Her Husband, She in Dangerous
Aku mau minta bantuan kalian, please ini buat masa depan aku!
Please vote, follow, atau comment cerita "MY DEAREST IS A PROGRAMMER" di Sweek. Aku ikut serta dalam lomba #GrassindoFictionSweek hadiahnya kontrak penerbitan secara mayor dengan penerbit Grassindo.
Kalian tinggal bikin aku di aplikasi sweek atau log in di laptop lalu cari pen name aku atau judul cerita aku dan tinggal vote, follow, atau comment cerita itu. Terserah mau dibaca atau engga, tapi vote dan follow kalian itu berarti banget buat aku.
Onegai minna-san... onegai...
Chapter Sebelumnya...
Bagaimana caranya agar Sasuke melupakan Naori ?
Tidak mungkin terus seperti ini, mengapa Hinata baru mengetahui segalanya setelah menikah. Ia tidak mungkin bercerai dengan Sasuke hanya karena alasan seperti ini, tapi apakah hatinya siap setiap hari tinggal dengan laki-laki yang hatinya tidak bersamanya. Lalu bagaimana perasaannya pada Sasuke, bukankah dalam kontrak dia memberikan hatinya sebagai jaminan, mau tidak mau ia harus mencintai Sasuke.
Hinata tidak terlalu ingin ambil pusing, sepertinya setelah berlibur di kapal pesiar ia bisa menemukan solusi.
...
...
...
Para porter hilir mudik di pelabuhan membawa berbagai barang penumpang menuju sebuah kapal besar yang menutupi hampir seluruh bagian pelabuhan. Kapal mewah itu dua kali lipat lebih besar dibandingkan kapal Titanic yang tenggelam beberapa tahun yang lalu.
Hinata menatap tulisan besar yang menempel pada badan kapal "Campania", ia bergidig membayangkan jika kapal yang ia tumpangi kali ini bernasib sama seperti kapal Titanic. Ini bukan pertama kalinya ia naik kapal mewah, tapi ini pertama kalinya ia naik kapal dalam waktu yang cukup lama tanpa keluarganya.
"Hinata-sama, barang-barang anda sudah berada di kamar kelas satu nomor A26. Kamar saya berada di seberang kamar anda agar anda bisa dengan mudah memanggil saya jika terjadi sesuatu."
Hinata membalikan tubuhnya dan tersenyum pada Kou, "Arigatou sudah mau menemaniku, Kou-san."
Kou membalas seyuman Hinata dan membungkuk hormat, "Sudah menjadi kewajiban saya untuk melayani dan menjaga anda. Sasuke-sama pun sudah menegaskan tentang itu."
"Sebaiknya kita segera naik sebelum kapal mulai berlayar." Ujar Hinata mengalihkan pembicaaan, belum saatnya ia membicarakan Sasuke. Kou pun hanya mengangguk dan mulai mengikuti Hinata menaiki kapal.
HER DEVIL HUSBAND
Warning : OOC, TYPOS, CRACKED- PAIR, etc
Rate : M
Disclaimer : Naruto © Belonging Masashi Kishimoto
DON'T LIKE DON'T FLAME
DON'T LIKE DON'T FLAME
DON'T LIKE DON'T FLAME
READ AND REVIEW PLEASE (0.0)
Coba baca lagi deh siapa tau jadi suka ^.^ *author maksa*
...
18
...
Hinata duduk di atas sebuah kursi malas berwarna putih yang menghadap langsung ke samudra luas. Sebuah majalah sejak tadi terus ia bolak balik, tak ada yang menarik. Hampir semua kabar dalam majalah itu memuat tentang kapal yang sedang ia tumpangi.
"Majestic Star Line adalah sebuah pertaruhan perusahaan jasa konstruksi, kapal pesiar mewah yang berlayar dari Konoha menuju Swiss. Kapal ini dapat menampung orang dua kali lipat lebih banyak dibanding kapal Titanic. Fasilitas kapal ini lengkap, anda seperti berada di kota Konoha. Akan diadakan pertemuan seluruh pebisnis Konoha di kapal ini dua hari yang akan datang." Jelas Kou dengan rinci kemudian menutup notes kecil ditangannya dan menyimpannya kedalam saku.
Hinata pun mengangguk mendengarkan penjelasan Kou, "Jadi berapa lama kita akan berada di kapal ini ?"
"Untuk berangkat memerlukan waktu sekitar empat hari tiga malam, dan untuk kembali memerlukan waktu empat malam tiga hari. Kita akan berada di Swiss selama satu minggu."
"Kau sudah mengatur jadwalku bukan ?" tanya Hinata setelah menghabiskan segelas lemaonade yang diberikan pelayan beberapa saat yang lalu.
"Tentu saja, anda hanya tinggal mengikuti jadwal itu."
"Baiklah." Hinata pun menyenderkan punggungnya pada kursi dan mulai memejamkan matanya. Sejak dia melakukan packing semalam, Sasuke tidak menghubunginya. Entah apa yang dilakukan suaminya di luar sana. Sasuke tidak mungkin berselingkuh, jika ia berselingkuh maka lambang kontrak yang berada pada dahinya akan menghilang.
"Hinata-chan!" panggil seorang gadis dari kejauhan.
Hinata menegakkan tubuhnya untuk melihat siapa yang memanggilnya, "Ino-chan ?" Hinata mengerjapkan matanya beberapa kali untuk memastikan pengelihatannya tidak salah. Seorang perempuan berambut pirang pony tail mendekatinya.
Ino langsung menghambur memeluk Hinata, "Aku merindukanmu ! sudah lama kita tidak bertemu !"
Hinata meringis pelan saat pelukan Ino terasa sesak, "I-Ino-chan aku tidak bisa bernapas..."
Ino pun melonggarkan pelukannya, "Gomen Hime-chan, aku hanya terlalu merindukanmu. Kau hanya berdua dengan Kou ? kemana suami tampanmu ?"
Sasuke atau suaminya adalah topik yang paling ingin dia hindari. Ia tak pandai berbohong, bagaimana dia mengatakan ia sedang baik-baik saja saat ia tahu suaminya menyimpan nama perempuan lain dalam hatinya. Mungkin menurut Sasuke hubungan mereka baik-baik saja, karena ia belum mengetahui jika Hinata mencari tahu masa lalunya.
"Sasuke-kun sedang ada urusan bisnis dengan otou-san, aku mewakili otou-san untuk menghadiri pertemuan di kapal ini."
Ino terseyum lebar dan kembali memeluk Hinata, "Kita bisa menghabiskan malam bersama sampai tiba di Swiss. Sai-kun akan mewakili perusahaan Uchiha dan aku akan menemani kalian dalam pertemuan itu." Ino melepaskan pelukannya, "Bagaimana jika sekarang kita berkeliling kapal ? Sai-kun sedang sibuk mengurus sesuatu yang tidak aku mengerti, menyebalkan sekali jika aku harus berkeliling sendirian."
Hinata pun mengangguk dan memberikan kode pada Kou untuk mengizinkannya pergi, Kou pun mengangguk sebagai balasan. "Baiklah, ayo kita pergi !" ujar Ino semangat sambil menarik tangan Hinata menjauhi kursi malasnya.
HER DEVIL HUSBAND
Sejak tiga menit yang lalu Sai berdiri di depan kamar Hinata, ada sesuatu yang harus ia bicarakan dengan istri sepupunya itu. Sai mendengar suara langkah tak jauh darinya, dan ia melihat tunangannya tengah bersama orang yang sejak tadi ia tunggu.
"Sai-kun ? apa yang sedang kau lakukan di depan kamar Hinata ?" tanya Ino dengan nada dibuat curiga dan mata yang memicing.
Sai tersenyum palsu, "Oh hai sayang, aku tak tau jika nyonya Sasuke pergi denganmu. Ada yang ingin aku bicarakan dengan Hinata mengenai project Uchiha dan Hyuuga."
Ino mengerucutkan bibirnya, "Kenapa kalian masih harus bekerja di tempat menyenangkan seperti ini ? harusnya kalian menikmati waktu senggang kalian di kapal ini."
Hinata mengusap pelan lengan Ino yang sejak tadi menggandeng tangan kanannya, "Gomen Ino-chan, jika kami tidak bekerja bagaimana nasib orang-orang yang menggantungkan hidup pada perusahaan ?"
"Wakatta ! baiklah kalian selesaikan saja pekerjaan kalian sebelum makan malam, aku tidak ingin makan malam sendirian." Ujar Ino dengan nada memelas.
"Kau tidak ingin ikut perbincangan bisnis ?" tanya Sai.
Ino menggeleng, "Itu hanya membuat kepalaku sakit, lebih baik aku bermain instagram di kamar." Ino pun berjalan melenggang melewati Sai. "Jangan melakukan hal aneh-aneh pada Hinata, atau aku akan menghabisimu." Ancam Ino bercanda.
Sai tersenyum demon, "Kau yang akan ku habisi malam ini nona Yamanaka."
"Sai ?" panggil Hinata yang sudah membuka pintu kamarnya, "Silahkan masuk." Sai dan Hinata pun masuk ke dalam kamar Hinata, Hinata menelepon pelayan untuk mengantarkan camilan dan minuman untuknya dan Sai.
"Ada apa Sai ?"
"Ah kau jadi tidak suka basa-basi seperti Sasuke, baiklah aku langsung pada intinya." Sai memberikan jeda sebelum melanjutkan ucapannya, "Berhati-hatilah selama kau berada disini, Sasuke sedang tidak bersamamu dan aku tidak bisa leluasa melindungimu karena kau sudah terikat dengan iblis lain."
Hinata menautkan kedua alisnya, namun belum sempat ia berkata seorang pelayan membunyikan bel dan mengantarkan pesanannya. Setelah pelayan itu pergi Hinata pun melanjutkan pembicaraan seriusnya dengan Sai. "Apa maksudmu ?"
"Kau tahu siapa yang akan memimpin pertemuan bisnis dua hari lagi ?"
Hinata berusaha mengingat nama yang berada dalam kartu undangannya, "Yugaku Hidan ?"
Sai mengangguk, "Yap! Kau benar. Dan itu lah hal yang harus kau waspadai."
Hinata hanya diam menunggu Sai mlanjutkan penjelasannya, "Hidan memiliki masalah dengan Sasuke beberapa tahun yang lalu dan Hidan masih menyimpan dendam pada Sasuke. Sepertinya dia tahu Sasuke terikat kontrak denganmu dan dia akan menggunakanmu untuk membalas dendam pada Sasuke. Kau sudah tau bagaimana wajahnya ?" Hinata menggeleng, Sai menghela napas dan mengeluarkan selembar foto dari sakunya. "Dia Yugaku Hidan."
Hinata mengambil foto itu dan mengamatinya, lelaki itu terlihat lebih tua dari Sasuke atau mungkin rambutnya memang seperti itu sejak lahir ? "Aku tidak pernah bertemu dengannya."
"Syukurlah, dia bukan iblis. Dia sejenis warlock yang bekerja sama dengan satan."
Hinata mengangguk, "Sai, kau tidak terikat kontrak dengan Ino ?"
Sai menautkan kedua alisnya, "Aku dengan sahabatmu ?" Sai terkekeh pelan, "Tentu saja tidak, aku mencintainya bukan berarti aku harus mengikat kontrak dengannya. Aku bukan tipe laki-laki posesif seperti suamimu, Hinata."
'Percuma posesif pun jika ada wanita lain dalam hatinya.' Batin Hinata.
"Sepertinya ada yang mengganggu pikiranmu ?"
Hinata hanya tersenyum canggung, "Entahlah, beberapa hari belakangan Sasuke tidak melakukan telepati denganku, selain itu..." Hinata menggantungkan ucapannya, ia bingung harus mengatakan apa pada Sai. Sedangkan Sai hanya diam menunggu lanjutan ucapan Hinata. "Kau pasti mengenal Naori, Sai ?"
"Ah ya aku mengenalnya, Sasuke selalu mengikut gadis itu seperti anak ayam. Memang ada apa ?"
Hinata meremas pelan ujung dressnya, "Apa hubungan Sasuke dengan gadis itu ?"
Sai mengangkat tangannya, "Aku tak tahu. Jangan katakan jika kau melihat Sasuke berselingkuh dengan hantu Naori ?!"
"Kau gila ?! meski rambutku berwarna indigo bukan berarti aku menjadi orang indigo." Sai terkekeh pelan menanggapi reaksi Hinata, gadis itu terlihat lebih hidup meskipun terlihat seperti Sasuke. "Aku pun tidak mungkin menuduh Sasuke berselingkuh dengan orang yang sudah mati."
"Jadi kau tahu dia sudah meninggal ?"
"Madara-jii chan menceritakannya dan Shisui membawaku ke makamnya."
"Lalu dimana masalahmu ? kau sudah tahu jika wanita yang selalu Sasuke ikuti sudah mati. Aku yakin kau tidak bodoh untuk mengikuti perasaanmu, Hinata."
"Madara- jii chan mengatakan jika seorang iblis menemukan cinta sejatinya maka dia akan terus menjaga cinta itu selamanya. Lalu bagaimana dengan Sasuke ? dia mencintai Naori tapi dia membuat kontrak denganku dengan hatiku sebagai jaminan. Untuk apa aku harus belajar mencintainya jika dia sudah menemukan cinta sejatinya ?"
"Kau tahu makna cinta sejati, Hinata ?" Hinata menundukan kepalanya enggan untuk menjawab. "Cinta sejati adalah saat dimana sesorang mencintaimu dengan tulus dan kau juga melakukan hal yang sama. Sedangkan yang terjadi pada Sasuke hanya ia yang mencintai Naori, itu tidak bisa disebut cinta sejati." Jawaban dari Sai sedikit membuatnya tenang, tapi Sasuke yang masih mengenang Naori tanpa menceritakan sedikitpun padanya masih mengganjal pikirannya. "Darimana kau tahu Sasuke dengan Naori ? aku yakin kakek kesayanganku tidak akan tiba-tiba menceritakan hal itu."
Hinata pun menceritakan semua kejadian saat pesta dan saat memergoki Sasuke menangis dihadapan lukisan Naori. Sai melongo mendengar penjelasan Hinata, menurutnya mustahil sepupunya melakukan hal seperti itu. Tapi ia enggan mendebat Hinata, ia tidak memiliki bukti apapun.
"Kau bisa menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Sasuke saat dia sudah sampai disini." Ujar Sai dengan tenang.
"Dia akan menyusul ?"
"Kau tidak tahu ?"
"Aku sudah mengatakannya tadi Sai, kami tidak melakukan telepati beberapa hari belakangan, aku pun malas untuk menghubunginya."
Sai mengangguk-anggukan kepalanya lalu bangkit, "Baiklah, aku mengerti. Aku tidak bisa ikut campur, kalian pasti bisa menyelesaikannya sendiri. Aku harus kembali ke kamar, jaga dirimu baik-baik." Sai pun keluar dari kamar Hinata.
Hinata berpikir keras, benarkah semua yang dikatakan Sai ? Hinata berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya beberapa waktu, lebih baik jika waktunya ia gunakan untuk bersenang-snang di kapal mewah ini.
HER DEVIL HUSBAND
Para pebisnis Konoha sudah berkumpul di ballroom mewah kapal, malam ini pertemuan akbar itu dilakukan. Hinata mengenakan gaun berwarna biru langit selutut dengan higheels berwarna senada, rambutnya ditata menyamping. Ia terlihat manis.
Mata Hinata tetap waspada, ia mengawasi setiap sudut ruangan, ia teringat ucapan Sai mengenai Yugaku Hidan. Ia yakin laki-laki itu pasti akan berada di acara ini. Hinata pun sudah memberitahu Kou untuk mengawasi orang itu jika tiba-tiba berada disekitarnya.
"Pesta yang menyenangkan bukan, nona Hyuuga ? atau harus aku panggil nyonya Uchiha ?" bisik seseorang tepat disamping telinga Hinata.
Punggung Hinata tiba-tiba menegang merasakan aura tak menyenangkan dari sampingnya, dengan gerakan slow motion Hinata mengokan kepalanya untuk melihat siapa yang memanggilnya. Tubuhnya kaku saat melihat siapa yang tengah tersenyum padanya, "Yugaku-san ?"
Hidan menjauhkan sedikit tubuhnya dari Hinata, "Panggil saja Hidan, kau menikmati pestanya ?"
Kou yang berdiri disamping Hinata pun hanya mematung seperti orang bodoh. "Pesta yang luar biasa, Hidan-san." Ujar Hinata sambil tersenyum ramah.
"Ngomong-ngomong kau sendirian ? kemana suamimu ?" tanya Hidan dengan nada awas.
"Aku..."
"Nyonya Uchiha jelas tidak sendirian, sebentar lagi Sasuke akan datang kemari. Sambil menunggu suami Hinata datang aku dan tunanganku akan menemaninya." Ujar Sai yang sudah berdiri disamping Kou sambil menggandeng Ino.
"Ah baiklah jika begitu, selamat menikmati pestanya." Hidan pun berjalan menjauhi Hinata dan Sai.
"Dia mengerikan." Ujar Ino.
"Kau mengenalnya ?" tanya Hinata.
"Aku pernah beberapa kali bertemu dengannya, ia memintaku mendesain suit untuk pesta."
"Kau tidak boleh menerima pekerjaan darinya lagi." Ujar Sai dengan dingin.
Ino tersenyum, "Aku suka jika kau cemburu seperti itu." Ino mememeluk pinggang Sai.
Dalam hati Hinata merasa iri, ia juga ingin melakukan hal seperti itu dengan Sasuke. Ia merindukan keposesif-an Sasuke, meskipun kadang itu menyebalkan. "Sai, kapan Sasuke tiba disini ?" tanya Hinata tiba-tiba membuat orang-orang disekitarnya melongo.
TBC
Akhirnya UP! Btw gomen minna-san minggu kemarin aku ngga update, aku udah ninggalin notes kok di ffn & wattpad. Alhamdulillah waktu interview aku diterima tapi pas mau tanda tangan kontrak aku tolak (Aku yang nolak bukan perusahaan yang nolak aku) jam kerjanya terlalu berat dan targetnya juga berat. Aku harus kerja dari jam 7 pagi ampe jam 7 malem, harus nyari data base sendiri dan minimal dapet 10 client dalam waktu sebulan. Akhirnya aku lepas deh kerjaannya, kata babeh sih kalem aja jangan terlalu buru-buru nyari kerja toh ijazah aja belom keluar, aku juga masih dapet tunjangan dari babeh aku. Jadi aku mau fokus nulis aja di rumah dan insya Alloh fanfic ini ngga bakal digantung...
Happy May Day minna-san !
MIND TO REVIEW ?
