I Miss You
.
Disclaimer of Fairy tail is
Hiro Mashima
WARNING : TYPO(S), ROMANCE, DRAMA, HURT/COMFORT, PAIRING(S), OOC
Chapter Sebelumnya :
Dirumah Natsu,
Igneel sedang berbicara dengan seseorang, seseorang itu adalah asistennya. Yang bernama Houston. Pria ini masih muda, umurnya sekitar 21 tahun.
"Igneel-sama, aku mendapat laporan dari anak buahku, kalau anak tunggal dari keluarga Eucliffe masih hidup." Ucapnya.
"APA!" ucap Igneel dengan nada tinggi karena ia kaget mendengar laporan itu.
"Cari dia, dan bawa dia kehadapanku" lanjut Igneel sambil memandang keluar jendela.
"Baik, Igneel-sama" ucap Houston. Houston keluar dari ruang kerja Igneel sambil tersenyum.
Dirumah Sting,
Sting sedang mengotak-atik ponsel yang berada ditangannya. bukan hanya mengotak-atik, tapi ia sedang menulis email untuk seseorang.
'Bagaimana? Rencanamu sukses?'
Seseorang disana membalas smsnya,
'Sukses, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. Eucliffe-san'
Membaca kalimat tersebut, membuat hati Sting lega. Apa yang telah direncanakan oleh Sting berjalan dengan lancar. Sting tersenyum puas.
Sinar mentari pagi mulai menyeruak disela-sela awan yg bertebaran di langit biru. Lisanna yang sedang berada dikamarnya bersiap-siap untuk berangkat kesekolah. Ia memakai seragamnya dengan rapi dan juga menyisir rambutnya dan menggunakan jepit rambut bermotif bunga dirambutnya. Setelah ia merasa siap, ia keluar dari kamarnya untuk sarapan bersama dengan kakaknya. Yaitu Elfman.
"Ohayou, Elf-niichan" sapa Lisanna
"Ohayou Lis, ayo kita sarapan" sahut Elfman. Lisanna mengangguk dan menyendok nasi goring dan menaruhnya dipiring miliknya.
"Elf-nii, bagaimana hubunganmu dengan anak yang seumuran denganku yang bermarga Eucliffe itu?" tanya Lisanna sambil menyuapkan nasi goring ke mulutnya.
"Hmm.. bagaimana ya. Berjalan dengan baik. Aku tidak berhubungan dengannya. Aku kan hanya mempunyai hubungan pekerjaan dengan Minerva, yang tidak lain adalah tantenya. Dia hanya membantu tantenya. Dan aku rasa dia anak yang jenius" jelas Elfman
"Tapi dia kelihatan seperti anak laki-laki yang punya kepribadian yang sangat buruk. Kau tahu, dia ingin—" ucap Lisanna tapi tertahan karena ia tidak ingin kakaknya tahu tentang Natsu dan Lucy dan juga Sting.
"Ingin?" tanya Elfman sambil menaikkan alisnya dan menunggu kalimat selanjutnya yang akan dilontarkan oleh adiknya.
"Ah—tidak. Yaudah. Aku berangkat sekarang ya. Ittekimasu" ucap Lisanna sambil berlari keluar menuju mobilnya.
Sesampainya dimobil, Lisanna mengendarai mobilnya kesekolah. Ia berpikir, dari pertemuan pertamanya dengan Sting, ia merasa ada yang aneh dengan sikap Sting.
"Kalau dia macam-macam dengan Natsu, dia akan menerima akibatnya" gumam Lisanna.
Disekolah,
Natsu duduk diam memandang keluar jendela. Ia sangat bosan karena Lucy tidak hadir dan sekarang masih sakit. Gajeel yang sadar dengan kelakuan Natsu segera menggoda Natsu.
"Oh jadi kau merasa kesepian karena tidak ada Bunny Girl?" goda Gajeel. Ledekan Gajeel itu membuat Natsu menoleh kearah Gajeel.
"Ap—apa yang kau katakan? Aku tidak merasa kesepian. Dan kenapa kau memanggil Lucy dengan sebutan Bunny Girl?" sahut Natsu sambil memandang kearah lain.
"Hmm karena dia mirip kelinci" jawab Gajeel dengan sekenanya. Natsu menaikkan alisnya.
'Apa Gajeel menyukai Lucy seperti Gray?' ucap Natsu dalam hati. Natsu menoleh lagi ke Gajeel.
"Gajeel, apa kau menyukai Lucy?" ucap Natsu dengan nada pelan
"Suka? Ahaha kenapa kau bertanya seperti itu padaku?" sahut Gajeel sambil menjitak kepala Natsu.
"Kau bilang, Lucy seperti kelinci, dan kelinci itu lucu dan sangat manis, jadi mungkin saja kau menyukainya" jelas Natsu. Gajeel menahan tawanya.
"Baka. Aku menyukai Bunny girl hanya sebagai teman. Lagipula, kenapa kau bisa menyimpulkan hal bodoh seperti itu. " respon Gajeel sambil mengangkat bahunya. Natsu menghela nafas.
"Lagipula, bukan hanya Bunny girl yang lucu dan manis dikelas ini. ada yang lain" lanjut Gajeel. Natsu melihat Gajeel yang sedang memperhatikan Levy. Natsu menyeringai.
"Aaaah—Levy maksudmu?" tanya Natsu dengan nada menggoda. Gajeel yang tertangkap basah oleh Natsu menjadi malu, mukanya menjadi memerah.
"Leevvvyy, Gajeel bilang kalau kau itu lucuuuuuuu dan maniiiissss" teriak Natsu dan membuat Levy dan Gajeel malu.
"Idiot, apa yang kau katakan" ucap Gajeel sambil menutup mulut Natsu. Levy yang telah mendengar teriakan Natsupun menjadi tersipu malu dan wajahnya menjadi memerah.
"Ah Levy, lihat wajahmu memerah karena ucapan Natsu tadi hahaha" goda Erza
"Levy tersipu malu hihi" goda Lisanna
"URUSAAAAAIII" teriak Levy dan Gajeel bersama-sama. Levy melarikan diri dari kelas. Ia berlari ke toilet.
Sesampainya ditoilet,
"Apa benar yang dikatakan Natsu?" gumam Levy sambil melihat tampilan dirinya dicermin toilet. Lalu ia menggeleng-gelengkan kepalanya.
'Tidak mungkin, Gajeel sering memanggilku dengan sebutan udang atau kecil. Mana mungkin dia memujiku seperti itu. Ugh' pikir Levy sambil berjalan meninggalkan toilet.
Dirumah Lucy,
Lucy sedang duduk ditempat tidurnya sambil bersandar. Ia memandang keluar jendela kamarnya dan tersenyum.
'Apa yang sedang terjadi disekolah ya?' ucap Lucy dalam hati.
Tiba-tiba Layla masuk kekamar Lucy sambil membawakan sarapan.
"Lucy, waktunya sarapan. Ibu buatkan bubur buatmu. Ayo dimakan" ucap Layla sambil duduk dekat Lucy. Lucy hanya mengangguk.
Layla ingin menyuapi Lucy.
"Tidak usah, bu. Aku bukan anak kecil lagi" ucap Lucy sambil mengambil mangkuk dari tangan ibunya. Layla hanya tersenyum dan memberikan mangkuk berisi bubur yang dibuatnya.
"Baiklah. Kalau sudah selesai taruh dimeja saja. Dan jangan lupa minum obatnya ya, Lucy" ucap Layla sambil tersenyum.
"Iyaaaa" sahut Lucy sambil tersenyum dan menyuapkan bubur tersebut kemulutnya, sedangkan Layla berjalan keluar dari kamar Lucy.
Selesainya Lucy makan, Lucy mengambil obat dan segera meminumnya.
Beberapa menit kemudian, Layla masuk kekamar Lucy dan melihat Lucy sudah terlelap. Layla dengan perlahan mengambil mangkuk dan berjalan keluar dari kamar Lucy.
Disekolah,
Bel istirahatpun berbunyi. Siswa berhamburan keluar kelas untuk menuju kekantin.
Natsu masih berada dalam kelas. Melamun. Lisanna menyadari kalau Natsu tidak seceria biasanya.
"Ayo Lisanna, kita kekantin" ajak Erza yang sudah bangkit berdiri dan disampingnya ada Levy.
"Tunggu sebentar, kalian lihat sikap Natsu hari ini? dia tidak seceria biasanya" ucap Lisanna. Setelah Lisanna mengatakan itu, Erza dan Levy menoleh kearah Natsu. Natsu yang sedang melamun.
"Benar juga. Mungkin karena Lu-chan tidak masuk hari ini" ucap Levy sambil menatap Natsu
"Yasudah, ayo kita ajak dia kekantin" ajak Erza sambil berjalan menghampiri Natsu dan diikuti oleh Lisanna dan Levy.
"Natsu…" panggil Erza. Natsu tidak bergeming. Tidak menyahut. Dan tidak menoleh.
"Nat-suuuu" panggil Lisanna tepat didepan telinga Natsu. Natsu tersentak.
"Ah—apa-apan sih. Berteriak didepan telingaku" gerutu Natsu. Lisanna, Levy dan Erza hanya tertawa.
"Lagi kau melamun terus. Ayo kita kekantin" ajak Lisanna. Natsu memalingkan wajahnya lagi dan menatap keluar jendela.
"Ayolah, Natsu. Jangan karena Lucy tidak masuk, kau jadi tidak bersemangat seperti ini." ucap Levy. Erza hanya mengangguk-angguk.
"Aku hanya ingin tahu bagaimana keadaannya sekarang" gumam Natsu. gumaman Natsu terdengar oleh Lisanna, Erza, dan Levy. Lisanna tersenyum.
"Kau punya ponsel kan?" tanya Lisanna. Natsu hanya mengangguk.
"Lucy juga kan?" tanya Lisanna lagi. Natsu lagi-lagi mengangguk.
"Yasudah, kau bisa telepon dia atau mengirimkan pesan untuk dia. Dan setelah pulang sekolah kita bisa menjenguk Lucy kerumahnya" ucap Lisanna. Natsu langsung mencari ponselnya yang berada ditasnya.
"Oh ya, kenapa aku tidak ingat ya. Arigatou Lis" ucap Natsu sambil mengetik pesan untuk Lucy.
"Baiklah, jadi? Kau mau ikut kekantin?" tanya Erza.
"Jelas" jawab Natsu dengan wajah ceria.
Mereka berempat, bersama-sama berjalan menuju kekantin.
Dirumah Lucy,
Lucy terbangun, karena ponselnya berbunyi tanda pesan masuk. Ia meraih ponselnya dan membuka pesan tersebut
From : Natsu
Luce, bagaimana keadaanmu? Aku sangat kesepian disini. Ohh ya, nanti sepulang sekolah, aku, Levy, Lisanna, Erza akan menjengukmu. Jadi tunggu kami ya dan cepat sembuh ;)
Lucy hanya tersenyum lembut saat membaca pesan dari Natsu. Lucy menekan tombol 'Reply'
To : Natsu
Keadaanku sudah membaik, aku hanya kecapean. baiklah aku akan menunggu kalian~
Lucy selesai mengetik balasan sms untuk Natsu dan segera menekan tombol 'send'. Lucy pun berbaring lagi dan menutup matanya untuk kembali tidur.
Natsu yang sedang makan dikantin bersama yang lainnya, merasakan bahwa ponselnya yang berada disaku celananya bergetar. Ia segera memeriksanya. Natsu tersenyum saat menerima pesan. Apalagi ia melihat itu dari Lucy
From : Lucy
Keadaanku sudah membaik, aku hanya kecapean. baiklah aku akan menunggu kalian~
"Yoooosh. Erza, Levy, Lisanna sepulang sekolah kita akan menjenguk Lucy kan?" tanya Natsu dengan bersemangat.
"Iya dong" jawab Levy
"Iya-iya. Sekarang kau habiskan dulu makananmu" ucap Erza. Lisanna hanya tertawa.
"Aku dengar kalian akan menjenguk Lucy? apa benar? Aku ikut ya" ucap Gray yang tiba-tiba muncul dari belakang Levy. Semua kaget. Termasuk Natsu.
"Baiklah. Karena kau sudah membantu Lucy kemarin. Jadi kau boleh ikut" ucap Natsu. Gray hanya bersweat drop.
Selesainya makan, mereka berlima kembali kekelas mereka masing-masing. Dan mengikuti pelajaran selanjutnya.
Dirumah Sting,
Sting baru bangun dari tidurnya. Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul satu siang. Sting langsung bangun dan bergegas untuk mandi.
Beberapa menit kemudian, Sting selesai mandi dan keluar dari kamarnya. Ia duduk ditaman belakang rumahnya.
'Aku sudah beberapa hari ini tidak melihat Lucy' pikir Sting
"Haaahh… apa aku tidak bisa menghabiskan waktuku berdua saja dengan Lucy? kenapa selalu ada Natsu. ugh" gerutu Sting.
"Karena mereka bersahabat, jadi mereka selalu bersama" sahut Minerva dengan tiba-tiba.
"Obaaa-chaaan. Kau mengagetkanku tahu" ucap Sting sambil menggembungkan pipinya. Minerva tertawa pelan.
"Kau ini, bangun tidur sudah memikirkan gadis pirang itu. Kau ini belum makan. Ayo masuk dan makan" ajak Minerva.
"Habis, kalau memikirkan Lucy, semua rasa laparku menjadi hilang seketika" ucap Sting dengan spontan. Minerva hanya tersenyum, kemudian menjitak Sting.
"Kau ini… ayo masuk, kita makan bersama" ucap Minerva sambil berjalan meninggalkan Sting yang masih berada ditaman yang sedang mengelus-ngelus kepalanya yang habis dijitak oleh Minerva.
Setelah itu, Minerva dan Sting makan bersama. Saat makan, mereka tidak berbicara apapun. Sting pun melahap makanannya dengan cepat. Minerva tahu kalau Sting lapar. Setelah mereka selesai makan.
"Bagaimana hubungan kerjaanmu dengan perusahaan Strauus? Lancar?" tanya Sting
"Ya baik dan juga lancar" jawab Minerva dengan seadanya.
"Waktu itu aku pernah bertemu sekali dengan adik perempuan yang bernama Lisanna Strauss. Dan ternyata ia adalah teman kecil Natsu Dragneel. Bagaimana menurutmu? Apa dia akan membantuku?" tanya Sting. Minerva hanya menaikkan alisnya.
"Sting. Otakmu ini sudah miring ya? Kau sudah tahu kalau Lisanna itu teman kecil Natsu, bagaimana ia akan membantumu" sahut Minerva sambil memijat keningnya melihat kelakuan Sting. Sting hanya tertawa.
"Bukan. Maksudku, Lisanna akan membantuku untuk menjauhkan Lucy dari Natsu, apa mungkin ya?" ucap Sting sambil berpikir.
"Ya memang kenapa Lisanna harus membantumu?" tanya Minerva dengan polos.
"Karena Lisanna menyukai Natsu, o-ba-chaaaaan" jawab Sting dengan nada gregetan.
"Ya berarti, mungkin dia akan membantumu, dan mungkin juga dia tidak membantumu" ucap Minerva dengan spontan.
"Kau sama sekali tidak membantuku" respon Sting. Minerva hanya tertawa.
"Jadi… aku akan ke inti permasalahan. Siapa itu Houston?" tanya Minerva dengan wajah yang serius.
"Teman" jawab Sting dengan singkat
"Benarkah? Apa kau punya rencana yang tidak ingin aku ketahui?" tanya Minerva untuk memastikan.
"Hmm benar. Dia itu temanku. Dia ingin membantuku" jawab Sting. Minerva menaikkan sebelah alisnya.
"Membantu? Membantu apa?" tanya Minerva
"Kau sangat banyak bertanya hari ini, oba-chan" gerutu Sting
"Tinggal jawab saja. Membantu apa, Sting?" tanya Minerva lagi
"Hmm membantuku untuk bertemu dengan Igneel oji-san" sahut Sting. Mendengar jawaban Sting, Minerva langsung bangkit berdiri.
"APA YANG KAU MAKSUD DENGAN 'BERTEMU DENGAN IGNEEL OJI-SAN' STING EUCLIFFE?!" bentak Minerva. Sting hanya menutup telinganya.
"Kau tidak usah berlebihan. Duduklah dulu" ucap Sting. Minerva duduk kembali dan menunggu penjelasan dari mulut Sting.
"Aku ingin bertemu dengannya, karena aku ingin menyelesaikan permasalahan yang belum selesai. Yah. Houston itu boleh dibilang sebagai mata-mata yang masuk untuk memata-matai keluarga Dragneel. Dan jangan khawatir, aku akan baik-baik saja. Dan pada saatnya, kau juga akan aku kasih tahu rencana yang aku buat dan yang sedang berjalan ini" jelas Sting.
"Kau gila, Sting" ucap Minerva
"Terima kasih" sahut Sting sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Minerva. Sting tiba-tiba berhenti.
"Oh ya, aku lupa. Aku mau memakai mobil. Aku ingin menjemput Lucy. Jaa nee" pamit Sting.
Minerva hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia bingung dengan tingkah laku Sting. Minerva sangat khawatir dengan Sting.
Sting masuk kemobil dan melesatkan mobil itu ke sekolah Lucy.
Setelah bel pulang berbunyi, Natsu, Levy, Erza, Lisanna berkumpul dikoridor untuk membicarakan rencana menjenguk Lucy dan juga menunggu Gray yang masih belum keluar dari kelasnya.
"Si mesum itu lama sekali keluar kelasnya. Selain mesum, dia itu seperti siput" gerutu Natsu
Levy , Lisanna, Erza hanya tertawa mendengar sebutan-sebutan Natsu untuk Gray.
"Kita bawakan Lu-chan apa ya?" tanya Levy. Yang lainnya berpikir.
"Badut saja" sahut Natsu. dan yang lainnya bersweatdrop ria.
"Natsu, Lucy bukan anak kecil lagi. Idemu sungguh konyol" komentar Erza
"Bagaimana kalau kita belikan buah saja. Kan orang sakit itu membutuhkan buah" ucap Levy. Lisanna mengangguk.
"Ya idemu tidak buruk, Levy" komentar Natsu.
"Memang itu yang dibutuhkan Lucy, baka" ucap Gray yang tiba-tiba sudah bergabung dengan yang lain. Dan bukan hanya Gray, tapi juga Loke dan juga..hmm Jellal. Erza yang melihat Jellal hanya mengedip-ngedipkan matanya, karena ia tidak percaya bahwa ada Jellal yang berdiri didepannya. Jellal yang sadar diperhatikan oleh Erza hanya tersenyum kepada Erza. Erza menjadi tersipu malu dan wajahnya memerah.
"Kaliann—" ucap Natsu
"Siapa ya?" lanjut Natsu. yang lainnya hanya menahan tawanya.
"Natsu, kau lupa dengan kami? Aku Loke dan ini Jellal" jelas Loke sambil menunjuk Jellal saat dia menyebut nama Jellal.
"Oh ya. Hahahaha gomen gomen. Jadi kalian juga ikut menjenguk Lucy?" tanya Natsu
"Ya bisa dibilang seperti itu." jawab Jellal.
"Aku tidak bisa membiarkan gadis cantik sakit seperti itu" ucap Loke. Semua yang berada disitu hanya bersweatdrop.
"Yasudah-yasudah, ayo kita berangkat." Ajak Gray dengan semangat.
"Tunggu dulu. Siapa yang disini yang membawa kendaraan? Selain aku dan Natsu" tanya Lisanna. Loke dan Jellal mengangkat tangannya, menunjukkan kalau mereka membawa kendaraan.
"Kami berdua membawa mobil" ucap Loke
"Baiklah. Karena yang tahu rumah Lucy hanya Natsu, jadi kita harus mengikutinya dari belakang. Dan kita akan mampir sebentar ke supermarket untuk membeli buah untuk Lucy" jelas Lisanna.
"Oke" sahut Jellal.
"Sip" jawab Loke.
"Baiklah, para gadis ikut denganku ya. Dan Gray. Terserah kau mau ikut mobil siapa" ucap Lisanna
"Gray akan ikut dengan mobilku" usul Natsu. Gray menaikkan sebelah alisnya.
"Aku tidak menerima penolakan darimu, mesum" lanjut Natsu. Gray sebenarnya sangat kesal. Tetapi ia harus meredakan emosinya.
"Baiklah-baiklah" ucap Gray
Mereka semua berjalan menuju keparkiran.
Jellal dan Loke sudah berada di depan mobilnya. Natsu masih memperhatikan kearah gerbang masuk sekolah dibelakangnya ada Gray yang juga ikut-ikutan melihat kearah gerbang masuk sekolah. Karena mereka berdua melihat seseorang sedang berdiri disana. Setelah dipertegas, Natsu tahu siapa yang sedang berdiri disana.
"Gray tunggu disini, aku ada urusan sebentar" ucap Natsu sambil berlari menuju orang itu. Gray terus mempertegas pandangannya ke orang yang berada digerbang sekolah, dan ia ingat.
"Itukan…." Ucap Gray. Gray segera mengetuk kaca mobil Loke.
"Tunggu jangan jalan dulu" ucap Gray. Setelah mengetuk kaca mobil Loke, ia berpindah kemobil Jellal dengan mengucapkan kalimat yang sama, setelah itu ia berpindah ke mobil Lisanna.
"Tunggu, jangan jalan dulu ya Lis" ucap Gray
"Loh memang kenapa?" tanya Lisanna dengan heran
"Kau lihat orang yang disana? Yang bersama Natsu. dia itu pengganggu. Jangan sampai ia ikut dengan kita" bisik Gray. Lisanna juga melihat orang itu. Ia pertegas dan ia tahu siapa itu.
'Itukan...' ucap Lisanna dalam hati
"Levy, Erza, tunggu sini. Oke" ucap Lisanna. Erza dan Levy hanya mengangguk. Lisanna keluar dari mobilnya. Gray heran kenapa Lisanna sampai keluar dari mobilnya.
"Ayo Gray, kita susul Natsu" ucap Lisanna sambil berlari menghampiri Natsu diikuti oleh Gray.
Ditempat Natsu,
"Mau apa kau kemari, Sting?" tanya Natsu.
"Aku hanya ingin menjemput Lucy. Mana Lucy?" tanya Sting sambil menengok kekanan-kekiri mencari sosok Lucy.
"Dia tidak ada" jawab Natsu.
"Oh benarkah? Baiklah. Aku akan masuk kalau begitu" ucap Sting sambil melangkahkan kakinya, tapi dihentikan oleh Lisanna.
"Oh sayang sekali, orang yang kau cari sudah pulang, Eucliffe-san" ucap Lisanna sambil menyeringai.
"Oh ya? Benarkah? Aku tidak percaya. Karena selama ini, Lucy akan pulang bersama dengan anak ini" ucap Sting sambil menunjuk Natsu. Gray tiba-tiba maju.
"Kau tidak mendengarnya? Lucy sudah pulang. Jadi pulanglah sana. Kami juga mau pulang" ucap Gray
"Ahh begitu. Baiklah-baiklah. Kalian sangat menyeramkan. Aku akan pulang sekarang. Jaa nee Natsu, Strauus-san dan juga kau" ucap Sting sambil menunjuk Gray karena ia tidak tahu nama Gray lalu ia melambaikan tangannya.
Natsu, Gray dan Lisanna memperhatikan Sting sampai ia melesatkan mobilnya untuk angkat kaki dari sekolah mereka. mereka bertiga menghela nafas.
Natsu sadar, kenapa Lisanna tahu nama Sting, dan Sting pun juga tahu nama Lisanna? Apa hubungan mereka.
"Mesum, masuklah kedalam mobil duluan. Ada yang harus aku bicarakan dengan Lisanna" ucap Natsu sambil menyerahkan kunci mobilnya kepada Gray.
"Yayaya, Pinky" sahut Gray dan berjalan meninggalkan Lisanna dan juga Natsu.
Lisanna hanya menaikkan sebelah alisnya.
"Ada apa?" tanya Lisanna
"Kau mengenal dia?" tanya Natsu. Lisanna tersenyum.
"Sekedar kenal" jawab Lisanna
"Baiklah, kau harus menceritakan padaku kenapa kau bisa kenal dia" ucap Natsu
"Oke" sahut Lisanna.
"Jadi begini, kakakku ada hubungan kerja dengan tantenya, Minerva-san dan dia sering membantu tantenya dalam menjalankan bisnisnya. Aku juga baru bertemu dengan anak itu sekali. Ya dihitung-hitung menjadi dua kali dengan hari ini. Aku juga tidak mengerti Natsu, dia itu terlihat sangat licik. Aku tidak suka dengaannya. Jadi kau harus berhati-hati dengannya" jelas Lisanna
"Hmm begitu. Dia itu menyukai Lucy, Lis." Ucap Natsu
"Yah, aku tahu itu" sahut Lisanna dengan santai.
"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Natsu
"Aku melihat dia waktu itu sedang memperhatikan kau dan Lucy. dan kami mengobrol sedikit. Dia bilang dia cemburu dengan kedekatan kalian. Aku sudah mengancamnya untuk tidak berbuat apa-apa. tapi aku tidak tahu apakah itu bisa menggertak anak seperti dia" ucap Lisanna.
"Ah baiklah. Ayo kita kerumah Lucy sekarang. yang lain sudah menunggu" ucap Natsu. Lisanna mengangguk.
Mereka berdua berjalan menuju mobil mereka masing-masing. Setelah siap mereka berangkat menuju rumah Lucy.
Dimobil Sting,
"Lucy sudah pulang duluan? Bagaimana bisa?" ucap Sting.
Sting berpikir itu sungguh tidak masuk diakal. Natsu dan Lucy benar-benar tidak dapat dipisahkan. Jadi bagaimana bisa mereka tidak pulang bersama.
'Baiklah aku akan mencoba kerumah Lucy, sekarang' pikir Sting.
Sting melaju mobilnya dengan kencang menuju kearah rumah Lucy.
Dirumah Lucy,
Lucy masih tertidur, Layla mengintip dari luar pintu kamar Lucy.
'Dia masih tidur' pikir Layla.
Layla menutup pintu kamar Lucy dengan perlahan dan berjalan menghampiri detective Genzou.
"Bagaimana Lucy?" tanya detective Genzou yang sedang duduk sambil menonton TV.
"Ya dia sedang tidur sekarang" jawab Layla yang sekarang sudah duduk disebelah detective Genzou.
Tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi.
"Siapa yang datang?" tanya detective Genzou
"Hmm aku tidak tahu, sayang. Aku tidak punya penglihatan tembus pandang. Jadi sekarang, aku akan kedepan untuk membukakan pintu" ucap Layla sambil tersenyum.
"Ada-ada saja kau ini" respon detective Genzou sambil tertawa
Layla berjalan untuk membukakan pintu. Dan setelah sampai, Layla membuka pintu depan. Ternyata ada anak laki-laki berambut pirang yang sepertinya seumuran dengan Lucy.
"Hmm. Konnichiwa. Kau mencari siapa ya?" tanya Layla
"Konnichiwa. Perkenalkan, saya Sting Eucliffe. Teman Lucy" ucap Sting dengan ramah
"Oh ya? Aku ibunya Lucy, Layla. Salam kenal. Maaaf ya, aku tidak pernah melihatmu sebelumnya. Ayo silahkan masuk. Lucy sedang tidur, dia sedang sakit sekarang" jelas Layla sambil mempersilahkan Sting masuk kerumah.
'Lucy sakit?' pikir Sting
"Aku tidak tahu kalau Lucy sedang sakit, Layla-san" ucap Sting sambil berjalan mengikuti Layla.
"Benarkah? Kemarin tiba-tiba ia disekolah jatuh sakit, dan diantar oleh Natsu untuk pulang" jelas Layla.
"Oh begitu..." respon Sting.
'Aku tidak tahu apa-apa tentang Lucy, selalu Natsu, Natsu, dan Natsu..' pikir Sting
"Sayang, kita kedatangan tamu" ucap Layla kepada detective Genzou. detective Genzou berdiri. Sting muncul dari belakang Layla.
"Konnichiwa" sapa Sting.
Detective Genzou yang melihat Sting merasa familiar dengan wajahnya.
'Apa aku pernah bertemu dengannya sebelumnya?' pikir detective Genzou
"Ah—konnichiwa. Kau ini teman Lucy?" sahut detective Genzou. Sting tersenyum dan mengangguk.
"Perkenalkan, namaku Sting. Sting Eucliffe." Ucap Sting.
Detective Genzou yang mendengar nama Sting, menjadi berpikir, dimana ia pernah mendengar nama itu. Detective Genzou segera menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ah, baiklah. Aku ayahnya Lucy. kita baru kali ini ketemu ya. Namaku Genzou Damasaki. Sebelumnya aku hanya melihat Natsu saja hahaha. Salam kenal, Sting" ucap detective Genzou. Sting hanya tersenyum.
"Sebentar ya, aku akan membangunkan Lucy" ucap Layla sambil berjalan menuju kekamar Lucy.
"Ayo silahkan duduk" ajak detective Genzou. Sting duduk dengan sopan. Detective Genzou masih memperhatikan Sting.
'Aku rasa, aku pernah bertemu dengannya. Tapi dimana ya?' pikir detective Genzou.
Tiba-tiba Layla memanggil Sting.
"Sting-kun, ayo masuk sini. Lucy sudah bangun" panggil Layla. Sting bangkit berdiri.
"Genzou-san, aku kekamar Lucy dulu" pamit Sting dengan nada yang ramah. Detective genzou hanya tersenyum dan mengangguk.
Saat berjalan menuju kekamar Lucy, Sting menyeringai.
'Kau pasti lupa denganku, Tantei-san' ucap Sting dalam hati.
Sesampai dikamar Lucy, Sting masih berdiri didepan pintu kamar Lucy.
"Masuklah. Tidak perlu sungkan. Aku akan buatkan minum untukmu" ucap Layla sambil berjalan meninggalkan Sting dan Lucy.
"Lucy" panggil Sting. Lucy menoleh kearah Sting dan tersenyum. Stingpun juga tersenyum dan berjalan menghampiri Lucy yang sedang duduk ditempat tidurnya.
"Kau sudah baikkan?" tanya Sting dengan nada yang lembut. Sting duduk disebelah Lucy.
"Sudah kok. Tidak perlu khawatir. Kau kesini bersama siapa?" sahut Lucy sambil tersenyum.
"Aku sendirian" jawab Sting sambil meraih tangan Lucy dan menggenggamnya.
"Oh begitu" sahut Lucy. Lucy merasa sedikit canggung karena Sting menatapnya dan juga menggenggam tangannya.
"Kau tahu Lucy… aku khawatir saat aku dengar kau sakit" ucap Sting yang masih menatap Lucy dengan pandangan yang lembut.
"Aku sudah tidak apa-apa Sting, percayalah" ucap Lucy dengan nada yang meyakinkan. Sting hanya mengangguk dan tersenyum.
Sting menoleh kearah meja, dan ia melihat sebuah ponsel.
"Itu ponselmu?" tanya Sting. Lucy mengangguk.
"Boleh pinjam?" tanya Sting. Lucy mengangguk dan meraih ponselnya dan menyerahkan kepada Sting.
"Aku akan simpan nomerku disini. Dan yap.. ini dia" ucap Sting sambil memamerkan nomor ponsel Lucy yang ada diponselnya.
"Aku akan save nomormu" lanjut Sting. Lucy dan Sting saling tersenyum.
"Baiklah. Aku senang sudah bisa melihatmu. Jadi istirahatlah, nanti kalau ada waktu aku akan kemari lagi. Aku pamit pulang ya" ucap Sting sambil berbalik, ketika berjalan, Lucy memegang tangan Sting sehingga Sting tertahan dan berbalik.
"Kau akan pulang? Kau tidak menunggu Natsu datang? Dia akan datang sepulang sekolah" tanya Lucy dengan polos.
'Dia akan datang? Jadi tadi itu dia berbohong padaku? Menarik sekali' pikir Sting.
Sting tersenyum dan membelai rambut Lucy.
"Aku harus pulang sekarang. karena masih ada tugas yang harus aku kerjakan" sahut Sting. Lucy menghela nafas lalu tersenyum.
"Baiklah kalau begitu. Hati-hati dijalan" ucap Lucy.
Sting keluar dari kamar Lucy dan berpamitan dengan orang tua Lucy. Setelah berada diluar rumah Lucy, Sting berjalan menuju mobilnya dan masuk kedalamnya.
"Jadi begitu ya? Baiklah, aku akan menerima tantanganmu, Natsu Dragneel" ucap Sting sambil menyalakan mobilnya dan melesat pergi dari rumah Lucy.
Rombongan Natsu sampai dirumah Lucy. mereka semua turun dari mobil. Natsu memimpin jalan mereka. sesampainya didepan pintu rumah Lucy. Natsu membunyikan bel. Dan setelah beberapa menit, keluarlah Layla, ibu Lucy.
"Eh? Natsu—oh bukan hanya Natsu. kalian pasti ingin menjenguk Lucy. ayo ayo silahkan masuk" ucap Layla.
"Terimakasih Layla-san" ucap Natsu.
"Hmm. Natsu, mereka teman-teman Lucy disekolah?" tanya Layla sambil menunjuk Erza, Levy, Gray, Loke, Jellal, dan Lisanna. Natsu mengangguk.
"Waaah, perkenalkan. Saya ibunya Lucy. Layla" ucap Layla
"Erza, Lucy terlihat sangat mirip dengan ibunya ya" bisik Levy. Erza mengangguk
"Baiklah Layla-san, aku akan perkenalkan mereka satu-satu. Ini perempuan yang berambut merah ini bernama Erza, yang berambut silver bernama Lisanna, yang berambut biru itu Levy, laki-laki berambut berwarna orange itu bernama Loke, yang mempunyai tato itu bernama Jellal, dan yang satu lagi itu laki-laki mes—" ucap Natsu dipotong oleh Gray.
"Saya Gray. Gray Fulbuster" ucap Gray sambil tersenyum.
"Ah—baiklah kalau begitu, ayo masuk. Ayah Lucy ada didalam dan Lucy ada dikamarnya." Ucap Layla sambil melangkah masuk.
"Genzou-saaaan, aku dataaang" ucap Natsu sambil duduk dan merangkul detective Genzou.
"Ah kau ini, apa tidak bosan datang kesini terus" gerutu detective Genzou
"Aku ini kesini membawa teman-teman juga, bukan hanya aku" bisik Natsu. detective Genzou langsung bangkit berdiri dan memberi salam untuk teman-teman Lucy.
Setelah selesai berkenalan dengan detective Genzou, Natsu dan kawan-kawan masuk kedalam kamar Lucy.
"Luuuuu-chaaaaaan" panggil Levy sambil berlari dan memeluk Lucy. Lucy hanya tersenyum.
"Haai minna…" sahut Lucy. Levy melepaskan pelukannya, berganti dengan pelukan Lisanna.
"Bagaimana keadaanmu? Sudah membaik?" tanya Lisanna yang masih memeluk Lucy. Lucy mengangguk. Lisanna melepaskan pelukannya.
"Kau tahu, Lucy. Natsu seharian ini murung karena kau tidak masuk sekolah" ucap Lisanna sehingga membuat Natsu menjadi malu. Lucy hanya tertawa.
Tiba-tiba Loke menggenggam tangan Lucy.
"Himee, walaupun kau sedang sakit, kau tetap terlihat cantik" ucap Loke. Lucy menatap Loke dengan pandangan geli dan yang lainnya bersweat drop.
"Baiklah-baiklah, drama sudah selesai" ucap Natsu sambil melepaskan genggaman tangan Loke. Natsu dan Loke berdebat. Dan yang lainnya tertawa melihat kelakuan mereka. Lucy pun ikut tertawa.
"Hmm.. bagaimana keadaanmu? Sepertinya sudah baikkan ya" ucap Gray yang sekarang sudah duduk disamping Lucy. Lucy tersenyum dan mengangguk.
"Baguslah. Aku senang melihatmu sudah sehat. Aku sangat khawatir" ucap Gray. Lucy memandang Gray dan muncul semburat merah dikedua pipi mereka.
"Aku sudah tidak apa-apa kok, Gray. Tenang saja" jawab Lucy sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu" sahut Gray. Mereka berdua saling tersenyum.
Setelah berbincang dan bercanda dengan Lucy, akhirnya Natsu dan kawan-kawan pamit pulang.
"Lu-chaaan, cepat sembuh ya. Kelas sepi kalau tidak ada dirimu. Apalagi Natsu, Natsu menjadi pemurung kalau tidak ada kau" ucap Levy.
"Urusaaaai Levy" teriak Natsu. membuat yang lainnya tertawa.
"Pasti aku akan cepat pulih, aku juga tidak suka berlama-lama bolos sekolah hihi" ucap Lucy sambil tertawa.
"Baiklah baiklah, kami pamit pulang ya Lucy" ucap Erza
"Kami pulang ya, Himeee" pamit Loke
"Cepat sembuh ya, Lucy. kitaa semua pulang dulu" pamit Jellal. Lucy hanyaa mengangguk dan melirik kearah Erza. Erza tersipu malu. Lucy tertawa pelan melihat Erza yang malu-malu.
"Hmm Natsu…" panggil Lucy. Natsu menoleh kearah Lucy dan berjalan menghampiri Lucy.
"Ada apa?" sahut Natsu sambil mendudukan dirinya disebelah Lucy.
"Tadi Sting menjengukku" ucap Lucy. Gray, Lisanna yang belum keluar dari kamar Lucy, lebih tepatnya mereka sudah berada diambang pintu kamar Lucy mendengar perkataan Lucy. Gray dan Lisanna saling memandang. Sedangkan Natsu yang mendengarnya langsung dihadapan Lucy membelalakan matanya. Ia kaget. Natsu pikir, Sting akan pulang kerumahnya dan tidak menemui Lucy. tetapi Natsu salah. Natsu menormalkan ekspresi wajahnya.
"Jadi? Dia menjengukmu? Baguslah. Dia teman yang baik" ucap Natsu. Lucy hanya tersenyum dan mengangguk.
"Yasudah, kau istirahat ya. Semoga cepat sembuh. Aku dan yang lainnya pulang dulu. Jaa nee" pamit Natsu.
Lucy melambaikan tangannya.
"Hati-hati dijalaaaan" ucap Lucy.
Setelah keluar dari rumah Lucy. Lisanna, Gray dan juga Natsu berkumpul didepan mobil Natsu.
"Kenapa dia bisa kesini, Natsu?" tanya Lisanna. Natsu hanya mengangkat bahunya.
"Dia mempunyai tekad yang bulat ya, tidak seperti kau, Pinky" ucap Gray. Natsu hanya mengepalkan tangannya.
'Sial!' ucap Natsu dalam hati
"Baiklah, ayo kita pulang" ajak Lisanna sambil berjalan menuju mobilnya, tetapi ditahan oleh Natsu.
"Setelah ini, ada yang ingin aku bicarakan denganmu" ucap Natsu. Lisanna mengangguk.
Setelah semua siap, mereka semua meninggalkan rumah Lucy.
Diperjalanan pulang,
"Pinky, kau sangat cemburu ya dengan anak laki-laki yang berambut pirang itu? Nama anak itu siapa? Kalau aku boleh tahu" tanya Gray.
"Aku sangat kesal padanya, dia benar-benar terlihat seperti anak yang—brengsek. Namanya Sting" sahut Natsu.
"Sting ya. Dia terlihat sangat menyebalkan" timpal Gray.
SKIP TIME
Lisanna dan Natsu sedang duduk ditaman sambil melihat pemandangan danau.
"Lis, aku mau bertanya sesuatu" ucap Natsu
"Ya silahkan" sahut Lisanna yang sedang meminum air mineralnya.
"Be—begini bagaimana menurutmu saat melihatku dan Lucy bersama?" tanya Natsu.
Deg!
Lisanna merasakan didadanya. lebih tepatnya sakit itu dirasakan dihatinya. Kenapa Natsu menanyakan hal itu padanya.
"Serasi" sahut Lisanna singkat. Jawaban Lisanna itu memang jujur dari hati Lisanna sendiri. Saat Lisanna melihat Lucy dan Natsu bersama, ia merasa mereka sangat serasi. Mereka mengisi kekurangan mereka masing-masing.
"Begitu ya…." ucap Natsu
"Itu saja yang ingin kau tanyakan? Kau membuang waktuku, Natsu" ucap Lisanna sambil memasang wajah cemberut.
Natsu menggelengkan kepalanya. Tanda berarti bukan hanya itu saja yang akan ditanyakan oleh Natsu kepada Lisanna.
"Lis, seseorang bertanya padaku. Apa perbedaan suka, sayang, dan juga cinta. Tapi aku tidak bisa menjawabnya. Apa kau bisa menjawabnya untukku? Pleaseee" ucap Natsu sambil menatap mata Lisanna. Lisanna hanya tersenyum.
"Kau tidak bisa menjawab apa kau tidak tahu, Natsu?" ejek Lisanna sambil menahan tawanya. Natsu hanya memasang wajah cemberut. dan akhirnya Lisanna tertawa.
"Kau ini… tidak pernah belajar dewasa" sahut Lisanna sambil tersenyum.
"Baiklah, akan aku jelaskan. Biar kau sadar dengan perasaanmu sekarang" lanjut Lisanna. Natsu yang tadinya memandang Lisanna dengan tatapan memohon, sekarang matanya berbinar-binar karena mendengar jawaban dari Lisanna.
"Perbedaan suka, sayang, dan cinta ya? Suka itu saat kau ingin memiliki seseorang, sayang adalah perasaan dimana saat kau ingin membahagiakan orang yang special dimatamu , cinta itu adalah rasa dimana saat dimana kau akan berkorban demi orang special itu." Jelas Lisanna.
Natsu terkagum dengan penjelasan Lisanna.
" Contohnya seperti saat kau sedang sedih dan menangis maka seseorang yang suka padamu akan berkata 'sudah jangan menangis lagi'. Tapi seseorang yang menyayangi dirimu akan diam dan ikut menangis denganmu. Dan seseorang yang mencintaimu akan membiarkan mu menangis, larut dalam kesedihan, menunggumu hingga tenang kembali dan berkata' ayo kita selesaikan masalahnya bersama-sama'.
"Saat dirimu menyukai seseorang dan seseorang itu menyakitimu, maka kau akan marah dengannya dan tak mau bicara lagi dengannya apalagi bertemuu dengannya. Tapi jika kau menyayangi seseorang , dan seseorang itu menyakitimu, maka kamu akan menangis sejadi-jadinya karenanya. Dan jika kamu mencintai seseorang yang menurutmu special dihatimu, dan dia menyakitimu, maka kamu akan berusaha untuk tersenyum walaupun rasanya pahit, sakit dan akan berkata 'dia belum tahu apa yang dia lakukan' dan juga 'Aku akan bahagia jika dia bahagia dengan keputusannya'
"Suka itu hanya keegoisan diri sendiri. Sayang adalah memberi dan menerima. Cinta adalah rela berkorban. " jelas Lisanna. Penjelasan Lisanna diakhiri dengan senyuman diwajahnya.
Natsu kagum, benar-benar kagum dengan penjelasan Lisanna.
"Waaaah kau hebat Lisanna, kau hebaaaat!" puji Natsu
"Bagaimana? Kau sudah mengerti dengan jawaban yang aku berikan?" tanya Lisanna. Natsu mengangguk.
"Kalau kau tidak mengerti dan belum tahu tentang perasaanmu. Kau coba pejamkan matamu. Pikirkan orang special dihatimu dan rasakan. Apa yang kau rasakan tentangnya. Apakah hanya suka, sayang, cinta, atau ketiganya" ucap Lisanna. Natsu masih diam.
"Baiklah, aku akan pulang duluan. Jaa nee~" pamit Lisanna sambil berjalan meninggalkan Natsu yang masih berdiam diri. Lisanna hanya tersenyum.
'Ganbatte, Natsu' ucap Lisanna dalam hati
Natsu masih duduk diam. Dia mengingat kata-kata Lisanna. Ia mencoba memejamkan matanya dan memikirkan seseorang yang dianggapnya special. Saat Natsu memejamkan mata, Bayangan Lucy yang sedang tersenyum muncul. Dan juga kenangan-kenangan bersama Lucy. Natsu tersenyum, dan tanpa sadar ia mengeluarkan airmata.
"Maaf…Maaf aku baru sadar dengan perasaanku padamu, Luce" ucap Natsu yang masih memejamkan matanya.
'Aku menyukaimu….menyayangimu…dan mencintaimu…Lucy Heartfilia' ucap Natsu dalam hati.
Didalam kamar Lucy,
Lucy sedang melihat keluar jendela merasakan angin yang membelai wajahnya dan ia memejamkan matanya karena ia sangat menikmati hembusan angin tersebut. Lucy tersentak pada saat angin itu berhembus ia mendengar suara Natsu.
Lucy tersenyum sambil menengadahkan wajahnya keatas untuk memandang langit.
"Natsu…" panggil Lucy
To Be Continued
Yoooossssh! akhirnya Natsu menyadari perasaannya sama Lucy~~~
Bagaimana para readers? apa pendapat kalian dengan chapter ini?
Silahkan komentar dengan meninggalkan sepenggal Review untukku~~~
Balasan Review!
yodontknow : Arigatou gozaimaaaasuuu ;)
Himiki-chan : Hmm begitu ya... akan aku usahakan hehe, Arigatoou himiki-chan :)
Ayane75 : Hehe Arigatou, ini dia chapter selanjutnya silahkan dibacaaa XD
L Melda H : Aku akan membuat Sting insaf (?) eeeeh kenapa dilempar kelangit-_-" *nyangkutdipohon*. baiklah-baiklah ini sudah lanjut XD
karinalu : Ahh tidak apa-apa kok. hmm benar gak ya tebakannya?~~ anda benar dapat 100 poin #plak. baiklah ini dia chapter lanjutannya...silahkan dibacaaaa~
pidachan99 : Ini dia sudah update. Lucy hanya demam biasa... dia sekarang sudah sehat kok *pura-pura jadi dokter*. Lucy disini anak yang sehat, dia sakit karena kecapean saja~~
Sekian dari sayaaa~
Tunggu next chapternya yaaa ;)
Jaa nee~~
