I'm not Own FT
Night Festival part 2
Finnel yang di bantu Lucy dan Levy tengah bersiap untuk festival malam ini. Finnel mengenakan kimono berwarna biru gelap dan Obi berwarna putih. Rambutnya yang biasa dikuncir dengan model Twin tails, kali ini digerai dan sebuah hair pin perah menghiasinya.
"Wah, Finnel kau manis" puji Levy membuat Finnel tersipu malu. "Ah Levy – san biasa saja"kata Finnel.
"Kau memang manis Finnel, Lebih baik kau keluar sekarang Gray sudah menunggumu"kata Lucy membuat kedua pipi Finnel sedikit memerah.
Sementara itu, Gray sudah dari tadi menunggu di bar. "Huh, kenapa cewek suka lama sih dandannya?" keluh Gray yang mulai tidak sabar.
"Gray sama, kalau menunggu Finnel san lama bagaimana kalau dengan Juvia saja"kata Juvia.
"Gomen, Gray – Kun kalau aku terlalu lama."kata Finnel yang baru saja keluar dari kamarnya. "Finnel manis"kata Ocenia yang sedang minum susu yang di berikan Kinana . "Gray-kun" panggil Finnel pada Gray yang masih shock melihat Finnel. "Maaf Finnel, Kau memang manis" puji Gray dengan semburat merah menghiasi wajahnya.
"Arigatou Gray-kun"balas Finnel.
"Ayo berangkat "ajak Gray sambil menggandeng tangan Finnel. Mereka berdua pun meninggalkan penginapan. Tanpa mereka sadari dari balik kegelapan seseorang memandang Gray dan Finnel dengan pandangan cemburu
Gray mengajak Finnel melakukan permainan. Gray pun baru mengetahui. Finnel sangat pintar melakukan permainan yang berhubungan dengan otak dan Strategi namun, lemah saat melakukan permainan yang berhubungan dengan ketangkasan .
"Aku lemah dalam permainan seperti ini"keluh Finnel yang berdiri di stand permainan memanah. "Kalau begitu kita ke tempat lain saja"usul Gray.
"Tapi aku mau boneka kelinci itu"kata Finnel sambil menunjuk ke arah boneka kelinci yang menjadi hadiah dari permainan tersebut.
"Ya sudah, biar aku yang main"kata Gray yang memberikan uang kecil pada penjaga kios tersebut. Sekitar sepuluh menit ,permainan berlangsung dan Gray berhasil mendapatkan boneka kelinci tersebut. "Terima kasih Gray – kun ,tapi Gray-kun ini bajumu"kata Finnel sambil menyerahkan kaos milik Gray. "hah ? terima kasih"balas Gray.
Mereka berdua pun berjalan menjauhi keramaian. "Finnel boleh aku bertanya padamu? "tanya Gray begitu dirinya dan Finnel berada ditempat sepi. Finnel menganggukan kepalanya. "Luka dipergelangan tanganmu kenapa?" tanya Gray membuat kedua mata Finnel membesar karena kaget. Finnel memejamkan matanya mencoba menenangkan diri. " Maaf Gray – kun aku tidak mau membicarakan hal itu"jawab Finnel.
Gray terdiam sebentar. "Aku juga tidak mau memaksa"kata Gray.
"Maaf Gray-kun "kata Finnel sambil menahan tangis. Gray langsung memeluk Finnel dari belakang. "Sshhhh aku yang minta maaf"kata Gray berusaha menenangkan. Gray membalikkan badan Finnel sehingga mereka berdua saling berhadapan. "Aku mengajakmu kemari bukan untuk membuatmu bersedih tapi untuk mengenalmu lebih jauh"kata Gray.
"Gray-kun"kata Finnel pelan. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Gray.
"Finnel,boleh tahu apa hubunganmu dengan Cheney?" tanya Gray.
"Rogue? Aku berteman dengan exceednya Frosch."jawab Finnel.
"Kau menyukai Rogue?" tanya Gray yang tidak bisa menyembunyikan nada cemburunya.
"Aku menyukainya hanya sebatas kakak, Gray-kun. Lagipula saat ini aku menyukai orang lain"jawab Finnel dengan wajah memerah yang dianggap sangat lucu oleh Gray.
"Gray-san aku menyukai wangimu"kata Finnel mengendus leher Gray membuat wajah Gray memerah semerah rambut Erza. Mengikuti instingnya, Gray mengangkat dagu Finnel ."Gray kun?" bisik Finnel . Sebelum Finnel berbicara lebih jauh lagi, ia merasakan bibir Gray yang dingin mengunci bibirnya.
Gray mencium gadis yang didepannya. Kedua tangannya memeluk erat Finnel. "Finnel, Aku menyukai sejak sesudah perkerjaan yang lakukan bersama. Maukah kamu menjadi kekasih ku"kata Gray dengan wajah memerah.
"Gray-kun, Aku aku"balas Finnel bingung.
"Tidak usah menjawabnya sekarang, tapi pertimbangkan lagi "pinta Gray. Finnel menganggukan kepala tanda setuju."Ayo kita kembali"ajak Gray sambil menggandeng tangan Finnel
