Title: Our Youth
Cast: Jin, Suga, Namjoon, Hoseok, Jimin, Taehyung, Jungkook #VHope #NamJin #VMin #YoonSeok #KookMin
Lenght: Chapter
Rating: 15+
Author: Tae-V [Line KTH_V95, Twitter KTH_V95]
Inspired By Drama Korea "Because It's The First Time".
CHAPTER 21
.
Taehyung sangat mengantuk di kelasnya siang itu.
Dan tiba-tiba handphone di sakunya bergetar. Pesan masuk di grup chatnya.
Jin: Chinggu-deul~ Namjoon akan ikut audisi minggu depan!
Hoseok: Uh? Audisi? Audisi apa?
Namjoon: Songwriter!
Yoongi: Jinjja, Namjoon a?
Namjoon menatap layar handphonenya, terkejut karena kali ini Yoongi membalas chat itu setelah mereka diam-diaman dalam perkelahian semalam.
"Yoongi hyeong membalas chat.." sahut Namjoon sambil menatap Jin.
Jin tersenyum. "Baguslah kalau semua kembali normal pelan-pelan..."
Namjoon menganggukan kepalanya.
Taehyung: Akan ada audisi dimana?
Namjoon: Di kota ini! Minggu depan.. Doakan aku, Taehyung a..
Taehyung: Aku pasti mendoakan dan mendukungmu, hyeong~
Hoseok: Hwaiting, Kim Namjoon! Kau pasti bisa :)
Jin: Hwaiting, Kim Namjoon! Kau pasti bisa :) (2)
Taehyung: Hwaiting, Kim Namjoon! Kau pasti bisa :) (3)
Yoongi: Hwaiting, Kim Namjoon! Kau pasti bisa :) (4)
"Uh? Yoongi hyeong ikut mengcopy kata-kataku?" Hoseok terkejut melihat balasan chat Yoongi itu.
Jin: Kim Namjoon, hwaiting~
Taehyung: Perlu kubantu menilai sebelum audisi, hyeong?
Namjoon: Dwesoooo~ XD
Taehyung memasukkan handphone ke sakunya karena kelas sudah berakhir.
Taehyung segera berlari ke atap, mengingat bahwa ia meminta Yoongi menemuinya disana.
.
.
.
Yoongi sudah sekitar sepuluh menit duduk di atap sendirian, menunggu Taehyung menemuinya.
Angin berhembus menerpa rambut Yoongi yang berwarna hitam pekat itu.
Tak lama kemudian Taehyung tiba di atap dan duduk disebelah Yoongi.
"Mian, kau sudah menunggu lama, hyeong?" tanya Taehyung.
Yoongi menatap Taehyung, lalu menggelengkan kepalanya. "Aku juga baru tiba... Ada apa?"
Taehyung menatap Yoongi. "Hyeong... Ada yang ingin kutanyakan padamu..."
"Uh~ Katakan saja..." sahut Yoongi.
"Bukankah kita ini bersahabat? Tidak seharusnya ada yang ditutup-tutupi kan?" tanya Taehyung.
Yoongi menatap Taehyung sejenak lalu menganggukan kepalanya. "Majjayo~ Ah, mianhae... Untuk pukulanku di wajahmu..."
"Gwenchana~ Aku juga minta maaf sudah memukulmu, hyeong.." sahut Taehyung.
Yoongi menganggukan kepalanya. Akhirnya mereka berdamai.
"Lalu, apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Yoongi.
"Hoseok hyeong..." sahut Taehyung. "Mengapa kau menolaknya? Apa kau tidak mencintainya?"
Yoongi menatap Taehyung. "Haruskah kukatakan yang sejujurnya?"
Taehyung menganggukan kepalanya. "Kau bilang kita ini sahabat!"
Yoongi tersenyum, kemudian membuka mulutnya dan berkata, "Aku... Sangat mencintainya... Hoseok.. Sejak pertama ia pindah kesini, aku sudah tertarik padanya, dan semakin dekat dengannya, aku semakin mencintainya..."
Taehyung membelalakan kedua bola matanya. "Lalu, mengapa kau menolaknya?"
Yoongi lagi-lagi tersenyum, lalu berkata, "Aku merasa lebih nyaman dengan hubungan kami sekarang.. Saling memperhatikan dan mengirim pesan setiap hari.. Saling jatuh cinta dengan diam-diam seperti ini... Hubungan kami yang seperti ini yang sangat pas untukku... Ttak joha... Ireoke... Jigeum cheorom..."
"Waeyo? Neo jinjja isanghae, hyeong!" Taehyung bingung mengapa Yoongi justru berpikir seperti itu.
Yoongi menatap Taehyung lalu menghembuskan nafasnya. "Aku.. Kau tahu kan keadaan keuangan keluargaku tidak stabil.. Aku tidak akan bisa membelikannya apapun yang diinginkannya jika kami berkencan... Apalagi, kau dulu kekasihnya... Kau yang kaya raya ini pasti sering memberikan apapun yang ia inginkan, tapi tidak denganku.. Aku tidak kaya sepertimu, dan aku belum yakin bisa membahagiakannya selayaknya seorang kekasih..."
Taehyung merasa tersentak mendengar ucapan Yoongi. Dadanya serasa ditusuk oleh benda tajam.
"Jadi... Itu alasanmu?" tanya Taehyung.
Yoongi menganggukan kepalanya. "Majjayo... Makanya, aku rasa hubungan kami yang seperti biasanya inilah yang terbaik untuk kami..."
"Hyeong... Mian... Aku tidak menyadari bahwa beban hidupmu seberat ini..." sahut Taehyung.
"Gwenchana, imma! Jangan menatapku dengan tatapan mengasihaniku... Aku baik-baik saja, toh kalian selalu ada untukku, kan?" sahut Yoongi sambil memukul pelan bahu Taehyung.
.
.
.
Hoseok tidak bisa berkonsentrasi dalam kelasnya.
Penolakan Yoongi masih terus membuatnya frustasi, padahal ia sudah sangat yakin bahwa Yoongi juga menyukainya. Namun, mengapa Yoongi justru menolaknya dan berkata tidak menganggapnya lebih dari sahabat?
Tiba-tiba handphonenya bergetar.
Pesan masuk di grup chat mereka.
Jin: Besok sabtu~ Ayo berkumpul di rumah Taehyung~
Namjoon: Kalian sekalian membantu menilai lagu ciptaanku ya! Untuk audisi minggu depan...
Hoseok: Ah, majjayo~ Kau akan audisi minggu depan, hyeong~ Hwaiting :)
Taehyung: Besok sore aku ada kencan dengan Jimin.. Kita berkumpul di rumahku siang saja ya..
Hoseok: Sore aku juga ada part time job kan~
Jin: Oke, call~ Besok aku akan masak makanan yang enak~ Kita berkumpul jam 9 pagi ya~
Namjoon: Oke, call~ Dan aku akan menyanyikan lagu terbaik ciptaanku!
Yoongi: Call! Semangat, Namjoon a! :)
Taehyung: Call! Semangat, Namjoon a! :) (2)
Jin: Yaaaaa, Taehyung! Kau harus memanggil Namjoon dengan sebutan hyeong!
Taehyung: Call! Semangat, Namjoon a! :) (2) hyeong~ :)
Namjoon: Aigooooo~ Hahaha...
Hoseok: Kim tae memang kekanak-kanakan~
Taehyung: ...
"Bagaimana aku harus menghadapi Yoongi hyeong besok? Arghhh~" Hoseok mengacak pelan rambutnya sambil bergumam..
.
.
.
"Besok aku jemput kau jam berapa, Jimin a?" tanya Taehyung ketika ia makan siang bersama Jimin setelah menemui Yoongi di atap.
"Kau yakin tidak ingin beristirahat? Wajahmu lebam begitu, pasti badanmu sakit semua kan rasanya..." sahut Jimin, mengkhawatirkan keadaan kekasihnya.
Taehyung tersenyum sambil memiringkan kepalanya. "Kau sangat memperhatikanku seperti ini, aigoo~ Gumawo, Jimin a~"
Jimin ikut tersenyum. "Maaf sudah marah-marah padamu tadi pagi..."
"Gwenchana... Aku juga salah karena tidak menghubungimu sama sekali..." sahut Taehyung.
"Memang ada masalah apa hyeongmu itu?" tanya Jimin.
"Uh? Uhm..." Taehyung bingung bagaimana harus menjelaskannya karena menurut Taehyung itu salah satu privacy Hoseok. Bagaimana mungkin Taehyung mengatakan bahwa Hoseok ditolak?
"Waeyo?" tanya Jimin.
"Uhm... Masalahnya agak pribadi, jadi kurasa aku tidak bisa menceritakannya padamu... Mian..." sahut Taehyung dengan wajah merasa bersalah.
Jimin tersenyum. "Araseo~"
"Jadi, besok kita akan kencan jam berapa?" tanya Taehyung.
"Filmnya di bioskop mulai jam empat sore.. Kau jemput aku jam tiga sore kalau begitu, ok?" sahut Jimin.
"Oke, call~" sahut Taehyung sambil tersenyum.
Sementara Jungkook yang sedari tadi diam-diam memperhatikan Taehyung dan Jimin tengah menggerutu.
"Cih! Ia berbaikan lagi dengan alien itu? Apa ia tidak kapok juga? Pabo neo.. Jimin hyeong..." gerutu Jungkook.
.
.
.
Namjoon mulai menyanyikan sebuah lagu dihadapan Jin.
Namjoon ingin, Jin lah yang pertama kali mendengarkan lagu ciptaannya.
"I know
Every life's a movie
We got different stars and stories
We got different nights and mornings
Our scenarios ain't just boring
I find this movie very amusing
Everyday, I want to shoot it well
I want to caress myself
I want to caress myself
But you know, sometimes I really really hate myself
To be honest, quite often, I really hate myself
When I really hate myself, I go to Dduksum
I just stand there with the familiar darkness
With the people that are smiling and beer,
Which makes me smile
Coming to me softly, fear, which holds my hand
It's okay because everyone is in twos or threes
It'd be nice if I had friends too
The world is just another name for despair
My height is just another diameter for the earth
I am all of my joy and anxiety
It repeats everyday, the love and hate directed to me
Hey you, who's looking over the Han River
If we bump into each other while passing, would it be fate?
Or maybe we bumped into each other in our past life
Maybe we bumped into each other countless times
In the darkness,
People look happier than the day
Everyone else knows where they're supposed to be
But only I walk without purpose
But still, blending in with them is more comfortable
Dduksum, which has swallowed up the night
Hands me an entirely different world
I want to be free
I want to be free from freedom
Because right now I'm happy but I'm unhappy
I'm looking at myself
At Dduksum
I wish I could love myself
I wish I could love myself
I wish I could love myself
I wish I could love myself
I wish I could love myself
I wish I could love myself
I wish I could love myself
I wish I could love myself"
Jin membelalakan kedua bola matanya. Lagu ciptaan Namjoon itu terdengar sangat indah di telinganya.
Lirik lagu itu juga menyuarakan betapa beratnya penderitaan yang dirasakan Namjoon untuk terus berlari mengejar mimpinya, bahkan sampai rela disiksa dan dibuang oleh kedua orang tuanya yang terus memaksanya menekuni bidang lain.
"But you know, sometimes I really really hate myself.. To be honest, quite often, I really hate myself..." sahut Jin, mengucapkan sebait lirik dari lagu ciptaan Namjoon itu.
Namjoon menatap Jin.
"I wish I could love myself..." sahut Jin lagi.
Namjoon terus menatap Jin.
"Lirik yang sangat bagus... Menggambarkan betapa beratnya beban yang kau rasakan dalam usahamu meraih impianmu..." sahut Jin sambil menatap Namjoon.
Namjoon tersenyum mendengar pujian Jin.
"Dan... Entah mengapa lirik lagumu itu... Juga menggambarkan perasaanku saat ini..." sahut Jin dengan ekspresi sedih.
"Hyeong..." Namjoon menatap Jin dengan kebingungan.
"To be honest, quite often, I really hate myself... I wish I could love myself..." sahut Jin dengan lirih.
"Kau... Dikelilingi oleh kami yang begitu mencintaimu kan, hyeong? Jangan membenci dirimu sendiri, karena ada kami.. Yang begitu mencintaimu..." sahut Namjoon sambil berusaha menghibur Jin.
Namjoon tak menyangkan bahwa Jin juga sama seperti dirinya yang seringkali membenci dirinya sendiri.
"Hwaiting, Kim Namjoon!" sahut Jin sambil tersenyum, berusaha agar suasana diantara mereka tidak menjadi lebih sedih lagi. "Kali ini kau pasti bisa!"
Namjoon kembali tersenyum sambil menganggukan kepalanya. "Gumawo, hyeong..." Dan mereka berdua tertawa bersama...
Sebenarnya, ini bukan audisi pertama yang diikuti Namjoon.
Sejak Namjoon duduk di bangku SMA, ia sudah beberapa kali diam-diam mengikuti audisi singer-songwriter, namun karena kemampuannya belum begitu matang, ia selalu gagal.
Bahkan Namjoon pernah dihajar habis-habisan oleh ayahnya ketika ia ketahuan mengikuti audisi saat ia duduk di kelas 3 SMA.
"Gumawo, hyeong... Semoga kali ini aku berhasil lolos audisi... Doakan aku, hyeong.." sahut Namjoon.
Jin menatap Namjoon, lalu berjalan mendekat ke arah Namjoon, dan mengepalkan kedua tangannya kemudian diarahkan ke hadapan Namjoon, membentuk tanda memberi semangat.
"Hwaiting, Namjoon a! Aku kan fans setiamu, Kim Namjoon! Kau tahu kan betapa aku selalu mendukungmu sejak dulu hingga detik ini dan kedepannya?" sahut Jin sambil tersenyum.
"Araseo, hyeong.. Memang kau satu-satunya orang yang selalu ada disampingku, dan selalu mendukungku apapun yang terjadi.." sahut Namjoon sambil tersenyum dan mengacak pelan poni Jin.
.
.
.
Taehyung menemui Hoseok sepulang kuliah ke toko buku tempat Hoseok melaksanakan part time jobnya.
Kebetulan Jimin masih ada project yang harus dikerjakannya dan akan pulang agak malam, jadi Taehyung pulang sendirian sore itu.
"Hoseok hyeong.. Ada hal penting yang harus kuceritakan padamu..." sahut Taehyung.
Kebetulan sore itu toko buku agak sepi, jadi Hoseok bisa ijin sebentar untuk mendengarkan ucapan Taehyung.
"Ada apa, Kim Tae?" tanya Hoseok ketika ia dan Taehyung duduk di salah satu meja yang ada dalam toko buku itu.
"Hyeong... Aku sudah bicara dengan Yoongi hyeong..." sahut Taehyung.
Hoseok membelalakan kedua bola matanya. "Apa yang kau bicarakan?"
"Mengenai perasaanmu padanya, dan mengapa ia menolakmu..." sahut Taehyung.
Dada Hoseok kembali serasa ditusuk oleh pisau yang sangat tajam.
"Apa kau sudah tahu darinya? Alasannya menolakku..." tanya Hoseok.
Taehyung menatap Hoseok beberapa saat lamanya.
.
-TBC-
reply for review:
vhope shipper : just call me tae-v :) whoaaaaaaaaa asli seriusan kaga boong saya mau nangis baca review kamu :') terhura asli terhura banget sama pujiannya {} saya itu sebenernya selalu minder sama author2 lain yg bahasanya bisa setinggi langit dengan diksi seindah ribuan bintang di langit malam.. tapi saya juga selalu bersyukur karena ternyata masih ada readers yang suka dengan semua karya2 saya yg sederhana ini :) ff ini akan end di chapter 27 :) udah saya buat sebenernya sampe chapter 27, tapi tetep akan saya post sesuai jadwal tayang/? ya :)
ekayuni018 : ayo kita marahin yoongi XD whoaaa jgn mewek sini2 abang tae-v elapin airmatanya eneng eka #abaikan XD here ya lanjutannya :)
Sugas kumamon : hayo kenapa hayo? :)
Senashin0817 : ayo kita hajar taehyung/? eh tp kasian liat hwarang preview buat taehyung, eps 3, yg dia diiket di tiang itu :( itu ngenes bgt liat mukanya taehyung disitu hmmm :( broken kenapa? broken wings? #abaikan XD thx a lot buat pujiannya, senaaa :) pake jempol bang pdnim aja gpp XD
zizid exo : kerjaannya kan ngebantuin jin XD
jungie nuna : aaaaaaaaaaaaaaaaaa nuna darimana aja kok ilang lama kan saya kangen nun :( kenapa harus ada tbc hmm? XD
hopiwife : ayo kita kasih semangat buat jin eomma! :) lah iya typo maapkeun :( thx for correct me! :) whoaaaa thx a lot for still stay with this ff sayang {}
taniaarmy19 : uljima sayang {} sini2 nangis di pundak abang #abaikan XD hayo, namjin bakal jadian apa kaga nih kira2? :) Taesoon wkwkw XD Kill me Heal Me ya? XD tapi asli di hwarang si taehyung cantik banget, cocok jadi member blackpink/? XD
Summer Chii : salam kenal chii :) kayaknya baru pertama kali review ff saya ya? :) salam kenal :) thx udah nyempetin baca :) gimana nasib kookie gimana coba? :(
dewiaisyah : serumit cintaku padamu :) berkah akhir taun/? XD whoaaaa thx a lot pujiannya sayangku {} sini peluk #abaikan
Arcilla Aulia Mahadewi22 : I LOVE U DEWIMANIS/? #abaikan XD
hopekies : iya seriusan :) wkwkw suga itu kalo lg diem cool bgt, swag... tapi kalo lg aegyo sama lagi bawel uke bgt waks XD taehyung ngeselin ya? tabok yuk/? XD Widih sehari sebelum apa sehari sesudah?
Hana: hana sayang kemana aja abang kan kangen {} #abaikan XD sibuk tugas kah han? semangat ya! :) ADA FF VHOPE LAGI SAYA GARAP "BANGTAN BLOODY SCHOOL" :) baru saya post setelah bangtan fear street end ya :)
