Balas Review! :D
RosyMiranto18: Yah, ada deh...
Lance: "Sejujurnya, Kerrie Beach itu nama Dungeon di game Grand Chase."
Thanks for Review. :D
Happy Reading! :D
Malam Minggu Siska: Phobic Problem
"Oy Siska, cepetan! Kita harus siap-siap nih!"
"Sebentar! Gue lagi pake baju nih!"
"Lu mah pake baju sepuluh abad baru kelar!"
"Baju gue kan dobel, tau! Jadi nggak bisa buru-buru pakenya!"
"Dasar sok cakep!"
Rosa membanting pintu kamar itu dan meninggalkan sang pemilik kamar yang sedang asyik pake baju.
Gadis itu tidak membutuhkan waktu lama untuk mengenakan pakaian karena hanya pake gaun dan sepatu, tapi berbeda dengan Siska yang pakaiannya paling ribet di antara yang lainnya.
"Aih, parfum gue mana? Perasaan kemaren masih ada deh." gumam Siska bingung.
Dia lupa kalau kemarin parfumnya dipake salah satu saudara perempuannya, itu pun juga asal ambil tanpa permisi.
'Pinjam punya Nova aja deh!' batin Siska sambil melangkahkan kakinya menuju ke kamar yang bersangkutan.
Dia mengintip sedikit dari luar kamar Nova. "Nova!"
Nova yang sedang anteng menjahit sesuatu tiba-tiba menghentikan kegiatannya.
"Wah, kebetulan! Mau minjem-"
"Lu ya! Kalau mau masuk ketok pintu dulu kek!" potong Nova sinis.
"E-eh? Memangnya kenapa? Pintunya kan terbuka, gimana bisa diketok?" balas Siska dengan tampang skeptis.
"Nih, liat!" bentak Nova sambil menunjukkan jarinya yang tertusuk jarum.
Siska pun langsung shock dan langsung ketawa nista. "Astaganaga! Ahahah-"
Belum sempat tertawa puas, kedua tangan Nova sudah melilit leher Siska. Aura kegelapan tersirat jelas dari tubuhnya.
"S-sorry..." lirih Siska yang nyaris sekarat.
Nova kalau udah marah seremnya mengalahkan polisi yang biasa menilang pelanggaran di tengah jalan. Tapi lebih serem lagi kalau ada razia satpol pp, bisa-bisa langsung terbang kocar-kacir kayak kecoak.
Dia pun melepaskan Siska dan menghela nafas. "Kamu mau minjem apa?"
"Pa-parfum." jawab gadis itu singkat.
"Nih!" Nova memberikan sebotol parfum berukuran besar yang dimilikinya kepada Siska.
"E-eh, ini mah kegedean!" protes Siska.
"Biasanya lu sering pake parfum yang ukuran botolnya gede." balas Nova datar.
"Tapi nggak segede ini juga keles!" komentar gadis itu sweatdrop selagi mengambil parfum tersebut.
Tiba-tiba mata Siska mendeteksi sesosok makhluk yang berukuran cukup besar di dekat kaki Nova, gadis itu langsung jantungan dan jeritan ala cabe-cabean pun keluar dari mulutnya.
"AAAAAAAAHH!"
PRAAAAANG!
Dia pun tak sengaja menjatuhkan parfum yang dipegangnya.
"SISKA! TEGA BANGET LU! PARFUM MAHAL INI!" bentak Nova sambil memunggut pecahan botol parfum tersebut.
Sementara itu, Siska sibuk mencari sesuatu yang bisa dijadikan senjata (dan mengambil sebuah sapu) untuk memusnahkan makhluk itu. Tapi sayangnya, dia tidak menemukan makhluk tersebut.
"M-mana? Hilang?" tanya Siska sambil celingak-celinguk mencari si makhluk dan udah bersiap menggetoknya kapan aja.
"Nyari apaan sih?!" dengus Nova kesal.
"Serangga!" balas gadis itu singkat.
"Ish, begituan doang! Parfum gue gimana?!" protes Nova yang masih nggak terima parfumnya pecah karena dibuang barusan.
Siska melihat sang makhluk sedang anteng nemplok di meja kerja Nova dan tanpa basa-basi, gadis itu langsung geplok sana-sini dengan sapu super-nya. Sayangnya, pukulannya nggak kena-kena, padahal tuh makhluk udah ngacir entah kemana.
"Heh, pelan-pelan!" tukas Nova yang nggak mau ruangannya jadi kayak kapal pecah.
Nova memang paling nggak suka kamarnya diberantakin, makanya itu dia agak mager kalau harus bersihin kekacauan yang dibuat oleh salah satu penghuni asrama di kamarnya dan yang biasanya menjadi langganan penghancur kamarnya ini adalah kedua teman sarapnya yang hobi berantem setiap hari.
Tanpa mendengarkan perkataan gadis itu, Siska dengan sigap mencari makhluk itu lagi. Pokoknya kalau belum ketauan mati, nggak bakalan tenang hatinya. HARUS MATI!
Dia menemukan sang serangga tengah hinggap di kasur Nova, lebih tepatnya di atas kain yang dijahitnya barusan. Sepertinya dia pengen belajar menjahit juga! Biar greget aja kali, ya?
Ih, tapi dia juga nggak bakalan bisa dicintai Siska karena sang senpai benci ngeliat spesiesnya. Kan kasihan kouhai yang satu ini!
Sepertinya si serangga ini pengen banget dinutis senpai, tapi taruhannya nyawa. Tapi yang namanya cinta takkan terhalang oleh Valkyrie Tank.
Lho, kok Valkyrie Tank?
PLOK! PRANG! PLOK! BRAK!
Harapan terburuk Nova pun telah terkabul. Kamarnya sekarang udah kayak kapal pecah yang baru saja dimakan Godzilla. Meja kerjanya hancur lebur dan berserakan di mana-mana, bahkan kasurnya sudah tewas terbelah tiga.
Siska sadis banget ya! Bener-bener nggak pandang bulu!
Gadis itu terengah-engah. Dia yang biasanya ceria ternyata bisa menjadi preman pasar seperti itu!
Nova pun terbelenggu dan hatinya mendidih bak mie instan yang sedang direbus. Bocah nista itu telah membuatnya gerah. Pusing pala Nova! Sebentar lagi kepulan asap pasti keluar dari kepalanya ditambah dengan suara 'ssssssh' dan orang-orang pun akan bertanya 'Itu Nova atau lelehan permen ya?'
Siska pun menyadari tak ada pukulannya yang mengenai si serangga, dia melihat makhluk itu sedang melejit keluar ruangan dan gadis itu pun langsung membuntutinya.
Nova masih terbata karena sedang dalam masa 'anger is processing'. Tapi tak lama kemudian, terdengar jeritan menggelora darinya.
"SISKA! SINI LU!"
Sementara itu, Siska masih terus mengejar makhluk itu. Dia sebenarnya nggak kuat mau getokin karena mendekatinya aja udah bikin merinding disko. Seharusnya tadi dia nggak usah tau kalau ada serangga, tapi serba salah juga kalau nanti di-jumpscare sama makhluk itu. Kan suwe banget tuh!
Tanpa gadis itu sadari, dia telah sampai di ruang tengah asrama. Ayata yang kebetulan berada di sana heran melihat temannya yang satu ini mondar-mandir gaje sambil bawa-bawa sapu. "Siska, lu ngapain sih?"
"Ada serangga!" pekik Siska sambil getok sana-sini.
"Gue kira tikus toh! Cuma serangga doang mah biarin aja!"
"Nggak bisa gitu! Geli tau! Hiiii!"
Siska tak bisa membayangkan gimana jadinya kalau bersentuhan dengan makhluk mengerikan itu, bisa-bisa dia bakalan goyang itik lima hari lima malam.
Serangga itu sekarang nemplok di benda kesayangan Siska yang tergeletak di atas meja.
Sepertinya dia benar-benar tau segalanya tentang senpai-nya, entah sudah berapa lama dia stalking senpai-nya ini. Jika dia tidak terbunuh hari ini, mungkin dia akan memberikan hadiah (membawa followers Siska sekampung) ke asrama ini, tapi tentu saja spesies serangga juga. Biar Siska makin cinta.
"Jangan di situ!"
Gimana mau mukul, nanti malah kena benda miliknya dan bisa-bisa malah kebelah tiga lagi kayak almarhum kasur tadi.
Tapi makhluk itu nggak mau pergi juga dan Siska mulai lelah.
"Ayata, mana semprotan pembunuh serangga?" tanya Siska gemetaran.
"Lha? Kemaren kan abis diminum sama burungnya Monika!" jawab Ayata.
Figaro emang burung sakti, lebih sakti dari Gatotkaca dan Superman. Makanannya sehari-hari adalah oli, bensin, obat nyamuk, dan berbagai macam kosmetik. Pantesan aja sering ada kasus pembegalan kosmetik di asrama ini.
Unik ya? Kosmetik aja ada acara begal-begalan segala! Hanya Figaro yang bisa melakukan semuanya!
"Ah, dasar dia itu!"
Tiba-tiba serangga itu melakukan lompat indah dan mendarat tepat di wajah Siska dengan anggunnya.
Jeritan cabe-cabean pun kembali terdengar, tapi kali ini jeritannya membelah langit dan awan-awan pun sampai menangis karenanya. Siska sendiri terhempas ke lantai dengan super lebay.
Sementara si serangga kegirangan karena bisa menyentuh senpai-nya, bahkan melihat gadis itu begitu dekat. Bunga-bunga kebahagiaan telah bersemi di dalam hati makhluk tersebut.
Ayata pun menyanyikan sebait lagu. "Here comes Siska-chan, insectophobian!"
Tapi tunggu dulu! Masalah Siska dengan Nova belum kelar dan kasus parfumnya juga belum dipecahkan, tapi secara harfiah udah dipecahin sih! Suwe bangetlah nasib gadis yang satu ini!
Special Omake:
1. Eldritch Location
"Jadi gue minta bantuan Lance-sensei buat ngelacak nomor ponsel Adelia yang gue dapet dari Rendy, dan lu semua nggak bakalan percaya dimana posisinya." Saphire menggantung sesaat. "Yaitu di perumahan Golden Orb Estate."
"Ooh, daerah perumahan orang kaya itu toh..." timpal Tartagus menyimpulkan.
"Bffft." Teiron menahan tawa. "Golden Orb, Golden Ball. Kalau Bahasa Jepang jadi 'Kintama', kan serem banget kalau jadi 'Testicle Estate'. Ahahahahaha!"
"Lu kira tuh ponsel ditaruh di kolor?" tanya Thundy skeptis.
"Kihihihihihihi..."
"Lha, si Kyo juga ketawa?"
2. Tipe Guru saat Ngadain Ulangan
Tipe langsung:
"Kalian sudah paham kan? Nah, sekarang kita ulangan open book ya!" ujar Tino ke murid-murid kelas Magic.
Tipe besok:
"Segitu saja untuk hari ini, besok kita ulangan." kata Emil pada seluruh murid kelas Melee.
Tipe dadakan:
"Baik, saya akan adakan ulangan dadakan." Perkataan Lukas barusan sukses membuat para murid kelas Special langsung shock.
Tipe 'ah sudahlah':
"SAATNYA KITA KUIS!" pekik Mathias heboh. "LUWAK WHITE COFFEE PASSWORD-NYA!"
"Kopi aman nggak bikin kembung!" koor para murid kelas Ranged.
"DUA JUTA RUPIAH!"
3. Musim Panas
"Gila... Panas banget..." keluh Jioru sambil mengipasi diri. "Kalau ada hujan mah enak nih..."
"Eh, di luar gerimis tuh!" celetuk Yorei yang mengecek kondisi di luar dari jendela.
Jioru pun segera keluar. "Wah, hujan! Asiiiik! Udara jadi adem nih! Enak banget!"
Tapi setengah jam kemudian...
"Banjir banjir!"
"Oke, gue kangen musim panas lagi..." gumam Jioru yang memakai ban renang.
"Telat..." balas Yorei yang menaiki perahu kecil sambil memancing dengan kail dan ember kecil.
4. Jawaban
"Woy, Al!" seru Vion yang melihat Alpha main game saat jam pelajaran.
"Nah, Alpha jawab." ujar sang guru.
Yang bersangkutan langsung kaget. "A-apa?!"
"Tuh kan."
Alpha berkeringat dingin. "A-anu, jawabannya..."
"Nge-game mulu sih." sindir sang guru.
"Di ujung langit."
Dan tiba-tiba muncullah seekor naga yang sukses membuat seisi kelas kaget.
"What the?!"
"Shenlong?!"
5. Presentasi
"Tug, bagian presentasi lu panjang nih." ujar Petra sambil menyerahkan sebuah buku catatan pada Tugry.
Tugry mengambil buku yang diberikan Petra. "Terus?"
"Bacanya lompat-lompat aja, biar nggak lama."
"Oke."
Tapi tak taunya, Tugry malah baca presentasi itu sambil loncat-loncat di depan kelas dan sukses membuat sang guru beserta murid-murid lainnya sweatdrop.
"BUKAN GITU!" pekik Petra.
Omake End!
OC of the Day:
Siska Bartolk
Umur: 17
Tanggal lahir: 29 Desember
Zodiak: Capricorn
Warna rambut/mata: Ungu/merah-hijau
Hero: Demon Thief
Kelas: Special
Fakta unik:
-Salah satu dari tiga Bartolk bersaudari.
-Takut serangga.
-Mungkin itu saja. *plak!*
Au ah, yang penting lanjut... -w-/
Review! :D
