasil mendapatkan 18.765 love dan 4.000 komentar dalam waktu 1 jam. Kebanyakan komentar dari para wanita berisi ucapan kekecewaan karena Sasuke yang memilih serius dengan kekasihnya.

Namun saat Sasuke melihat kabar berita, seorang laki-laki berambut merah dengan nama instagram Akasuna_Sasori memposting beberapa foto bersama dengan Hinata dan mentag Hinata. Sasuke berang dan langsung menelusuri profil orang tersebut. Tidak ada yang istimewa, hanya ada 27 postingan foto yang kebanyakan berisi kegiatan kepolisian Suna, melihat beberapa komentar dalam postingan Sasori, ia dapat menyimpulkan bahwa laki-laki berambut merah itu adalah kepala kepolisian Suna.

Foto yang di posting beberapa jam lalu membuat Sasuke meremas ponselnya dengan geram. Hanya dua buah foto yang di posting, satu foto bersama Hiashi dan satu foto bersama Neji. Sebenarnya siapa laki-laki ini ?? kenapa dia bisa berfoto dengan Neji dan Hiashi, terutama Hiashi. Karena berkali-kali Sasuke meminta berfoto dengan Hiashi untuk meyakinkan media bahwa mereka berdua akur, tidak pernah dikabulkan oleh Hiashi. Tapi, laki-laki ini dengan mudahnya mendapatkan foto dengan sang calon ayah mertua.

Sasuke teringat kejadian beberapa tahun yang lalu saat Hinata baru pindah ke Konoha internasional high school, dimana seorang laki-laki berambut merah juga mencari masalah padanya. Dan sekarang dia kembali akan bermasalah dengan laki-laki berambut merah.

Sasuke kembali memperhatikan postingan laki-laki itu bersama Hinata, Sasuke sedikit menghela napas sambil mengucapkan syukur dalam hati karena Hinata masih mau mengenakan piama satin putih yang ia berikan saat white day tahun lalu. Mungkin Hinata tidak terlalu marah padanya saat ini.

Saat itu Mikoto dan Konan memintanya dan Hinata untuk melakukan foto studio sebagai kenang-kenangan white day. Sasuke dan Hinata pun melakukannya, namun dengan jahilnya Itachi menyuruh mereka mengenakan piama couple itu sejak dari rumah hingga menuju foto studio di tengah mall Konoha, dan Hinata ikut menjahili Sasuke dengan menyuruhnya membawa boneka beruang putih besar yang diberikan Sasuke dua minggu sebelumnya.

Sasuke terlihat sangat manis saat itu, meskipun senyuman Sasuke terlihat seperti senyum psikopat. mereka terlihat seperti pasangan pengantin baru.

Sasuke kembali ke dunianya, dia sedikit menyesal tidak mempublikasikan foto itu dan mengatakan pada dunia bahwa dia memiliki semua hal dalam diri Hinata, begitu pun Hinata memiliki semua hal dalam dirinya.

"Tidurlah ototou, Sai pasti sudah membereskan semuanya... masih ada 14 jam lagi sebelum kau sampai di Konoha." Ujar Itachi sambil memperbaiki posisinya.

"Beristirahatlah Sasuke, kau tidak akan bisa menemui Hinata jika kau kelelahan dan Hinata tidak akan menemuimu jika kondisimu kacau." Tambah Naruto yang sedang memejamkan mata.

"Aku pikir kau sudah pergi ke neraka setelah tahu jalang sialan itu berniat merusak hubunganku dengan Hinata." Ah Sasuke, tidak bisa kah kau sedikit perhalus ucapanmu itu ?? Naruto sudah dengan senang hati mendengar keluhan dan umpatanmu selama dua hari ini dan kau tetap membalasnya seperti itu.

"Berisik," balas Naruto setengah bergumam, "Sekarang aku menganggap Hinata adikku jadi kau tidak perlu terus-terusan mencurigaiku."

"Oh sister complex semacam itu ??"

"Sasuke !!" desis Itachi tajam untuk menghentikan keributan yang mulai dibuat adik bungsunya itu.

"Seharusnya kau mencurigai laki-laki berambut merah itu bukan aku..." dan setelahnya hanya terdengar dengkuran halus dari Naruto.

"Tidur. Sekarang." perintah Itachi, dan dengan malas Sasuke pun memperbaiki posisi tempat duduknya dan mengambil selimut yang berada didepannya.

'Aku tidak akan tenang sebelum bisa menemui Hinata.' Batin Sasuke.

LAST EPILOG

Ada yang aneh dengan ponsel Hinata, sejak Sasuke pergi sinyal pada ponselnya menunjukan tanda silang. Ia tidak bisa meneria telepon atau pun pesan dari Sasuke, padahal dia berniat meminta oleh-oleh coklat Swiss dari Sasuke.

Pukul dua dini hari Hinata tebangun karena tenggorokannya yang terasa kering, Hinata pun turun ke dapur untuk mengambil minum dan di sudut pantry Neji tengah duduk sambil membaca buku dengan senter kecil. Di rumah keluarga Hyuuga lampu utama akan dimatikan setelah para penghuni tertidur, dan lampu-lapu kecil akan menerangi di sudut ruangan dan lorong.

"Nii-san." Panggil Hinata setelah menyelesaikan minumnya.

Punggung tegap Neji tiba-tiba menegang, dengan gerakan slow motion Neji membalikan tubuhnya dengan ekspresi horor, "Hi... Hinata..." ujarnya terbata.

Nyaris saja Hinata tertawa saat mendengar ucapan terbata dari kakaknya yang memiliki harga diri tinggi, "Apa yang nii-san lakukan disini ??"

Neji menutup bukunya, "Harusnya nii-san yang menanyakan itu padamu, kenapa jam segini kau berada di dapur ??"

"Nii-san tidak perlu mengalihkan pembicaraan karena nii-san gugup, aku haus jadi aku turun."

"Hn."

"Nii-san !! jangan menggunakan konsonan itu seperti Sasuke !!"

Neji menaikkan sebelah alisnya, "Kau merindukannya ??"

Wajah Hinata tiba-tiba merona meskipun dalam cahaya remang-remang Neji dapat melihatnya, sebesar itukah efek ucapannya ?? Hinata memalingkan wajahnya, "Hey, nii-san..."

"Hn ??" lagi-lagi Neji ingin menggoda adik kesayangannya.

"Hmmmmmny..." Hinata bergumam kesal sebelum bertanya, "Apa sinyal di rumah kita sedang bermasalah ??"

"Tidak, ponsel ku baik-baik saja." Neji mengeluarkan ponsel hitamnya dan menunjukkannya pada Hinata. Benar saja sinyal pada ponsel Neji penuh dan terhubung ke internet, Hinata mencoba menghidupkan wifi pada ponsel Neji dan ternyata dapat menangkap menangkap sinyal wifi di rumahnya.

"Apa ponselku rusak ??" tanya Hinata lebih kepada dirinya sendiri.

"Mungkin." Jawab Neji tak acuh sambil mengambil kembali ponselnya, "Memang ada apa ??"

"Apa Sasuke menghubungi nii-san ??"

"Tidak," Neji berusaha menutupi kabar yang tersebar beberapa jam yang lalu dan dia bersyukur bahwa ponsel Hinata tidak dapat menangkap sinyal, jadi kemungkinan kabar itu tidak sampai pada Hinata. "Sebaiknya kau kembali ke kamarmu, masih lama waktu mu untuk bangun..." Neji pun bangkit hendak mengantar Hinata ke kamar.

"Nii-san tidak perlu mengantarku,"

"Aku hanya menggantikan posisi si pantat ayam, aku takut sesuatu terjadi sesuatu padamu..."

"Tapi, nii-san..." ucapan Hinata terhenti saat telunjuk Neji menempel pada bibirnya.

LAST EPILOG

Sasuke benar-benar kesal saat ini, ponsel Hinata tidak dapat dihubungi sejak dia mendarat di Konoha. Saat di kampus dia tidak menemukan Hinata, dia malah menemukan wanita yang membuat masalah dengannya beberapa hari lalu. Tanpa banyak bicara Sasuke melayangkan sebuah tamparan dan berbagai umpatan pada wanita itu, dan setelah di selidiki wanita itu adalah adik tiri Mei Terumi yang sengaja di kirim untuk merusak hubungannya dengan Hinata. Dan tanpa Sasuke sadari wanita itu sudah memblok beberapa settingan dalam ponsel Hinata sehingga Hinata tidak dapat berinteraksi dengan dunia luar.

Sementara itu di Konoha mall...

"Sasori-kun... kenapa harus sekarang ?? aku ada kuliah siang ini..." rengek Hinata sambil tetap mengikuti langkah Sasori memasuki Konoha mall.

"Aku akan pulang ke Suna besok, jadi aku tidak bisa menemanimu belanja..." Sasori menghentikan langkahnya sejenak saat mencari lift, "Sudah lama kita tidak berjalan bersama seperti ini, aku merindukannya..." wajah Hinata tiba-tiba merona mendengar ucapan Sasori dan menghentikan gerutuan tak jelasnya.

Sementara itu seorang laki-laki berambut hitam denan kacamata hitam menempel pada wajahnya sejak tadi memperhatikan mereka dan mengangkat ponselnya untuk menelepon seseorang. "Sasuke, Hinata berada di Konoha mall dengan seorang laki-laki berambut merah, mereka menuju lantai 3 tempan penjualan ponsel." Orang itu pun menutup panggilannya setelah mendapatkan umpatan keras dari Sasuke.

"Sialan, Hime !! aku akan menyusulmu." Setelah mengatakannya Sasuke pun pergi menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.

LAST EPILOG

"Sekarang kau mau kemana ??" tanya Sasori setelah keluar dari toko ponsel.

"Sebaiknya Sasori-kun mengantarku ke kampus, setidaknya aku harus mengisi absen."

"Hmmm... baiklah..."

"Hinata !!" panggil seseorang dari belakang mereka. Hinata dan Sasori pun membalikan tubuh mereka untuk melihat siapa yang memanggil Hinata. Dan disana sudah berdiri Sasuke dengan menggunakan kaos berwarna hitam yang terbalut kemeja berwarna biru dongker dan celana jeans berwarna senada dengan kemeja yang ia kenakan. Penampilan Sasuke tidak terlihat baik, menurut Hinata. Tapi menurut wanita yang berseliweran disekitarnya, Sasuke terlihat sangat seksi, apalagi rambut buntut ayamnya terlihat sedikit berantakan dan kemeja yang ia gulung asal.

"Ada apa dengan pacarmu ?? bukan memberi tatapan rindu, dia malah terlihat seperti ingin memakanmu hidup-hidup." Celetuk Sasori sambil memperhatikan langkah Sasuke yang tergesa-gesa. Wajahnya tetap datar tetapi gurat kemarahan dan kekesalan tidak dapat ia tutupi.

Ketika mereka hanya berjarak beberapa langkah, tanpa babibu Sasuke langsung melayangkan sebuah pukulan tepat pada wajah Sasori. Sontak itu membuat keributan di mall.

"Sasuke !! apa yang kau lakukan ?!!" Hinata berjalan mendekati Sasori, namun Sasori lebih dahulu berdiri dan menerjang Sasuke sambil menempelkan mulut pistolnya pada pelipis Sasuke.

Sasuke yang jatuh terlentang, dia tertawa lepas seperti psikopat, "Oh, jadi seperti ini tingkah kepala kepolisian Suna ?? jalan-jalan di mall dengan kekasih orang lain dan mengarahkan pistol kesayangannya pada seorang Uchiha, berani sekali kau !!"

Sasori menggeram kesal, "Aku tidak peduli siapapun kau, ini bukan di Suna, jadi aku bebas membunuhmu meskipun kau seorang Uchiha."

Hinata menarik Sasori dari tubuh Sasuke, kemudian menatap tajam pada Sasuke, "Apa yang kau lakukan, Sasuke ??"

Sasuke merubah posisinya menjadi terduduk, dia terkekeh pelan, "Justru aku yang harusnya menanyakan itu padamu !! apa yang kau lakukan dengan setan merah itu disini hah ?!! disaat aku kerepotan mencarimu, kau malah bersenang-senang dengan dia !!!" Sasuke menunjuk Sasori yang sudah berdiri di samping Hinata. Sungguh posisi Sasuke saat ini benar-benar tidak elit, dia terduduk dilantai sedangkan Hinata sedikit membungkukkan tubuhnya.

"Kau bahkan mengabaikan semua panggilan dan pesanku, apa sebenarnya yang terjadi dengan mu selama aku pergi hah ?!!" lanjut Sasuke masih bersungut-sungut.

"Jika kau ingin tahu, kau bisa bertanya. Bukan melakukan hal bar-bar seperti ini !! kau bahkan melukai Sasori-kun !! dimana otak mu Sasuke ??"

Sasuke pun berdiri dan mendekati Hinata, hingga mereka hanya berjarak satu langkah, "Tidak ada waktu untuk kau menjelaskannya !!"

Mata Hinata membesar, lapisan bening air mata mulai menyelimuti bola mata Hinata, "Apa maumu Sasuke ?? kenapa seperti ini ??"

Sasuke terhenyuh melihat air mata Hinata yang hampir keluar dari pelupuk mata Hinata, 'Apa aku keterlaluan ??'

Sasuke mengambil bungkusan dari tangan Hinata lalu melemparnya asal, "Jika hanya untuk membeli bungkusan seperti itu, kau bisa menghubungiku Hime !! tidak perlu dengan setan merah itu."

Hinata membelalakan matanya lagi saat bungkusan yang berisi ponsel barunya berhamburan di lantai, "Sasuke !! kau benar-benar keterlaluan !!" Hinata menghela napas sejenak sebelum mengeluarkan semua amarahnya pada Sasuke, "Dengar Sasuke !! kau hanya perlu mendengarkan !! ponsel ku rusak sejak kau dan aku bertengkar..."

Deg...

Tiba-tiba jantung Sasuke terasa berhenti berdetak saat Hinata tidak mengatakan kata 'kita', tidak seperti yang biasa ia lakukan.

"... Kau pergi kemari dengan Sasori-kun, karena ini hari terakhirnya di Konoha, besok Sasori-kun akan kembali ke Suna."

Lagi-lagi jantung Sasuke terasa tidak berdetak saat Hinata mengucapkan nama Sasori dengan akrab, sedangkan sejak tadi Hinata hanya memanggil namanya tanpa embel-embel apapun.

"... dan sekarang setelah tahu semuanya, kau akan meneriakiku tanpa alasan yang jelas lagi ?? aku kecewa padamu !!" pertahan Hinata sudah final, air mata Hinata jatuh menuruni pipinya dan Sasuke sempat melihatnya.

Hinata tahu sejak awal Sasuke adalah laki-laki posesif, pencemburu, keras kepala, egois dan berbagai sifat lain yang diturunkan oleh keluarganya. Namun untuk kali ini tidak bisa Hinata tolerir lagi, Sasuke benar-benar keterlaluan, dia bahkan memukul anggota keluarganya yang tidak bersalah. Hinata pun membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Sasuke. Biarlah untuk kali ini dia mempermalukan keluarga Uchiha. Itu salahnya sendiri.

Baru lima langkah Hinata meninggalkan Sasuke, sepasang tangan yang Hinata sangat kenal melingkar pada tubuhnya. Jika saja sauke tidak melakukan tingkah bar-bar seperti tadi mungkin Hinata akan membalikkan tubuhnya dan memeluk Sasuke, tapi batinnya menolak.

"Maafkan aku Hime..." air mata Sasuke membasahi rambut Hinata. Hey kenapa Sasuke yang menangis ??

"Maafkan... maafkan aku... aku berdosa..."

Dan kata berdosa itu terdengar oleh seseorang disekitar mereka, "Apa yang sudah kau lakukan pada Hinata hah ?!!" bentak Neji yang entah sejak kapan berada di sekitar mereka dan kata berdosa itu ditanggapi lain dalam otak Neji.

Sasuke tidak menanggapi bentakkan Neji, ia malah mengeratkan pelukkannya pada Hinata. Fugaku, Mikoto, Itachi, Hiashi, Hikari, dan Hanabi sudah berdiri disekitar mereka, beberapa menit yang lalu saat mulai terjadi keributan, security menelepon Fugaku. Kebetulan sekali keluarga Uchiha dan Hyuuga sedang mengadakan pertemuan membahas pertunangan Hinata dan Sasuke di salah satu restoran mewah yang tidak jauh dari Konoha mall.

"Maafkan aku... aku kalap... aku membentakmu... aku... aku hanya terlalu merindukanmu... aku takut... aku panik saat kau tidak bisa ku hubungi... aku kesal saat kau bersama setan merah itu... aku... aku..."

"Hentikan Sasuke, lepaskan pelukanmu..." ujar Hinata menahan isak tangis.

"Tidak akan !! aku tahu kau juga merindukanku..." astaga !! disaat seperti ini pun Sasuke masih bisa menyombongkan diri.

"Sasuke..."

"Ku mohon..." untuk pertama kalinya Sasuke memohon pada orang lain selain ayah dan ibunya.

"Dia benar-benar Uchiha." Ujar Fugaku tanpa sadar sambil terus memperhatikan adegan di hadapannya.

"Maksudmu benar-benar Uchiha karena membuat putriku menangis ??" tanya Hiashi kesal.

"Anata, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka dengan cara mereka. Bukankah jika mereka nanti menikah, masalah yang mereka hadapi akan lebih rumit dari ini ??"

Hiashi mendesah pelan, beruntung dia memiliki seorang istri yang penyabar dan selalu dapat menenangkannya. Ya sepertinya benar, biarlah Sasuke dan Hinata menyelesaikan masalah mereka. Jika pun mereka harus berpisah itu sudah takdir dan jika mereka tidak berpisah maka pesta pertunangan akan dilakukan seminggu setelah pernikahan Itachi.

"Neji, Sasori... kemari..." ujar Itachi sambil menggerakkan tangannya, dengan dongkol kedua orang itu berjalan menjauhi Sasuke dan Hinata.

"Aku mencintaimu..." akhirnya aku mengatakannya, batin Sasuke berteriak kegirangan.

Hinata tahu jika Sasuke mencintainya dari segala tingkahnya, ya Hinata hanya memerlukan ini dari Sasuke, ungkapan perasaan secara langsung.

Sasuke membalikan tubuh Hinata, lalu sedikit menurunkan tubuhnya untuk berlutut dihadapan Hinata, "Aku tahu, aku bukan laki-laki yang baik untuk mu... tapi bukan berarti aku tidak pantas untuk mu." Sasuke mengeluarkan sebuah kain beludru yang berisi cincin yang ia beli di Swiss.

"Ma-maukah kau menjadi istriku ??"

Demi apapun itu Neji dan Sasori benar-benar ingin tertawa mendengar ucapan Sasuke yang terbata-bata dan Itachi... "Hey Sasuke !! aku yang akan menikah bukan kau !!" dan hampir semua orang yang berada disana memberikan death glarenya pada Itachi, jika saja Konan berada disana, Itachi pasti akan habis-habisan dimarahi hingga sampai di mansion. Beruntunglah Konan sedang dikurung di rumahnya hingga hari pernikahannya dengan Itachi. Tapi benar-benar keterlaluan, Itachi merusak suasana romantis yang sudah Sasuke buat.

"Abaikan yang di katakan aniki, jadi Hime..." ah suara Sasuke berubah menjadi manis dan lembut. "Bagaimana jawabanmu ??"

Hening sejenak...

Satu menit...

Dua menit...

Tiga menit...

"Hime..." ujar Sasuke tidak sabaran.

Empat menit...

Lima menit...

"Aku juga mencintaimu, Sasuke-kun..."

Sasuke langsung berdiri dengan binar bahagia menyelimuti wajahnya lalu memasangkan cincin dalam wadah beludru itu pada jari manis Hinata.

Sasuke pun memeluk Hinata dengan erat, "Meskipun jawaban itu bukan yang ingin aku dengar, tapi aku bersyukur kau mau mengucapkannya..."

Hinata membalas pelukkan Sasuke sambil sedikit mengangkat kepalanya, "Sasuke-kun kau menghancurkan ponsel baruku..."

Sasuke menggeram kesal, lagi-lagi ada yang merusak suasana romantisnya, Sasuke pun menenggelamkan Hinata dalam dadanya, "Kau tenang saja, karena kau memiliki calon suami yang bahkan bisa membeli ponsel bahkan dengan pabriknya sekaligus."

Dan pada detik itu juga Hinata ingin mengumpat di depan wajah sombong Sasuke.

THE END

Alohaaaaa akhirnya FF Her Real Mask, real end !! jangan ada yang minta tambahan lagi lho... aku mau lanjut ff HDH yang bakal UP tanggal 2 nanti...

Oh iya Happy new year masih jauh thor -_- yaelah aku takut engga keburu ngucapin wkwkwk... new year pada kemana nih ?? kalo aku Cuma diem di rumah nonton anime atau chat sama kontak yang di WA...

2017 akan segera berakhir, berarti ujian aku akan segera dimulai... pengen punya pacar iiih di tahun 2018 ._. asli ih bosen sendiri mulu, apalagi aku engga punya temen deket ._. dah ah ntar curhatnya kepanjangan...

Oh iya ada yang pernah baca novel Come Away With Me karya Kristen Proby ?? aku rencananya mau bikin FF dari novel itu, sebenernya cocoknya naruhina, tapi karena aku SHL jadi aku bikin pairingnya Sasuhina... asalnya mau bikin ffnya dari novel Fifty Shades Of Grey tapi aku liat udah banyak yang buat jadi yaudah deh ngambil novel itu... kalo kaliat liat author SH ada yang udah bikin kasih tau ya, biar nanti aku ganti novel...

READ AND REVIEW