The Past

Beberapa jam kemudian, Zen menemui Arche dan Mia yang di kemoterapi. Seragam besi Zen dengan perisai pelindung siap bertempur memperlihatkan bagian tubuh kekar putihnya dan penuh luluran obat untuk membuat semangat. Pedangnya yang tajam dan Prisai tamengnya yang berat di letakkan di luar ruangan untuk menjaga kebersihan. Teman-teman Mia pada masuk keruangan seragam perangnya di lepas dan mereka mencuci menggunakan antiseptik. Namun saat Zen masu ke ruang, Mia dan Arche kejang-kejang. Kamar terapi yang mewah mungkin membuat Mia dan Arche menjadi down dan penyakitnya kambuh. Untuk merasakan sesuatu saja tidak bisa, kedua kakak adik berubah tempramen. Beberapa terapi setrum tidak bisa mengobati penyakit.

Zen memegang tangan Mia.

Kau harus kuat.

Mia meneteskan air mata lalu memegang kuat tangan Zen.

Lima bulan yang lalu, Mia terlihat cantik dan tomboy dengan rok pendek, rambut panjang, wajah yang manis, bersepatu boots, bersarung tangan, memakai syal, dan periang di kota England yang sejuk dan bersalju, sementara Arche mengantar Mia dengan wajah jutek dan kesal sedang menghisap rokok, berusaha susah payah untuk membuat suasana tidak canggung. Di rumah sakit, mereka berdua sekarang melawan maut yang membuat mereka harus berjuang melawan penyakit kanker tulang belakang yang membuat mereka lumpuh. Tinggal selangkah lagi misi mereka untuk menaiki level, lalu misteri itu akan terpecahkan sebelum Mia dan Arche meninggal. Namun, Mia yang kesakitan itu berbicara ke Zen.

"A…A….A.…" Mia hanya bisa mengatakan A. Dia berkata jika panahnya mempunyai tujuh kemampuan untuk mematikan monster dan bisa membuat misi semua temannya naik level.

Perlu waktu seumur hidupnya untuk melawan penyakit mematikan yang menyerang tubuh Mia dan kakaknya. Dan di sini, teman-teman Mia sudah mengerti maksud ucapan sahabatnya dalam hitungan menit seolah-olah ruangan itu mempunyai translate bagi penderita kutukan dan penyakit mematikan. Rasa sedih menusuk-nusuk jantung sahabatnya. Bahkan di dunia game, yang semua orang seharusnya normal dan tidak cacat, dia dan kakaknya cacat dan dianggap membawa kutukan. Semua manusia yang ke dunia game adalah manusia biasa, tak peduli ke mana pun mereka mati yang penting mereka lolos dan hidup seperti biasa.

Dia melihat teman-temannya yang sedang menangis. Mia tidak tahan juga, namun saat Mia menangis penyakit jantung dan Ashmanya kambuh. Zen mengobati istrinya yang kejang-kejang, dia menangis karena kondisi Mia begitu memprihatinkan.

Tolong jangan tinggalkan aku.

Zen membuka baju Mia dan melakukan kejut jantung karena kondisi istrinya semakin kritis saat menangis dan muntah darah di mulutnya begitu banyak sehingga butuh darah. Sebelum berperang, Zen dan Ginga mengobati kedua sahabatnya yang mendadak lemas saat teman-temannya menangis.

"Ah… Megumi Akino… kamu disini… maaf… aku… belum… bisa… melamar…ka…mu." Tiba-tiba Arche berbicara pada Megu. Megu sejak kenal di dunia game, dia mengetahui kalau Arche nama panjangnya Masaya. Arche mengenal Megu saat pertama di dunia game, dia berkata bahwa nama panjangnya sebenarnya Megumi Akino.

"Masaya… aku tidak menginginkan sesuatunya seperti ini." Ginga tiba-tiba membentak Arche yang sudah menjadi sahabatnya. Dia sudah merestui Megu dan Arche, namun Arche malah berkata lain.

"Itu semua sebab aku terlalu bergantung padamu."

"Tidak… itu tidak benar… ini salahku… aku harusnya tidak menjaga… ke-ba-ha-gia-an… Naoya… i-tu… sa-lah-ku." Naoya adalah nama sebenar Ginga Hagane, semenjak pindah keluar negeri mengganti namanya menjadi Ginga Hagane.

Ginga terkejut mendengar percakapan Seorang sahabatnya, yang sudah di anggap sebagai Kakak kandung. Semenjak Arche mengenal Ginga di England. Dia selalu bersama-sama, ketika Ginga kesepian karena orang tuanya sibuk.

"Jangan berbicara yang tidak-tidak Masaya."

"Jika kamu membenciku, kamu harus sembuh dari peyakitmu dan bangunlah."

Masaya Arche melihat Naoya Ginga Hagane dengan tatapan sedih dan pilu. Ia sebenarnya tidak ingin membuat adiknya Mia juga sakit, dan berjanji menemani Naoya Ginga Hagane saat sendiri.

"Aku… sungguh… minta… maaf… Naoya…" Masaya kejang-kejang.

"Selebihnya… aku … serahkan… Megu… kepadamu…" Karena Masaya Arche mengetahui bahwa di dunia game Megu dan Gingga tidak ada hubungan darah. Ayah dan Ibunya Megu meninggal, gadis itu di angkat oleh orang tua Ginga. Pesan orang tua Megu ketika perang bersama orang tua ginga, menjaga Megu yang masih berusia tiga bulan. Karena saat berperang, orng tua megu menyadari bahwa dia tidak akan kembali dan menjaga anaknya yang bayi.

"Jangan katakan itu…!" Naoya Ginga Hagane sedih, karena kakak angkatnya kehilangan semangat hidup.

"Aku tidak akan membiarkanmu berbicara begitu… !"

Megu tersenyum untuk menghibur Masaya Arche yang terbaring lemah.

"Itu benar! Masaya!"

"Bukankah kamu mengatakan bahwa kamu ingin kembali ke sekolah secepatnya?"

Saat Megu dan Arche membeli syal, Arche berkata bahwa dia ingin kembali ke sekolah ke dunia nyata.

"Besok musim semi dan sakura bermekaran."

"Kita dapat keluar dan pergi jalan-jalan bersama. Bermain dan setelah itu kita akan menikah."

"Kita akan ke taman sakura bersama-sama atau pergi ke pantai. Di dunia game ada pantai yang indah."

Masaya Arche sedih karena dia di dunia game terlahir mengidap penyakit mematikan. Bahkan, sang adik yang sehat juga mengalami penyakit aneh di dunia game yang penuh misteri.

"Aki… aku… ingin… kamu… memiliki… kebahagiaan… bersama… Naoya… dari pada yang lainnya."

Megumi Aki menangis, dia merasa bersalah seharusnya dia mencintai Masaya Arche bukan Ginga Hagane Naoya. Seharusnya dia mengetahui bahwa saat di dunia game, Masaya Arche selain mencintai Mia dia juga mencintai Akino Megumi. Akino Megumi sudah di anggap Masaya Arche sebagai perempuan idaman dan pendamping hidupnya. Dia juga ingin menemui Akino Megumi jika bertemu di dunia nyata, jika Akino benar-benar ada bukan sekedar Avatar di dunia game saja.

"Jangan… lupa… bahwa… aku… akan… melindungi… senyummu… selamanya…."

Masaya Arche memegang pipi Megumi Akino dengan jari-jarinya yang kurus dan lemes. Ia menahan sakit supaya Megumi Akino senyum. Namun Megumi Akino tidak bisa menahan air matanya, ia sudah berjanji akan menikahi Masaya itu pesan Zen dan Ginga. Sebelumnya, ia berjanji menikahi Naoya Ginga Hagane dan melepas ikatan saudara demi memperkuat team dan menaikkan level. Namun, saat itu kondisi Masaya Arche sering drop dan kondisi sahabatnya Mia juga turun. Dia juga berjanji ke pada Mia, untuk menikahi Arche dan Megu. Megu dan Ginga putus hubungan, karena mengetahui Arche di dunia game menjadi sakit-sakitan dan Mia juga mendadak mempunyai lemah jantung. Dulu saat belum masuk di dunia game, mereka pacaran namun saat masuk ke dunia game yang aneh hubungannya menjadi kakak adik. Ayah Ginga tidak menyetujui pacaran di dunia game, Mia dan Arche sudah terikat hubungan adik kakak melalui pita merah yang di ikat di gelang kaki mereka berdua. Sejak itulah hubungan sepasang kekasih benar-benar putus, mereka berniat untuk membahagiakan Arche Masaya dan Mia demi membuat hubungan team pahlawan menjadi kuat.

"Akino Megu… Kekasihku… Tunanganku… Aki."

Masaya Arche memandang dengan matanya yang lemah dan mulai gelap. Dia menangis karena tidak bisa membahagiakan Akino Megumi.

"Aku… mengharapkan… kamu… bahagia… dengan… Naoya… Selamanya." Masaya menghembuskan napas terakhirnya. Masaya Arche dan Mia tidak berdenyut lagi jantungnya. Zen juga menangis karena kedua sahabatnya meninggal, Mia sahabat sekaligus Istrinya meninggalkannya.

Suara ECG berbunyi.

"Masaya Arche?" megu membangunkan Masaya Arche yang tertidur.

"Kamu hanya tidur sebentar bersama Mia kan?" dua dokter masuk ke ruangan.

"Permisi tolong biarkan aku bekerja."

Masaya dan Mia terbaring dengan mata yang terpejam. Badannya dingin sekali.

Don! Don! Don! Don!

Dokter melakukan defibilator secar manual menggunakan tangan.

"Electricion."

ECG berbunyi sekali, menandakan jantung Masaya dan Mia masih belum berdetak.

"25:12 menit mereka berdua sudah meninggal." Dokter mengumumkan kematian Masaya dan Mia.

"Masaya… Mia kumohon jangan tinggalkan aku."

"Dok… di dunia game ada kapsulkan usahakan tubuh mereka awet dengan es batu atau kapsul pendingin aku akan membuat mereka membuka matanya," ucap Megumi Akino. Ia menarik lengan Ginga dan mengajak teman-teman untuk melawan musuh demi mendapatkan ramuan denyut jantung dan obat herbal penyembuh kanker. Dokter dan suster membawa jenazah Mia dan Arche Masaya ke ruang pendingin atau kapsul untuk mengawetkan mayat kaka beradik yang sudah tidak bernyawa.

Akankah Ginga dan Zen berhasil mendapatkan obat herbal penyembuh jantung lemah dan penyembuh kanker? Akankah Elv Zi dan Aine bisa melawan Kurumi di lapangan demi menyelamatkan Ginga dan Zen?

#Reverensi dari Komik Sukishite sadist, Novel School good and evil

#maaf author bad mood jadi adegannya kurang mantap dan ceritanya buruk