UnaOne present

Badboys

Cast: WinkDeep! JinSeob! Samhwi! Ongniel! (Side: HakWoong Minhyunbin Guanho)

Rate: T

Lenght: Chaptered

Discalimer: Cuma minjem nama doang hehe

Warn! :Terlalu ngedrama, Kebayakan keju, Typo! YAOI NIH YAOI!

Sequel part A

(Wanna)

(Before)

Kenta tersenyum miris melihat Jihoon yang sedang berpelukan bersama Jinyeong, matanya berair melihat teman yang sudah 5 tahun ia kenal. Selalu bersama, selalu ada dalam suka dan duka. Tiba-tiba dia malah berpelukan dengan orang lain. Dan satu hal lagi yang membuat hati Kenta sakit, tak pernah Kenta jumpai Jihoon yang tersenyum semanis itu dengannya.

Siapa bilang Kenta tak menaruh hati dengan teman yang berhasil membuatnya berdegup kencang selama 5 tahun? Kenta jatuh cinta pada pandangan pertama. Pelaku? Tentu saja Park Jihoon, yang berhasil mempora-porandakan hatinya, menaruh atensi yang ia jaga ke pemuda mungil dan akhirnya? hanya dianggap sebatas teman.

Siapa bilang Kenta tidak sakit hati ketika Jihoon sering mengigau tentang Jinyeong? Kenta sering melihat Jihoon tersenyum bahkan tertawa tapi tak bisa ia membuat Jihoon tertawa manis yang sangat indah seperti yang Jinyeong lakukan sekarang.

"Ah, jadi itu Jinyeong?" Lirihnya, tak terasa bulir air mata membasahi pipinya. Tapi langsung ia hapus karena seseorang menepuk pundaknya pelan.

"Kamu Takada Kenta?" Tanya pemuda manis itu sambil membungkuk pelan, Kenta yang terlihat bingung hanya mengangguk kecil.

"Ah, iya. Kamu pasti kenalan Kim Yongguk? Maaf, dia tidak bisa bertemu denganmu lagi karena Diarenya tiba-tiba kambuh, maaf ya?"

Kenta hampir lupa dengan Yongguk. Dia tadi sempat ditarik pemuda China itu. Mereka berteman dekat karena Kenta pernah tinggal di China. Tapi entah kenapa Yongguk tiba-tiba pergi dan malah pemuda manis ini menghampirinya.

"Kenalin, aku Kim Sihyun. Kekasih Yongguk" Uluran tangan itu disambut baik oleh Kenta membuat Sihyun tersenyum manis sekali. Lalu tiba-tiba seseorang menghampiri Sihyun.

"Donghan...?"

Donghan terkejut sebentar lalu mengukir senyuman manis yang membuat Kenta membatu.

Itu Kim Donghan, mantan kekasihnya.

"Will you marry me?"

Pikiran Jihoon berkelana entah kemana sekarang, dia hanya bisa terbengong menatap cincin permata yang tersemat manis di jari manisnya, lalu menatap Jinyeong bergantian.

"A-a-apa?"

Jinyeong terkekeh kecil melihat Jihoon. Hyeongseob yang gemas sendiri langsung berteriak."TERIMA! TERIMA! TERIMA!" Semua orang langsung ikut-ikut dan membuat Jihoon tersadar dan menunduk malu.

Jihoon menggigit bibirnya, menatap kerumunan, terkejut melihat ayah dan ibunya ada disana berserta kedua orang tua Jinyeong. "Terima, Hoon-ie" teriak ibunya. Ayahnya hanya tersenyum teduh dan mengangguk kecil. Kebahagiaan Jihoon langsung membuncah. Akhirnya seorang Park Jimin mengalahkan egonya untuk membiarkan anak satu-satunya diambil orang lain yang memang ditakdirkan untuknya.

Dia menatap Jinyeong yang masih saja tersenyum sambil menatapnya, dengan segera Jihoon mengangguk. "I-iya. Iya Jinyeong!" ucap Jihoon gemetar namun pasti. Jinyeong yang tak kalah bahagia langsung mengangkat Jihoon, berputar-putar kecil. Semua orang langsung bertepuk tangan, bahkan Daehwi langsung jingkrak-jingkrak melihat temannya akhirnya bersatu dengan jodoh kiriman tuhan itu.

"BAE JIHOON! AKU MENCINTAIMU!" teriak Jinyeong tanpa malu, membuat Jihoon langsung menyembunyikan wajah merahnya diperpotongan leher Jinyeong, tangannya langsung memukul kecil dada Jinyeong. "Jangan buat malu!" rengek Jihoon tapi Jinyeong malah berteriak kembali,

"BIAR AKU BERI TAU KEPADA SATU DUNIA KALAU PARK JIHOON HANYA MILIK BAE JINYEONG!"

Hyeongseob terkekeh geli melihat sikap kocak Bae Jinyeong yang tak pernah ia lihat selama ini, tangannya langsung mengenggam hangat tangan Woojin dan tersenyum bersama.

Pemuda yang lebih pendek menggapai leher sang dominant, membuat Woojin tertunduk. Benda kenyal basah menempel sempurna dibibir Woojin. Lalu hembusan nafas yang ketara di wajahnya membuatnya perasaannya membuncah bahagia.

"Woojin-ie, Mari kita bersama selamanya"

Woojin mengangguk lalu menarik pinggang Hyeongseob, mengikis jarak keduanya. Kening keduanya menempel, mereka tersenyum manis, menghantarkan perasaan hangat.

"Pasti, pasti Park Hyeongseob"

Daehwi yang selesai jingkrak-jingkrak langsung memeluk leher Samuel dengan senang. "Muel-ah~ aku sangat senang" tutur jujur Daehwi membuat Samuel juga senang. Apa yang diperbuat Daehwi walaupun terkadang menyusahkan Samuel, Samuel tetap bersyukur tuhan telah memberikannya Daehwi yang amat ia cintai sekarang.

"Apa kamu mau Samuel buat seperti itu juga, Hyung?" Ujar Samuel sambil mengecup pelan pipi Daehwi, lelaki manis itu terlihat memerah sebentar. Walaupun mereka sudah lama berpacaran, tetapi Daehwi masih saja malu ketika Samuel melakukan skinship terlebih dahulu. Saat pertama kali berciuman saja, Daehwi tidak bisa tidur dan besoknya ia sakit demam.

Daehwi mengangguk kecil lalu menjawil gemas hidung mancung Samuel. "Mau! tapi yang lebih romantis, ya?"

Kedua orang yang melihat interaksi teman-temannya hanya tersenyum hangat. Pemuda Kang menyenggol pelan tangan istri-uhuk-suaminya dan membuat atensi suami barunya itu menjadi ke arahnya.

"Kamu senang?" Tanya Daniel sambil mengusap ringan pipi Seongwoo, membuat semburat manis muncul bersamaan kekehan Seongwoo.

"Aku sangat senang, Dan. Thank's for everything, my bear"

"Thank's for everything too, my love"

Lalu mereka tertawa. Seongwoo yang melihat bucket bunga disampingnya, berdiri dan membuat Daniel juga ikut berdiri.

"Oke! sekarang acara lempar bunga, yuk?"

Atensi semua orang langsung berada ditangan Seongwoo. Mereka berbondong-bodong maju ke depan panggung dan bersiap mengambil bucket bunga tersebut.

"Karena bucket bunganya ada tiga, kami akan melemparnya secara bersamaan. Jika kalian dapat, Saya berharap kalian akan menyusul kami tahun depan, oke?"

Semuanya mengangguk, Daniel dan Seongwoo membalikkan badan dan langsung melempar ketiga bunga itu secara tiba-tiba. Teriakan dan pekikan itu membuat Seongwoo terkekeh lalu penasaran siapa yang mendapat bucket bunga keberutungannya.

PUK!

Bunga pertama, bunga Chrysanthemum merah yang indah jatuh ditangan kedua orang pemuda. Mereka langsung tatap-tatapan dan tersenyum. Siul-siul tak jelas itu membuat pemuda manis malu.

"Apakah kita akan menyusul Daniel, eoh?" Tanya pemuda satu sambil memberikan bunga itu ke pemuda yang berwajah manis.

Tanpa sungkan pemuda manis itu mengambil bucket bunga dan tersenyum cerah. "Kamu kode?" Tanyanya.

Dan selanjutnya pemuda manis itu hanya memekik melihat pemuda didepannya bertumpu dan mengeluarkan kotak kecil dan membukanya perlahan.

"Lee Eiuwoong? Mau bertunangan denganku?"

"Haknyeon, kamu tidak bercanda'kan?"

PUK!

Bunga kedua, bunga tulip putih yang jatuh tepat di kaki seorang pemuda yang sedang makan di mejanya. Tak tau dari mana, dia hanya terbingung sambil memegang bunga itu.

"Seongwoo hyung melemparnya jauh sekali, ya?" Tanyanya bingung tapi tak mengurangi niatnya untuk memasukkan nasi ke mulutnya yang mengembung itu.

"Boleh aku duduk disini?"

"Ah, tentu sa-- Guanlin hyung?"

Seonho yang tadinya acuh sekarang malah bersiap untuk nangis, melihat Guanlin di depannya membuat kejadian beberapa tahun lalu kembali lagi menghampirinya.

Ingat Jihoon yang pergi ke Jepang 5 tahun yang lalu?

Guanlin juga pergi pada tanggal yang sama dengan Jihoon, pergi dengan penyesalan karena harus meninggalkan Seonho yang berlabel 'kekasihnya' pasca itu.

Mereka putus baik-baik, saling mempercayai bahwa akan ditakdirkan satu sama lain. Saling menguatkan kalau mereka akan tetap menukar kabar atau Video call bersama.

Tapi semua pupus, Guanlin tak pernah mengabari Seonho selama 5 tahun. Membuat Seonho kalut akan kecemasan, takut ada apa-apa dengan mantan kekasihnya itu. Siapa bilang Seonho tidak menangis? Siapa bilang Seonho kuat? Semua kekuatan hilang itu telah pergi.

Pergi karena Guanlin membawanya ikut.

"Seonho?" Guanlin langsung memeluk Seonho ketika anak itu mulai nangis segugukan, bahkan nasi yang tadi ia makan langsung ia letakkan kembali dan menutup wajahnya. Guanlin hanya terdiam, tangannya yang besar itu mengusap pelan rambut Seonho.

"Maaf. Maaf. Maaf. Maaf sudah buat kamu khawatirin aku. Maaf karena buat kamu nangis. Maaf karena aku masih berani muncul dihadapan kamu setelah kebrengsekan aku selama ini. Maaf"

Seonho bahkan langsung menangis kencang mendengarnya, dia meremas tangan Guanlin kuat, melimpahkan semua kesedihan yang ia tahan selama ini.

"G-g-guanlin hyung kemana aja?" Tanya Seonho sambil mengusap pelan air mata yang masih jatuh di pipinya dan pipi Guanlin.

"Kamu ingat ga janji kita waktu kecil? Jika aku akan pergi aku balik sebagai orang sukses?" Seonho mengangguk, mengingat perkataan Guanlin tempo lampau yang masih membekas dipikirannya.

"Aku sudah sukses, sayang. Aku sudah menjadi Ceo di Taipei, sekarang perusahaanku juga ada di Korea jadi aku bisa bekerja disini" Seonho mengangguk lagi, menghindari tatapan Guanlin yang menajam seiring perkataannya. Tatapan yang selalu membuat perasaannya menghangat, dan membuatnya semakin jatuh semakin dalam.

Jatuh akan pesona seorang Lai Guanlin.

"Kenapa kamu nelfon tetapi aku tidak pernah angkat? Karena Handphoneku jatuh di jalan dan dilindes. Terus kenapa tidak pakai cara lain? Ayah tidak mengizinkanku menghubungimu sebelum aku sukses, Ho."

"Aku juga tersiksa disini. Jadi sebelum aku tersiksa lebih lanjut--

Jantung Seonho berdebar, lebih kacau dari Guanlin yang menembaknya kemarin itu. Lebih dashyat dari ciuman pertama mereka. Ini layaknya bom cinta yang meledak atas nama kerinduan.

"Mau'kah kamu menikah denganku?"

PUK!

"Aww..."

Minhyun mengaduh kecil lalu terbengong melihat bucket bunga anggrek pink yang ada ditangannya. "Loh? Kenapa aku dapat? Kan aku sudah menikah" ucap Minhyun sambil bertanya-tanya.

Tau-tau Hyunbin langsung mendekat dan tersenyum senang. "Kenapa?" Tanya Minhyun sambil membawa Hyunbin keluar gedung.

Hyunbin langsung nyengir dan menujukkan layar handphonenya. "Aku dengar kalau seseorang mendapat bucket bunga pernikahan tetapi dia sudah menikah, dia akan memiliki bayi, Hyung!" Jawab Hyunbin sambil memeluk pinggang Minhyun.

Minhyun yang tersentak dengan jawaban Hyunbin langsung membelalakkan matanya. "Kamu mau punya anak?" Minhyun dengan gemetar bertanya.

Didua tahun mereka menikah, tak sekalipun Hyunbin menginginkan anak walaupun Minhyun menginginkan. Bahkan mereka sampai bertengkar hebat pun, Hyunbin tetap tidak menginginkannya. Tetapi sekarang?

Hyunbin tersenyum tampan lalu mengambil tangan Minhyun yang mendingin. "Besok ke panti asuhan, yuk? Kamu mau laki-laki atau perempuan? Kalau laki-laki namanya Kwon HyunMin kalau perempuan namanya Kwon Minseo?"

Air mata Minhyun menetes mendengarnya, dia memeluk Hyubin dan mengecupi seluruh permukaan wajah suaminya itu. "A-aku hiks... ingin hiks... Mi-minseo..."

END/1-2

Chrysanthemum merah: Cinta

Tulip putih: Permintaan maaf

Anggrek pink: Kasih sayang murni

Halo reader kesayangan Unaone! Nah, sesuai janji saya beneran ngadih DUA SEQUEL DARI FANFIC BADBOYS!!! Ya walaupun Sequel besok tidak full Couple, hanya menfokuskan nasib Sohye sama Sejeong gimana sih? Apakah kalian lupa dengan dua PHO di Fanfic Badboys ini??? Dan tentunya menambah kesan mereka setelah 5 tahun kemudian, yang berarti...

MEREKA SEMUA PUNYA ANAK YEAY!

Walaupun saya tidak buat Male-pregnant tetapi jangan khawatir dan sedih! Mereka pasti punya anak masing-masingnya.

Unaone banyak mengucapkan makasih sudah ingin membaca Fanfic tidak jelas ini.

Kemungkinan setelah mengurus Fanfic ini saya bakal hiatus sebentar karena saya sedang berada di tingkat akhir yang mengharuskan saya untuk pergi jauh dari namanya sosmed atau apalah dan lebih fokus ke belajar saya huhu.

TAPI KEMUNGKINAN SETELAH ITU BERLALU SAYA AKAN MELUNCURKAN FANFIC TERBARU SAYA YEY! KEMUNGKINAN PAIRING-NYA BAKAL SAMA DAN TUNGGU YA!

SAYA AKAN BALIK DI TAHUN 2018!

See you soon, guys.

Regards,

Unaone