Call
Cast: Tsunayoshi Sawada, Dino.
Pukul duabelas malam baru saja terlewati lima menit yang lalu. Tsuna yang baru saja menyelesaikan tumpukan paperworknya, akhirnya pergi ke kamar untuk tidur.
Baru saja dia menutup mata, ponselnya bergetar menandakan ada telepon masuk.
Orang gila macam apa yang berani mengganggu tidur Sang Decimo?
Dengan malas, Tsuna mengangkat telepon tersebut tanpa melihat siapa peneleponnya.
"Ha—"
"Tsunaaa! Huwaaa!" potong sebuah suara di seberang.
Mengubah posisi tidurnya, Tsuna menghela napas capek. Siapa lagi yang akan mengganggu tidur telat Vongola Decimo selain kakak angkatnya sendiri, yaitu Cavallone Decimo alias Dino.
"Dino-san, bisa kau jelaskan apa yang kau tangiskan tengah malam ini dan mengganggu tidurku?" tanya Tsuna malas, walau sebenarnya Tsuna sudah tahu apa yang Dino tangisi malam ini.
"Aah, sudah kuduga suara Tsuna memang selalu bisa menenangkanku," isak Dino.
"Dino-san, kututup sekarang juga," timpal Tsuna datar.
"Tsuna! Kejam sekali kau pada kakakmu! Aku tidak ingat pernah membesarkanmu seperti ini! Huwaaa!" rengek Dino seraya mengomel pada Tsuna. Yang membesarkanku itu hanya Kaa-san dan Reborn, pikir Tsuna.
"Baiklah baik. Besok pagi kita akan mengunjungi Nero lagi," ucap Tsuna lelah.
Isakan Dino seketika berhenti. "Benar, Tsuna?"
"Iya. Makanya sekarang cepat tidur dan berhenti menangis,"
"Tsuna, kenapa malah kau yang bersikap seperti kakak?" ucap Dino. Tsuna bisa membayangkan wajah cemberut Dino kala itu juga.
"Karena kau tak bersikap seperti kakak. Selamat tidur, Dino-san." Jawab Tsuna datar dan segera mematikan ponselnya dan melemparnya ke sofa.
Tsuna sudah tak peduli jika besok Dino mengomel lagi karena memutuskan teleponnya, yang Tsuna pedulikan sekarang hanya tidur.
[a/n]: Selamat berpuasa bagi yang menunaikan. Semoga tahan ya puasanya! /o/
