Make A Wish


Ketika melihat orang lain sedang sangat susah tapi masih bisa tersenyum riang, sementara dirinya sendiri, hanya karena kalah soal ujian semester satu kali saja sudah marah-marah...membuat Gakushuu berpikir.

Malam itu setelah belajar, ia membereskan serial Harry Potter yang ia pinjam dari Nakamura. Ia tidak bisa tidur. Begitu juga jin keriting yang sekarang duduk-duduk di bingkai jendelanya.

"Aku bisa membiayai kuliah mereka, dan aku bisa mengatur tempat tinggal mereka di asrama dekat kampus," Gakushuu berkata tiba-tiba.

Kirara menatapnya sejenak dalam diam.

"Mereka tidak akan mau menerimanya."

"Benar juga ya..." Gakushuu merosot di lantai dan bersandar ke kaki ranjangnya. "Apa tidak ada sesuatu..."

Si jin mendengus geli. "Ada apa? Tumben kau peduli."

Gakushuu merona dan melempar pandang kesal pada Kirara.

"Sekarang mereka teman-temanku gara-gara ulahmu, jadi aku harus bertanggung jawab dan menjadi teman yang baik,"

Beberapa saat berlalu, si jin memandanginya datar. Gakushuu merasa perutnya melompat saat Kirara memberinya senyum yang langka, dan menoleh menatap langit malam di luar.

"Permintaan ke tiga puluh sembilan, jawab ini..." Gakushuu menatap lagi sosok jin di jendelanya. "Bagaimana perasaanmu soal kalah ujian semester?"

Si mata ungu itu menghela napas dalam-dalam, sesuatu yang belum pernah ia lakukan, lalu meluruskan kakinya di lantai.

"Awalnya aku sebal...tapi sekarang tidak ada yang peduli aku ranking berapa karena kau sudah memodifikasi memori semua orang. Dan dibandingkan dengan masalah Isogai dan Nakamura...hasil ujian rasanya kecil sekali..."

Gakushuu menelan ludah ketika Kirara benar-benar menatap dan tersenyum padanya, mata hitamnya berkilau. Jin itu melayang dari bingkai jendela, menguap.

"Kau mau membantu mereka?"

Remaja berambut pirang aprikot itu terdiam sejenak, mempertimbangkan. Tapi ia sadar, tidak ada salahnya ia membantu orang. Hanya saja ia tidak tahu harus bagaimana. Sekadar kaya saja tidak cukup. Ia menautkan alis dan menatap si jin, mengangguk yakin.

"Permintaan ke empat puluh, jawab ini...kau masih mau menyerah dan memintaku berhenti mengajukan permintaan?"

Gakushuu mendengus dan menyunggingkan senyum menantang.

"Sudah kubilang dulu sekali kan," ia bangkit dari lantai dan menggeleng. "Makanan apa itu, menyerah?"