Tittle: The Shifter
Disclaimer: Naruto dan High school DxD bukan punya saya
Genre: Adventure,Romance,Friendship
Pairing: NarutoxkurokaxOphisxRiasxAkeno
Rated: M (jaga-jaga)
Summary: Naruto,seorang anak hasil keturunan malaikat dan iblis harus ikut terseret pada konflik antara 3 fraksi yang terjadi di dunianya. Dengan peninggalan dari orang tuanya sebuah sacred gear istimewa yaitu Scale of Fate, mampukah ia membawa perdamaian ke dunianya itu?. Strong!Naru but not God like,Smart!naru
Warning: OOC,Adult Theme,Violence,typo,Etc.
Chapter 21: Ryuusei
"AYO BERMAIN NARUTO~" desisnya dengan mata merah menyala.
Chernobog kemudian membuka mulutnya dan menembakkan bola api berwarna hitam kearah naruto.
"Bwusshhh!" dengan sigap Naruto menghindar kekiri untuk menghindari serangan tersebut. tetapi alangkah terkejutnya Naruto begitu melihat ada 4 pedang yang telah melesat untuk menusuknya dari samping. Naruto dengan sigap mengumpulkan energi ke pedangnya dan mengayunkan pedangnya kearah 4 pedang terbang tersebut." niebla!" seru Naruto dan diikuti dengan ayunan pedang Naruto yang memmbuat sebuah sinar horizontal yang membuat pedang-pedang tersebut terpenntal kearah pemiliknya. Chernobog dengan santai mengatur kembali formasi senjatanya..
Sementara itu di tempat Koneko dan Gasper
Tampak Koneko mulai kewalahan menahan serangan para penyihir anak buah Katerea, sementara itu orang dengan seragam Wanita Sma Kuoh hanya bisa ketakutan sambil memegangi kepalanya. 'sial!' rutuk Koneko yang telah terkepung sekarang. Senjutsunya belum cukup tinggi untuk menahan serangan musuh. Tiba-tiba seorang penyihir menembakkan sihirnya kearah Koneko yang sedang lengah. Koneko yang terlambat sadar hanya bisa mmemejamkan mata menunggu kematiannya.
"Trang!" sebuah tangan transparan menahan serangan tersebut. Koneko perlahan membuka matanya dan melihat seorang gadis dengan telinga kucing dan rambut hitam berdiri didepannya. "ohayou, Koneko-chan!" seru sosok tersebut yang ternyata Kuroka. "Nee-san" kata Koneko dengan mata melebar karena terkejut.
"Bicara nanti saja." Kata Kuroka yang dibalas anggukan Koneko. "lebih baik bereskan mereka dulu" kata Kuroka sambil menatap para penyihir dihadapannya. Sementara itu, Issei, Kiba, dan Asia telah sampai ke tempat Koneko. Mereka melihat Koneko sedang bersama dengan seorang gadis sambil membunuh para penyihir. Merekapun ikut membantu mereka
Sementara itu Azazel dan Katerea sedang melakukan pertarungan diudara. Nampaknya Azazel masih jauh lebih unggul dari katerea yang biarpun sudah berubah wujud tapi tak mampu mengontrol kekuatannya. "Kenapa katerea? Merasa tak sangggup lagi?" ejek Azazel pada Katerea yang sudah ngos-ngosan mengimbangi tenaga tempur azazel.
"ini belum selesai!" kata Katerea sambil mengumpulkan energi dan membentuk sebuah bola energi hitam berukuran raksasa. "HEYYYA!" teriak Katerea sambil melempar bola tersebut. Azazel hanya memandang bosan sambil membentuk sebuah tombak cahaya bermata 2 dan membelah bola energi tersebut.
"AP-UARGHHHH!" katerea tiba-tiba sudah tertusuk oleh tombak Azazel yang memanjang kearahnya. "Kau tahu kan sekarang kenapa kau menjadi Gubernur Malaikat jatuh" kata Azazel pada Katerea.
"K-kurang ajar! Akan kubunuh kau bersama denganku" katanya sambil mengaktifkan Sihir bunuh diri dan menerjang kearah Azazel dengan perut tetap tertembus tombak. Azazel hanya memandang bosan pda Katerea. "Jleb!" tiba-tiba sebuah pedang menusuk Kepala katerea dan membuatnya sirna dari hyadapan azazel.
"A-apa itu" Azazel terkejut melihat pedang tadi. "WUSSHHH!" tiba-tiba pedang tersebut melayang kearah Azazel. "JRASSH!" Untung dia dapat menghindarinya meskipun tangan kirinya terpotong. "apa itu tadi?!" pikir azazel.
Tiba-ttiba muncul seorang pria berambut putih dengan mata hijaunya memegang sebuah tombak dan memakai sebuah pakaian perang menghampiri Azazel. "jadi inikah gubernur malaikat jatuh?" katanya dengan nada dingin. "hmm, mengecewakan" lanjutnya sambil mencoba menusuk azazel dengan tombaknya. Azazel dengan sigap menghindar. Akan tetapi tombak tersebut memanjang dan mengejar azazel. "sial!" Rutuknya. "BRUAKH!" Sirzechs dan Vali muncul dihadapan azazel dan Sirzechs memukul jatuh tombak itu dengan Power of destructionnya. "kelihatannya kau butuh bantuan Azazel" kata Sirzechs sambil tersenyum.
"sepertinya begitu" kata Azazel. Mereka bertiga kemudian menatap kearah musuh mereka yang berdiri tegak sambil menatap bosan mereka berdua. "Siapa kau?!" tanya Azazel
"namaku adalah Ur. Aku adalah pengawal Khaos" katanya singkat sambil menghantamkan tombaknya ketanah dan membuat SMA Kuoh rata dengan tanah. Untung Kekkai masih dapat bertahan dan melindungi area diluar sekolah. "k-kekuatan macam apa ini!" kata Sirzechs yang terkejut. Sementara Itu naruto terkejut melihat sekolahnya hancur lebur karena satu hentakkan dari Ur. "A-apa apaan dia?!" kata Naruto.
"Naruto, musuhmu disini!" kata chernobog sambil menerjang kearah Naruto mencoba untuk menelannya. Dengan sigap naruto menghindar. Namun saying, kedua belas pedang Chernobog telah melayang dan mencoba untuk menusuk Naruto dari berbagai arah. "sial!" kata Naruto. "Trangg!" tampak 3 sosok mengelilingi Naruto dan menangkis semua serangan pedang tersebut menangkis serangan pedang tersebut. "untung belum telat!" kata sosok yang ternyata adalah Minato.
"sudah telat tahu" kata naruto dengan senyum diwajahnya. Sementara itu Chernobog tampak senang karena lawannya bertambah. "menarik!" waktunya aku sangat serius!" katanya sambil berubah bentuk lagi. Semua pedangnya menyatu dan menjadi sepasang pedang dan wujudnya berubah menjadi kembali seperti semula tapi dengan sayap hitam dipunggungnya
"Heahhh!" teriak Chernobog sambil melesat kearah Naruto. "TRANG!" tiba-tiba sebuah sabit dan sepasang pedang kembar menahan pedang kembar Chernobog
"Jangan lupakan kami, Heyahhhh!" teriak Kushina dan Sena sambil mencoba menahan serangan Chernobog. Naruto dan minato tidak membuang kesempatan dan segera memanfaatkan celah yang ada untuk menusuk Chernobog
"Jlebbb!" pedang Naruto dan minato berhasil menusuk kepala Chernobog dan membuat kepalanya terbelah dua. Tetapi, tiba-tiba tubuh Chernobog berubah menjadi mayat kering.
'Sial, trik yang sama!' batin Naruto yang secara Refleks melihat kebelakang dan melihat sebuah lingkaran sihir besar dengan cahaya biru yang siap menembak mereka berempat. Dengan sigap naruto menendang Minato, Kushina, dan Sena agar menjauh dari lingkaran tersebut. "Naruto!" teriak mereka. Sementara itu tiba-tiba kuroka telah berada disamping Naruto. "jangan nekat, nyan!" katanya sambil memeluk tangan kiri Naruto. Naruto tersenyum dan mengucapkan sebuah mantra kuno. Dengan ajaib, tubuh kuroka menjadi sebuah pistol. Naruto lalu mengarahkannya kearah lingkaran sihir tersebut
"Cero: metralleta" kata naruto sambil menembakkan pistolnya dan muncul laser biru dengan jumlah sangat banyak yang membuat lingkaran sihir yang ditembakinya meledak.
"Duarrrr!" Rias dan yang lain yang sempat melihatnya hanya bisa ternganga dengan efek serangan tersebut.
Sementara itu ditubuh Naruto tepatnya di alam bawah sadar Naruto terjadi perdebatan antarab 2 jiwa. "hey, kapan-kapan kau bisa bergabung dengannya!" protes Ophis yang dalam kondisi bugil. "sejak beberapa hari yang lalu, nyan!" kata Kuroka. "berkat Void Naruto, aku bisa bersatu denganya, nyan/\." Katanya sambil dalam posisi bugil juga.
Sementara itu Naruto dialam nyata hanya dapat geleng-geleng kepala mendengar ocehan mereka. "Yare-yare" katanya. Sementara itu dari bekas ledakkan muncul Khaos yang menatap dengan bosan kearah Naruto. Sedangkan Chernobog telah berada dibawah kaki Khaos dengan luka amat parah karena tembakkan tadi. "istirahatlah, aku akan akhiri sekarang dengan cepat" kata Khaos.
Naruto dan Keluarganya bersiaga dan Khaos hanya melihat bosan kearah mereka. "apa tujuanmu?" tanya Naruto.
Khaos yang mendengar kemudian tersenyum dan membuka suaranya. "tujuanku? Tentu saja kehancuran seluruh alam semesta ini! Kami memerintahkanku sebagai eksekutor penghancuran dan menurutku sekarang adalah waktu yang tepat!" kata Khaos dengan tertawa
"kenapa sekarang kau bilang tepat?!" tanya Naruto
"lihatlah! Lihatlah semua ciptaan Kami yang sudah gagal ini! Manusia yang gila perdamaian tapi cinta perang, para malaikat yang melanggar tugasnya, setan-setan yang antar saudara masih berperang, dan yang paling parah yaitu…." Khaos menahan suaranya.
"apa?" tanya Naruto
"Kalian semuanya! Kalian semuanya adalah kesalahan dimataku!" teriak Khaos sambil menunjuk kearah semua orang disana. Ur yang melihat Cuma terdiam sambil tersenyum
"apa maksudmu?" tanya naruto
"Lihat! Dengan kekuatan yang tidak sempurna begini saja kalian sudah berani berperang, bagaimana bila kekuatan kalian menyentuh level Kami. ciptaan sepeerti kalian tak pantas hidup! Kalian semua mesti dimusnahkan! Tak peduli manusia, malaikat, malaikat jatuh, ataupun iblis. Semua mesti dimusnakan. Kalian adalah kesalahan terbesar yang pernah dibuat!" kata Khaos dengan nada marah
"kau gila!" Kata Naruto.
"Khaos yang mendengarnya hanya bisa tertawa terbahak-bahak. "Naruto, kau tahu! Kalian semua adalah makhluk yang tidak tahu diri, dalam great war terdahulu sudah membuktikan bahwa ciptaan seperti kalian punya bibit pengkhianat karena tega membunuh Tuhan. Akan kumusnahkann kalian semua!" kata Khaos sambil tersenyum sinis.. kemudian Khaos menunjuk jarinya kelangit dan tiba-tiba datanglah sebuah cahaya putih menuju kebumi.
Semua orang disana membulatkan matanya dan terkejut karena Khaos memanggil sebuah Komet untuk menghantam SMA Kuoh! Kekkai sekolah mulai terkikis. Tampak terjadi kepanikkan diseluruh dunia. Para tentara jepang yang menyadari hal tersebut mencoba menembakkan Rudal kearah komet tersebut tapi tidak berhasil. Sementara itu diseluruh dunia para orang-orang beriman berdoa sambil menagis mengira kiamat telah tiba
Rias dkk hanya bisa tertunduk lesu menatap Komet yang makin mendekat kebumi dengan ukuran sebesar Tokyo. "inikah akhir dari kami?" pikir mereka.
Sementara itu Khaos hanya tersenyum senang melihat komet yang semakin mendekat. "lihatlah Naruto. Aku akan menutup sejarah kesalahan ini dengan tanganku sendiri!" Teriaknya pada Naruto dan kemudian
Dia menghilang beserta para pengawalnyaSementara itu Naruto dengan segera memberikan perintah. "Minna! Tembakan seluruh kekuatan kalian dengan tenaga penuh dan dorong Komet itu menjauhi bumi!" naruto dengan tenaga penuh menembakkan pistolnya. Sirzechs dan para petinggi fraksi juga melakukan hal yang sama. Mereka sekuat tenaga menembaki komet yang masih dekat tersebut.
Naruto kemudian terbang denga kecepatan tinggi keangkasa. "Apa yang kan kau lakukan baka!" teriak Ophis pada naruto yang masih memegang pistolnya dan pedangnya. "tentu saja mendorong komet itu kembali kejalurnya!" kata naruto dengan nada protes.
"jangan bodoh! Akupun tidak sanggup menahan serangan Komet" protes Ophis.
Naruto yang mendengar hal tersebut tersenyum tipis. "bukan kita, tapi aku yang akan menahannya" kata Naruto. Ophis dan kuroka langsung protes. "jangan bodoh Naruto! Kau bisa mati tahu!" Kata mereka.
"Gomen" kata naruto sambil melepas segel mereka berdua secara paksa dan melempar Pedang dan pistolnya ketanah. "Aku harus menghentikan ini bagaimanapun caranya!" kata Naruto.
"Naruto!" teriak mereka berdua dari bawah. Naruto hanya melihat mereka sesaat dan terbang menuju ke komet tadi. "baiklah! Void!" teriak Naruto sambil menyentuh Komet tersebut.
"Sing!" tiba-tiba komet tersebut dan Naruto lenyap dari orbit bumi. Kini Naruto berada Jutaan tahun cahaya dri bumi. "Aku harus cepat! Khaos sial! Dia menteleportasikan benda jauh kebumi tadi! Pantas Voidku tidak merespon tadi. Kemampuan Khaos menghalangi aktivasi Voidku" pikir Naruto
Naruto lalu mengumpulkan energi penuh ditangannya dan meninju Komet tersebut. "JUSTICIA!" teriak Naruto sambil diikuti dengan ledakn superdahsyat di tempat tersebut. Naruto terpental dan kemudian menghilang
Sementara itu
Kuroka dan Ophis telah kembali berubah wujudnya dan mendarat di SMA Kuoh. Rias dkk kemudian menghampiri mereka. "dimana Naruto? Apa yang dia perbuat?" tanya Issei pada Ophis
Ophis hanya terdiam sambil tertunduk begitupun dengan Kuroka. "D-dia…." Lirih Kuroka dengan air mata menjatuhi pipinya. Ophis juga terdiam. Rias dan Akeno yang paham maksud mereka langsung berteriak "Kau pasti bohong! Tidak mungkin naruto-kun mati!" teriak Akeno
Issei dkk terkejut mendengarnya. Menurut mereka, Naruto merupakan orang yang paling tidak mungkin mati. "SIALLLL!" teriak Issei sambil memukul tanah dan menangis. Kushina yang mendengar hal tersebut langsung menangis dipelukkan minato. Sena juga tak kuasa menahan air matanya. Sirzechs,Vali, azazel, dan Michael Cuma bisa mengutuk Khaos akibat perbuatannya. Sona hanya bisa terpekur dan menangis. Serafall hanya dapat terdiam. Koneko tampaknya terdiam dengan sangat sambil menenangka Asia. Kiba hanya bisa menggennggam erat pedangnya. "naruto…." Pikir mereka.
Sementara itu
Naruto kembali berada ditempat Kami yang pernah ia temui. "disini lagikah?" pikir Naruto
Tiba-tiba mucul sesosok cahaya terang menghampiri Naruto. "Naruto, sekarang kau sudah mengertikan kenapa aku menuyuruhmu melawan Khaos?" tanya Kami
"iya, aku akan menyadarkannya. Dia tetap dibutuhkan sebagai pelaksana akhir nanti. Tapi bagaimana dengan tubuhku? Tubuhku sudah hancur" kata Naruto pada Kami
"tenang saja, tubuhmu akan kembali Normal, sekarang kau bisa pergi menemui temanmu. Satu lagi, voidmu sudah bermutasi sehingga kau dapat mengendalikan ruang dan ingatan. Tapi ingat, resiko tetap ada!" Kata Kami memperingatkan Naruto.
Naruto mengganguk dan kemudian Tubuhnya menghilang dan kembali ke dunia nyata.
Sementara itu.
Semua di SMA Kuoh masih termenung dengan hal tadi. Mereka masih terdiam tanpa bicara. Tiba-tiba datanglah cahaya putih terang menyinari sekolah yang telah hancur itu. Mereka semua tampak siaga. Namun seiring dengan berpendarnya cahaya itu, mereka langsung terkejut karena yang berada disana adalah Naruto. "ohayou" sapanya dengan nada polos
Tiba-tiba Kuroka,Ophis, Rias, AKeno, dan Sena berjalan menghampiri Naruto dengan wajah tertunduk. Naruto merasakan firasat tidak baik. "A-ano…." Kata Naruto
"Bruakhhh!" kelima gadis tadi memukul perut, menangkap, dan menampar Naruto.
"Baka! Kau tidak tahu betapa khawatirnya aku!" teriak Ophis
"Naruto no baka! Melemparku dari ketinggian dan meninggalkanku sendiri" teriak Kuroka
"Baka! Kau seenaknya mati! Kata Rias ambil memukul Naruto
"kenapa kau begitu nekat!" teriak Akeno
"Naruto baka! Teriak Sena sambil meninju perut Naruto
"g-gomen, aku pikir aku akan mati tadi" katanya. "tapi aku harus hidup agar kalian semua tidak sedih!" katanya dengan serius. Kushina yang melihat anaknya selamat lalu memeluknya dengan erat begitupun Minato. "kalau mau mati ajak-ajak dong!" kata Kushina walaupun ia sudah mati
"mati kena serangan Khaos itu beda lo dengan mati diserang yang lain" kata Naruto. Para pemimpin berkumpul menghampiri Naruto.
"aku tahu kau tidak mungkin mati segampang itu!" kata Azazel. "tapi bagaimana kau bisa selamat?" tanya Sirzechs. Naruto lalu menceritakan pertemuannya dengan Kami.
Michael yang mendengar hal tersebut sangat senang karena Kami masih hidup, begitupun Asia, Xenovia, dan Irina.
"lalu kenapa Kami-sama tidak kembali ke sini?" tanya Michael
"Dia memberikanku tugas penting. Menyadarkan Khaos!" kata Naruto dengan nada penuh semangat.
"menyadarkan?" pikir mereka?
TBC
Sekian Chapter 21 dari fic ini. Terima kasih buat yang udah review, Review kalian sangat berarti untuk Author Chapter bonus aka nada di chapter 22. Author juga rencananya akan buat fic Black bullet x Naruto. Mungkin malam ini publish. Jadi, kalau ada waktu sempatkan untuk melihat-lihat ^_^
