WARRIOR FROM THE HEAVEN

Chapter#21

TIKET MENUJU FINAL

Rate: T

Genre: Fantasy, Adventure, Action, Romance, Drama, Martial Art

Warning: Typo, gaje mungkin, masih jauh dari kata sempurna, OOC

Don't Like Don't Read

Jangan lupa review, favorite follow!

Summary:

Kehilangan kedua orang tuanya menyebabkan dampak besar bagi kemampuan Naruto. Dia kini dirawat oleh salah 1 dan 4 klan sihir terbesar di Kerajaan Konoha, klan Hyuuga dan demi membalas kebaikan klan, mampukah ia membawa klan Hyuuga menjadi klan terkuat.

.

.

.

.

.

.

Chapter sebelumnya:

"Sampai berjumpa di final…" kata Naruto.

"Seharusnya aku yang mengatakan itu.. tapi itu pun jika kau bisa mengalahkan lawanmu di putaran ini," jawab Shion tanpa menoleh ke Naruto dan Neji.

"Aku sendiri tak yakin apa kalian bisa memberikan perlawanan yang bagus seandainya kalian yang sampai di final.." kata Sai.

Neji melirik ke arah Sai. Naruto baru saja mengepalkan tangannya erat dan akan memukul pemuda berkulit putih pucat itu namun aksinya dihentikan oleh Neji yang sudah menggenggam tangannya.

"Kalau begitu.. Sampai jumpa di final.." kata Neji mengakhiri pembicaraan mereka.

Naruto dan Neji berdiri sambil melihat kepergian Sai mengikuti Shion yang berjalan duluan menuju ke lorong keluar arena.

'Kita tunjukkan siapa penguasa tahun pertama sebenarnya…' kata Naruto, Neji, Shion dan Sai dalam hati masing masing.

.

.

.

.

.

.

Serasa tubuhnya akan hancur, itulah yang dirasakan Sasuke saat ini. Dampak setelah menggunakan delapasn sihir sekuat itu dalam waktu bersamaan. Beberapa waktu lalu dia pingsan setelah melawan Shion namun begitu tubuhnya dibawa menuju ke ruang kesehatan, dia terbangun sambil mengeluh merasakan sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya.

Shizune, Sakura, Karin, Kimimaro, Juugo, Suigetsu, Itachi, Shisui dan Izumi sudah berdiri disana menjaga Sasuke yang saat ini sedang kesakitan akibat aksinya sendiri. Sedangkan Naruto dan Neji hanya berdiri di depan ruangan Sasuke sambil menunggu kabar dari Suigetsu.

"Arggghhh!" rintih Sasuke kesakitan di tempat tidurnya.

Sudah jelas kalau 8 sihir sekaligus akan membebani aliran sihir tubuhnya yang masih berada di tingkat Practioner.

"Apa yang harus kita lakukan, Shizune-sensei?" tanya Itachi yang sedikit panik.

Shizune langsung mengambil sebuah ramuan obat yang ada di sakunya. Dia sudah menyiapkannya sejak tadi seandainya Sasuke mendapatkan rasa sakit yang luar biasa.

"Kita harus meminumkan ramuan ini padanya!" kata Shizune.

"Umm.. Baik.."

Shisui dan Itachi langsung memegangi Sasuke yang berontak saking menderitanya akibat rasa sakit yang diterimanya.

"Arrggghhh!"

Sakura, Karin dan teman temannya yang lain tak pernah melihat Sasuke yang seperti ini. Entah ini efek dari penggunaan sihirnya atau akibat dari serangan Shion yang terakhir namun mereka dapat tahu dengan jelas seberapa besar sakit yang diterima Sasuke.

"Sasuke-kun!" kata Sakura cemas sama dengan gadis berambut merah di sebelahnya.

Naruto dan Neji yang setelah ini seharusnya bertarung melawan Kimimaro dan Juugo justru sekarang berada bersama mereka berdua. Mereka juga dapat mendengar dengan jelas teriakan Sasuke yang kesakitan dari luar.

"Bagaimana keadaannya, Neji?" tanya Naruto.

"Aku sudah memberitahu, Shizune-sensei tentang apa yang kulihat mengenai aliran sihir Sasuke sekarang… Dan hasilnya benar benar kacau!" jawab Neji mengernyitkan alisnya.

Sebelumnya ia sudah dimintai tolong oleh Shizune untuk memeriksa tubuh Sasuke serta aliran sihir dalam tubuhnya. Dan hasilnya, dia mendapati aliran tubuh di dalamnya benar benar kacau.

"Akan butuh waktu cukup lama untuknya agar bisa pulih.." kata Neji.

Naruto jadi teringat bagaimana aksi nekat pemuda Uchiha itu di arena tadi. Sasuke benar benar mengejutkannya dan alasan itu jugalah yang membuatnya menghentikan perbuatan Shion yang terakhir tadi kepada Sasuke.

"Kukira kau tidak tahu banyak tentang medis.." kata Naruto kepada Neji yang berdiri bersandar di dinding.

"Tak usah tahu mengenai medis pun, kita bisa tahu dengan sekali melihat aliran sihirnya saja… Jika kau bisa melihatnya, kujamin kau juga akan langsung tahu," jawab Neji membayangkan kembali aliran sihir Sasuke yang benar benar kacau.

Tak lama kemudian, Suigetsu keluar dari ruangan tersebut tepat setelah suara teriakan Sasuke menghilang. Naruto dan Neji sendiri sempat sedikit heran kenapa suara teriakan Sasuke tiba tiba hilang.

"Bagaimana keadaannya?" tanya Naruto.

"Dia sedang tidur… Ramuan obat yang diberikan Shizune-sensei membuatnya tidur sekarang," jawab Suigetsu bernafas lega.

"Syukurlah.." jawab Naruto.

Beberapa detik kemudian, Shizune, Itachi, Shisui, Izumi, Kimimaro, Juugo, Karin dan Sakura juga keluar dari ruangan tersebut. Mereka tampaknya juga sudah sedikit lebih tenang melihat Sasuke yang sudah bisa beristirahat.

"Sebelumnya terima kasih untuk yang tadi, Naruto, Neji.." kata Itachi mengucapkan terima kasihnya.

"Tak masalah.. Hanya refleks saja ingin menghentikan perbuatan gadis gila itu," jawab Naruto.

'Apa dia yang dibicarakan oleh Nagato dan Sara?' kata Karin dalam hati melihat baik baik Naruto yang kini berdiri di hadapannya.

Seharusnya Naruto dan Neji sejak tadi sadar kalau mereka sekarang sedang berdiri di hadapan lawan mereka berikutnya. Naruto menoleh ke arah kedua orang yang akan menjadi lawan mereka berikutnya.

"Kurasa kita harus kembali, Neji… Setelah ini kita akan bertarung, bukan?" kata Naruto kepada Neji lalu kembali melihat ke arah Kimimaro dan Juugo lagi.

"T-Tunggu!" kata Kimimaro mencoba menghentikan langkah Naruto dan Neji.

Baru saja akan mengucapkan kata kata, Naruto sudah memotong perkataan Kimimaro.

"Kerahkan seluruh kekuatanmu di pertandingan ini.. Jangan hanya karena kami menolong Sasuke dan itu membuat kalian tidak enak untuk bertarung melawan kami," kata Naruto membelakangi mereka semua.

Shisui, Itachi dan Izumi tersenyum melihat sikap pemuda itu. Sedangkan Kimimaro dan Juugo mengedipkan matanya sedikit terkejut mendengarnya.

'Kau mendapatkan berlian yang bagus, Yahiko..' batin Shisui melihat pemuda pirang di hadapannya.

"Sekali lagi terima kasih untuk yang tadi.." kata Itachi mengucapkan terima kasih.

Naruto langsung menoleh ke arah orang itu. Wajahnya cukup mirip dengan Sasuke. Dia tahu kalau Itachi adalah kakaknya Sasuke. Sejak awal masuk ke Akademi ini, Neji dan Naruto sudah mengincar senpai yang satu ini. Murid terkuat di Akademi.

'Dia Uchiha Itachi-senpai.. Yang dikatakan bahkan memiliki bakat yang lebih besar dari Talent's From Heaven!' kata Naruto dalam hati.

'Mungkin dialah orang yang sebenarnya dipilih oleh langit…'

Dalam sudut pandang Naruto dan Neji, mereka melihat kekuatan besar yang berwujud manusia di hadapan mereka berdua.

'Kurasa bahkan dia hampir setara dengan Kakashi-sensei di usianya sekarang,' batin Neji mengamati senpai nya itu.

"Baiklah, kalau begitu sampai jumpa di arena.." kata Naruto setelah menjawab ucapan Itachi dengan anggukan.

Mereka segera berjalan menuju tempat mereka meninggalkan kedua lawannya yang masih mempersiapkan diri disana. Seharusnya lima belas menit lagi, pertandingan antara Naruto-Neji dengan Kimimaro-Juugo dimulai.

.

.

.

.

.

.

Ruangan lainnya. Tempat bagi para peserta Pegasus Wing yang baru saja selesai bertanding. Shion dan Sai baru saja sampai di ruangan tersebut dan mereka sudah disambut oleh Shikamaru. Sedangkan untuk Temujin, tampaknya ia masih beristirahat di ruang perawatannya.

"Menyebalkan!" kata Shion setengah berteriak ketika sampai di ruangan mereka.

"Cukup melelahkan juga ternyata menonton sambil berdiri.." kata Sai.

Shikamaru hanya melirik bosan ke arah gadis yang benar benar ia anggap sudah gila. Perhatiannya kembali ia alihkan ke arah lain. Sedari tadi, Shikamaru menonton pertandingan kedua orang yang satu asrama dengannya itu. Sepanjang pertarungan ia menonton, dia cukup dikejutkan dengan aksi nekat Sasuke. Namun sejak awal dia sudah tahu kalau Shion dan Sai yang akan memenangkan pertandingan.

KREK

Suara pintu yang terbuka membuat ketiga orang yang berada di dalamnya menoleh ke pintu masuk ruangan tersebut. Beberapa detik kemudian, muncul dua orang wanita dan satu orang laki laki.

"Sara-sama.. Maksudku.. senpai.." kata Shion menyambut wanita itu.

Di belakangnya, Koyuki juga disana bersama Taruho yang selalu membawa dokumen dokumen penting atau mungkin gulungan.

"Pertandingan tadi cukup menghiburku.. Sayang bagi Shikamaru dan Temujin harus kalah melawan Naruto dan Neji," kata Sara duduk di salah satu tempat duduk yang ada di ruangan itu.

Shikamaru mengernyitkan alisnya tanpa bisa mengucapkan satu kata pun.

"T-Terima kasih, Sara-senpai.." kata Shion dengan wajah sedikit memerah.

Shikamaru yang melihat sikap Shion terhadap Sara sedikit menunjukkan wajah heran. Dari pengamatannya, Shion ini tampaknya mengagumi Sara. Itu yang dilihat dari sudut pandangnya. Berbeda lagi dengan Sai yang sedikit curiga kenapa Shion bisa sangat tunduk pada Sara jika dilihat dari sifat asli Shion yang layaknya gadis penguasa.

"Kau sudah mengamankan posisi di final.. tinggal menunggu siapa yang akan melawan kalian di final," kata Sara.

Shion mengangguk paham dengan senyum serta wajahnya yang sedikit memerah.

"Menurutmu siapa yang akan jadi lawanmu, Sara? Bagaimana menurutmu dengan Naruto? Apa kau tertarik dengannya?" tanya Sara.

Shion sedikit heran kenapa orang yang sangat dihormatinya serta orang yang sangat ia patuhi ini tertarik pada Naruto. Yah dia memang juga sedikit tertarik dengan Naruto karena dia tak bisa meniru elemen api milik Naruto.

"Aku memang sedikit tertarik dengannya.. Karena entah kenapa aku tak bisa meniru elemen api miliknya, tapi kenapa Sara-senpai sangat tertarik padanya… Kurasa dia bukanlah lawan yang akan menyulitkanku," kata Shion yang tampak jinak.

Sara tersenyum, dalam hatinya, 'Jadi, itu alasan mengapa selama pertandingan, dia tak pernah meniru sihir milik Naruto? Bukan tidak ingin tapi dia tidak bisa..'

"Dia tidak selevel denganku, Sara-senpai.. Aku bisa mengalahkannya di final. Yah itupun jika dia dan rekannya bisa sampai ke final," kata Shion kembali menyombongkan dirinya di hadapan Sara.

Sara kembali tersenyum namun kali ini yang di pikirkannya adalah hal lain.

"Benarkah begitu?" kata Sara.

Koyuki memperhatikan tingkah laku Sara di tempatnya berdiri.

'Sebaiknya tak kau lanjutkan ucapanmu yang menjelek jelekkan Naruto, Shion..' batin Koyuki melihat Shion lalu kembali melihat Sara.

Dan untungnya saja, Shion berhenti membicarakan Naruto. Apabila dilanjutkan mungkin Sara akan melakukan sesuatu pada Shion.

"Kalau begitu, aku harus kembali ke tempat Ketua Asrama.. Kalian bisa beristirahat," kata Sara dengan senyumnya.

"Ah.. Baik, Sara-senpai!" kata Shion.

Dilanjut dengan anggukan oleh Sai dan Shikamaru yang terlihat berperilaku cukup dingin terhadap Ketua Asramanya itu.

"Ayo kita pergi, Koyuki.."

Dia segera berdiri dari tempat duduknya dan pergi dengan Koyuki dan Taruho meninggalkan Shion bersama Sai dan Shikamaru.

.

.

.

.

.

.

Sudah lima belas menit berlalu sejak pertandingan Shion melawan Sasuke. Dan sekarang kedua tim berikutnya sudah mendapat panggilan untuk segera turun ke arena pertandingan.

Suasana yang cukup ramai di arena pertandingan. Para penonton banyak berharap pada dua tim terakhir yang akan berebut tiket menuju final untuk melawan Shion dan Sai. Baik Holy Knight maupun DragonCry, mereka sama sama menginginkan tiket menuju final karena kedua tim yang akan bertemu ini merupakan perwakilan terakhir dari masing masing asrama.

"Kau lama sekali.." kata Yahiko.

"Maaf.." jawab Shisui yang baru saja datang setelah dari ruangan Sasuke tadi.

"Bagaimana keadaannya, Shisui?" tanya Tsunade yang cukup khawatir dengan kondisi salah satu murid berbakatnya di Akademi.

"Dia menerima sakit yang luar biasa setelah menggunakan delapan sihir sekaligus dalam waktu bersamaan namun Shizune-sensei sudah memberinya obat," jawab Shisui kepada sang kepala sekolah sekaligus kaisar/ratu sihir Kerajaan Konoha itu.

Jiraiya memakluminya dengan anggukan. Wajar saja bila Sasuke mendapat rasa sakit yang luar biasa. Bahkan apabila orang biasa, meski berada di tingkat yang sama dengan Sasuke, dia mungkin saja akan mati setelah menggunakan delapan sihir sekaligus dalam waktu bersamaan.

"Dia sungguh bocah yang nekat tanpa pemikiran panjang.. berbeda sekali dengan Itachi dan kau, Shisui," kata Kakashi yang mengomentarinya.

"Dia masih perlu banyak latihan, Kakashi-sensei.." jawab Shisui.

Kakashi mengakui bakat Sasuke yang hampir menyamai Shisui dan Itachi namun tampaknya Sasuke kurang berpikir atau kurang tangkas dalam pertarungan, sungguh berbeda dengan Itachi dan Shisui.

"Aku akan melatihnya setelah turnamen ini berakhir.." kata Kakashi kemudian mengakhiri kalimatnya.

Percakapan mereka berhenti ketika Sara sudah kembali dari ruang tunggu peserta. Tak bisa dielak lagi kalau sambutan Tsunade untuknya cukup berbeda dengan sambutannya kepada Shisui dan Yahiko. Karena wajar saja, dia adalah murid kesayangan di Akademi.

"Ah, Sara.. Akhirnya kau datang juga," kata Tsunade dengan senyumannya.

"Tsunade-sama.. Maaf, saya baru saja bertemu dengan Shion dan Sai. Dan juga memberikan sedikit teguran pada Shion atas kelakuannya,"

Jawabannya selalu bisa diterima dengan baik oleh Tsunade. Semua guru memang menyukai gadis itu. Tentu saja itu semakin membuat dua saingannya sesame Ketua Asrama kesal.

'Gadis itu..' kata Yahiko dalam hati.

'Yah, mau bagaimana lagi,' tambah Shisui yang menghela nafas pasrah.

Tsunade sebenarnya sadar kalau perlakuannya pada Sara sangat berbeda kepada murid lainnya. Entah kenapa dalam hatinya, Sara mengingatkannya pada seseorang. Orang yang telah meninggal bersama suaminya dan meninggalkan anaknya di klan Hyuuga. Ya.. Tsunade melihat Sara bagaikan ia melihat Uzumaki Kushina. Istri dari Namikaze Minato dan ibu dari Naruto.

.

.

.

.

.

.

Naruto dan Neji memasuki arena pertandingan tepat beberapa menit setelah nama mereka berdua dipanggil. Dari sudut yang berlawanan, Kimimaro dan Juugo juga masuk ke arena pertandingan menyusul kedua lawannya yang sudah lebih dulu sampai.

"Naruto! Neji!"

"Juugo! Kimimaro!"

Para penonton dari masing masing asrama memberikan sambutan untuk para peserta yang menjadi wakil dari asrama mereka.

"Naruto-niisan, Neji-niisama.." kata Hinata melihat kedua kakaknya masuk ke arena pertandingan.

Naruto dan Neji berjalan mendekati pusat arena. Mereka berdua berdiri di sebelah wasit. Kemudian disusul oleh Kimimaro dan Juugo yang juga sudah berdiri di sebelah wasit.

"Aku tidak ingin membuang buang waktu.."

Naruto menatap tajam kedua lawannya. Ini adalah pertandingan terakhir untuk hari ini sebelum babak final yang akan dilaksanakan besok.

"Mari, bertarung serius.." kata Naruto kepada kedua lawannnya dan dijawab dengan anggukan.

"Kami tidak akan mengalah hanya karena kau sudah menolong Sasuke… seperti keinginanmu," jawab Kimimaro.

Naruto dan Neji tersenyum mendengarnya. Memang ini yang mereka inginkan. Mereka tak ingin ada beban di pihak lawan hanya karena pertolongan mereka tadi.

"Tentukan yang terbaik dari pertandingan ini.. Dan salah satu dari kita yang akan menghabisi gadis sombong dan si kulit pucat itu besok," kata Neji.

Kelihatannya wasit juga ingin cepat cepat memulai pertandingannya. Para penonton juga sudah berteriak agar pertandingan terakhir pada hari ini dimulai secepatnya.

"Apa kalian siap?"

Dijawab anggukan oleh Naruto dan Neji begitu juga dengan kedua lawan mereka. Wasit itu mengambil beberapa langkah mundur lalu memberi aba aba kepada kedua tim.

"Pertandingan dimulai!"

Penonton semakin bersemangat ketika wasit menyatakan bahwa pertandingan sudah dimulai. Naruto dan Neji tampaknya mengambil langkah pertama dengan melompat ke belakang memberi jarak kepada kedua lawannya.

"Neji!" kata Naruto.

"Aku tahu!"

"Hidden Magic of Hyuuga: Byakugan Activated!"

KRRRTTT CLING

Neji langsung mengaktifkan Byakugan miliknya sembari melompat ke belakang menjaga jaraknya dari Juugo yang bersiap memberikan serangan pertama.

"Blaze Commandement: Crimson Bullet's!"

DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR

Naruto menembakkan peluru peluru api dari jari telunjuknya kepada Kimimaro yang belum bergerak sedikit pun. Kimimaro dapat menahannya dengan tulang yang keluar dari kedua tangannya. Dia menyilangkan kedua tangannya di depan wajahnya untuk melindunginya dari peluru peluru api Naruto.

'Itu dia sihir miliknya!' batin Naruto ketika melihat tulang tulang yang keluar dari tubuh Kimimaro.

"Hidden Magic: White Bullets!"

DOR DOR DOR DOR DOR DOR

Giliran Kimimaro menembakkan peluru peluru dari telunjuknya. Terbuat dari tulang tulangnya namun memiliki daya hancur yang lebih besar dari tembakan Naruto. Terbukti saat Naruto menahannya dengan kedua tangan yang ia silangkan di depan wajahnya, peluru peluru itu masih mampu membuatnya terpental dan mendapat luka.

"Ukkkhhh!" rintih Naruto terpental beberapa meter ke belakang.

Belum selesai sampai disana, Naruto masih harus menerima pukulan dari Juugo yang entah sejak kapan sudah ada di depannya sambil mengepalkan tangan bersiap memukul Naruto.

'Gawat!' kata Naruto dalam hati sambil melindungi tubuhnya dengan kedua tangannya. Juugo masih melancarkan pukulannya pada Naruto. Muncul lingkaran sihir di antara mereka berdua dan nampaknya itu adalah lingkaran sihir yang dibuat oleh Juugo tepat sebelum ia melancarkan tinjunya.

WUUUUUSSSSSHHH

Tangan Juugo yang melewati lingkaran sihir itu, berubah menjadi tangan monster. Sikunya membentuk seperti booster yang membuat pukulannya mendapat daya hancur dan kecepatan yang semakin besar.

"Curse Seal Magic: Jet Fist!"

DUAAAAAGGGHHHHHH

'Ukhhhhh..'

Naruto merasakan sakit di kedua tangannya ketika pukulan itu menghantamnya. Dia langsung terlempar belasan meter dan kehilangan keseimbangannya. Dia mencoba mengatur kembali keseimbangannya hingga akhirnya kakinya dapat menyentuh tanah dan membuatnya dapat menahan tubuhnya dengan kedua kakinya.

"Naruto!" teriak Neji.

"Aku tidak apa apa.." jawab Naruto tanpa menunggu pertanyaan dari Neji.

Mereka berdua kini bertarung melawan dua orang yang memiliki keseimbangan antara kekuatan dan kecepatan. Juugo dan Kimimaro sangat seimbang. Dapat melengkapi satu sama lain dan serangan mereka juga memiliki kerja sama yang baik. Sedikit berbeda dengan lawan mereka sebelumnya. Memang mereka berdua jika secara individu, tak lebih kuat dari Temujin tapi dengan keseimbangan dan kerja sama yang baik, mereka berdua mampu membuat jalan Naruto dan Neji menuju final akan lebih sulit.

"Seperti dugaanku.. Akan lebih sulit jika mendapat lawan dengan tipe kerja sama yang baik," kata Naruto melemaskan kedua tangannya. Dia sempat menggunakan salah satu sihirnya untuk memperkuat tangannya ketika Juugo memukulnya. Sejujurnya, apabila dia tak menggunakan sihir itu, tangannya sekarang pasti akan mati rasa.

"Hidden Magic: Death Bones, Assassin Claw!"

KRAK KRAK

Sebuah lingkaran sihir muncul di kepalan tangan Kimimaro. Dan munculah tulang tulang dari dalamnya membentuk sebuah cakar Assassin.

"Kita mulai…" kata Kimimaro segera berlari menuju Naruto dan Neji meninggalkan Juugo yang masih berdiri di belakangnya.

Naruto dan Neji segera mempersiapkan diri menerima serangan Kimimaro namun mereka sedikit heran kenapa Juugo hanya diam di tempatnya.

'Mungkinkah serangan kombinasi?'

"Earth Style: Earth Shake!"

Juugo menyentuh permukaan tanah dengan kedua tangannya. Dalam sekejap muncul lingkaran sihir elemen tanah di permukaan tanah yang disentuhnya. Dia menoleh ke arah Naruto dan Neji.

GRAAKKKK

Tanah di sekitar Naruto dan Neji berguncang menyusul aktivasi sihir Juugo. Sedangkan Kimimaro masih tenang tenang saja berlari ke arah mereka berdua.

"Neji!" kata Naruto memberi aba aba.

"Hidden Magic of Hyuuga: Byakugan Style, Destroyer Wind Palm!"

BLAAAAARRRRR

Neji menggunakan serangan khas milik klan Hyuuga yang mengandalkan hentakan telapak tangan. Hasilnya serangan itu menciptakan gelombang yang memiliki daya hancur yang hebat. Dia melepaskannya pada lawan yang kini berlari ke arahnya dan Naruto.

'Coba kau hindari itu!' batin Neji sambil membenarkan keseimbangannya akibat sihir elemen tanah milik Juugo.

Kimimaro membelah dua gelombang angin besar yang datang kepadanya seakan itu bukanlah masalah baginya. Naruto dan Neji terkejut melihat dengan mudahnya dia dapat membelah serangan Neji.

"Sial.." kata Naruto.

Kimimaro menggunakan serangan kombinasi dengan cakar assassin yang muncul di tangannya kepada Naruto dan Neji. Mereka kesulitan untuk menghindari serangan Kimimaro apalagi dengan kondisi tanah yang berguncang seperti ini.

"Cukup sampai disini!" kata Kimimaro.

Tanah berhenti berguncang, kalimat barusan sebenarnya adalah aba aba agar Juugo menghentikan sihirnya. Kini giliran Kimimaro yang menyentuh permukaan tanah dengan kedua tangannya.

'Apa yang akan dilakukannya!?' tanya Naruto dalam hati sedikit panik melihatnya. Jarak antara dirinya, Neji dan Kimimaro saat ini cukup dekat dan itu artinya sangat mudah bagi Kimimaro untuk melancarkan serangan seperti apapun kepada mereka berdua.

"Hidden Magic: Death Bones, White Forest!"

GRAAAKKKKKKKKKK

Dari permukaan tanah di sekitar Kimimaro hingga Naruto dan Neji bahkan lebih, muncul tulang tulang putih yang berukuran sebesar pohon dengan ujung yang tajam. Naruto dan Neji terkejut ketika tulang tulang tajam itu tiba tiba muncul cukup cepat dari tempat Kimimaro menuju tempat mereka berdiri.

'Gawat! Akan kugunakan lagi kalau sudah begini!' kata Naruto dalam hati.

Dia langsung menarik Neji dengan tangan kirinya lalu menembakkan sebuah peluru sihir dengan sebuah lambang tertentu ke sudut lain arena dari jari telunjuk di tangan kanannya. Peluru sihir itu berhenti di satu sudut kemudian mengeluarkan sebuah lingkaran sihir dengan motif khusus. Kejadian itu hanya berlangsung selama 1 detik.

'Hidden Magic of Namikaze: Thunder God's Wing!'

FUUUUUTTTSSS

Sekali lagi, Naruto membuat terkejut seisi stadium dengan sihir teleportasi atau sihir ruang dan waktu nya itu. Dalam waktu kurang dari 1 detik, dia dan Neji sudah berpindah ke sudut lain di arena pertandingan.

"Sihir itu…" kata Kimimaro yang menyadari ketika Naruto dan Neji sudah hilang dari tempat mereka berdiri seharusnya.

"Kau menggunakan sihir itu lagi?" tanya Neji.

"Tak ada pilihan.. Serangan yang tadi itu akan sangat fatal jika kita menerimanya," jawab Naruto mengamati tulang tulang yang muncul dari permukaan tanah disana.

Tak hanya mereka berdua yang menghilang dari tempat mereka berpijak seharusnya, karena Juugo juga sudah menghilang dari tempatnya. Tanpa mereka sadari, Juugo sudah berada di belakang mereka dan bersiap melepaskan serangan. Ketika mereka menyadarinya, mereka menoleh ke belakang. Namun sia sia. Mereka terlambat menyadarinya.

"Curse Seal Magic: Style One, Living Wall Fist!"

BUAAAAAAGGGGGGHHHH

Pukulan itu menghantam tubuh Neji dan kemudian tubuh Neji menghantam Naruto saking besar tenaga dorongan dari pukulan itu.

DHUAAAAAARRRRR

Naruto dan Neji terlempar akibat serangan Juugo masih dengan posisi Neji yang menghantam Naruto. Naruto segera sadar dan menggunakan kedua kakinya untuk menahan tubuhnya dan tubuh Neji setelah terlempar cukup jauh.

"Ukkkhh.." rintih Neji yang terluka berat karena tak siap menerima serangan.

'Gawat! Mereka melukai Neji..' kata Naruto dalam hati.

Mereka tak bisa santai karena di belakang mereka, kembali menunggu Kimimaro dengan cakar assassin nya.

"Jangan lengah.." kata Kimimaro pelan.

'Sekarang!'

"Blaze Commandement: Burning Mode!"

BWOOOOOSSSSSHHH

Dalam sekejap tubuh Naruto terselimuti oleh elemen api yang membara. Tubuhnya sama sekali tak berkeringat dan api yang dikeluarkannya juga tak panas namun energy dahsyat yang dikeluarkannya itulah yang dirasakan Naruto. Kimimaro terkejut melihatnya dan Naruto tersenyum melihatnya. Entah kenapa serangan Kimimaro jadi tak begitu cepat karena ia terkejut.

GREP

Naruto mencengkeram tangan Kimimaro hingga mengakibatkan tangannya berdarah akibat cakar assassin Kimimaro. Darahnya terus mengalir dan menetes ke tanah namun Naruto sama sekali tak menunjukkan ekspresi kesakitan.

'Satu kesempatan, satu serangan!' kata Naruto dengan telapak tangannya yang lain menciptakan sebuah lingkaran sihir.

"Sial.. Sihir itu!"

Kimimaro membuka matanya lebar lebar ketika sadar apa yang akan diperbuat Naruto. Saat ini dia tak bisa meloloskan diri karena tangannya sedang di cengkeram Naruto. Baru saja dia akan menggunakan tangannya yang lain untuk menyerang Naruto, namun sang pengguna sihir ruang dan waktu itu sudah siap dengan sihir elemen anginnya.

"Kimimaro!" teriak Juugo.

Muncul sebuah bola energy yang tercipta dari elemen angin.

"Wind Style: Rasengan…"

Para penonton terkejut ketika sihir itu sudah terbentuk sempurna di telapak tangan Naruto. Bahkan para Ketua Asrama hingga Tsunade dan Jiraiya terkejut ketika Naruto akan menggunakan sihirnya dengan jarak sedekat itu pada lawannya.

"Dia sudah tak bisa kemana mana lagi!" kata Yahiko berkomentar.

"Sial.. Apa bisa Kimimaro meloloskan diri!?" tanya Shisui yang juga ikut terkejut.

Jiraiya tersenyum melihat muridnya. Sedangkan Kakashi terbayang bayang dari awal rencana Naruto untuk menangkap tangan Kimimaro dan menghentikan pergerakannya.

'Dia mengorbangkan satu tangannya untuk menangkap lawannya.. Menarik…' kata Kakashi dalam hati saat melihat pertarungan itu.

"Terima ini!"

BWUUUUUNNNGGGG

BLAAAAAAAAARRRR

Kimimaro sedikit menahan Rasengan Naruto dengan tangannya lainnya yang sudah ia lapisi dengan tulang tulangnya namun Rasengan Naruto tidak selemah itu hingga bisa ditahan begitu saja. Kimimaro terlempar dengan posisi berputar putar hingga akhirnya menghantam dinding arena pertandingan.

"Uaaaaakkkkkkhhhhh!" teriak Kimimaro yang menerima serangan Naruto.

DUUUUUAAAAARRRR

"Satu habis.. selesaikan yang satunya lagi.." kata Naruto melemaskan tangannya.

Para penonton bersorak ketika Naruto berhasil menumbangkan Kimimaro dengan sihirnya. Bisa dipastikan kalau lawan mereka kini hanyalah Juugo jika melihat Kimimaro yang sudah tak berdaya disana. Neji yang menahan sakit akibat serangan Juugo tampak sedikit tersenyum.

"Kau berhasil.." kata Neji sambil memegangi bagian tubuhnya yang terluka.

Neji tampak kesulitan untuk berdiri setelah itu. Dan Naruto pun membantunya untuk berdiri.

"Rencana kita berhasil.." kata Naruto.

Flashback

Tepat beberapa menit sebelum nama Naruto dan Neji dipanggil ke arena pertandingan, mereka berdiri dan bercakap cakap di lorong menuju arena pertandingan. Hal yang dibahas oleh mereka, tak lain dan tak bukan adalah strategi untuk mengalahkan lawan mereka setelah ini. Dari analisa Neji menggunakan Byakugan, dia menyimpulkan bahwa Kimimaro dan Juugo memiliki kerja sama yang lebih baik dari semua tim bahkan dari mereka. Dan itu akan semakin menyulitkan mereka. Oleh karena itu, mereka membuat sebuah strategi untuk mengalahkan Juugo dan Kimimaro.

"Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya kalau lawan kita memiliki kerja sama tim yang terbaik di antara tim yang ikut serta dalam event ini," kata Neji.

Naruto yang bersandar di dinding benar benar mendengarkan saat Neji berbicara.

"Bagaimana dengan peluang kita mengalahkan mereka berdua tanpa menggunakan sihir yang kita simpan untuk final?" tanya Naruto menanyakan peluang kemenangan mereka.

"Buruk.." jawab Neji setelah memikirkan kembali hasil analisanya terhadap lawannya setelah ini.

Naruto memejamkan matanya paham sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada. Dia kembali membuka matanya tak lama kemudian. "Apa itu artinya kita harus menggunakan sihir sihir rahasia kita yang lainnya?" tanya Naruto.

Salah satu cara untuk mengalahkan Juugo dan Kimimaro memang dengan menggunakan sihir sihir yang masih mereka simpan untuk final. Pendapat Neji pun sama dengan Naruto. Namun Neji sempat memikirkan cara lain selain menggunakan sihir sihir yang masih mereka simpan.

"Masih ada cara lain untuk mengalahkan mereka tanpa menggunakan sihir yang kita simpan.." kata Neji.

Naruto menatap datar ke arah Neji namun dalam hatinya ia benar benar ingin tahu rencana Neji. "Bagaimana caranya?"

"Bukankah sederhana saja? Mereka adalah tim dengan kerja sama yang paling baik di antara semua tim yang mengikuti turnamen atau event ini, itulah kelemahan mereka.." kata Neji.

Naruto menyipitkan matanya tak paham. "Apa maksudmu?"

"Akan sulit bagi kita mengalahkan kerja sama mereka berdua tanpa menggunakan sihir yang kita simpan.. tapi apabila kita menghabisi salah satu dari mereka, bukankah tak jadi masalah..?" tanya Neji.

Naruto menaikkan alisnya sebelah. Terdengar sangat mudah saat Neji mengatakannya namun kenyataannya sangat sulit mendapat peluang besar untuk mengerahkan satu serangan penghabisan.

"Apa maksudmu.. Aku harus menggunakan sihir ruang dan waktu saat mereka lengah dan menyerang mereka dari belakang?" tanya Naruto.

"Sayangnya akan sulit bagimu untuk menggunakan sihir ruang dan waktu untuk pertandingan berikutnya.." kata Neji.

Naruto semakin bingung. "Aku bisa menggunakannya dengan mudah.. Apa masalahnya?"

"Bukan itu maksudku.. Maksudku adalah ke-efektivitasan dari sihirmu itu akan berkurang. Meski memiliki kecepatan yang luar biasa, aku yakin mereka juga sudah memiliki rencana untuk mengantisipasi serangan dadakan itu." jelas Neji.

Naruto mengerti maksud Neji. "Jadi apa yang harus kita lakukan?"

Neji sedikit tersenyum mendengar pertanyaan Naruto. "Aku punya rencana.. tapi dalam rencana ini, kau harus menggunakan Burning Mode untuk suatu alasan dan akan kuceritakan tentang mereka berdua sebelum kujelaskan rencana ini,"

Flashback OFF

"Kimimaro!" teriak Juugo langsung berlari ke arah Kimimaro.

Naruto mengerti alasan mengapa Neji memintanya untuk menggunakan sihir yang sebenarnya tak ingin digunakannya disini. Burning Mode nya hanya ia gunakan untuk memberikan gelombang kejut saat Kimimaro menyerangnya tadi sehingga dia dapat menahan cakar assassinya dengan mudah.

Tak hanya itu, Burning Mode juga meningkatkan daya hancur dari sihirnya sehingga benar benar tidak mungkin bagi Kimimaro untuk bertahan dari Rasengan. Namun manfaat dari Burning Mode baru akan benar benar digunakan setelah ini.

"Sial.." kata Juugo melihat kondisi Kimimaro.

Naruto dan Neji saling menatap memberikan sinyal untuk melangkah menuju rencana mereka berikutnya.

"Pastikan kau gunakan sihir itu dengan baik.. Karena masalah sebenarnya baru akan datang setelah ini," kata Neji.

Naruto mengangguk paham. Dia mengalihkan pandangannya ke arah Juugo sekarang. Pancaran energy tampak semakin besar.

"Pada akhirnya memang mustahil bagi kita untuk mengalahkan mereka tanpa menggunakan sihir yang kita simpan.." kata Naruto.

"Eh!? Jadi Burning Mode itu adalah salah satu sihir yang kau simpan? Bukannya kau sudah pernah menunjukkannya ketika bertarung melawan Sasuke dulu?" tanya Neji.

Naruto tak menggubris pertanyaan Neji. Sebenarnya bukan Burning Mode yang disimpannya tapi tahap selanjutnya setelah aktivasi Burning Mode yang membantunya masuk ke dalam mode sihir simpanannya.

"Dia mengalahkan Kimimaro!" kata Shisui.

"Kurasa tim kami yang akan menang!" kata Yahiko.

"Entahlah.. tapi mereka akan membangunkan sesuatu yang mengerikan," kata Shisui.

Yahiko sedikit bingung mendengarnya sama halnya dengan Sara yang tidak sengaja mendegar ucapan Shisui. Mereka mengalihkan pandangannya lagi ke arena pertandingan melihat apa yang akan terjadi.

"Sudah dimulai, Naruto! Tahan dia dengan kekuatan Burning Mode milikmu.. Seharusnya kekuatannya setara denganmu sekarang,"

Dari yang dilihat oleh Neji, Burning Mode milik Naruto sekarang meningkatkan kekuatan tingkatannya mencapai Spirit level 2. Dan bahkan kekuatannya sekarang belum menyentuh tingkatan Kiba dengan Crimson Dog Warrior , Sasuke dengan Lightning Armor apalagi Shion dengan Light Butterfly Warrior nya.

"Semakin besar hingga menyentuh Spirit level 3!" kata Neji melihat aliran sihir Juugo.

Juugo melepaskan energy yang luar biasa. Pancaran energy nya mampu menekan Neji dan Naruto. Dia mampu membuat seluruh penonton terkejut termasuk Tsunade dan Jiraiya.

'Menyebalkan.. Kenapa di angkatan kita banyak sekali yang memiliki sihir yang meningkatkan kekuatan secara instan?' kata Naruto malas.

Sejak awal Neji tahu ini akan terjadi. Sama halnya dengan Juugo, Kimimaro sebenarnya juga memiliki sihir yang sama untuk meningkatkan kekuatannya secara instan. Dulu tanpa sengaja sebenarnya, Neji pernah melihat dengan Byakugan miliknya saat Kimimaro dan Juugo berlatih menggunakan kekuatan itu hasilnya mereka lepas kendali dan mereka berdua dapat dihentikan oleh Shisui seorang diri. Wajar jika dia dapat melihat dan memata matai lawannya jika ia mau karena Byakugan miliknya dapat melihat hingga jarak yang sangat jauh. Sejujurnya seluruh area Akademi ini masuk ke dalam area penglihatannya.

'Yah.. Berawal dari ketidaksengajaan..' kata Neji dalam hati.

Akan lebih merepotkan apabila Kimimaro juga menggunakan kekuatan itu. Oleh karena itu, Neji memikirkan cara untuk mengalahkan salah satu dari mereka terlebih dahulu sebelum keduanya sama sama menggunakan sihir aneh itu.

'Energi ini.. Sebenarnya siapa mereka? Tak diketahui asal mereka.. Dan bahkan tak ada yang tahu sihir mereka,' kata Sara ketika melihat energy Juugo yang meluap luap.

Juugo membalikkan tubuhnya menghadap kedua lawan yang sudah menghajar habis temannya itu. Naruto dan Neji juga sudah bersiap menerima amukan Juugo. Seperti prediksi Neji sebelumnya, dia akan lepas kendali ketika kekuatan itu muncul dalam dirinya.

"Ini gawat.. Dia bisa saja membunuh Naruto dan Neji," kata Shisui yang mengatakannya dengan santai.

"Ucapanmu dan ekspresimu itu bertolak belakang, bodoh!" kata Yahiko yang konyol mendengar ucapan Shisui dengan wajahnya saat itu.

Jiraiya dapat melihat dengan jelas aura yang dikeluarkan oleh Juugo. Ketika Kimimaro dan Juugo masuk ke Akademi dan ketika ia melihat kemampuan mereka berdua, hanya satu nama yang terlintas di benaknya tentang siapa orang yang bisa menemukan dua orang ini… Orochimaru namanya. Pengkhianat yang sudah menghilang bertahun tahun lalu. Dan entah alasan apa yang membuat Juugo dan Kimimaro masuk ke Akademi ini.

'Apa mereka mata mata Orochimaru?'

"Apa kau memikirkan nama orang yang sama denganku?" tanya Tsunade melirik Jiraiya di sebelahnya dan pertanyaan barusan juga di dengar oleh Kakashi.

Jiraiya tak merespon pertanyaan Tsunade karena sadar kalau Tsunade juga tahu jawaban dari pertanyaannya sendiri.

Sedangkan itu, Naruto dan Neji sudah bersiap untuk bergerak.

"Ingat.. Satu kesempatan dan satu serangan!" kata Neji mengingatkan Naruto.

"Ini adalah kombinasi serangan kita yang kita ciptakan dadakan bukan?" kata Naruto disusul dengan tawanya.

"Semoga berhasil!" kata Neji.

Juugo langsung bergerak menuju Naruto dan Neji dengan langkah besarnya namun sangat cepat. Hampir seluruh tubuh Juugo sudah bagaikan monster. Sebelumnya dia hanya Practioner level 1 dan kini kekuatannya mencapai Spirit level 3.

"Aku duluan!" kata Naruto mengarahkan telunjuknya dan menembakkan lagi peluru sihir ke samping Juugo.

Dalam sekejap muncul lingkaran sihir khas miliknya saat menggunakan sihir ruang dan waktu.

"Hidden Magic of Namikaze: Thunder God's Wing!"

FUUUUTTTTTSSS

Ia langsung berpindah di samping Juugo. Dan Juugo menyadarinya. Seperti yang dikatakan Neji sebelumnya kalau efektivtas dari serangan dadakan Naruto akan berkurang setelah lawan melihatnya. Terbukti dari Juugo yang langsung memberikan serangan antisipasi dengan tangan kanannya.

'Lagi!' kata Naruto dalam hati langsung menembakkan peluru sihirnya ke atas Juugo sedikit ke kiri lagi.

FUUUUTTTTSSSSS

BLAAAAARRRRR

Juugo menghasilkan gelombang ledakan hanya dengan sekali pukul dan untung saja Naruto berhasil menghilang di atas Juugo sedikit ke kiri.

'Terima ini!'

Naruto langsung memberikan Juugo tendangan dari samping.

DUAAAAGGGHHH

Sedikit terkejut karena Juugo mampu menahannya dengan mudah menggunakan satu tangan. Dan saat perhatiannya teralihkan oleh serangan Naruto, Neji sudah siap di depannya 5 meter menggunakan Destroyer Wind Palm.

"Hidden Magic of Hyuuga: Byakugan Style, Destroyer Wind Palm!"

BLAAAAAARRRRR

Gelombangnya langsung menuju ke arah Juugo ketika ia disibukkan dengan Naruto. Mau tidak mau dia melepaskan perhatiannya dari Naruto dan menggunakan kedua tangannya untuk menahan serangan yang datang dari depan.

"Sekarang!" teriak Neji.

Juugo terkejut mendengarnya. Seluruh penonton juga termasuk Ketua Asrama, Tsunade, Jiraiya dan Kakashi terkejut juga dengan aksi Naruto. Dalam posisi tubuh yang berputar setelah menggunakan tendangan berputar dari samping barusan dan mustahil baginya untuk mengerahkan serangan, ternyata dia sudah menyimpan Rasengan di telapak tangannya yang lain.

"Wind Style: Rasengan!"

"Curse Seal Magic: Living Wall Aura!"

BLAAAAAAARRRRRR

Juugo memutuskan untuk menggunakan sihirnya untuk melindungi tubuhnya dari dua serangan yang datang kepadanya. Bentuknya seperti perisai tembus pandang dengan energy yang kuat untuk menahan serangan.

"Uwoooooooo! Tembuslah!" teriak Naruto.

'Maju, Naruto! Satu kesempatan, satu serangan!' batin Neji.

DHUUAAAAAAAARRRRRRR

Perisai itu meledak dan kepulan asap muncul setelah ledakan terjadi. Neji yang tadinya akan berlari ke arah mereka menghentikan langkahnya sambil kembali memasang Byakugan miliknya. Yang ia khawatirkan adalah siapa yang tumbang? Seandainya Naruto yang tumbang, akan sulit baginya bertarung apalagi setelah menerima luka tadi.

Para penonton belum ada yang beranjak dari tempat duduknya meski ini adalah pertandingan terakhir hari ini. Mereka masih sibuk mengamati apa yang terjadi. Sedangkan kepulan asap masih belum menghilang dari sana.

"Siapa yang menang?"

Satu persatu, para penonton mulai bertanya tanya.

"Apa serangan tadi berhasil?" tanya Shion di ruangannya.

Sai dan Shikamaru tampak juga sedang menonton disana. Biasanya Sai akan sibuk dengan buku gambarnya dan Shikamaru akan tidur setelah pertandingannya berakhir namun pertandingan Naruto dan Neji menyita perhatian mereka dari kebiasaan mereka.

'Naruto…' batin Shikamaru.

Di arena, para penonton masih menunggu hasil pertandingan. Disana Neji sudah kesal menunggu siapa yang selamat hingga akhirnya dia membuat tindakan.

"Wind Style: Wind Palm!"

Dia menyingkirkan asap itu dengan sihir elemen anginnya. Disana, Juugo sudah terbenam ke tanah sedangkan posisi Naruto berlutut tak jauh dari sana. Kelihatannya dia sempat terlempar tepat setelah ledakan itu. Naruto mengatur nafasnya sambil menatap langit langit stadium. Belum ada respon sama sekali darinya apalagi dari penonton.

Selama belasan detik, ia membeku disana tak menghiraukan Neji yang menunggunya.

"Naruto-niisan.." kata Hinata pelan ketika melihatnya dari bangku penonton.

Neji yang lelah menunggu, menghampiri pria pirang tersebut sambil memegangi luka yang di dapatnya dari Juugo tadi. Dan ketika sampai di sampingnya, dia menendang Naruto.

DUAKH

"Arggghhh.. Apa yang kau lakukan?" tanya Naruto setelah sadar dari lamunannya.

Neji menatap malas ke arah Naruto. "Kita menang, bodoh.."

"Aku tahu…"

Dan tak butuh waktu lama untuk…

"Yahi-!" kata Shisui terputus ketika akan memanggil Yahiko.

"Uwoooooooo! Holy Knight maju ke final!" teriak Yahiko di suasana hening itu.

Tampaknya teriakan Yahiko dapat memecah suasana hening itu menjadi teriakan dan sorakan seluruh penonton. Naruto dan Neji bangkit menghadap ke seluruh penonton yang hadir disana. Dengan ini mereka sudah memegang tiket menuju final. Dan di final akhirnya mereka akan bertarung melawan perwakilan dari Pegasus Wing. Siapa lagi jika bukan pemilik julukan gadis penguasa.

"Dia menang.." kata Tsunade disambut senyuman oleh Jiraiya.

Sedangkan Kakashi hanya memberikan tatapan datar. Dalam hatinya ia sebenarnya sungguh penasaran tentang darimana Naruto memiliki kemampuan untuk mempelajari sihir milik sensei nya.

"Naruto-kun menang!" seru Shizuka.

"Naruto-niisan! Neji-niisama!" tambah Hinata yang duduk di sebelahnya.

Mereka berdua saling berpelukan menyambut kemenangan Naruto dan Neji.

"Holy Knight menang!"

Tampaknya Yahiko memang benar benar tak bisa menutupi rasa senangnya akan kemenangan Naruto dan Neji. Meski kalah pun, Shisui tampak tersenyum melihat kemenangan pihak lawan. Dan ketika ia menoleh ke arah Sara, Shisui menunjukkan ekspresi herannya. Gadis berambut merah itu sudah menghilang dari tempat duduknya.

.

.

.

.

.

.

Di sebuah tempat yang gelap dan tampaknya sudah tak lagi di area stadium…

Sara berjalan bersama Koyuki yang sudah menjemputnya. Dia tampak tersenyum setelah melihat kemenangan Naruto melawan Kimimaro dan Juugo. Sedangkan Koyuki yang di sebelahnya hanya diam sambil melihat Sara yang sedang tersenyum.

"Dia memang hebat.." kata Koyuki.

Sara menoleh ke arah Koyuki dengan senyumnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

"Sekarang tinggal kita uji dia dengan Shion di pertandingan final.." ucap Nagato yang tiba tiba muncul entah darimana. Yang lebih aneh lagi, Sara dan Koyuki tak terkejut dengan kedatangan pemuda itu.

Sara melirik Nagato. "Tapi benar benar tak kusangka kalau Kimimaro dan Juugo itu adalah salah satu penelitian lama Orochimaru.." kata Nagato tiba tiba membahas hal tersebut.

Senyum Sara menghilang seketika digantikan ekspresi datar ketika mendengar nama itu disebutkan. "Jika dia tak mau bergabung dengan kita, dia bisa saja jadi penganggu dalam ambisi kita.. aku ingin dia segera dimusnahkan jika dia menolak.."

"Tenanglah.. Bukan hal mudah menghabisi salah satu Sannin seperti Jiraiya-sama dan Tsunade-sama.. Setidaknya dia sudah mencapai tingkatan Emperor,"

Sara tak membalas perkataan Nagato.

"Lagipula, pengganggu kita saat ini bukanlah dia… Dia tak mengetahui identitas kita, dan hanya sekedar tahu keberadaan kita di dalam Kerajaan.."

"Bagaimana dengan Danzo dan organisasi di bawah perintahnya? Meski cara mereka kotor.. Mereka tetap takkan membiarkan rencana kita," tanya Koyuki.

"Yang kutahu, mereka punya satu tujuan… apalagi jika bukan mengambil alih Kerajaan," kata Sara menggantungkan kalimatnya.

Nagato dan Koyuki berjalan di samping Sara cukup lama. Satu persatu di belakang mereka muncul satu, dua, tiga hingga beberapa orang yang siap mengawal mereka. Sara, Nagato dan Koyuki sama sekali tak terkejut. Orang orang itu adalah bawahan mereka yang juga ada beberapa murid di Akademi.

Tak ada yang tahu apa yang mereka bicarakan namun dari arahnya saja dapat dikatakan kalau mereka memiliki rencana besar terhadap Kerajaan.

"3 Benda ini akan jadi senjata utama kita.." kata Sara ketika sampai di suatu ruangan khusus di tempat itu.

Nagato dan Koyuki melihat ke arah benda yang dimaksud. Semakin lama semakin banyak orang dengan jubah yang berkumpul disana. Mereka semua berlutut memberi hormat kepada Sara, Koyuki dan Nagato.

"Sebentar lagi… tinggal sebentar lagi.."

Terpampang 3 benda di hadapannya yang sudah tersimpan rapi. Yang pertama adalah sebuah gulungan aneh dengan nama Ancient Scroll. Kedua, lebih aneh lagi dari sebelumnya karena bukan termasuk benda, itu adalah sepasang mata dengan nama Rinnegan. Dan yang terakhir adalah sebuah topeng aneh dengan nama Dark Lord Mask.

"Mana yang cocok denganmu, Naruto…?" tanya Sara.

TBC

.

.

.

Aku update! Dan untuk chap depan akan ku update kira kira sekitar tanggal 4-6 Juni 2017.

Dan mohon kasih tahu semisalkan.. semisalkan lho ya.. klo alurnya kecepetan atau ada typo yang menganggu.. soalnya aku belum baca ulang.. wkwkwk. Klo ada yang tanya arc untuk Sara dkk itu masih lama. Karena fic ini juga kelihatannya bakal lama tamatnya. Maaf klo nggak bisa di skip karena takut ganggu alurnya. Dan kelihatannya banyak yang pengen lihat Naruto pake Deadly Sin ya? Ada juga yang tanya siapa pairnya.. tapi gak akan kujawab.. tunggu aja.. pasti nanti juga bisa nebak.

Satu petunjuk aja, inspirasi fic ini kan dari manhua Battle Through The Heaven sama Soul Land(inspirasi doang.. manhua sama fic ini konflik dan ceritanya beda jauh) seperti yang dikatakan beberapa reader.. Dan entah kenapa dua manhua ini punya satu unsur kesamaan siapa cewek yang disukai tokoh utamanya. Mereka berdua itu sama sama… cari tahu aja sendiri. Aku yakin bagi reader yang udah baca manhua nya pasti tahu apa kesamaan dua cewek di manhua itu sampe sampe ada alasan kenapa bisa deket banget sama tokoh utamanya (Bagi reader yang udah tahu diharap jangan membocorkan.) wkwkwk

Uhmm.. Aku mau tanya apa lagi ya? Udah ini ajalah.. lupa soalnya mau tanya apa.

Jangan lupa tinggalkan review!