Title : Preferential Concubine

Author : Jenny Kim

Disclaimer : Super Junior milik diri mereka sendiri, SMEnt, ELFs dan Tuhan YME. Saia hanya memiliki cerita fiksi ini^^

Warning(s) : Typo(s), OOC akut, Yaoi, MPreg, fantasy berlebihan(?), pairing suka-suka author XD

Rated :T

OC(s) : Cherry Choi, etc.

Summary : Yesung terancam tidak bisa mendapatkan Putra Mahkota untuk klannya meski ia telah memiliki dua pendamping lantaran bayi-bayi dari kedua pendampingnya tidak pernah dapat lahir dalam keadaan hidup. Hingga akhirnya Yesung bertemu dengan Ryeowook, pemuda buta dengan keistimewaan yang hanya diketahui oleh orang-orang berkeistimewaan yang Yesung butuhkan dan orang itulah yang selalu Kyuhyun sembunyikan.

.

.

.

.

.

Preferential Concubine, Chapter 19

Henry meremas ukiran besi di jendela kamar Kibum sesaat setelah Siwon meninggalkannya untuk melihat keadaan di puri Selir Ryeowook. Namja mungil yang kini genap berusia limat tahun itu menangis tersedu-sedu. Menatap kearah langit gelap dengan pandangan yang sedikit kabur. Ini adalah pagi terburuk yang pernah dialaminya.

"Hiks.. Mi.. Mimi.. tolong umma-ku.. Hiks.."

.

.

.

.

.

Preferential Concubine, Chapter 20

"Mau kemana, Tuan Choi?"

Langkah Siwon terhenti ketika secara tiba-tiba Luna telah berhenti tepat di depannya, menghalanginya. Siwon mencoba bersikap tenang. "Bukankah sudah kuperintahkan bahwa tidak ada yang boleh keluar sampai keadaan membaik?" tanyanya balik.

Luna tersenyum nakal. "Aku bukan gadis penurut." Ia menengok sekilas ke belakang kemudian kembali memfokuskan tatapannya pada Siwon. "Kelihatannya kau mau ke puri Selir Lumpur."

"Selain tidak patuh, kau juga tidak punya etika dalam bertata krama, ya, Nona Park," ucap Siwon halus, namun tidak dapat meninggalkan kesan cibiran dalam suaranya.

"Dia memang lumpur. Kastanya rendah karena dia manusia," ucap Luna tak mau kalah.

"Aa. Bukankah kastamu lebih rendah? Kau bangsawan terhormat, namun bergantung hidup pada darah manusia, benar bukan?" Siwon tersenyum menang ketika mendapati alis Luna berkedut menahan marah.

"Terserah apa katamu, Tuan Choi. Alih-alih menemui selir tidak penting itu, alangkah baiknya jika kau menemui rajamu yang sedang bertempur dengan Kyuhyun di tengah hutan." Luna melirik Leeteuk yang datang dari kejauhan menghampirinya dan Siwon.

Mata Siwon menajam, "Kau ingin aku membantu Kyuhyun agar tidak terbunuh oleh Yang Mulia?" tanyanya geli.

Luna menyibak rambutnya, "Sebaliknya. Kakak iparku yang terlihat mengkhawatirkan. Dia tidak melawan sedikitpun meski Kyuhyun telah membuat tubuhnya penuh luka."

"Tidak mungkin.." gumam Siwon tak percaya.

Leeteuk tercekat. 'Itu mungkin saja terjadi jika Kyuhyun… kembali mendapatkan kekuatan iblisnya…' batinnya.

"Lalu kenapa kau masih disini? Seharusnya kau menolong kakak ipar tercintamu itu, 'kan?" tanya Siwon sarkastik.

"Sayangnya ada orang yang bilang bahwa aku harus berada di dalam kediamanku sampai keadaan membaik. Jadi sebagai bangsawan yang tak ingin namanya tercemar, aku harus menurut dan pulang. Sampai jumpa, Tuan Choi~" Luna melambaikan tangannya dan melangkah pergi.

Siwon menggeram. 'Nenek sihir!' batinnya kesal.

"Siwon, aku ingin ke hutan," kata Leeteuk tiba-tiba.

Siwon menoleh, sedikit terkejut akan kehadiran Leeteuk karena sedari tadi ia fokus pada Luna. "Menemui suamimu?" tanya Siwon memastikan. Leeteuk mengangguk mantap sebagai jawaban. "Baiklah." Siwon menggenggam lembut tangan Leeteuk dan berjalan cepat kearah hutan. Mungkin bisa memastikan keadaan Ryeowook setelah ini, pikir Siwon.

0o0o0o0o0o

"Hnghh…" Alis Ryeowook menyatu. Rasa sakit yang sedikit berkurang karena sinar yang Yesung masukkan ke dalam tubuhnya lewat sebuah ciuman ternyata tidak berlangsung lama. Perutnya kembali terasa nyeri, lebih dari sebelumnya.

Pria atau wanita—Ryeowook tak begitu yakin—yang dipanggil Yesung dengan nama Amber ada di luar purinya, sepertinya di tepi puri dan terlihat sedang menunggu seseorang. Meninggalkan Ryeowook sendirian dengan sakit teramat sangat di perutnya.

"Argh!" Ryeowook memekik. Sesuatu di dalam perutnya seakan meninju perutnya dari dalam. Membuat perut Ryeowook kembali tidak rata—bergelombang membentuk kepalan tangan. Ryeowook memejamkan matanya, mulai ragu apakah yang ada di perutnya adalah bayi mungil menggemaskan atau…

…sesosok monster.

"Dia sudah tidak sabar untuk keluar. Di dalam sana terlalu sempit untuk berbagi, benar bukan, Yesung kecil?"

Tawa cekikikkan menggema setelah kalimat itu terucap entah dari bibir siapa, Ryeowook tidak mengetahuinya. Ia membuka matanya tepat saat tangan si pemilik suara mengusap dahinya. Dingin, amat sangat dingin. Seperti es.

Mata sipitnya tak dapat melihat terlalu jelas. Namun ia tahu bahwa yang mengusap dahinya adalah seorang wanita cantik. Berambut hitam panjang yang bergelombang. Tubuhnya langsing dan kulitnya putih pucat. Wanita cantik itu memakai gaun putih bersih dan sedang duduk di sisinya.

Namun napas Ryeowook seolah terhenti ketika matanya beradu dengan mata wanita cantik itu. Mereka memiliki warna mata yang sama persis.

"Matamu, coklat karamel. Itu mata Yoona eonni."

"Saat Henry baru berusia dua tahun, ia bertanya seperti apa ibunya. Dan aku bilang ibunya adalah seseorang bermata coklat karamel. Sejak saat itu, dia selalu mencari orang yang memiliki mata coklat karamel. Mengingat itu, aku memutuskan untuk memberimu mata coklat karamel."

"I-itukah sebabnya Henly langsung memanggilku 'Umma' sejak pertama kali bertemu?"

Ucapan Luna dan percakapannya dengan Yesung membuat keyakinan Ryeowook semakin menjadi. Dadanya bergemuruh menatap mata itu…

…coklat karamel.

Wanita berambut panjang itu tersenyum, "Kau sudah tahu siapa aku, ya, Ryeowook?" tebaknya.

"Yoon—Yoona.." lirih Ryeowook terbata.

Wanita cantik itu mengangguk. "Ah, jabatan ratu yang kumiliki memang telah berpindah pada Vincent, sih ya.." gumamnya pada dirinya sendiri sambil mengingat wajah aegyo Vincent—Sungmin.

"B—bagaimana bi…sahh…ughh…" Ryeowook meringis, lalu menggigit bibirnya. Bayinya bergerak lagi.

"Kau lupa, ini kuburanku. Tempat aku dimakamkan. Wajar jika aku bisa berada di sini," ucap Yoona sambil mengerling. Mayatnya memang dihanyutkan di kolam darah. Selama ini dia juga selalu berkeliaran di puri Ryeowook yang tempatnya ada di atas kolam darah, namun ia tidak pernah menampakkan wujudnya karena merasa tidak perlu.

"Ryeowook, terimakasih, ya.." ucap Yoona tulus. "Kau telah menjaga dan menyayangi putraku dengan tulus. Karenamu, Yesungie pun akhirnya bisa merasakan cinta."

Ryeowook tersenyum getir. 'Dia tidak mencintaiku. Sama sekali tidak. Tidak pernah ada kata cinta terucap dari bibirnya,' batinnya perih.

"Aku tahu, Yesungie melakukan semua ini pasti ada tujuannya. Tetaplah percaya padanya," ucap Yoona yang mengerti kegundahan hati Ryeowook. "Sebagai ucapan terimakasih, aku akan membantumu."

Ryeowook tercengang. "Apa yang—" ucapannya terputus saat Yoona meletakkan telapak tangannya di dada Ryeowook. Tubuh wanita cantik itu berubah menjadi butiran-butiran bercahaya seperti bubuk peri dan menyusup ke dadanya.

"Hanya ini yang bisa kulakukan. Kuharap ini mempermudahmu, dan bahagialah dengan Yesungie serta anak-anak kalian…"

Suara Yoona menggema di langit-langit kamarnya hingga akhirnya menghilang sepenuhnya.

Ryeowook menyentuh dada kirinya. Jantungnya masih berdetak normal. Sebenarnya apa yang dilakukan Yoona? Tidak ada sesuatu yang terjadi sampai…

"AAAAAARRRGGGHH!" Ryeowook berteriak kesakitan saat sekujur tubuhnya terasa panas seperti terbakar. Ia meremas dadanya semakin kuat. Ada yang salah! Ada yang salah! Kulit di dadanya yang terasa paling panas dan gatal. Kulitnya seakan ditarik paksa untuk melebar.

Ini gila! Dadanya secara tiba-tiba tumbuh dan membesar membentuk payudara.

…Tidak mungkin! Apa yang terjadi padanya?

Belum berhenti kekagetannya pada sepasang payudara yang kini dimilikinya, rasa sakit kini berkumpul di daerah organ intimnya. Apa lagi sekarang, Tuhan?

"Argghh! Arrggghh… sakit… hentikan! Arrrgghh…"

"Amber, kita harus menolongnya!"

"Memangnya apa yang bisa kita lakukan jika Mendiang Ratu ingin dia jadi wanita?"

What? Wanita?! Ryeowook tidak tahu sejak kapan wanita yang berpakaian ala pria itu ada tak jauh dari ranjangnya bersama seorang gadis cantik berambut sangat panjang. Namun ia tidak peduli! Yang ingin ia tahu, apa maksud Amber berkata seperti itu?! Yoona ingin dia jadi wanita? Tidak! Ini tidak masuk akal!

Kepalanya berdenyut-denyut. Ryeowook mendesis seraya menjambak rambutnya. "Aaaarrgghh…" Ia bisa merasakan hal yang aneh kembali terjadi padanya. Rambutnya menebal dan memanjang dengan rasa sakit yang teramat sangat di kulit kepalanya.

"Jadi kau ingin kita hanya berdiam diri disini tanpa melakukan apapun, begitu?!"

"Belum ada yang perlu kita lakukan, Princess."

"Aarrggghhh… sakit…" Ryeowook merintih kesakitan dengan wajah mendongak ke atas. Punggungnya melengkung ke depan dengan kedua kaki terlipat dan terbuka lebar. Kedua tangannya menekan selakangannya.

Rasa sakit itu melingkupi penisnya. Kejantanan mungilnya itu seolah dirobek dari lubang kencing sampai pangkalnya kemudian dibakar. Ryeowook dapat merasakan organ pribadinya bertransformasi membentuk wujud baru.

Rasa sakit itu mulai mereda saat ada cairan yang terasa lengket seperti lendir mengalir deras dari organ intimnya dan membasahi celana dalamnya. Tetapi Ryeowook yakin, lubang kencingnya yang begitu kecil berubah menjadi lubang yang sangat besar. Melebihi lubang anusnya. Seperti… klitoris vagina seorang wanita yang telah mengalami pembukaan dalam persalinan.

Ryeowook semakin memucat. 'T—tidak mungkin…'

DEG

"Urrgh.." Ryeowook tersentak dan mengerang saat sesuatu menekan daging kencang di antara organ intim dan anusnya. Apa itu kepala bayinya?

Sepasang kain panjang menjuntai ke bawah dari langit-langit puri. Masing-masing kain putih susu itu membelit tangan Ryeowook. Kain itu seperti telah disiapkan untuk membantu Ryeowook berpegangan. Tangan Ryeowook bergerak sendiri untuk mencengkeramnya ketika sang bayi mulai menyiksanya lagi.

Dua buah kain kembali hadir. Kini kain-kain itu muncul dari balik dinding dan menembus kepala ranjang layaknya pisau tajam. Kain yang mirip seperti kain panjang yang biasa digunakan oleh penari dalam sirkus untuk menari dan bergelantungan itu seakan menari di sisi kanan dan kiri Ryeowook. Kain sebelah kanan menyelip dibelahan bibir Ryeowook. Memaksa gigi Ryeowook untuk menggigitnya. Sedangkan kain sebelah kiri masuk ke dalam selimut Ryeowook. Dengan mudah melepaskan celana dalam Ryeowook kemudian melingkar di atas perut Ryeowook. Menarik tubuh Ryeowook hingga terduduk dan bersandar di kepala ranjang.

"Nghh…"

Cengkeraman Ryeowook semakin kencang saking takutnya. Kain-kain macam apa itu? Kenapa bisa bergerak dengan sendirinya? Kain putih susu itu mengingatkan Ryeowook pada sulur-sulur merah yang sering digunakan Yesung untuk memperkosanya.

"HNGGHHH!" Ryeowook membelalakkan matanya. Ia mencoba berteriak namun ada kain yang menyumpal teriakannya. Ia hanya dapat mengerang putus asa saat kain yang melingkar di atas perut besarnya membelitnya lebih kuat seakan mendorong bayi di dalam perutnya untuk turun ke bawah dan keluar.

Krystal menggeleng sambil berdecak. "Mendiang Ratu sangat kejam, bagaimana mungkin ia membantu persalinan Selir Ryeowook dengan kain-kain liar itu?"

Amber duduk dengan tenang di sebuah kursi yang berada tepat di ujung tempat tidur Ryeowook. Tempat yang tepat untuk memantau keadaan Ryeowook dari jarak yang tidak terlalu jauh. "Kau tahu Ratu Yoona adalah orang yang keras, tidak seperti wajahnya yang lembut." Ia mengambil sebuah buku dan mulai fokus membacanya. "Bantu dia."

Krystal mengangguk. Ia berjalan mendekati Ryeowook dan naik ke atas ranjang. Ia duduk di antara kaki Ryeowook yang mengangkang kemudian melumuri tangannya dengan minyak. Lalu ia memasukkan kedua tangannya ke dalam selimut Ryeowook dan mengusap kain yang membelit di antara dada dan perut Ryeowook. "Pergilah, aku yang akan membantunya."

Kain itu seperti memiliki otak cerdas. Ia mengendur lalu menjauh dari perut Ryeowook dan kembali masuk ke dalam dinding.

Krystal tersenyum. Ia menyingkap dress hamil yang dipakai Ryeowook lalu menyentuh perut besar Ryeowook yang kini tanpa perlindungan. Gadis itu tidak bisa melihat tanda ratu yang ada di perut Ryeowook karena tangannya dan perut Ryeowook masih tertutup selimut.

"Namaku Krystal Jung, Selir. Aku adik dari Jessica Jung, jika kau mengenalnya," ucap Krystal sambil membasahi perut buncit Ryeowook dengan minyak.

"Errgghh.." Ryeowook meringis dan mengangguk pelan.

"Dan aku akan membantu persalinanmu."

Ucapan Krystal selanjutnya sama sekali tak bisa masuk ke dalam pendengaran Ryeowook ketika gadis itu mengurut perutnya ke bawah. Membantu bayinya untuk turun menuju pintu keluar yang berada di organ intimnya.

"EEEERRRRGGGHHHHH….!"

0o0o0o0o0o

Krystal menyampirkan kain hitam berbahan lembut ke tubuh bayi mungil dalam dekapannya yang masih berlumuran darah. Kain itu menyelimuti tubuh bayi perempuan Ryeowook dan membuatnya hangat namun tetap bisa bergerak leluasa.

Krystal menghirup anyir darah di leher bayi itu, lalu menjilat pipi merah sang bayi. Ia berdecak nikmat. "Darahmu sangat lezat, Selir," ucapnya.

"Kau bisa menghisap darahnya jika kau mau, Princess," celetuk Amber. Krystal mengerjap senang.

Ryeowook yang setengah sadar dengan nafas tak beraturan tak bisa merespon apapun. Ia menjulurkan tangannya yang masih terbelit kain putih, ia ingin melihat bayinya. Tinggal beberapa inchi lagi tangannya hampir sampai di kepala bayinya yang ditumbuhi rambut hitam tipis, namun rasa sakit kembali membentur perutnya.

"HRRRGGHH!" Ryeowook menggenggam kuat kain yang menjadi pegangannya. Tubuhnya melengkung mencoba untuk bangun. "Aaaargghh… Sstal… KRYSTAAAALLL!" Tubuhnya ambruk saat ada sentakan lagi mengenai daerah perineumnya[1]. Ada sesuatu yang memaksa untuk keluar. Sama seperti sebelumnya.

Krystal meneguk ludahnya dengan kesusahan. "B—bayi kembar? K—kau akan melahirkan bayi kembar?"

"Eaaarrgghhh…" Ryeowook hanya menggeliat kesakitan dan menggeleng tak mengerti. Bisakah ia berharap bahwa itu bayi dan bukan monster yang meninju perutnya dari dalam? Bisakah itu bayi laki-laki yang diinginkan oleh Yesung? Sang Putra Mahkota?

Peluh membasahi rambut coklat madu Ryeowook yang kini telah memanjang. Ia nyaris kehabisan tenaganya. Ia tidak yakin bisa untuk mengeluarkan makhluk berikutnya dari perutnya.

Krystal menaruh bayi perempuan Ryeowook di samping tubuh ibunya. Bayi itu menggeliat dan menangis keras. Krystal menatap bayi itu sekilas kemudian memusatkan dirinya pada Ryeowook.

"Tenang, Selir. Kau cukup melakukan hal yang sama seperti tadi. Kau mengerti, 'kan?" ujar Krystal.

Ryeowook mengangguk pelan. Dia bisa, dia pasti bisa. Dia baru saja melakukannya. Bukan hal sulit melakukannya lagi untuk kedua kali!

"Yakinlah bahwa dia seorang putra. Putra yang diinginkan oleh Yang Mulia Raja. Jadi bertahanlah!" Amber berucap sambil tetap membaca bukunya. Ia terlihat tak peduli meski sebenarnya hatinya juga berdebar kalut.

'Ya, aku masih punya kesempatan. Aku akan melahirkan seorang Putra Mahkota yang diinginkan Yesung Hyung,' batin Ryeowook berusaha yakin. "NGGHH!" Ryeowook membenturkan kepalanya ke bantal. Bayinya kembali mendorong kepalanya untuk mencari jalan keluar.

Krystal meremas lutut Ryeowook. "Dengarkan aku, Selir. Tarik nafas sedalam yang kau bisa, lalu keluarkan dari mulut!"

Ryeowook mengikuti instruksi Krystal. Ia menarik nafasnya. Namun segalanya menjadi sulit. Baru menghirup sedikit, nafasnya sudah tersendat, lalu terbuang percuma. Ryeowook menangis ketakutan. Ia tidak bisa… Ia tidak bisa melakukannya…

"Tenang, Selir. Tenang!" ucap Krystal mengingatkan.

Ryeowook mencoba merilekskan tubuhnya. Ia mulai menghirup napas pelan-pelan dari hidung. Namun Tuhan kembali mengujinya. Bayinya kembali bergerak dan membuatnya tersedak oleh napasnya sendiri. Ryeowook menangis tergugu. "Hhh.. tidhaakk b—bisahh.. huhh… huh.." ucapnya susah payah karena belahan bibirnya masih dibelit oleh kain. Ia terdengar putus asa.

"Bisa! Kau bisa!" ucap Krystal sedikit menaikkan suaranya. "Kau bisa melahirkan anak pertamamu, kenapa tidak dengan yang kedua? Semuanya sama, Selir. Jangan menyerah!"

'Ini berbeda! Dia lebih sulit! Dia ingin menyiksaku!' jerit batin Ryeowook.

"Kau meragukannya, Ryeowook. Itu yang membuatmu sulit."

Suara Yoona menggema di kepalanya. Ryeowook menutup matanya dan menggeretakkan giginya menahan sakit. 'A—aku harus bagaimana?' tanyanya dalam hati.

"Cintai dia. Dia anakmu, anakmu dengan orang yang kau cintai. Kau harus menyayanginya. Dia punya hati. Dia juga bisa sakit jika kau menganggapnya monster yang ingin menyiksamu."

Airmata Ryeowook menetes semakin deras. Ia sadar sekarang. Ia menyakiti perasaan anaknya. Bayi vampire berbeda dengan bayi manusia. Mereka ratusan kali lebih cerdas dan peka. 'Baby, mianhae… Umma minta maaf, sayang…'

"… wook… SELIR RYEOWOOK!"

Ryeowook membuka matanya dengan cepat saat Krystal berteriak memanggilnya dengan wajah khawatir.

"Jangan pingsan… Kau tidak boleh kehilangan kesadaranmu. Kau membuatku takut." Krystal menggigit bibirnya.

Ryeowook menatap Krystal seolah mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Dia tidak pingsan. Ah… Ryeowook baru sadar jika sakit di perutnya tidak terlalu menjadi-jadi seperti sebelumnya. 'Gomawo, baby..'

"Kau mau mencobanya lagi?" tanya Krystal berharap.

"Ng.." Ryeowook mengangguk. Tubuhnya letih, namun semuanya belum berakhir. Dia harus berjuang. Ia menghirup napas dalam-dalam dari hidungnya sampai paru-parunya penuh. Lalu menghembuskannya pelan-pelan dari mulut. "Hhh… Hehh… Huhh…" Tubuhnya melengkung mendorong bayinya untuk keluar. Segalanya mulai terasa lebih mudah.

Krystal mengecek vagina Ryeowook. Ada kulit yang dipenuhi bulu-bulu hitam mulai keluar dari kelamin tersebut. Krystal tersenyum. Itu adalah kepala si bungsu yang dihiasi oleh rambut hitam legam.

Ryeowook kembali mendorong si bungsu keluar. Bayi itu merespon positif. Pelan tapi pasti, kepalanya keluar dari tubuh ibunya.

Krystal tak dapat menahan senyum bahagianya. Ia menangkup kepala si bungsu dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya membantu tangan bayi itu yang hampir keluar.

"Nggghhh… Huhhh… Enhh…" ejan Ryeowook.

Tangan terakhir keluar. Krystal membantu menarik keluar tubuh bayinya.

Ryeowook sudah tidak bisa merasakan kedua kakinya. Kedua kaki itu terasa lumpuh. Tubuhnya kebas. Ia mengumpulkan tenaganya yang tersisa dan kembali mengejan, "Egghhh… Uhhh… Hahh… Ehh…"

Kepala sampai perut telah keluar. Posisi tubuhnya tengkurap sehingga Krystal tidak dapat melihat jenis kelamin si bayi. Dan setelah satu dorongan terakhir, Krystal berhasil menarik seluruh tubuh si bungsu keluar dari perut Ryeowook. Terakhir, Krystal memotong tali pusarnya, sama seperti yang ia lakukan pada si sulung sebelumnya.

Tangisan bayi itu terdengar sangat keras. Menyaingi suara tangis sang kakak. Krystal membalik tubuhnya dan menimangnya. Ia terperangah melihat bayi dalam dekapannya. Berbeda dengan sang kakak yang memiliki perpaduan antara ayah dan ibunya, si adik malah bagaikan duplikat ayahnya.

"Bau darah murni tanpa noda. Bagaimana bisa kau tidak menuruni setetespun darah dari umma-mu, Pangeran?" tanya Krystal pada sang bayi yang masih tetap menangis.

Kain-kain yang melilit kedua tangan Ryeowook serta membekap bibirnya pun bergerak menjauh. Ryeowook bernapas lega. Selesai… semuanya sudah berakhir. Ia memejamkan matanya yang terasa mengantuk, namun Krystal segera menepuk pipinya. Ryeowook membuka matanya dan berniat protes, namun Krystal terlebih dahulu menyelanya.

"Selelah apapun, jangan tidur setelah melahirkan. Shinigami bisa membuat tidur sementaramu menjadi tidur selamanya," ucap Krystal sambil mengeluarkan plasenta di rahim Ryeowook.

Ryeowook mengernyit tak mengerti, kemudian menghela napas. "Hmm.." gumamnya meyakinkan bahwa ia tidak tidur walau ia benar-benar lelah.

Krystal tersenyum. Ia menaruh si bungsu—yang telah tertutup kain merah—di tengah, diantara ibu dan kakaknya.

"Princess, ikut aku!" Amber menutup bukunya dan berjalan keluar.

Krystal menggerutu kecil. Ia meminta izin pada Ryeowook untuk keluar, kemudian setelah diperbolehkan, ia segera menyusul Amber.

Ryeowook tersenyum memandangi dua bayinya. Ia memiringkan tubuhnya ke kiri dan menjulurkan tangan kanannya. Jari telunjuknya langsung digenggam erat oleh kepalan tangan mungil si bungsu. Ryeowook mengecup pipi si bungsu. "Kau benar-benar ada. Putra Mahkota yang dijanjikan benar-benar telah terlahir dari rahimku. Terimakasih.. Appamu pasti sangat senang dan akan menyayangi kita."

Namja yang kini telah berubah menjadi yeoja itu berdecak kagum ketika melihat airmata si bungsu. Merah darah… seperti yang pernah Yesung katakan.

"Airmata Pangeran Mahkota itu berwarna merah darah, bukan bening. Dan sayapnya berwarna merah kehitaman."

"Apa sayapmu juga berwarna merah kehitaman seperti Appamu, sayang?" tanya Ryeowook penasaran.

Si sulung kembali menangis keras. Ryeowook tertawa kecil. Entah bagaimana, suara tangis bayinya terdengar merdu di telinganya. Ia mengangkat si sulung ke dalam gendongannya. "Aigo… Kau cemburu, sayang? Maaf, Umma tidak bermaksud mengucilkanmu."

Si sulung menyamankan kepalanya di dada ibunya. Tangannya bergerak-gerak di sekitar dada Ryeowook. Seolah bisa mengerti maksud dari bayinya, Ryeowook memalingkan wajahnya karena malu. "K—kau haus?" tanyanya yang dibalas oleh suara ambigu dari bayinya.

Tangan Ryeowook bergetar membuka kancing dressnya. Tiga buah kancing yang ada di dress itu akhirnya terlepas, Ryeowook mengeluarkan payudaranya yang tak terlalu besar. Pipinya semakin memerah. Beberapa jam yang lalu dia masih laki-laki! Namun sekarang dia telah menjelma menjadi seorang wanita yang telah menjadi ibu.

Kepala bayi cantik itu bergerak sendiri mencari puting susu ibunya. Bibirnya menelusuri payudara Ryeowook hingga akhirnya menemukan sebuah tonjolan kecil di sana. Ia bergumam lucu kemudian meraup nipple Ryeowook.

Sulung cantik itu menghisap puting Ryeowook dengan kuat hingga air susunya keluar. Ia menelan air susu itu untuk melepas dahaganya. Tangan mungilnya bergerak-gerak dan menemukan pegangan yang tepat. Bandul kalung Ryeowook. Mata naga berwarna merah yang pernah ditemukan Ryeowook di pintu perpustakaan bersama mata naga berwarna hitam. Yang pada akhirnya disatukan dengan kalung perak Yesung hingga menjadi kalung berbandul permata.

Ryeowook melepas kedua bandul itu dan memberikannya satu per satu pada bayinya. Merah untuk si cantik dan hitam untuk si tampan. Keduanya menggenggam kuat bandul mereka. Sedangkan Ryeowook memakai kembali kalung perak Yesung di lehernya yang kini tidak berbandul apapun.

Ryeowook berganti menyusui bungsu yang tampan setelah sang kakak tertidur dengan perut kenyang. Bayi itu tidak terlalu suka dengan air susunya namun juga tidak menolak. Lagi-lagi Ryeowook tersenyum. "Kau pasti hanya bisa mengecap darah suci, eoh? Dari kolam darah.. Air susu Umma pasti tidak terasa apapun di mulutmu. Dasar pureblood cilik!" Ryeowook menjepit hidung bayinya. "Kau benar-benar Yesung cilik, eum?!"

Bayi itu hanya bergumam ambigu seperti kakaknya tadi.

Ryeowook mengamati si cantik yang tertidur lelap di sampingnya. Rambutnya hitam seperti Yesung, kulitnya tidak terlalu pucat dan warna matanya—Ryeowook melihatnya tadi—coklat karamel sepertinya dengan airmata bening. Dia benar-benar perpaduan sempurna dirinya dan Yesung. Krystal pun sempat mengatakan bahwa darah si sulung adalah darah campuran. Antara darah murni dengan darah manusia. Halfblood.

Sedangkan si bungsu sama persis dengan ayahnya. Rambut hitam legam, kulit sepucat mayat, mata obsidian serta airmata darah. Pasti si kembar juga akan memiliki warna sayap yang berbeda. Hitam pekat dan merah kehitaman.

Ryeowook berdecak. Janji Tanda Ratu itu adalah sebuah kenyataan mutlak. Dia benar-benar melindungi sang Putra Mahkota. Memberikannya DNA penuh atas ayahnya. Ryeowook mengerucutkan bibirnya, tidak ada yang bisa ia samakan dengan bayi bungsunya. Semua yang ada pada si bungsu adalah turunan dari Yesung. Menyebalkan!

Sekarang Ryeowook mengerti. Satu mata untuk satu bayi. Heechul hanya memiliki satu mata amethyst. Pantas saja Heechul hanya melihat satu bayi yang kebetulan bayi perempuannya.

Dan kelahiran bayinya yang lebih cepat dari waktu yang ditentukan—yang seharusnya dua bulan lagi—mungkin saja karena Tanda Ratu yang sudah tidak dapat bertahan. Tanda Ratu hanya dapat menjaga satu bayi, yaitu sang putra. Namun ada dua bayi di dalam rahim Ryeowook. Secara tidak langsung, bayi perempuan Ryeowook menjadi parasit untuk adik laki-lakinya. Mau tidak mau, Tanda Ratu juga melindunginya dari darah Yesung yang tercemar oleh darah iblis Kyuhyun.

Tanda Ratu sudah berjuang sangat keras untuk melindungi dua bayi dalam tujuh bulan. Tidak sampai sembilan bulan memang, namun sudah cukup. Ryeowook tersenyum lega karena bayi perempuannya dapat selamat akibat perlindungan Tanda Ratu.

Ryeowook mengusap perut bagian bawahnya, tepat pada Tanda Ratunya. "Terimakasih." Ia menunduk dan mencoba melihatnya, namun senyumannya langsung lenyap. Tanda Ratu itu…

… menghilang.

Ck, pasti karena sudah ada Putra Mahkota yang terlahir.

Ryeowook berpikir, yang satu Putri Pendamping, yang satunya lagi Pangeran Mahkota. Apa Putri Pendamping juga memiliki kelebihan khusus seperti Pangeran Pendamping?

0o0o0o0o0o

"Hentikan sampai di sini!" Amber berdiri beberapa meter di depan Luna dan Jessica yang berniat memasuki puri Ryeowook.

"Ah, Amber. Apa kabar?" sapa Jessica dengan ramah di buat-buat.

"Jangan sok kenal," ucap Amber dingin. Keluarga Bangsawan Jung memang berbeda dengan vampire lainnya. Mereka bisa melihat Amber secara jelas. Singkatnya, Amber seperti mata-mata yang identitasnya digenggam oleh Bangsawan Jung. Karena itu pulalah Amber bisa menjalin kasih dengan Krystal—walau diam-diam.

"Calon adik ipar, lebih baik kau menyingkir saja, ne? Aku mual melihat wajahmu," ucap Jessica sambil tersenyum manis.

"Kalau begitu congkel matamu," sahut Amber menusuk. Jessica mendengus.

"Kami hanya ingin menjenguk Selir Lumpur kok, sekalian mengucapkan selamat atas bayi kembarnya." Luna mengerling nakal.

"Kau tahu dengan jelas tentang bayi kembar itu dengan mata kelabumu, namun membiarkan Pangeran Heechul salah menafsirkan gender bayi Selir Ryeowook dan membuat segalanya menjadi runyam. Aku sudah curiga sejak dulu padamu."

"Bukan salah kok, cuma kurang benar," kata Luna santai.

"Apa rencana licikmu itu, Nona Park?!" desis Amber.

"Mata ketiga dan keempat Raja sepertimu tidak tahu? Menggelikan sekali." Luna terkikik geli.

"Aku yakin kalian berdua merencanakannya di luar Istana. Tempat yang tidak mungkin terjangkau olehku," ucap Amber.

"Calon adik iparku pintar sekali," puji Jessica dengan senyum palsu.

"Terimakasih, calon—kakak—ipar!" sahut Amber dengan penuh penekanan pada kata 'calon kakak ipar'.

"Kita hentikan perbincangan kita yang tidak penting ini." Luna membalikkan telapak tangannya dan sebuah pedang muncul dalam genggamannya. "Menyingkir atau mati?"

Jessica melakukan hal yang sama. Tombak tergenggam kuat di tangannya. "Dua lawan satu. Menyedihkan."

"Dua lawan dua sebenarnya." Krystal muncul dengan selendang merah panjang di tangannya yang bisa dengan mudah mencekik leher siapapun.

"Adikku yang cantik ini mau melawan kakaknya sendiri demi Amber yang bukan siapa-siapa? Ck, aku sedih." Jessica menepuk-nepuk dadanya dengan wajah pura-pura sedih.

"Itu lucu, Eonni," gumam Krystal singkat.

Syuuutt!

Dengan kilat Jessica menyodokkan tombaknya di depan wajah Krystal. Namun Krystal tidak tinggal diam. Ia menggerakkan selendangnya sampai melilit kuat tangkai tombak. Dua kakak beradik itu saling tarik menarik dengan mata tajam mereka.

Luna dan Amber terlibat dalam sebuah pertarungan sengit bersama pedang masing-masing tak jauh dari mereka.

Satu sudut bibir Jessica terangkat membentuk senyuman merendahkan. "Aku bisa membunuhmu, Krystal."

"Begitupun denganku, Eonni."

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

Perineum: Daerah diantara vagina dan anus.

Sulung & Bungsu merupakan "Kembar Fraternal/Dizigotik", artinya mereka kembar non-identik karena berasal dari sel telur yang berbeda. Terdapat lebih dari satu sel telur yang dibuahi oleh sel sperma pada saat yang bersamaan. Kembar ini tidak berbeda dari saudara biasa dan memiliki plasenta masing-masing. Kembar DZ bisa memiliki jenis kelamin yang berbeda atau sama.

Oh ya… Sebagian readers pinter2 ya… Udah ada beberapa yang nebak (berharap sih, bukan nebak) kalau babynya kembar cewek-cowok.

#GaAdaYesungDiPC

#GaAdaYesungDiPC

#GaAdaYesungDiPC

#GaAdaYesungDiPC

Besok saya akan mengalami bad mood, jadi publish sekarang aja. Banyak readers yang nanyain HaeHyuk, ya? Saya lagi fokus sama Wookie, jadi HaeHyuk kapan2 aja. Nanti di chap 21 Hae muncul dikit, chap 22 Hyuk ikut muncul (dan sepertinya banyak). Cerita ini akan berakhir di chap 24. So, ripiu yang banyak biar cepet END! Kkkkk~

Gomawooo~

SIDERS = NO APDET FOREVER

Yesung's Concubine

Jenny Kim