Kyoukai no Koi

Chapter 21

Warn : Incest/Twincest, a LOOOOOOOOT of OCs, Akashi Seijuurou Oreshi+Bokushi, present time

Enjoy Reading!.

Sena terus saja memandangi halaman rumahnya yang sudah disulap menjadi tempat pesta. Lampu warna-warni beserta pohon bambu yang digantung berbagai kertas permohonan tampak begitu indah. Tamu-tamu pun tidak kalah mencolok, mereka semua menggunakan yukata yang indah. Makanan yang menggugah selera siap tersaji di meja panjang. Namun sayangnya Sena tidak ingin berada disana. Memandangi semua itu di balkon kamarnya jauh lebih menyenangkan.

Tiba-tiba saja mata Sena tertuju pada seorang pria paruh baya yang sempat dikenalkan oleh ayahnya tadi. Ayah dari orang yang ditunangkan dengannya, katanya? Sena bahkan tidak bisa membayangkannya.

Kenapa dirinya ditunangkan dengan pria yang bahkan tidak diketahuinya? padahal yang dicintainya ada tepat didekatnya.

GREP

"Kupikir kenapa kau tidak kunjung kembali. Namun yang kau lakukan malah melamun disini.." Sebuah tangan kekar melingkar di pinggangnya. "Apa yang kau pikirkan?"

"S-Sei!"

"Apa yang sedang kau pikirkan?"

"Lepaskan tanganmmu dari pinggangku, Sei!"

"Tidak mau.." Seijuurou mempererat pelukan tangannya pada pinggang ramping Sena. "Kalau aku melepasmu, kau pasti menjauh dariku lagi."

Sena tersentak akibat kata-kata Seijuurou barusan. Dia memang berusaha menjauhi pemuda itu, namun.. Sebenarnya Sena sendiri tidak ingin menjauh darinya.

"Apa ada seseorang yang membuatmu tidak ingin berada didalam pesta?"

Sena mengangguk. "Uhm.." Jawabnya jujur.

"Apakah orang itu... Adalah aku?"

Sena menggeleng. Meletakkan kedua tangannya pada tangan Seijuurou yang memeluknya. Jujur saja, Sena menyukai pelukan hangat itu. Sena tidak ingin tangan kekar itu melepaskan pelukannya.

"Jadi siapa?"

"Ayah dari pria yang akan ditunangkan denganku."

Seijuurou tersentak. Melepas pelukannya dan membalikkan badan Sena. Menatap wajah bidadari Sena dengan tatapan shock. Namun tidak lama kemudian Seijuurou kembali tenang. Seharusnya dia tidak lupa dengan jalan pikir seorang Akashi Sojirou, cepat atau lambat Sena juga pasti akan dijodohkan seperti dirinya.

Seijuurou kembali membawa Sena dalam dekapannya, memandang manik emas itu dalam. "Apa kau setuju?"

Sena tersenyum miris. "Aku tidak punya pilihan bukan?"

Kedua tangan Seijuurou beralih untuk membingkai wajah sempurna milik Sena. "Masih ada aku."

"Eh?"

"Kau masih memiliki pilihan." Ucap Seijuurou serius. "Ada aku disini.."

Sena menaikkan alisnya. "Ummm.. Tentu saja kau disini. Sei adalah adikku bukan?"

"Aku yakin kau mengerti maksudku yang sebenarnya." Seijuurou memandang Sena semakin dalam. Dan perlahan-lahan mendekatkan wajah mereka berdua. "Kau masih memiliki aku.."

Mata Sena mulai berkaca-kaca. Seijuurou benar, masih ada dirinya. Namun.. Sena jelas tidak akan bisa bersamanya. Kalau saja seandainya bisa, sudah jelas Sena akan memilih Seijuurou daripada siapapun.

"Se-"

Ucapan Sena langsung terpotong oleh sebuah kecupan manis dari seorang pangeran Akashi Seijuurou. Ya, Seijuurou menciumnya. Raja hatinya itu mencium bibirnya lagi.

Sena tidak kuasa untuk menahan air matanya lagi. Bahkan memberontak pun tidak saat Seijuurou kembali menghujaninya dengan ciuman dan ciuman lagi. Semakin dalam dan semakin menunjukkan betapa Seijuurou mencintainya.

"Masih ada aku, Sena." Tangan Seijuurou mengusap air matanya. "Aku akan membahagiakanmu dan membuatmu menjadi ratu."

Sena mengusap air matanya. Mundur dan melepaskan dirinya dari Seijuurou. "Ummm.. Tidak.. Tidak boleh.." Katanya sambil menggeleng.

"Tidak ada yang melarang unt-"

"Sei.." Sena membalikkan badannya. "Bisa kau keluar? Aku mau tidur.. Oyasuminasai.."

Seijuurou hendak membantah. Namun melihat Sena yang seperti itu, akhirnya dia menurutinya. Seijuurou tidak ingin menyakitinya. "Baiklah. Oyasumi.. Cepatlah istirahat."

Sena kembali mengeluarkan air matanya setelah Seijuurou pergi. Membiarkan kedua lututnya menyentuh lantai.

"Sei.." Sena mencengkram dadanya. "Jangan membuatku semakin susah untuk melepasmu.." Ucapnya sambil terus terisak.

.

.

.

Alarm jam enam pagi yang berasal dari ponsel Seijuurou berbunyi. Tidak butuh waktu lama untuk bunyi berisik itu berhenti. Sang pemilik langsung mematikannya begitu bunyi alarm mengusik indra pendengarannya. Seijuurou bukan terbangun karena alarm tersebut, dia memang tidak bisa tidur semalaman.

Tidak lama kemudian Seijuurou segera bangkit dan menyiapkan dirinya untuk ke kantor. Diambilnya secara acak kemeja serta jas dan segera dipakainya. Menyisir rambut merahnya asal dan segera keluar dari kamarnya.

Kedua manik Seijuurou tertuju pada pintu kayu putih didepan kamarnya. Apa yang dilakukan oleh sang pemilik kamar? Apakah dia masih tidur? Otak jenius Seijuurou langsung berpikir cepat, tidak ada salahnya jika dia masuk dan mengajak Sena untuk sarapan-setidaknya dia memiliki alasan.

"Sena?" Seijuurou mengetuk pintu tersebut. Belum lama tangannya mengetuk, Seijuurou sudah membuka pintu itu sendiri. Segera masuk ke dalamnya untuk mencari eksistensi seseorang yang sangat berharga baginya.

Seijuurou mengamati sekeliling dan berakhir menoleh ke kiri. Rupanya sang bidadari masih terlelap dengan nyenyaknya. Sena memang tidak pernah bisa bangun pagi. Itu adalah salah satu kebiasaan Sena yang kekanak-kanakan, namun Seijuurou menyukainya.

Akhirnya pemuda itu menunduk. Mengamati wajah cantik Sena dari dekat. Wajahnya sendu, kedua matanya bengkak meski sama sekali tidak mengurangi kecantikannya.

Tangan kanan Seijuurou mendarat di wajah mulus tersebut. Sedikit mengusap pipi kemerahan tersebut. Seijurou tidak terburu-buru menikmati kelembutan wajah sang tuan putri. Elusan itu pelahan-lahan merambat kearah hidungnya yang mancung, dan berakhir di keningnya.

"Sena.." Seijuurou mendekatkan wajahnya. "Apa yang harus kulakukan agar membuatmu bahagia?"

Sekali lagi Seijuurou memperhatikan wajah Sena lebih dekat. Yang menyebabkan bengkak pada kedua matanya pasti adalah dirinya. padahal Seijuurou hanya berusaha membahagiakannya dan mengatakan bahwa masih ada dirinya disamping Sena. Dan juga sejak kemarin, wajah cantik itu menjadi sendu.

"Aku sangat mencintaimu kau tahu..." Seijuurou mencium hidung mancung Sena, dan mengakhirinya juga dengan sebuah ciuman di keningnya sebelum akhirnya Seijuurou melangkahkan kakinya keluar dari kamar Sena.

BLAM

Pintu kamar Sena sudah kembali tertutup. Seijuurou sudah pergi. Kini hanya Sena yang berada di kamarnya.

Sena membuka kelopak matanya perlahan-lahan. Dan saat itu pula air mulai mengalir dari manik emasnya yang indah itu.

"Aku... Ingin selalu bersamamu, Sei.."

Sena menekankan wajahnya pada bantal. Bermaksud meredam suara isakannya tersebut. Meski menenggelamkan wajahnya pada bantal, namun aroma Seijuurou tidak hilang.

"Aku harus bagaimana, adikku tersayang?"

.

.

.

.

Seijuurou melangkahkan kakinya cepat untuk masuk kedalam rumahnya yang besar. Dilonggarkannya sedikit dasi yang mengikat lehernya sejak pagi. Badannya terasa sangat lelah. Bahkan kegiatannya hari ini jauh lebih melelahkan daripada pekerjaannya di kantor.

Seharian ini Seijuurou terpaksa mengikuti perintah 'Pak Tua' itu. Nanami menyeretnya kesana kemari seharian ini. Pemuda itu heran, mengapa untuk acara pertunangan paksanya besok dia harus latihan dan menyiapkan ini dan itu yang sangat tidak penting? Seijuurou sungguh tidak suka. Untuk apa dia membayar event organizer kalau dirinya sendiri harus repot seperti ini? Apalagi untuk pesta pertunangan paksa.

Seijuurou akhirnya sampai di sebuah pintu berkayu jati yang juga sempat menjadi pintu kamarnya. Diketuknya pelan pintu itu untuk memastikan apakah orang yang dicarinya ada didalam atau tidak. "Sena?". Perasaannya buruk. Seharian ini Seijuurou tidak bisa berhenti memikirkan gadis itu.

Tidak ada jawaban. Dan ketika Seijuurou mencoba untuk membuka pintu tersebut, pemuda itu dapat membukanya dengan mudah. Dengan segera kedua kaki jenjangnya membawa dirinya memasuki kamar itu.

"Sena? Apa yang sedang kau lakukan?"

Sena berada di balkon kamarnya. Membelakangi Seijuurou dan melihat kearah taman rumahnya. Entah apa yang dilakukannya disana disaat hari sudah mulai malam begini.

"Ah, Sei.. Okaeri.. Aku sedang menikmati angin saja.."

Seijuurou menaikkan satu alisnya. Heran. Jawaban Sena terasa aneh. Namun Seijuurou tidak ingin tergesa-gesa menanyakannya dan memaksa gadis itu untuk menatapnya. Seijuurou tidak ingin... Gadis itu menjauhinya lagi..

Tetapi hati kecil Seijuurou ingin menanyakan sesuatu pada gadis itu. Memastikan sesuatu yang penting.

"Nee, Sena.. Besok.."

"Besok adalah pesta pertunanganmu kan? Selamat ya, Seijuurou. Setelah ini kau harus membahagiakan Nanami."

Aneh. Nada bicara serta gaya bicara Sena aneh. Entah ada apa, yang pasti Seijuurou tahu kalau gadis itu tidak baik-baik saja sekarang.

"Apa kau baik-baik saja?"

"Uhm.. Aku baik-baik saja.."

Aneh. Ada apa dengan Sena?

"A...Apa..." Suaranya bergetar. "Ehm!" Dan suara batuk itu jelas disengaja. Apa Sena berusaha menutupi suaranya barusan? "Hadiah apa yang kau inginkan untuk pesta pertunanganmu besok, Sei? Sebagai kakak yang baik, aku akan memberimu apapun."

"Kalau begitu aku ingin dirimu."

Keheningan kembali menyelimuti mereka. Sena jelas kehilangan kata-kata setelah mendengar jawaban Seijuurou barusan. Dan Sena tahu jika jawaban Seijuurou itu serius, tidak main-main.

Entah apa yang membuat gadis itu menjadi seperti ini, yang pasti Seijuurou tidak suka dengan suasana mereka sekarang. Sena seperti menghindarinya lagi. Juga, terlihat jelas Sena berpura-pura ceria barusan.

"Sena. Aku mohon jawab pertanyaanku.." Seijuurou berjalan perlahan. Mendekati gadis itu dari belakang. "Apa.. Kau sudah tidak mencintaiku lagi?"

Angin sore itu membuat rambut mereka berdua berterbangan. Dan sambil menunggu jawaban, Seijuurou hanya terus diam sambil memperhatikan helaian rambut coklat Sena yang sangat cantik. Menanti jawaban gadis itu sambil berharap akan ada sebuah keajaiban kecil. Dan berharap.. Kalau gadis itu dapat membalas perasaannya untuk yang kedua kalinya.

"Meskipun.." Suara Sena bergetar. "Meskipun aku masih mencintaimu.."

Mata Seijuurou membesar sejenak. Kalimat pendek itu cukup untuk membuat kakinya melangkah lebih jauh untuk melihat gadis itu lebih dekat lagi. Seijuurou bagaikan melihat sebuah harapan kecil didepan matanya.

"Meskipun aku masih sangat mencintaimu.." Sena berbalik. Dan gadis itu kembali membuat Seijuurou terkejut.

"Apa yang bisa kulakukan, Sei?"

Kedua manik heterokrom Seijuurou memandang Sena dengan pandangan yang susah diartikan. Sena menangis. Wajahnya benar-benar terlihat menyedihkan. Seijuurou tidak pernah ingin melihat Sena seperti ini. Dan kini Seijuurou tahu, kalau wanita itu telah menangis sejak tadi.

Dan juga.. Ucapan wanita itu telah membuktikan jika dia masih mencintai Seijuurou. Masih sangat mencintainya.

Kedua tangan kekar itu langsung membawa Sena dalam dekapannya. Membenamkan kepalanya didalam dadanya yang bidang. Tangan kirinya memegang erat bahu Sena sedangkan tangan kanannya mengelus surai coklat itu. Dan diam-diam Seijuurou menghi rup aroma shampoo Sena yang khas sejak delapan tahun lalu.

Kali ini Sena tidak menolak atau melepas pelukan dari pria itu seperti biasanya. Yang ada, dia membalas pelukan kembarannya itu. Terlihat dengan jelas tangan kanannya meremas jas belakang Seijuurou. Berusaha meluapkan rasa sakit yang telah ditanggungnya.

"Aku berjanji.." Seijuurou melepaskan pelukan mereka. Membingkai wajah sembab itu dan mendekatkan wajah mereka. "Aku akan melakukan sesuatu setelah pesta pertunangan bodoh itu. Aku pasti melakukan sesuatu untuk kita berdua. Karena itu, tunggulah aku.." Katanya dengan sangat serius.

"Sei.."

"Kau tidak perlu memaksakan dirimu untuk datang besok. Yang perlu kau lakukan hanyalah menungguku. Aku berjanji, akan melakukan sesuatu.. Dan membahagiakanmu.." Ucapnya sebelum bibirnya kembali mengunci bibir tipis Sena.

Sena tidak kuasa untuk menahan air matanya lagi. Tangisannya bertambah deras. Namun hatinya merasakan kehangatan saat bibir pemuda yang dicintainya itu kembali menciumnya. Sena memang tidak akan pernah bisa berbohong pada Seijuurou, termasuk berbohong soal perasaannya sendiri.

Sekali lagi mereka berpelukan. Seijuurou membiarkan wanita itu untuk mengeluarkan semua air matanya. Membiarkan wanita itu mengucapkan namanya berkali-kali dengan nada yang lirih. Membiarkan wanita itu kembali mencengkram jasnya erat serta membasahi dadanya. Dan Seijuurou terus mengelus lembut kepala Sena sambil berusaha menenangkannya.

Kilat mata heterokromnya terlihat serius. Seijuurou sudah memutuskannya. Dia akan melakukan apapun untuk membahagiakan Sena. Jika Seijuurou harus melawan seisi dunia, dia akan melakukannya. Demi Sena, wanita yang dicintainya, apapun akan Seijuurou lakukan. Apapun.

Seijuurou mencium puncak kepala Sena. "Aku mencintaimu selamanya, Sena.."

Sena melepaskan dirinya dari dekapan Seijuurou. Memandang wajah tampan pria didepannya dan membelai wajah mulusnya. "Maafkan aku Sei.. Maafkan aku.. Maaf karena telah berusaha menjauhimu."

Seijuurou menggeleng sambil menyentuh tangan Sena yang ada di wajahnya. "Kau tidak perlu meminta maaf."

"Maaf..." Air mata masih keluar dari manik emas tersebut. "Maaf.. Sebenarnya... Aku masih sangat mencintaimu, Sei.. Sungguh-sungguh mencintaimu.."

"Hm. Aku pun juga sungguh-sungguh mencintaimu." Balasnya lembut. Hati kecilnya merasa bahagia mendengar pengakuan Sena itu. Dan saat itu juga Seijuurou berkomitmen pada dirinya sendiri untuk mempertahankan Sena apapun yang terjadi, tidak akan membiarkannya hilang dari hidupnya untuk yang kedua kalinya.

"Besok.." Seijuurou menatap Sena dengan serius. "Aku pasti akan melakukan sesuatu untuk kita berdua. Aku pasti akan membuatmu bahagia. Aku berjanji.. Aku tidak akan meninggalkanmu.."

"Apa... Kau serius?"

"Tentu saja. Aku akan melakukan apapun untukmu. Aku akan selalu berada di sisimu."

Sena mengangguk. Mempererat pelukan mereka berdua sambil tetap membasahi dada Seijuurou dengan air matanya. "Hmmm.. Jangan tinggalkan aku, Sei.. Tetaplah bersamaku.." Katanya lagi. Mencurahkan segala isi hatinya yang selama ini dia pendam. Meskipun kesadarannya masih tahu bahwa semua ini salah.

"Tentu saja. Aku akan selalu bersamamu.." Seijuurou menunduk. Mendekatkan bibirnya dengan telinga Sena. "Karena aku adalah milikmu.. Kau adalah ratuku, Sena. Kau segalanya bagiku. Kau adalah hidup dan nafasku. Dan aku bersumpah akan selalu menjagamu, membahagiakanmu serta bersamamu seumur hidupku."

Ucapan Seijuurou kembali diakhiri dengan sebuah ciuman manis yang memabukkan. Disertai dengan air mata Sena juga pelukan erat mereka berdua.

Dan juga, ini akan menjadi awal hubungan terlarang mereka kembali..

.

.

.

Hai lagi dengan saya ^^ terima aksih buat yang udah baca :D
Mohon dimaafkan kalo updetnya agak lama ;;_;; yg brikutnya saya usahain cpet karna udah diketik :D
Thanks and keep support me 3