FADE IN TO SERIES (REMAKE)

Series 2 - Fade Into Me

ChanSoo Version

.

.

Original Story By. Kate Dawes

.

.

Cast :

Park Chanyeol

Do Kyungsoo (GS)

Xi Luhan (GS)

Kim Suho

Kim Kai

.

.

Genre :

Romance, Mature

.

.

Bab 9

.++

Minggu sore, aku kembali ke LA, ketika masuk ke apartemen, lagi-lagi apartemenku kosong.

Luhan tidak ada. Jika bukan karena Chanyeol, aku pasti sudah merasa kesepian sepanjang waktu. Artinya aku harus keluar dan bergaul, berkenalan dengan orang-orang baru, di mana itu sangat susah kulakukan, kecuali ada seseorang yang memulai dulu untuk berkenalan.

Aku melakukan tugas rutin mingguanku, menghubungi orangtuaku. Ibu bilang, kalau ayah sakit perut sepanjang minggu, ada sedikit gangguan pada perutnya, dan ayah sedang tidur jadi tidak bisa bicara denganku.

Kami membicarakan tentang hari-hariku, dan aku berbohong tentang bagaimana aku menghabiskan akhir pekanku. Aku bilang padanya, bahwa aku menghabiskan akhir pekan dengan membersihkan apartemen, menonton TV dan beristirahat. Kebohongan yang membosankan dan itu disengaja, agar tidak memicu pertanyaan dari ibuku. Sesuatu yang sederhana seperti mengatakan bahwa aku pergi makan malam dan nonton film akan membuatku semakin harus dan semakin sering berbohong. Lalu ibu berkata, "Ayahmu dan aku telah bicara dan berencana untuk mengunjungimu. Hanya untuk beberapa hari."

Aku tidak mendengar itu untuk sementara. Aku terdiam beberapa detik dan berkata, "Benarkah?"

"Yah, kau terdengar tidak begitu bersemangat dan senang tentang hal itu."

"Maaf."

"Jika kau tidak ingin kami datang..."

"Tidak, Bu, bukan itu. Aku hanya terkejut, itu saja."

Surprise sebenarnya kata yang ringan untuk apa yang kurasakan. Aku bahkan tidak mempertimbangkan bahwa mereka akan datang mengunjungiku disini. Kami tidak pernah membicarakan hal itu, dan mereka tidak terlalu sering bepergian. Di atas semua itu, aku langsung bertanya-tanya bagaimana aku akan menangani semuanya ini dengan Chanyeol. Aku tak pernah menceritakan tentang Chanyeol pada orang tuaku, atau akan menceritakan tentang Chanyeol sekarang, karena mereka akan datang berkunjung, akan lebih terlihat seperti pengakuan daripada sebuah pengumuman yang menggembirakan bahwa aku punya pacar. Untuk saat ini, aku memutuskan bahwa aku harus tetap diam tentang hal itu dan mencari tahu nanti.

"Apakah kau setuju dengan rencana kami?" Tanya ibuku.

"Tentu saja aku tidak keberatan. Kapan rencana perjalanannya?"

"Mungkin di akhir bulan," katanya.

"Apakah Minseok akan datang juga?"

"Kami belum bicara dengannya tentang hal itu, belum."

Aku benar-benar berharap kakak perempuanku akan datang. AKu ingin melihat bayinya, untuk satu hal, tapi juga karena jika ada Minseok akan mengurangi rasa tertekan karena desakan orang tuaku. Tidak diragukan lagi akan ada pemeriksaan yang sangat teliti tentang tempat tinggalku dan seluruh kehidupan baruku di LA.

Ibu berkata bahwa kami bisa membicarakannya lebih banyak minggu depan ketika aku menelepon. Aku mengatakan padanya untuk menyampaikan pesan "semoga cepat sembuh" untuk Ayah, dan kami mengakhiri percakapan di telpon.

Aku sangat lelah, tapi juga ingin ngemil, jadi aku mengisi mangkuk kecil dengan blueberry segar dan duduk di sofa untuk membolak-balik saluran TV. Ketika TV hidup, dilayar masih ada gambarnya. Aku tak tahu apa itu dan berpikir mungkin kabel saluran TV rusak, tapi ternyata itu DVD yang masih menyala dan dalam posisi pause.

Aku menekan tombol PLAY pada remote, kemudian menemukan diriku duduk di sana dengan dua blueberry dalam mulutku, tidak dapat mengunyah, terkejut dengan apa yang sedang kutonton.

Itu Luhan yang berhubungan seks dengan dua orang.

Aku mungkin harus menekan tombol STOP, atau mungkin bahkan menjatuhkan semangkuk buah dan berlari keluar karena keheranan. Tapi sebenarnya, aku tidak bisa berhenti menonton.

Luhan telanjang, hanya rantai emas di pinggang yang melekat pada cincin dipusarnya. Posisinya merangkak, pantatnya ditepi tempat tidur. Satu orang berdiri di belakangnya, menyetubuhinya, sementara pria lain berlutut di depannya dengan Luhan menghisap kemaluannya.

Aku tak percaya pada awalnya, tapi ini bukan hanya Luhan dan dua orang yang merekam diri mereka berhubungan seks. Seseorang mengoperasikan kamera. Video juga beralih dari sudut yang berbeda dan berpindah-pindah untuk berbagai adegan—Luhan telentang dengan satu orang pria menyetubuhinya, pria lain berlutut tepat di belakang kepalanya dengan kemaluannya di wajah Luhan saat dia menjilat dan menghisapnya, Luhan menduduki seorang pria dan posisinya reverse cowgirl style, dengan orang lain berdiri di atas tempat tidur dengan kemaluannya di mulut Luhan, dan adegan terakhir adalah Luhan di atas salah satu orang dan yang lainnya di belakangnya, menyetubuhi Luhan di pantat.

Aku selalu punya sisi usil dan penasaran yang ada pada diriku, tapi ini mungkin contoh terburuk dari kurangnya pengendalian diriku. Aku berharap aku tidak menyaksikan seluruh adegan lima belas menit itu, tapi aku melakukannya.

Kecurigaanku sebelumnya tentang Luhan yang memiliki pekerjaan lain bukan hanya sebagai pelayan telah terbukti. Dia melakukan adegan porno untuk hidup. Tak heran dia tak pernah memintaku untuk membantunya mendapatkan repesentasi dari agen. Aktris macam apa yang punya teman sekamar yang bekerja untuk agen Hollywood, dan tidak pernah menggunakan koneksi itu untuk menjejakkan kakinya di pintu gerbang Hollywood?

Bukan hakku untuk menghakiminya, tapi kuyakin aku tak akan bisa melihat dengan cara yang sama terhadapnya untuk sementara waktu.

Aku tersentak dan berdiri dari sofa, menyadari bahwa jika dia masuk, dia menemukanku sedang melihat DVD. Aku tak ingin dia tahu, tidak ingin kecanggungan seperti itu terjadi. Aku meraih remote dan mensetel DVD kembali ke posisi ketika Luhan mem-paused-nya. Aku mematikan TV dan pergi ke kamarku mencoba untuk tidur.

Tapi itu tidak akan terjadi. Pikiranku berpacu. Aku harus memberitahu seseorang. Aku tidak bisa memberitahu Minseok. Pertama, itu hampir jam 02:00 pagi di Ohio. Plus, aku tidak bisa begitu yakin bahwa dia tidak akan panik, langsung menceritakannya keorang tuaku, dan kemudian aku akan berurusan dengan pikiran kotor tentang hidup di Hollywood dengan seseorang yang bekerja di dunia pornografi. Tidak diragukan lagi orang tuaku akan memproyeksikan dan berpikir bahwa hidupku akan pergi menyusuri jalan satu arah yaitu ke neraka.

Aku menelepon Chanyeol, dan langsung diangkatnya. "Semuanya baik-baik saja?"

"Baik. Kenapa?"

"Hanya memastikan bahwa kau tidak dikunjungi oleh seseorang yang tidak diinginkan."

Aku menghela napas. "Mari kita tidak membahas tentang Kai lagi. Aku sudah bilang, dia kembali ke Ohio."

"Dia lebih baik tetap tinggal di sana."

"Aku punya sesuatu yang sangat liar untuk kuberitahu padamu."

Ketika aku selesai menceritakan tentang DVD, Chanyeol berkata, "Tipikal."

"Hah?"

"Ini terjadi pada banyak gadis yang datang ke sini mencari ketenaran. Mereka berakhir bermain film porno yang beranggaran rendah. Aku telah melihat hal itu terjadi seribu kali."

Aku berkata, "Benarkah?"

"Jangan berpikir macam-macam."

Aku tertawa. "Eh, kau tak perlu khawatir tentang itu. Aku tidak pernah melakukan itu. Selain itu, aku mengalami seks terbaik dalam hidupku sekarang."

"Sekarang? Siapa itu? "

"Diam, kau tahu apa yang ku maksud."

"Ya, aku tahu. Lagi pula, kau tidak terengah-engah seperti biasanya ketika kau sedang melakukannya." Dia tertawa, dan kemudian ada keheningan, yang tidak persis seperti apa yang ingin kudengar. Aku berharap dia akan setuju dan mengatakan bahwa ia juga mengalami seks terbaik dalam hidupnya. Tapi dia tidak mengatakannya.

Satu hal yang baik adalah aku tidak mengakui perasaan lain yang berkembang dalam diriku. Aku jatuh cinta padanya.

.

.

.++

TBC