Yoshino says sekarang Battle 100 updatenya tidak menentu, bisa cepat bisa lambat ..
Note: 15 menit per chapter (happy reading)
Uzuchi team sedang dalam masalah, mereka sedang terdesak karena kekuatan 3 monster yang sangat luar biasa, pertarungan akhir Uzuchi vs 3 monster, siapakah yang akan memenangkan battle ini? Temukan jawabannya di Chapter ini. ^^
Chapter 21 update!
Disclaimer-Masashi Kishimoto
Genre-Adventure/Action/Fantasy
Author-Yoshino
Battle 100 ..
Chapter 21
Impianku
Pukulan telak tersemat di dada Naruto, sebelum pukulan itu mengenai tubuhnya Naruto berhasil melapisi tubuhnya dengan es yang cukup tebal namun apa daya kekuatan monster berwarna merah tua pekat itu terlalu kuat sehingga es yang sudah dilapisi chakra dari Kurama bisa tembus dengan mudahnya dan menghancurkan beberapa organ dalam Naruto.
"Apakah ini akhir dari petualanganku?"
"Sebenarnya aku ingin menjadi Hokage, namun setelah perang itu terjadi, dan Konoha dengan negara lain bergabung aku memutuskan untuk menjadi raja, olokan-olokan mereka terus menerus membuatku kesal tapi aku tetap berusaha membuat olokan itu menjadi pelecut semangat untuk membuktikan kekuatan yang aku miliki bahwa aku bisa menjadi apa yang aku impikan, yah menjadi shinobi terkuat dan….." Mata Naruto terbuka tertutup dan mulai memejamkan matanya.
.
Akademi tempat dimana para anak-anak menempa pendidikan, dilatih jutsu-jutsu dasar dan diajarkan tata cara bersosialisasi sebagai shinobi Konoha, negara terkuat sekarang yang berada di atas ke 5 negara lainnya, negara tersebut sangat serius menempa murid-murid akademi agar dapat berjuang di masa depan nanti, masa depan yang sudah direncanakan.
Terlihat bocah berambut kuning sedang mencoba jutsu yang baru saja Iruka sensei ajarkan kepadanya.
"Bunshin no Jutsu!" Seru Naruto sambil membuat handseal ditangannya, dia berteriak mengatakan jutsu tersebut namun yang ia hasilkan hanyalah bunshin putih yang tidak punya nyali bahkan untuk berdiri pun takut.
"Hahahaha." Ejek teman-temannya yang melihat kerja keras Naruto yang gagal.
"Naruto terlalu payah, kenapa dia saja yang belum bisa menguasai jutsu dasar seperti itu haha." Teman-temannya masih mengejek Naruto sambil tertawa terbahak-bahak melihat aksi Naruto yang gagal, entah mengapa ia bisa seperti itu padahal Ayah dan Ibunya adalah shinobi yang cukup hebat dan diakui oleh semua orang tapi tidak selamanya kekuatan orang tua juga akan menurun pada anaknya dan inilah yang terjadi sekarang.
Naruto hanya bisa menahan rasa malunya dan tidak menggubris olokan-olokan mereka, ia pun berlari meninggalkan latar berpasir tersebut. "He! Kau mau kemana! Naruto!" Teriak Iruka yang belum mengambil nilai ujian praktek Naruto, Iruka pun hanya menghela nafasnya sambil melihat tingkah laku Naruto yang seperti biasanya. "Huh? Anak itu."
Naruto pun berlari dan meloncati pagar besi yang berada tidak jauh darinya, "Sial, akan aku buktikan bahwa aku bisa melakukannya.." Batin Naruto dalam hatinya, dia terlihat masih tidak percaya dengan kekuatannya sendiri.
"Anak itu, selalu saja kabur ketika di olok-olok." Ujar Kiba ditemani gonggongan anjing putihnya yang berada di atas kepalanya.
"Naruto-kun?" Batin gadis berambut hitam pendek dan bermata byakugan.
Naruto pun masih berlari untuk pulang ke rumahnya, dimana Ayah dan Ibunya sedang berada di dalam rumah. Naruto membuka pintu tanpa mengucapkan apapun spontan ibunya marah karena melihat kelakuan anaknya yang tidak sopan.
"Hee Naruto! kenapa kau tidak mengucapkan aku pulang atau yang lainnya?" Ujar Ibu Naruto marah, sambil memegang sebuah peralatan dapur di tangan kanannya.
"Kenapa Naruto? kenapa kau pulang secepat ini? Bukankah ini belum waktunya untuk pulang." Ucap Minato tersenyum, ayah yang mirip dengan Naruto itu sedang membaca korang terkini.
"Ayah! Tolong ajarkan aku jutsu bayangan!" Seru Naruto yang Nampak kesal, karena belum bisa menguasai jutsu dasar tersebut, Minato hanya tersenyum dan berjalan mendekati anaknya itu, dia mengelus rambut kuning jabrik Naruto.
"Dengarkan Ayah? Berusahalah dengan apa yang kau miliki sekarang dan jika waktunya nanti Ayah akan mengajarkanmu jutsu yang lebih hebat dari itu, sekarang ayah sedang sibuk sekali, hokage pertama menyuruh para jounin untuk segera berkumpul, apa yang akan ia rencanakan ya?" Jelas Minato sambil memegang rambut Naruto, Naruto hanya bisa tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Baik!" Ujar Naruto penuh antusias.
"Baiklah, aku berangkat dulu, Kushina, Naruto" Ucap Minato sambil membuka pintu untuk keluar rumahnya.
"Hati-hati di jalan ya!" Ucap Naruto dan Kushina kompak. Lalu Kushina pun berjalan mendekati Naruto, "Sudah dengar apa yang dikatakan oleh ayahmu, selagi kau masih mempunyai keinginan dan kemampuan untuk mewujudkan suatu hal yang kau impikan maka hal itu tidak akan mustahil dicapai, bahkan jika kau berusaha dengan sungguh-sungguh mungkin apa yang kau impikan akan terwujud." Kushina berusaha menceremahi dan memberikan kepercayaan diri kepada Naruto sambil memegang kedua pundak anaknya tersebut, dan menyesuaikan kepalanya dengan kepala Naruto sehingga mereka sekarang sama tinggi. Naruto tersenyum.
"Baiklah aku akan berusaha semampuku,dattebayou." Seru Naruto bersemangat.
"Suatu saat aku akan menjadi Hokage dan membuktikan kepada semua orang bahwa aku bisa mencapainya." Semangat Naruto yang menggebu-gebu lantas membuat ibunya tersenyum senang, dia merasa percaya dengan tekad kuat yang dimiliki oleh Naruto sekarang. Naruto pun berlari meninggalkan rumah tersebut tanpa berpamitan kepada Ibunya.
"Hey kau mau kemana!"
"Aku mau latihan!"
"Hehe… memang semangat dan tekad kuatnya mirip denganku, aku tidak bisa menyangkal itu." Batin Kushina tersenyum sambil melihat Naruto keluar rumah. Naruto berlari dengan penuh semangat ia hanya bepikir untuk dapat menguasai jutsu bayangan tanpa bantuan siapapun dengan menggunakan kemampuannya sendiri. "Yosh, aku akan melakukannya!" Semangat itu terus menggebu di dalam diri Naruto, dan ia sampai di latar hijau yang dipenuhi dengan rerumputan, angin sejuk menerpa rambut kuningnya.
"Tempat ini membuat aku semakin bersemangat, baiklah aku akan memulai latihan otodidakku!" Batin Naruto dalam hatinya, ia masih dalam mode semangat.
"Pertama-tama aku harus membuat handseal seperti ini dan memusatkan chakra selain ditubuhku agar chakra tersebut dapat membentuk sebuah bunshin. Baiklah! Sekarang! Bushin no Jutsu!" Seru Naruto. dan seketika itu bunshin yang menyerupainya sudah berdiri di samping kanannya.
"Yosha! Akhirnya aku berhasil dattebayou!" Naruto senang karena ia berhasil melakukan jutsu dasar itu tapi apa yang ia lihat bukanlah dirinya sendiri, memang rambutnya sama tapi saat Naruto memperhatikan bunshin itu lagi.
"Aaaa! Kenapa malah yang keluar aku berbentuk perempuan! Dattebayou!" Ujar Naruto kesal, bunshin itu pun mengedipkan matanya kepada Naruto dan hilang seketika. Bughh..
"Padahal aku sudah meniru instruksi dari Iruka sensei tapi kenapa aku belum bisa melakukan jutsu dasar seperti itu! dattebayou" Naruto semakin memanas, wajahnya memerah dan mengeluarkan uap, dan kali ini dia akan mencobanya lagi.
"Aku tidak boleh menyerah, aku harus berjuang, sesuai apa yang dikatakan oleh Ayah dan Ibu, baiklah! Mulai lagi! Bunshin no Jutsu!" Asap putih muncul di samping kanan Naruto, bunshin berbentuk wujud Naruto pun sukses keluar.
"Berhasil! Akhirnya aku berhasil!" Naruto kegirangan, dia meloncat-loncat karena saking senangnya dan bunshin tersebut ikut-ikutan meloncat perasaan senang Naruto tersalurkan ke dalam tubuh bunshin itu sehingga dia juga ikut merasakan senang. Mereka berdua pun tersenyum gembira.
"Yosh, aku berhasil, tinggal menunjukkan ke teman-teman bahwa aku bisa melakukannya." Naruto tersenyum, dia masih bersemangat dan ingin kembali ke akademi. Dia berlari di lorong akademi dan memasuki kelasnya. Terlihat Sasuke yang sedang melaksanakan ujian praktek dan dia bisa dengan sempurna menggunakan jutsu bunshinnya.
"Sasuke Keren!"
"Sasuke!" Teriak beberapa gadis yang menyorakinya karena ketampanan dan kecerdasannya, Naruto hanya melihatnya dengan tatapan penuh kecemburuan. Iri terhadap sorakan-sorakan tersebut.
"Seharusnya aku yang mendapat sorakan-sorakan itu, dattebayou." Pikir Naruto, ia pun duduk di bangkunya.
Iruka yang melihat Naruto, tiba-tiba terkejut. "Hey! Dari mana saja kau!" Seru Iruka kesal. Dia pun menyuruh Naruto agar mengulangi ujiannya sekali lagi.
"Sekarang giliranmu Naruto." Ucap Iruka sembari melihat nama Uzumaki Naruto di catatan nilainya, Naruto pun maju ke depan, semua orang yang berada di kelas mulai mencemoohnya.
"Halah, paling tidak bisa."
"Dia kan payah."
"Kau benar, dia paling bodoh disini"
Naruto hanya tersenyum mendengar cemoohan mereka, ia pun mulai unjuk gigi. Naruto membuat handseal ditangannya dan seketika itu. "Bunshin no Jutsu!" Teriak Naruto, 2 bunshin pun keluar dari samping kanan dan kirinya, bugh gumpalan asap putih masih menyelimuti bunshin tersebut.
"Dia melakukannya?" Ucap Kiba terperanga.
"Dan itu bunshin yang sempurna."
"Kenapa dia bisa melakukannya? padahal tadi dia tidak bisa melakukannya."
"Yosha! Lihat ini bunshin-bunshinku tidak ada yang cacat!" Ejek Naruto, kali ini dia berhasil membalikkan cemoohan orang-orang mengenai dirinya, dengan ini semua orang yang berada di kelas mulai memperhatikan dirinya bukan sebagai orang bodoh melainkan sebagai teman sekelas.
Iruka hanya terdiam membisu, dia tersenyum. "Aku tidak menyangka akan secepat ini, sempurna" Batinnya dalam hati, Naruto pun kembali ke bangkunya.
"Baiklah semuanya, sekarang sensei akan memberikan secarik kertas untuk kalian, di atas meja sudah sensei siapkan secarik kertas, dan perintahnya adalah tuliskan mengenai impianmu di masa depan!" Seru Iruka sensei bersemangat, dia menyuruh para murid agar menuliskan keinginan mengenai impian di masa depan nanti.
Wajah Naruto berbinar-binar, dia langsung menuliskan apa yang ada di dalam pikirannya, sudah pasti menjadi Hokage. Semua murid juga cukup antusias menulis tentang impiannya. Dan setelah selesai Iruka sensei pun menyuruh para murid agar maju ke depan untuk membacakan apa yang mereka impikan, murid-murid pun cukup terkejut dibuatnya.
"Jangan sensei, aku malu!" Teriak gadis berambut coklat yang keberatan mengenai perintah tersebut.
"Aku tidak mau membacakannya" Gumam murid lain yang ikut-ikutan. Shikamaru hanya tertidur tanpa memperhatikan instruksi sensei.
Dan akhirnya satu persatu dari mereka maju ke depan dan membacakan mengenai impiannya, ada yang menginginkan untuk menjadi ketua klan, menjadi jounin yang dihormati, dan ada yang mengimpikan hidup bersama Naruto, siapa yang nulis itu author juga tidak tahu, dan masih banyak lagi, sampai tiba giliran Naruto. Naruto maju ke depan dan membacakan isi dari tulisannya.
"Paling-paling tidak istimewa."
"Kau benar.." Naruto masih melihat isi kertasnya dengan mata berbinar-binar. "Bacalah Naruto." Ujar Iruka sensei tersenyum. Naruto mulai membaca tentang impiannya di masa depan.
"Impianku adalah menjadi Hokage, Hokage yang siap kapanpun untuk menjalankan dan melindungi desa, bukan hanya itu saja aku juga ingin membahagiakan orang tuaku dan membuat mereka bangga.." Tutur Naruto bersemangat, semua orang pun hanya terdiam mendengar ucapan Naruto yang sedikit menyentuh hati mereka, "Dia bisa berpikiran seperti itu?"
"Hebat"
"Aku saja tidak memikirkan hal itu." Semua murid terkejut dibuatnya, dan satu persatu mulai bertepuk tangan. Naruto tersenyum kegirangan. "Hihi"
.
"Yah impianku adalah menjadi Hokage dan membahagiakan orang tuaku, kini gelar hokage sudah tidak ada jadi aku ingin menjabat gelar yang lebih tinggi yakni menjadi raja dan membahagiakan orang tuaku, tapi …" Naruto tidak tersadar dan ia masuk ke dalam alam bawah sadarnya.
"Bodoh! Apa yang kau pikirkan! Berhentilah mengigau! cepat bangun dan habisi mereka!" Seru Kurama menyemangati Naruto.
"Tapi…" Perkataan itu terputus, karena Kurama keluar dari kandangnya dan memberikan tinjunya kepada Naruto, Naruto terkejut dan dia tersenyum, tangannya pun ia arahkan ke tangan besar Kurama, sekarang mereka sudah melakukan tos.
"Kekuatan ini… Hihi." Naruto dan Kurama tersenyum, dan dia pun perlahan-lahan bangkit dari tidur lelapnya. Naruto mulai membuka matanya perlahan-lahan, disaat yang sama Monster ekor 3,5 dan 7 sudah mengumpulkan energy mereka yang berwarna merah tua dan biru tua ke satu titik, mereka bertiga memusatkan kekuatan tersebut agar kekuatan itu berlipat ganda. Chakra biru dan merah itu mulai berkumpul, semakin besar dan semakin besar, konsentrasi yang luar biasa dapat dilihat dari monster-monster itu karena sebenarnya mereka masih tersadar namun karena kekuatan yang terlalu besar, mereka tidak dapat berbicara seperti manusia pada umumnya. Chakra biru yang dikombinasikan dengan chakra merah akan menghasilkan warna hitam kebiru-biruan, kekuatan yang dahsyat akan segera meluncur. Bulatan mulai terbentuk, bulatan tersebut memiliki diameter 10 sampai 15 meter, angin mulai menghembus dengan kencang, daun-daun pepohonan mulai berjatuhan, pasir di tanah ikut berterbangan, krikil-krikil atau bebatuan kecil pun juga mulai melayang-layang.
Dan kini chakra yang berpusat pada satu titik itu sudah siap untuk dilancarkan. Semua monster mulai menghisap udara dan setelah beberapa saat mereka menghembuskan udara itu secara bersamaan.
Bijudama!
Kekuatan luar biasa menuju Naruto, beberapa detik lagi semua yang berada di depan serangan itu akan menjadi dataran yang luas sampai, akhirnya dia bangkit. Dengan kecepatannya Naruto berhasil membelokkan biju dama tersebut ke tempat lain.
Duarrrrrrr!
Suara keras terdengar di tempat lain, ledakan yang dibelokkan tersebut sudah meledak di tempat yang berbeda. Dan seketika itu telah berdiri laki-laki berambut kuning dengan jubah cerahnya, chakra Kurama menyelimuti tubuhnya. Naruto tersenyum. Dia terlihat bergumam kepada Kurama.
Hashirama yang melihatnya pun sangat terkejut dibuatnya "Apa-apan itu? kekuatan macam apa yang telah ia keluarkan?" Ujar Hashirama terperanga, karena melihat Naruto menepis biju dama dengan mudahnya. Padahal biju dama adalah serangan terkuat yang dimiliki oleh monster tapi ia berhasil membelokannya dengan elegan dan indah.
"Jika aku menggunakan mode sennin dan seni bela diri katak, pasti aku bisa mengalahkan mereka."
"Jangan bercanda, kau bisa habis dimangsanya, memang benar kau bisa mengalahkannya dengan itu, tapi jika lawanmu hanya 1, jika 3?" Jawab Kurama menanggapi gumaman Naruto yang terlihat sombong.
"Hehe, terima kasih teman."
"Hmph!" Naruto pun kembali fokus ke pertarungan, tapi sebelum itu dia melihat Sasuke yang tengah tertunduk tak sadarkan diri, Naruto pun membuat bunshin untuk menyelamatkannya, bunshin itu sangat cepat mendatangi Sasuke, sekarang bunshin itu sudah berada di hadapannya.
"Sasuke! Sasuke!" Seru klon Naruto khawatir, Naruto pun mengulurkan tangannya dan memberikan chakra Kurama kepada Sasuke agar sel-sel dan tulang-tulang Sasuke yang terluka dapat disembuhkan dengan cepat, chakra berwarna kuning keoranye oranye an itu mulai menyelimuti tubuh Sasuke.
"Baiklah, tinggal prosesnya saja.." Ucap bunshin Naruto sambil menghilang, asap putih muncul disaat menghilangnya dirinya.
"Sudah tidak ada masalah lagi, sekarang waktunya untuk menghabisi kalian bertiga!" Naruto mulai bersemangat, dia menatap 3 monster tersebut dengan wajah penuh percaya diri. Kecepatan luar biasa mulai dilakukan oleh Naruto, tiba-tiba saja dia sudah berada didepan monster berekor 3 dan bersiap-siap untuk menghancurkannya.
"Yosh Ayo Naruto!" Teriak Kurama bersamaan dengan serangan yang akan ia lancarkan. Tangan kanan Naruto mulai mengumpulkan energy, rasen shuriken berwarna hitam kebiru-biruan sudah terkumpul di telapak tangannya.
"Rasen Shuriken!" dan seketika itu monster berekor 3 terhempas jauh dan meledak dengan kerasnya.
Duarrrrr! Ledakan itu membuat permukaan tanah hancur dan membentuk sebuah lubang yang cukup besar.
"Tinggal 2 lagi, Dattebayou!" Naruto semakin bersemangat, hal itu dapat dilihat jelas di raut wajahnya, Naruto masih berada beberapa meter di depan 2 monster yang lainnya, dan monster tersebut mulai menyerang Naruto dengan membabi buta, monster ekor 7 berulang kali menyerang Naruto dengan cepat dan menggunakan cakarnya, namun Naruto dapat menghindarinya dengan sigap, monster berekor 5 juga mulai menyerang Naruto, monster-monster itu hanya menyerang Naruto secara brutal tanpa menggunakan pikiran mereka sedangkan Naruto hanya menghindar dengan ketenangan dan memanfaatkan mode biju yang menyelimuti dirinya, karena mode tersebut dapat ia manfaatkan untuk merasakan chakra mereka dengan jelas walaupun ia tidak melihatnya secara langsung.
"Aku dapat merasakan dengan jelas keberadaan mereka, aku akan segera mengakhiri pertarungan ini, dattebayou." Monster ekor 7 menyerang Naruto lagi, namun Naruto berhasil menghindarinya dan disaat itulah dia memukul monster tersebut dengan seni bela diri katak walaupun ia tidak berada di dalam mode tersebut, pukulan dan tendangan dengan mengandalkan ketenangan dan pola pikir membuatnya dapat leluasa menghajar monster ekor 7 sambil terus menghindari serangan monster ekor 5. Naruto hanya tersenyum. "Percuma saja, aku akan menghajarnya sampai tidak berbentuk, memang pada dasarnya dia sudah tidak mempunyai bentuk."
Pukulan demi pukulan dilancarkan oleh Naruto ke tubuh monster ekor 7, dia terus menggunakan Taijutsunya untuk menyerang dan menghindar, dan dirasa sudah menghajar habis monster ekor 7 itu, Naruto langsung melepas rasengan biasa ke bagian perut monster tersebut.
"Rasengan!" Seru Naruto sambil menghempaskan rasengan dan seketika itu monster ekor 7 tersebut berputar-putar dengan cepat sampai menghantam pohon dengan keras.
"Yosh dengan ini tinggal 1 lagi." Monster berekor 5 itu terus menyerang Naruto secara membabi buta, Naruto hanya menghindar dan menghindar sampai dia pun mengeluarkan bunshinnya, bunshin itu langsung mengepung monster tersebut dan masing-masing dari mereka sudah memegang rasengan biasa.
"Baiklah, waktunya mengkhiri pertarungan ini Dattebayou! Serang! Rasengan!" Dan monster berekor 5 itu pun akhirnya bisa kalah, dan kemenangan Uzuchi team sudah berada ditangan, Naruto tersenyum kegirangan.
"Yosha!" Ia pun mencari-cari bola yang mereka bawa. Dan ia berhasil mengumpulkan semuanya.
"Eto .. 9 bola sudah kita kumpulkan dan masing-masing dari mereka membawa 4 bola, jadi sekarang kami memiliki 21 bola Dattebayou!" Mode biju Naruto pun menghilang, dia berlari menuju ke tempat Sasuke.
Sesampainya di tempat Sasuke "Jadi dia masih dalam proses ya? aku akan menunggu dan menjaganya sampai dia tersadar, lagi pula kita sudah mengumpulkan bola sebanyak 21 dan langkah terbuka lebar untuk menuju ke fase selanjutnya, aku semakin bersemangat, cepatlah pulih Sasuke! Dan kita akan melanjutkan petualangan ini lagi!" Semangat Naruto terus menggebu dia tidak henti-hentinya memikirkan tentang petualangan yang akan terjadi selanjutnya. Naruto pun duduk disebelah Sasuke sambil memandangi langit yang mulai gelap.
To be continue ..
Chapter 21 END
Akhirnya Uzuchi team yang berhasil memenangkan pertarungan ini, ada saran gak untuk next chap jika ada dan bagus akan saya gunakan untuk Chapter selanjutnya .. karena chapter 22 saya belum memikirkan apapun hihi ^^
Terima kasih
© Yoshino
