Author : Sebelumnya author minta maaf banget, karena story ini ngaretnya udah kelamaan. Authornya keasikan hehehehe.

Pein : Ngaret sekale! Ampe gue harus bertandang ngingetin lu sama cerita ini!.

Author : Oke, makasih Pein! Uhm...Pokoknya saya akan kembali untuk melanjutkan story yang sempat tersendat ini. Maap sama typos saya yang jelek, dan semoga masih enak dibaca...Walaupun author merasa chapter ini agak kurang...Selamat dinikmati minna!.

Warning : Rate T

Pairing : Yang udah baca dari chapter satu pasti tau pairingnya siapa aja...

Disclaimer : Naruto dkk milik Masashi Kishimoto, bukan punya saia.


Akatsuki Masuk Sekolah

Chapter 21

(Planning)

"ASTAGA UDAH PAGI!" teriak Konan dahsyat menggelegar seisi perut bumi *author lebay*.

"HYAAAAAAA!" Nazuka, Aoi, Haruru sama Yurina yang kebangun langsung pada ikutan teriak, Saki? Saki jangan ditanya dia masih mimpi indah ck ck ck.

"Konan, lo bantuin Aoi bangunin Saki! Haruru lo cek depan gih, anak cowok udah pada bangun belum? Gue sama Yurina beresin baju seragam kita" kata Nazuka dengan komando semangat perjuangan kemerdekaan.

Haruru langsung keluar kamar buat ngecek anak cowok. Aoi sama Konan lagi berjuang membangunkan Saki yang ternyata dableg juga kalo tidur.

"Saki bangun! Saki udah pagi nih! Kita telat tauk!" Aoi goyang-goyangin badan Saki, tapi itu bocah tetep aja asik molor.

"Halah, gimana dia mau bangun coba! Noh kupingnya aja di sumpel headset!" kata Konan sambil nunjuk-nunjuk benda nista di kuping Saki, Aoi Cuma sweatdrop.

.

Sedangkan di luar baru aja Haruru mau teriak tapi ternyata anak cowok udah pada rapih, bikin Haruru bête.

"Ih, udah pada rapih kok gak pada bangunin sih!" kata Haruru bête.

"Bales dendam!" jawab Pein, Itachi sama Hidan kompak.

"Maapin abang, Haruru!" kata Zetsu sambil sembah sujud, ngeri ngeliat Haruru ngambek begitu.

Haruru gak jawab apa-apa, dia langsung balik ke dalam kamar buat ngelaporin keadaan di medan perang (apa coba?).


Tapi untunglah mereka semua bisa dengan cepat siap-siap walaupun tetep aja telat 10 menit.

"Gara-gara kalian nih, kita telat!" omel Konan sambil ngetokin Pein pake majalah bokep hasil comotan dari tangan Zetsu.

"Tau nih!" bales Saki tanpa nyadar kalau dia adalah salah satu faktor lain yang bikin mereka telat ck ck ck. Yang lainnya? Diem ngambek, terutama Haruru yang dari tadi ngacangin Zetsu. Sasori juga mingkem gak berani komentar ngeliat Nazuka berubah serem auranya.

Dan akhirnya mereka sampai juga ke sekolah...Semuanya langsung lari, udah kayak lomba marathon buat sampe ke kelas.

~o0o~

"Pagi anak-anak!" sapa Anko dengan penuh semangat begitu masuk kedalam kelas sambil tersenyum lebar.

"PAGI ANKO-SENSEI!" balas para murid balas menyapa dengan teriak, dan acara teriak-teriakan ini emang sering banget terjadi di senin pagi, maklum lah, guru yang satu ini budeg.

"Kenapa muka lo asem bener?" tanya Gaara sambil melirik Sasori yang sebentar-bentar nguap.

"Ngantuk nih!" balas Sasori manyun sambil mencatat.

"Emang lo kagak tidur apa kemarin?" tanya Gaara geleng-geleng sambil berpikir apakah sepupunya yang satu ini udah pindah profesi jadi hansip?.

"Gimana bisa tidur kalo banyak kebo!" balas Sasori setengah emosi mengingat betapa menderitanya dia kemarin sampai gak bisa tidur.

"Sejak kapan lo ternak kebo?" tanya Gaara polos.

"Tak kusangka kau itu dodol sekali nak Gaara" jawab Sasori sambil nepuk-nepuk kepala Gaara, seolah cowok berambut merah bata disebelahnya itu adalah bocah ingusan yang butuh bimbingan.

"Apaan sih lo!" Gaara dengan cepat menepis tangan Sasori dari kepalanya sambil mendengus bête.

"Yah kayak lo kagak tau aja, di akatsuki itu banyak kebonya! Pein, Hidan, Kakuzu, Kisame, Zetsu! Mereka kalo tidur pada ngorok sejadi-jadinya! Kayak bom atom!" kata Sasori curhat sambil ngomel-ngomel, dan ajaibnya sang guru cuek aja, sepertinya hari ini Anko memang lagi berbahagia.

"Ternyata di akatsuki itu emang butuh kekuatan iman ya, biar kagak tergoda sama setan-setan" balas Gaara manggut-manggut mengerti perjuangan Sasori, sama seperti dia kalau sedang menghadapi Kankuro.

"Hey kalian duo saos! Jangan ngobrol aja, cepat dicatat!" omel Anko kembali galak, Gaara dan Sasori pun langsung segera mengeluarkan buku catatan mereka, daripada kena geplak.

Di kelas Pein, keadaan juga gak jauh beda. Semua murid lagi sibuk mencatat pelajaran yang diberikan oleh Tsunade. Gak ada satupun dari mereka yang berani cari mati sama guru yang satu ini.

~o0o~

"Baiklah anak-anak jangan lupa kerjakan PRnya yang barusan saya kasih" kata Anko sambil menyudahi pembelajaran mereka hari itu, "Oh, ya hampir lupa. Jangan lupa jumat besok kita libur, dan hari minggunya ada acara di sekolah". Lanjut Anko segera bersiap untuk meninggalkan kelas.

"Acara apa sensei?" tanya Ino sambil mengangkat tangannya.

"Acara ulang tahun Konoha Gakuen yang ke 20 tahun. Dan akan ada acara pesta topeng. Jadi bagi kalian semua murid-murid diharapkan untuk datang ". Jawab Anko dengan wajah berseri, entah ada apa dengan guru itu, hari ini tampak ceria sekali, tidak seperti biasanya, suram dan ganas *author digaplok Anko*.

"Pesta topeng? Berarti ada acara dansa dong?" tanya Sakura penuh harap sambil melirik Gaara. Sekarang Sakura sedang tertarik pada Gaara, akibat Sasuke malah tertarik sama Naruto, sunggu manusia aneh.

"Hiih…Perasaan gue kok jadi kagak enak ya?" Gaara mendadak merasa merinding, gimana gak merinding coba kalau diliatin mak lampir? *author kali ini di tonjok Sakura*.

"Ya sudah, kalian bisa liat pengumumannya dipapan notice kok, saya permisi dulu" kata Anko dengan tergesa, sudah tak sabar mau meninggalkan kelas nista tersebut.

~o0o~

"Jadi ada drama juga?" tanya Neji untuk meyakinkan lagi kalau-kalau dia gak salah denger.

"Iya, dan penanggung jawab drama kali ini adalah kelas kalian" jawab Tsunade menjelaskan.

"Waduh…Mana bisa begitu, dikasih taunya aja mepet bener!" protes Sai angkat suara.

"Iya, belum milih perannya, teksnya dan lain-lain" Lee ikutan protes.

BRAK!

Tsunade gebrak meja sambil melotot serem ke Lee dan Sai yang langsung mingkem gak jadi protes lagi. Semua murid ikutan diem.

"Justru ini kesempatan kalian untuk membuktikan diri, kalau kalian bisa diberi tanggung jawab seperti ini!" kata Tsunade berapi-api.

"Tsunade-sensei benar! Kita harus menunjukkan semangat kita sebagai jiwa muda masa kini! AYO BERJUANG SEMUANYA!" sambung Lee yang malah ketularan semangatnya Tsunade, sekarang dia lagi koar-kora pake toa sambil berdiri diatas meja. Kisame yang disebelahnya cuek bebek, pura-pura gak kenal.

"Tapi sensei…Waktunya gak ada 7 hari…" Neji berusaha mengajukan keberatan.

"Tenang, masalah teks sudah ada. Dan untuk pemerannya kalian bisa milih dari anak kelas dua".

"Emangnya drama apa ya sensei?" tanya Konan penasaran juga.

"Drama cinta Romeo dan Juliet" jawab Tsunade dengan mata berbinar-binar.

"Gimana soal kostumnya sensei? Pasti susah nyarinya…" tanya Ten-Ten yang kali ini giliran angkat suara.

"Kostum sudah ada diruangan club drama, dan semua yang kalian butuhkan ada disana. Jadi tugas kalian tinggal memilih pemeran dan mendekor panggung" jawab Tsunade seenak udel dewek.

"Ya sudah, pokoknya dramanya harus sukses" kata Tsunade yang kemudian melengos keluar kelas.

"Wah, kayaknya kita harus mulai cari pemeran nanti istirahat nih" usul Pein ke Neji yang tumben banget otaknya bisa waras.

"Ya udah, nanti istirahat kita rembukan semua" kata Neji yang sepertinya setuju sama Pein (belum tau si Neji, usul Pein selalu kagak beres).


TENG TONG TENG TONG! Bel norak Konoha kembali berdendang ria.

"Lama-lama suara bel sekolah kita kaya tukang es krim kentongan…" kata Konan sambil sweatdrop, Nazuka Cuma manggut-manggut aja.

"Woi, kumpul semua sini!" kata Neji ngumpulin anak-anak kelas, udah kayak mao arisan aja.

"Pasti udah denger dong tadi Tsunade-sensei bilang apa" kata Neji memulai pembicaraan dengan muka serius.

"Emang ada apa sih? Kok gue kagak denger ya?" celetuk Rei yang langsung dikeplakin rame-rame, dia mah udah pasti kagak denger, orang baca komik yang dia umpetin di kolong meja pas Tsunade ceramah.

"Skip aja dia mah!" samber Pein sambil memperagakan bentuk payung dipake tangannya.

"Gini, Konan-Nazuka, elo berdua umumin dikelas 2-A. Lalu, Itachi-Saki ke 2-B, gua sama Ten-Ten ke 2-C" kata Neji sambil nunjuk satu-persatu pejuangnya yang akan dia turunkan ke medan perang (apa coba?).

"Lalu Pein, elo minta gih daftar nama murid-murid semua kelas dua, biar nanti bisa langsung kita seleksi" sambung Neji lagi yang mendapat cengiran dari Pein sambil menunjukkan jempolnya yang segede kebo.


"Nih, daftar nama anak-anak kelas dua yang lu pinta" kata Pein sambil meletakkan sekumpulan kertas yang berisi daftar nama-nama anak kelas dua beserta fotonya.

"Bantuin gue nyari dong!" pinta Neji ke Ten-Ten yang malah asik ngobrol sama Saki.

"Iya, deh kita bantu" jawab Ten-Ten yang segera duduk kembali di sebelah Neji, ninggalin Saki yang sekarang malah ajeb-ajeb sama Itachi.

"Eh, gue ada ide! Gimana kalau peran Romeo sama Julietnya dituker?" kata Kankuro mengusulkan sebuah ide ajaib.

"Gua demen tuh sama ide lu!" Pein malah tos sama Kankuro.

"Idenya gak buruk juga tuh, gue juga setuju!" Ten-Ten ikut memberi suara setuju.

"Oke, deh gue juga setuju sama konsepnya, sekarang tinggal cari pemeran yang cocok" balas Neji yang akhirnya ikutan setuju.

Dan jam istirahat itu digunakan kelas Pein cs buat cari pemeran yang cocok untuk memainkan drama Romeo dan Juliet yang waktunya udah mepet banget.

Akhirnya hasil rapat memutuskan (lebih tepatnya hasil ini dari kocokan asal yang dibuat Pein ck ck ck).

Juliet : Hidan (dengan alasan konsep, Hidan yang paling cocok buat jadi Juliet jadi-jadian ini).

Romeo : Aoi (lawan tengkar Hidan, gimana jadinya kalau dipasangin sama Hidan? Salahkan Konan!).

Orangtua Romeo : Kiba Jadi ibu Romeo, Ino jadi ayah Romeo.

Orangtua Juliet : Naruto jadi ibu Juliet, Hinata jadi ayah Juliet.

Teman Juliet : Yurina.

Teman Romeo : Deidara.

Kakak Juliet : Sora.

Kakak Romeo : Shikamaru.

Pemain tambahan : Chouji, Tayuya, Mayumi, Sakura.

Gimana jadinya drama Romeo and Juliet ini? Tunggu chapter depan deh…Author lagi buntu hehehe *ditimpukin rame-rame*.

TBC...


Author : Sepertinya chapter ini gak begitu panjang...Dan garing ya...*pundung*.

Deidara : Cup...Cup...Cup...Jangan pundung dong, un.

Author : Lama gak nulis sense saya agak hilang...Tapi, saia akan tetap berjuang! YOSH *kibar-kibar bendera*.

Deidara : Mohon review, saran dan pendapat, dan maafkan author kita yang hobbynya telat, un!

Author : Semoga saia bisa dengan cepat mendapati sense saya kembali. Dan maaf ada beberapa bagian yang author langsung skip, soalnya author agak buntu di chapter ini.

HAPPY READ MINNA!