Title : Throbbing Tonight
Author : Thazt
Pair : Yunjae
Cast : All DBSK member and Super Junior
Genre : Adventure, fantasy, romance, humour.
Rating : PG15
Lenght : Chapter 21
Disclaimer : Throbbing Tonight Koi Ikeno and all Character of this fanfiction is belong to themseleves and God.
Ket : umur 1 tahun dunia manusia sama dengan umur 3 tahun dunia setan. Umur dewasa di dunia setan adalah 54 tahun atau setara dengan 18 tahun di dunia manusia.
Warning : Some Character is OOC [Out of Character]. Mantra sihir yang terkadang dalam pengucapannya sulit.
Happy Reading!
"Yunho dan Jaejoong pacaran?" suara mendesis Heechul yang terdengar sangat mengerikan langsung membuat Yunho dan Jaejoong yang sudah diam terpaku menjadi tegang. Keringat dingin sudah membasahi tengkuk mereka.
Jaejoong memandang Yunho dengan tatapan –sepertinya-umma-akan-marah—apa-yang-harus-kita-lakukan-?-
Yunho balas memandang Jaejoong dengan tatapan –aku-juga-tidak-tahu-
" Ya! Kalian berdua..."
:: 0oo0 ::
Throbbing Tonight – Chapter 21
Suprised! First Day!
:: 0oo0 ::
"Umma." Panggil Jaejoong kecut. Ia kini pasrah jika Ummanya marah besar padanya dan Yunho.
"Kamu! Kenapa nggak ngomong sama Umma sih, Joongie?" seru Heechul gemas yang langsung membuat Yunho dan Jaejoong menganga lebar.
"Umma nggak marah?" tanya Jaejoong takut-takut. Tangannya kini telah meremas lengan Yunho dengan kuat.
Heechul menatap Jaejoong dengan sebuah senyuman yang terukir di wajahnya, "Kalau memang kamu bahagianya sama Yunho, Umma sih nggak masalah. Ya kan Gege?" tanyanya pada Hankyung.
Hankyung mengangguk.
"Gomawo, Umma.. Appa.." ucap Jaejoong senang. Ia berbalik dan memandang Yunho.
"Gomawo, Heechul-ssi, Hankyung-ssi." Ucap Yunho.
"Hhh—kalian cocok juga." Ucap Heechul. "Geez- sepertinya aku sudah terkontaminasi oleh Leeteuk."
"Hei, Yoochun. Kau berpacaran dengan seorang manusia?" tanya Hankyung.
"Nde." Balas Yoochun.
"Jadi... apa dia sudah mengetahui jati diri mu yang sebenarnya?" tanyanya lagi.
"Belum. Dia pasti akan kebingungan dengan apa yang akan aku ceritakan padanya. Lebih baik aku tidak mengatakannya kan?"
"Kau harus berbicara dengannya, Yoochun." Nasihat Hankyung.
"Aku sudah berencana untuk berbicara dengan baginda raja. Aku ingin meminta izin untuk hidup di dunia manusia."
"Ingatanmu dan kekuatanmu sebagai manusia dunia setan akan dihapuskan. Kau tahu itu bukan? Lebih baik Junsu mengetahui jati dirimu. Itu lebih baik." Ucap Hankyung menasehati.
"Aku tahu itu, tapi..-" belum selesai Yoochun berbicara, Yunho sudah terlebih dahulu memotongnya. "Tenang saja, Junsu pasti bisa menerima semua yang kau katakan. Dia orang yang juga berpikiran terbuka."
"Begitukah? Baiklah.. aku akan coba untuk mengatakan hal ini padanya."
"Semoga kau berhasil, Yoochun-ssi." Ucap Jaejoong memberi semangat.
"Sudah selesai dengan masalahnya Yoochun?" tanya Heechul. "Aku ingin memberi peraturan untuk Yunho dan Jaejoong." Sambungnya. Ternyata sedari tadi Heechul diam tak ikut berbicara dalam masalah Yoochun karena sibuk menyusun apa-apa saja yang tidak boleh dilakukan oleh mereka berdua mengingat kamar mereka yang berdekatan.
"Peraturan? Untuk apa?" tanya Jaejoong cepat.
"Untuk mencegah kalian berdua melakukan 'this and that'." Balas Heechul santai.
"Kami tak akan melakukan hal sejauh itu Umma!" sentak Jaejoong cepat. "
"Hanya untuk memastika saja,Joongie. Pokoknya kalian berdua harus menuruti peraturan Umma. Titik." Seru Heechul.
Dan dimulailah sesi pembacaan peraturan oleh Heechul yang amat sangat panjang utuk didengarkan itu.
::VallShapley. 08.30 AM::
"Huaah- masa nggak boleh kencan di dalam rumah sih?" gerutu Jaejoong kesal. Dibaringkannya tubuhnya di samping Yunho yang telah terlebih dahulu membaringkan tubuhnya di padang rumput tempat mereka berada saat ini.
Ya.. Saat ini mereka kembali berada di Vallshapley. Menunggu hingga jam 9 tiba lalu memulai latihan mereka bersama Changmin.
"Kalau nggak boleh kencan di dalam rumah, ya kita kencan diluar dong." Ucap Yunho santai.
"Tapi, aku malas keluar rumah." Ujar Jaejoong .
"Tinggal pakai teleport, apa susahnya sih?"
"Kita nggak boleh menggunakan kekuatan kita di sembarang tempat di dunia manusia, tahu! Manusia nggak boleh mengetahui keberadaan kita sebagai manusia dunia setan." Seru Jaejoong.
Yunho beringsut mendekati tubuh Jaejoong lalu melingkarkan tangannya di pinggang Jaejoong. "Kalau kencan di dunia manusia nggak mau, ya kita kencannya di dunia setan saja."
Jaejoong membalikkan badannya hingga menghadap Yunho. "Sesukamu lah." Ucapnya pasrah.
"Kalau aku sih, paling nggak suka sama peratuan 'dilarang berduaan di dalam kamar dalam jangka waktu lama'," ujar Yunho.
Jaejoong langsung memukul dada Yunho dengan pelan. "Aku sih setuju dengan peraturan itu."ucapnya
"Kenapa?" tanya Yunho dengan nada manjanya.
"Karena kamu bisa kapan saja melakukan 'this and that' padaku jika kita berada di dalam kamar." Jawab Jaejoong.
"Aku nggak bakal ngelakuin 'this and that' kok. Paling cuma memberi tanda saja. Tapi kalau ada kesempatan sih, bisa aja aku langsung nyerang kamu.. hehehe" Elak Yunho cepat masih dengan nada manjanya.
"Pervert ice prince!" dumel Jaejoong.
"Jam berapa ini? Apa sudah waktunya?" tanya Yunho mengalihkan topik mereka.
Jaejoong melirik sedikit ke arah jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 9 kurang lima menit. "Tinggal lima menit lagi." Ucapnya pelan.
"Kajja." Ucap Yunho. Ia bangkit terlebih dahulu kemudian mengulurkan tangannya membantu Jaejoong bangkit. Jaejoong pun dengan senang hati menyambut uluran tangan kekar itu.
"Gomawo." Ucap Jaejoong pelan. Yunho tersenyum untuk membalas ucapan Jaejoong.
"Ayo pergi." Ajak Yunho yang langsung merentangkan tangannya. Dengan maksud meminta Jaejoong untuk memeluknya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Jaejoong yang tak mengerti kenapa kekasihnya itu merentangkan tangannya seperti itu.
Yunho langsung memasang tampang merajuknya pada Jaejoong. "Masa nggak ngerti sih, Joongie?"
"Ung- kenapa Yun?"
"Aish.. kenapa kamu tiba-tiba jadi super lemot sih." Dumel Yunho. Menyadari bahwa kekasihnya itu tidak akan mengerti maksudnya dalam jangka waktu dekat, akhirnya Yunho berjalan mendekat ke arah Jaejoong dan langsung memeluknya.
Pats..
::Saturnix. 09.02 AM::
"Hyaa-! Kau itu selalu berteleport seenaknya saja!" Jaejoong melepaskan pelukan Yunho memukul pelan dada Yunho karena kesal pada sang kekasih yang selalu mengajaknya berpindah tempat tanpa pemberitahuan sebelumnya.
"Lemot." Sindir Yunho. Tangannya bergerak untuk menyentil kening Jaejoong.
"Sakit!" ringisnya pelan. "Tega!"
"Sudahlah.. jangan pasang tampang memelasmu itu." Ucap Yunho dingin.
"Ya! Kapan aku memasang tampang memelas?" balas Jaejoong. "Kenapa nada suaramu tiba-tiba menjadi sedingin es? Dasar bermuka dua." Cibirnya.
"Hmm?" Yunho mengulurkan tangannya dan meraih tubuh Jaejoong dan menarik tubuh itu hingga menempel pada tubuhnya sendiri. Dengan protektif, kedua lengan Yunho melingkar di pinggang ramping milik Jaejoong. "Kapan?" bisik Yunho pelan.
Jaejoong merasa dirinya merinding mendengar suara berat milik Yunho yang seakan menggema di kepalanya. "A-Apa yang kamu lakukan?" tanya Jaejoong. Bisa ia rasakan jika suaranya berubah menjadi sedikit bergetar.
"Apa yang akan kulakukan ya?" bisik Yunho lagi. Suaranya terdengar jauh lebih berat dari yang sebelumnya. Perlahan kepalanya mulai turun menuju leher putih nan jenjang milik Jaejoong.
"Yunhhh-" Jaejoong sedikit mengerang kecil kala Yunho mulai menjamah lehernya itu.
Awalnya Yunho hanya mengecup ringan kulit leher itu. Tak puas hanya dengan mengecup, Yunho mulai menjilat dan menghisap leher Jaejoong di satu titik.
Jaejoong kembali mengerang pelan, "Hhentikhan Yunhh."
"Apa yang kalian berdua lakukan?" suara Changmin yang muncul tiba-tiba membuat Jaejoong mendorong tubuh Yunho dengan sekuat tenaganya hingga Yunho sedikit trdorong kebelakang.
"T-Tidak.. K-Kami tidak melakukan apa-apa." Jawab Jaejoong terbata-bata dengan wajah memerah. Sementara Yunho hanya memasang ekspresi cool-nya.
"Kenapa ada bekas kissmark di lehermu?" tanya Changmin lagi.
Jaejoong dengan cepat menutup daerah lehernya di mana Yunho tadi telah memberikannya tanda. "K-Kissmark? T-Tidak kok... Ini bukan kissmark." Elaknya cepat dan salah tingkah.
"Yasudahlah.. tidak apa-apa." Ucap Changmin yang langsung membuat Jaejoong menghembuskan nafas lega.
"Bisakah kita mulai latihannya sekarang?" ucap Yunho dengan tampang coolnya yang jauh berbeda dengan tampang Jaejoong yang memerah dan salah tingkah.
"Dasar muka es." Gerutu Jaejoong dalam hati. "Bagaimana mungkin dia bisa bertingkah sesantai itu? Padahal apa yang dia lakukan tertangkap basah oleh Changmin-ssi." Gerutunya lagi.
"Pertama aku akan memberikan penjelasan tentang cincin kalian." Changmin mengambil satu langkah kebelakang. "Masing-masing dari cincin kalian memliki kekuatannya masing-masing. Yunho menguasai kekuatan yang ada didunia manusia dan Jaejoong menguasai kekuatan yang ada di dunia surga. Untuk mengeluarkan kekuatan kalian harus mengucapkan mantra." Jelas Changmin.
"Masing-masing sihir memiliki tingkatan. Tingkat satu adalah sihir biasa, tingkat dua adalah sihir yang lumayan kuat, dan tingkat tertinggi adalah tingkat tiga yaitu sihir ilmu tinggi. Biasanya mantra sihir tingkat satu terdiri dari satu kata. Tingkat dua terdiri dari dua kata dan tingkat tinga terdiri daridua kata yang digabungkan menjadi satu." Jelas Changmin lagi.
"Sekarang, gunakan cincin kalian." Suruh Changmin. Yunho dan Jaejoong pun langsung melepaskan kalung mereka dan menggunakan cincin mereka masing-masing. "Yang akan kalian pelajari pertama adalah sihir pertahanan."
"Apa mantra yang kami ucapkan?" tanya Jaejoong.
"Mantra dapat kalian ciptakan sendiri. Sihir yang keluar akan sesuai dengan apa yang kalian ucapkan. Hanya memerlukan bayangan singkat saja." Jelas Changmin lagi.
"Baiklah." Ucap Yunho dan Jaejoong serempak.
"Aku akan mencoba pertama." Ucap Yunho. "Shield." Sebuah cahaya abu muncul di depan Yunho dan mulai membentuk perisai dengan cepat. "Whoaa." Ucap Yunho takjub
"Itu termasuk sihir tingkat satu, Sihir perisai seperti ini tidak akan kuat dalam menahan serangan sihir tingkat dua dalam waktu lama." Urai Changmin.
Yunho mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Angel shield." Ucap Jaejoong. Sebuah cahaya putih muncul di hadapan Jaejoong dan membentuk sebuah bentuk malaikat. "Ini sihir tingkat dua kan?" tanya Jaejoong yang langsung disambut dengan anggukan kepala oleh Changmin.
"Mantra sihir tingkat tiga seperti apa?" tanya Yunho.
"Dengarkan baik-baik." Yunho dan Jaejoong langsung memandang Changmin dengan serius. "foxdev." Api-api merah berbentuk serigala dengan tanduk di kepalanya muncul dan menyerang perisai milik Jaejoong dan menghancurknnya tanpa bersisa.
"Foxdev adalah sihir tingkat tiga di mana ini adalah pencampuran antara sihir 'fox' dan 'devil' sehingga menghasilkan sihir seperti tadi." Jelas Changmin tentang sihir yang baru saja dilakukannya.
"Jadi, misalkan aku menggabungkan sihir 'angel shield' maka akan muncul sihir pertahanan tingkat tiga?" tanya Jaejoong.
"Tepat sekali. Namun tidak semua sihir tingkat tiga yang dapat dikuasai dengan cepat. Ada beberapa sihir tingkat tiga yang sangat sulit untuk dikuasai. Kalian harus menguasai cincin kalian sepenuhnya." Urai Changmin lagi.
"Bagaimana cara melihat berapa persen kami telah menguasai cincin kami?" tanya Yunho.
"Lihatlah kecincin kalian. Jika warna mata cincin kalian telah berubah sepenuhnya maka kalian telah menguasai cincin kalian sepenuhnya." Jelas Changmin. "Merah untuk cincin dunia surga. Abu untuk cincin dunia manusia. Hijau untuk cincin dunia setan dan hitam untuk cincin dunia kegelapan."
Yunho memandang kearah mata cincinnya yang memang berwarna abu namun masih memiliki sedikit sisi berwarna merah tepat ditengah mata cincin itu. Keadaan tak jauh berbeda pun terlihat di cincin Jaejoong. Bedanya sisi yang berwarna abu pada cincin Jaejoong masih lebih banyak.
"Penjelasan lainnya akan ku berikan sesuai dengan sihir yang kalian pelajari. Hari ini kita akan mempelajari tentang sihir pertahanan. Siapkan diri kalian" titah Changmin.
::Chainz Park [11.00 AM]::
"Siwonnie! Ayo kita main!" Kibum menarik paksa tangan Siwon dan membawanya masuk kedalam taman labirin istana yang sangat sulit untuk bisa keluar dari sana.
"Stop!" Siwon mencengkram pudak Kibum sehingga Kibum berhenti melangkah dan menariknya. Chainz sedang dalam perawatan. Dilarang memasuki chainz selama tiga hari, kau tahu?" ucap Siwon. Kibum langsung menggelengkan kepalanya.
"Nggak mau! Maunya masuk ke dalam!" rengek Kibum. Siwon tak memperdulikan rengekan Kibum, ia menarik paksa Kibum menjauh dari taman dan membawanya menuju halaman utama.
"Duduk di sini." Perintah Siwon paksa. Dengan wajah yang merengut kesal, Kibum pun mendudukkan dirinya di atas sebuah ayunan dua kursi yang berdiri tegak di tengah-tengah taman.
"Kenapa kau membawaku kesini?" tanya Kibum setengah kesal.
"Tidak ada, hanya ingin membawamu ke sini saja." Jawab Siwon acuh. Ia mulai menggoyang kan ayunan itu lalu ikut duduk di kursi ayunan yang berada di hadapan Kibum.
"Hibur aku Siwonnie." Lirih Kibum pelan. "Aku merasa kesepian." Raut wajahnya berubah menjadi sendu.
"Kemari." Siwon menepuk sisi di sebelahnya, Kibum pun langsung memindahkan dirinya duduk di samping Siwon. "Kenapa kau merasa kesepian? Bukankah kau mempunyai banyak teman sekarang?" tanya Siwon lembut. Nalurinya sebagai sahabat kecil Kibum muncul.
Kibum menyandarkan dirinya di bahu Siwon, "Mereka tidak semenyenangkan Siwonnie dan Jaejoong hyung." Jawab Kibum pelan.
"Itu karena kau belum membuka dirimu untuk orang lain selain kami berdua." Ucap Siwon. "Cobalah untuk menerima seorang teman baru, Kibummie. Kau pasti tidak akan merasa kesepian." Nasihat Siwon. Meskipun masyarakat dunia setan telah menerima kehadiran Kibum, namun Kibum menutup dirinya. Sepertinya ia merasa trauma.
"Kau tahu Siwonnie, aku sangat-sangat-sangat mencintaimu." Ucap Kibum bersemangat. "Aku nggak mau kehilanganmu."
Siwon mendesah pelan. Harus ia akui, ada perasaan hangat yang menerpa dirinya tiap bersama dengan Kibum. "Kau hanya menyayangiku sebagai seorang kakak Kibummie." Balas Siwon.
Kibum menggeleng, "Tidak." Sanggahnya cepat. "Aku mencintaimu, Siwonnnie. Aku mencintaimu selayaknya rasa cinta yang kau rasakan ke Jaejoong hyung."
"Tapi...-"
"Diamlah Siwonnie. Aku tidak mau mendengar alasanmu. Aku akan menunggu, sampai kau bisa menerimaku Siwonnie. Maka dari itu cobalah untuk menerima kehadiranku di hatimu." Ucap Kibum pelan.
::Siwon POV::
Deg.
Jantungku berdegup kencang dengan sendirinya. Apa ini? Apa mungkin aku menyukai Kibum?
Tidak mungkin!
Aku hanya menyayanginya sebagai adik. Ya benar! Sebagai adik. Itu saja. Tidak lebih.
Tapi...
Argh! Kau tidak boleh plin plan Siwon! Tentukan pilihanmu sekarang! Apa kau akan terus menganggap Kibum sebagai adikmu atau kau akan membuka hatimu untuknya?
Tidak ada lagi yang bisa kau harapkan dari Jaejoong. Dia telah menjadi milik laki-laki yang kemungkinan besar juga akan merebut tahta kerajaan darimu.
Kulirik ke arah Kibum yang menyandarkan kepalanya di bahuku. Matanya terpejam dan dengkuran halus terdengar dari mulutnya. Rupanya di tertidur.
Anak ini terlihat manis jika tidur seperti ini.
Kubelai pelan pipinya. "Aku akan mencobanya, Kibummie. Akan kucoba untuk membuka hatiku untukmu." Bisikku.
Perlahan , kuraup tubuhnya yang tengah tertidur dan membawanya ke dalam kamarnya.
"Apa yang terjadi dengan Kibum –hyung?" suara Yesung muncul tiba membuatku kaget. Yesung tengah bersandar di tiang istana.
"Dia hanya tertidur." Jawabku santai.
Kulihat sebuah senyuman terlukis di wajahnya, "Kenapa kau tersenyum seperti itu?" tanyaku.
"Kasihan Kibum-hyung, hyung. Setidaknya, berikan dia perhatian." Ujarnya penuh nasihat. Dia bertindak seperti dialah hyung-nya disini. Padahal dialah yang lebih kecil di sini.
"Aku tahu dan aku akan mencobanya Yesung." Ucapku cepat.
Kulangkahkan kakiku dengan cepat meninggalkan Yesung. Bisa-bisa aku akan kalah telak jika berbicara dengannya. Dia itu sok dewasa sekali.
::End Siwon POV::
.
::Kibum POV::
Rasanya hangat dan nyaman.
Apa aku sedang berada dalam pelukan seseorang?
Kenapa pula tubuh ku terasa ringan dan melayang?
Siapa yang tengah menggendongku? Apa Siwon?
Aku tak ingin membuka mata, semua kehangatan ini membuatku nyaman. Aku takut jika membuka mata, maka aku tak dapat merasakan kehangatan ini lagi.
"Apa yang terjadi dengan Kibum –hyung?" suara ini, suara Yesung.
"Dia hanya tertidur." Kali suara lain terdengar. Suara berat yang kuhapal dengan pasti pemiliknya. Ternyata benar, Siwon. "Kenapa kau tersenyum seperti itu?" suara Siwon kembali terdengar.
"Kasihan Kibum-hyung, hyung. Setidaknya, berikan dia perhatian." Rupanya Yesung mengkhawatirkanku ya.
"Aku tahu dan aku akan mencobanya Yesung." Setelah mengucapkan kalimat itu kurasakan Siwon melangkah dengan cepat.
Hmm.. tidak apa-apakan berpura-pura tertidur seperti ini? Aku ingin merasakan perhtian Siwon padaku.
::End Kibum POV::
.
::Siwon POV::
Tubuhnya cukup ringan untuk ukuran seorang namja. Apa anak ini kurang makan ya?
Kubuka pintu kamarnya perlahan , segera kumasuki ruangan itu sambil berusaha agar kepalany tak terantuk dengan pintu. Aku tak ingin menganggu tidurnya.
Dengan lembut pula kutidurkan ia di ranjangnya lalu menyelimutinya. "Kau sangat manis Kibummie."ucapku pelan. Kukecup keningnya penuh sayang sebelum keluar dari kamar ini.
::End Siwon POV::
Kibum membuka matanya perlahan saat suara pintu kamarnya yang ditutup terdengar.
"Hwaaa-!' pekik Kibum tertahan. Ia menutup wajahnya yang telah memerah dengan menggunakan selimut. "Siwon mencium keningku! Senangnya~!"
Kibum memegang keningnya. "Pokoknya aku harus bisa mencuri hati Siwonnie." Gumamnya riang.
-Darkdown Backed [01.00 PM]-
Donghae tampak duduk di sisi pinggir ranjang yang ditiduri oleh Eunhyuk dengan lelapnya. Tangannya meremas lembut jemari milik Eunhyuk yang berada dalam genggamannya.
"Jika aku mengatakan kalau aku hanya memanfaatkanmu, apa yang akan kau lakukan padaku?" tanya Donghae pelan. "Mungkin kau akan membunuhku." Jawabnya atas pertanyaannya sediri.
"Tapi.. kau tahu.. rasanya aku benar-benar jatuh cinta padamu. Semua yang ada pada dirimu membuatku terpikat." Ujar Donghae.
"Aku akan membangun dunia, di mana kau dan aku akan hidup bahagia berdua selamanya." Ucap Donghae. "Siapapun yang akan menghalangi kita akan aku hancurkan. Kali ini tidak ada yang boleh menyakitimu lagi."
"Masih tersisa dua hari lagi sebelum kau tersadar." Uhjar Donghae. "Satu hari setelah kau tersadar, kita akan memulai penyerangan untuk merebut cincin ku kembali sekaligus mencari keberadaan cincin yang lainnya."
Donghae terus menatap intens Eunhyuk yang tetap terpejam. "Semoga kau bermimpi indah saat ini." Gumamnya pelan.
-[Untitled place]-
"Datang dan carilah aku wahai ksatria akhir yang terpilih. Meskipun kau tak sadar, semua petunjuk akan membawa mu ke hadapanku. Aku akan menunggumu."
-[Tsudzuku]-
Mind To Comment?
