"Kau harus melakukannya!"

"Tidak Kyung! Demi tuhan! Jika dia mencintaiku dia pasti akan bersabar dan menahannya!"

"Memberi kesabaran pada orang sepertimu itu tidak akan ada artinya Baek. Kau pikir tujuh tahun itu waktu yang sebentar. Tidak cukupkah Chanyeol menunggumu selama itu."

"Heol! Kau tahu apa Kai! kau tidak pernah merasakan ada di posisi seperti aku dan Kyungsoo!" lagi-lagi teriakan Baekhyun mengisi ruang apartemen milik Kai dan Kyungsoo.

Entah apa yang dilakukan si kecil berambut pinkish itu sekarang. Baekhyun yang seharusnya sedang melakukan perawatan kulit nekat kabur dan memilih apartemen milik Kai dan Kyungsoo sebagai pelarian. Dia sangat yakin jika sekarang Luhan terutama Sehun sedang mengumpatinya.

Anak itu di landa sindrom malam pertama yang sangat di takutinya. Bahkan dirinya yang dalam waktu enam bulan mempersiapkan pernikahan makin takut dari waktu ke waktu saat memikirkan topik tentang seks yang akan dan harus dilakukannya nanti dengan Chanyeol. Salahkan Chanyeol yang terus saja menteror Baekhyun dengan kata-kata mengerikan tentang seks mereka nanti.

Lihat saja sekarang. Bocah nakal yang biasanya sangat kasar itu kini sedang gemetar ketakutan dengan surai pinkish yang kusut dan mata yang berkaca-kaca. Semenjak pernikahan mereka makin dekat, Baekhyun seperti kehilangan jiwa pemberontak dan arogannya. Yang ada hanya Baekhyun yang penurut dan penakut dalam padangan teman dekatnya.

"Itu tidak semengerikan yang ka-"

"Tapi Chanyeol bilang itu akan sangat sakitt! Kaiiii!" jiwa penakut yang makin besar dari waktu ke waktu membuat Baekhyun berubah menjadi manja dan tak segan untuk merenggek dan menangis di hadapan orang terdekatnya. Seperti saat ini. Baekhyun dengan tidak tahu malunya memeluk Kai di depan Kyungsoo secara langsung.

"Jangan bertingkah seperti bayi Byun! Bahkan saat kau masiih bayi saja kau tidak seperti ini!" sedikit kasar, Kai melepaskan pelukan erat Baekhyun. Membuat tubuh kecil yang semakin berisi itu jatuh ke sisi Kyungsoo.

"Jangan kasar pada Baekhyun!" jerit Kyungsoo tidak terima melihat temannya yang berubah seperti orang lain itu di perlakukan kasar oleh suami sendiri. Kyungsoo sama sekali tidak marah dan cemburu jika Baekhyun dan Kai berpelukan, karena Kyungsoo tahu bagaimana sifat asli dari keduanya. "Kau membuatnya kesakitan!" renggek Kyungsoo dengan mata memerah dan berkaca-kaca.

Dan si mata owl itu mulai menangis dengan memeluk tubuh Baekhyun. Air mata tampak menetes dengan deras dari mata Kyungsoo. Bahkan sekarang Kyungsoo menangis lebih keras dari pada Baekhyun. Salahkan hormon kehamilannya yang membuat Kyungsoo lebih sensitif dari pada biasanya.

Kai rasanya ingin gila saat di hadapkan dengan dua orang lelaki kecil yang sedang menangis dan saling berpelukan satu sama lain. Di hari liburnya yang hanya sebentar ini dia harus di hadapkan dengan tangisan dua orang lelaki, bukannya bermesraan dengan istri cantik yang saat ini dia rindukan.

Berulang kali lelaki tampan berkulit tan itu menggusap wajahnya frustasi. Kai sekarang berdiri di hadapan Baekhyun dan Kyungsoo yang sedang mencoba meredakan tangisan satu sama lain. Sedikit mendengus geli saat melihat posisi dua orang lelaki mungil yang sedang berpelukan erat. Yang satu terlihat kekanakan dengan surai pinkish dan pipi tembamnya dan satunya terlihat begitu lucu dengan mata bulat dan bibir tebal yang masih bergetar, di tambah perut besar yang terlihat lucu di tubuh kecilnya.

"Baiklah. Kita bisa bicarakan ini dengan kepala dingin. Berhenti menangis seperti aku akan berbuat hal yang jahat pada kalian ya! Baby Kyung, jangan menangis lagi, okay!" Kai mengusap sayang kepala Kyungsoo. Sedikit kasar saat mencoba melepaskan pelukan erat Baekhyun di tubuh istrinya. "Kau sebaiknya menemui Luhan dan Sehun, Baek. Aku yakin sekali jika kau tidak memunculkan dirimu di hadapan mereka, Chanyeol akan turun tangan dan menyeretmu ke kamarnya. Asal kau tahu saja, tanpa harus ikatan pernikah hal 'itu' juga bisa di lakukan."

"Ti-tidak mau~" renggek Baekhyun lagi.

"Kalau tidak mau sebaiknya kembali dan lakukan tugas yang seharusnya kau lakukan saat ini. jangan mengacaukan segala hal yang telah di persiapkan." Ucap Kai dewasa.

Baekhyun hanya menunduk dan tak lama anggukan pelan Baekhyun perlihatkan pada Kai.

"Bagus." Kai menepuk pelan kepala Baekhyun. "Sekarang temui Luhan dan Sehun. Nanti malam kami akan berkumpul di rumahmu saat pesta lajangmu dan Chanyeol."

"Baiklah."

Baekhyun berbalik dengan langkah lesu dan keluar dari apartemen milik Kai dan Kyungsoo. Kai mengeratkan pelukannya pada tubuh Kyungsoo yang sudah memejamkan mata. Bocah hamil itu tertidur di pelukan Kai dengan nyaman.

"Aku tak menyangka Baekhyun akan menjadi out of character seperti sekarang." Kekeh Kai di antara kecupan sayangnya di pipi gembil sang istri.

.

.

.

Luhan masih saja menekuk wajahnya. Kekesalan pada Baekhyun tadi siang masih saja hinggap di hatinya. Jujur saja, siapa yang tidak marah saat di tinggal kabur tanpa kata-kata. Luhan pikir Baekhyun yang sudah berubah menjadi jinak itu telah hilang di culik oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Dirinya sampai harus menelepon Sehun yang sedang bertugas. Dia sedikit merasa takut untuk menelepon Chanyeol, dan membuat sisi iblis lelaki itu bangkit kembali.

Saat sedang panik-paniknya, Baekhyun muncul dengan wajah tidak berdosa dan cengiran menyebalkan yang membuat Luhan secara refleks memukul gemas kepala sang adik. Yang lebih muda hanya bisa merenggek meminta maaf dan meminta Luhan tidak menceritakan semuanya pada Chanyeol. Karena sebenarnya, Baekhyun tidak merubah sikapnya pada Chanyeol. Hanya orang terdekatnya saja yang tahu seberapa drastisnya Baekhyun berubah.

Baekhyun dengan tingkat kegengsian yang sangat tinggi membuatnya tidak pernah mengeluh tentang sikap Chanyeol yang kerap kali menggodanya perihal masalah seks. Lelaki kecil itu malah memilih berkeluh kesah pada Kai, Sehun dan Chen yang jelas-jelas sahabatnya dari kecil. Dan tentu saja dia harus melibatkan Luhan dan Kyungsoo yang benar-benar tahu bagaimana proses dan rasanya melakukan seks di posisi mereka.

"Ayo kita minum!" teriak Chen membahana. Dirinya sedang bahagia saat berhasil berkencan dengan Kim Minseok. Seorang WO yang semakin mudah dia dekati karena pernikahan Baekhyun dan Chanyeol.

"Ya! Pesta tanpa alkohol sama sekali bukan pesta!" Kai menyahuti denga tangan yang memegang gelas campagne tinggi-tinggi.

"Tentu saja. Kita harus bersenang-senang malam ini!" Kris, si model yang saat ini kabur dari manajernya juga ikut semangat di dalam pesta.

"Jangan tekuk wajahmu terus Lu. Kau nanti terlihat jelek." Sehun menyodorkan segelas campagne ke Luhan.

"Aku masih kesal, Hunie~" manja Luhan pada Sehun. Sehun terkekeh sebentar sebelum mencuri satu ciuman singkat di bibir Luhan.

"Ck! Jangan berbuat mesum Oh Sehun!" seru Baekhyun yang sedari tadi diam. Tangan berjari lentiknya dengan cepat menyambar segelas campagne, hendak meneguknya sebelum satu tangan besar merebut gelas Baekhyun dan meminum isinya. "Chanyeol!" protes Baekhyun.

"Kau dan alkohol bukan perpaduan yang baik sayang." Kecupan singkat Chanyeol sematkan di pipi Baekhyun. Tangan besarnya mengambil segelas jus jeruk dan meletakannya di genggaman tangan Baekhyun. "Ini lebih baik."

Semua orang menahan tawa saat melihat wajah Baekhyun yang berubah merah merona. Anak itu marah, malu dan merasa berdebar secara bersamaan.

"Tapi aku mau mencicipi campagne! Kenapa Cuma aku yang tidak boleh minum campagne?"

"Kau akan mabuk sayang. Dan aku tidak mau kau buat gila karena perilaku mabukmu." Chanyeol menggelus sayang surai Baekhyun. "Kau memang cocok dengan warna pink." Sambungnya dengan seyum tampan.

"Jangan mengalihkan pembicaraan ya Chanyeol!"

"Jangan berteriak Baek!" Kai menyela. "Kau bukan satu-satunya yang tidak minum. Kyungsoo baby juga tidak boleh minum campagne."

"Kai, Kyungsoo itu sedang hamil, sedangkan aku tidak."

"Jadi kau harus hamil dulu baru mau menuruti perintahku? Hm?" suara Chanyeol yang berat mengintimidasi Baekhyun. "Aku tidak keberatan jik-"

"Tidak! Tidak perlu! Aku akan minum jus jeruk saja!" Baekhyun dengan terburu-buru meneguk habis jusnya.

Setelah jusnya habis Baekhyun berdiri dan pergi meninggalkan kumpulan manusia pendiskriminasi dirinya degan kaki dihentak-hentakkan. Aksi protesnya pada Chanyeol dan ditanggapi kekehan dari semua yang ada di sana.

"Anak itu seperitinya takut sekali tentang hal yang menjurus ke arah seks." Kekeh Chen.

"Aku tahu." Chanyeol memasang seringai kejam. "Aku tahu semua yang di lakukan Baekhyun termasuk tentang sikapnya yang berubah pada kalian."

"Kau tahu Chanyeol? Tapi kenapa kau masih suka menggoda Baekhyun seperti itu?" Luhan sedikit tidak terima jika adiknya di permainkan oleh Chanyeol.

"Aku hanya ingin mengerjainya Lu. Kelihatannya akan menarik jika terus memancingnya seperti sekarang."

Tawa keras Chanyeol mengisi halaman belakang mansion Byun. Luhan dan Kyungsoo hanya bisa geleng-geleng kepala. Sedikit prihatin dengan nasib yang akan menimpa Baekhyun. Para seme yang mengerti jalan pikiran Chanyeol ikut terkekeh seram mengamini sikap seorang Park Chanyeol.

.

.

.

Malam sebelum hari pernikahan pun tiba. Sama seperti malam kemarin, mansion Byun masih saja ramai karena hadirnya sahabat dari Chanyeol dan Baekhyun. Malahan malam ini makin ramai karena Tao dan Minseok yang berhalangan hadir saat pesta lajang Baekhyun dan Chanyeol ikut bergabung. Orang tua Chanyeol dan kerabatnya juga datang ke mansion Byun untuk berkumpul guna melancarkan acara pemberkatan esok hari.

Mereka dengan tidak di rencanakan terbagi menjadi tiga kelompok besar. Para orang tua terlihat berkumpul di halaman belakang kediaman Byun, menggantikan posisi pesta lajang yang kedua mempelai laksanakan kemarin malam. Chanyeol dan rombongan lelaki sejati lainnya terlihat berbincang-bincang di ruang santai keluarga Byun dengan topik acak yang mereka ambil. Dan kelompok terakhir adalah kelompok lelaki imut dan kecil berada di dalam kamar Byun Baekhyun.

Para lelaki berparas imut itu terlihat sibuk dengan beberapa urusan. Luhan dan Kyungsoo tampak mengacak-acak isi koper yang akan di bawa Baekhyun dalam perjalanan bulan madunya ke Maldives, salah satu negara yang tidak pernah dia singgahi sebelumnya. Tao dan Minseok juga tidak kalah sibuknya, yang satu terus saja mengecek alat make up yang cocok dengan Baekhyun dan satu lagi terus memperhatikan tuxedo yang nantinya akan di kenakan Baekhyun pada saat pemberkatan. Sedangkan Baekhyun sendiri hanya berbaring pasrah dengan Tao yang mengoleskan sesuatu di wajahnya.

"Jangan, terlalu sederhana." Terdengar kikikan kecil Luhan dan Kyungsoo yang masih asik berada di depan koper Baekhyun yang terbuka.

"Yang ini, bagaimana?" terlihat Kyungsoo mengangkat sesuatu tapi apa yang sedang diangkat Kyungsoo terhalang oleh tubuh Luhan. Baekhyun yang penasaran ingin duduk dan melihat benda itu.

"Jangan bergerak! Aku sedang merawat kulitmu!" sebelum jeritan Tao menghentikan aksi Baekhyun yang terlihat sangat penasaran.

"Baekie jangan mengintip!" Minseok ikut berjongkok di depan Luhan dan Kyungsoo dan ikut terkikik bersama mereka.

"Apa yang kalian lakukan? Benar-benar mencurigakan." Protes Baekhyun pelan. Wajahnya kini telah tertutupi masker yang Tao pasang.

"Kau tidak perlu khawatir Baek. Biar kami saja yang membereskan barang-barangmu." Luhan berdiri dan menuju Baekhyun yang sedang tidur di atas ranjang. "Kau hanya perlu diam dan nikmati perawatanmu oke!" satu mata rusa itu berkedip centil. Baekhyun hanya mencebikkan bibirnya kaku karena terhalang masker Tao.

"Benar sekali Baek. Karena besok kau akan langsung terbang ke Maldives setelah pemberkatan, maka saat inilah kami punya waktu untuk membantumu. Kau tenang saja, dan nikmati perawatanmu." Baekhyun memang tidak melihat Kyungsoo tapi Baekhyun yakin Kyungsoo sedang tersenyum saat ini.

"Tenang. Baekhyun pastinya akan menawan setelah perawatan ini." Tao bertepuk tangan gembira.

Mereka terus berbincang walau tugas masing-masing tetap mereka lakukan. Luhan dan Kyungsoo belum selesai dengan aksi menyiapkan koper Baekhyun si calon pengantin untuk bulan madu. Minseok dan Tao terlihat berbincang tentang bisnis mereka masing-masing. Sedangkan Baekhyun masih diam dan menunggu maskernya dilepas oleh Tao.

Baekhyun bernapas lega saat wajahnya terbebas dari jeratan masker yang mencengkram wajahnya dengan erat. Refleks lelaki kecil itu melakukan senam wajah membuat yang lainnya terkekeh. Baekhyun tampak lucu dengan apple hair miliknya.

Bocah yang akan menikah itu terlihat sedang meninum teh hijau yang di hidangkan Minseok dengan perlahan. Butuh waktu lama untuk Baekhyun menyukai rasa pahit dari teh hijau yang sebulan belakangan ini terhidang untuknya. Ini adalah salah satu saran dokter Oh untuk menjaga kebugaran tubuh.

"Ngomong-ngomong, apa kau punya bulu di kelaminmu?" ucapan Tao yang vulgar membuat Baekhyun menyemburkan teh hijau yang ada dalam mulutnya. Minseok yang ada di hadapan Baekhyun menjerit kecil. Bukan takut dirinya akan terkena semburan Baekhyun, tapi khawatir akan tuxedo Baekhyun yang hampir saja terkena semburan ada di dekatnya.

"Kenapa bicara seperti itu?!" jerit Baekhyun dengan wajah merona merah.

"Kenapa?" Tao terlihat binggung dengan reaksi Baekhyun. "Aku kan hanya bertanya. Jika ada, sebaiknya kau cukur dulu." Lelaki panda itu berucap seenaknya tanpa sadar situasi.

"A-aku-"

"Aku apa Baek?" Luhan terlihat tidak sabaran dengan reaksi gugup Baekhyun.

"A-apa jika tidak punya bulu itu tidak normal?" gugup Baekhyun dengan kepala tertunduk malu.

Helaan napas terdengar dari segala penjuru. Luhan geleng-geleng kepala saat mendapati sang adik yang terlihat bodoh perihal masalah hormon dan hal yang berbau vulgar. Ayolah! Baekhyun itu genius! Tao dan Minseok menutup wajah dengan tangan masing-masing, rasanya ingin menangis saat menghadapi sikap Baekhyun. Kyungsoo yang tadinya menghela napas kini tersenyum dan duduk di samping Baekhyun.

"Tidak apa-apa Baek. itu hal yang biasa. Jadi, kau tidak punya?" Kyungsoo merangkul Baekhyun lembut.

"Ne."

"Itu bagus! Jadi kau tidak perlu repot Baekie!" Luhan mengambil tempat di sebelah Baekhyun. Dikecupnya sayang pipi sang adik. "Nah! Kau harus tidur sekarang! aku tidak mau kulitmu kusam saat hari pemberkatan."

Kyungsoo dengan perut besarnya berdiri dari ranjang Baekhyun dan berdiri di sebelah Luhan. Tao dan Minseok ikut membersihkan kamar Baekhyun sebelum mengucapkan selamat malam dan keluar dari kamar Baekhyun.

Mereka berempat berjalan kearah pasangan masing-masing dan ikut bergabung dengan mereka. Sehun langsung saja merangkul Luhan sayang setelah mengecup bibir itu singkat. Kai sibuk mengelus perut gembung Kyungsoo yang sedang duduk di pangkuannya. Sedangkan Tao dan Minseok duduk di samping kekasih masing-masing.

"Apa Baekhyun sudah tidur?" Chanyeol bertanya setelah melihat Baekhyun tidak ikut bergabung dengan mereka.

"Ne. Biar dia istirahat, besok kalian akan melakukan perjalanan yang sangat panjang." Luhan makin masuk kedalam pelukan hangat Sehun.

"Hun-ah, kapan kau akan menyusul aku dan Kyungsoo?" Kai menyeringai kearah Sehun.

"Ada waktunya Kai, aku masih ingin berduaan dengan Luhan."

"Hati-hati Hun, bisa-bisa nanti Baekhyun duluan yang hamil." Chen terkekeh.

"Ya. Kalau di lihat dengan cermat, aku yakin Chanyeol akan gerak cepat. Baekhyun pasti tidak punya waktu banyak untuk lepas dari jeratannya." Kris ikut terkekeh menimpali perkataan Chen.

"Aku memang berencana punya anak banyak dengan Baekhyun."

"Jangan kasar padanya Park! ingat ya! Dia itu punya phobia yang sedikit sulit dikendalikan." Luhan mendelik galak kearah Chanyeol.

"Tenang saja Lu. Percaya saja padaku."

.

.

.

Chanyeol dan Baekhyun resmi menjadi pasangan setelah upacara pernikahan di langsungkan. Semua berjalan normal dengan Chanyeol yang menunggu Baekhyun dan Tuan Byun di depan altar dengan wajah tampan yang sangat bahagia. Anak dengan surai pinkish itu terlihat sangat terlalu bahagia saat dia mengucapkan kalimat 'saya bersedia' di hadapan pastur, membuat suara seperti orang membentak, mengundang senyum geli dari para tamu yang hadir di acara pemberkatan itu.

"Selamat atas pernikahan kalian." Chanyeol menerima ucapan untuk yang sekian kalinya dari rekan bisnis yang sengaja dia undang.

"Terimakasih Suho-sshi." Senyum Chanyeol selalu mengembang sejak dua jam lalu.

Suho-lelaki yang sedang menjabat tangan Chanyeol-tersenyum lebar. Tidak menyangka salah satu juniornya dalam organisasi akan menyusulnya secepat ini. Pandangan teduh itu beralih kepada si kecil yang sedang berpelukan erat dengan istrinya. Suho berdeham untuk mendapatkan perhatian dua orang yang sedang melepas rindu itu.

"Jangan terlalu lama memeluk Lay Baekhyun-ah." Perkataan Suho membuat Baekhyun mendelik protes dan perlahan melepaskan pelukan rindunya.

"Salahkan seseorang yang membawa Lay hyung kabur dua tahun belakangan." Sinis Baekhyun pada Suho yang sekarang sedang terkekeh.

"Baiklah baiklah. Aku akan membiarkan kau menikmati waktumu dengan Lay kalau begitu." Suho mengelus surai Lay sayang dan tersenyum maklum kepada Chanyeol sebelum meninggalkan dua orang yang berbadan kecil untuk kembali saling melepas rindu.

Baekhyun sengaja memilih meninggalkan Chanyeol sendiri. Dia dan Lay saat ini sedang mengobrol ringan, mendengar cerita tentang bagaimana kehidupan rumah tangga yang sedang Lay dan Suho jalani.

Lay bukan seseorang genius seperti Baekhyun, Suho dan teman lainnya. Lelaki manis yang memiliki dimple lucu itu hanya seorang anak dari panti asuhan yang sama dengan Sehun, dan takdir menunjuknya untuk di cintai oleh orang sesempurnya Suho. Baekhyun sangat dekat dengan Lay walau dua tahun belakangan ini dia tidak bisa bertemu dengannya. Salahkan suami kaya Lay yang membawanya kabur dari New Zealand pada saat itu.

Dengan segala beban penat yang ada dalam dirinya, Baekhyun memutuskan untuk meminta saran Lay yang sudah jauh lebih mengerti perihal seks yang akan dia lakukan nantinya. Semua yang dikatakan lelaki manis itu tidak jauh beda dengan saran Kyungsoo dan Luhan, sampai satu kalimat yang dilontarkan Lay membuat Baekhyun seolah memiliki kesempatan besar.

"Karna kalian belum pernah melakukannya, kupikir belum bisa di pastikan kau berada di posisi mana Baek. Kenapa kau tidak berbicara baik-baik dengan pasanganmu dulu. Atau, kau bisa mencoba merebut posisi seme yang saat ini sudah di sandang Chanyeol. Kupikir dengan kekeras kepalaanmu selama ini, hal itu tidak mustahil Baekhyun."

.

.

.

"Uwaaah! Daebaak!"

Pekikan kagum itu meluncur dengan sendirinya dari bibir tipis milik seorang lelaki manis yang saat ini sedang berdiri menganga di depan penginapan tempat mereka berbulan madu. Penginapan itu terletak diatas hamparan laut biru yang masih dangkal dengan desain yang luar biasa indah dan memanjakan mata.

"Chanyeol! Ayo kita main ke pantai!" pekikan semangat lainnya meluncur ke udara dengan riangnya.

"Kau tidak capek hm?" tangan besar itu merapikan surai pinkish yang terbang tertiup angin.

"Tidak!"

"Kita bisa beris-"

"Tidak Chanyeol! Ayo! Aku tidak lelah sama sekali! kau tahu kan dari awal penerbangan sampai kita sampai aku hanya tidur! Ayo kita pergi Chanyeol!"

Baekhyun merenggek dengan menarik-narik tangan suaminya yang saat ini sedang duduk diatas ranjang. Bibirnya mengerucut lucu dengan pandangan anak anjing yang sama sekali tidak bisa di tolak olehnya.

"Baiklah! Aku akan mengabulkan keinginanmu! Tapi dengan satu syarat!"

"Oke! Kau bisa katakan sekarang!" balas Baekhyun tidak kalah semangat.

"Kita harus melakukannya nanti malam! Tidak ada penolakan!"

"Tentu! Siapa takut!"

Jawaban dari Baekhyun membuat Chanyeol sedikit terkejut. Biasanya dia hanya mendapati wajah pucat pasi Baekhyun dan pekikan protes miliknya. Tapi kali ini seolah yang dia hadapi adalah Byun Baekhyun arogan dan keras kepala seperti sebelumnya. Tak lama seringai tampan milik Chanyeol terkembang, seolah mendapati tantangan dari istri mungilnya itu.

"Let's have fun tonight, baby~" bisik Chanyeol mesra di telinga Baekhyun.

.

.

.

Baekhyun berlari seperti anak kecil di lepas pantai. Pasir pantai yang bewarna putih mencetak jelas jejak kakinya yang terlihat imut dibandingkan dengan milik Chanyeol yang juga ikut berjalan tanpa alas kaki.

Tawa cerianya menguar begitu saja. Seolah nada terindah yang Chanyeol dengar selain suara nyanyian desahan Baekhyun yang akan dikeluarkannya malam ini. Dengan sekuat tenaga Chanyeol kembali menekan hasrat yang kembali tumbuh di dalam dirinya. Setidaknya, dirinya hanya harus menunggu hingga nanti malam.

Perbedaan waktu dan lamanya perjalanan yang mereka tempuh membuat keduanya tiba di tempat tujuan pada saat jam menunjukkan pukul tiga sore, sebelum pergi kepenginapan Chanyeol sengaja mengajak istri mungilnya itu untuk makan malam terlebih dahulu karena dirinya bisa menebak akan keinginan Baekhyun yang tidak bisa di tolak sama sekali, seperti sekarang.

"Chanyeol!"

Baekhyun melambaikan tangannya dengan semangat. Surainya berantakan karena di terpa angin laut yang kencang. Gigi rapihnya terlihat akibat cengiran yang tiada henti. Melihat Chanyeol yang hanya mematung di tempat membuat Baekhyun sedikit kesal. Kaki pendek itu berlari ke arah Chanyeol dan langsung saja memeluk tubuh tinggi milik suaminya.

"Wae? Kau lelah gara-gara mengikuti keinginanku?" wajah itu terlihat memelas dengan bibir yang mengerucut lucu.

"Tentu saja tidak sayang. Kau tahu kan kalau kita hanya tidur saja di dalam pesawat." Chanyeol medekap tubuh kecil itu dalam pelukannya. Lagi-lagi perasaan bersyukur akan hadirnya Baekhyun ke dalam pelukannya datang kembali. Diciuminya pucuk kepala Baekhyun dengan sayang.

"Chanyeol~" renggek yang lebih kecil manja.

"Hm?" lelaki itu masih saja menciumi Baekhyun.

"Sudah~ aku mau melihat sunset dulu~" Baekhyun mendongakkan kepalanya. Dan mungkin itu adalah ide yang salah. Karena yang menjadi sasaran Chanyeol kali ini adalah pipi dan hidung Baekhyun.

"Diamlah sayang, aku sedang mengisi energiku."

"Park bodoh! Aku mau melihat sunset!" Baekhyun memekik lucu dan mencoba lepas dari jeratan yang lebih tinggi dengan terus memberontak.

"Kau juga Park sekarang sayang." Chanyeol menahan kepala Baekhyun dan menatap irisnya dengan tatapan cinta. "Jadi, harus diperjelas Park mana yang bodoh Baekie~" goda Chanyeol lagi.

"Tentu sa-mmmphh!"

Mata kecil itu terbelalak saat Chanyeol tanpa peringatan apapun menempelkan bibir mereka. Baekhyun menatap dalam mata Chanyeol dan lelaki tinggi itu balik menatapnya dengan sorot mata taja. Hal itu sanggup meluluhkan pertahanan Baekhyun. Mata kecil itu terpejam dan ikut hanyut dalam ciuman intens suaminya.

Bibir Chanyeol melumat lambat bibir milik kekasih hatinya, secara perlahan membuat yang lebih kecil terbuai dan semakin melemas. Tidak ada yang terlewat dari aksinya melumat milik Baekhyun yang mulai terasa menebal. Ditariknya bibir bawah Baekhyun sebelum organ tak bertulang miliknya ikut menyapa milik Baekhyun di dalam sana. Menggoda dan saling menari satu sama lainnya.

Di balik tubuh mereka, matahari senja perlahan tenggelam di telan lautan yang bewarna keorenan. Lautan itu mulai menjadi kehitaman sebelum di terangi oleh sinar bulan. Suara riak ombak yang masih menghempas tidak membuat keduanya terganggu dalam tautan dalam mereka.

Baekhyun semakin menarik leher Chanyeol kebawah agar semakin merapatkan tubuh mereka. Sedikit dia merasa terganggu akan kuatnya angin yang mulai terasa dingin di tubuhnya. Kini kedua tubuh milik dua orang lelaki itu menempel satu sama lain tanpa jarak. Chanyeol memisah tautan mereka disaat merasakan nafas Baekhyun yang terenggah.

"Saranghae~" bisiknya serak.

"Nado saranghae~" balas Baekhyun dan menenggelamkan kepalanya di dada Chanyeol. Mendengar detak kehidupan milik suaminya yang sangat dia sukai. "Ish!" kepala itu mendongak dengan sorot mata jengkel. "Aku tidak bisa melihat sunset karenamu Park Chanyeol!" rutuk Baekhyun sebelum melepaskan pelukan mereka dan pergi dengan kaki menghentak.

"Kita masih lama di sini baby~ setidaknya lakukan hal romantis saat pertama kali kita sudah di sini eoh!" Chanyeol mengejar langkah kaki Baekhyun dengan mudah.

"Menyebalkan!"

"Aku juga mencintaimu Park Baekhyun~"

"Aku benci kau Park Chanyeol!"

Chanyeol hanya terus mengikuti Baekhyun dari belakang. Dengan sengaja membuat jarak yang kentara dengan si kecil yang masih merajuk lucu. Menyadari dirinya yang berjalan seorang diri, Baekhyun membalik tubuhnya ke belakang. Bibirnya lagi-lagi mengerucut lucu mendapati suaminya yang tertinggal.

"Cepatlah Chanyeol!" teriaknya nyaring. "Gunakan kaki jerapahmu itu!" ejek Baekhyun dengan seringaian nakalnya.

"Siapa yang kau bilang jerapah eoh?"

"Tentu saja kau telinga gajah!" tawa Baekhyun kembali terdengar.

"Tunggu di situ! Akan ku hukum kau!"

Mudah saja buat Chanyeol saat mengejar Baekhyun dan mendekap tubuh kecil itu dalam pelukannya. Anak itu terkikik geli saat Chanyeol mengangkat tubuhnya dan membawanya berlari menuju penginapan mereka yang tidak jauh dari sana. Dengan posisi wajah Chanyeol yang berada tepat di depan perut Baekhyun membuat yang lebih tinggi memilih untuk menggoda yang lebih mungil. Baekhyun menjadi kegelian saat Chanyeol mempermainkan perutnya seperti menggoda bayi.

Chanyeol mendongakkan kepala untuk melihat wajah bersinar Baekhyun yang sangat cantik. Lelaki kecil itu pun menunduk untuk melihat wajah tampan suaminya. Tangan berjari lentik miliknya memainkan surai Chanyeol yang terlihat berantakan.

"Bodoh."

Satu kata keluar dari bibirnya sebelum kembali mencium Chanyeol dengan manis. Tidak seperti ciuman panas yang baru saja mereka lakukan. Hanya bibir mereka yang menempel dengan rasa cinta yang membuncah.

.

.

.

Chanyeol keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan selembar handuk yang menutupi kejantanannya. Dirinya di kejutkan saat di hadapannya kini berdiri seorang lelaki manis yang hanya menggunakan bathrobe dengan ikatan longar.

"Wow." Chanyeol masih saja belum bisa percaya dengan jackpot yang dia dapat malam ini.

Baekhyun menyeringai mesum sebelum menerjang Chanyeol dengan ciuman berantakan miliknya. Hawa di dalam kamar itu terasa panas membakar tubuh keduanya, kerja pendingin ruangan yang terpasang tidak bisa meredakan gairah yang membakar.

Chanyeol terhempas kasar ke atas ranjang. Dirinya menjilat bibirnya sensual saat mendapati Baekhyun merangkak di atas tubuhnya dengan tatapan menggoda. Dada putih miliknya terlihat dan kain itu hampir memperlihatkan bahu mulusnya. Dengan sengaja, Baekhyun mengukung Chanyeol yang saat ini menyangga tubuhnya dengan kedua siku.

Jari lentik itu menggelus pelan wajah tampan milik pasangannya. Bibir tebal menggoda itu pun tak luput dari kenakalan jari lentik Baekhyun yang sangat indah. Di tariknya dagu Chanyeol ke atas, mensejajarkan wajah keduanya.

"Sexy Byun~" bisik Chanyeol serak. Tak bisa di pungkiri hasratnya semakin melambung tinggi.

"Chanyeol baby~" Baekhyun menjilat telinga Chanyeol, membuat yang lebih tinggi mengeram rendah.

"Jangan memancing aku bermain kasar sayang~" bisik Chanyeol di sela-sela giginya.

"Kau yang jangan memancingku bermain kasar sayang~ aku sudah cukup baik untuk tidak langsung memasukimu di depan pintu kamar mandi tadi."

"Apa? Kau bilang apa?" Chanyeol membolakan matanya saat mendengar penuturan Baekhyun.

"Aku akan memasukimu."

Apa? Tidak salah dengarkan Chanyeol?

Baekhyun yang akan memasukinya? Baekhyun istrinya?

Heol! Permainan macam apa ini!?

Dengan sedikit emosi dan hasrat yang menggebu, Chanyeol membalik keadaan. Dirinya dengan gagah mengukung Baekhyun dan menyoroti lelaki kecil itu dengan sorot tajam bak hewan buas. Tentu saja Chanyeol kesal dengan prilaku Baekhyun yang seolah meremehkannya sebagai seorang suami.

"Oh~ jadi kau ingin posisi uke on top ya Chan baby~?" Baekhyun kembali menggodanya.

Jujur saja Chanyeol senang dengan dua kata yang baru saja di ucapkan Baekhyun 'Chan baby'. Tapi saat mengerti ke arah mana maksud Baekhyun dengan ucapan 'Chan baby' itu membatnya meradang. Seme mana yang tidak merasa di remehkan saat sang uke berniat merebut posisinya.

Perempatan siku di dahi Chanyeol semakin tampak saat Baekhyun mulai menggodanya dengan usapan-usapan pelan di daerah dada. Pemuda mungil itu terlihat sangat percaya diri saat mendeklarasikan dirinya untuk memasuki Chanyeol. Diantara rasa kesalnya, timbul ide briliant untuk mengerjai sang istri.

"Kau serius ingin memasukiku?" sebelah alis Chanyeol terangkat.

"Tentu!"

"Baiklah kalau begitu."

Baekhyun tersenyum senang saat mendengar perkataan Chanyeol. Dia sama sekali tidak menyangka jika menakhlukan makhluk raksasa sepertinya bisa semudah ini. Baekhyun pikir dirinya hanya akan menelan kekecewaan dan butuh perjuangan ekstra untuk menjadi seme Chanyeol.

"Tapi aku punya syarat."

"Katakan saja~" anak itu terlalu senang sehingga tidak menangkap kilatan licik di mata Chanyeol.

"Aku hanya mau kau masuki jika kau punya penis yang lebih besar dari pada milikku."

"Akh!" dengan mudahnya tangan Chanyeol menyelinap ke dalam bathrobe Baekhyun yang sudah berantakan. Tangan besar miliknya meremas gemas benda imut yang berada dalam genggamannya saat ini.

"Cha-Chanyeol! Apa yang kau lakukan?" wajah lelaki mungil itu memerah dan terlihat keringat mulai menghiasi dahi mulus miliknya.

"Tentu saja membuat sesuatu yang sangat mungil ini membesar agar bisa memuaskanku."

Tak menunggu waktu lama untuk Chanyeol menunduk dan berhadapan langsung dengan benda mungil milik Baekhyun. Lelaki tinggi itu mendengus geli saat melihat bentuk penis Baekhyun yang sedang setengah ereksi. Chanyeol bisa menjamin penisnya yang lemas bahkan lebih besar dari pada milik istri mungilnya saat sedang ereksi.

"Apa yang sedang kau tertawakan!" pekik Baekhyun jengkel. Jujur saja, dirinya merasa terhina akan respon Chanyeol yang menertawai penisnya.

"Penismu imut sekali sayang~" goda Chanyeol seraya menempelkan benda imut itu di bibir tebalnya.

"Ugh~ Ch-Chanyeol~" Baekhyun yang saat ini sedang menyangga tubuhnya dengan kedua siku memilih menegakkan tubuhnya untuk menjauhkan kepala Chanyeol dari daerah sensitivenya.

Tangan lelaki mungil itu bergetar saat menapaki surai Chanyeol yang mulai basah. Dirinya sangat malu saat melihat lelaki tinggi itu menciumi miliknya yang terlihat sudah ereksi sempurna.

"Ch-Chan~"

"Hmm?"

Chanyeol masih asik dengan mainan barunya. Lelaki tinggi itu terlihat sangat tertarik dengan kepala penis Baekhyun yang berbentuk jamur dan bewarna pink. Tak tahan dengan godaan yang sedang ada di depan mata, lelaki tinggi itu pun memasukan kepala penis milik Baekhyun ke mulutnya. Menghisapnya dengan kuat, membuat yang lebih kecil melengkungan tubuhnya indah saat menerima rangsangan hebat dari Chanyeol.

"Akkhh! Ugh..h..hh! Chanyeol~" lagi-lagi yang keluar dari mulut Baekhyun hanya nama Chanyeol. Dirinya seperti melupakan apapun kecuali nama suaminya.

Chanyeol sedikit terkekeh saat melihat reaksi Baekhyun yang sangat sensitive dalam menanggapi rangsangan yang dia berikan. Tidak sampai 10 menit dia menggoda yang lebih kecil, dirinya berhasil membuat Baekhyun menjadi porak poranda seperti sekarang. Di hadapannya kini adalah seorang lelaki mungil dengan rambut berantakan, wajah merona, penuh dengan peluh dan penis yang mengacung tegak. Chanyeol benar-benar tergiur untuk memakan istrinya saat ini juga.

Baekhyun gemetar saat dirinya kini di hadapkan dengan seorang lelaki yang menurutnya sangat sexy. Lelaki itu adalah suaminya sendiri dengan tubuh tegap yang bertumpu pada kedua lututnya. Wajah anak itu semakin memerah saat pandangan matanya terarah pada perut kencang suaminya yang sempurna, menampilkan otot-otot liat yang begitu sangat menggoda. Dan mata kecilnya membola saat melihat tenda yang terlihat cukup besar di balik handuk yang menutupi daerah pribadi Chanyeol.

"Sepertinya kau tidak bisa menjadi semeku Park Baekhyun~" goda Chanyeol pada lelaki cantik yang sedang bertumpu pada sikunya itu. "Kau bisa lihat sendirikan?" jari Chanyeol dengan lancangnya menunjuk penis Baekhyun dan tak lama menunjuk asetnya sendiri. "Bahkan dia belum begitu terbangun." Katanya dengan sangat bangga.

"Si-sial!"

Baekhyun membalik tubuhnya cepat. Berniat kabur dari jeratan Chanyeol. Tapi semua itu hanya sia-sia saat kaki-kaki pendeknya di tahan dengan begitu cepat oleh Chanyeol. Lelaki tinggi itu langsung saja menindih tubuh belakang istri nakalnya.

"Chanyeol!" Baekhyun lantas memekik saat merasakan desakan kuat di pantatnya. Tanpa dia lihatpun, dia tahu bahwa itu adalah perbuatan penis besar Chanyeol.

"Kau rasakan sendiri kan sayang? Betapa semangatnya dia untuk masuk ke dalam dirimu~" bisik Chanyeol di telinga Baekhyun.

"Unghh~"

Baekhyun merasa semakin melemas saat merasakan jilatan sensual yang Chanyeol berikan di tengkuknya. Jilatan-jilatan sensual itu berubah menjadi gigitan, hisapan dan kecupan. Deru napas hangat milik yang lebih tinggi menyapa kulit telanjang Baekhyun, membuat yang lebih kecil menggigit bibirnya kuat menahan desahan memalukan yang ingin memberontak keluar.

Puas memberi tanda yang terlihat kontras di tengkuk si mungil, Chanyeol berniat melepaskan bathrobe yang dianggapnya sebagai penganggu. Sedikit kesusahan, karena dirinya masih saja mendapat penolakan dari si kecil.

"Buka saja sayang~ aku bahkan sudah melihat semuanya." Dan dengan mudahnya kain itu meluncur turun menampilkan punggung sempit istrinya di tambah dua bongkahan pantat yang terlihat menggoda. "So beautiful~" bisik Chanyeol di telinga yang lebih kecil.

Tangan itu menelusuri bentuk indah tubuh Baekhyun dengan sentuhan mengambang dan memberikan efek kejutan pada diri si mungil. Tak ayal, desahan-desahan lirih di keluarkan yang lebih kecil membuat sesuatu dalam diri Chanyeol merasa tidak sabar untuk menikmati Baekhyun saat ini juga. Tapi Chanyeol tidak bisa melakukan hal itu, karena Baekhyun adalah orang yang sangat berharga untuk Chanyeol, dan lelaki tinggi itu tidak ingin menyakitinya.

Dikecupinya sayang punggung telanjang Baekhyun sebelum mengalihkan kedua tangannya pada tubuh depan istrinya. Menggoda kedua nipple mungil yang sudah terasa keras. Ciuman itu terus turun menuju kerah pinggang yang lebih kecil, telinganya masih mendengar desahan-desahan lirih Baekhyun sebelum dirinya menyadari tubuh kecil itu menegang saat Chanyeol menciumi pantat bayi itu.

"Hei sayang~" Chanyeol membalik tubuh Baekhyun dan di dapatinya wajah anak itu yang terlihat pucat pasi. "Baekhyunie~?"

"Ch-Chanyeol~ hiks!" dan anak itu semakin terisak. Chanyeol terlihat binggung saat menghadapi sikap Baekhyun yang tiba-tiba menanggis seperti saat ini.

"Hey sayang~ ada apa?" Chanyeol memeluk tubuh telanjang itu sayang. Diusap-usapnya kepala dengan surai pink itu lembut, mencoba meredam isakan yang masih keluar dari bibir mungil kesukaannya. "Kenapa eum?"

"Ch-Chan-hiks-Yeol..." anak itu kembali menenggelamkan wajahnya di dada telanjang sang suami.

"Takut hm?"

Tidak ada jawaban dari sikecil yang masih menangis. hanya ada anggukan kepalanya yang terlihat lucu.

"Kau pikir, tadi aku akan memasukimu secara langsung?"

Anggukan kepala langsung Baekhyun berikan pada Chanyeol. Melihat respon yang di berikan Baekhyun, lagi-lagi Chanyeol terkekeh. Sangat jelas sekali anak itu belum tahu apa saja yang harus di lakukan sebelum masuk ke acara inti.

"Tidak mungkin sayang~ aku harus mempersiapkan dirimu terlebih dahulu. Sertidaknya pemanasan bisa mengurangi rasa sakit." Tutur Chanyeol mencoba memberi pengertian.

"Be-hiks! Benarkah?" wajah yang bersimbah air mata itu terlihat menggemaskan di mata Chanyeol. "Jangan bohong! Hiks! Chanyeolie bahkan tidak pernah melakukan yang seperti ini sebelumnya! Hikss..!" tangan kecil itu menggepal. Memukul-mukul dada bidang Chanyeol.

"Hey hey sayang~" Chanyeol menangkap kedua tangan Baekhyun. "Aku memang tidak pernah, tapi bukan berarti aku tidak mencari tahu. Apalagi saat mengetahui phobiamu." Chanyeol mencium kedua kelopak mata berair itu. "Kau pikir hanya kau saja yang bertanya pada Kyungsoo dan Luhan?" anggukan lagi-lagi Chanyeol terima. "Aku pun sama. Setidaknya aku bertanya pada para sahabatku agar bisa melakukannya dengan baik dan tidak membuatmu terlalu sakit." Jelas Chanyeol dengan pandangan teduh.

"Chan-hiks Chanyeol~" Baekhyun benar-benar merasa begitu bahagia saat Chanyeol juga memikirkan dirinya.

"Jadi, kau bisa percaya padaku?" Tatapan hangat itu meluluhkan hati Baekhyun.

"Ne!" jawabnya yakin. Baekhyun sama sekali tidak mau mengecewakan Chanyeol. Dan Baekhyun berjanji akan menghadapi rasa sakit itu mulai sekarang.

Chanyeol mengecup kening Baekhyun lama. Di lanjutkan dengan kecupan di kedua pipi gembil miliknya dan menghadiahi gigitan kecil di hidung bangir itu. Baekhyun kembali merenggek protes sebelum bibirnya kembali di bungkam oleh Chanyeol.

Kepala keduanya bergerak ke kanan dan kekiri. Mencoba memperdalam tautan bibir mereka. Telihat aliran saliva mulai terbentuk dan turun dari sudut bibir milik Baekhyun. Tangan milik Chanyeol kembali memainkah nipple menegang Baekhyun, di cubitnya milik lelaki kecil itu secara bersamaan, membuat Chanyeol mendapati tatapan protes dari yang lebih kecil. Tak lama, Baekhyun kembali hanyut dalam ciuman mereka.

Merasa puas dengan bibir manis istrinya, Chanyeol menurunkan ciumannya ke leher jenjang milik Baekhyun. Sama seperti pekerjaannya pada tengkuk Baekhyun tadi, Chanyeol juga menandai leher jenjang itu dan masih di iringi desahan-desahan halus yang keluar dari bibir si kecil yang sudah membengkak.

"Akkh!"

Baekhyun memekik terkejut saat dirasakannya hisapan kuat pada nipple sebelah kanan. Refleks jari-jari lentiknya menarik rambut Chanyeol, mencoba menjauhnya kepala itu, tapi yang dia dapati adalah tarikan kuat di nipplenya karena saat ini Chanyeol sedang menjepit milik Baekhyun di antara kedua gigi.

"Chaannhh~!"' Baekhyun lagi-lagi mengerang saat hisapan itu semakin kuat dia rasakan. Tubuh itu mengejang saat Chanyeol dengan cepat mengenggam penis ereksi miliknya dan menaik turunkannya cepat.

Chanyeol hanya menatap Baekhyun dan tersenyum mesum. Lelaki itu terus berpindah ke nipple sebelah kiri dan melakukan hal yang sama tanpa pernah melepaskan kinerja tangannya pada penis kecil itu.

"Chan-Chanyeol! Ughhh~ le-lepaskan~" renggek Baekhyun berusaha melepaskan genggaman Chanyeol pada penisnya.

"Kenapa baby?" balas Chanyeol dengan mulut masih terus menghisap nipple Baekhyun.

"Ahh-aku.. i-ingin... ssh...akhsh... keluar..."

"Just do it baby~"

Chanyeol menambah kecepatan tangannya. Baekhyun menjerit-jerit protes sebelum tubuh kecil itu melengkung indah saat dirinya orgasme untuk yang pertama. Baekhyun terenggah-enggah dengan bentuk wajah yang berantakan. Keringat membasahi rambut pink miliknya membuatnya menjadi lebih sexy. Jejak saliva miliknya dan milik Chanyeol masih terlihat di sekitaran bibir dan lehernya yang berkeringat. Tatapan mata itu terlihat sayu dengan jejak air mata.

Chanyeol bertumpu pada satu tangannya yang menganggur. Sedang tangan yang satu lagi masih menggurut benda imut kesayangannya. Baekhyun benar-benar menggoda saat pasca orgasme seperti ini. setelah di rasa milik Baekhyun mulai melemas, Chanyeol mengangkat tangannya dan menjilati cairan Baekhyun di depan si pemilik.

Baekhyun tersipu malu saat melihat Chanyeol yang asik menikmati cairan miliknya yang terlihat cukup banyak di jari-jari raksasa itu. Tangan berjari lentik itu terangkat, menarik lengan Chanyeol. Membuat Chanyeol yang awalnya terpejam meresapi aroma Baekhyun membuka kedua matanya.

"Ja-jangan Chanyeol~ itu bau~"wajah Baekhyun memerah saat dilihatnya Chanyeol sama sekali tidak merasa terganggu dengan aromanya.

"Siapa bilang?" Chanyeol mendekatkan wajahnya dan menjilat pipi merona Baekhyun. "Ini tidak bau dan rasanya manis. Sama sepertimu."

BLUSH~!

Dan Baekhyun kembali merona sempurna karena si raksasa mesum di atas tubuhnya. Baekhyun mengalihkan perhatiannya pada tubuh bagian bawah Chanyeol yang masih terbalut handuk.

"Kau curang!" pekik si kecil protes. Chanyeol hanya menaikkan alisnya tidak mengerti. "Aku sudah telanjang seperti ini dan kau masih memakai handuk!" bibir itu mengerucut lucu.

Chanyeol melihat ke arah bawahnya dan kembali terkekeh saat mendapati respon berani Baekhyun.

"Kalau begitu." Chanyeol sengaja menjeda kalimatnya. "Mau membukanya sayang?" dan dengan mudahnya mengangkat tubuh Baekhyun untuk naik keatasnya.

Bocah lelaki itu terlihat lucu dengan wajah polos dan tubuh tanpa pakaian. Dia terlihat binggung saat duduk diatas perut keras Chanyeol.

"Kau harus berkenalan dengannya sebelum dia masuk ke rumahmu." Jelas Chanyeol saat melihat tatapan tidak mengerti milik Baekhyun.

Baekhyun lagi-lagi tersipu saat menyadari maksud suaminya. Tangan kecil itu mencubit nipple Chanyeol gemas sebelum berusaha mensejajarkan wajahnya dengan tenda besar milik Chanyeol. Tapi pergerakannya terhenti saat mendapat intrupsi dari Chanyeol.

"Kita lakukan 69." Kata yang lebih tinggi dengan wajah serius.

"Hah? Kenapa begitu?"

"Aku juga harus mempersiapkanmu sayang~ jadi untuk menghemat waktu, sembari kau menyapanya aku akan mempersiapkanmu!"

Baekhyun mau tidak mau harus menuruti perintah Chanyeol. Anak itu menggeser tubuhnya dan berubah posisi dengan cepat sehingga saat ini dirinya sudah berhadapan dengan milik Chanyeol lagi. Baekhyun saat ini masuk duduk ditas perut keras Chanyeol dan jari-jari gemetar miliknya mulai melepaskan kain itu.

"Akhh!" Baekhyun memekik terkejut saat benda kebanggaan Chanyeol yang sangat besar itu mengenai wajahnya. "Oh MY GOODD!" pekiknya sekali lagi. Anak itu menoleh kebelakang untuk melihat wajah Chanyeol yang sedang menyeringai mesum. "Apa yang kau lakukan hingga milikmu bisa sebesar ini Eoh?!" serunyaa protes.

"Wae? Bukannya kau akan puas jika punyaku sebesar itu?"

"Ishh!" Baekhyun kembali mengalihkan atensinya pada penis milik Chanyeol. Di genggamnya benda tumpul itu dan kembali mendelik lucu saat dia harus menggunakan dua tangannya untuk melingkupi Chanyeol. Tidak seperti miliknya yang akan tergenggam hanya dengan satu telapak tangan Chanyeol.

Baekhyun menaik turun kan kedua tangannya. Telapak tangan halusnya merasakan tekstur urat-urat penis Chanyeol yang mulai timbul. Merasa belum cukup, lelaki kecil itu berusaha memasukan penis Chanyeol ke dalam mulutnya. Tapi hanya kepala penis Chanyeol saja yang mampu masuk ke dalam mulut Baekhyun.

"Baekhh!" Chanyeol mengeram frustasi saat merasakan hangat mulut Baekhyun melingkupi kejantanannya. Baekhyun terus saja menghisap milik Chanyeol dengan tangan yang tak henti menggurut penis besar itu.

"Puahh !" Baekhyun melepaskan kulumannya, terlihat penis jumbo itu di selimuti lelehan saliva milik Baekhyun. "Besar sekali-mmph!" sebelum memasukannya kembali di dalam rongga hangat miliknya.

Chanyeol merasa gila saat si kecil semakin ganas melahap penisnya. Merasa tidak tahan lagi, Chanyeol menarik kaki Baekhyun dan langsung saja dirinya menciumi ganas hole merah muda yang sedang berkedut.

"Akkhhh! Chanyeol!" Baekhyun memekik terkejut saat dirinya mendapati Chanyeol sedang menjilati lubang miliknya. "Chanyeol! Apa-ahh apa yang kau lakukan!" pekiknya kesetanan saat merasakan sesuatu mulai menggelitik dan berusaha masuk ke dalam lubangnya. "Lepaskan Chan!" Baekhyun berusaha melepaskan diri dari aksi Chanyeol. "Chanhh... itu kotor! Tidak hah... akh! Jangan!"

"Diamlah Baek, aku sedang mempersiapkanmu." Chanyeol mengeram rendah di bagian belakang Baekhyun. Lelaki tinggi itu makin menenggelamkan wajahnya di belahan pantat Baekhyun.

Tidak ada aksi protes lagi dari yang lebih kecil. Anak itu kembali mengoral kejantanan Chanyeol seirama dengan gerakan yang dia rasakan di lubangnya. Baekhyun sedikit mengernyit saat merasakan sesuatu perlahan masuk ke dalam dirinya.

"Sakit?" tanya Chanyeol.

Baekhyun hanya menggelengkan kepala. Tangan berjari lentik itu sekarang sedang memainkah bola kembar milik suaminya. Tubuh itu kembali menegang saat satu lagi jari Chanyeol masuk ke dalam dirinya.

"Cha-Chanhh~" rintih Baekhyun tidak nyaman.

"Tahan sebentar sayang~" lelaki tinggi itu menciumi pipi pantat Baekhyun sesekali menjilatnya.

Baekhyun berusaha dengan keras melawan rasa sakit saat jari itu melebarkan hole ketat miliknya. Kedua jari Chanyeol bergerak dengan pelan melonggarkan milik Baekhyun yang masih menjepitnya erat. Tak sengaja Chanyeol menyentuk sesuatu di dalam diri Baekhyun. membuat yang lebih kecil terbelalak dan menjerit serak.

"Ap-apa itu hah... hah..." Baekhyun terennggah-enggah.

"Di situ rupanya." Desis Chanyeol saat mengetahui di mana letak prostat milik Baekhyun.

Di rasa Baekhyun sudah mulai terbiasa dan lubang itu bisa menampung kejantanannya. Chanyeol menarik tubuh kecil Baekhyun dan mencium bibir tipisnya dengan gairah. Lelaki yang lebih kecil terlihat masuk ke dalam pusaran hawa nafsu yang sedang di ciptakan Chanyeol. Tangan nya mengalung indah di leher sang suami.

Perlahan tapi pasti, Chanyeol menuntun penis nya ke arah lubang Baekhyun. Mendorongnya perlahan sambil melihat ekspresi yang di tampilkan yang lebih kecil. Pelukan dilehernya mengetat saat dirinya masuk lebih dalam. Keringat sebiji jagung tampak mengalir di dahi Baekhyun yang mulus. Mata terpejam itu meneteskan sebutir air mata yang mengalir menuju pipinya yang mulai terlihat pucat.

"Kita hentikan saja ya?" Chanyeol merasa tidak tega dengan penderitaan si mungil.

"Tidak!" mata berair itu terbelalak. "Jangan hentikan~" renggeknya.

"Tapi kau kesakitan sayang~" Chanyeol menggusap peluh di dahi Baekhyun.

"Jangan Chanyeol. Aku bisa menahannnya. Jangan hentikan ne? Hiks!"

Chanyeol yang merasa tidak tega hendak melepas tautan mereka sebelum di rasanya pelukan kaki Baekhyun mengerat, menahan dirinya menjauh.

"Lakukan saja~ aku percaya padamu."

Chanyeol tersenyum teduh sebelum dengan perlahan mendorong penisnya masuk. Dilihatnya air mata Baekhyun membasahi pipi gembil itu. Baekhyun tidak memekik, anak itu hanya merintih-rintih pelan. Sangat berusaha tidak menimbulkan rasa tidak enak hati didalam diri Chanyeol. Chanyeol mengecupi bibir itu berulang kali dan Baekhyun terus menyebut-nyebut nama Chanyeol di sela isakannya.

"Eumhh!" Chanyeol mendesah lega saat dirinya sudah berhasil sepenuhnya memasuki Baekhyun.

"Kau panas sekali Chan~" renggek Baekhyun manja saat merasakan penis milik Chanyeol.

"Kau suka?" Chanyeol menghapus jejak air mata di pipi Baekhyun.

"Ne~" anak itu tersenyum manis.

"Aku akan bergerak."

Chanyeol dengan perlahan memompa lubang Baekhyun yang menjepit penisnya dengan erat. Di awali dengan tempo pelan dan berangsur cepat saat nafsu mulai menguasai dirinya. Baekhyun terus saja menjeritkan nama Chanyeol dalam setiap hentakan yang di lakukan oleh lelaki tinggi itu.

Bibir mereka bergelut panas. Decakan-decakan kedua bibir yang menyatu menambah kesan erotis perguluman panas yang mereka lakukan. Jari-jari Baekhyun menjambak rambut Chanyeol kuat saat lelaki yang lebih tinggi mengerjai nipplenya dan bagian bawahnya yang terus mencium prostat bengkaknya.

"Ahh... Chan! Ah..ah...shit!" Baekhyun mengumpat saat Chanyeol mengenggam kejantanannya kuat.

"Kau sangat sexy Byun~" Chanyeol terkekeh saat mendengar umpatan Baekhyun untuknya.

"Akh! Dasar me- hah! Sum!" Baekhyun terlihat kepayahan dalam mengatur napasnya. "Ouch! Lagi! Di situ! Akh!"

"Lihat! Siapa yang mengatai aku hmmhh,,, mesum?" Chanyeol mengerang merasakan jepitan kuat di penisnya. "Mulai nakal sayang?" bisik Chanyeol sensual.

Baekhyun tidak menjawab. Tapi aksi yang di lakukan si kecil itu membuat Chanyeol gelap mata. Siapa sangka lelaki kecil yang terlihat ketakutan sedari tadi itu baru saja meremas-meras bola kembarnya dengan lidah yang terjulur berniat menggoda.

"Shit!" dengan sedikit kasar Chanyeol membalik tubuh Baekhyun dan mendorong miliknya dari belakang.

"AKHH! FUCK!" Baekhyun kembali menggila dengan umpatan-umpatan kasarnya. Dia sama sekali tidak merasa menyesal telah menahan rasa sakitnya tadi. Sama sekali tidak untuk kenikmatan seperti ini.

Posisi ini membuat Chanyeol dalam menyentuh titik terdalam milik Baekhyun. Tangan bebasnya tidak berhenti mengurut penis memerah Baekhyun dan bola kembarnya. Sedang satu lagi menopang tubuhnya agar tidak menimpa yang lebih kecil.

"Ahh... mmph! Ak-aku hah.. c-cum Chanhh!" jerit Baekhyun.

"Bersama sayang! Engh!"

Sari Baekhyun tumpah ruah di tangan milik Chanyeol suaminya. Sedang Chanyeol menyemburkan cairan cintanya ke dalam tubuh Baekhyun. Lelaki tinggi itu masih terus bergerak, membiarkan lubang Baekhyun memerasnya tanpa sisa.

"Banyak sekali~"

Chanyeol mencabut penisnya pelan. Cairan cinta miliknya keluar membasahi paha dalam Baekhyun. Lubang itu terlihat berkedut mengudang Chanyeol untuk membersihkannya.

"Chanyeol!" Baekhyun yang sedang menungging itu menjerit protes saat di rasakan lidah Chanyeol kembali menggoda lubang miliknya.

"Apa?" tanya Chanyeol masih dengan wajah yang tenggelam di belahan pantat Baekhyun.

"Kau dasar maniak! Berhenti menjilati lubangku!" anak itu kembali protes.

"Ck! Mubazir jika tidak di bersihkan sayang~ nikmati saja ne!"

"Akh! Tung-ahhh! Chanyeolie! Di situ yahhh yaaach~ geli~"

.

.

.

The End

.

.

.

Omake

"Turunkan aku!" tubuh kecil yang sedang berada dalam dekapan tubuh kekar milik seseorang lelaki itu berontak kesal.

"Jangan bergerak-gerak Baek! Nanti kau bisa jatuh!" Chanyeol yang hanya terbalutkan handuk di pinganggnya terus memperingati si kecil yang masih meronta.

"Maka dari itu turunkan aku cepat Park Chanyeol! Kau tambah membuat pingangku sakit!"

Chanyeol dengan perlahan menurunkan tubuh kecil itu dan mendudukannya di atas ranjang yang sudah terlihat bersih kembali. Pergumulan panas mereka semalam membuat ruangan itu hampir menjadi seperti kapal pecah. Untung saja saat mereka mandi tadi ruangan itu di rapihkan oleh petugas yang telah Chanyeol panggil. Baekhyun pun mendapatkan efek dari panasnya seks mereka semalam. Pingang yang seperti akan patah dan anak itu juga tidak bisa berjalan dengan baik dan benar dulu untuk saat ini.

"Tunggu di sini, aku akan mengambilkan pakaianmu."

Chanyeol berjalan kearah koper mereka yang tidak mendapat sentuhan dari kemarin malam. Lelaki jangkung itu memilih berpakaian terlebih dahulu sebelum membuka koper Baekhyun. Saat sedang memilah pakaian mana yang akan Baekhyun kenakan, dahinya mengernyit heran saat mendapati sesuatu yang jangal. Penasaram, sesuatu itu Chanyeol tarik keluar dan membuat mulutnya menganga lebar.

"Kau menyiapkan ini Baek?" Chanyeol memamerkan pada Baekhyun sebuah bikini sexy dan lingerie jaring-jaring yang ada di tangan Chanyeol.

"BUKAN!" pekik Baekhyun kalap saat dirinya mendapati raut horny di wajah Chanyeol. "Bukan aku Chan! Sungguh!"

"Tapi kenapa ini ada di kopermu?" Chanyeol mulai berjalan mendekat ke arahnya.

"It-ituu-" kilasan memory pada malam itu berputar di otaknya. "Itu perbuatan Kyungsoo Luhan hyung dan Minseok hyung!" jelas Baekhyun dengn menggebu-gebu.

"Well, teman yang pengertian." Lelaki tinggi itu menjilat bibirnya mesum, Baekhyun mulai merasakan firasat buruk akan menimpa dirinya.

"Karena mereka sudah membelikan ini untukmu~" Chanyeol memajukan wajahnya. "Kita akan mencobanya satu persatu di setiap malam bulan madu kita sayang~ kau tenang saja, masih banyak persediaan model di dalam kopermu cutie" lelaki itu menyeringai seram dan mengedipkan matanya mesum.

"TIDAK!" jerit Baekhyun frustasi.

Salahkah dia memiliki suami semesum Park Chanyeol?

.

.

.

Spesial Byun telah updateee! *prokprokprok

Setelah melewati perjalanan panjang, akhirnya saya bisa nulis NC sepanjang ini!

Saya gak tahu mau ngomong apalagi sama readers" yang setia baca Byun?.. yang selalu nanyain Byun? Via PM ataupun DM saya... pengen nanggis bombay deh rasanya... seneng bangeeettt masih ada yang nungguin... boleh dong baca ff EGO saya yang baru juga... walaupun belum sempet update yah... maklum lagi pusing ngurusin RL..

Dan seperti biasa, typo manusiawi yahh...

Terakhir! Review?