HOUSE OF B.A.P
.
Author: MinUraaa
.
Rate: T (aman)
Genre: Bromance, Humor, Family
.
Summary:
Bang Yongguk si penulis lagu,
Kim Himchan seorang model,
Jung Daehyun seorang penyanyi,
Yoo Youngjae dibidang yang sama, Moon Jongup seorang dancer, Choi Junhong murid SMA
.*.*.*.*.*.
"aku terlambat!!" Junhong berlari ke lantai bawah, mengambil roti di meja makan yang entah punya siapa, dan memakai sepatunya buru-buru.
"Ya! Itu milikku!" Protes Daehyun.
"Ck, nanti saja mengomelnya Hyung, aku terlambat sekarang! Nah, aku berangkat!!" Junhong lalu berlari menuju halte busway.
Tepat saat Junhong sampai di halte, bus tujuannya datang, jadi Junhong bisa langsung naik. "Huah~ masih ada 30 menit sebelum bel masuk, aish.. bagaimana aku bisa terlambat" Junhong mengacak rambutnya.
Sementara itu dirumah..
"Huh? Apa itu tadi?" Tanya Himchan memegang segelas kopi dengan tampang baru bangunnya.
"Junhong terlambat, dia bahkan mengambil jatah rotiku, padahal itu kubuat spesial.. ah, aku malas membuat roti lagi.. Hyung, buatkan roti untukku" lalu Daehyun pergi dari dapur.
"Kurang ajar" Himchan melempar sendok ke kepala Daehyun, dan membuat roti untuk orang-orang dirumah.
"Hmm.. apa hari Junhong baik-baik saja ya disekolah? Firasat ku tidak enak" monolog Himchan. "Yongguk-ah! Jongup-ah! Youngjae-ya!! Ayo bangun! Sarapan sudah siap!" Teriaknya menggema di rumah itu.
Belum ada lima menit, terdengar suara gaduh dari lantai dua, dan teriakan Daehyun dan Youngjae yang saling bersahutan.
Youngjae dan Daehyun sepertinya bertengkar hingga Youngjae mengejar Youngjae sampai ke lantai bawah, permasalahannya pasti serius.
"Ya, ada apa ini?" Tanya Himchan saat daejae berlarian di dapur dan Youngjae asik menyumpahi Daehyun dengan kalimat suci.
Kesal, Himchan memukul kepala Daehyun dan Youngjae dengan talenan.
"Ya! Kalian ini apa-apaan! Untung Junhong sudah berangkat sekolah, kalau tidak dia akan mendengar kalimat laknat dari hyungnya! Sudah kalian ikut aku!" Himchan menarik telinga Daehyun dan Youngjae.
"Aih Hyung, sa.. sakit.. sakit hyung.."
"Ya! Hyung.. Daehyun yang salah.. Auh..auuu.."
Himchan membawa mereka ke kamar Yongguk, dan disana Yongguk sedang membereskan beberapa kertas berisi lirik lagu dari meja komputernya.
"Ada apa ini?" Tanya Yongguk bingung karena Himchan tiba-tiba masuk membawa Daehyun dan Youngjae yang dijewer.
"Lihat kelakuan anak-anakmu! Mereka mau merobohkan rumah ini, berlarian di lantai atas, membuat kegaduhan, dan Youngjae banyak mengumpat!" Adu Himchan.
Yongguk hanya menghela nafas.
"Jung Daehyun.."
Daehyun menunduk.
"Yoo Youngjae.."
Youngjae ikut menunduk.
Yongguk jarang menunjukkan kalau ia sedang marah, tapi kalau ia sudah memanggil nama seseorang dengan nama panjang, sudah dipastikan kalau seorang Bang Yongguk sedang marah.
"Apa yang kalian ributkan?" Tanya Yongguk.
"Itu.. Daehyun mencelupkan sikat gigiku ke toilet.." adu Youngjae.
"Daehyun?"
"I..itu karena kemarin Youngjae menyuruhku membayar tagihan makannya yang sangat banyak"
"Ish, bukankah itu termasuk dalam taruhan? Yang kalah mentraktir yang menang, Perancis menang di piala dunia artinya kau mentraktirku" -YJ
"Tapi itu sudah berminggu-minggu yang lalu! Kau bahkan sudah menyuruhku mentraktirmu seloyang black forest seminggu yang lalu, lalu kemarin masih kau anggap aku kalah taruhan? Taruhan kita sudah selesai saat aku mentraktirmu" -DH
"Tapi kita taruhan lagi lagu siapa yang akan diputar saat world cup kan! Aku memegang ECO, dan kau BTZ, dan polling terbanyak yaitu ECO!" -YJ
"Ya! Tapi akhirnya kedua lagu itu diputar saat piala dunia, jadi taruhan itu gagal!" -DH
"Apa? Tidak bisa! Taruhan tetap taruhan"
"Tidak bisa! Itu seri"
"Dihitung taruhan!"
"Seri!"
"Taruhan!"
"Seri!"
Sebelum adu mulut itu berlanjut adu pukul, Himchan menjewer telinga keduanya lebih keras.
"Kalian bisa diam?"
Daejae langsung diam ditempat.
"Haahh~.. sudah kalian kembali ke kamar masih-masing, jangan ada yang keluar sebelum kusuruh kalian keluar, renugkanlah masalah kalian.. kalian ini sudah dewasa, bukan anak kecil seperti Junhong. Jongup saja baru mau 20 tahun dan dia bisa bersikap lebih dewasa daripada kalian.. kalian harus menjadi contoh bagi Jongup dan Junhong.." Yongguk menceramahi mereka.
"Sudah kalian kembali ke kamar"
"Baik Hyung.."
Daejae langsung meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke kamar masing-masing.
"Hahh~ terima kasih yongguk-ah" kata Himchan. Yongguk mengangguk."Oh ya, aku sudah buat sarapan, ayo makan"
.
.
Disekolah, Junhong adalah anak manis yang pendiam, tidak terlalu diam sih dia hanya tidak terlalu pandai bersosialisasi.
Namun di klubnya, ia sangat menonjol. Sangat berprestasi di bidang tari dan rap.
Bahkan kemampuannya disandingkan dengan Oh Sehun, murid kelas 2 yang begitu bagus dalam seni. Bahkan Junhong digadang sebagai pengganti Sehun.
Sehun sendiri, ia tidak terlalu dekat dengan Junhong, karena ia mempunyai kelompok bermainnya sendiri. Dan Sehun, tidak terlalu menyukai Junhong, karena ia tidak menyukai orang yang mampu menandinginya.
Istirahat itu, Junhong hanya menggambar di kursinya sambil mendengar musik. Dan seorang teman mendatanginya
"Junhong-ah, ayo ke kantin" ajak seorang temannya. Junhong mengangguk lalu pergi dari kursinya, saat itu juga seseorang membuka tas Junhong dan memasukkan sebuah benda kedalam tasnya.
"Kau tidak akan pernah bisa menyaingi ku, Choi Junhong.."
"Junhong-ah! Kau dipanggil konselor.." Yeri berlari mendatangi Junhong yang sedang minum jusnya.
"Aku?" Bingung Junhong.
Junhong lalu pergi ke ruang konselor dengan bingung, ia selama dijalan memikirkan pelanggaran apa yang ia lakukan selama disekolah.
Kurasa aku tidak melakukan pelanggaran apapun, tadi pagi saja aku tidak telat.. lalu ada apa?. Batin Junhong.
Junhong masuk ke ruang konselor dan menemukan Kim Heechul, guru konselornya dan Sehun, seniornya di klub. Ada apa?
"Anu.. ada apa memanggil saya?" Tanya Junhong.
Heechul melempar sebungkus rokok ke wajah Junhong. "Apa kau bisa jelaskan? Kenapa kau menyimpan benda seperti ini di tasmu?" Tanyanya
"A..aku tidak.." Junhong bingung ,tentu saja.
Ia tidak pernah membawa atau menyimpan benda itu. Tapi kenapa benda itu ada di tasnya?
"Maaf, aku tidak tahu ada apa.. a..aku tidak menyimpan ini.." kata Junhong.
"Lalu kenapa benda itu ada di tasmu? Dan aku punya bukti kau merokok dibelakang sekolah saat istirahat makan siang" Heechul meminta ponsel milik Sehun dan menunjukkan sebuah photo blur orang yang sedang merokok.
"A..aku tidak.. aku tidak melakukan itu! Aku makan siang dikelas saat istirahat.. ka..kau bisa tanya teman-temanku kalau kau mau" Junhong berusaha menolak semua 'bukti' yang ditunjukkan Heechul.
"Aku tidak mau tahu, besok panggil walimu ke sekolah, aku akan membicarakan ini dengan walimu besok"
.
.
"YA! CHOI JUNHONG! BAGAIMANA KAU BISA MEMBAWA BENDA ITU KE SEKOLAH?! KAU MEROKOK HAH?! KAU BERUSAHA MENJADI ANAK NAKAL SEKARANG?!" amuk Himchan.
Junhong sekarang duduk di sofa dikelilingi hyung-hyungnya.
Yongguk hanya memijit pelipisnya.
"Jadi benar? Kau membawa rokok ke sekolah? Untuk apa?" Tanya Yongguk.
"A..aku tidak.. aku tidak membawanya.. sungguh.. sungguh aku tidak tahu Hyung.. aku tidak tahu kenapa ada benda itu di tasku.. hiks.. hiks.." Junhong mulai menangis
"Hei, sudah jangan menangis" Jongup menenangkan Junhong yang mulai menangis.
"Ya, sudah jangan menangis.. kau sudah besar, jangan cengeng" kata Daehyun.
"Setidaknya dia baru merokok, belum menghamili anak orang" cibir Youngjae.
"Ya! Kita sedang di kondisi dimana kita tidak diharuskan bertengkar, jangan menyulutku Yoo Youngjae.." kata Daehyun.
"Baiklah.. sudah cukup, mungkin ini hanya kesalahan pahaman, Junhong tidak mungkin membawa rokok ke sekolah, aku tahu.. Junhong anak yang baik" kata Yongguk. Ia menepuk bahu Junhong lalu kembali ke kamarnya.
"Aku masih mengawasimu, nak" kata Himchan pergi ke kamarnya sambil membanting pintu.
"Lebih baik aku kembali ke kamar sebelum youngaje menyulutku untuk bertengkar lagi" Daehyun naik ke lantai atas. Dan Youngjae mengikutinya setelah memukul kepala Daehyun dengan bantal.
"Junhong-ah, Hyung percaya padamu, kau tidak mungkin membawa rokok ke sekolah.. kau anak yang manis dan taat peraturan, tidak mungkin membawa benda seperti itu ke sekolah" kata Jongup.
"Ta..tapi.. a..aku tidak tahu.. ke..kenapa benda itu.. a..ada di tasku.." kata Junhong sesegukan.
"Hyung akan cari tahu orang yang melakukan ini, Junhongie tenang saja, percaya pada Hyung" kata Jongup.
Junhong mengangguk,
Jongup dan Junhong pergi ke kamar masing-masing.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
haii~ kangen ura?
Rnr juseyo~
