Title: 99% (99Percent)
Rate: T
Pair: SuzaLulu, GinoAnya, SchneizelOC.
Genre: Romance/Drama
Summary: Gino dan Anya mendapat perintah dari Schneizel untuk mengawasi Suzaku dan Lelouch, Gabrielle bertemu dengan CC, dan mendapatkan informasi yang cukup aneh... lalu apa yang sebenarnya sedang direncanakan oleh Charles? SuzaLulu, AUish, OOC, MPREG.
© Code GEASS is belongs to CLAMP, TBS, and sunrise
X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X..X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X
Gabrielle sedang membaca buku kesukaannya ketika dia menyadari ada seorang gadis berambut hijau panjang berada dihadapannya, gadis itu menatapnya dengan tatapan kosong, seakan-akan dia sedang berusaha untuk membaca pikiran Gabrielle.
"...Siapa kau?" Gabrielle menjadi waspada, karena sedetik yang lalu dia tak melihat gadis itu, Gabrielle menutup buku yang sedang dia baca, lalu mengeluarkan pisau lipat kecil yang Schneizel berikan padanya untuk berjaga-jaga.
"Gabrielle Chevalier, yang sebentar lagi akan menjadi Gabrielle el Brittania..." ucap CC, dia malah duduk disofa sebrang Gabrielle duduk, rambut hijau panjangnya terurai lepas diatas sofa berbahan bulu itu.
"...ah, rupanya kau, sang Grey Witch yang mereka bicarakan itu...." setelah mengetahui jati diri gadis itu, Gabrielle menyimpan pisaunya kembali dan mulai untuk membuka bukunya lagi. Namun dia masih tetap waspada kepada CC.
"...Kau mau bertanya apa, Gabrielle el Brittania?" mata emas milik CC melihat sosok Gabrielle dari kaki hingga kepala, seperti sedang mengidentifikasi perempuan itu.
"Bertanya soal apa?" Gabrielle malah bertanya balik kepada CC. "Jangan mengelak, sebenarnya kau ingin bertanya mengenal kehamilan Lelouch Lamperouge bukan? Atau yang lebih dikenal sebagai Lelouch vi Brittania..." ujar CC, Gabrielle tertegun sejenak ketika mendengar perkataan CC, ternyata gadis itu telah membaca pikirannya.
"Wow...kau membaca pikiranku, Grey Witch." Gabrielle melirik CC yang kini tidur-tiduran diatas sofa melalui samping bukunya. "Karena kau telah berhasil menebak pertanyaanku...kenapa kau tidak memberikan jawabannya, sekarang juga?" tantang Gabrielle.
CC memberikannya tatapan kosong. "Manusia, manusia... kalian benar-benar makhluk yang sangat tak sabaran...." ucap gadis itu, sebelah tangannya memainkan ujung rambut panjangnya yang berwarna hijau terang. "Cepat atau lambat...kau dan Schneizel akan mengetahuinya..." tambahnya.
Gabrielle mengerutkan dahinya, itu sama sekali bukan jawaban yang dia harapkan untuk keluar dari mulut si Grey Witch misterius itu. Namun apa daya, dia tak mau berurusan denganCC, makanya dia memutuskan untuk menghiraukan gadis itu dan kembali membaca bukunya yang sempat tertunda.
X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X..X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X
Esok paginya, Gino dan Anya tengah dalam perjalanan menuju kawasan Ashfords, tentunya mereka menggunakan pakaian bebas, tidak menggunakan pakaian Knight Rounds mereka.
"Saa~ akhirnya aku bisa bertemu kembali dengan Suzaku-kun! Sudah lama sekali aku tak bertemu dengannya, si maniak-kucing itu! Ha-ha-ha..." selama perjalanan, Gino selalu berbicara tentang Suzaku, dan betapa rindunya dia dengan sosok pemuda Jepang innocent itu. Sementara Anya lebih suka untuk membuka blog melalui handphone kesayangannya, tentu saja dia masih mendengarkan omongan Gino yang kadang-kadang ngelantur.
Gino kembali berbicara tentang Suzaku... "Aku ingat, kita tuh ya sering banget keluar makan siang berdua...! pas lagi pengembangan Lancelot! Kamu kita ajak tapi nggak mau, sayang banget! Trus..trus..." tiba-tiba Anya langsung menutup mulut Gino menggunakan telapak tangannya.
Gadis yang selalu terlihat bosan dan mengantuk itu mulai berbicara. "Gino-kun, Hentikan berbicara tentang Suzaku-kun. apalagi kalau kau berbuat aneh dengannya saat kita sampai disana nanti, tolong jangan." Omongan Anya lebih terdengar sebagai larangan.
Gino langsung menarik tangan Anya yang menutup mulutnya. "E~eh?? Mengapa?? Waaah... ada apa ini...??" Tanya Gino dengan wajah penasaran, Anya terlihat ingin menstraples mulut pemuda berambut blonde ini...
"Nampaknya kau tidak terlalu mengerti ya, Gino-kun?" Anya menghela nafas panjang, lalu dia kembali mengotak-ngatik blog handphone-nya. "Pokoknya, ketika berada disana... kau jangan terlalu dekat dengan Suzaku-kun, Apalagi sok-akrab." Tambahnya.
Alis mata Gino terlihat naik sebelah, nampaknya dia benar-benar tak mengerti akan apa yang Anya katakan padanya. "Apa maksudmu? Kenapa aku tak boleh akrab dengan Suzaku-kun?? emangnya kenapa??" Tanya Gino.
"... karena 'istri-nya', a. k .a Target kita.... akan membunuhmu." Jawab Anya dengan ekspressi datar.
X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X..X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X
Lelouch mengambil potongan coklat terakhir dari dalam kotaknya, dan memakannya dengan perlahan-lahan. Terlihat sekali kalau dia menikmati rasa coklat swiss yang baru saja dikirimkan oleh Milly, ya, Milly dan para anggota OSIS yang lain sedang melakukan tour keliling eropa, mereka memberikan Lelouch, Suzaku, dan Nunnally oleh-oleh dari sana yang dikirim secara khusus untuk mereka.
Salah satunya adalah sekotak coklat swiss rare-made yang baru saja Lelouch habiskan itu. Yup, dia menghabiskan semuanya. Tak menyisakan satupun, padahal Suzaku sama sekali belum mencicipi cokelat itu.
"Lulu?" Mendadak Suzaku masuk kedalam ruangan, Lelouch hampir tersedak karena kaget menyadari kehadiran Suzaku. "Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Suzaku dengan wajah cerah, dia perlahan-lahan berjalan mendekati Lelouch, Lelouch langsung membuang muka dari Suzaku dan mencoba untuk menelan cokelat yang menyangkut ditenggorokannya.
"Su...Suzaku! kau mengagetkanku..." ucap Lelouch setelah berhasil menelan potongan cokelat itu. Dengan cepat dia menyembunyikan kotak cokelat kosong yang isinya telah dia habiskan semua dibawah meja.
Suzaku tertawa ketika melihat reaksi Lelouch. "Kau lucu sekali, Lulu. Padahal aku tak melakukan apapun untuk membuatmu terkejut" ucapnya sambil tertawa. Lalu Suzaku duduk disamping Lelouch, memegang tangan pemuda cantik itu lalu memberikan ciuman kecil diatas punggung tangannya.
Suzaku merasakan ada sesuatu yang aneh setelah mencium tangan Lelouch. "Tanganmu... kok berbau cokelat ya?" mulut Lelouch menganga setelah mendengar perkataan Suzaku. Suzaku memang susah untuk dibohongi...
"Er...mu...mungkin itu hanya perasaanmu saja...!" Lelouch cepat-cepat menarik tangannya dari Suzaku. "Aku...tidak habis memakan cokelat, kok..." ucap Lelouch.
Suzaku menyeringai, dia tahu kalau Lelouch berbohong padanya. Namun dia tak mau mempermasalahkan hal sepele seperti itu, Lelouch juga pasti bakal marah-marah kalau dia mempermasalahkan hal itu... dan kalau Lelouch tercintanya sudah marah, Suzaku tak dapat menghentikannya menggunakan cara apapun.
Yang Suzaku lakukan adalah; merebahkan kepalanya dipundak sang pangeran itu, kemudian mengengam tangan kecil dan halus Lelouch. "Aku tak mau mempermasalahkannya, Lulu..." bisiknya.
Lelouch tak menyadari kalau mukanya jadi merah, Suzaku selalu saja membuatnya malu dan tersipu, Apalagi dalam beberapa bulan ini... Suzaku benar-benar berubah... yah, walaupun sebenarnya tak terlalu kelihatan, karena Suzaku memang orangnya sangat hyper, ceplas-ceplos, dan penyayang....
Apa mungkin karena...
'tok-tok.'
Semua pemikiran Lelouch buyar karena ketukan pintu. "Permisi, Lelouch-sama, Suzaku-san..." ternyata Sayoko yang mengetuk pintu, setelah mendapat izin untuk masuk dari Suzaku, pelayan setia Lelouch itu masuk kedalam ruangan. Dia membungkuk dihadapan Suzaku dan Lelouch.
"Ada apa, Sayoko-san?" Lelouch bergeser dari sisi Suzaku, rasanya tak enak dilihat oleh Sayoko kalau mereka sedang berdekatan, padahal Sayoko sudah cukup sering melihat mereka berduaan, dan dia suka melihat mereka berdua saling bermesraan tidak kenal tempat dan waktu.
Sayoko memberikan senyuman kecil kepada majikan mudanya itu sebelum melanjutkan kata-katanya. "Ada 2 orang tamu diluar, dan mereka mengaku sebagai teman dari Suzaku-san."
Suzaku dan Lelouch sama-sama bereaksi "Tamu?" selama ini mereka belum pernah menerima tamu, yah Kecuali Milly dkk... dan dalam hal ini, tamu yang berjumlah 2 orang itu mengaku sebagai teman Suzaku...
"Ah iya, mereka berdua juga menyebutkan sesuatu tentang.... Knight Rounds, ya....begitulah." Tambah Sayoko.
"Knight Rounds??" Suzaku tersentak kaget, Lelouch dan Sayoko sama-sama menatapinya dengan tatapan penuh curiga saat melihat reaksi Suzaku seperti itu. "Berdua? Apakah seorang lelaki dan seorang perempuan??" tambah Suzaku.
"Iya, Suzaku-san." Sayoko membenarkan perkataan Suzaku. Suzaku langsung mendumel tidak jelas, Lelouch tak pernah melihat Suzaku se-panik dan terlihat se-gugup ini, apakah tamu yang datang ke tempat mereka ini adalah tamu yang penting?
Lelouch sendiri juga pernah mendengar nama 'Knight Rounds', melalui Schneizel... dia tak pernah tahu 'Knight Rounds' itu apa, dan juga dia malas untuk bertanya.
"Suzaku, siapakah mereka?" Tanya Lelouch dengan tampang curiga.
"Er..." Suzaku nampaknya tak tahu harus memberikan jawaban apa kepada Lelouch "Mereka...mereka dari divisi Schneizel-sama, juga dari dalam divisiku...entah mengapa mereka datang kemari..."
Lelouch berkedip beberapa kali sebelum mulai berbicara "Divisi Schneizel?" Lelouch mencoba untuk bangkit dari atas sofa, namun mengingat badannya yang berat dan perut yang besar, Suzaku langsung menarik tangan Lelouch dan membantunya untuk berdiri dari atas sofa.
"Lalu ada kepentingan apa mereka datang kemari?" ratapan wajah serius tergambar di wajah Lelouch, karena dia paling tak suka ada orang-orang dari Britania sana datang ke tempatnya hanya untuk merusak hari-harinya bersama Nunnally dan Suzaku.
"Entahlah, tapi kita akan mengetahuinya segera." Ucap Suzaku, dia juga merasa ada yang aneh dengan hal ini, Schneizel tak mungkin menyuruh para Knight Rounds untuk datang kemari tanpa alasan yang kuat.
Lalu mereka berdua berjalan keluar dari dalam ruangan, untuk menemui kedua tamu mereka yang 'special' itu.
(TBC~)
X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X..X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X
(Music Mode Author: Dive to World, CherryBlossom)
MATTGASM:....masih berniat ingin membunuh saia? O___O; er...mangap...baru update... errr...ehee.... abisnyaa... baru inget...kemaren... ehehhehe... *sweatdropped* TOLONG JANGAN BUNUH SAYA!!! D,XX *di tendang* oh, well... maaf, ngga bisa menepati janji bakal rajin update... TT_TT; tapi saia bakal berusaha lebih giat lagi! :D sambil mendengarkan lagu "LEATHER FACE".... HA-HA-HA-HA.... *cough* oke, terima kasih banyak!
