I Won't Give Up!
Cross Gender, Drama, Romance, OOC.
''Your cold words, cold face, cold action. Your angry voice, as if talking to a stranger. Even after seeing all of this, I don't hate you and I won't give up!''
-I Won't Give Up-
Author's Pov-
Ketidaksengajaan mempertemukan kembali Kyuhyun dengan Yunho, pria baik hati yang pernah menolongnya saat hidup sendiri di Nowon. Pria itu memang bukan hanya pernah menolongnya, pria itu juga merupakan sepupu dari kakak iparnya. Dunia memang sempit, bagaimana bisa segala sesuatu yang terjadi ternyata saling terhubung satu sama lain.
''Aku cukup terkejut saat melihatmu di pesta saudaraku. Aku pikir saat itu aku sedang bermimpi, antara mimpi buruk dan indah.'' Yunho berbicara dengan nada sedikit kecewa, Kyuhyun dapat merasakan hal itu.
''Yunho-sshi, maafkan soal sikapku terhadapmu dan perusahaan. Aku telah bersikap tidak profesional, lari dari pekerjaan dan aku telah banyak menyusahkanmu.''
''Kyuhyun, kau belum menandatangani kontrak apapun. Kau lari di masa trainingmu, kau tidak menyalahi kontrak apapun. Tapi sikapmu terhadapku yang membuatku kecewa.''
Kyuhyun sama sekali tidak mengerti maksud ucapan Yunho, apa dia telah bersikap begitu buruk sampai-sampai Yunho merasa sangat kecewa terhadapnya.
''Aku tahu sikap tidak bertanggung...''
''Bukan soal pekerjaan, berhenti bicara pekerjaan.'' Yunho memotong.
Kyuhyun sampai dibuat terkejut, tapi dia berusaha untuk memahami Yunho. ''Apa sebenarnya maksudmu, jika bukan pekerjaan apa ada sikapku yang telah menyinggungmu?''
Yunho meneguk minumannya sebelum kembali bicara, meletakan gelasnya lalu pria itu menatap Kyuhyun. ''Kau berbohong soal statusmu.'' Ucapnya kemudian, Kyuhyun sedikit terkejut karena hal itu telah membuat seorang Jung Yunho kecewa.
''Aku tidak bermaksud membohongimu, saat itu aku terpaksa menyembunyikan statusku. Apa kau akan menerimaku jika aku mengatakan yang sebenarnya, aku tahu betapa sulitnya mencari pekerjaan bagi para wanita yang telah menikah terutama pekerjaan menjadi seorang sekretaris.''
''Jika kau memiliki kemampuan, tidak ada alasan bagiku untuk menolakmu.''
''Yunho-shhi, saat itu...'' Kyuhyun menarik nafas pelan, ''Maafkan aku, aku benar-benar meminta maaf dengan sepenuh hatiku.'' Kyuhyun menundukan kepala. Yunho terlihat frustasi, ekspresi wajahnya menunjukan banyak hal yang sulit dipahami.
''Aku masih tidak mengerti. Apa yang membuatmu sampai pergi dan tinggal seorang diri seperti itu, kau telah menikah dan aku lihat suamimu memiliki penghasilan yang lebih dari cukup. Apa kau tidak tahu bagaimana berbahayanya bagi seorang wanita tinggal sendiri?''
''Aku memang memiliki suami yang sukses, kami tidak kekurangan materi. Namun ada hal yang tidak bisa aku ceritakan padamu, ini adalah masalahku dan suami. Katakan saja kami pernah berselisih, dan dengan sikap kekanakan, aku memilih pergi untuk menghindar dari masalah. Tapi sekarang semuanya telah kembali seperti semula bahkan berjalan lebih baik. Walaupun begitu, rasanya aku memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan hal ini padamu.''
''Memang aku siapa sampai-sampai kau merasa harus menjelaskan hal ini padaku?''
Jantung Kyuhyun terasa berhenti berdetak, kenapa Yunho sampai menanyakan hal itu. Kyuhyun sendiri tidak tahu kenapa dia harus menjelaskan semuanya pada Yunho. Mungkin sekedar merasa bersalah, merasa bersalah karena dia telah bersikap tidak bertanggung jawab.
''Kau telah banyak membantuku, kau juga memperlakukanku dengan baik padahal kita baru saling mengenal terlebih aku hanyalah bawahanmu. Sekarang kita bahkan menjadi saudara, sudah sepantasnya aku memperlakukanmu seperti seorang kakak.''
''Seorang kakak?'' Yunho bergumam pelan, hal itu memang terjadi sekarang dimana sepupunya menikahi kakak Kyuhyun. Walaupun Yunho belum tahu soal kenyataan bahwa Kibum bukan kakak kandung Kyuhyun. Hatinya masih belum menerima jika orang yang pernah dia sukai sekarang menjadi saudaranya.
''Kau benar Kyuhyun, karena aku kakakmu, kau tidak perlu bicara formal padaku. Sekarang ini aku bukan lagi atasanmu, akan lebih baik jika kau memperlakukanku seperti temanmu.''
''Terima kasih banyak Yunho Oppa.''
-I Won't Give Up-
Flashback.
Kyuhyun dapat melihat jelas otot lengan Siwon yang begitu indah. Siwon tidak menindih tubuhnya karena kedua lengan Siwon menahan agar tidak menyentuh tubuh Kyuhyun yang berada dibawahnya. ''Let's start!'' Siwon mulai melakukan push-up, Kyuhyun menutup mata saat Siwon semakin mendekat. Dengan tidak menyentuh sedikitpun tubuhnya, hanya bibir Siwon yang menyentuh permukaan bibir Kyuhyun.
Kedua mata Kyuhyun terbuka saat merasakan bibir kenyal Siwon menyentuh bibirnya. Siwon kembali melakukan hal yang sama selama beberapa kali, selama itu juga dada Kyuhyun tidak pernah berhenti berdetak dengan kencang. Bukan hanya karena ciuman, namun posisi Siwon yang begitu dekat bisa Kyuhyun rasakan setiap hembusan nafasnya. Kyuhyun bahkan berpikir harus mengasuransikan jantungnya yang bisa kapan saja meledak.
''Selesai.'' Siwon menggulingkan tubuhnya disebelah Kyuhyun. Kyuhyun memegangi bibirnya yang baru saja bersentuhan selama berkali-kali dengan Siwon, melirik Siwon disebelahnya yang tengah menutup mata dan mengatur pernapasan. Kyuhyun kembali terpesona, olahraga seperti itu bisa membuat Siwon berkeringat juga.
Flashback End.
Kyuhyun menganga melihat ruangan kosong di dalam rumahnya berubah menjadi tempat olahraga yang dipenuhi berbagai alat olahraga, terdapat 5 alat olahraga yang baru Siwon beli. Entah kapan pria itu membelinya, mungkin beberapa hari lalu saat Kyuhyun sibuk menyiapkan materi ujian untuk muridnya.
''Apa kau suka? Semua ini untukmu, kau bebas kapan pun untuk berolahraga sekarang.'' Pria itu tersenyum puas, dengan adanya ruang gym pribadi, Kyuhyun tidak perlu lagi pergi ke gym milik Seunghyun.
''Si.. Siwon. Ini begitu luar biasa, semua alat ini...'' Kyuhyun mendekati salah satu alat, ''Aku akan dengan senang hati menggunakannya.'' Kyuhyun tersenyum lebar, push up bar adalah alat yang paling dia sukai jika pergi ke gym.
Siwon mendekati alat tredmil, ''Alat ini aku siapkan khusus untukmu, kau jangan olahraga terlalu berat sayang.'' Kyuhyun tersenyum lebar, mendekati Siwon lalu memeluknya dari depan. ''Terima kasih banyak, sayangku.'' Siwon tersenyum lebar, apapun jika dilakukan untuk untuk orang yang kita sayangi akan terasa begitu menggembirakan.
''Ayo olahraga sekarang.'' Ajak Kyuhyun semangat, melepaskan pelukannya dan menatap Siwon dengan ceria. Siwon menggeleng, ''Tidak sekarang, sudah hampir malam dan kau butuh istirahat kan.'' Tolak Siwon, yah seharian itu Kyuhyun berada di sekolah, ada rapat guru dan pertemuan orangtua. Kyuhyun cemberut tapi dia tidak bisa membantah kalau tubuhnya juga lelah.
''Baiklah, kita olahraga bersama hari minggu.'' Putus Kyuhyun, sekarang Siwon setuju dan menganggukan kepalanya. ''Nanti kau bisa mencoba semuanya, aku yang akan mengajarimu. Dumbbell dan Pull up aku rasa kau jarang menggunakannya, ini bagus untuk otot tangan.''
''Aku hanya ingin sehat, aku tidak mau memiliki otot menakutkan seperti ini.'' Canda Kyuhyun memukul pelan lengan Siwon.
''Jika jarang, tidak akan membuat tanganmu berotot. Tanganmu ini akan selalu indah, sayang.'' Siwon sengaja mencium lengan bagian atas Kyuhyun sampai atas pundak. Kyuhyun menelan saliva, sentuhan kecil saja membuatnya merasa sangat gugup.
''Ah baiklah, kita akan mencoba semuanya nanti. Sekarang aku akan mandi, seperti katamu, sekarang sudah hampir malam.'' Kyuhyun menjauh, tersenyum aneh lalu keluar ruangan. Siwon hanya menggelengkan kepala, ''Dasar sensitif.''
Ini sangat membuatnya tidak nyaman. Tubuhnya sangat sensitif dengan sentuhan seorang Choi Siwon. Jika dulu dialah yang paling sering menyentuh atau sekedar bersentuhan dengan Siwon, sekarang disaat Siwon melakukannya terlebih dahulu, Kyuhyun tidak bisa mengendalikan dirinya. Terasa aneh, membuatnya berdebar dan gugup. Kadang Kyuhyun lupa kalau Siwon yang sekarang bukan Siwon yang dulu, pria itu telah banyak berubah.
Bicara masa lalu, Kyuhyun teringat dengan pertemuannya dengan Yunho di minimarket. Merasa tidak enak, mereka akhirnya bicara di salah satu cafe terdekat. Ini sedikit mengganggu namun juga membuatnya lega di waktu yang bersamaan. ''Kau telah melakukan hal yang benar Kyuhyun, sekarang kau tidak perlu lagi merasa bersalah.''
''Wow, so hot.'' Siwon masuk ke dalam kamar, Kyuhyun tidak sadar kalau sekarang dia hanya memakai handuk yang menutupi tubuhnya hanya sebatas dada sampai paha atas. ''Sayang, aku bilang kau sangat panas.'' Siwon menegur, Kyuhyun baru sadar kalau sekarang Siwon berada di depannya. ''Ah, Siwon. Kapan kau masuk?'' Kyuhyun malah bertanya. Siwon menatap tubuh Kyuhyun lagi, ''Kenapa belum mandi? Apa kau menungguku?''
Kyuhyun sadar dengan penampilannya, ''Ah maaf. Aku hanya ingin mengambil lulur, aku akan mandi sekarang.'' Kyuhyun hanya tersenyum lalu masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa lulur yang memang sejak tadi dia pegang.
Siwon tidak curiga, justru sifat jahilnya muncul. Diam-diam Siwon mengikuti Kyuhyun, masuk ke dalam kamar mandi. Di ruangan kering yang juga menjadi tempat ganti pakaian, Siwon memperhatikan Kyuhyun yang berada tepat disisi bath-tub. Istrinya tengah asyik menggosok kaki dan lengannya dengan lulur, sepertinya hari itu dia banyak berkeringat.
Siwon sangat ingin membantunya, tapi istrinya seperti sedang memiliki mood yang tidak begitu baik. Jika dia mendekat dan merayunya dengan alasan ingin membantu menggosok bagian tubuh belakang, Siwon takut jika istrinya justru akan marah. Terkadang Kyuhyun tidak suka diganggu jika suasana hatinya buruk. Siwon tahu suasana hati Kyuhyun buruk dari ekspresi wajahnya sekarang padahal tadi dia terlihat bahagia.
Sekitar setengah jam, Kyuhyun baru keluar dari kamar mandi dengan pakaian tidur. Rambutnya basah, wangi tubuhnya membuat kamar mereka menjadi wangi seketika. Wangi lulur, sabun mandi sampai body lotion Kyuhyun memiliki aroma yang sama. Siwon menatapnya dengan senyuman, dia suka dengan wangi istrinya namun raut wajahnya tetap sama seperti tadi. Kyuhyun bahkan tidak mengatakan apa-apa saat dia melewati Siwon.
''Sayang, kau baik-baik saja?'' Refleks Siwon mengikuti Kyuhyun dari belakang, Kyuhyun terus berjalan sampai di satu sisi tempat tidur. ''Aku tidak apa-apa, hanya sedikit lelah.'' Dia tersenyum, Siwon tahu kalau itu bukan senyum yang biasanya. Kyuhyun duduk di tempat tidur, tangannya masih mencoba mengeringkan rambut basahnya.
''Istirahatlah yang cukup, kau terlalu bekerja keras belakangan ini. Aku tahu kau menyukai pekerjaanmu tapi akan lebih bagus jika pekerjaanmu tidak terlalu banyak menyita waktu dan tenagamu.''
''Aku sibuk hanya karena sedang ada ujian, setelah ini selesai, mengajar tidak terlalu membuatku sibuk.''
''Aku tahu, hanya saja aku khawatir jika melihatmu mulai mengerjakan pekerjaan sampai malam hari (begadang), pulang terlalu sore dan akhirnya kelelahan. Aku tahu ini bukan masalah uang, lebih dari apapun kau menyukai pekerjaanmu.''
''Jangan khawatir, aku baik-baik saja.'' Kyuhyun meyakinkan, namun wajahnya tidak seperti itu. Dia bangun, menyimpan handuk lalu duduk di depan meja rias. Siwon menatapnya melalui kaca rias, Siwon berpikir kalau Kyuhyun belum sepenuhnya percaya padanya. Atau mungkin itu hanya masalah kecil yang tidak perlu dia bagi dengan siapapun.
''Setelah selesai, aku tunggu di meja makan.'' Siwon bangkit lalu keluar dari kamar, Kyuhyun menatap kepergiannya lewat kaca rias. Dia menghembuskan nafas pelan, ''Apa yang kau pikirkan Kyuhyun, kau sudah membuatnya merasa khawatir.'' Kyuhyun jadi kesal pada dirinya sendiri. Setelah selesai dengan vitamin ataupun krim malamnya, dia menyusul Siwon ke ruang makan.
-I Won't Give Up-
Setelah makan malam, Siwon memilih bermain dengan anjingnya (Bugsy) sementara Kyuhyun masih berada di dapur. Kyuhyun membantu ahjumma merapihkan meja makan sekaligus belajar membuat dessert. Musim panas tahun ini benar-benar panas, di malam hari saja udara terasa begitu panas. Dessert yang paling cocok dikonsumsi saat musim panas salah satunya Ice Cream.
''Ahjumma, aku tidak menyangka jika tahun ini akan begitu panas.'' Ucap Kyuhyun sambil mengambil yoghurt dari dalam kulkas. Ahjumma membantu memotong semangka sementara Kyuhyun mulai menyiapkan blender.
''Iya Nyonya, sepertinya musim panas tahun ini akan lebih panjang dari tahun lalu.'' Ahjumma memotong buah semangka yang telah bersih dari biji dengan potongan dadu.
Kyuhyun mengikat rambutnya yang mulai mengering sebelum memasukan potongan semangka ke dalam blender yang telah diisi oleh sirup rasa semangka dan sedikit air. Setelah semua potongan buah berwarna merah itu masuk, Kyuhyun memblender sampai halus. Ahjumma mulai menyiapkan cetakan ice cream dan stick ice cream. Yah mereka memang tengah membuat Pop Sicle yang nikmat disantap saat musim panas.
''Siwon sedang bersama Bugsy, kasihan Bugsy sudah lama tidak kita ajak keluar. Aku masih ingat saat membawanya untuk pertama kali, saat dia masih berusia 3 bulan. Seharusnya sekarang aku...'' Kyuhyun menyentuh perutnya sendiri, yah usia kandungannya dulu seharusnya tidak berbeda jauh dengan usia bugsy. Mungkin seharusnya bulan ini dia melahirkan jika saja... Yah jika saja hal itu tidak terjadi.
''Nyonya...'' Ahjumma ikut merasa sedih tapi Kyuhyun tidak ingin lagi bersedih seperti dulu, dulu dia bahkan hampir berniat mengakhiri hidupnya. Jika hal seperti itu terjadi pada pasangan yang bahagia mungkin tidak akan membuat seorang istri berniat bunuh diri namun hal yang terjadi pada Kyuhyun dulu berbeda. Dia tidak diinginkan suaminya bahkan berselisih dengan Ibunya juga, beban yang cukup untuk membuatnya kehilangan akal untuk sesaat.
''Ahjumma aku baik-baik saja, jika tidak ada hal itu mungkin hubungan kami tidak akan seperti ini.'' Kyuhyun tersenyum, dia sungguh sudah ikhlas dengan semua yang terjadi. Ahjumma menyukai Kyuhyun yang sekarang, Kyuhyun yang bahagia dengan pernikahannya.
''Saat masa pahit itu, aku tetap tidak ingin menyerah untuknya. Tidak ingin menyerah untuk berusaha mendapatkannya, dan akhirnya sekarang aku bisa tersenyum saat dia benar-benar menjadi milikku. Aku tidak ingin pengorbanan anakku sia-sia.''
''Nyonya sangat luar biasa, untuk bisa memaafkan itu sangat luar biasa. Dan Tuan sangat pantas mendapatkan maaf, beliau orang yang bertanggung jawab.''
''Dan hal buruk yang terjadi bukan hanya kesalahannya, aku tahu itu dan aku bisa dengan mudah memaafkannya.''
''Memaafkan apa, siapa yang kalian bicarakan?'' Siwon tiba-tiba muncul dengan menggendong Bugsy, Bugsy memang sudah seperti putranya sendiri. Kyuhyun dan Ahjumma langsung diam, tapi Kyuhyun tidak ingin Siwon tahu kalau dia membicarakan soal kejadian buruk itu lagi.
''Suamiku, ini pembicaraan wanita. Kami membahas soal drama yang baru tayang kemarin, ceritanya begitu dramatis sampai kami terbawa suasana.'' Kyuhyun memberikan sedikit wink pada Ahjumma, wanita paruh baya itu langsung mengerti. ''Tuan tidak akan suka drama seperti ini, ini tipikal drama yang disukai wanita tapi dibenci pria.'' Ahjumma menambahkan. Kyuhyun jadi tertawa, Siwon hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah dua wanita di rumahnya itu.
''Lupakan soal drama dan jelaskan yang kalian buat sekarang.'' Siwon menarik salah satu kursi di bar sarapan, dia ingin melihat sendiri apa yang istrinya buat.
Kyuhyun ingat dengan apa yang sedang dia kerjakan, ''Kami hanya membuat dessert musim panas, Ice Pop Sicle.'' Kyuhyun beralih mengambil cetakan Ice Cream. ''Ini Pop Sicle Watermelon.'' Lanjutnya sambil tersenyum.
Siwon bertepuk tangan, ''Istriku sangat kreatif.'' Dia bangga. Kyuhyun hanya memberikan wink, kembali melanjutkan pekerjaannya. Menuang jus semangka seperempat cetakan, memasukan choco chips kedalamnya sebagai pengganti biji lalu menambahkan yoghurt yang setengah membeku rasa vanilla dan melon sebagai kulitnya. Tinggal memberikan stick ice cream lalu masukan ke dalam freezer.
''Selesai.'' Kyuhyun tersenyum puas, akhirnya dia bisa melakukan apa yang seorang wanita biasa lakukan di dapurnya. Dapur itu miliknya, dia harus banyak melakukan kegiatan memasak mulai sekarang.
''Sudah selesai, sekarang tinggal kau temani suamimu. Malam hari adalah waktunya membahagiakan suami.'' Ucapan Siwon tak pelak membuat Ahjumma menyembunyikan senyumannya sementara Kyuhyun jadi merasa malu. Sepertinya Kyuhyun dan Ahjumma memiliki pemikiran yang sama, kata-kata Siwon bisa berarti banyak hal.
''Kenapa kalian berdua tersenyum aneh, sepertinya pikiran kalian mulai kotor.'' Tambah Siwon, padahal dialah yang lebih berpikiran negatif. Kyuhyun mendekat pada Siwon sampai berada tepat di depannya, ''Lalu kapan waktu untuk diriku sendiri? Pagi sampai sore aku bekerja dan jika malam hari waktuku untukmu, kapan waktu untuk diriku sendiri?'' Tanya Kyuhyun.
Siwon berdiri lalu menurunkan bugsy ke lantai membuat anjing itu meninggalkan dapur bersamaan dengan Ahjumma yang juga pergi, Siwon meletakan kedua tangannya di bahu Kyuhyun. ''Apa yang paling kau inginkan untuk dirimu sendiri? Apa karena ini sejak tadi kau terlihat banyak pikiran?'' Siwon balik bertanya, mempertanyakan sikap Kyuhyun beberapa jam tadi.
Kyuhyun ingat penyebab dirinya memiliki mood buruk tadi, sepertinya dia tidak pandai menyembunyikan sesuatu. ''Aku hanya merasa aneh, tubuhku lelah dan kotor lalu aku mencoba merilekskan diri dengan menggosok badanku dengan lulur tapi aku tetap merasa lelah dan kotor. Aku pikir melakukan ini menaikan moodku lebih baik.'' Sekarang Kyuhyun bisa tersenyum.
Siwon malah gemas melihatnya lalu mulai mencium pipinya. ''Kau sangat manis, aku akan melakukan apapun untuk terus bisa melihat senyumanmu.'' Kyuhyun merasa wajahnya memanas, Siwon paling bisa membuatnya bahagia. ''Aku akan melakukan apapun untukmu, asal selalu melihatmu bahagia.'' Balas Kyuhyun.
''Aku selalu merasa seperti pengantin baru padahal kita sudah menikah hampir satu tahun.'' Siwon merangkulnya, dengan senang hati Kyuhyun meletakan kepalanya di dada Siwon. ''Itu semua karena cinta, berterima kasihlah pada perasaan yang telah diberkati oleh Tuhan ini.''
''Aku selalu berterima kasih tanpa henti atas nikmatnya ini.'' Kepala Siwon menunduk lalu mengecup bibir Kyuhyun, ''Benar-benar nikmat.'' Pria itu tersenyum senang. Kyuhyun melepaskan diri dari Siwon, menarik tubuhnya sedikit menjauh. ''Jika kau bilang kalau malam adalah waktuku untukmu, jadi kapan waktu untuk diriku sendiri? Kau belum menjawab pertanyaanku tadi.''
Siwon paham maksud Kyuhyun yang sebenarnya, dia memasukan kedua tangannya kedalam kantong celana pendeknya. ''Salon? Waktu seorang wanita memanjakan dirinya sendiri adalah saat mereka pergi merawat diri. Apa aku benar?''
Kyuhyun jadi tertawa, ''Itukah yang dipikirkan pria? Ucapanmu tidak ada salahnya tapi aku ingin memanjakan diriku dengan...'' Kyuhyun berbisik pada Siwon, ''Itu yang aku inginkan.'' Dia tersenyum setelahnya. Siwon menyetujui keinginan istrinya, ''Waktu seharian denganku? Permintaanmu sangat menyenangkan sayang, aku setuju.'' Kyuhyun ikut tersenyum karenanya.
-I Won't Give Up-
07.00 AM, membiarkan Siwon yang masih tidur, Kyuhyun turun ke lantai bawah lalu menuju dapur. Hari ini hari minggu, sesuai rencana mereka, hari ini hanya akan mereka habiskan bersama. Dimulai dari menyiapkan sarapan, Kyuhyun mulai sibuk dengan peralatan masaknya. Bisa dihitung oleh jari berapa kali dia menyiapkan sarapan, bukan tidak mau, karena terlalu sibuk Kyuhyun tidak memiliki waktu untuk melakukan semua itu.
Tanpa dibantu Ahjumma, Kyuhyun akan belajar menyiapkan sarapan sendiri. Butuh 3 menit untuk menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan. Kyuhyun sangat tahu kalau Siwon tidak bisa makan nasi atau sarapan yang terlalu berat, dia tidak mau kejadian saat mereka bulan madu dulu terulang. Gara-gara sarapan berat, Siwon terkeda diare. Jika ingat itu kadang membuat Kyuhyun ingin tertawa sendiri. Untuk itu dia memilih membuat roti, roti home made yang sehat.
''Hmm, tepung terigu, baking soda, dan sedikit garam.'' Sesuai instruksi buku resep, Kyuhyun menyisihkan ketiga bahan itu di dalam mangkok. Dia terus melakukan semua yang tertera di buku resep, dari memixer mentega tawar dan gula palm sampai menambahkan telur yang telah di kocok kedalamnya.
''Pisang, buah yang sehat jika disantap saat sarapan.'' Mengambil beberapa potongan buah pisang yang telah dihancurkan lalu mencampurnya dengan adonan tadi. Setelah adonan basah tercampur, barulah adonan kering (tepung terigu tadi) dicampurkan kedalamnya. Tahap terakhir adalah tinggal memanggang adonan selama 30 menit dalam suhu 170 derajat celsius.
Ahjumma mendekati dapur saat hidungnya mencium aroma harum roti dari dalam oven, sementara Kyuhyun masih menunggu sambil menyiapkan minuman. ''Nyonya, aroma masakan Nyonya sangat harum.'' Wanita paruh baya itu semakin dekat dengan Kyuhyun. Kyuhyun menoleh kebelakang, ''Aku tidak yakin hasilnya akan bagus.'' Kyuhyun mengangkat sebelah bahunya.
''Jika hasilnya tidak sesuai, Nyonya masih bisa mencobanya kapan saja. Tidak semua hal yang sempurna terjadi dalam satu kali coba.'' Ahjumma tersenyum walaupun dia percaya jika apapun yang dikerjakan majikannya selalu sempurna.
''Paling tidak Siwon tidak kecewa jika apa yang aku buat tidak berhasil.'' Kyuhyun masih tidak yakin dengan hasilnya. Ahjumma hanya tersenyum lalu membantu menyiapkan minuman.
30 menit berlalu, dengan ragu Kyuhyun mengeluarkan roti dari dalam oven. Saat melihat tampilannya saja membuat Kyuhyun ingin tertawa, untung saja roti itu bisa mengembang dengan baik walaupun warna coklatnya tidak terlalu merata. ''Not bad.'' Kyuhyun tersenyum memperlihatkan hasilnya pada Ahjumma, Ahjumma ikut tersenyum lalu membantu menyiapkan semuanya.
''Siwon akan turun dalam 3 menit, aku sudah memintanya turun jam 8 pagi.'' Ujar Kyuhyun sambil mengaduk cappucino panas milik Siwon. ''Aku jadi ingat, saat di Amerika Siwon meminum Americano Coffee dengan gula. Dia tidak bisa minum kopi tanpa gula tapi ingin terlihat keren layaknya orang Amerika.'' Kyuhyun tertawa mengingat masa lalu.
''Ahjumma pernah dengar kalau kopi pahit hanya disukai oleh para leluhur.''
''Jinjja? Apa ada hal mistis dibaliknya? Mengingat manusia tidak menyukainya, mungkin hal itu benar. Walaupun menurut hasil penelitian, kopi dengan kandung gula yang sedikit jauh lebih sehat. Untuk penyakit tertentu kopi bisa menjadi masalah besar jika gula yang ditambahkan terlalu banyak, misal penderita diabetes.''
''Entahlah Nyonya, semuanya masih sebatas mitos tanpa ada penjelasan yang logis.''
''Dunia tanpa dibumbui hal seperti itu tidak akan menarik.''
''Menarik apanya, sayang?'' Tiba-tiba saja Siwon memeluknya dari belakang, walaupun sudah terbiasa, rasanya Kyuhyun tetap merasa malu jika Ahjumma melihat mereka berdua bermesraan.
''Kau selalu saja membuat jantungku bermasalah.'' Kyuhyun membalikan badannya menghadap Siwon, Siwon menunduk untuk mencium singkat bibirnya. ''Good morning, wifu!'' Wajah Kyuhyun benar-benar panas, untung dia masih bisa mengendalikan debaran jantungnya. ''Ayo kita sarapan, dengan eksklusif aku membuat ini untukmu.'' Menarik salah satu kursi, Kyuhyun meminta Siwon untuk duduk.
Siwon menatap meja makan, pagi ini dia akan sarapan roti yang dibuat istrinya dengan penuh kasih sayang. Roti itu masih hangat dan terlihat begitu nikmat apalagi dibuat oleh istrinya sendiri. ''Satu hal yang baru aku ketahui, istriku pandai melakukan apapun. Tadi malam membuat dessert, sekarang membuat breakfast, kemajuan yang pesat mengingat dulu kau bahkan tidak bisa memanggang sosis.''
Kyuhyun sedikit cemberut tapi kemudian tersenyum, dia masih ingat dengan kegagalannya saat menyiapkan sarapan dulu. Niatnya ingin membuat sandwich, dia malah menghancurkan semuanya dengan sosis gosong dan telur yang belum matang. ''Aku tidak yakin rasanya akan enak, tapi aku senang membuatnya.'' Kyuhyun masih belum berani mencoba buatannya sendiri.
''Ini akan sangat lezat sayang, aku percaya.'' Siwon mencoba mencicipi roti buatan istrinya dan ternyata rasanya enak. Setidaknya makanan itu masih dapat dikenali sebagai roti, itu hal yang baik untuk roti buatan pemula. ''Ini sangat lezat, as expected sayang.'' Puji Siwon, kembali memasukan roti kedalam mulutnya. Kyuhyun sangat lega, dia jadi berani untuk mencoba masakannya sendiri.
''Yah, not bad walaupun sedikit keras dalamnya.'' Kyuhyun puas walaupun hasilnya tidak sempurna.
''Apapun yang kau buat, selalu terasa enak jika kau membuatnya dengan rasa cinta. Kau telah melakukan hal yang benar, aku bangga dan cinta padamu.'' Puji Siwon, mata Kyuhyun berkaca-kaca, hatinya begitu bahagia mendengar ucapan Siwon. ''Aku jauh lebih mencintaimu.'' Balas Kyuhyun. Siwon hanya terkekeh, ''Aku tahu itu.'' Ucapnya sambil tertawa.
Satu jam setelah sarapan, Siwon mengajak Kyuhyun olahraga. Pria itu terus saja bicara kalau Kyuhyun tidak perlu lagi datang ke Gym milik Choi Seunghyun karena menurutnya olahraga di Gym memiliki banyak resiko. Selain resiko cidera, disana juga banyak orang yang tidak dikenal tapi bisa melihat bagian tubuh dengan gratis. Saat olahraga, tidak mungkin memakai pakaian yang tertutup dan terlalu longgar.
''Berhenti bicara soal Seunghyun, sekarang dia dan sepupunya berada di Amerika.'' Kyuhyun lelah juga mendengar ocehan Siwon. Siwon terlihat terkejut, ''Amerika? Dia pergi kesana dengan Mino, orang yang pernah mengadakan showcase?''
''Bertepatan dengan orangtuaku dan Kibum eonnie yang pergi ke Eropa, Seunghyun pergi ke Amerika. Alasan Mino ikut dengannya aku kurang tahu, mungkin dia hanya ingin mengunjungi orangtua Seunghyun. Aku sendiri sudah lama tidak bertemu Ahjumma dan Ahjusshi Choi.''
''Mendengar kau bicara begitu, aku jadi ingat pada orangtuaku. Kenapa kami memiliki marga yang sama, ini benar-benar kebetulan.''
''Setidaknya marga Choi tidak sebanyak marga Kim atau Lee.'' Kyuhyun hanya tertawa, Siwon setuju lalu mulai berhenti membahas soal Seunghyun.
''Cukup pemanasannya sayang, sekarang kau mau coba alat yang mana?'' Siwon duduk di bangku yang terdapat disana, bangku itu juga bisa digunakan untuk membantu olahraga. Kyuhyun memilih, lalu dia berjalan mendekati salah satu alat. ''Push up bar!'' Pilihnya. Siwon mendekat, membantu Kyuhyun olahraga. ''Push up di tempat tidur lebih seru sayang.'' Bisik Siwon sambil membantu.
''Tulangku bisa patah jika menjadikanmu bahan tumpuan, bukan sehat tapi aku harus masuk rumah sakit.''
Siwon tertawa, ''Kau ini seakan-akan tubuhku sebesar gajah.'' Kyuhyun hanya membenarkan dengan menganggukan kepala, Siwon gemas tapi dia menahan dirinya untuk tidak mencicip menu penutupnya. Jika sudah mencium bibir Kyuhyun, dia bisa lepas kendali.
Push up bar sendiri adalah alat yang digunakan sebagai pegangan saat melakukan push up. Alat ini berfungsi untuk meningkatkan gerakan saat melakukan push up, alat ini juga membantu memperkuat otot punggung dengan lebih efektif. Siwon sendiri memilih olahraga dengan menggunakan tredmill. Tredmill memang alat olahraga yang paling dia suka, karena alat itu mudah digunakan dan hasilnya cepat terlihat.
1 jam mereka berolahraga bersama, semua alat olahraga sudah mereka coba. Kyuhyun merasa tubuhnya benar-benar lelah, rasanya tulang-tulangnya copot. Siwon yang sudah terbiasa tidak mengalami masalah apapun, tubuhnya sudah kebal berbeda dengan Kyuhyun yang sudah lama tidak olahraga.
"Kau kenapa sayang, ini baru permulaan." Goda Siwon, Kyuhyun hanya menatapnya dengan nafas terengah. "Aku tidak sanggup lagi bangun." Kyuhyun merebahkan tubuhnya di lantai.
Siwon tergoda untuk mendekatinya, pria itu dengan mudah berada diatasnya. "Mau aku gendong?" Ucap Siwon pelan mirip godaan. Kyuhyun mencoba menjauhkan tubuh Siwon tapi dia tidak memiliki tenaga lagi. "Sudahlah, aku benar-benar lelah."
"Saat seperti ini saja kau terlihat cantik dan sexy." Siwon menjauhkan tubuhnya, Kyuhyun mencoba bangun tapi dia merasakan sakit, "Astaga, sakit." Kyuhyun memegangi bagian perut bawahnya.
"Kau kenapa, sayang?" Siwon jadi khawatir, Kyuhyun menutup matanya lalu memeluk Siwon mencoba mencari kenyamanan. Dan hal itu sedikit berhasil. "Perutku sedikit terasa sakit, tapi membaik saat memelukmu." Bisik Kyuhyun.
"Kau terlalu keras olahraga, sekarang kita mandi lalu istirahat." Siwon mengelus punggung Kyuhyun, Kyuhyun melepaskan pelukannya. "Ayo kita mandi, badanku juga rasanya sangat lengket."
"Tapi perutmu tidak sakit lagi?" Siwon menyentuh perutnya. Kyuhyun menggeleng, "Sudah tidak sakit, ayo."
Mandi dengan saling menggosok, memijat sampai menyabuni seluruh bagian tubuh. Kyuhyun masih sedikit merasa sakit tapi dia tidak ingin membuat Siwon khawatir, toh dia begitu karena sudah lama tidak olahraga. Mereka mandi dengan tenang, Siwon tidak melakukan godaan pada tubuh istrinya, Kyuhyun merasa lega karena hal itu.
Setelah mandi, keduanya memilih tidur sebentar sebelum makan siang. Lelah setelah berolahraga membuat mereka cepat terlelap. Siwon menjadikan lengan dan dadanya sebagai sandaran untuk Kyuhyun. Dia menikmati saat tubuh yang lebih kecil darinya meringkuk dipelukannya.
-I Won't Give Up-
Kyuhyun merias matanya dengan eye shadow pink pada kelopak mata dan bawah mata, eye shadow hijau tua dibagian garis mata sebagai pengganti eyeliner. Glitter eye shadow berwarna silver di sudut mata dan bulu mata palsu sebagai tambahan. Blush on soft pink dibagian tulang pipi, sedikit countering di dahi, hidung dan tulang pipi. Terakhir memoles lip cream pink pada bibir.
Setelah merias wajah, Kyuhyun kembali ke ruang wardrobe untuk berganti pakaian. Memilih off-shoulder top berwarna hitam, skinny jeans hitam, kalung choker sebagai aksesoris dan sepatu t-strap heels. Baju dengan bahu terbuka memang tengah menjadi trend belakangan ini, baju itu juga cocok dipakai saat musim panas.
02.00 PM at COEX Mall.
Masih dalam rangka mewujudkan keinginan Kyuhyun, Siwon menemani istrinya untuk belanja. Sebenarnya Siwon bukan tipe pria yang suka jalan-jalan di tempat ramai seperti pusat perbelanjaan, bahkan untuk hangout bersama rekan kerjanya saja kadang dia memiliki banyak alasan untuk menolak. Tapi kalau bukan untuk menyenangkan istrinya, dia sudah pasti menolak untuk pergi.
Lagipula Kyuhyun bukan tipe istri yang banyak permintaan, dia hanya ingin merasakan waktu seharian dengan suaminya. Karena hari ini waktunya untuk belanja, akhirnya dia mengajak Siwon. Mereka tidak berdua karena Ahjumma ikut bersama mereka, karena Ahjumma yang paling tahu kebutuhan rumah tangga mereka untuk sebulan kedepan. Ini juga kali pertama untuk mereka pergi bertiga.
''Bagaimana kalau kita langsung ke supermarket, sesuai tujuan kita.'' Ucap Siwon begitu mereka turun dari mobil, Kyuhyun memutar mata ke arahnya. ''Oke Choi Siwon-sshi, lagipula aku sekarang lelah. Tidak ada tenaga untuk berbelanja yang lain.'' Yah, rasanya begitu lelah setelah olahraga tadi pagi.
Siwon merangkul Kyuhyun, ''Itu karena kau sudah lama tidak olahraga, hal yang wajar jika tubuhmu terasa sakit setelahnya.''
''Yah, mungkin kita harus sering olahraga nanti.'' Balas Kyuhyun.
Ahjumma berkeliling mencari semua perlengkapan yang dibutuhkan dimulai dari perlengkapan mandi sampai perlengkapan dapur. Sementara Kyuhyun berkeliling mencari perlengkapan untuk dirinya sendiri, Siwon ikut menemaninya. Kyuhyun sedikit risih dengan kulit Siwon, pria itu tidak pernah merawat dirinya dengan baik. Untuk itu Kyuhyun berhenti di tempat perawatan khusus untuk pria.
''Siwon, aku tahu kalau kau pria. Tapi pria tetap harus merawat diri, karena masa tua akan dialami oleh semua orang termasuk pria. Aku tahu kau sudah tampan sejak lahir tapi kulit kusammu ini bukan pemberian Tuhan, ini terjadi karena kau malas merawat diri.''
''Aku sibuk, tidak ada waktu untuk itu. Bagiku olahraga jauh lebih penting.''
''Aku benar-benar ingin merubah gaya hidupmu yang tidak sehat. Saat ayahku masih muda, beliau pernah dirawat untuk waktu yang lama karena gaya hidupnya yang tidak sehat. Aku tidak mau itu terjadi pada suamiku, karena tugasku adalah merawat keluargaku.''
Siwon jadi tersentuh, dia beruntung memiliki istri yang bertanggung jawab. ''Oh sayangku...'' Siwon mencium keningnya, Kyuhyun jadi malu karena merasa berada di tempat umum. Kyuhyun melirik sekeliling, semoga tidak ada yang menatap mereka dengan aneh.
''Jadi, mulai sekarang kau mau kan merawat diri?''
''Absolutely, yes.''
Kyuhyun tersenyum lebar, dia mulai memasukan semua yang dibutuhkan Siwon ke dalam keranjang. "Hmm, kau butuh sunscreen, face mask, toner dan moisturaizer khusus pria. Face wash milikmu aku rasa masih banyak."
"Sebanyak itu? Aku tidak ada waktu untuk memakai semuanya."
"Paling tidak sunscreen setiap hari kau pakai, tapi moisturaizer juga penting karena kau bekerja di bawah AC."
"Kyuhyun... aku bukan anggota boy group! So please..." Siwon merasa ngeri melihat produk skincare seperti itu.
"Its for your health. Kau bisa skip toner setelah face wash tapi sunscreen..."
"Okay, aku akan memakai semuanya."
Kyuhyun tersenyum puas, yah suaminya tentu tidak pernah memakai heavy make up sebelumnya, dia tidak familiar dengan banyak skincare kecuali face wash. Kyuhyun juga mencari produk body care untuk Siwon. "Jangan lupakan sunblock dan body scrub. Kulitmu jauh lebih kasar dan tebal dariku, so body srub lebih cocok daripada lulur."
Siwon sudah pasrah, apapun yang Kyuhyun lakukan pasti untuk kebaikannya. Bukan hanya perawatan luar, Kyuhyun juga banyak membeli vitamin dan suplemen untuk perawatan dari dalam. Kyuhyun tahu betul rasa sakit apa yang dia rasakan saat ayahnya sakit dulu. Dia tidak ingin Siwon merasakan hal yang sama, sekarang dia masih muda tapi sakit tidak memandang usia.
Setelah acara belanja selesai, sebelum pulang Siwon mengajak Kyuhyun dan Ahjumma makan. Bukan makan siang mengingat sudah jam 5 sore. Siwon memilih restoran Spanyol, dia ingin mencoba cemilan khas Spanyol. Sudah berapa kali kliennya yang berasal dari Spanyol mengajaknya makan di restoran tersebut. Kyuhyun menyukai dekorasi restoran, dia kagum melihat setiap detail restoran yang khas negara Spanyol.
''Ahjumma, mau makan apa? Pilih saja.'' Tanya Kyuhyun, Ahjumma terlihat segan karena duduk bersama majikannya. Kyuhyun mengerti hal itu lalu tersenyum, ''Ahjumma jangan merasa tidak enak karena duduk semeja dengan kami, kita sudah menjadi keluarga kan?'' Kyuhyun menatap Siwon, ''Bukan begitu, Siwonnie?'' Siwon ikut tersenyum, ''Iya Ahjumma, tolong jangan sungkan.''
Ahjumma begitu tersentuh, padahal dia merasa kalau dirinya bukan siapa-siapa tapi keduanya begitu baik dengan menganggapnya keluarga. ''Terima kasih banyak Tuan dan Nyonya.'' Mata Ahjumma Kim sedikit memerah.
''Baiklah... Kita pesan Patatas Bravas.'' Putus Siwon, Kyuhyun dan Ahjumma setuju. Siwon mulai memesan makanan ringan khas Spanyol itu dengan jus raspberry. Patatas Bravas sendiri adalah kentang goreng yang dipotong dalam bentuk seperempat dengan dibumbui saos pedas serta mayones. Tidak akan masalah kan jika menyantap cemilan di sore hari?
Pada akhirnya acara seharian bersama pasangan itu diakhiri dengan berjalan-jalan disekitar Myeongdong. Myeongdong Street, pusat perbelanjaan terbesar di Seoul. Tidak ada barang yang mereka beli, mereka hanya mencicip dessert khas Korea yang menjadi favorite semua orang, Samanco.
Samanco, wafel berbentuk ikan yang diisi dengan es krim vanila dan lapisan tipis pasta kacang merah. Ahjumma jadi merasa aneh karena menemani pasangan yang sedang kencan, WonKyu sama sekali tidak merasa canggung bersikap mesra di depan Ahjumma.
-I Won't Give Up-
A Month Later.
Dirumah besar keluarga Choi, tengah diadakan sebuah acara. Bukan rahasia lagi jika kinerja Siwon di perusahaan selalu mendapat peningkatan setiap tahunnya. Kali ini dia berhasil memenangkan tender besar yang membawa banyak keuntungan bagi perusahaan. Walaupun begitu, mereka tidak merayakannya besar-besaran tetapi memilih mengadakan pesta kecil dikediaman orangtua Siwon.
Bagi mereka dibalik setiap kesuksesan pasti ada peran keluarga saat meraihnya. Untuk itu mereka memilih mengadakan pesta kecil khusus untuk keluarga inti. Donghae sendiri belum berencana pindah rumah setelah menikah tiga bulan lalu, dia dan Eunhyuk masih tinggal di rumah orangtua Donghae. Tapi Donghae merasa sedikit tidak nyaman, bagaimana pun dia putra Tuan Choi tetapi tidak pernah membuat Ayahnya bangga.
''Selamat untuk Siwon dan perusahaan yang artinya ini kemenangan untuk kita semua.'' Appa Choi mengangkat gelas yang berisi wine putih kesukaannya. Semua orang ikut mengangkat gelas mereka termasuk Kyuhyun dan Eunhyuk yang berstatus sebagai menantu keluarga Choi.
Acara berlangsung dengan hangat dan penuh tawa, Appa Choi memiliki jiwa humoris yang bagus. Ini adalah sisi lain dari orang yang telah menghabiskan 70 persen hidupnya di dunia bisnis. Eomma Choi sangat tahu itu mengingat beliau pertama kali jatuh cinta pada suaminya karena hal tersebut. Untuk hal ini Kyuhyun rasa sifat humoris Appa Choi menurun pada Donghae.
''Aku tidak pernah tahu kalau Appa memiliki sisi humor yang baik.'' Ucap Kyuhyun membuat semua orang menatap padanya, ''Dan aku rasa hal itu menurun pada Donghae, terkadang dia memiliki selera humor yang baik juga.'' Lanjutnya. Ucapan Kyuhyun tak pelak membuat Siwon sedikit tidak suka, begitupun dengan Eunhyuk. Karena mereka tahu kalau Donghae tidak mudah menunjukan hal itu kecuali pada orang yang membuatnya nyaman.
''Ah, benarkah menantu? Apa dia sering menunjukan sisi humornya terhadapmu?'' Tanya Appa Choi sambil tersenyum, Eomma Choi juga merasa tidak enak pada Eunhyuk. ''Dia memang sepertimu Yeobo. Donghae tidak suka menunjukan hal seperti itu di depan orang yang menurutnya penting, dia sangat menjaga image dirinya.'' Eomma Choi tersenyum.
''Eomma benar, selama kami menikah Donghae tidak pernah menunjukan itu. Padahal aku sangat ingin melihat hal lain darinya.'' Eunhyuk menatap kearah Donghae, Kyuhyun masih belum sadar kalau dia telah membuat suasana sedikit tidak nyaman.
''Dia akan segera menunjukan itu Eunhyuk-ah, tidak butuh waktu lama untuknya menunjukan itu padaku karena aku temannya. Dia bilang dia tidak banyak teman selama ini, padahal dialah sendiri yang menjauh dari teman-temannya. Donghae memang lucu.'' Kyuhyun malah tertawa, walaupun maksudnya bercanda.
''Oh, Donghae ternyata sangat dekat denganmu Kyu. Kau sangat beruntung karena Donghae begitu mudah berteman denganmu.'' Ucap Eunhyuk.
Sebelum Kyuhyun bicara, Siwon terlebih dulu berdiri dari duduknya, ''Aku akan mengambil minuman lagi.'' Ucap pria itu ketus lalu meninggalkan ruang keluarga. Eomma Choi menatapnya dan paham perasaannya, beliau lalu menatap Kyuhyun. ''Kyuhyun-ah, bisa kau ambil es batu lagi? Siwon akan kesulitan jika membawa semuanya sendiri.'' Ucap Eomma Choi, Kyuhyun langsung berdiri dan menerima permintaan Eomma Choi.
''Kyuhyun sepertinya orang yang mudah bergaul dengan siapa saja, aku suka kepribadian yang seperti itu.'' Ucap Eunhyuk begitu Kyuhyun meninggalkan ruang keluarga.
Eomma Choi menatapnya, ''Jangan terlalu dipikirkan ucapannya, sebenarnya Donghae dan dia tidak sedekat itu. Mereka berteman karena Donghae adalah adik Siwon, dan Siwon adalah suaminya.''
''Dan aku jadi ingin lebih dekat dengan Siwon Oppa, karena dia adalah kakak suamiku. Mungkin aku akan lebih tahu soal Donghae darinya.'' Eunhyuk tersenyum menatap Donghae, Donghae justru terlihat tidak tertarik dengan pembicaraan mereka. ''Aku dan Hyung tidak sedekat itu, tidak ada yang bisa kau dapatkan dengan berteman dengannya.'' Ucap Donghae lalu meninggalkan ruang keluarga.
Eunhyuk menatapnya kecewa begitupun dengan Eomma Choi yang terlihat kesal dengan sikap dan ucapan Donghae. Dan orang yang telah membuat suasana menjadi tidak nyaman ini tengah mencoba bicara dengan suaminya, suaminya memiliki mood buruk karena kata-katanya tadi.
''Siwon, kau masih berpikiran buruk soal aku dan Donghae?'' Kyuhyun mengulangi pertanyaannya, dia sudah menanyakan itu dan Siwon hanya diam. ''Akan aku buktikan kalau kami hanya teman baik, kami benar-benar hanya berteman.'' Lanjutnya.
''Kau tahu betul hubunganku dan adikku seperti apa, dan kau mengatakan semua itu di depan Eunhyuk? Aku tidak percaya, dia itu orang baru dalam keluarga kita. Dia bisa salah paham bahkan berpikiran yang bukan-bukan.'' Siwon menghela nafas pelan setelah selesai mengatakan itu.
''Maksudku bukan seperti itu. Aku justru sangat ingin melihatmu dekat dengan Donghae, kalian adalah saudara kandung.''
''Lantas jika kami saudara yang tidak dekat, apa pantas kau menunjukan kedekatanmu yang luas bisa dengannya?'' Siwon meninggalkan dapur, tanpa membawa apa-apa.
Kyuhyun jadi serba salah dan merasa kesal sendiri. Apa dia salah membicarakan itu? Dia tidak memiliki maksud apa-apa, dia hanya ingin Siwon dan Donghae lebih dekat. Dengan mengatakan dia dan Donghae dekat, dia mau Siwon belajar melakukan pendekatan lebih baik dengan adiknya seperti yang dia lakukan.
''Bagaimana pun aku akan membuat kalian dekat.'' Kyuhyun percaya pada kekuatan darah, dia dan Kibum yang tidak sedarah saja bisa sedekat itu, mana mungkin Donghae dan Siwon tidak bisa? Kyuhyun memikirkan cara untuk membuat mereka berdua saling bicara.
Saat Kyuhyun kembali ke ruang keluarga, tidak ada siapa-siapa disana kecuali Eunhyuk yang tengah duduk sendirian. Kyuhyun mendekatinya, ''Eunhyuk, maaf soal sikapku tadi.'' Ucap Kyuhyun begitu dia duduk disebelah Eunhyuk.
''Kyuhyun, aku iri denganmu. Kau bisa dekat dengan Donghae sementara aku dan Siwon Oppa tidak bisa seperti itu. Aku sangat ingin tahu semua tentang Donghae, tiga bulan bersama tidak membuatnya terbuka padaku. Aku juga baru tahu kalau dia bahkan tidak dekat dengan kakaknya.''
''Maaf, mungkin kau telah salah paham. Maksud ucapanku tadi bukan berarti aku sangat dekat dan tahu semuanya tentang Donghae, aku hanya membagi sedikit sifat asli Donghae agar Siwon mau belajar untuk lebih dekat dengannya.''
"Benarkah? Tapi sepertinya mereka marah. Siwon Oppa terlihat tidak suka kau dan Donghae dekat, apa dia sangat membenci adiknya?"
''Kau tenang Eunhyuk-ah, aku akan membuat mereka bicara dan saling jujur. Aku memilki sebuah rencana.'' Kyuhyun berdiri dari duduknya, Eunhyuk ikut berdiri dan memegang tangan Kyuhyun. ''Tolong Kyuhyun jangan lakukan itu, berhenti ikut campur pada masalah mereka. Aku tidak mau mereka semakin jauh jika kau ikut campur.'' Larang Eunhyuk.
''Kau tenang saja Eunhyuk, seperti kataku tadi jika aku tidak terlalu dekat dengan Donghae bukan berarti aku tidak tahu dia. Dan dibalik itu aku sangat tahu dan paham soal Siwon, aku melakukan semua ini demi Siwon.''
''Tapi Kyuhyun...''
''Aku pergi sekarang, doakan yang terbaik.'' Kyuhyun pergi meninggalkan Eunhyuk, Eunhyuk menghela nafas tapi kemudian tersenyum. Entah apa yang sekarang dia ketik diponselnya sebelum dia meninggalkan ruang keluarga.
Kyuhyun mendekati Donghae yang tengah berdiri di depan kolam renang. ''Donghae?'' Panggil Kyuhyun. Donghae membalikan badan mendengar suara Kyuhyun, ''Aku tidak ingin membahas apapun sekarang.'' Ucap Donghae tegas. Kyuhyun menggeleng lalu menyentuh lengan Donghae, ''Ayo kita bicara, aku ingin meminta bantuan darimu. Tapi...'' Kyuhyun menatap sekeliling, ''Aku tidak ingin ada yang tahu.'' Lanjutnya. Donghae diam tapi dia menunjukan tanda setuju.
''Kita bertemu di perpustakaan 30 menit dari sekarang.'' Kyuhyun meninggalkan Donghae, Donghae masih diam sambil memandang punggung Kyuhyun yang menjauh. Setelah bicara dengan Donghae, Kyuhyun juga melakukan hal yang sama pada Siwon. Dia memang sengaja ingin mempertemukan keduanya lalu membuat mereka bicara. Di dalam perpustakaan sendiri Kyuhyun sudah meletakan banyak kenangan masa kecil keduanya.
''Semoga cara ini berhasil.'' Ucap Kyuhyun, sekarang dia mengambil posisi dengan bersembunyi di balik dinding. Tidak lama terlihat Donghae memasuki ruang perpustakaan, jantung Kyuhyun langsung berdebar. Kurang dari 5 menit, Siwon melakukan hal yang sama. Kyuhyun buru-buru mendekati perpustakaan dan menguncinya dari luar. ''Maafkan aku Siwon, Donghae.'' Gumam Kyuhyun.
Tiba-tiba Eunhyuk mendekatinya, ''Apa yang kau lakukan, Kyu?'' Tanyanya, dengan cepat Kyuhyun menutup mulut Eunhyuk. ''Jangan berisik, Siwon dan Donghae ada di dalam.'' Bisik Kyuhyun. Eunhyuk terkejut, ''Kau berhasil membuat mereka berdua bicara?'' Kyuhyun menggeleng, ''Aku membohongi mereka. Aku harap mereka bisa mengerti maksud baikku.''
''Ya Tuhan... Ini sangat beresiko. Eomma saja tidak mau melakukan hal seperti ini, karena Eomma tidak mau kedua anaknya semakin berselisih. Kyuhyun... Kau sangat berani.''
''Apa salahnya menyatukan mereka. Aku hanya ingin mereka bicara dari hati, bicara layaknya kakak dan adik. Aku tidak tahan melihat mereka berada di satu ruangan tapi mereka saling mengacuhkan.''
''Aku bisa mengerti dan jujur setuju denganmu tapi...''
Tiba-tiba terdengar suara orang ribut, seperti suara Siwon dan Donghae. Eunhyuk berhenti bicara, saling tatap dengan Kyuhyun. Entah apa yang mereka ributkan, tiba-tiba terdengar suara kursi yang jatuh. Kegaduhan itu benar-benar membuat keduanya terkejut.
BRAK! Tiba-tiba pintu terbuka, Donghae keluar dan terlihat marah. ''Kau selalu egois Choi Siwon!'' Umpatnya, sempat melirik pada Kyuhyun dan Eunhyuk. ''Kau membohongiku? Bagus Kyuhyun.'' Ucapnya pada Kyuhyun lalu pergi, dengan cepat Eunhyuk mengejar. ''Donghae...'' Kyuhyun membeku, apa yang terjadi?
Eomma Choi langsung datang mendekat dan bertanya, ''Apa yang terjadi? Kenapa dengan Donghae?'' Kyuhyun tidak bisa menjawab, dia mencoba masuk ke dalam perpustakaan. Semua yang telah dia siapkan berserakan di lantai, begitupun dengan sebuah kursi kayu yang sudah dalam posisi terbalik. Sementara itu Siwon tengah duduk di salah satu kursi lain.
''Siwon, apa yang terjadi?'' Kyuhyun mendekat, Siwon menatap padanya. ''Kau masih bertanya? Apa alasanmu berbohong? Kami bukan anak kecil dan seharusnya kau tidak perlu ikut campur!'' Bentak Siwon, berdiri dari duduknya membuat kursi yang dia duduki terjatuh. Kyuhyun mencoba menjelaskan, ''Bukan maksudku begitu, aku hanya...'' Siwon menepis tangan Kyuhyun yang ingin menyentuhnya.
''Choi Siwon, apa yang terjadi? Eomma melihat Donghae marah dan masuk ke dalam kamarnya. Dan apa ini, kenapa ruangan ini begitu berantakan?''
Siwon mencoba mengendalikan amarahnya, ''Eomma tanyakan pada wanita ini, apa yang dia inginkan sebenarnya?'' Siwon menatap dingin Kyuhyun lalu meninggalkannya keluar. Sekarang Eomma Choi menatap pada Kyuhyun, ''Apa yang terjadi Kyuhyun?''
Kyuhyun jadi sangat bingung untuk menjelaskannya. ''Eomma, aku yang merencanakan ini. Aku membawa semua barang kenangan ini lalu mempertemukan mereka berdua di ruangan ini, tapi hasilnya mereka malah bertengkar. Aku sungguh sangat menyesal.'' Eomma Choi menatap pada lantai, ''Apa yang sebenarnya terjadi pada anak-anakku?'' Eomma Choi duduk di lantai, ''Kau kejar saja Siwon.''
''Maafkan aku Eomma.'' Kyuhyun menahan airmatanya lalu keluar dan mengejar Siwon yang sudah masuk ke dalam mobil. Dengan cepat Kyuhyun masuk ke dalam mobil itu juga, dengan terburu memakai sabuk pengaman karena Siwon mulai menjalankan mobilnya.
''Siwon, apa yang terjadi? Kenapa kau dan Donghae bertengkar?'' Tanya Kyuhyun.
Siwon terlihat masih marah, dia tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun. Kyuhyun mencoba menarik nafas perlahan, dia tidak mengerti kenapa mereka sampai bertengkar. Jika mereka tidak mau bicara, tidak perlu saling menyerang seperti tadi kan? Toh apa yang Kyuhyun lakukan tidak ada salahnya. Dia hanya membuat kedua saudara itu berada di ruangan yang sama lalu saling bicara, tapi hasilnya tidak sesuai dengan harapannya.
Siwon mematikan mesin mobilnya tepat di depan pintu utama rumahnya, pria itu keluar begitu saja dari mobil meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun buru-buru turun, tapi dia tidak bisa berlari karena heels yang dikenakannya. Kyuhyun mengikutinya sampai masuk ke dalam rumah, terlihat Siwon berjalan menuju lantai atas sementara Kyuhyun memilih untuk tidak mengejarnya.
''Nyonya, apa yang terjadi?'' Ahjumma bertanya, Kyuhyun terlihat sedih lalu duduk di sofa ruang tamu. Dia sungguh sangat lelah, sedih dan juga bingung. Apa yang telah dilakukan olehnya, apa dia telah membuat kedua saudara itu bertengkar? Apa gunanaya dia sebagai istri jika pada akhirnya dialah penyebab pertengkaran antara suami dan adiknya.
''Ahjumma, Siwon dan Donghae bertengkar karenaku.'' Kyuhyun benar-benar merasa bersalah, Ahjumma terkejut mendengarnya. ''Ba-bagaimana bisa Nyonya? Apa yang terjadi sampai mereka...'' Ahjumma menenangkan Kyuhyun yang mulai menangis, ''Nyonya semuanya akan baik-baik saja, Tuan hanya emosi sesaat.''
Kyuhyun masih tidak bisa berhenti menangis, selain merasa menyesal ini juga kali pertama Donghae marah padanya. Bagaimana bisa dia melakukan hal yang ceroboh seperti ini. Ahjumma semakin tidak tega lalu pergi ke dapur untuk mengambil minum, Ahjumma kembali dengan membawa segelas air teh hangat. Kyuhyun meminum air yang Ahjumma bawa sedikit lalu mengahapus airmatanya.
''Aku akan menemuinya sekarang.'' Ucap Kyuhyun lalu pergi ke lantai atas. Saat Kyuhyun masuk ke kamarnya, Siwon keluar dari kamar tamu. Pria itu turun ke bawah lalu bertemu dengan Ahjumma.
''Tuan, apa yang terjadi? Kenapa Nyonya terlihat begitu sedih?'' Tanya Ahjumma. Siwon menatap sekeliling lalu membawa Ahjumma untuk menjauh dan mulai bicara dengannya. Sementara Kyuhyun tidak menemukan Siwon di dalam kamar. Kyuhyun mencari di kamar mandi, Siwon tidak ada dimana pun. Kyuhyun duduk diatas tempat tidur, dia kembali merasa sedih. ''Ini hari bahagia untuknya tapi aku telah melakukan kesalahan yang besar.''
Ahjumma mendengar penjelasan Siwon, ada perasaan tidak tega saat Ahjumma mendengar penjelasan Siwon. Siwon meyakinkan kalau semuanya baik-baik saja. Ahjumma berpikir jika ingin memberikan hal yang besar, harus dengan usaha yang besar juga.
Kyuhyun keluar dari kamar mandi dengan pakaian tidur, Siwon tidak terlihat di kamar. Kyuhyun merasa tubuhnya lemas, mengingat semua yang terjadi di rumah orangtua Siwon. Hatinya tiba-tiba sakit, mengingat tatapan Donghae dan kemarahan Siwon. Selain itu orangtua Siwon akan kecewa padanya, dia juga merasa bersalah pada Eunhyuk.
''Aku tidak bisa hanya diam, aku perlu bicara dengan Siwon.'' Kyuhyun keluar dari kamar lalu mencari Siwon di lantai bawah. Pria itu terlihat tengah meminum susu suplemen, dia memang tengah membatasi dirinya untuk tidak meminum kopi dengan sering. Kyuhyun mendekati Siwon yang berada di ruang makan. ''Siwon.'' Panggilnya. Siwon tahu kalau Kyuhyun datang.
Kyuhyun menarik nafas pelan, ''Apa yang terjadi padamu? Apa kau dan Donghae bertengkar karena aku?'' Kyuhyun bertanya halus. Siwon tetap tidak menjawab apa-apa, setelah gelasnya kosong, Siwon membawa gelas itu ke tempat mencuci. Kyuhyun masih belum menyerah lalu mengikuti Siwon dari belang, ''Tolong bicara denganku.''
Siwon berhenti, ''Seharusnya kau berpikir sebelum melakukan sesuatu.'' Ucap Siwon tanpa menatap Kyuhyun, Kyuhyun berdiri di depan Siwon dan menatapnya. ''Tolong mengerti, aku memiliki tujuan baik untuk kalian.''
Siwon terlihat tidak mau menerima pembelaan Kyuhyun, ''Tolong beri aku waktu sendiri.''
''Apa yang salah dengan perbuatanku? Aku...''
''Jika kau istriku, kau seharusnya mendukung semua keputusanku.'' Potong Siwon, Kyuhyun diam tidak bisa membantah sementara Siwon mulai berjalan dan meninggalkannya.
Kyuhyun masih dalam posisinya berdiri. Kemarin semuanya baik-baik saja, tadi bahkan suasana terasa bahagia. Semuanya berubah dengan cepat seperti suhu tubuhnya sekarang, keringat dingin terasa keluar dari pori-pori kulitnya. Kyuhyun tidak merasa mengantuk tapi tiba-tiba dia menguap, tubuhnya mulai sedikit limbung dengan pandangan kabur.
-I Won't Give Up-
TBC.
Setelah lama hiatus, muncul perasaan tidak percaya diri saat kembali menulis. So, jika tidak ada 'nyawa' di ff ini mohon maaf. Kenapa belum tamat? Ga tau kenapa, tapi belum mau namatin hehehe
Thanks for all...
170831, 7318 word.
