Make destiny

.

.

.

Untuk lemonnya, aku sudah katakan kalau tidak ada romantis untuk saat ini, apalagi lemon. Hanya murni pengenalan karakter, alur dan kekuatan saja pada volume ini.

Untuk pairing... Hum.. Aku masih memikirkannya. Aku mencoba membuatnya se alami dan se romantic mungkin. (Menurut batasanku sih, aku kurang bisa dalam romantic, sorry)

Mengenai Naruto dan Root, akan di jelaskan nanti, yang jelas belum pada episode ini, atau berikutnya. Akan ada waktunya.

Wah, terlalu dini untuk mengungkap apakah Naruto akan bertarung di lembah terakhir melawan Menma bro.. Tapi akan ada pertarungan seru yang telah ku susun pada akhir volume ini.

Aku memang membuat Choume mesum.. Kwkwkwkw, sedikit asyik ajha jika membayangkan Fuu terus di goda bijunya, hehehe.

Tentang Iwa dan Tsuchikage, aku menysun yang lain yang akan menghebohkan Konoha, tapi nanti, sekitar 3 atau 4 chapter ke depan. Aku juga lupa sih chapter berapa.. Hehehe

Akhirnya, selamat membaca, kuharap kalian suka... Naruto bukan kepunyaanku...

.

.

.

Hero water

.

.

.

.

.

.

.

Di Gedung pemimpin Takigakure no sato, terlihat Yamato dan Anko Mitarashi sedang mengambil sebuah gulungan berwarna merah. Scroll ukuran sedang dari Shibiki untuk diberikan ke Yondaime Hokage.

"Jadi ini sema informasi tentang Kakuzu?" Tanya yamato dijawab anggukan oleh Shibiki

"Yah... Disitu semuanya yang aku rangkum. Council melarang memberikan informasi, namun demi Fuu, aku akan melakukan semua untuk melindunginya. Kuharap Yondaime-Dono bisa mendapatkan sesuatu dari apa yang kuberikan ini" ucap Shibiki berdiri menatap kearah yamato. "Hanya ini yang bisa kuberikan setelah apa yang telah dilakukannya pada Fuu.." Lanjutnya.

"Sepertinya kita harus cepat Yamato, jika kita sampai tepat waktu, kau bisa langsung kembali dan malam nanti kau akan sampai disini kembali" ucap anko memberikan saran pada yamato.

Flashback,

Dikantor hokage sehari sebelum keberangkatan mereka. Yamato tengah berada di depan meja kerja Yondaime yang duduk dikursinya.

"Yamato.. Aku memiliki misi penting untukmu" ucap Yondaime serius

"Apa itu Yondaime-sama?" Tanya Yamato langsung berlutut sebelah kaki.

"Besok kau akan mengantar seseorang ke Takigakure, kau dan teammu akan kesana bersama Anko. Kau akan mengambil sesuatu informasi tentang kakuzu" ucap Yondaime serius

"Kakuzu.. Maksud anda Kakuzu of the mask yang pernah melawan Shodaime?" Tanya yamato serius menatap kearah yondaime

"Yah.. Dia immortal, mungkin seperti Zombi karena melakukan kinjutsu, entah kinjutsu jenis apa" Gumam Yondaime membuat Tamato terkejut

"Tapi dengan seperti itu dia berarti sekarang sekitar 100 tahun lebih" Komen Yamato di respon anggukan oleh Minato.

"Menurut Informasi dari Jiraiya Senseu, dia sekarang bergabung di suatu organisasi bernama Akatsuki. Organisasi ini adalah kumpulan S rani kriminal dan menurut sensei Itachi Uchiha juga ada didalam Organisasi itu" jelas Minato. Yamato menatap kearah nya sedikit penasaran namun sangat serius

'Kumpuluan S rank kriminal? Untuk apa?' Pikir Yamato penasaran

"Mereka bertujuan untuk mengumpulkan para biju entah untuk apa, yang pasti ini sangat buruk. Dengan sekumpulan S rank kriminal mereka sangat ditakuti dan belum jelas tujuan akhir mereka' lanjut Minato menatap kearah Yamato serius

"Jadi inti dari misi adalah mengambil Informasi tentang Kakuzu?" Tanya yamato dan minato mengangguk.

"Seperti itulah.. Informasi itu akan membantu konoha dan mungkin dunia shinobi mengingat setiap desa besar shinobi memiliki Jinchuriki masing-masing." Jawab Minato menatap kearah jendela sambil menyandarkan punggungnya di kursi empuk hokagenya.

"Hai saya mengerti Minato-sama" jawab Yamato.

"Segera kembali setelah menyelesaikan misi, dan mendapatkan informasi tentang Kakuzu. Ini adalah misi solo untukmu. Kau bisa meninggalkan Naruto di sana saat kau kembali ke konoha." Ungkap Minato.

"Ta-tapi.. " Komen Minato ragu.

"Jika kau sendiri maka kau bisa tiba di desa dengan cepat. Tapi jika kau bersamanya, kemungkinan waktu kalian akan habis dengan istrahat. Dia bisa saja kuat melebihi rata-rata Genin, tapi bagaimanapun juga, ia hanyalah seorang bocah, tidak lebih." Tegas Yondaime di sertai alasan logicnya.

"Hai.. Saya mengerti, Yondaime-Sama."

End

"Kau benar anko.. " Ucap yamato lalu menatap kearah Shibiki. 'Misi adalah yang terpenting' pikir lanjutnya di dalam benak.

"Shibiki-san, kami akan kembali ke Konoha secepatnya dan aku ingin menitipkan Naruto di Takigakure sementara sampai aku kembali. Mungkin besok pagi aku sudah disini menjemputnya" ucap Yamato dengan serius menatap kearah pemimpin Taki.

"Baiklah.. Aku akan mengurus Naruto-san.. Lagi pula Fuu pasti akan senang memiliki teman baru" jawab Shibiki dengan senyum menatap balik yamato.

"Arigatou Shibiki-San.. Anko ayo pergi" ucap Yamato dan mereka akhirnya keluar dari ruang office Takigakure no sato itu.

.

.

.

Tak terasa sudah sore hari perjalanan Fuu dan Naruto mengelilingi takigakure sampai sore hari waktu itu. Suasana takigakure tidak terlalu ramai namun tidak sepi. Masih terdengar tawa canda anak anak riang tengah bermain di sepanjang perjalanan mereka. Beberapa pedagang juga yang menawari barang daganga mereka.

Sepanjang perjalanan juga masih terlihat tatapan penuh kebencia ke arah Fuu, membuat Jinchuuriki itu rada minder. Naruto hanya bisa menatap iba Fuu karena mendapatkan tatapan yang sangat mengerikan seperti itu. Dia tidak tau harus bilang apa karena memang dia tidak pandai dalam hal bersosialisasi. Dia hanya hidup bersama 2 orang yang ia sayangi.

"Kita sampai" ucap Fuu membentangkan tngannya memperlihatkan tempat terakhir yang mereka datangi.

"Harus aku akui..ini ... Mengagumkan" komen Naruto sedikit memuja dengan ekspresi kagum apa yang ia lihat.

Dihadapannya ada sebuah pohon tua raksasa seperti bentuk beringin yang dikelilingi oleh air yang berasal dari air terjun pada tebing. Pantulan cahaya matahari membuat pohon itu terlihat seperti bersinar dengan hiasan warna pelangi yang membuatnya bagaiakan berada dialam mimpi.

Jernihnya air disekitar pohon itu bahkn tidak terasa kalau itu adalah sebuah sungai. Tenang dan tanpa ada gelombang sedikitpun. Seperti menaruh air dalam gelas itulah ibarat yang pantas untuk air itu.

"Jadi ini alasannyam kenapa desamu disebut desa air terjun" tanya Naruto mengamati dengan seksama menatap terkagum kagum. Fu hanya mengangguk dan memberikan grin terbaiknya pada naruto.

"Hey kau.. " Suara memanggil membuat Naruto dan berbalik menatap kearah suara yang memanggiknya.

"Siapa kau dan.. Kenapa kau bersama... Siluman itu." ucap seorang bocah dengan tinggi 145 cm memiliki rambut biru gelap pendek. Dia memakai hita-itae Takigakure dikeningnya. Pakaian berwarna putih dengan celana panjng berwarna sama dengan rambutnya.

"Hiru-san.. Ini Naruto.. Dari konoha" jawab Fuu memperkenalkan Naruto pada bocah genin itu. Kemudian kembali menatap Naruto. "Naruto-kun.. Ini Hiru rekan satu teamku" lanjut Fuu memperkenalkan hiru pada naruto

"Tsk.. Jadi siluman punya teman dari Konoha?" Ejek hiru menunjuk kearah Naruto. "Sebaiknya kau menjauh darinya sebelum kau menyesal, bocah.." Lanjutnya dengan nada mengancam, sekaligus mengejek. Naruto menatap Hiru dengan tatapan mematikan

"Memangnya ada apa dengan Fuu? Aku tidak melihat adanya tanda bahaya pada dirinya? Tidak sampai saat ini" gumam Naruto.

"Hah.. Kau hanya tidak tau bagaimana kisah tentang desa Kami, Bocah. "Jawab Hiru masih dengan nada arrogannya, memanggil Naruto bocah. "Dia adalah siluman, iblis monster yang akan membunuhmu dan menghancurkan desa jika ka"-

"Bisa kau katakan sekali lagi kau sebut apa temanku... Hiru-san" poting Naruto dengan dingin dan sangat menusuk. Dia melepaskan KI pekat yang bisa membuat junin shok jika merasakan KI itu. Hiru sesak napas dan langsung jatuh berlutut dihadapan Naruto. Si genin dari Konoha itu menatap serius Hiru.

"Kau boleh saja mengataiku dengan apapun, aku tidak akan marah. Tapi jika kau berani menghina temanku, di hadapanku sendiri, aku akan menghancurkanmu... " Ancam Naruro meningkatkan kembali tekanan chakranya. Fuu yang mendengar dengan jelas perkataan dan pembelaan Naruto, meronah, sedangkan choumeu di dalam tubuhnya sedikit menyipitikan kedua matanya.

'Chakra ini... Aku penasaran siapa sebenarnya bocah itu..'Pikirnya merasa tertarik akan chakra Naruto.

"Ma-maaf.. Sa-saya... Mi-minta maaf" ucap Hiru dengan nada susah berucap, ketakutan merasakan tekana Chakra Naruto yang sudah hampir membunuhnya.

"Bukan padaku kau harus minta maaf tapi padanya" Naruto menunjuk Fuu. "Kau adalah rekan seteamnya, jika kau menghinanya karena status jinchurikinya maka kau melakukan suatu kesalahan. Kau harus belajar menghargai orang yang telah melindungi desamu dari bahaya. Fuu disini menanggung beban berat dalam hidupnya dengan memiliki biju dalam tubuhnya. Tidakkah kau berpikir bahwa jika Fuu mau dia akan melepas biju dalam tubuhnya dan menghancurkan kalian semua, juga desa ini? Kenapa kalian memperlkukannya seperti itu. Apa kau tidak tau perbedaan kunai dengan gulungannya?, jika kau tidak tau maka kau tidak pantas disebut Shinobo" ungkap Naaruto panjang lebar, menceramahi genin itu. Fu terdiam sejenak, tak percaya dngan apa yang ia dengar. Ia tau betul kalau Naruto bukanlah seorang Jinchuuriki, tapi ia mengerti ke pedihannya.

Belum pernah ada orang yang membelanya seperti itu. Meskipun dia susah bernapas karena merasakan tekanan chakra Naruto, namun dia tetap kagum dan menatap Naruto bagaikan dewa penyelamat yang turun dari langit.

"Ha.. hai" ucap hiro dengan menunduk. Naruto perlahan menghikangkn KI nya saat melihat Fuu hampir jatuh pingsan.

"Fu.. Maaf.. Aku minta maaf atas semua perkataanku" ucap Hiro berlutut dihadapan Fuu. Sebelum Fuu sempat menjawab, sebuah kunai menplayang kearah Naruto. Tapi dengan mudahnya I menangkap kunai itu menggunakan tangan kosong. Kedua genin lainnya serentak membelalakkan mata.

'Dia menangkap kunai semudah itu' pikir Fuu dan Hiro shok

Naruto menggerakkan bola matanya ke samping kiri, mengarah ke bagian belakang."Kalian tau jika menyerang shinobi dari belakang itu seperti pengecut" ucapnya dingin.

Muncul dua orang dari balik semak sekitar area itu. Seorang bocah seumuran Hiro dengan rambut cokelat menggunakan pakaian berwarna cokelat dan putih. Bola mata hitam dengan alis tipis

"Kenapa kau menyerang rekanku" ucapnya marah pada Naruto.

"Jangan begitu pada tamu Hoki" komen seorang bermabut ungu gelap dengan mata yang sama dengan rambutnya. Dia memakai pakaian seperti kimoni namun kengan pendek dengan celana panjang. Pakaiannya sepsang dengan warna silver. Tingginya aekitar 178 cm dengan potongan atletis dengan usia sekitar 25 tahun. "Kita sebagai tuan rumah, harus menunjukkan sikap baik pada tamu kita, terutama dari desa lainnya."

"Sensei" ucap Fu menatap sosok yang baru muncul itu. Hiro langsing melangkah kearah senseinya itu.

"Maafkan muridku konoha-san.." Ucap senseinya lagi mentap Naruto.

"Sensei.. Dia menyiksa Hiro di desa kita dan kenapa sensei malah minta maaf?" Tanya Hoki tidak terima.

"Dia benar Hiro, Hoki... Fuu adalah manusia seperti kalian. Dia hanya merupakan wadah tempat biju disegel, dan kalian harus tau perbedaan kunai dengan scrollnya. Kunai itu berbeda dengan scrollnya ingat itu" ucap sook tersebut dan dua genin muridnya hanya mengangguk. "Tidak selayaknya kalian memperlakukannya seperti itu."

Naruto menatap Jounij sensei itu datar. Tidak terlihat adanya ekspresi sedikitpun. Tatapan datar itu memang selalu ia berikan pada orang yang baru saja ia lihat. Tidak mudah baginya mempercayai atau bersikap baik ke orang yang baru di kenal. Krisis kepercayaan adalah masalah utama dalam kehidupannya, yang di ciptakan oleh orang tuanya sendiri.

"Namaku Daiki sensei Fuu dan dua rekannya ini.." Ucap Daiki dengan ramah, menunjuk ke pada murid-muridnya.

"Naruto" jawab simple Naruto dengan dinginnya.

'Dingin sekali dia?' Pikir ketiga sosok yang baru muncul itu.

"Ok.. Fuu.. Aku tau kau mendapatkan tugas dari Shibiki, kami akan melakukan latihan kecil di tepi sana, dan nikmati waktumu" ucap Daiki terswnyum pada Fu.

'Sanyum sensei kali ini tulus.. Naruto-kun mengubah sensei' pikir Fuu senang, melihat sebuah senyuman dari senseinya yang benar-benar sebuah senyuman dari hati, bukan senyuman palsu seperti biasanya.

'Naruto.. Kau memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain.. Akanakan memperhatikan sampai mana batasmu' pikir biju dalam tubuh Fuu

"Hai sensei.. Dan aku akan bergabung besok" respon Fuu senang, menatap senseinya.

Daiki menganggukkan kepalanya pelan. "Ok.. Kami pergi dulu" ucapnya, melangkah kearah sisi lain, dimana masih disekitar tempat naruto dan Fuu berada.

"Arigatou, Naruto-kun"ucap Fuu dengan senyum sangat lebar.

"Buat apa?" Tanya Naruto sambil melirik si Jinchuuriki ekor 7 itu.

"Buat.. Kau membelaku" jawab Fuu.

"Aku cuma tidak suka orang lain yang menghina orang lain, dan.. Terlebih yang dihina adalah... Temanku" ucap Naruro serius menatap kearah Fuu

Sepasang tanda merah muncul di pipi Fuu saat itu juga. 'Dia bilang teman.. Oh.. Naruto-kun.. ' Pikirnya dalam blush.

"Jadi tatapan mereka karena kau seorang Jinchuuriki?" Tanya Naruto, di jawab anggukan pelan sang Konoichi.

"Mereka bilang aku adalah... monster" jawab Fuu, menundukkan kepalnya.

"Aku pernah melihat monster, benar-benar monster Fuu, dan kau bukan salah satunya. Kau hanyalah Fuu, seorang gadis yang akan menjadi Konoichi hebat nantinya. Dan biju dalam tubuhmu adalah dia sendiri bukan dirimu" Ungkap naruto datar.

"Kenapa kau begitu tertarik pada jinchuriki? Apa karena biju dalam tubuhnya? Atau apa karena kekuatan?" Tanya Fuu penasaran, kembali mengingat kalau si blonde ini memiliki rasa ketertarikan luar biasa pada Jinchuuriki.

".. Bukan karena itu" jawab pelan Naruto lalu berbalik menatap kearah pohon kearamat ditengah telaga. "Tapi karena aku memiliki keluarga yang sama denganmu. Namaku yang sebenarnya adalah Namikaze Naruto anak dari yondaime hokage dan Uzumaki Kushina. Aku memiliki saudara kembar, seorang jinchuuriki sepertimu. Ibuku juga seorang jinchuriki sebelum saudaraku itu." Naruto berhenti sejenak menatap kearah langit, sedangkan Fuu, menatapnya penasaran.

"Singkatnya, saudaraku adalah pahlawab di Konoha karena dia menahan Kyuubi dalam tubuhnya, melindungi desa sejak ia lahir. Disempurnakan lagi dia punya kekkai genkai anokuton seperti shodaime hokage. Dia diramalkan sebagai anak yang terpililh, yang akan membawa perdamaian dunia.

Sejak kecil aku sudah di abaikan oleh semua, bahkan... Kedua orang tuaku. Saudara kembarku melarang semua orang yang ingin berteman denganku, karena itu aku sendiri. Hidup selama 13 tahun tanpa kasih sayang meskipun kau adalah anak seorang Hokage, sungguh anak yang malang" ungkap Nnaruto menyelesaikan cerita singkat tentang hidupnya.

Fuu diam dalam shoknya tidak menyangka Naruto adalah anak dari yondaime hokage, namun tidak menyangka lagi dia memiliki kehidupan yang sangat kelam. Seorang anak pemimpin desa, tidak semestinya di perlakukan seperti itu, dan cerita itu nyaris tidak masuk akal.

"Kau bercanda kan?" Tanya Fuu. Naruto meliriknya serius. "Maksudku, bukankah kau adalah anak Hokage, dan kau pasti diagungkan di desa" komen Fuu tidak percaya.

"Sebuah ilusi bukan hanya sebuah Genjutsu Fuu... Kehidupan nyata juga terkadang di jadikan topeng ilusi dunia" jawab Naruto, menggunakan kata-kata yang ribet.

'Aku percaya padanya Fuu. Tidak terlihat sedikitpun kalau ia berbohong. Ia lebih menderita darimu Fuu, lebih sakit melihat orang yang dekat denganmu dan mengabaikanmu, dari pada kau yang dibenci hampir seluruh desa. Tidak ada yang lebih sakit dibandingkan penolakan keberadaan, itulah siksaan yang sangat terasa'

'Kau benar choimei.. '

.

.

.

Boooomm

Suara ledakan menghancurkan lamunan mereka, suara yang berasal dari rumah megah di tepi desa tidak jauh dari posisi mereka. Asap menjulang tinggi kelangit, pengaruh dari ledakan itu. Daiki dan teamnya langsung berlari kearah Naruto dan Fuu.

"Ada apa? Apa yang terjadi?" Tanya Daiki dengan ketidak tahuannya, berharap ia akan mendapatkan penjelasan dari Naruto, juga Fuu.

Fuu melebarkan kedua matanya, melihat arah ledakan. "Itu.. Rumah.. Shibiki-Sama" ucap Fuu melebarkan matanya melihat ledakan dari rumah shibuki. Terlihat shibuki terlempar jauh kearah naruto dkk.

"Shibuki" teriak Daiki menangkap tubuh shibuki, menggunakan tubuhnya. Mereka terseret sekitar 5 meter, dengan tubuh sang Jounin menjadi alas. Sang pemimpin Taki dalam terluka parah berada 10 meter dihadapan Naruto. Naruto melompat ke arah Daiki.

"Daiki-San.. Biarkan aku mengobati Shibuki-san" ucap Naruto duduk disamping kiri shibuki.

"Apa kau tau ttg madic" tanya Daikinpenasaran. Naruto hanya menganggukan kepakanya pelan. Daiki lalu meletakan tubuh Shibuki ditanah. Naruto mulai melakukan ninjutsu madicnya. Terlihat lingakran biru langit keluar dari telapak tangannya, menyentuh dada shibuki, memulai mendiagnosa.

'Ninjutsu madic seperti Tsunade senju?' Pikir shok Daiki, sedikit terkejut, melihat kearah Naruto dalam konsentrasi penuh menatap kearah tubuh shibuki.

"Ini gawat.. Jantungnya berhenti bekerja" gumam Naruto sedikit serius, tetap berkonsentrasi pada tangan kirinya dengan ninjutsu kadic sedang tangan kanannya dialiri chakra petir pada telapak tanganya. Semua menjadi shok dengan Fuu langsung duduk di bagian keapala shibuki. Dua genin lainnya berdiri shok tidak tau apa yang akan mereka lakukan

"Apa yang kalian lakukan disini.. Kenapa kalian tidak mengumumkan pada seluruh shinobi kalau kalian sedang diserang" ucap Naruto menatap kearah daiki menghancurkan lamunananya. "Jangan bilamg kalau desa kalian tidak memiliki sistem emergency"

"Hiro, Hoki dan Fuu, kalian kekantor pusat umumkan situasi gawat" perintah Daiki cepat.

"Jangan fu.. " Komen Naruto membuat daiki menatapnya

"Kenapa jangan?" Tanya Daiki. "Ia juga adalah bagian dari timku. Kau tidak berhak melarangnya"

"Bisa jadi ini hanya pengecoh dengan Fuu sebagai target utama mereka" jawab Naruto melihat chakra petir ditelapak tngannya sudah mulai berwarna biru keputihan

"Kau benar juga... Klian berdua pergi, SEKARANG" perintah daiki dan mereka pun berlari. Naruto menyentuh dada Shibuki dengan chkara petir membuat dada shibuki terangkat

"Apa yang kau lakukan?" Tanya shok daiki.

"Merangsang jantungnya agar bekerja.. Kini jatungnya bekerja kembali" ucap Naruto melanjutkan ninjutsu madicnya.

'Dia sungguh bukan bocah sembarangan. Pengetahuan madicnya bisa membuat Dokter di desa ini bukan apa-apa. Menjadikan raiton untuk merangsang jantung, adalah sebuah inovasi baru.' pikir daiki menatap kearah Naruto. Ia kemudian menatap ke muridnya yang tengah dalam keadaan blank.

"Fuf.. Control emosimu, Shibuki sudah tidak apa-apa. Jangan paksa keluar chakra biju" ucap Naruto melirik fu karena sia sudah merasakan chakra biju dalm tubuh fu keluar. Fu hanya menatap horor kearah shibuki yang tengah pingsan dengan darah di mulutnya

"Ha-hai" jawab Fuu

.

.

.

".. Lihat siapa yang kita dapatkan" ucap seorang dari arah jam 9 sejauh 10 meter menatap kearah Naruto dan daiki

"Kau" ucap Daiki penuh emosi menatap kearah sosok tersebut. Seorang pria berusia sekitar 50 tahunan dengan janggot putih mengenakan pakaian yang sama dengan Daiki. Naruto mengangkat wajahnya, menatap sosok itu, penasaran.

"Hello keponokan tersayangku" ucapnya lagi

"DAISUKE..." teriak daiki menatap kearah daisuke emosi

"Ayolah.. Sepupu" ucap seorang yang memiliki wajah seperti Daisuke, namun umurnya baru sekitar 25 tahunan Dia memiliki tinggi yang sama dengan Daisuke, sekitar 181 cm.

"Daisi.. Kau juga?.. Apa yang kalian inginkan disini?" Tanya Daiki. Naruto tidak memperduliakan percakapan mereka fokus pada penyembuhan Shibuki.

"Tentu saja apa yang seharusnya menjadi milikqw dan Daisu" jawab Daisuke dengan seringai jahat menatap Daiki. Daiki melebarkan matanya mengerti apa yang dimaksud oleh daisuke.

"Daiki... Jangan.. Biarkan.. Dia .. Mendaptakan... Hero water... Dan... Shichibi" ucap lemah Shibuki yang akhirnya sadar. Naruto berhenti melakukan medical ninjutsunya dan membersihkan sisisa darah ditubuh Shibuki . Fuu dan daiki menatap sedih pada shibuki yang pingsan kembali.

"Tenang, dia sudah tidak apa apa. Cidera parahnya sudah kuatasi, dan "-

DAISUKI

Boooommmmm

Ledakan chakra berwarna merah menyala seperti api menjulang kelangit dari Naruto dkk. Naruto sempat menggunakan shunshin no jusunya membawa Daiki dan Shibuki menjauh dari ledakan teresebut. Rupanya Fuu yang mengeluarkan Chakra Choumei secara paksa.

Naruto dan dua lainnya berada di jarak 20 meter dengan Fuu yang kini dikelilingi oleh bulatan seperti bola berwarna merah ungu gelap dengan aura merah menjulang kelangit, aura yang terasa sangat luar biasa.

".. Daiki-San, .. Apa kamu tidak apa apa?" Tanya Naruto, tidak begitu peduli pada aura chakra yang Fuu keluarkan.

"Ba-bagaimana kita bisa disini?" Tanya shok Daiki, menyadari kalau mereka sudah berpindah tempat dari posisi yang sebelumnya. Ia bahkan tidak sadar kalau ia telah berpindah.

"Aku memindahkan kalian dengan Shunshin no Jutsuku. Jika tidak kalian akan dalam keadaan bahaya, terkena efek ledakan Chakra Fuu." ucap naruto menjawab rasa penasaran Daiki. Sang Jounin hanya menganggukkan kepalanya mengerti.

"Kenapa Shichibi begitu marah pada orang itu?" Tanya Naruto pelan memindahkn tubuh Shibiki keatas tanah membaringkannnya dngan baik.

"Daisuki adalah saudara dari ayah Shibiki yang haus akan kekuasaan, kekuatan juga serakah. Ayah Fuu adalah Jinchuriki sebelum Fuu yang dibunuh oleh Daisuki ketika memaksa mengambil Shichibi dalam tubuh ayahnya. Shichibi tidak terima hal itu dan begitulah.. Daisuki pergi dari Taki." Jelas Daiki

"Apa maksud dari Hero water?" Tanya lanjut Naruto.

"Maaf Naruto-San, tapi itu adalah rahasia desa kami." Ungkap Daiki. Naruto mengangguk mengerti.

"Ka-Katakan Saja... Daiki.." Komen Shibiki sangat lemah yang rupanya telah sadarkan diri.

"Kau jangan banyak bicara dulu Shibiki, kau masih terluka." Ungkap Daiki sangat khawatir akan keadaan pemimpinnya.

"Ak-aku percaya.. Naruto-San.. Ce-caritakan saja semuanya" ungkap Shibiki kembali.

Daiki hanya menatap Shibiki yang bernapas berat, masih terpengaruh lukanya. Ia kemudian menganggukkan kepalanya pelan.

"Hero water adalah air yang bisa menaikan kekiatanmu 10 kali lipat. Air ini hanya ada 100 tahun sekali dan Shiibiki memilikinya. Dia ingin mengambil air itu dan biju dalam Fuu" cerita Daiki singkat, menjelaalan pada Naruto.

'Air yang dapat meningkatkan kekuatan 10 kali lipat? Kekuatan yang menarik' pikir Naruto.

Di sisi lain

Daisuki dan Daisi tersenyum saat menatap kearah Fuu yang kini bertransformasi ke mode bijunya. Dia sangat menginginkan hal ini. Karena dengan begini dia akan memiliki yang akan terberbebas dari tubuh Fu

"Ayo Shichibi.. Terus.. Apa kau lupa bagaimana aku melakukannya padamu 14 tahun lalu" ucap Daisuki mengeraskan suaranya menatap kearah bulatan yang mengelilingi tubuh Fuu. Ia semakin menambah emosi Fuu agar mengeluarkan chakra Biju dalam tubuhnya lebih banyak lagi.

"Ini buruk.. Jika sgellnya rusak, Shichibi akan keluar dan mengamuk. Taki dalam bahaya.." Ucap Daiki yang khawatir menatap Fuu dalam proses transformasi menjadi biju ekor 7.

"Aku tau Daiki... Aku punya rencana untuk itu. Aku tidak akan membiarkan Fuu menghancurkan desa, hal itu akan membuatnya semakin dibenci" ucap naruto berdiri menatap Fuu, membuat Daiki sedikit penasaran akan apa yang akan di lakukan Naruto.

"Daiki.. Pergilah menjauh, aku akan Memasang barrier disekitar sini mencegah terjadinya kerusakan besar di Takigakure, aku akan menyelamatkan Fuu" ucap Narut serius.

"Kau gila.. Kau tidak mungkin meng"-

"Sekarang Daiki.. Sudah tidak ada waktu" potong Naruto langsung melakukan handseal.

Kage Bunshin no Jutsu. muncullah 4 bunshin Naruto, dalam balutan asap. Ke 4 bunshin langsung menyebar ke -4 arah berbeda.. Daiki yang melihat keseriusan Naruto perlahan bergerak ke arah Shibiki.

"Baiklah, aku percayakan Fuu padamu" Gumam Daiki menggendong tubuh Shibiki lalu melompat menjauh. Kemudian sekitar 200 meter dari tempatnya tadi, daiki menatap kearah naruro yang kini sudah dihalangi oleh barrier berwarna merah membentuk persegi dengan panjang 100 meter persegi

'Bocah itu' pikir daiki, melihat ke belakang dimana barrier telah terbentuk. 'Ia bukan seorang Genin.

.

.

.

.Dikonohagakure, training ground 7 tempat latihan team 7. Mereka sedang berkumpul sore itu setelah melamukan misi siang tadi, misi D rank kembali. Mereka sungguh taudah bosan dengan misi D rank yang mereka selalu dapatkan

"Sasuke kun.. Bagaimana kalau nanti malam kita kencan?" Tanya Sakura menatap Sasuke penuh harap kalau si Uchiha akan menerima ajakannya.

"Tidak.." jawab Sasuke. Inner sakura yang tadinya berbunga-bunga, terasa dijatuhi pesawat dengan ketinggian 7 juta Kaki. (Hahaha... )

". Sakura yang malang" koment menma yang berada dihadapan sakura, mengejek rekan rambut pingkinya itu.

Pletak

"Aw.. " Ucap Menma menggosok-gosok kepalanya akibat dijitak oleh sakura

"Itu untukmu Menma baka" ungkap Sakura geram karena mendengar ejekan Menma.

"Kukira kau Suka Naruto" tanya Menma, sukses membuatnya blush.

"Yup.. Tapi dia sangat susah ditemui.. Apa kau tau dimana dia biasa nongkrong?" Tanya Sakura.

'Dasar perempuan tidak berpendirian' pikir Sasuke melirik kearah Sakura.

"Itulah yang sedang kami cari tau.. Cuma Mito-Chan yang sering diajak oleh Naruto dari seluruh orang konohagakure. Dan mito tidak mau memberitahukan kami karena dilarang oleh Naruto" Jawab Menma sedikit sedih menatap kearah langit.

"Yo..." sapa kakasi yang muncul dengan shunshinnya

"KAU TERLAMBAT... " Teriak kesal Sakura, menunjuk sensei Mata satunya itu.

"Sorry, seekor kucing menghalangi jalanku jadi aku harus memutar mencari jalan lain" ucap kakasi, menjelaskan alasan paling favoritnya, alasan tidak masuk akalnya dan dibalas dengan sweetdrop dari semua anggota teamnya

'Alasan macam apa itu' pikir semua dalam sweetdropnya dengan inner sakura mencapai titik didihm kemarahan membahana.

"Kenapa Sensei mengumpulkan kami sore-sore begini?" Tanya Sakura dengan suara besar

"Oh.. Kita langsung saja menemui Hokage, ada sesuatu yang akan disampaikan oleh hokage, mungkin akan memberikan misi" ucap kakasi dan merekapun berjalan kekantor Hokage.

.

.

Dikantor hokage, Yondaime memgambil sebuah gulungan dengan team 7 berada dihadapan meja kerjanya. Mereka berharap mendapatkan misi C rank kali ini setelah beberapa bulan terakhir adalah bulan penderitaan D rank mereka.

"Yondaime-sama.. Aku mau me- oh maaf mengganggu" ucap Yamato yang masuk keruang hokage bersama Anko dibelakangnya. Ia berhenti sejenak karena melihat tim 7 sedang menghadap.

"Sedikit sih.. Misi kalian succes?.. Dimana naruto?" Tanya Yondaime menatap kedua sosok yang baru muncul.

".. Dia ada takigakure bersama .. Fuu dan shibuki san. Aku nekat kesini setelah mendapatkan scroll ini berpikir misi ini lebih penting karena Naruto aman di Taki. Aku juga akan menjemputnya secepat mungkin" jelas Yamato menatap yondaime lalu memberikan scroll merah yang dipegang Anko

"Jadi ini?" Tanya yondaime

"Hai.. Itu adalah semua informasi yang anda butuhkan" jawab anko kali ini berbicara.

"Hokage-sama.. Kami meminta misi kelas C juga" ucap Menma, serius menatap ayahnya.

"Hai.. Jika dobe bisa melakukan C rank, kenapa kami tidak? Kami adalah roki dan dobe dead last" tegas Sauke

'Oh... Ini akan menjadi sedikit merepotkan' pikir Kakasi dengan melirik malas ke dua anggotanya.

"Aku memberikan C rank pada team Yamato karena cuma misi mengantar biasa tanpa masalah. Itupun karena ada Anko yang mendampingi.." Jawab Minato menghancurkan hati team 7.

"Sensei.. Katakan sesuatu" bujuk Menma tapi dicueki oleh Kakasi

" Aku rasa jiji yang akan mendapatkan copian buku terbaru jiraiya Kyofu nanti saat dia kembali" ucap menma sedikit berlagak. Mata Kakashi langsung melebar mendengarkan sesuatu yang sangat penting baginya di sebutkan Menma, sedangkan Sasuke memberikan seringai khas Uchihanya.

"Sensei.. Kurasa teamku siap untuk C rank" ucap Kakasi cepat. 'Dari pada aku tidak mendapatkan buku icha icha spesial' pikir kakasi membuat semua sweat drop

'Pikirannya terlalu cepat berubah' pikir semua yang ada dalam ruangan.

"Kakasi baka.. " Teriak LAanko protes

"Kau genius.. Dobe.." Ucap sasuke dengan seringainya

"Itulah aku.." jawab menma kembali dengan senyumnya 11 jari.

Minato hanya bisa menghela napas, melihat anak kebanggannya berhasil menjebak Kakashi. Ia cukup lihai dalam memainkan emosi Jounin senseinya. Minato lalu menarik laci dan mengambil sebuah gulungan dari laci mejanya itu.

'Perasaanku akan terjadi sesuatu yang buruk nanti' pikir Minato

"Panggil Tazuna" teriak minato pada sekretarisnya yang berada diluar pintu. Ia kemudian menatap ke tim Kakashi. "Aku akan memberikan misi kelas C ini karena team Yamato akan menjadi back up team kalian. Yamato, pergilah mencari makanan dan jemput Naruto. Kalian langsung ke misi kalian berikutnya, detail nya ada di gulungan itu" jelas Minato sambil memberikan gulungan ke pemilik Mokuton itu. "Anko, kau di bubarkan"

"Hai" jawab dua Jounin itu kemudian keluar dari ruangan Yondaime berpapasan dengan seorang pria masuk keruangan itu.

"Kau memanggilku yondaime sama?" Tanya pria itu. Dia memiliki tinggi sekitar 178 cm dengan perut buncit pakaian berwarna hijau tenpa lengan dengan celana silver. Di lehernya ada handuk dengan kaca mata di kedua matanya. Tngan kanannya memegang sake, umurnya sekitar 45 tahun.

"Team 7 akan mengawalmu Tazuna dengan team zero yang akan menjadi team bantuan" ucap serius minato namikaze

"Kenapa team zero juga ikut?" Tanya Sasuke protes

"Dengar, nami no kuni dekat dengan Kirigakure. Kirigakure sekarang sedang berada diperang dingin, dan karena itu team 0 akan menjadi back up" ucap minato serius.

"Ta-"

"Baiklah kalau kalian tidak mau, aku rasa team 8 akan mentukai misi ini" ucap minato mengambil kembali scroll misinya,

"Kami mau" tegas Menma dan sasuke bersamaan

"Yondaime-sama.. Aku meminta oengawal bukan sekumpulan bocah" ucap Tazuna menatap kearah team 7

Menma, Sasuke dan sakura menatap horor sambil melepaskan KI yang cukup besar bagi seorang chunin yng berasal dari Menma dan Sasuke.

"Apa kau akan mengulanginya lagi.. Mr tazuna?" Tanya dingin Menma membuat tazuna ketakutan

'Bocah itu menakutkan' pikir Tazuna

"Ok team, jangan begitu pada client. Dan mister Tazuna, tolong jangan menghina shinobi. Aku adalah jounin dan kalau cuma bandit aku bisa mengatasinya sendiri" ucap Jakasi membela muridnya

"Terserah.. Aku hanya ingin pengawal untuk menyelesaikan jembatanku" ucap Tazuna dengan ketus

"Ok, kalian akan melakukn mis ini pada besok pagi." Perintah minato dan semua mengangguk ria

.

.

.

Takigakure

Didalam barrier, terlihat 4 sosok tengah berdiri dengan arah yang berbeda. Naruto disebalah kiri, 10 meter dari bulatan chakra biju milik Fuu sedang Daisuki dan Daisi berada 20 meter dihadapan Fuu

"Apa ini.. Barrier?" Tanya Daisi menatap kesekelilingnya yang kini dili dungi barrier setinggi 20 meter

"Daisi sepertinya kita harus mempercepat proses ini" instruksi Daisuke langsung meneguk kendi kecil setinggi kira kira 40 cm yang ada di tangannya, berikutnya diberikan kedaisi.

"Sekarang.. Lawan kami Shichibi" teriak Daisuki dengan keras

Boooomm

Ledakan chakra mereka menjulang kelangit. Rambut mereka memanjang dan juga mata mereka menjadi merah. Tubuh mereka menjadi kekar seketika, tanah disekitar mereka retak oleh tekanan Chakra mereka berdua.

Naruto memandang peristiwa tersebut menyipitkan mata 'Jadi itu kekuatan hero water, chakra Daisi sekitar 2 kage dan daisuke sekitar 6 kage.. Sepertinya aku harus melakukan sesuatu' pikir naruto mengaktifkan Sharingannya menatap kearah dua orang yang sedang melakukan hadseal bersama

Suiton : suiryuu edan no jutsu

Teriak mereka bersama sama menyerang kerarah bulatan chakra merah yang mengeklilingi fu

"Booom

Ledakan dahsyat tercipta saat jutsu itu menghantam bulatan chakra Fu. Terlihat bulatan itu menghilang dengan Fuu kini menjadi siluman berwarna merah mata putih gigi putih. (Bayangkan saat naruto melawan pain dengan ekor 6, tapi ekornya adalah sayap seperti kumbang berjumlah masing masing 3 di setiap punggungnya)

Roaaaarrrr

Fu mengaung menghacurkan tanah sekitar mengangkat tanah, menyerang kearah dua kage level itu. Mereka hanya memberikan seringai diwajah mereka lalu melakukan handseal

Siuton daibakufu no jutsu

Sebuah ledakan air, tercipta dari mulut mereka bersua, membentuk gelombang Tsunami, memeluas sekitar 50 meter menyerang Fuu. Naruto melompat kebelakang menghindari serangan itu. Fuu dalam mode ekor 6 hanya diam tak tergoyahkan akibat jutsu kelas A itu

'Biju memang memikiki kekuatan yang hebat' pikir naruto melihat Fuu.

"Hahahahhaha.. Kau memang sangat kuat shichibi, aku semakin beresemangat mendapatkanmu" Teriak daisuki, dengan bola mata horornya melebar.

.

Perlahan dari tubuh fu mulai muncul tengkorak, membentuk mulai dari kaki sepasang berwana putih dari dadanya lalu membentuk tulang punggung dan semua sayapnya terakhir kearah wajahnya membentuk kepala kumbang

Ke 6 sayap fu diarahkan ke langit memberntuk bulatan bulatan kecil berwarna merah dan biru. Kemudian membesar dan semakin membesar membentuk sebesar bola lalu dimakan oleh Fuu dalam mode bijju itu.

'Sial... Ini buruk, semoga barrierku kuat' pikir Naruto yang mengawasi dari belakang, memperhatikan tubuh Fuu mengembang seperti balon setelah memakan bola itu. Fu seperti bersujud tapi pandngannya ke daisuke

"Ayo.. Kesini sweet heart" ucap Daisuki, memancing Fuu.

Fuuuussshhh

Fu melemparkan sesuatu dari mulutnya seperti bola yang keluar berwarna hitam dengan kecepatan luar biasa menyerang kearah Daisuke dan Daisi

Doton : doryujoheki

Teriak mereka bersamaan memunculkan benteng dari tanah yang membentuk bulatan bola mengelilingi mereka.

Boooommmm

Ledakan dahsyat pun terjadi mengakibatkan tanah bergetar dengan menciptakan debu pekat disekitar pertemuan dua jutsu itu. Naruto kembali melompat kebelakang menghindari ledakan itu.

Sekitar 10 detik terlihat kawah sedalam 3 meter seluas 10 meteran, membentuk lingkaran dengan jutsu pertahanan milik dua ninja pelarian Taki, berhasil melindungi mereka. Perlahan dome itu mulai menghilang dari pandangan, kembali ke tanah.

"Haha... Itu.. Jutsu.. Yang.. Memakan.. Banyak.. Chakra.." Ucap Daisuke lemas karena kini pengaruh hero water telah menghilang akibat jutsu miliknya terakhir yang menghabiskan banyak chakra miliknya. Jika mereka menggunakan. Chakra Normal, maka tentu saja akan di hancurkan oleh Bijudama itu.

"Yah.. Kita harus meminumnya kembali" tambah Daisi. Daisuke memegang kembali botol hero water itu ingin meminumnya dengan fuu kini muncul 1 ekor di buntutnya kembali.

'Ini buruk' pikir naruro melihat itu melakukan handseal

Raiton : Kage bunshin no jutsu

Muncul 2 bunshin dari badan naruto keluar seperti moku bunshin dari belakang tubuh naruto. Mereka langsung mengeluarkan masing-masing kunai menyerang Diasuke dan Daisu ditambahkan element petir untuk mempercepat gerakannya.

Daisuke dan Daisi melebarkan matanya melihat kunai mendekati mereka dengan cepat. Namun mereka masih sempat menghindar dari serangan itu mengakibatkan mereka berpisah kekiri untuk daisi dan kekanan untuk daisuke. Muncul kilatan merah di samping kunai itu terlihat bunshin Naruto yang memegang kunai itu membuat dua shinobi itu hanya bisa melebarkan mata, mengetahui tekhnik apa itu.

"Hi-hiraisin?" Tanya shok Daisu menatap kearah bunshin Naruto

"Selaat datang ke Neraka" respon bunshin, menghadap Daisi langsung menyerang menggunakan kunai biasa di tangannya. Sedangkan Daisuke berhasil meminum air hero untuk mendapatkan kekuatannya kembali

"Hahahahhaha.. Hiraisin atau bukan, kau bukanlah lawanku" ucap arrogant daisuke menatap kearah bunshin aruto

"Baiklah.. Kurasa kita harus serius?" Jawab bunsin itu menutup matanya lalu mengaktifkan sharingan krmudian berpurar menjadi Mangekyou sharingan

"Apa itu?" Tanya shok daisuke menatap kearah mata naruto yang kini mengaktifkan MS miliknya.

.

.

.

"Fu... Sadarlah. ." Teriak naruto yang asli berada 5 meter dihadapan fu yang kini mulai berubah warna dan membentuk otot pada setiap tubuhnya

"Fu.. Kau jangan kalah dengan biju.. Kau adalah Fuu... Jangan kalah.. Kau adalah sahabatku" Lanjut Naruto kembali, mencoba menyadarkan Fuu. Namun hasilnya sia sia. Dia mengaktifkan sharingannya menatap Fuu mencoba masuk kedalam mindscapenya namun gagal mengingat itu adalah fase peralihan antara fu dengan bijunya

'Sial.. Aku harus menghentikannya sebelum Fuu tewas' pikir naruto melihat tubuh biju ekor 7 mulai terbentuk dan membesar

Roooooaaaarr" teriakan Horor dari Biju ekor 7 terdengar mengerikan saat itu.

'Sial, tidak ada cara lain..' Pikir Naruto. Ia harus memikirkan cara terbaik untuk mencegah Biju itu membentuk sempurna, kalau tidak, buju akan lepas dan Fuu akan tewas saat itu juga. Ia kemudian mengaktifkan Mangekyou Sharingannya.

Perlahanan di sekujur tubuhnya muncul aura chakra putih, membentuk kerangka tulang manusia raksasa mengelilingi tubuhnya. Kerangka itu membentuk setngah tubuh raksasa bertanduk, lalu membentuk daging dan akhirnya melapisi kerangka itu.

Susano'o

T

B

C

Leave a lot Riview.