Persiapan pernikahan sudah hampir 100%, sepertinya pernikahan Zhoumi adalah pernikahan terakhir yang dilakukan oleh tuan dan nyonya Choi. Sebagai anak bungsu, kedua orang tuanya ingin pernikahan itu berjalan dengan lancar dan sempurna. Segala persiapan sudah dilakukan dengan sebaik mungkin. Memang tidak terlalu terburu-buru seperti pernikahan Siwon dulu, persiapan sudah dilakukan sejak mereka belum bertunangan. Kedekatan kedua keluarga membuat segalanya berjalan lancar.

"Waa, keren sekali Zhoumi akan menikah. Aku benar-benar kalah," ucap Changmin saat mendapat undangan.

"Bukan kalah tapi Oppa sendiri yang suka mengundur waktu berkencan dengan Sulli." timpal Kyuhyun santai.

"Woa, kapan aku mengundur waktu. Aku belum mendapat waktu yang pas saja," elak Changmin. Kyuhyun hanya terkekeh kecil, padahal Sulli suka cerita kalau Changmin itu pemalu kalau di dekatnya.

"Aku bisa mengaturkan kencan untuk kalian, jadi tenang saja." ucap Kyuhyun. Changmin memalingkan wajahnya dan tersenyum kecil, "Yes!" batinnya. Tapi Changmin buru-buru mengalihkan kembali wajahnya.

"Istri Zhoumi sepertinya keturunan China," ucapnya menunjuk foto di belakang undangan. Kyuhyun ikut melihat foto Henry, Changmin itu gampang bisa menebak hanya dari mata seseorang.

"Aku dengar sih, ayahnya turunan China. Dan aku dengar juga kalau ayahnya masih ada hubungannya dengan ibu kandung Zhoumi." ucap Kyuhyun serius. Changmin menjewel hidungnya pelan, "Sejak kapan suka bergosip?"

"Aish, ini bukan gosip tapi fakta. Ibu Zhoumi itu teman lamanya ayaha Henry, dan ayaha Henry juga sahabat ayaha Siwon dan juga ayaha kita. Awalnya mereka tidak tahu, tapi setelah semuanya terjadi dan ibu Zhoumi hamil baru semuanya terbongkar. Ketidaksengajaan yang terinci," jelas Kyuhyun. Changmin jadi berpikir kalau dia menikahi Sulli maka hubungan keluarga akan semakin erat.

"Sudah jangan dibahas, kalau Siwon dengar nanti kita malah mengingatkan dia soal masa lalunya." ucap Changmin.

"Iya juga. Tapi kalau di..." ucapan Kyuhyun terhenti saat melihat Siwon datang.

"Loh, ada Changmin hyung disini," canda Siwon menghampiri istrinya dan menciumnya dengan mesra. Changmin berdelik geli, merasa cemburu pastinya. Siwon akan mencium Changmin lagi, tapi dia hanya bercanda dan mengikuti tingkah Changmin. Berdelik ngeri melihat otot-otot Changmin yang tercetak di kaos tipisnya.

"Aish, menjijikan!" ucap Changmin menutupi bibirnya dengan telapak tangannya.

"Siapa juga yang mau padamu! Makanya cepat cari pasangan yang bisa kau cium sepuasnya," ucap Siwon kembali melumat bibir Kyuhyun.

"Di kamar sana kalau mau berbuat mesum!" kesal Changmin. Siwon tertawa puas melihat Changmin cemburu.

"Haha.. kau cemburu. Makanya jangan menaruh harapan kosong pada Sulli." ucap Siwon.

"Sudah jangan menggoda Changmin oppa terus. Cepat mandi, aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu." ucap Kyuhyun mendorong pelan punggung Siwon. Siwon berbalik dan kembali mencium pipi Kyuhyun, "Enaknya punya istri," ucapnya kembali menggoda Changmin Changmin sudah mengangkat bantal berniat melempari Siwon. Sebelum itu terjadi Siwon sudah terlebih dahulu pergi berlari ke kamarnya. Kyuhyun hanya tersenyum simpul melihat kakak dan suaminya.

"Sudah makan belum Oppa?" tanya Kyuhyun.

"Tentu belum. Kau punya banyak makanan tidak?"

Kyuhyun terkekeh mendengar pertanyaan kakaknya yang food monster itu, "Tenang, muat untuk mengganjal perutmu malam ini."

Changmin hanya memberikan cengiran terbaiknya, "Hehe.. Hmm.. Minsu apa menginap di rumah Neneknya?"

"Iya, tadi siang ibu menjemput Minsu dan menyuruh mereka menginap."

"Sepertinya ibu Siwon itu baik sekali, syukurlah kau mendapatkan keluarga baik seperti mereka."

"Bukan hanya baik tapi sangat menyayangiku. Aku beruntung menjadi bagian dari keluarga luar biasa seperti itu,"

"Apakah Sulli mau denganku. Aku hanya Manager di Hotel, bukan pengusaha seperti keluarganya."

"Kami bukan keluarga matre Changmin-ah, cukup bahagiakan Sulli kami tidak masalah dengan pekerjaanmu," potong Siwon yang baru turun.

"Tapi setidaknya Siwon-ah aku tidak mau membuat dia susah nantinya. Aku mau membahagiakannya seperti kau membahagiakan adikku," ucap Changmin dewasa. Kyuhyun tersenyum mendengar ucapan kakaknya.

"Ah Oppa~ aku terharu mendengarnya," ucap Kyuhyun memeluk Changmin, mata Changmin jadi berkaca-kaca. Tapi tidak berlangsung lama saat Siwon memisahkan mereka, "Jagy aku lapar~" rengek Siwon.

"Yasudah ayo kita makan,"

-I Love You-

Dirumah orang tua Siwon, Minho dan Suho begitu di manjakan. Sejak Kwangmin dan orang tuanya pindah ke Jepang, sekarang hanya Minsu cucu yang dekat dengan mereka. Apapun yang cucu mereka mau pasti di berikan. Minsu bahkan lebih betah tinggal di rumah Halmoni-nya karena di manja.

"Baby-baby tahu tidak kalau kalian akan mempunyai Dongsaeng?" tanya ibu.

"Cuo kan dongsaeng Mino Halmoni," jawab Minho yang masih asyik memakan ice cream.

"Adik Cuo thiapa?" tanya Suho.

"Maksud Halmoni sebentar lagi kalian berdua punya adik. Jadi untuk Minho harus menjaga dua adik dan Suho harus menyayangi Oppa dan Dongsaeng,"

-I Love You-

WonKyu's Room.

"Sepi sekali tidak ada anak-anak," ucap Kyuhyun sambil membaca Novel favoritenya. Siwon menyimpan handuk yang dipakainya untuk mengeringkan rambut dan duduk di tempat tidur.

"Mereka sedang apa ya?" tanya Siwon.

"Mungkin sudah tidur, waa aku ingin mencium mereka sebelum tidur,"

"Bagaimana kalau cium Daddynya saja. Sudah lama kita tidak berciuman," goda Siwon. Kyuhyun menutup novelnya dan menekan bibir Siwon dengan novel tersebut.

"Choi Pervert Won!"

"Aish, kau juga pervert love. Ingat kita pasangan paling hot bukan?" goda Siwon lagi semakin mendekati Kyuhyun.

"Kau rindu pada mereka?" tanya Kyuhyun membuka dua kancing piyamanya. Siwon menatapnya tidak percaya, sepertinya Kyuhyun sudah mulai tertular sifat pervertnya. Tapi sayang Siwon tidak bisa menyerangnya sembarang.

"Love, semenjak hamil kau jadi hot begini eoh" ucap Siwon dengan napas mulai tidak stabil merasakan tubuhnya mulai panas.

"Kau tidak suka? Bukankah ini yang kau inginkan." Kyuhyun membuka satu lagi kancingnya. Siwon menelan ludahnya melihat dalam Kyuhyun. Tanktop hitamnya membungkus tubuh sexy Kyuhyun yang kontras dengan kulit Kyuhyun putih.

"Jangan menggodaku, aku bisa lepas kendali love!" dengan napas yang semakin memburu Siwon menatap lapar tubuh Kyuhyun yang hampir naked di bagian atas tubuhnya.

"Tidak mau sih tidak apa-apa," ucap Kyuhyun bersiap mengancingi lagi bajunya tapi Siwon menahan tangannya.

"Aku akan pakai pengaman,"

Kyuhyun merasakan ciuman hangat yang Siwon berikan di bibirnya. Siwon melumatnya dengan lembut, menghisap bibir bawah dan atasnya bergantian. Lidah Siwon mulai masuk mengabsen deretan gigi Kyuhyun, sesekali mengaitkan lidahnya dengan lidah Kyuhyun. Tangannya membuka tiga kancing terbawah piyama Kyuhyun kemudian melepaskan piyama biru itu. Membuat Kyuhyun memeluknya merasakan dingin karena hanya memakain tanktop. Kyuhyun memasukan tangannya mengelus punggung Siwon.

Siwon merasakan sensasi geli yang menambah gairahnya. Perlahan tangan itu masuk kedalam tanktop Kyuhyun, naik keatas menyentuh lembut kedua dadanya dari balutan bra brokatnya. Kyuhyun masih duduk menyender di tempat tidur dengan Siwon yang duduk menghimpitnya di sisi tempat tidur. Siwon tidak mau menindihnya karena khawatir. Ciuman Siwon turun di leher putih Kyuhyun, melukis tanda cintanya disana. Kyuhyun sendiri membuka piyama Siwon untuk menyentuh tubuh suaminya.

Kyuhyun memelintir nipple Siwon seperti Siwon menghisap lehernya. Siwon mengejang semakin liar menyentuh Kyuhyun. Kyuhyun bangun dan berdiri berciuman dengan Siwon. Ia melingkarkan tangannya di leher Siwon sementara Siwon membelai mesra seluruh tubuhnya. Tangannya menurunkan celana panjang Kyuhyun dengan underwarenya. Dengan pasti tangannya menyentuh titik sensitif Kyuhyun. Membelainya lembut dan menggelitik gumpalan daging kecil di dalamnya. Kyuhyun mencengkram punggung Siwon, menusukan kukunya di punggung Siwon.

"Aku tidak tahan lagi love, " dengan pelan Siwon membaringkan Kyuhyun, melucuti seluruh pakaiannya. Tidak lupa Siwon memasang pengaman untuk menghindari masuknya sperma di rahim Kyuhyun yang bisa menyebabkan kontraski rahim. Masih bermain lembut dan sangat hati-hati Siwon mulai memuaskan dirinya dan juga Kyuhyun yang menginginkan hal itu.

-I Love You-

Siwon mengajak Kyuhyun bertemu dengan klien yang mempunyai sorum mobil. Mereka betemu di sorum dan membicarakan bisnis. Padahal Siwon membawanya kesana untuk membelikan Kyuhyun hadiah. Kyuhyun awalnya tidak curiga karena dia hanya menemani. Tapi tiba-tiba Siwon mengajaknya masuk memilih mobil.

"Love, kau suka yang mana?" tanya Siwon menunjuk deretan mobil mewah di depannya. Kyuhyun menatapnya dan menatap deretan mobil itu bergantian.

"Maksudmu apa?" tanya Kyuhyun curiga.

"Hadiah dariku, pilih mobil yang kau suka." ucap Siwon. Kyuhyun terkejut, "Mwo? Kau membelikan hadiah mobil?" Siwon mengangguk membuat Kyuhyun menangis dan memeluknya, "Terima kasih Wonnie~" ucapnya. "Ini belum seberapa dari apa yang sudah kau berikan padaku,"

Setelah memutuskan mobil apa yang Kyuhyun inginkan mereka pergi ke restauran Italy. Memesan makanan yang waktu itu Kyuhyun makan saat pagi hari. Kyuhyun terus tersenyum dan bahagia dengan apa yang Siwon berikan.

"Aigo, Florentinos ini enak sekali Wonnie," ucap Kyuhyun menikmati makanannya. Siwon hanya tersenyum dan sesekali mengelap ujung bibir Kyuhyun yang belepotan.

Siwon tersenyum melihat Kyuhyun senang. Sudah menjadi kewajibannya membahagiakan Kyuhyun seperti yang pernah Changmin katakan. Changmin sebagai kakak sudah mempercayakan Kyuhyun pada Siwon dan Siwon tidak akan mengecewakan hal itu.

"Bukankah itu Sulli dan Changmin," tunjuk Siwon melihat seorang wanita yang memakai kaca mata hitam dengan pria tinggi yang mengenakan jaket kulit. Kyuhyun melirik arah tunjuk Siwon, "Iya itu mereka!"

"Aigo syukurlah kalau mereka sudah sedekat itu," ucap Siwon.

"Sebaiknya jangan sampai mereka melihat kita nanti di kiranya kira memata-matai mereka. Ayo Wonnie sekarang temani aku mencari permen kapas," ucap Kyuhyun memakai tasnya.

"Permen kapas?" tanya Siwon.

"Iya, keinginan anakmu," kata Kyuhyun cepat dan menuntun Siwon keluar dengan hati-hati agar tidak terlihat oleh Changmin dan Sulli.

Sementara itu Changmin dan Sulli sedang asyik menikmati moment bersama.

"Sulli-ah kau pesan saja apa yang kau suka," ucap Changmin sambil melihat menu.

"Terima kasih sudah mengajakku makan disini," ucap Sulli. Changmin tersenyum dan mengelus rambut panjang Sulli, Sulli tertegun dan menatap Changmin begitu pun dengan Changmin.

"Sulli-ah jika kau memiliki perasaan yang sama denganku maka pilihlah ice cream sebagai desert kalau kau tidak menyukaiku maka pilihlah puding. Ini memang terlalu cepat tapi aku sudah mencintaimu sejak kita sering bertemu di kantor Siwon," ucap Changmin menatap mata Sulli. Sulli bisa melihat kesungguhan ucapan Changmin. Selama ini Sulli merasa nyaman dan bahagia saat di dekat Changmin, dia merasa aman dan tentram di saat yang bersamaan.

"Pelayan," Sulli mengangkat tangannya. Changmin menahan napasnya menunggu apa yang akan Sulli pilih. Pelayan itu mendekati meja mereka, Changmin sudah pasrah dengan pilihan Sulli. Lussekat dengan toping Ice Cream satu." ucap Sulli. Changmin tersenyum puas, bangun dari duduknya dan goyang oplosan membuat para tamu menatapnya aneh. Changmin memberikan cengiran terbaiknya dan kembali duduk dengan perasaan bahagia.

"Kau pesan apa Oppa?" tanya Sulli manis. Changmin dengan cepat menjawab, "Sama sepertimu!" ucapnya semangat. Pelayan itu mencatat pesanan dan pergi. Changmin menggenggam tangan Sulli dan menciumnya, "Terima kasih Sulli-ah" ucapnya tulus. "Sama-sama Oppa," jawab Sulli.

-I Love You-

Pesta penikahan Zhoumi pun terlaksana. Pesta diadakan di dua tempat. Yang pertama hotel untuk para rekan bisnis dan kerabat jauh sementara pesta kebun di Villa untuk para saudara dan kerabat. Semuanya datang dengan tema pakaian berwarna merah. Seperti semangat keluarga Choi yang selalu membara dalam menjalani hidup.

"Selamat Zhoumi-ah, akhirnya kau naik ke pelaminan juga!" Kyuhyun memberi selamat.

"Terima kasih Noona,"

"Mulai sekarang tanggung jawabmu bertambah, tolong jadilah suami yang baik," pesan Siwon. Zhoumi memeluk hyungnya, "Terima kasih banyak Hyung,"

Kyuhyun mendekati Henry dan memeluknya, "Selamat~ berbahagialah sampai maut memisahkan,"

"Terima kasih eonnie~"

"Zhoumi Oppa selamat~" suara ceria Sulli yang datang bersama Changmin dengan membawa hadiah. Semuanya menoleh dan menyoraki pasangan baru tersebut.

"Cie~ cie~ ada yang segera menyusul sepertinya," ledek Hankyung dan datang bersama Heechul dan Baby mereka.

"Kyaaa... Lucu sekali..." teriak Kyuhyun mendekati bayi berusia 9 bulan itu dan menggendongnya.

"Terima kasih untuk kadonya," ucap Henry menerima kado dari Sulli & Changmin.

"Apa itu Changmin Hyung? Sepertinya mencurigakan," ucap Zhoumi.

''Pakaian bayi," jawab Changmin cuek. Zhoumi membelakan matanya, "Hyung~" teriaknya malu.

"Haha, kalau dilihat dari kakakmu, aku yakin kau juga cepat dapat momongan," ucap Changmin melirik Siwon. Siwon yang mendengarnya menunjuk dirinya sendiri, "Aku kenapa Changmin-sshi!" desis Siwon mulai mengeluarkan asap.

"Bukan apa-apa, Oppa hanya pervert!" ucap Sulli polos, Changmin mengangkat jempolnya untuk kekasihnya. Changmin tertawa puas sekali karenanya.

"Choi Sulli, Cho Changmin!" teriak Siwon dengan wajah merahnya. Kyuhyun sih sedang asyik menggendong anak Heechul yang menggemaskan.

"Kyu kemana anak-anakmu?" tanya Heechul.

"Sedang menyumbangkan lagu untuk Simchon mereka," jawab Kyuhyun menunjuk panggung. Disana Minsu sedang bernyanyi dengan suara cadelnya ditemani Kwangmin dan Boa.

"Haha.. Aigo kedua anak itu semakin pandai," puji Hankyung.

Siwon melihat Kyuhyun asyik menggendong bayi Heechul yang besar, dia jadi panik dan mendekati mereka.

"Love, perutmu tertekan. Berikan baby itu pada Heechullie," ucap Siwon posesif. Heechul menatapnya bingung, "Kyuhyun sedang hamil lagi?" tanya Heechul.

"Iya, masih muda lagi." ucap Siwon beralih mengambil Taesung.

"Ommo, bayimu jumbo sekali. Berat Heechul-ah," ucap Siwon mengangkat Taesung.

"Ya! Anakku sehat bukan jumbo." kata Hankyung tidak terima.

"Haha, Sorry habisnya besar," ucap Siwon.

Kyuhyun gemas dan menciumi pipi Chubby Taesung berkali-kali, "Kyeopta~"

"Kyuhyun, selamat atas kehamilanmu. Aku berharap semuanya lancar sampai persalinan," ucap Heechul.

"Terima kasih Heenim~" jawab Kyuhyun. Heechul ikut tersenyum, Heechul merasa bersalah dulu sering membuat Kyuhyun khawatir dan sedih. Sejak awal Heechul tidak pernah memiliki perasaan pada Siwon, hanya saja sifatnya yang tidak mau kehilangan sahabat yang membuat orang sekitar Siwon khawatir dengan hubungan mereka.

"Themuanya kita belnyanyi~" suara cempreng Minho terdengar dari panggung. Semua kompak bertepuk tangan dan berbondong berkumpul di depan panggung.

"Aish My Baby, sudah seperti artis saja." gemas Siwon melihat dari jauh anaknya.

Sulli menarik Changmin dan membawanya naik panggung untuk ikut bernyanyi. Kedua pengantin ikut naik dan meramaikan suasana. Kyuhyun hanya geleng-geleng melihat tingkah buah hatinya.

"Ayo kita kesana," ucap Siwon disetujui Kyuhyun, Hankyung dan Heechul.

Semuanya berdiri di depan panggung dan meneriaki Minsu dan tengah bertingkah lucu. Nenek dan kakeknya sampai tidak habis pikir bagaimana bisa cucu-cucunya itu sangat menggemaskan dan pinta

"Kwangmin, Minho dan Suho itu selalu membuat kita tersenyum bangga. Aku berharap selamanya keluarga kita di selimuti kebahagiaan dan lindungan Tuhan," ucap ibu Choi.

"Tidak ada yang lebih berharga selain cinta kasih keluarga," balas ayah Choi.

"Untuk Baby Mommy yang ada di surga, semoga kau ikut berbahagia. Mohon jaga Hyung, Eonnie dan Dongsaengmu disini, Mommy dan Daddy selalu mencintaimu," batin Kyuhyun sambil menatap Minsu.

"Semoga selanjutnya keluargaku selalu di selimuti kasih sayang, terima kasih Tuhan sudah menghadirkan bidadari dan malaikat terbaik untukku," batin Siwon.

Pesta pun berlangsung dengan meriah sampai tengah malam. Hanya senyuman dan kebahagiaan yang terpancar di wajah setiap orang. Bukan hanya kebahagiaan untuk pasangan baru tapi untuk semuanya yang ada. Mereka sudah mendapatkan semua kebahagiaannya masing-masing, tinggal kedepannya bagaimana mereka bisa menjaga keutuhan dan kebahagiaan itu sampai akhir masa.

-I Love You-

THE END.

MAU SEQUEL?

DON'T BASH GOOD PEOPLE.