Point Of View 9 : Jack

Konnichiwa,Jakuson O'Benon nama Jepang gue,nama gue Jackson O'Bannon,Tapi kalian bisa manggil gue Jack dengan maksud manggil nama gue,bukan manggil mamang-mamang yang bawa sepeda motor itu. Gue tinggal di Kosan di Jalan Cempaka Hitam nomer gue punya kakak cewek cantik ya,Gue kerja di kafe Harmonia,kafe yang namanya di ambil dari nama sekolah gue. Kafe itu di diriin oleh Lazlo,Luthfi,dan Kyril.

"Woy! Cepetan masuk ke cerita! Jangan kebanyakan Intro lo! Mentang mentang lo Cuma tokoh supporting yang dapet POV." "Eh,Sabar dikit k'napa? Dasar author GAK SABAR!"

OK,karena authornya udah cape denger gue intro mulu,gue mulai aja ya,Ceritanya masih di sekolah setelah gue tau nilai gue anjlok.

Setelah tau nilai UAS gue jeblok semua,gue udah mutusin untuk belajar sama ahlinya. Yang pertama gue datengin adalah dia IPS-nya 100.

"Sas,ajarin aku IPS dong. . ."

"Ora mesti aku?"

"Kan kamu IPS nya 100."

"Oh. . .Ora."

"Ora tuh apa?"

"NGGAK!"

Sial. . .gue gagal. Kalo gitu gue pergi ke sodaranya aja,Lucius. Dia kan dapet IPA 100.

"Luc,ajarin aku IPA !" Kataku.

"Teu lah."

"Maksudnya?"

"NGGAK! Udah, Indit ditu! ganggu urang waƩ."

"Maksudnya?"

"PERGI SANA!"

Waduh,di bentak aing sama tuh bocah Sunda,loh,kok ikut-ikutan? Udah ah,mending cari bisa bantu,dia kan Matematikanya cerdas.

"Ari,ajarin gue MTK sih."

"Beneran mau nih?"

"Bener."

"Hmm. . . Bisa diatur. . ."

"Serius?"

"Wani piro?"

Jiah. . .malah minta Uang gayanya kayak jin yang di iklan jarum 67 lagi. Huh. . .susah banget nyari orang yang mau ngajarin gue coba lah ke ketua Host Club,Luthfi.

"Lut,ajarin bahasa Inggris sih,Plis. . ."

"Ada apa?" Katanya sambil senyum dan merem kayak di anime-anime.

"( Wha the. . .)"Duh. . .Auranya udah kayak aura pembunuh banget. . .sekali tatap. . .langsung takut gue.

"Ng-nggak jadi deh. . ." Gue kabur aja deh dari tuh , Padahal senyum,tapi serem banget! Sekarang ke mana lagi ya?Udah cape nih kalo kayak gini nih yang satu serem,yang satu mata duitan,sisanya galak pisan!

Oh ya,Kyril kan nya samperin ah,siapa tau dia kan di mana ya? "Nah,itu dia!" Ketemu juga.

"KYRIL!LAGI APA?KOK BENGONG?DARI PADA BENGONG,MENDING AJARIN GUE !"

"Lo apa-apaan sih Jack?Gue lagi nunggu Eirika nih!Udah sana,kalo lo mau belajar,cari aja pak guru atau bu guru."

"Huh. . Kyril jahat. . ."

"Percuma lo mau masang muka se cute Honey-sempai pun gue nggak bakal terpengaruh!"

"Yaudah lah. . ." Akhirnya gagal lagi. . .Huh. . .gue mending duduk dulu lah di taman. . .

"Hai Jack,kok bengong?" Tanya Cewe yang ngedatengin gue.

"Chris?Gue Cuma lagi kesel. . . dari tadi nggak ada yang mau ngajarin gue mata pelajaran UAS."

"Oh. . .Belajar bareng yuk." Tumben nih anak mau ngajak gue belajar yang biasanya gaul abis?

" mana?"

" sana kan adem."

"Yaudah. Ayo." Abis itu,kita langsung pergi ke perpus.

"Hmm. . .Di sini sepi banget. . ." Kataku

"Tumben nggak ada yang baca-baca."

"Mungkin semuanya pada seneng-seneng di luar kali."

"Yaudah kita mau belajar apa?" Tanya Chris.

"Gimana kalo mulai dari ?" "OK." Gue ngeluarin buku yang kebetulan masih ketinggalan di dalem tas gue. "Tenses." Kita mulai belajar tentang Past,Present,dan Future Tense.

"Kalo 'I were going to school' itu Past apa?" Tanya gue ke Chris.

"Bukan 'Were' tapi 'Was'.Itu tuh Past Continous Tense."

"Oh. . .Kalo 'I' pake 'Was' ya?"

"Iya." Setelah belajar selama kurang lebih 15 menit,kita ganti pelajaran,IPA.

"Kamu ada buku IPA nggak,Chris?"

"Nggak aja." Setelah nyari,Akhrinya ketemu di paling atas.

"Tinggi banget. . .Apa nggak ada di tempat lain Jack?"

"Nggak ada."

"Ambilin kursi dong." Gue langsung ngambil kursi yang ada di deket gue.

"Nih." Chris naik ke atas kursi. "Hati-Hati." Saking nggak nyampenya,Chris sampe jinjit-jinit.

"Hampir. . .Eh!"

"Aduh. . ." Karena kurang seimbang,dia jatoh nimpa -tiba,gue denger suara buku jatoh.

"E-Eliwood?" Rupanya Eliwood yang dateng bawa buku pinjaman banyak untuk dibalikin."Ka-Kalian. . .Chris. . ."

"Eliwood!Tunggu!" Eliwood berpaling dari kita dan lari ke luar perpus. "Eliwood!" Chris pergi ngejar ya Eliwood lari gitu?Mungkin gara-gara ngeliat Chris sama gue dalem posisi yang begitu kali ya?Ah,jangan mikir itu harus mikir gimana dapet temen belajar.

"Ilang emang nggak boleh lah,pulang aja." Akhirnya gue mutusin buat -siap kerja di kafe. Jam 3 siang,gue pergi ke kafe.

"Siang semua!"Sambut gue.

"Loh,kok pada diem?"

"Oh, mau ada meeting." Kata Luthfi. Gue langsung takut pas dia bliang meeting.

"Ke-kenapa?"

"Profit kita mulai turun setelah kita berhenti harus bikin sesuatu yang baru,menarik,dan berbeda dari tempat lain." Kata Lazlo.

"Lo bantu mikir Jack!" Tambah Luthfi.

"I-iya. . ." Setelah mikir-mikir,entah kenapa gue kepikiran sama kejadian di ngerasa bersalah gara-gara gue,Eliwood sama Chris jadi agak nggak mesra.

"Gi-gimana kalo. . ."

"Apa Jack?"

"Gimana kalo kita buat promosi minggu pelanggan yang dateng berpasangan atau date,di kasih diskon 8% untuk paket makan sekalian nongkrong liatin pasangan mesra,hehe."

"Boleh paket makan date itu apa?" Tanya Kyril.

"Gini loh. . ." setelah gue ngejelasin,akhirnya mereka setuju.

"OK,kita mulai promosi itu dua hari sama Kyril nyebarin brosur sama Lazlo bakal renov tempat ini dan nyoba-nyoba resep-nya Jack mulai hari ini." Kata Luthfi. Semua nurut aja. Karena di renov,kafe hari ini dan besok di ini sebagai gantinya,gue

dan Kyril buat brosur yang bagus. "Ayo Jack,kita bikin." Ajak Kyril. Kita berdua langsung balik ke kosan. Setelah satu jam,jadi juga brosurnya. "Ayo kita sebar." Gue dan Kyril langsung pergi lagi untuk nyebarin setiap rumah di jalan cempaka hitam sampe keluar sana kita samperin dan sebar brosur di situ. "Huh. . .selesai juga." "Jack,kalo ido lo ini gagal gimana?" "Asalkan gue nggak denger kata 'itu' dari 'dia'." "Balik ke kos yuk." Kita balik ke kos setelah capek nyebarin brosur ke pelosok kampung,eh,komplek.

-Point Of View yang paling panjang di cerita kenapa Jack yang dapet? Author juga nggak tau /* ya,di chapter ini readers di kasih tau tempat dimana para pendiri kafe Harmonia dan kritikan boleh,pujian tunggu!-