A/N : Lagi-lagi mengambil setting di kehidupan nyata. Sumpah, ini konyol sekali sampe gue ketawanya pake nangis. Ahahah!! Malangnya nasib temen gue itu…
Disclaimer : Punya Kazuki Takahashi.
Warning : Gaje. OOC.
There's a zombie on your lawn. There's a zombie on your lawn. There's a zombie on your lawn. We don't want zombies on the lawn. I know your type; tall, dark, and dead. You wanna bite all the petals off of my head. And then eat the brain of the one who planted me here. I'm just a sunflower but see me power an entire infantry. You like the taste of brain, we don't like zombies. (Zombies on Your Lawn – Laura Shigihara OST game Plants VS Zombies) Sumpah, gue kebanyakan nonton film zombie…
Di hari yang cukup panas di hari Rabu, entah kenapa studio interior Universitas Domino terasa sangaaaattt sepi. Bukan terasa, sih. EMANG sepi. Hmm… Curiga anak-anaknya pada kabur semua gara-gara tugas belom kelar. Dasar, kecut kalian semua!! Yang terdapat di kelas cuma segelintir anak yang masih bernyali baja. Yang lebih bikin geleng-geleng kepala lagi adalah kenyataan bahwa yang masuk pada hari itu adalah CEWEK SEMUA!! Astojim… Mana cowok di interior emang cuma berenam, ini pake acara gak ada cowok semua pula. Girl power!!
Nah, selagi kelas sepi, kehidupan di studio pun serasa berhenti. Biasalah. Kalo gak ada dosen, pasti gak ada yang ngerjain tugas. Yang ada mereka ngabur ke kantin, ngabur ke kosan lagi, molor di kelas, atau asik nonton video dan nge-download sesuatu. Facebook-an juga masih merajai studio di hari yang senggang itu.
Termasuk Anzu. Sang calon designer interior yang berambisi menjadi dancer paling terkenal seluruh galaksi Bima Sakti ini juga memanfaatkan kebebasan mereka yang sebentar. Lumayan, bisa ngaso dikit. Maka, mulailah dia membuka laptopnya dan menyalakan internetnya. Website Youtube pun ia buka bersamaan dengan Facebook, sementara tangannya masih sibuk mengklik sana-sini sementara lagi loading. Beberapa detik kemudian, muncullah di layar laptop sebesar 14" itu sebuah video dari boyband Korea Selatan bernama… (drum rolls) SHINEE!!
"Woohoo!!" seru Anzu girang. Emang anak satu ini otaknya udah terkontaminasi virus boyband Korea. Setiap hari rasanya gak afdol kalo gak dengerin lagu mereka atau menari diiringi lagu mereka. Padahal, anak-anak yang lain di studio udah jengah ngedenger Anzu nyetel lagu-lagu Korea dalam volume yang kurang ajar. Sekarang, berhubung lagi sepi, dia semakin bebas menyaksikan band favoritnya itu beraksi. Yah, meskipun tatapan dingin sebagian besar temen-temennya cukup menusuk...
Anzu mulai beranjak dari tempat duduknya yang empuk (beda sama anak arsitektur yang terpaksa harus duduk di atas kursi kayu yang keras. Maaf, interior lebih elit dikit. Duduknya di kursi empuk dari busa. Huahahahahah! Uhuk!) dan mempersiapkan diri untuk menari. Mumpung Varon sama Amelda gak ada, mending dia nari sekarang. Soalnya, kalo Anzu nari di depan duo DUHMAK itu (mereka – dan seorang senior di arsitektur bernama Rafael – disebut geng DUHMAK gara-gara suka ngomong "DUUUHH MAAAKKK!!" kalo lagi stres. Sialnya, mereka stres tiap hari)
"Aduh, Anzu. Lo gak bosen, ya, nge-dance pake lagu itu terus??" tanya seorang cewek bernama Miho. Cewek satu ini emang apes nasibnya. Udah duduk pas disamping Anzu, sekelompok pula! Bentar lagi paling ketularan labilnya si Anzu. Oops. Semuanya udah labil, deng. Hehehe.
"Ini seru, lho!!" kata Anzu semangat. Iapun beranjak dari tempat duduknya dan mulai mengikuti setiap gerakan para penyanyi (atau penari?) personil SHINEE itu. Langkah demi langkah, ayunan demi ayunan ia hapal luar kepala. Badannya yang emang lentur mengikuti setiap gerakan para personil SHINEE dengan gemulai dan tepat. Tempo dan biramanya pun juga serasi dengan apa yang ada di layar laptop. Para penghuni interior yang ada cuma bisa ngeliatin sambil mangap. Gak tau mau ngomong apa. Antara mau menghina, nyidir, sama membodohi, sih.
Sampai tiba-tiba terdengar bunyi KREK yang lumayan keras dari arah Anzu.
Ternyata saudara-saudara, Anzu mengalami SAKIT PINGGANG!! Dancenya yang terlalu energik ternyata membuat pinggang Anzu yang mulai reyot terlalu lama digunakan untuk menggambar denah, potongan, dan tampak itu sudah gak sanggup lagi kalo harus bergoyang secepat itu. Alhasil, waktu Anzu sedang asik-asiknya mengayun-ayunkan tangan di udara dan pinggang bergoyang ke kiri dan kanan, sang sendi memutuskan untuk protes dengan ber-KREK-ria.
Semua anak interior yang ada langsung mengalihkan pandangan ke arah Anzu yang masih terpaku dengan posisi gaje. Tangan terangkat tinggi di udara dan pinggangnya mulai miring ala Yami. Pokoknya itu pose yang gak banget sebenernya.
"… Aduh, gue encok…" gumam Anzu sambil memegangi pinggangnya yang barusan protes.
Sontak seluruh studio dipenuhi gelak tawa dari penghuninya.
"Makanya, kalo nari jangan lebay gitu!! Encok, kan, lo! Ahahaha!!"
"Kualat lo, Zuuu!!"
"Ahahahahha!! Gak bisa comment apa-apa, nih! Ahahahah!!"
"ROFL!! LMAO!! LOL!!"
"WAT DE PAC BANGET, DEH ZUU!!"
Anzu yang udah terlanjur malu sok-sokan gak apa-apa. Dia kembali menari, bahkan lebih heboh dari yang sebelumnya. Gak tau aja, dia, kalo si pinggang memutuskan untuk protes lagi dan lagi dan lagi. Sampai akhirnya Anzu, the dancer wannabe ini terpaksa menjalani operasi pinggang di rumah sakit selama 2 minggu.
A/N : Okee!! Ini bener-bener kejadian nyata! Tapi, gak sampe masuk rumah sakit, sih, temen gue itu. Hehehe. Sebagai ucapan maaf udah lama gak update, ini gue kasih chapter baru lagi, ya. Kali ini updatenya langsung 2 chapter, nih! Hehehe. Selamat membaca, semuanya!
P.S.: Review reply ada di chapter berikutnya. Hehehe.
