CHAPTER 21

persiapan pun diutamakan oleh para penguin, kowalski mempersiapkan mental dan perhitungan nya, rico mempersiapkan peralatan yang mungkin berguna, private mempersiapkan makanan dan barang-barang kecil, skipper mempersiapkan strategy nya, tapi... aku dan ben harus apa? Kami tak ada kemampuan khusus seperti mereka

"skipper?" sahut ku memanggil nya

"apa?" tanya skipper

"kalian mempunyai kemampuan sendiri disini, jadi kami harus apa untuk membantu kalian?" tanya ku kepada skipper

skipper sedikit bingung, dia tidak tahu harus mengatakan apa.. aku dan ben menunggu jawaban nya

private pun mendekati kami, dia pun berkata "hei.. apakah kalian berpikir jika aku punya kemampuan khusus?"

"kau kan punya...ahh... hmmmmmm" jawab ku yang dipertengahan menjawab aku pun malah bingung, private punya kemampuan apa?

"aku juga sama seperti kalian dulu, aku tidak punya kemampuan apa-apa, aku hanya berpakuh kepada perintah skipper" jawab private dengan lugu

skipper pun mendapat kata-kata sesudah mendengar kata private tadi "benar kata private, dia pun pada dasar nya tidak seperti kowalski dan rico, tapi dia sebenar nya mempunyai pada hati nya, kau juga akan menemukan sendiri kemampuan mu nanti" ucap skipper

aku dan ben tersenyum, benar juga mungkian kata nya, mungkin kami akan menemukan kemampuan kami sendiri

"jadi apa yang harus kami persiapkan?" tanya ben kepada skipper

skipper memegang dada ben dan berkata "kalian harus persiapkan moral kalian, yakin lah kalian bisa melakukan apa yang tidak kalian bisa lakukan pada saat misi berlangsung nanti, dan yang terpenting, ingat lah jika kami tidak pernah berenang sendiri"

"baiklah skipper" jawab ben

*20 menit kemudian

"kalian siap?" tanya skipper kepada tim nya termasuk aku dan ben

"SIAP!" jawab kami serentak

"oke.. kita bergerak sekarang!" ucap skipper

4 penguin itu pun kemudian berseluncur dengan perut nya, aku dan ben ketinggalan karena tidak tahu cara nya

"kau tahu cara melakukan nya,mac?" tanya ben

"aku baru beberapa jam menjadi penguin, bagaimana aku bisa tahu?" jawab ku ke ben

skipper dan private kembali ke kami, dan mengelurkan sirip nya

"mari kami ajarkan kalian melakukan nya" ajak skipper dan private sambil mengulurkan sirip nya

aku dan ben tersenyum, aku memegang sirip skipper, dan ben memegang private
pada awal, skipper dan private berseluncur duluan sambil memegang kami, kami yang terseret itu pun mulai mengontrol tubuh kami untuk melakukan nya

dan pada akhir nya kami sedikit bisa mengontrol nya walau belum sempurna

"kau siap?" tanya skipper

"siap untuk apa?" aku nanya balik

bukan nya dijawab, mereka berdua malah melepas genggaman nya.. tapi itu membuat kami berseluncur dengan diri kami sendiri.. aku memulai dengan lambat, ben pun menyusul ku

"kau lambat,teman!" kata ben sedikit menyombong kan diri

"oke.. akan ku tandingi kau" jawabku yang kemudian mulai mempercepat gerak ku

kami pun mulai balapan bersuluncur ala penguin, saling menyusul dan malah menyusul skipper dan kawan-kawan

"hei kalian! Tetap ikuti instruksi ku!kita harus bergerak tanpa dilihat manusia" sahut skipper dengan marah

"oke.. kami terbawa suasana skipper" jawab ku yang kemudian melambatkan gerak ku dan ben juga melakukan nya

kami pun kembali ada dibelakang skipper dkk, apabila skipper menyuruh berhenti kami punberhenti, dan apabila lanjut kami pun lanjut

kenapa nih penguin kayak sudah hapal jalan ya? Padahal mereka baru beberapa hari dirumah gua, aku pun bertanya "skipper, mengapa kau bisa hapal jalan nya?"

skipper pun menjawab "kami punya ingatan lebih hebat daripada manusia sekalipun, kami bisa menghapal apapun dengan sekali lewat"

"waw... kalian benar-benar hebat, kalian bisa menguasai sebuah negara dengan segala kemampuan ini" kata ben keceplosan

aku pun memandang tajam ben karena ucapan nya itu, bisa saja itu membuat para penguin ingin melakukan hal negatif, ben memandang balik ku dan bertanya "apa?"

skipper pun dengan masih memperhatikan jalan mengatakan "benar kata teman mu itu,mac.. kami bisa saja menguasai suatu negara dengan kemampuan penguin yang sedimikan rupa ini, tapi kami tetap lah kami, kami ditakdir kan bukan untuk menguasai dunia, kami hanya hewan yang ditugaskan untuk menjaga keseimbangan bumi dan juga bisa jadi penghibur dan teman bagi manusia"

hatiku berkata "mereka ini memang bijak, seperti nya benar juga kata skipper, dia tetaplah dia, seekor binatang yang harus nya terus menghibur dan menjadi teman manusia dan juga penyeimbang dunia, 1 hewan punah, bisa berpengaruh kepada hewan yang lain, bahkan mungkin bagi manusia sendiri, tapi mengapa manusia malah menangkap hewan dan menjual hewan bahkan organ penting nya? Pasti jawaban nya adalah uang, dan tidak ada alasan lain, memang masih diperbolehkan, tapi kalau dengan cara sekarang yang illegal dan tidak memikirkan kedepan, itu nama nya membantai mereka habis-habisan"

"para pemburu liar tidak memikirkan perasaan hewan yang diincar nya, dia hanya mementingkan materi yang akan mereka dapatkan, pengalaman ku bersama para penguin ini banyak menginspirasi ku, dan mungkin dengan wujud ku sekarang ini, aku bisa mengerti apa yang selalu dirasakan hewan di dunia ini, karena terkadang aku juga suka menyakiti hewan itu sendiri walau itu bukan penguin"

kami pun terus bergerak menuju bandara secepat kami bisa... keputusan untuk menjinakan atau membuang bom tersebut akan ditentukan oleh situasi nya nanti, yang terpenting sekarang kami harus bisa sampai ke tujuan kami dengan cepat

T.B.C