Hana Pusparini

Naruto

DC: Masashi kishimoto

Rate: T-M

Genre: Mix

Pair: NaruHina Slight:SasuSaku

Warning: typo, OOC, kosakata kurang bagus, author newbie dan banyak lagi

DLDR

Malam harinya tamu-tamu yang menjenguk Hinata pun pulang, Hinata dan Naruto tidur di ranjang sedangkan boruto sedang asyik menggambar abstrak di buku gambar. Hanabi sedang menyiapkan jualan onlinenya karena sedang libur sekolah.

"Boruto, kamu sebentar lagi punya adik perempuan cepat besar ya." Ucap Hanabi sambil menggendong Boruto dan mengemaskan jualan pakaiannya.

Cuaca begitu dingin di malam, suara jangkrik pun terdengar merdu bagaikan nyanyian okestra di panggung dengan sruling yang di tiup oleh pemain alat musik ternama. Hanabi menidurkan Boruto di kamar sedangkan Hanabi masih sibuk menghitung omset jualan online perhari. Di tengah malam yang sunyi di temani bintang dan rembulan yang indah Naruto dan Hinata sedang membicarakan kelahiran anak keduanya apakah akan melahirkan di rumahnya orang tua Naruto atau di rumah Orangtua Hinata.

"Nanti akan melahirkan di rumah orang tuamu atau orangtuaku?" Tanya Hinata dengan suara lembut.

"Dimana saja yang penting higenis dan selamat anaknya serta ibunya." Naruto mencium perut Hinata yang agak besar dan mencium kening hinata. Wajah Hinata memerah karena Naruto begitu perhatian, Hanabi di atas mengawasi Boruto apakah dia tidur nyenyak atau tidak.

"Kurang satu juta lagi, kalau sudah sampai 3 juta bisa nambahin biaya operasi kakak. Kapan lakunya barang-barangku Ya Tuhan." Hanabi sedang menghitung berapa lagi barang onlinenya yang harus terjual. Kemudian Hanabi keluar kamar, turun tangga dan mencuci gelas dan piring bekas teman-temannya dan teman Naruto dan Hinata.

Tiba-tiba Hanabi tertidur pulas di ruang keluarga, tidak taunya hari sudah pagi waktu begitu larut. Naruto dan Hinata membangun Hanabi.

"Hanabi, bangun kakak mau ke dokter untuk check up kondisi kehamilan kaka." Ucap Hinata yang sedang berkemas untuk ke rumah sakit.

"Kamu jaga rumah ya Hanabi, jaga boruto. Aku mau ke kantor dan sekalian mengantar Hinata ke rumah sakit." Naruto menuntun Hinata ke mobil, Hanabi menyapu halaman dan memotong pagar tanaman.

Mobil Naruto sudah menghilang, Naruto sudah menuju ke arah rumah sakit. Hinata duduk di kursi ruang tunggu sedangkan Naruto mengambil kartu antrian dan membayar biaya check up kehamilan Hinata.

"Untung masih jam 7, ke kantorkan bisa jam 10 atau 12 karena kantor bukan kantor negeri tapi swasta." Ucap Naruto yang duduk di kursi menunggu nomer antrian pembayaran, beberapa menit kemudian nomer antrian Naruto muncul untuk mengambil nomer antrian check up.

"Nomer Antrian 12 silahkan maju ke loket, untuk mengambil antrian."

Pengumuman petugas loket rumah sakit memanggil Naruto, Naruto mengambil antrian check up kehamilan dan nomer antriannya. Setelah itu Naruto mengambil dan duduk di dekat Hinata. " Kamu tidak ke kantor Yah, kan kamu mau mengecek berkas." Kata Hinata, yang sedang memegang perut.

"Oh itu tenang saja aku sudah menelepon Sakura untuk mengurus berkasnya dan sudah minta pertukaran jaga shift. Jadi mau jam berapa tenang saja Hinata." Ucap Naruto yang memegang tangan Hinata supaya tidak cemas.

Beberapa menit kemudian nomer antrian Hinata muncul. Petugas administrasi ruang kehamilan memanggil Hinata.

Nomer antrian 4 atas nama Nyonya Hinata, silahkan masuk.

Sebelum Hinata masuk Naruto meminta suster untuk mengambil kursi roda, suster mengambil kursi roda dan Hinata duduk di kursi roda. Ketika Hinata dan Naruto masuk, Naruto melihat suami karin yang sedang duduk di depan ruang poli paru-paru.

'Ah, sudahlah itu tidak penting. Kasian Sakura dan Sasuke mereka kan sudah mau merencenakan program hamil juga. Lagian Sasuke kemarin bersikeras mau pulang walau masih lemas, yah namanya orang keras kepala tidak mau kalah.' Ucap Naruto dalam hati sambil mengantar Hinata ke poli kandungan.

TBC

#maaf karena pendek, soalnya author kecapean pulang dari jakarta. And masih banyak kerjaan.