Author : Sepertinya Asakura memang gak cocok buat jadi pengkhianat ya? Beda sama Shin *lirik-lirik Shin yang pundung gara-gara Aoki*.

Shin : Gue gak berkhianat kok! Cuma ... Cuma belain Gaara doang!.

Author : Dichapter ini si Riku bikin opening hasil imajinasi dia sendiri. Kebanyakan ngayal kayaknya itu anak saking stressnya gara-gara game. Sebenernya gak sih, dia kebetulan nemu lagu yang menurutnya pas banget. Akhirnya saia dan dia jadi ngebayangin sebuah opening anime. Jadi deh dituangin ke chapter ini. Silahkan bayangkan saja itu kayak sebuah opening anime, mungkin disitu ada beberapa hint antara karakter. Disitu emang gak semua tokoh dijelasin tapi bukan berarti tokohnya gak ada ya (buat adegan pertarungannya dibayangin cuma sepotong aja hehehe).

Warning : T rate, bahasa gamers.

No pairing, hint only.

Genre : Adventure/Friendship/Fantasy/Humour/Tragedy/Crime.

Disclaimer : Belongs to Masashi Kishimoto (except all OC), this story is mine.


Bonus opening from Riku. Hope everyone like it.

.

.

Opening intro : Terlihat hamparan langit biru lepas yang cerah dicampur dengan putihnya awan yang bergerak tertiup angin secara beriringan. Semakin lama gerakan awan itu semakin cepat dan melaju kencang sampai pada akhirnya langit biru yang cerah itu tertutupi oleh warna putih. Tampak cahaya terang yang dipancarkan oleh warna putih itu.

Mamoru tame ni dekiru koto darakushitemo sagashistsudzuketa

(Dibalik cahaya itu muncul Sakura dan Naruto berserta tokoh lainnya tengah berdiri secara bersama-sama. Perlahan-lahan sosok tokoh lainnya dan menyisakan Sakura seorang).

Kotae wa me no mae ni atte, boku wa furete hanashita.

(sosok Sakura yang sendiri diperlihatkan semakin dekat. Dan kini terlihat wajah Sakura yang tengah menatap dengan tatapan serius dan penuh tekad).

Intro : Diperlihatkan kembali pemandangan dari dunia Neverland yang penuh dengan dongeng, berbagai bentuk kota serta hutan bermunculan sekelebat juga para NPC dari Neverland diperlihatkan.

Kioku oou kurayami he to tokete soereba, naita imi ni naita tori ni.

(diperlihatkan sosok Sasuke yang muncul dari arah atas kanan dan juga Gaara yang muncul dari arah bawah kiri secara perlahan-lahan).

Kidzukeru deshou. "Tasukete" to boku ne to wo tsukamu kizudarake no kimi no te wa

(ditengah-tengah Sasuke dan Gaara muncul sosol Sakura yang sedang menunduk dengan kedua tangan yang saling tergenggam erat seolah sedang mengucapkan suatu harapan. Tampak ada setitik air yang agak bercahaya jatuh dari atas tepat ke Sakura, kemudian sosok Sakura menghilang).

Shiboridashita kotoba yori furueteita.

(sosok Sasuke dan Gaara berhenti tepat di tengah, keduanya menyatu. Tak berapa lama kedua sosok itu retak seperti kaca yang dipecahkan. Dibalik pecahnya kedua sosok itu muncul Joker dengan kedua tangan yang seperti sedang memainkan boneka tali, kedua tangannya tengah mengontrol Sasuke dan Gaara).

Mamoritai kara tatakau mujun no tate kazashitsudzuketa.

(berganti ke Sakura yang sedang berlari dibebatuan dan tampak sedang berkelahi dengan beberapa musuh, dibelakangnya terlihat Naruto yang juga ikut bertarung bersamanya).

Kimi wo kizutsukeru subete wo kono te de kowasetara.

(muncul sosok Shin bersama Aoki dan ada latar pertarungan Shin dengan Kimimaru di belakangnya. Dan diperlihatkan Aoki yang seperti sedang meneriaki sesuatu).

Aoi tori ga sora takaku habataku nara uchiotoshitemo.

(diperlihatkan juga para tokoh OC lain yang muncul secara bergantian satu-persatu dengan ciri khas masing-masing).

Kimi no kakaeru torikago ni tsurete kaeritakatta.

(Lalu tampak Sasuke dengan posisi membelakangi dan juga ada sosok Game Master yang seperti sedang menutupi Sasuke. Sosok Sasuke menghilang menyisakan sosok Game Master yang semakin mendekat, lalu Game Master membuka jubahnya).

Intro : Diperlihatkan pertarungan antara Reika vs Suigetsu di air, sampai akhirnya terlihat Reika yang terlempar jatuh ke air. Disambung dengan Jiraiya yang melawan para execute staff.

Shikou ubau tsuioku he to kuchiteiku nara.

(terlihat Joker yang duduk di dahan pohon sambil memandangi langit malam).

Kareta emi to kareta koe ni, kidzukeru deshou. "Gomen ne" to boku note wo nigiri ino you ni utsumuita.

(kembali diperlihatkan Sakura yang berjalan di dalam kelas dan sedang menatap seorang anak laki-laki yang tengah tersenyum padanya. Wajah anak laki-laki itu terlihat buram. Lalu semua penglihatan mimpinya menghilang, semua menjadi gelap. Di belakangnya kembali muncul Joker yang mengucapkan sesuatu. Sakura berusaha menark Joker tapi sosok itu sudah hilang berganti dengan munculnya Sasuke yang meraih tangan Sakura dan memeluknya).

Kimi wa ano hi yori tsuyoku furueteita.

(tak berapa lama muncul bayangan anak laki-laki kecil di belakangnya Sakura. Sosok bayangan itu seolah tengah menatap Sasuke yang sedang memeluk Sakura).

Mamoritai kegara kegashita mujun no yubi tsumi wo tsumiage.

(diperlihatkan Suigetsu, Karin dan Guren. Dan muncul sosok Tayuya beserta timnya yang sedang melawan para tokoh OC dari tim Joker).

Kimi wo kizutsuketeta dakedo kidzuku batsu wa omoi.

(dilanjutkan dengan munculnya para tokoh OC dari pihak game master satu-persatu).

Aoi tori no hane ga mau, boku jishin ga tebanashitanda.

(munculnya para execute staff yang membentuk formasi segel terhadap Joker).

Kimi no kago wo negau tabi ni, kago wo okashitshudzuketa.

(diperlihatkan Queen Marie yang sedang berdoa di dalam sebuah capel. Keadaan kembali gelap, lalu dari atas muncul topeng Joker yang jatuh dan terbelah dua).

Slow intro : Terlihat Naruto yang berdiri berhadapan dengan Sasuke. Dan tampak sekelebat Gaara membuka matanya.

Rock intro : Diperlihatkan para Akatsuki yang menjadi lost child. Tampak Kakashi yang sedang bertarung bersama Reika dan Reiki, Kurenai melawan Cho serta Magica, Anko yang sedang berhadapan dengan Nyx dan Asakura, Yamato berhadapan dengan Neji, Hery dan Shiryu, serta Asuma melawan Shikamaru. Juga ada Sai yang bertarung dengan Itachi.

Soki ni atta keshiki wa ima wa yatto rikai dekiru.

(Sakura kembali diperlihatkan sedang berlari di dalam lorong sebuah ruangan penuh kartu. Dia berlari sampai akhirnya memasuki ruangan lain dan membuka pintu ruangan itu).

Soko ni attanda ne.

(di ruangan itu terlihat Joker yang sudah menantinya. Joker mengulurkan tangan kepada Sakura yang disambut Sakura

Kono te wa subete ni fureteita.

(begitu tangan keduanya sudah mendekat sosok Joker hancur di depannya menjadi kartu-kartu yang berterbangan).

Mamoru tame ni dekiru koto furueru te wo hanasanakereba.

(muncul Sakura, Naruto, Sasuke dan Gaara yang berdiri saling membelakangi satu sama lain dengan bergandengan tangan. Tapi gandengan tangan itu akhirnya terlepas menyisakan hanya Sakura dan Naruto).

Kimi wa warattekureta ka na? Haruka kana ni tou.

(diperlihatkan sosok Queen Marie yang tengah duduk sambil menatap sendu Joker yang sepertinya tengah tertidur dipangkuannya).

"Tasukete" kimi ga naita toki, aoi tori wasugu soba ni ite.

(Sasuke terlihat sedang berusaha mengulurkan tangannya berusaha menggapai sesuatu. Uluran tangannya disambut oleh Sakura dan Naruto, tak lama sosok Sasuke menghilang. Sakura dan Naruto berteriak memanggil Sasuke).

Kago no naka de hane wo yasume you to shiteita no ka na.

(Sakura sedang berdiri sendiri dengan Joker yang berdiri disebrangnya. Sakura kembali mengulurkan tangannya ke Joker. Sosok Joker berbalik, sambil menggigit sebuah bunga biru dia hanya tersenyum).

Ending intro : Sakura kembali berkumpul dengan teman-teman yang lain, berkumpul menjadi satu dengan latar Game Master, Joker, Sasuke dan Gaara.

Song by Kakichoco.

Title of song : Cage.

(buat lebih menghayatinya silahkan dicari lagunya dan didengerin).

Back to the story :

.

.

Neverland

Chapter 20

(Go to east continent!)

.

.

"Aku yakin Sakura pasti kembali … aku yakin Asakura tak akan melukai Sakura … " Hinata tampak sedang bergumam cemas sambil duduk memandangi pintu luar INN, berharap Sakura muncul dari sana. Gadis ini benar-benar sangat cemas, kalau sampai terjadi apa-apa pada Sakura maka semua akan berakhir.

"Padahal aku ingin sekali ikut … " Konohamaru terlihat masih saja menggerutu. Dia merasa tak nyaman kalau tidak ikut pergi mencari Sakura bersama yang lain.

"Kau hanya membuat repot saja kalau ikut! Kalau sampai bertemu musuh kuat dan mereka mengincarmu bagaimana?" sambung Shouta yang tampak tenang-tenang saja sambil menjilati es krim coklatnya.

"Erghh, Aku Hanya-" baru saja Konohamaru mau protes dan marah terhadap Shouta, tapi tiba-tiba Hinata berteriak.

"I-itu Sakura! Sa-Sa-Sakura sudah kembali!" teriak gadis itu setengah terbata-bata akibat kaget. Dia terkejut bercampur senang. Konohamaru dan Shouta segera mengalihkan pandangannya ke arah luar, melupakan pertengkaran kecil mereka.

"Sakura!" Hinata segera berlari menuju ke arah Sakura yang tampak dari luar.

"Hinata!" Sakura terkejut dengan Hinata yang terlihat berlari menghampirinya. Dia juga berlari untuk mendekati Hinata.

"Sakura syukurlah … Kami semua cemas! Kau tidak apa-apa, kan? Tidak ada yang terluka, kan?" tanya Hinata seraya memegang kedua tangan gadis berambut pink itu sambil memeriksanya.

"Hahahaha … Aku tidak apa-apa Hinata. Semua baik-baik saja!" jawab Sakura sambil tertawa kecil melihat sikap Hinata yang cemas akutnya sedang kumat.

"Ah? Shi-Shin?" Hinata kaget melihat sosok pemuda di belakang Sakura yang dia pikir itu adalah Shin.

"Dia bukan Shin. Namanya adalah Shun, dia saudara sepupu dari Shin, dan yang disebelahnya adalah Arkhan. Mereka berdua sudah membantuku" Sakura menjelaskan perihal Shun yang menceritakan kalau dia masih ada hubungan darah dengan Shin.

"Oh, begitu … Kalian mirip sekali … " kata Hinata sambil menatap lekat pada Shun yang terlihat sangat mirip dengan Shin. Mungkin Shun bisa dikatakan versi dewasa dari Shin.

"Salam kenal … " kata Shun sambil melemparkan senyuman kecil pada Hinata, membuat sedikit rona muncul di wajah Hinata.

"Selain itu … Asakura juga ikut bersama kami" kata Sakura sambil melirik ke belakang.

"Asakura …?" Hinata berusaha mencari-cari sosok Asakura. Dan dia menemukan sosok cowok berambut panjang itu tengah menyandarkan diri di gerbang. (OKe, INN di kota ini bentuknya seperti mansion. Jadi ada sebuah gerbang besar dibagian depannya dan INN ini juga memiliki kebun serta halaman belakang yang cukup luas dengan beberapa bangku untuk tempat para tamunya duduk yang ingin menikmati halaman belakang. Dan letak INN ini agak dipojokan dan agak jauh dari keramaian kota).

"Kemana badut itu?" tanya Shouta yang malah mencari-cari sosok Joker.

"Aku tidak tau tapi katanya dia akan segera menyusul" balas Sakura sambil menahan tawa mendengar Shouta masih menjuluki Joker dengan sebutan 'badut'.

"Sakura lebih baik masuk dulu dan istirahatlah … Kau terlihat tidak begitu baik" kata Hinata yang merasa Sakura terlihat begitu kelelahan meski gadis itu mencoba untuk tersenyum.

"Kurasa aku memang membutuhkan tidur untuk beberapa saat. Oh, ya kemana yang lain?" tanya Sakura yang baru menyadari keadaan INN sangat sepi. Biasanya INN itu ramai sama ocehan Naruto dan yang lain yang selalu markir di meja makan INN.

"Yang lain pergi mencarimu. Tapi mereka akan segera kembali sore nanti" balas Hinata menjelaskan kalau yang lainnya juga ikut mencemaskan Sakura dan pergi mencarinya.

"Aku tidur dulu ya … " balas Sakura seraya tersenyum. Dia benar-benar merasa sangat beruntung memiliki begitu banyak teman yang memperhatikannya.


Somewhere else ...

.

.

'Perasaanku tidak enak … Kenapa ya … ' terlihat Shin sedang berjalan dengan sangat buru-buru. Sebenarnya cowok ini sudah pergi ke kota hanya saja karena perasaannya tidak enak dia kembali lagi untuk mengecek Gaara yang sedang dijaga oleh Aoki.

"AOKI!" betapa terkejutnya Shin begitu dia melihat sosok Aoki yang sedang tergeletak begitu saja tak berdaya. Dengan berlari dia menghampiri Aoki.

"Aoki, ada apa dengamu? Hey, Aoki! Aoki sadarlah!" Shin merangkul tubuh NPC itu ke dalam pelukannya sambil berusaha untuk menyadarkannya. Tak lama NPC berambut biru pucat itu membuka matanya. Mata berwarna hijau gelap itu menatap Shin sangat dalam, seperti ada suatu penyesalan dari tatapannya itu.

"Shin … Maaf aku tak bisa menepati janji untuk menjaga Gaara. Seseorang … Seseorang membawanya pergi" jawab Aoki yang mengatakan kalau Gaara diculik oleh orang lain. Otomatis Shin sangat terkejut mendengar penjelasan dari NPC-nya tersebut. Dia melihat isi tabung Gaara yang memang sudah kosong.

'Kurang ajar … ' geram Shin dalam hati. Dia benar-benar sangat kesal atas kejadian ini.

"Hei, Aoki. Aoki Sadarlah! Aoki!" Shin kembali berteriak panik saat melihat Aoki kembali pingsan. Tampaknya NPC itu mengalami luka yang cukup serius.


Di INN Toy's City ...

.

.

"Joker kau sudah kembali … Sakura sedang beristirahat di ruangannya" kata Hinata yang segera memberitau Joker kalau Sakura sedang istirahat. Dia hanya tak ingin NPC itu kelabakan mencari Sakura.

"Jo-Joker … Tolong jangan ganggu dia dulu. Kulihat kondisi Sakura sedang tidak baik … " Hinata berusaha untuk mencegah Joker yang sepertinya hendak pergi ke ruangan Sakura.

"Kalau dia sudah bangun dan mencariku, katakan aku ada di belakang" jawab Joker yang sepertinya mengerti maksud Hinata untuk tidak mengganggu Sakura dulu. Setelah Hinata mengangguk pelan sosok Joker kembali menghilang.

.

"Haah … Akhirnya kita tetap tak menemukan Sakura dimana-mana!" terdengar suara keluhan dari arah depan. Hinata bergegas untuk melihat, mungkin saja yang datang salah satu dari teman-temannya yang kembali.

"Lee! Kau sudah kembali?" Hinata melihat Lee sudah kembali bersama dengan Kiba, Cho, Shiryu, Ten-Ten dan Shina.

"Kami sama sekali tidak menemukan Sakura!" kata Kiba mendesah kesal. Dia kemudian duduk dengan lunglai seolah tenaganya sudah habis.

"Sakura-Nee sudah kembali kok" celetuk Shouta yang sedang duduk dipojokan bersama Konohamaru.

"Eh? Benarkah? Sakura sudah kembali? La-lalu … Bagaimana dengan Asakura? Apa … Asakura melukai Sakura?" tanya Cho begitu antusias, dia khawatir kalau Asakura berubah menjadi jahat lalu melukai Sakura. Tanpa disadarinya Cho menggebrak meja di depannya membuat Hinata setengah kaget dan hampir melompat kabur dari sana.

"Lo jangan bikin takut Hinata, Cho" samber Asakura yang sejak tadi tidak diperhatikan karena dia memang sengaja duduk disudut kursi agak menjauh.

"ASAKURA!" Cho dan Shiryu sama-sama membelalak kaget melihat sosok temannya ternyata ada disana.

"Maaf ya … Aku sudah membuat kalian berdua cemas", ucap Asakura sambil berjalan mendekati Cho dan Shiryu. "Dan, Cho … Tenang saja, gue gak akan berubah jadi jahat kok. Gue tetep menjadi Asakura yang kalian kenal." Sambungnya lagi sambil menepuk pelan kepala Cho.

"Uhm … Baguslah kalau begitu … " balas Cho dengan nada suara lega melihat temannya masihlah seperti dulu.

"Tenang aja Cho. Kalau Asakura macem-macem biar gue yang babat!" bales Shiryu sambil nyengir kuda.

"Heh? Maksudnya nantangin gue gitu?" tanya Asakura sambil melotot ke Shiryu.

"Jangan, kasian gue sama lo. Lo gak bakalan menang dari gue" bales Shiryu penuh dengan kenarsisan tingkat tinggi secara mendadak.

"Ayo coba aja kalau bisa!" Asakura bales nantangin. Akhirnya kedua orang itu ribut sendiri. Tak berapa lama anggota yang lain mulai datang bermunculan satu-persatu, dan mereka semua senang mendapat kabar kalau Sakura sudah kembali dalam keadaan selamat.


"Tampaknya luka yang dialami Aoki ini akibat serangan dari ular besar … " kata Anko yang saat itu tengah memeriksa keadaan Aoki.

"Anko … Apa maksudnya ini adalah perbuatan Orochimaru?" tanya Kakashi dengan napas yang setengah tercekat, hal buruk yang dia rasakan sepertinya memang benar dilihat dari wajah Anko yang berubah muram.

"Tak salah lagi ini memang perbuatan Orochimaru … " jawabnya dengan serius.

"Jadi rupanya dia ada disini juga … " Asuma setengah tidak percaya kalau Orochimaru ikut berpartisipasi juga di dalam game ini.

"Orochimaru … !" Shin yang geram segera bangkit dari posisinya. Dia mengambil perlengkapan senjatanya dan berusaha berjalan keluar.

"Kau mau kemana Shin?" tanya Kakashi begitu dilihatnya Shin hendak meninggalkan ruangan dengan wajah yang marah.

"Mencarinya dan membalas dendam!" jawab Shin sambil mengangkat pedangnya tanda sebagai tekadnya.

"Dan kaupikir bisa menang melawan Orochimaru sendirian? Orochimaru bukan lawan yang bisa kau anggap enteng! Lebih baik kau tenang-tenang disini dan jaga Aoki, biarkan kami yang pergi mencari informasi mengenai Orochimaru juga keberadaan Gaara" jawab Kakashi yang mencoba menenangkan pemuda itu.

"Jangan khawatir, kalau kami mendapat informasi mengenai Gaara, kami akan segera mengabarkannya padamu. Untuk sementara kau jaga Aoki" balas Asuma yang bergegas menyusul Kakashi bersama dengan Yamato serta Anko. Sedangkan Shin mau tak mau tinggal menjaga Aoki bersama dengan Kurenai.

.

~o0o~

.

"Tapi untung ya … Sakura tidak apa-apa" kata Hinata yang malam itu sedang berbicara dengan Temari dan Ino.

"Iya, aku sangat mencemaskannya padahal … " balas Ino yang sebenarnya masih khawatir dengan keadaan Sakura. Soalnya gadis itu masih saja tertidur sejak tadi.

"Hinata, apa Sakura masih tertidur?" tanya Naruto yang tiba-tiba muncul dari atas tangga. Dia berjalan ke bawah menghampiri Hinata dan yang lainnya.

"Iya, dia masih tertidur … Kelihatannya dia sangat lelah" balas Hinata mengiyakan kondisi Sakura yang sedang tidak baik.

"Lalu dimana Joker?" tanya Naruto lagi yang sepertinya serius sekali.

"Dia bilang kalau dia ada di belakang halaman INN, coba saja kau cari disana" kata Hinata yang mengingat perkataan Joker kalau dia berada di belakang sambil menunggu Sakura terbangun.

"Terima kasih" balas Naruto singkat yang kemudian pergi keluar untuk menemui Joker.

"Serius sekali si Naruto itu" kata Temari yang heran sekali Naruto wajahnya seserius itu.

"Mungkin dia ingin membicarakan sesuatu dengan Joker" tebak Ino sekenanya, kemudian dia berdiri dan berpamitan untuk tidur duluan. Maklumlah hari sudah semakin larut dan dia sudah sangat mengantuk.

.

Naruto berjalan ke halaman belakang INN, sejauh mata memandang terhampar kebun penuh dengan beberapa pohon dan bunga menghiasi. Dapat tercium aroma wangi yang kemungkinan besar berasal dari bunga-bunga tersebut dan Naruto dapat mencium bau darah yang samar-samar. Naruto mengedarkan pandangannya berharap bisa menemukan sosok yang dia cari, tentu saja sangat mudah baginya untuk mengenali sosok Joker yang berpenampilan unik tersebut. Tak berapa lama dia mendapati sosok itu tengah berbaring di atas salah satu dahan pohon dan disekeliling tubuhnya terdapat beberapa kupu-kupu merah yang mendekatinya. Naruto berjalan perlahan mendekatinya.

"Joker, ada yang ingin kubicarakan" kata Naruto setelah berhasil mendekati pohon dimana Joker berada. Joker hanya melirik Naruto sesaat, kemudian dengan satu lompatan dia sudah berada di depan Naruto.

"Apa yang mau kau bicarakan?" tanya Joker secara langsung tanpa basa-basi lagi.

"Me-mengenai misi selanjutnya. Gue mau tau misi selanjutnya apa? Kalau bisa langsung dijalanin sekarang aja" balas Naruto sedikit tergagap saat menghadapi Joker. Dia berpikir cara bicara NPC yang satu ini dingin bagaikan es dan jujur diakuinya, dirinya jadi merasa sedikit segan dengan Joker.

"Bicarakan masalah itu besok saja. Saat ini aku sedang tak ingin diganggu siapapun, pergilah." Balas Joker dengan cepat yang segera berbalik dari Naruto dan berjalan menjauhinya. Naruto tak bisa mengatakan apa-apa, meski kesal dia terpaksa pergi dari sana.

.

"Menyebalkan si Joker itu!" begitu masuk ke dalam Naruto sudah menyumpah-nyumpah, membuat beberapa temannya bingung.

"Kenapa lo? Bukannya lo nemuin Joker ya?" tanya Rei yang heran melihat Naruto manyun gak jelas begitu.

"Si Joker itu pengen gue pites! Gue minta misi selanjutnya dari dia, eh dia bilang gak mau diganggu tunggu nanti aja!" dengus Naruto sambil duduk bersama dengan Rei dan Neji yang sepertinya kedua orang itu belum mengantuk.

"Yang dibilang Joker itu ada benarnya. Gue rasa kenapa dia bilang begitu alasannya adalah karena kondisi Sakura. Emang lo gak mikirin kondisi Sakura?" balas Neji yang kayaknya bisa mengerti akan sikap Joker yang seperti itu.

"Mana mungkin karena Sakura. Dia hanya NPC dan dimana-mana NPC itu gak punya perasaan, kan? Mereka cuma diprogram dan kesetiaan mereka karena mereka memang diharuskan seperti itu" balas Naruto yang gak percaya Joker bisa memperdulikan Sakura.

"Siapa yang tau … " Rei nyeletuk dengan kata-kata yang menggantung. Sepertinya dia ingin melanjutkan dari ucapannya barusan tapi ditahannya.

"Entahlah tapi yang jelas para NPC pendamping itu gak akan mengkhianati masternya apapun yang terjadi" balas Neji yang langsung ditatap dengan tatapan gak percaya seorang Neji bisa mengeluarkan kalimat seperti itu.

"Udahlah, gue udah mulai ngantuk. Tidur duluan!" kata Rei yang kemudian beranjak dari kursinya dan pergi duluan ke kamarnya.


Esok harinya ...

.

.

"Selamat pagi semua!" sapa Sakura yang hari itu bangun agak kesiangan. Dia turun dari tangga dengan perasaan tidak enak karena bangun telat.

"Bagaimana kondisimu Sakura?" tanya Magica yang sepertinya masih merasa Sakura itu butuh istirahat beberapa waktu lagi.

"Sangat sehat!" balas Sakura sambil mengembangkan senyum manis.

"Baiklah karena Sakura sudah hadir kita mulai saja" kata Joker yang entah sejak kapan muncul begitu saja di belakang Sakura.

"Sebelumnya siapa diantara kalian yang mengetahui misi ini?" tanya Joker bertanya kepada semua pemain siapa saja yang hapal dengan misi lost child.

"Gue tau" jawab Rei yang langsung mengangkat tangannya.

"Aku juga mengetahuinya … " kata Shun yang ternyata juga tau sama misi lost child. Rei langsung menatap aneh pada Shun yang membalasnya dengan sebuah deathglare. Merasa mendapat tatapan yang tidak enak, Rei segera memalingkan wajahnya dari Shun sambil mendesis kesal.

"Kalau begitu aku minta kalian untuk melanjutkan misi selanjutnya dengan formasi dua grup" balas Joker menjelaskan maksudnya yang meminta tim dibagi dua grup lalu berpencar untuk menjalankan misi masing-masing.

"Yang mau ikut misi bagian awal ikut gue!" Rei dengan cepat langsung memutuskan untuk membuat tim khusus bagian awal.

"Sisanya ikut aku" kata Shun dengan tenang.

~o0o~

.

Beberapa saat kemudian sudah terbentuk tim …

.

Tim pertama yaitu tim Rei yang terdiri dari Temari, Hery, Neji, Shouta dan Kiba. Lalu tim yang dipimpin Shun terdiri dari Naruto, Lee, Magica, Reika serta Ten-Ten dan Nyx.

"Kalau semua sudah siap kita berangkat!" kata Naruto dengan semangat penuh. Dia hari ini sedang membara dengan tekad yang berapi-api.

"Ayo berangkat!" balas yang lainnya dengan semangat yang tak kalah besar dari Naruto.

Akhirnya kedua tim itu pergi meninggalkan yang lainnya. Mereka menuju dermaga dan akan menyebrang ke east continent.

"Dan, kita akan pergi kemana Joker?" tanya Sakura yang juga sudah bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan.

"Kita tidak akan kemana-mana" balasnya cuek.

"Apa maksudnya tidak kemana-mana?" tanya Sakura sedikit heran dengan jawaban Joker. Apa NPC ini sedang bercanda, pikir Sakura dengan bingung.

"Kita akan menyusul nanti. Aku ingin selama mereka pergi kau melatih staminamu Sakura" jawab Joker yang segera berdiri dihadapan Sakura.

"Melatih Staminaku? Aku tidak apa-apa kok! Aku sehat dan kuat!" balas Sakura mencoba mengelak dengan bahasa slogan-slogan iklan susu yang sering dia tonton.

"Kau payah, lemah, dan mudah kehabisan tenaga. Terutama jurus Azhure. Azhure jurus yang memerlukan stamina yang sangat besar, tapi kau baru melakukan jurus itu sekali sudah langsung drop" Joker berbicara sambil memberitahu point-point kelemahan Sakura. Memang benar Azhure jurus yang sangat dahsyat dan bukan jurus main-main, resikonya pun juga sangat besar dimana setiap pemakaiannya akan menguras seluruh stamina si pemakai.

"Ja-jadi maksudnya aku lemah dan tak berguna?" tanya Sakura sambil menatap tak percaya kalau dirinya dianggap lemah.

"Tepat sekali" balas Joker dengan datar. "Jangan banyak bicara lagi. Kau harus segera latihan dan aku yang akan menjadi lawan tandingmu. Kutunggu di halaman belakang" sambung Joker sebelum Sakura bisa protes lagi, dia segera berjalan menuju halaman belakang meninggalkan Sakura yang sedang kesal karena sudah dianggap remeh.

'Lihat saja, suatu saat akan ku pukul kau dengan Azhure!' batin Sakura yang merencanakan pembalasan dendam kepada Joker.

.

"Shun, gue pengen ngomong sama lo!" kata Rei yang langsung menghampiri Shun.

"Kalau mau bicara nanti saja di atas kapal" balas Shun yang segera menaiki kapal dengan yang lainnya. Rei tak bisa memaksa dia juga ikut menaiki kapal. Kesempatan untuk bicara masih banyak bukan, pikirnya yang tak mau repot.

"Kelihatannya mereka mulai bergerak kembali" tampak sosok seorang gadis yang tengah mengamati tim Joker yang sedang memasuki kapal.

"Apa yang harus kita lakukan Tifa?" tanya sosok disebelah gadis itu yang sedang membawa-bawa rantai.

"Kalian laporkan ini pada staff yang lain. Aku akan mengikuti dan mengamati mereka" jawab gadis itu tampak begitu yakin.

"Baiklah, tapi hati-hati jangan sampai mereka tau kau mengikuti mereka" balas sosok yang satunya lagi meminta gadis berambut hijau itu untuk berhati-hati.

"Aku tau itu" balas gadis itu sambil mengibaskan rambut pendeknya yang bergelombang. Mata hijau emeraldnya terus saja mengawasi rombongan Joker yang memasuki kapal tersebut.

.

~o0o~

.

"Kalau begitu saya pamit dulu untuk mencari jejak Sasuke" Jiraiya akhirnya berpamitan untuk mencari Sasuke. Dia memiliki keyakinan kalau Sasuke itu ada pada Orochimaru, sayang dia tidak tau kalau Orochimaru berada dipihak yang sama seperti dirinya.

"Hati-hati Jiraiya-sensei. Kalau ada kabar tolong beritahu kami" ucap Sakura sambil berharap semoga saja Jiraiya dapat menemukan keberadaan Sasuke.

"Kalian juga hati-hati. Aku pergi dulu!" Jiraiya memanggil Gamabunta. Sesaat setelah katak raksasa itu muncul, Jiraiya segera melompat ke atas punggung katak itu. Dalam sekali lompatan besar sosok Jiraiya sudah menghilang dari hadapan mereka semua.

"Aku juga pergi Sakura" kata Kabuto secara tiba-tiba.

"Kabuto? Kau mau pergi kemana?" tanya Shina yang tampaknya seperti mencemaskan Kabuto kalau pergi sendirian.

"Aku mau menjalani misi untuk guardian. Sebagai seorang Shaman tidak akan lengkap kalau belum memiliki hewan summon, dan aku berniat untuk menjalani misi mendapatkannya" jawab Kabuto yang merasa kalau dia membutuhkan hewan summon untuk membantunya bertarung. Sepertinya Kabuto masih mengingat pertempurannya dengan Suigetsu dan dia merasa tak bisa berbuat apa-apa saat menghadapi pemuda itu.

"Apa tidak apa-apa kalau pergi sendiri?" tanya Sakura yang juga merasa cemas dan kurang yakin kalau Kabuto akan baik-baik saja kalau pergi sendirian.

"Kalau begitu ijinkan aku untuk ikut menemani" kata Sai yang tiba-tiba ingin mengantar Kabuto dan membantunya dalam menjalankan misi guardian.

"Baiklah kalau begitu, aku tak keberatan kalau kau ikut" balas Kabuto yang sepertinya tidak menolak kehadiran Sai yang ikut serta bersamanya.

"Kalian berdua hati-hati dan cepat kembali" kata Sakura yang pada akhirnya harus rela membiarkan Kabuto dan Sai pergi. Meskipun dia ingin sekali ikut menemani, karena dia benar-benar khawatir bagaimana nanti di tengah perjalanan kedua orang temannya itu di serang lawan. Dia sudah melihat pertempuran antara Joker dan pihak lawan, mengingat hal itu membuatnya semakin cemas saja.

"Jangan khawatirkan kami. Kami bisa jaga diri" kata Sai yang dapat membaca raut kecemasan di wajah Sakura.

"Lebih baik kau konsentrasi pada latihanmu. Kau harus menjadi kuat Sakura, agar kau bisa membawa Sasuke dan Gaara pulang" kata Kabuto sambil tersenyum. Lalu kedua orang itu pergi meninggalkan Sakura dan yang lain.


"Joker! Sampai kapan aku harus berdiri menahan beban ini?" tanya Sakura yang siang itu tampak berlatih. Dia sedang menahan beban kurang lebih sudah selama 20 menit. Sedangkan Joker malah anteng-anteng saja tiduran di bawah pohon.

"Joker, kau dengar tidak!" Sakura kembali berteriak memanggil NPC itu, tapi yang dipanggil tak kunjung menjawab.

'Sebenarnya sedang apa sih dia?' Sakura mulai menggerutu kesal dalam hati. Dia kemudian memutuskan untuk berjalan mendekati Joker.

BRUAGH!

Satu tonjokan keras berhasil dihantamkan Sakura ke pohon membuat NPC itu terbangun seketika dari tidurnya.

"Kalau kau ada waktu untuk memukul pohon ini, kenapa kau tidak coba untuk memukul benda-benda itu disana" balas Joker tak bergeming dari posisi tidurannya sambil menunjuk beberapa samsak yang sudah disediakan Ino untuk Sakura latihan.

"Grrr ... " Sakura tak menjawab apa-apa, dia berusaha menahan rasa kesalnya. Dengan sedikit menghentakkan kaki dia berbalik dan kembali berlatih.

.

"Lo aja deh yang coba, gue gak berani!" terlihat Chouji sedang bisik-bisik berduaan sama Ino.

"Apa? Kok gue sih. Elo duluan lah!" balas Ino sambil menggeleng kepalanya agak pelan dan tatapannya mengarah pada Joker yang sepertinya melanjutkan acara tidur siangnya.

"Yang punya ide untuk membuka topengnya kan elo ... Dan yang merasa Joker itu Sasuke juga lo! Jadi elo dong yang harus maju!" samber Chouji menyebutkan point-point alasan kenapa harus Ino yang maju.

"Iya sih ... Tapi ... " Ino tampak ragu setelah melihat sosok Joker yang masih belum bergeming dari posisinya. NPC itu sedang tidur di bawah pohon sambil menyilang kedua tangannya di bawah kepalanya dan keduanya kakinya tertekuk sedikit.

"Gak apa-apa Ino. Elo kan cewek, dia pasti gak bakal nyakitin elo. Kalau gue yang maju kemungkinan besar gue bisa dihajar sama dia!" balas Chouji nyuruh Ino buruan maju mumpung NPC itu sedang lengah.

"Baiklah ... lagian gue juga penasaran. Doakan gue Chouji!" kata Ino yang akhirnya memberanikan diri juga buat deketin Joker dengan satu tujuan yaitu buka topengnya.

.

Ino kini berjalan dengan cara mengendap-endap untuk mendekati Joker. Dia berjalan dengan sangat hati-hati sekali, tentu saja dia tidak ingin membangunkan NPC itu, salah-salah dia celaka.

'Gue harus cepat sebelum dia bangun ... ' batin Ino yang sekarang sudah berdiri di depan Joker. Dengan perlahan Ino membungkuk. "Gue yakin dia pasti Sasuke ... " Ino bergumam pelan setelah mengamati Joker sesaat.

Dengan napas yang tertahan dan menelan ludah Ino mulai menjulurkan tangannya ke arah topeng yang dipakai Joker.

'Yak sedikit lagi ... ' tangan Ino kini sudah hampir mendekati topeng itu. 'Ayo Ino sedikit lagi!' batin Ino menyemangati dirinya sendiri, sekarang tangannya berhasil menyentuh topeng tersebut. Dan ...

TBC ...


Author : Hohohoh TBC disaat yang tepat! *author digebukin massal*.

Ino : Author geblek! Gue udah ngeri duluan tauk! *Ino misuh-misuh kesel*.

Author : Khekhekhekhe biar seru!.

Ino : Seru embahmu!.

Riku : Cuma mau kasih tau kalau life point masing-masing job itu disamain sama kayak game pada umumnya. Dimana pemegang life point terbesar pertama Combatan disusul Cleric dan Assassin. Pemegang life point dari urutan paling bawah adalah Magician, Sniper dan Shaman (sebenernya Shaman bisa saingan sama Assassin tapi itu untuk Shaman tipe support). Jadi untuk Khairi maaf kalau request life point untuk Shiryu gak bisa masuk, soalnya life point segitu kegedean buat ukuran Shaman level 108 (kamu request levelnya segini kan?). Itu udah nyaingin life point combatan level 120 loh. bahkan si Shouta yang juga Shaman level 140 cuma mencapai 20.000 lebih. Jadi sekali lagi maaf ya.

Author : Dan untuk permintaan jurusmu juga tidak bisa saia masukkan, soalnya Final Judge itu jurus lock. Bukan tipe serangan fisik ataupun sihir yang bisa direfleksikan. Kebanyakan jurus lock/kunci itu gak bisa ditangkis tergantung hoki aja buat ngindar dari serangan lock (Riku juga sering kena sama jurus lock kalau di game).

Mungkin akan saia jelaskan disini ada macem-macem tipe serangan :

1. Serangan fisik (serangan secara langsung ke lawan yang bisa di combo dengan beberapa jurus lain. Serangan non-magic bisa dihindari/ditangkis/direflek).

2 Serangan Magic (serangan berlement sihir punya daya kekuatan yang besar. Kebanyakan gak bisa dihindari dan pasti kena rata-rata. Jenis serangannya kebanyakan area efek jadi musuh susah kabur, bisa direflek dan ditangkis sama jurus perlindungan khusus magic).

3. Serangan jarak jauh (serangan fisik yang kadang dicombo sama element sihir, tapi tetep bersifat serangan fisik ya. Bisa dihindari meski rata-rata tetep kena juga, bisa ditangkis dan bisa direduce, gak bisa direflek).

4. Serangan kunci/lock (serangan yang bersifat mengunci lawan dengan jurus khusus beberapa Shaman punya jurus ini. Untuk mengeluarkan jurus ini si pengguna harus melakukan beberapa syarat/kondisi tertentu. Gak bisa direflek/dihindari/ataupun ditangkis. Lawan yang masuk ke dalam jurus ini akan terkunci.).

5. Serangan kutukan (hampir sama kayak lock jurus kutukan gak bisa direflek/ditangkis dan kebanyakan susah dihindari. Serangan ini bersifat mengutuk lawan dan memberikan status negatif ke lawan).

Dan untuk jurus Final Judge itu jurus khusus para execute staff. Jurus ini hanya bisa digunakan ke lawan yang memiliki catatan kriminal di dalam game. Jadi jurus ini juga gak sembarangan dipakai. Selain itu jurus ini bisa dikeluarkan bila execute staff kumpul semua dan berada dalam satu area yang sama.

Author : Maaf kalau penjelasannya kepanjangan. Mohon dibaca kalau berkenan hehehehe.

.

.

HAPPY READ ^_^V.