Aku juga lupa kalau Kagami di Amrik hanya sampai kelas dua SMP di cerita aslinya. Tapi, di ceritaku kubikin dia pindah ke Jepang pas SMA-nya, gapapa yee~

Hem... warningnya udah semua aja deh, males banget ngetik, capcus yuk!


.

Chapter 20

2 hari sebelum liburan musim panas, malam hari di Bandara Narita, setelah ujian akhir semester a.k.a perang antariksa dalam kepalamu yang syukurlah hasil dari keseluruhan nilai ujianmu terselamatkan! Yeey~ *tepuk tangan*

Kamu sedang duduk di kursi depan pintu bandara yang bertuliskan 'Amerika' bersama Aomine, Kise dan Kuroko. Kalian sedang menunggu tamu istimewa (bagimu). Yap, Alexandra Gracia, Kagami Taiga dan Himuro Tatsuya.

"Duuuh, sampai kapan kita mau menunggu-ssu! Ini sudah 30 menit-ssu no!"

"Bersabarlah Kise-kun." kata si surai baby blue dengan tenangnya membaca buku

"Taku, uruse yo Kise! Jangan cerewet terus dari tadi!"

"Aominecchi juga cerewet dari tadi bolak-balik berdiri duduk-berdiri duduk! Aku pusing ngeliatnya-ssu!"

"Memang masalah buat lu ha?!"

"Masalah-ssu!"

Kamu berdiri. "Oi, hentikan kalian berdu-!"

"Ooii! (Name)-chan!" Teriak seseorang dari jauh sambil melambaikan tangan. Kamu langsung menoleh ke sumber suara, mengembangkan senyum dan berlari kearahnya, kamu langsung mengenali nada mereka bertiga. Perasaanmu yang bahagia terpampang jelas di wajahmu.

Kamu melompat dan memeluk salah satu dari mereka yaitu Himuro. Dan itu membuat di suatu tempat di dada mereka (Aomine, Kise dan Kuroko) terasa sesak dan sakit. (sakitnya tuh disini~ Di dalam hatiku~ #weits, malah nyanyi -_-)

Reader POV

"Tatsuyaaaaaa! Taigaaaaa! Aleeeex! Aku kangeeeeen!" Kataku sambil turun dari tubuh Tatsuya dan memeluk mereka bertiga erat-erat. Lalu mereka mencium pipi kanan dan kiriku, lalu dahiku, aku juga mencium pipi mereka bertiga.

(Author POV : Dan itu membuat mereka yang bersamamu dari tadi ingin masuk ke jurang terdalam saking sakitnya. 'sakit (name), sakit, tolong jangan buat aku serasa ingin bunuh diri dong! Jangan terlalu akrab dengan mereka!' batin mereka minus Kuroko)

Dadaku dipenuhi rasa kangen dan bahagia, senang sekali bisa bertemu mereka secara langsung seperti ini, saat aku membuka mata di rumah sakit dulu, yang pertama kali kulihat bukan orang tua atau keluargaku, justru wajah Taiga dan Tatsuya yang khawatir.

"O hisashiburi (name)-chan, kamu energik sekali seperti dulu, sepertinya kamu tak berubah sama sekali ya." Aah... Tatsuya, suaramu bahkan lebih halus dari pada saat di telepon!

"Taigaaaa! Alismu sangat menarik seperti dulu!"

"don't be ridiculous (name)! Kau tak punya kata-kata lain yang lebih bagus apa?!"

"Hehehe~ dan Alex! Kau tetap sangat cantik seperti dulu ya!"

"Oh, sejak kapan kau bisa merayu seperti itu gadis kecil?!" katanya sambil mengacak acak rambutku. "hehe~".

"Eh? Kalian tambah tinggi ya?" Dulu mereka bahkan lebih pendek dari ku, sekarang malah sepantaran-tidak, lebih tinggi?! tumbuhnya cepet banget...

"Hehe, Tahun ini aku memang bertambah hanya 20cm, tapi tahun depan tinggiku pasti jadi 2 meter! Dan tahun depannya lagi jadi 3 meter! Huahahaha!" Hanya tingginya aja yang bertambah, Otaknya (Taiga) masih bodoh...

"(name)-chan, bisa kau kenalkan pada kami siapa mereka yang bersamamu itu?" Ah, iya aku lupa.

"Perkenalkan, mereka teman-temanku(majikan-majikanku*lol*) dari klub basket yang kuceritakan waktu itu. Ini Aomine Daiki, Kise Ryouta dan Kuroko Tetsuya." Kataku memperkenalkan mereka.

"Konbanwa" . "Konbanwa" . "Doumo" kata mereka saling sapa.

"Nah, ayo ke apartemenku, aku sudah menyiapkan segalanya, kita akan berpesta malam ini!" Whaaa! Udah lama aku gak seperti ini! Bercerita dan bercanda dengan mereka pasti sangat menyenangkan!

Author POV

Di perjalanan kalian juga kebetulan bertemu Midorima dan Murasakibara, dan mereka juga akan bergabung dengan pesta kecilmu.

"Nee, nee, Himuro-san sangat keren ya! Pasti kamu populer sekali diantara para gadis! Apa ada rahasianya?" kata Kise antusias.

"Aduh, dibilang begitu oleh Kise-kun yang seorang model... hm, kalau rahasia gak ada ya, ini hanya pemberian dari Tuhan." Balas Himuro dengan kalem.

'SILAU BANGET TUH AURA!' batin kalian bersamaan. Kuroko langsung pake kacamata item.

Sesampainya di apartemen...

Ada sosok berambut halus warna merah berdiri di depan pintu apartemenmu.

"Akashi-kun? Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Kuroko (dia udah lepas kacamata itemnya :v).

"Aah, aku dengar sahabat (name) datang malam ini. Jadi inikah mereka?" katanya sambil menoleh dan menghadap kalian.

"Dan kau-?" tanya Himuro

"Ah, maafkan ketidak sopananku, namaku Akashi Seijuurou. Salam kenal." Katanya sambil tersenyum bersahabat *asma menyerang author*

"Namaku Himuro Tatsuya, dia Kagami Taiga dan Alexandra Gracia, terima kasih telah menjaga (name) dengan baik, tolong berteman baiklah dengannya." Kata Himuro formal sambil menundukkan kepala.

Akashi sedikit menyunggingkan senyum 'aneh'. "Teman ya... percayakan saja dia pada kami." Balas si kapten sambil menundukkan kepala juga. Dia dan para rekan setimnya itu pun mengeluarkan 'nada' dan suasana yang membuatmu merasa terancam. (Insting cewekmu mulai bekerja ye? #digampar)

'HOROR! HOROR PEK!' batinmu serasa ingin menangis saja.

"Yo-Yosh! Mumpung semuanya udah disini, masuk yuk! Cepet-cepet mulai pestanya!" katamu sambil menyingkirkan jauh-jauh pikiran dan perasaan tadi dan berantusias mirip anak kecil lalu dibalas anggukan semua orang.

Tepat setelah kalian masuk kamu langsung berlari kedalam. Dan disusul mereka, kamu menyalakan lampu dan menunjukkan 1 meja penuh makanan, minuman dan kue. Pesta malam ini pasti akan menyenangkan.

.

.

.

Jam 11 malam~

(Reader : buset, malem banget! Mereka gak diajak nginep aja nih?! . Author : Nggak, sungkan sama yang punya, yang punya apartemen kan cewek. R : Tapi! . A : Lagi pula mereka kan cowok, pasti bisa jaga diri. R : Tapi kan kasihan!. A : Lagipula orangtua mereka pasti lebih khawatir lagi anak-anaknya pulang pagi, apa lagi besok kalian sekolah. *readers cemberut*. *Author salting+garuk-garuk kepala*)

"Jangan lupa untuk membersihkan sampahnya Murasakibara." Kata(perintah) Akashi absolut yang sedang membereskan meja.

"Ha~i, mama-chin." Jawab Murasakibara "ups." Lalu dia reflek menutup mulutnya.

BURPH!

"BWAHAHAHAHAHAHAHAHAHA! "

Kamu ketawa terbahak-bahak sampai terguling-guling di lantai. Aomine ngakak terlentang di lantai, menunjuk kaptennya sambil memegangi perutnya. Kise dan Kagami berlutut memegangi perutnya sambil mukul-mukul lantai. Kuroko berlutut menghadap ke dinding berusaha menyembunyikan tawa, satu tangannya menutup mulut dan yang satunya bertolak di dinding. Midorima berbalik dan berusaha menahan tawanya. Himuro menutup mulut, menunduk sambil memegangi perutnya. Alex menghadap dinding dan menyandarkan kepalanya dan memukul-mukul dinding sambil ngakak, lututnya sedikit melemas.

"M-maaf Aka-chin, aku tidak sengaja... jangan marah..." kata Murasakibara memelas dan agak mewek.

"Aku tidak marah, Murasakibara, tapi ada yang sedikit menggangguku mengenai dirimu dan aku barusan ingat." Ada jeda sebelum sang kapten melanjutkan kata-katanya.

"Kau DILARANG memakan camilan saat latihan. Jika kau melanggarnya, camilanmu AKAN AKU SITA." Katanya Absolut sambil tersenyum, tapi dengan aura gelap yang menekan, berat dan mengerikan. Kalian otomatis berhenti tertawa dan menegang. (Untung gak ada hujan gunting -_- ') Murasakibara menangis dalam diam(?).

Hening...

.

.

.

Keesokan harinya~

"Ittekima~su!" . "Itterashai!" sudah lama kamu tidak melakukan hal sederhana seperti itu dan itu membuatmu senang. Di pagi hari kamu dibangunkan oleh bau sedap masakan Kagami. Kamu tidur sekamar dan sekasur dengan Alex yang tetap dengan kebiasaanya untuk mengikuti trend 2031 yang entah ada atau enggak dengan mengenakan busana bermodel transparan yang amat modis *lol* yang membuatmu hampir jantungan kesetrum 'pesona'nya tadi. Dan senyum lembut yang selalu terpampang di wajah tampan Himuro ikut membangun mood. Suasana ramai dan hangat pagi tadi membuatmu semangat.

"Ohayou~" sapamu sambil menepuk pundak pemuda tinggi bersurai ungu saat berganti sepatu.

"Ohayou (name)-chin, hari ini kau bersemangat sekali... Ngomong-ngomong kapan kau membuat kue lagi?" balasnya menyeret.

"Pikiranmu kue aja terus, entahlah, mungkin saat pelajaran memasak, lagi pula hari ini hari terakhir sekolah~ Besok liburan musim panas!" katamu bersemangat.

"Da yo nee..." jawabnya lagi.

.

.

Hari ini pelajaran banyak yang kosong tapi tugas yang diberikan sangat banyak sampai semangat berapi-apimu tadi turun beberapa derajat di bawah nol.

"Cih... peernya banyak bangeet... gila... aku gak semangat nih, bisa selesai gak yah?" katamu pesimis saat makan siang di atap sekolah bareng mereka (kisedai+Kuroko+Momoi)

"Ugh... jangan ingatkan lagi, kau membuatku tambah tak bersemangat..." timpal Aomine ikut-ikutan down. Kise udah jadi debu merana daritadi.

Momoi mengelus punggungmu, memberi isyarat untuk tetap tegar. Kamu hanya tersenyum. Lalu kamu tiba-tiba mendapat ide

"Eh, bisa nggak saat camp pelatihan aku membawa peer?" Katamu. Dan dibalas tatapan horor. "K-kenapa? Aku hanya bertanya." Lanjutmu tergagap melihat reaksi yang tak biasa itu.

"Tidak, tidak mungkin bisa. Boleh saja kau membawanya, tapi kau tidak akan sempat mengerjakannya saat itu." Kata Aomine bangkit kembali dari kuburnya. (#what?!)

"Kok bisa?" tanyamu polos.

"Karena pelatihan pelatih Shirogane itu bener-bener...sono...bisa dibilang cukup sadis malah lebih mirip iblis. Jangan tertipu oleh senyumannya yang bersahaja itu." Jelas Aomine dengan senyum garing dan sweat drop

Kamu hanya mengerjap melihat ekspresi Murasakibara, Aomine, Kise dan Kuroko yang terbilang cukup mengkhawatirkan.

"Dan tugasmu sebagai 'pelayan' kami... sepertinya sudah jelas, jadi, yoroshiku na." Kata Akashi sambil tersenyum penuh arti dalam artian cukup buruk.

"T-tapi, aku heran, bagaimana bisa pembimbing dan pelatih setuju aku ikut, aku kan bukan anggota klub basket. Sampai-sampai aku juga boleh mengajak orang lain, yah, memang aku yang memohon sih." tapi itu membuktikan bahwa kemampuan negosiasi si kapten tak bisa di remehkan bukan?

"Ah, mengenai itu... gomenne,(name)-chan, aku sudah mengusulkanmu untuk jadi salah satu manager kami... dan pelatih menyetujuinya..." kata Momoi sambil mengatupkan kedua telapak tangannya, dan menutup matanya. Isyarat minta maaf.

Kamu menjatuhkan sumpitmu saking tak percayanya. Pupil matamu mengecil dan senyum garing menghiasi wajahmu. 'What the hell are you doing? My cute friend Satsuki-chan?' batinmu sambil masih membatu. Hening...

"Ah iya, soal tugas selama liburan, kita akan mengerjakannya bersama, dan akan selesai sebelum festival musim panas. Jadi jangan khawatir." Katanya (Akashi) yakin.

"Kau yakin sekali Akashi." Komentar Midorima.

"Tentu saja, aku sudah tau kemampuan kita semua, dan aku sudah memperhitungkannya, karena itu aku berani mengatakannya. Apa kau meragukanku, Midorima?"

"Tidak, tentu tidak."

.

.

.

Keesokan harinya, disaat semuanya berkumpul dengan antusias mengikuti camp dan menggendong tas besar mereka masing-masing, kalian bertiga (kamu, kagami dan himuro) datang, tapi dengan tampang kayak zombie.

"Ka-kalian kenapa-ssu?! Kalian kelihatan kayak zombie lho!" tanya Kise gelagapan sambil ambil ancang-ancang karena kamu kelihatan kayak mau jatuh.

"A-Alex, pelatih kami mabuk semalam, dan memaksa kami minum dengannya... kepalaku pusing banget..." jawab Kagami sempoyongan, lalu Aomine melingkarkan tangan Kagami di lehernya dan membantunya berdiri, Himuro facepalm dengan muka pucat dari tadi.

'M-mabuk? Minum bareng?' batin mereka yang mendengarnya sambil sweat drop.

"Aah, terima kasih." Kata Kagami.

"Fisikmu tak kuat gini masih ingin ikut? Jika bukan karena (name), aku pasti sudah menendangmu pergi dari tadi." Ucap Aomine dingin dan cuek, tapi masih membantunya (Kagami) berjalan dan masuk ke dalam Bis.

"Muro-chin, mau air minum?" tawar Murasakibara.

"Te-terima kasih Murasakibara-kun..." kata Himuro sambil meraih air minum itu dan meneguknya.

"Yosh, sepertinya sudah semuanya. Berangkatkan bisnya." Kata si Kapten memerintahkan bus untuk berangkat.

Anggaran klub+sumbangan dari anggota cukup untuk menyewa 5 bus eksklusif untuk camp ini, karena anggota klub lebih dari 100 orang, belum termasuk manager dan lainnya. Beralasan untuk menghemat uang pangan, karena kamu dan taiga bisa memasak, kalian di perbolehkan untuk ikut.

Tempat dudukmu di sebelah Kuroko dan Midorima, di depan kalian duduk Kise, kagami dan Aomine. Di kursi belakang kalian ada Himuro, Akashi dan Murasakibara.

"Oh iya aku lupa, tempat camp pelatihannya di mana?" tanya Aomine. Lalu dibalas death glare dari Midorima dan Akashi.

"Aomine-kun, tak kusangka kalau ingatanmu itu ingatan ikan koi. Kita akan berlatih di OSAKA."

Gradak! Gubrak!

"O-o-o-o-OSAKA?!" katamu yang semula tergulai lemas kini bangkit sambil membelalakkan mata tak percaya, Midorima, Akashi, Kise, Kuroko dan Aomine berkedip kaget.

"Osaka itu... kalau tidak salah kota tempat keluargamu tinggal kan (name)? Kenapa kau malah bertampang begitu?" Kata Kagami yang menyandarkan kepalanya di kursi, masih memijat dahinya.

Reader POV

Tampang? Ooh iya tampang, tampangku pasti kayak orang meliat hantu sekarang. Bertampang Horor plus plus. Kenapa? Karena itu adalah tempat keluargaku tinggal! Horor banget deh! Harusnya aku gak ikut, kepalaku tambah nyut-nyutan neh!

(Duduk bersandar kembali sambil menghela nafas) "Nggak, nggak apa-apa, Kuroko, pinjam pangkuanmu ya." Kataku enteng sambil merebahkan kepalaku yang sakit kena efek alkohol yang tambah parah barusan.

Author POV

"(N-name)-san..." kamu menahannya untuk berbicara dengan menempelkan jari telunjukmu di bibirnya yang lembut. Lalu kamu tersenyum

"Onegai na." Katamu, lalu kamu menutupi wajahmu dengan buku novel miliknya (Kuroko) untuk menghalau sinar masuk ke matamu, dan kamu pun dengan cepat terbang ke alam mimpi, mengiharukan pemilik 'bantal'mu yang sedang menata detak jantung yang balapan dan ekspresinya yang sayang sekali kamu lewatkan. Akashi, Midorima, Mirasakibara memberi death glare. Kuroko cuek.

"Kurokocchi enak sekali-ssu... aku juga pengen memangku (name)-cchi-ssu..." kata Kise mengacungkan jari di bawah bibirnya dengan pandangan mirip kayak anak kecil yang iri dengan temannya yang punya mainan bagus.

"Jangan dilihat terlalu dekat Kise-kun, nanti manisnya berkurang." Kata Kuroko sambil mendorong muka Kise jauh-jauh.

"mana bisa berkurang! Huwee.. Kurokocchi hidoii-ssu..." rengek Kise.

"Kise wa urusai, damare." (Kise berisik, diamlah.) katamu singkat dengan aura hitam yang menyeruak. Lalu kamu dengan cepat tertidur lagi.

Hening...

Aomine ketiduran bareng Kagami, kepala mereka saling bertumpu di pundak. Akashi dengan tenangnya membaca novelnya (setelah memotretmu yang sedang tidur + dia menyingkirkan buku yang menutupi sehingga wajahmu kelihatan) Himuro juga masih teler. Murasakibara melihat keluar jendela dengan coolnya dan menghabiskan cemilan borongannya.

.

.

.

Sesampainya di tempat tujuan...

Kalian yang sudah baikan (Kamu, Kagami ama Himuro) dari segala ketidakenakan kalian tadi berdiri di depan gedung yang super besar! Fasilitasnya lengkap! Model yang elegan namun tak berlebihan! Lengkap dengan penginapan, pemandian air panas dan gedung olahraga yang terpisah dari gedung utama.

Reader POV

Meh... sekarang aku sudah benar-benar percaya bahwa sekolahku ini adalah sekolah suuuper elit, maksudku, lihat ini! Gedung dengan fasilias lengkap yang mewah...

Lagipula aku baru tau kalau di Osaka ada tempat seperti ini. Gedung mewah yang dikelilingi hutan di tengah gunung yang masih terjaga kealamiannya.

"Untuk first string, manajer dan 'tamu', ruangan kita ada di lantai 4. Ayo." Kata Akashi. Dan kami mengikutinya.

"Selamat datang tuan muda, dan teman-temannya. Mari saya tunjukkan ruangan kalian." W-whoa...Butler asli! Baru pertama kulihat! Keren! Walau kayaknya udah tua :v eh, emang udah tua ding.

Untuk second string di lantai 3, dan third string di lantai 2, lantai satu sebagai pusat fasilitas seperti kantin atau restoran? Entahlah, lalu ada spa, lalu pemandian air panas, lalu kolam renang, lalu ada ruangan serba guna, dan studio musik...dan lainnya... hiks... aku ingin menangis saking terharunya... terharu karena apa? Jelas karena segalanya yang ada disini...

Mataku tak bisa lepas dari bangunan ini. Arsitekturnya... fasilitasnya... pelayanannya... kata Midorima salah satu yang menyokong pembangunan gedung ini adalah perusahaan milik keluarga Akashi, sekarang aku benar-benar sadar kalau aku sudah mengenal orang yang luar biasa. Wih, aku jadi merinding sendiri kalau memikirkannya.

Setelah puas aku melihat lihat, aku pun membaca surat yang dikirimkan padaku kemarin.

'Dari ibu' judulnya saja yang pakai huruf jepang.

Dia bertanya tentang kabarku, belajarku, kegiatan sehari-hariku, masa depanku, dan lain-lain. Tapi intinya dia masih ingin aku berhenti menyukai Dance dan pulang. Jujur saja, aku sedih mengetahui kalau ibuku sendiri tak mengerti perasaanku. Dan... aku perlu bekerja keras untuk membaca tulisannya... dia tidak ragu padaku dan menggunakan bahasa Inggris dan sumpah, aku ingin merobek-robek nih kertas... SETENGAH DARI ISINYA GAK BISA KUBACA KAMPRET! PENGEN GUE INJEK NI SURAT!

"Kau kenapa (name)? Wajahmu mengerikan lho." Aku menatap Taiga yang tengah mengintip isi suratku.

"Bisa kau baca ini?" tanyaku sambil menyodorkannya.

"Enggak, tulisan siapa tuh? Jelek banget." Nah loh bu, kuharap ibu memperbaiki gaya penulisanmu ini. Kalau tidak, mungkin lain kali aku akan benar-benar merobek dan membuangnya tanpa mencoba untuk membacanya.

...

Kok Rasanya agak kejam yah? *nyengir garing* Tapi kalau aku sih mungkin akan benar-benar melakukannya. Lalu Himuro ikut menyamakan langkahnya dengan langkah kami.

"Ibumu ya? Seperti biasa, tulisan 'dokter' ya..." Katanya sambil tersenyum, aku bisa mendengar suara terpesonanya beberapa karyawan wanita. Memang dia semempesona itu?

Aku menghela nafas, lalu kulipat kembali surat itu dan kumasukkan ke dalam amplop lalu ke tas.

"Kenapa (name)?"

"Aku tidak bisa membacanya. Dasar, apa ibuku mau aku sakit mata? Setidaknya perbaiki tulisannya kalau benar-benar ingin dibaca oleh orang..." Lalu aku mendengar tawa kecil Tatsuya. Dan "Heee..."-nya Taiga, reaksi mereka biasa ya? Yah, mereka kan sudah tau watakku.

Aku sedang gak mau membacanya, nanti moodku akan semakin buruk. Ah, aku sms kakak sama adikku saja dan kusuruh mereka merahasiakan kedatanganku kesini. Aku mengeluarkan ponselku dan mulai menekan tombolnya.

"SMS untuk siapa?" kenapa kau selalu ingin tau apa yang kulakukan sih Tatsuya? Keingin tahuanmu benar-benar... ah sudahlah.

"Kakakku sama adikku, setidaknya mereka harus tau mengenai kedatanganku ke sini, dan aku akan menyuruh mereka untuk tak membari tahukannya ke ibu. Kalau ayah sih masih boleh..."

Dan... kirim.

"Oh iya ya, bagaimana kabar Kiyoshi-san dan Sakurai-kun?"

"Mereka baik-baik saja, sekarang kakakku dan teman-teman setimnya sedang fokus ke belajar untuk persiapan ujian, mereka kan sudah kelas tiga, dan Sakurai... dia masih imut seperti dulu!" kataku sambil menunjukkan fotonya (Sakurai) yang sedang mencoba membuat cokelat valentine untukku februari lalu, foto ini dikirim kakak bersamaan dengan datangnya paket berisi cokelat karamel yang enak.

"Ai kawarazu, Sakurai-kun ceroboh ya..." Katanya sambil melihat-lihat fotonya yang mengalami 'kecelakaan' saat membuat cokelat itu. Aku hanya terkekeh.

"Kira-kira aku bisa bertanding dengan kakakmu lagi nggak ya? Lain kali aku pasti bisa mengalahkannya dalam pertandingan one-on-one!" Kata Taiga sambil mengepalkan tangan. Dasar maniak basket.

"Dia katanya ingin masuk Seirin, sekolah yang baru berdiri tahun lalu di Tokyo." Kataku, oh iya. "Kalau begitu, kenapa kau tidak masuk ke Seirin saja SMA nanti? Dengan begitu kau bisa bermain kapan saja dengannya kan? Soal waktu bertandingpun tidak akan ada masalah."

"Benar juga! Ide yang bagus (name)! Yosh! Kimeta!" (Yosh! Sudah diputuskan!) kelihatannya dia (Taiga) senang sekali.

"Kalian sedang berbicara apa-ssu?" Ah, Kise

"Bukan masalah penting, kau selalu ingin tau aja seperti Tatsuya..."

"Ngomong-ngomong (name)cchi selalu memanggil mereka dengan nama kecil ya-ssu?"

"Memangnya kenapa? Ngomong-ngomong tentang nama Taiga, kukira awalnya namanya itu Tiger lho, bikin aku kaget pas pertama kali ndengernya, ya percaya juga sih, tampangnya juga sangar waktu itu, hahaha..." ah, Taiga manyun.

"Enaknya... kalian dipanggil dengan nama kecil... Nee, (name)-cchi, tolong panggil aku dengan nama kecil juga-ssu!"

"Baiklah, kalau kau tak keberatan, Ryouta...kun?" mungkin akan lebih pantas jika kutambahkan 'kun'.

"Iya begitu! Panggil aku sekali lagi-ssu!" Sepertinya dia senang sekali.

"Ryouta-kun." Panggilku sekali lagi dan dia kegirangan lalu memelukku. Dia terlalu senang, cowok aneh yang terlalu hyperaktif ini sedang kegirangan, dia memelukku dan sekarang aku kehabisan nafas.

Author POV

"Oi Kise! Kau mau membunuhnya?! Dia kehabisan nafas tuh!" teriak Aomine dan Kagami bersamaan. Sekarang mereka saling menatap.

"Jangan meniruku, orang Afrika." Kata Kagami sarkastik.

"Haa? Bukannya kau yang meniruku? Alis bercabang." Balas Aomine dan menatapnya balik. Mereka saling membenturkan dahi dan beradu mata.

"Cepatlah kalian, jika kalian tersesat bukan tanggung jawab kami-nanodayo." Kata Midorima menaikkan kacamatanya. Dibelakangnya terlihat Akashi, Kuroko dan Murasakibara ikut menghentikan langkah mereka dan ikut menoleh ke belakang.

"Dan Kise, kalau kau mau membunuh seseorang, jangan disini-nanodayo." Lanjutnya dan Kise langsung melepaskan pelukannya, kamu terbatuk-batuk dan mengambil nafas sebanyak mungkin.

"Hosh... Tepat saat aku sudah mengucapkan kata-kata terakhirku...uhuk! uhuk!" katamu dengan ekspresi horor.

"Waa! G-gomen (name)-cchi! D-daijoubu-ssu ka?!" katanya panik

"Iye, zenzen daijoubu de wa nai, Ryouta."(Nggak, sama sekali tidak baik-baik saja, Ryouta.) katamu men death glare Kise, dia nya menciut.

"Gomennasai." (Maafkan aku) Katanya pendek seraya menunduk.

"Ryouta? Kamu memanggil Kise-kun dengan nama kecilnya ya? Sejak kapan?" Tanya Kuroko mempertahankan calm facenya padahal di dalam hati udah ngutuk-nyumpahin temen model kuningnya itu.

"Barusan, memang kenapa?" tanyamu polos, lalu kamu menyeringai jahil "Ooh, apa kau juga ingin aku panggil dengan mana kecil Kuroko? Tapi namamu ama nama Tatsuya mirip-mirip, entar kalo keliru kan lucu."

"Itu terserah (name)-san." Katanya kalem sambil tersenyum dengan senyum yang meneduhkan, padahal ngarep banget *Author diplintir*

"Ryouta, kah... hem... sepertinya lebih gampang memanggilmu Kise, aku tetep memanggilmu Kise aja ya?" katamu lancar dengan watados (wajah tanpa dosa).

"Kumohon... panggil aku Ryouta aja (name)-cchi... jangan buat harapanku sirna dan redup-ssu..." katanya dengan wajah memelas dan seperti hampir menangis. "A-aah... jaa, Ryouta." Katamu Sweat drop dan si dianya langsung bangkit lagi. (serem yak -_-)

"Ooh! Kalau begitu panggil aku dengan nama kecil juga (name)!" kata Aomine bersemangat sambil menunjuk dirinya.

"Jaa...panggil aku dengan nama kecilku juga (name)-chin..." kata Murasakibara dengan nada malas dan ikut menunjuk dirinya sambil tersenyum.

'Mereka kekanakan sekali...' pikirmu, Himuro dan Kagami bersamaan.

"Ii yo...jaa...Daiki-kun, sore to... Atsushi-kun." Katamu sambil tersenyum dan menoleh pada Aomine lalu kepada Murasakibara.

Sebagai reaksi senang mereka, Murasakibara mengusap kepalamu dengan semburat tipis di pipinya dan Aomine menepuk pundakmu dengan senyuman lebar dan cerah yang memperlihatkan giginya (Aomine) sambil mengacungkan ibu jarinya dengan mantab. Kagami bertanya-tanya dalam hati

'Memang se'menyenangkan' itu kah di panggil dengan nama kecil?' Maklum, dia termasuk orang bule kan? Orang luar negeri... apa lagi dia orang yang simpel dan gak peka :v.

Disamping itu, Akashi, Midorima dan Kuroko juga berencana membuatmu memanggil mereka dengan nama kecil mereka nanti. Secara gitu, mereka juga pengen, tapi harus dengan cara yang 'elegan' dan berarti :v *gunting menancap dinding kamar Author*. *Author kicep*.

.


.

Minna~ Hiks... aku terharu banget melihat review kalian yang mendukungku~ *nangis darah* aku sampe gak bisa berhenti senyam-senyum sendiri mbaca review kalian! (nangis darah ama senyum? O_O")

Pas scene masak-masakan nanti aku kayaknya bakal ngambil dari anime yang keluar baru-baru ini, Shokugeki no Souma. Eh, aku habis potong laki lhoo~ mirip foto profilku deh~ sekarang udah agak panjang~ (gak ada yang nanya! *plaak*)

baru inget nih aku pengen komentar soal nama salah satu Tokoh KnB yang aku suka gegara sifatnya yang suka ketawa dan lucu, Takao Kazunari, mungkin namanya berasal dari 'Taka' yang berarti elang, dan 'o' dari 'otoko' yang berarti pria, Pria Elang, nama yang jantan *sok yakin* enggak tau itu bener apa salah :v *dilaser ama Hawk Eyes*

Yosh, sepertinya gak ada lagi yang pengen aku curhatin deh, jadi langsung aja balas review nyok~

Yuzu Nishikawa : Ahahaha~ justru kehadiran Kagami dan Tatsuyalah yang bakal membuat kisedai cemburu dan mencak-mencak(?) kebakaran jenggot :v terima kasih dukungannya~

AoiKitahara : kalo kurang tambahin sendiri aja deh :p kalo partnya Akashi mungkin agak lama yak? karena part dia harus 'elegan' :v secara gitu dia kan orang elit, kalo minjem jempol cuma atu kurang greget, mending sekampung aja sekalian XD

Niechan Seicchi : terus lebih banyak lebih puas yak? *ngiklan mode on* okeh, udah lanjoot~

alice dreamland : kecepetan cahaya getooh? :'v ini lanjutannya~

ashidaakane7 : Aih! Jangan dipuji terlalu tinggi, ntar nabrak tong sampah ama nyemplung got(lho) tetep stay tune yaw~

fuyuki208 : tebar mawar aja nanggung sob, mending kembang tujuh rupa biar greget, menyan sekalian :v oh iya, panggilin tuh tukang ledeng, yang eksklusif ya deliverinya, jangan lupa sekalian nasi anget, paha ayam ama p*psi dingin, plus kentang goreng, gak pake bawang, kokoro udah mulai lapar nih(nah lo, mulai ngaco nih anak)

kuroizayoi : wah, penggemar ikemen ada lagi nih, kayaknya bakal akrab sama Suzuhara (OC) :v

Hyuga Kaname : senyum-senyum sendiri?! O_O nak, jangan lupa konsultasi ke dokter jiwa dan anak yee, ama dokter gigi sekalian(lha?), kayaknya ada yang tak beres dengan penataan es mosimu *BLAAAK* dan terima kasih atas dukungannya~

Takatsuki Aina : He?! Sama?! Yang bener?! *ngecek Zerochan* wah, iya ding, maaf yee, ane kagak kreatif *pundung di depan komputer*

FarahlagiOOC : cie~ yang HBDnya sama ciee~#apasih. wah, ternyata kamu punya indra yang peka yah? kalo aku cuma sliweran doang, kalo suara gak pernah dengar, tapi aku sering di jahili -_-"(gak ada yang nanya mas) terima kasih atas Mir*i Och*-nya~(kan ganbatte gitu)

Choutoru : Akashi vs Himuro? gawat, aku gak bisa mbayangin *bertapa di aer terjun* tapi kapan-kapan mungkin bakal aku muat requestnya, challenge accepted *ala meme*

Rovi chan : rumahmu angker? yang thabal ya~ rumahku juga bekas pekarangan ama kandang kuda, untung gak bekas kuburan gitu, kan serem, apa lagi aku pernah-bukan, berkali-kali merasa ada hawa keberadaan yang lain di rumahku #GAKADAYANGNANYA! *dilempar ke Pluto*

Misaki Younna : ada kejujuran terselip di sanggahanmu nak ._." Puas? untung puas, kalau Paus kan jadi berabe(gak nyambung ih) ini dah di lanjut~

hosimia cantiqi : jika hatimu berbunga princess, maka aku tak keberatan jadi sang kumbang tuk menghampirimu, karena tersungkur oleh pesonamu

Kise : Authorcchi! kata-katamu keren-ssu! tapi jangan coba-coba buat ngerbut hati readers-cchi dong! dia milikku-maksudku kami! lagipula Authorcchi kan cewe!

Author : maap, hatiku terlalu lama dinistakan sebagai cowok, makanya jadi begini...*Kise kicep* *Author diem* *Staf diem* *Readers diem* *mari diem berjamaah* *hening* #hanya suara jangkrik yang lagi lesehan yang terdengar

.


.

Eniwei tengkyu udah baca nih fanfic abal-abal yang gak tau juntrungannya pada kemana

fanfic yang digarap oleh pemula yang baru gabung T^T

review kalian para Readers adalah sumber semangatku

Aku senang sekali kalian sudah bersedia membaca ff ku ini

aku bener-bener berterima kasih

I LOVE YOU FULL (gak biasanya tulisannya bener, ada apa yah?)

At least, RnR please~