Fanfic:

Pair:KrisTao

Genre:Romance/Hurt

Rating:T/T+

Warning:Typo/OOC/BL/EYD hancur/masih pemula/

Judul diambil dari lagu Super Junior 'Why I Like You'

note: jangan meniru hal negatif yang ada di cerita ini !

Don't Like, Don't Read !

Why I Like You

ch 21

Tao membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Setelah mandi, berpakaian dan langsung bergerumul bak kepompong pada selimut ranjangnya. Tidak ingin memperdulikan Kris yang juga memilih berbaring di tempat tidurnya. Lampu termaram menjadi pencahayaan minim sekarang dan Tao merasa sedikit tidak nyaman entah karena apa. Kejadian belakangan ini tercantum di otaknya. Berputar-putar tanpa istirahat seperti tidak mengijinkannya terlelap sebelum menyelesaikan permasalahan hati namja labil setelah puber. Ini konyol sungguh.

Tao memposisikan tubuhnya terlentang setelah sedaritadi memunggungi namja yang terpejam di seberang sana. Suara nafasnya tampak teratur. Mungkin sudah tertidur lelap. Tao memperhatikan secara seksama. Setiap lekuk wajah tegas sang namja rupawan pemikat hatinya. Tao sedang tidak berpuitis romantis saat hatinya merasa bimbang sedaritadi. Pandangannya menancap pada sosok namja disana. Pemikiran konyol kembali muncul seperti parasit yang butuh dibasmi sesegera mungkin.

Ciuman, pelukan, ucapan manis, cinta. Hal drama picisan hampir pernah dilakukan namaja rupawan untuk dirinya. Cerita gila yang seharusnya di robeknya digantikan cerita normal suami istri duduk di peraduan sambil mengecup basah.

Jika dikatakan mungkin sifat mempertinggikan harga diri menjadi permasalahn utama otaknya saat ini. Semakin dalam dipikirkan, semakin dalam juga perasaannya mengatakan 'ya' dengan lantang. Aku mencintaimu, mungkin seperti itu kelanjutan kata ya dalam otaknya sekarang.

"Apa kau benar-benar menyukaiku? Apa aku bisa percaya sekarang?"

"Aku benar-benar menyukaimu"Tao terhentak dalam gumaman anehnya. Matanya terbelalak meminta keluar saat namja yang dianggapnya sudah terlelap kini menatapnya dengan pandangan penuh. Pandangan yang membuat jantungnya berdesir buruk. "Aku tidak tahu bagaimana lagi cara membuatmu percaya, tapi aku sungguh-sungguh"Kris melanjutkan ucapannya. Beranjak dari tempat tidurnya kemudian melangkah kearah ranjang Tao. sedikit menumpukan satu lututnya pada lantai. Duduk ala pangeran mempersunting putri China yang kini masih berbaring.

Tao diam dalam posisinya. Tangannya di genggam erat dengan cekungan hangat melingkupi tangannya yang terasa dinging. Pandangannya tepat kearah Kris yang kini diam menatapnya.

"Aku sudah asif, aku sudah agresif, aku melakukannya, seharusnya kau tahu aku sungguh-sungguh, apa aku harus menghamilimu baru kau percaya jika aku sungguh-sungguh?"Kris berucap lugas. Matanya menatap dengan pandangan yang sangat diartikan kesungguhan.

"Gege sudah tau alasan kenapa aku tidak percaya bukan?"Tao kembali bertanya"Dan, laki-laki tidak bisa hamil, aku ingatkan itu jika gege lupa"Tao melanjutkan. Otaknya berfungsi menyahut. Mendiamkan keegoisan sementara lenyap terbawa suasana kejujuran yang ingin di timbulkannya.

"Aku tahu, dan aku menyesal, sungguh"

"Apa aku bisa percaya?"

"Percayalah"Kris memberanikan diri mengecup kening namja panda. Membiarkan setitik kehangatan terasa akibat sentuhan.

Tao menimanng dalam pemikiran. "Kita akan berdosa, gege tahu itu kan?"

"Aku tahu, sangat.. "

"Katakan aku sudah gila jika menerima gege"Kris tersenyum dalam kesamaran. Menerima ucapan tabu penerimaan kasat mata dari ucapan namja di depannya. Dia bahagia. Sungguh. Ingin bersorak sekeras mungkin saat ini. Saat pelukan hangat tercipta begitu saja tanpa tuntutan kecupan lumatan penghapus keharmonisan. Cinta bukan cuma hal beradi mendominasi tapi perasaan tulus untuk memiliki. Tanpa menghancurkan. Hanya rasa penerimaan saat pasangan berucap 'ya' dan senyuman berkembang dengan rasa panas kepercayaan.

"Kita gila bersama"Itu kalimat pertama dengan senyuman sang namja rupawan malam ini.

.

Pagi menjelang menyisir gedubrak suara langkah cepat dari sosok namja bersuara kencang sang vokalis utama berlari. Diiringi dengan kata 'Siapa yang bertamu pagi-pagi' namja itu berjalan kearah suara bel terpencet berulang kali minta di perhatikan.

"Selamat pagi"Dan Chen, sang pembuka pintu langsung membelalakan pandangannya disusul dengan Baekhyun yang menyembulkan kepalanya dari balik bahu Chen.

"Luhan!"Keduanya bersuara bersamaan.

"Apa aku datang terlalu pagi?"Luhan tersenyum melihat kericuhan dari dua namja di depannya. Pak manager di belakangnya ikut tergelak menggelengkan kepala pusing. Anak didiknya benar-benar kacau. Bagaimana mungkin namja yang terlihat rupawan diatas panggung menjadi semerawut di pagi hari. Kaos oblong putih dengan corak hitam dan celana pendek di sebut kolor bergelantung kusut sehabis di pakai tidur.

Ruang makan ricuh saat ini. Semua member berkumpul siap menyantap sarapan pagi. Selingan obrolan pertanyaan yang diajukan untuk Luhanpun tak berhenti didepan pintu saja. Bahkan beberapa kesenengan sampai tersedak udang goreng buatan Lay.

"Aku senang kau sudah sehat, disini sepi tanpamu"Chanyeol bersuara di selingi suapan nasi putih mengepul.

"Ya, apalagi Sehun susah di atur jika bukan dengan dirimu, dia membandel belakangan ini"Kai bersuara dengan hadiah lemparan udang loncat dari mangkok Kyungsoo yang di lempar Sehun. Namja berwajah datar itu menguap tidak peduli wlaupun gerlingan senang terpancar menatap kesosok namja rusa di pagi ini.

Tao diam memperhatikan. Di sampingnya Kris melakukan hal yang sama. Menyuap setiap lauk di mangkuknya dengan pertanyaan seadanya.

"Tunggu, bukannya tadi ada manager, kemana dia?"Chen bersuara.

"Dia harus kembali pulang, hari ini liburkan?"Luhan menyahut. Ikut menyantap masakan yang menumpuk di depannya.

"Dia mungkin akan kencang dengan istrinya"Lay bersuara disambung gelak tawa member lain. Minus dengan Tao yang diam di tempatnya. Masih melamun memikirkan kejadian semalam.

"Tao bantu aku mencuci piring ne"Kyungsoo berucap. Menatap kearah namja panda yang hendak pergi menyusul member lain keruang keluarga setelah menumpuk piring kotor bekas sarapan di meja.

"Ah, baiklah"Tao mengangguk. Sedikit aneh melihat kerlingan bingung dari sorot mata namja bermata bulat di depannya. Di sebelahnya Lay beranjak pergi setelah membantu menumpuk piring.

.

"Tao, jika di antara member ada yang saling menyukai, apa yang akan kau lakukan?"Tao tersentak. Piring dengan sabun bergumpal di tangannya melucur di rak pembasuh piring. Matanya terasa tak fokus mendengar ucapan namja di sampingnya. Sedari tadi diam kemudian membawa topik pembicaraan yang cukup frontal di secara tiba-tiba.

"Aku, entahlah, mungkin membiarkannya"Tao menyahut. Otaknya terasa tak bisa memproses lebih cepat. Putaran sel-sel otaknya terasa menangkap sinyal mengganjal dari topik pembicaraan.

"Tapi, hubungan antara sesama namja itu, tidak boleh, bukan?"Kyungsoo menatap kosong piring yang tengah di keringkannya. Suasana terasa berat untuk pertama kalinya.

"Aku.. "

"Apa hubunganmu dengan Kris hyung benar-Benar serius?"Kyungsoo berucap lugas. Tanpa bertele-tele seperti niatan awal. Namja bertubuh mungil dengan kedua mata besar membulat itu menatap tepat kearah Tao yang masih menatap kearah tumpukan piring kotor. "Aku memikirkannya dari semalam, apa yang ku lihat di malam itu benar-benar bukan khayalanku saja, apa itu benar?"Kyungsoo berucap langsung. Berucap tanpa menjelaskan maksud ucapannya. Dia yakin namja panda di depannya mengerti maksud perasaan kedua namja itu memang nyata jauh hari Sebelum penglihatan nyatanya melihat langsung tapi sempat terbesit kedua namja itu tidak benar-benar membelokan pemikiran mereka. Bagaimanapun mereka teman. Teman bertugas mengingatkan, bukankah begitu? Semua memiliki pemikiran berbeda, begitu juga dengan dirinya.

"Ya"Tao meremas spon di tangannya. Pandangannya terasa miris. Entah perasaan takut itu muncul kembali. Perasaan yang menentang pilihannya yang baru terucap beberapa jam lalu.

Tao mendengar Kyungsoo menghela nafas. Begitu kentara.

"Apa kau sudah memikirkan akibatnya?"Kyungsoo menatap langsung.

"Itu.. "

"Mungkin aku tidak berhak ikut campur dengan masalahmu, tapi.. Kau masih punya orang tua yang memikirkanmu, itu masalah nyata"Kyungsoo berucap kembali. Cukup tahu namja tinggi di depannya tak bisa menjawab. Kyungsoo bukan tipe menunggu ataupun membiasakan diri menemui kondisi yang pas. Dia ingin berucap. Sesegera mungkin mengatakan pendapatnya walaupun dilihat namja panda itu baru berbahagia di hari ini.

"Akan aku pikirkan"Tao beranjak dari posisinya setelah membasuh tangannya dengan cepat. Berbalik keluar dari ruang dapur. Otaknya terasa kosong seketika bahkan sampai tak menyadari sosok namja berkulit tan dengan gelar rapper berdiri tepat di samping pintu keluar.

"Apa kau tidak keterlaluan?"Kai. Namja yang sedari tadi diam di tempatnya. Mendengarkan setiap kosakat kalimat pembicaraan dua namja itu selesai akhirnya bersuara. Menatap namja bertubuh lebih kecil darinya terdiam di tempatnya dengan helaan nafas terdengar kentara.

"Aku tahu"Kyungsoo berucap.

"Apa kau yakin Kris hyung dan Tao hyung memiliki hubungan?"Kai mendudukan diri di tempat kursi dekat meja makan. Mengambil selembar roti dari bungkusan kotak tertata rapi di tengah-tengah meja. Bersikap rileks walaupun rasa ingin tahunya membumbung tinggi.

"Aku menjamin, kau juga merasakannya"Kyungsoo melanjutkan mencuci piring kotor tersisa sepeninggalan Tao dari ruangan itu. Ucapannya di sambut dengan anggukan dengan kapitan belah bibir melahap potongan roti.

"Mereka sangat terlihat, aku menjamin mereka tidak pinta bermain film"Kai menyuarakan. Menelan potongan roti yang baru saja di kunyahnya dengan berlahan.

"Lalu kenapa kau cuma diam?"

"Karna aku menjamin mereka sudah dewasa, pada akhirnya mereka tidak akan bersama, mereka akan menyadari itu jika waktunya sudah tiba"Kai menatap kearah Kyungsoo. Tersenyum dengan mata sedikit menyipit akibat tangkupan daging di pipi.

"Tapi tetap saja"Kyungsoo meremas rambutnya.

"Kalau di paksa juga akan percuma, jadi biarkan saja, aku juga tidak mempermasalahkannya"Jeda"Sebaiknya kita sudahi pembicaraan ini sebelum ada member lain ikut menguping"Lanjutnya.

"Kau termasuk itu"Kai tertawa mendengar ucapan Kyungsoo.

.

Tao berada di kamar. Diam dengan bahu menyadar pada kaki tempat tidur. Duduk di lantai benar-benar membuatnya seperti orang setres.

"Tao?"Kris. Yang baru saja datang menghampiri sosok namja panda yang masih terdiam tak bergeming. Niatan mencuci baju kandas.

"Ada apa?"Kris berjongkok tepat di depan Tao. Menatap raut wajah pemuda itu yang tengah berpikir keras.

"Apa yang kita lakukan salah?"Tao berucap tanpa mengalihkan sepasang matanya dari lantai yang di pekurinya sedari tadi.

Kris terdiam sesaat. Mencerna segala maksud ucapan Tao sekarang sebelum akhirnya dia mengerti "Aku tidak akan menyangkal kalau perebuatan kita ini salah"Kris berucap tersenyum dengan tangan kanannya mengusap helaian rambut namja di depannya.

"Apa kita harus meneruskannya?"Tao terdiam di tempatnya dengan ciuman hangat menyusul kalimatnya yang telah selesai. Kris menciumnya. Tanda bahwa namja itu juga tidak mengerti. Orang bodoh mungkin akan menjawab cinta itu tidak mengenal genre, ini bukan salah kita melainkan hati kita atau ini masalah perasaan tapi Kris tidak akan mengatakannya. Dia sadar penuh untuk mengetahui apa yang di lakukannya salah. Dia tidak bisa menjawab secara lisan. Otaknya berhenti. Hati tidak akan berjalan tanpa pemikiran yang memiliki arah yang sama. Dia menyukai namja yang kini di ciumnya, sangat. Tapi ini cinta yang bahkan tidak bisa dijawab 'ya' atau 'tidak' semuanya mengambang. Walaupun dia yakin dia menyukai Tao. Kris menyadari namja itu juga menyukainya tapi batasan setiap kosakata terasa lebih sempit saat mengucapkannya. Bahkan otaknya tak ingin membatahkan hal naif membenarkan saat dirinya salah. Dia di sekolahkan, dia diajari mulai dini dimana mahluk itu berpasangan, siang dan malam, langit dan bumi, laki-laki dan perempuan.

.

Sehun duduk di sofanya. Kepalanya menatap bosan kearah televisi yang menyala menampilkan iklan sabun colek dengan pakaian sexy pencucinya. Menguap. Namja berwajah datar itu menatap kearah Luhan yang berbincang dengan Lay. Seperti ibu-ibu arisan itu yang dipikirkan Sehun saat ini. Beberapa member juga silih berganti bertanya ini itu kepada Luhan sebelum berlanjut kabur keluar dorm dengan pakaian bak pencuri pakaian celana dalam. Mereka berniat jalan-jalan. Dari mereka bahkan menawarkan Luhan untuk menitipkan barang apa mumpung mereka keluar.

"Mau kemana kalian?"Sehun mendongakan wajahnya ketika mendengar Luhan bersuara dan di depan pintu tampak Kris dan Tao keluar secara bersamaan dengan pakaian ala maling aneh. Sehun hampir tertawa.

"Kami mau cari angin"Ucap Kris. Tidak begitu peduli.

"Disini ada kipas angin, kenapa harus dicari?"Lay menyahut dengan kata candaan yang langsung di hadiahi tontonan Tao mengeblak kepala Kris. Tak sopan sama sekali. Lay tertawa.

"Kami berangkat"Setelah itu Tao yang bersuara. Melangkah lebih dulu dengan Kris mengekor di belakangnya.

"Mereka terlihat serasi"Komentar Luhan.

.

Kris dan Tao berjalan dengan beriringan. Lebih memilih jalan kaki daripada menggunakan mobil yang tetpakir rapi di bagasi dorm.

"Kita mau kemana?"Tanya Kris. Sebenarnya yang ingin keluar awalnya hanya Tao sebelum dirinya menawarkan diri untuk ikut.

"Cari kepala baru, aku ingin mengganti otakku yang setres"Tao bercanda dengan dengusan kentara.

"Aku punya banyak boneka dari fans, mungkin itu cocok sebagai kepala pengganti"Kris berucap. Meletakan tangan kanannya pada pundak Tao seperti merangkul.

"Kita seperti orang kencan"Tao berkomentar.

"Oke, kita kencan hari ini"Dan berakhir kalimat itu Tao cuma bisa berbengong ria.

.

.

Tbc

thanks for review

annisakkamjong, re-panda68, dandeliona96, amechan95, rich L. khalifa, vampireDPS, ko chen teung, jidatbacon, meliarisky7, aiko michishige, dinalya, TKsit, ariyanindud. aya, aku, chokyuNVR, ericapoop, A Y P, jughyema, kyukyu, juniel is a vampire hybrid, xyln, aulchan12, jeon golden makne884, illa,

gomawo untuk yang sudah review, baca dan mampir ff shiro neee, trimakasih banyaaaak.

untuk huntao, aaa shiro tidak janji neeee.

sebnarnya shiro ingin mmeperpanjang ff ini , bagaimana menurut kalian, jadi mungkin beberapa konfik akan muncu lagi.

untuk yang sudah ujian, semoga kalian sukses. ahaha senengnya shiro di panggil unnie, uhuk, shiro merasa jadi inget umur ahaha.

maaf untuk keterlambatan update ne, semoga kalian sukaa,

salam sayang shiro untuk kaliaan