Alisnya terangkat naik ketika menatap sosok Minho berjalan tergesa keluar dari pintu samping restorannya. Dibelakangnya, ada seorang namja dengan balutan pakaian serba hitam mengikuti langkahnya memasuki pintu mobil yang terparkir di tepi jalan.

Taemin menatap bingung dari balik kursi kemudinya. Niat awalnya ingin mengunjungi restoran namja yang masih dicintainya, ia urungkan. Selain karena Minho yang terlihat keluar dari restoran, alasan lain juga akibat papan berbentuk persegi panjang yang ada didepan pintu restoran memajang tulisan 'closed'. Rasa heran semakin memenuhi otak yeoja berwajah manis itu. Tidak biasanya Minho meliburkan karyawannya – kecuali hari libur besar –.

Mengesampingkan berbagai pikiran yang berkecamuk dalam pikirannya, Taemin memilih menyalakan mesin mobilnya dan melajukan dengan kecepatan tempo sedang. Diam-diam yeoja dengan marga Lee itu membuntuti laju mobil yang ditumpangi mantan kekasihnya. Agak heran sebenarnya karena mobil yang biasa dikendarai Minho tidak terparkir didekat restoran. Bisa dipastikan chef bermarga Jung itu tidak pernah berganti kendaraan. Entah kenapa hal tersebut malah membuat Taemin mencurigai gerak-gerik sang chef.

Dan semuanya terjawab ketika laju mobil yang dikendarai Minho dan sosok misterius tadi berhenti beberapa blok dari gedung pencakar langit – yang menjadi pusat aktifitas Choi corporation –. Taemin tidak terlalu paham dengan dunia bisnis, tapi dirinya cukup mengenal letak-letak perusahaan besar yang menyumbangkan devisa bagi negaranya. Salah satunya adalah Choi corporation yang seringkali menghiasi sampul majalah bisnis.

Jemari tangannya mengetuk pelan setir kemudinya saat mengikuti gerakan namja misterius yang turun dari sisi mobil Minho. Gerak tubuhnya sedikit mencurigakan ketika kepalanya menatap sekelilingnya dengan kilatan mata kejam. "Ada kaitan apa Minho oppa dengan Choi corporation ? Sepengetahuanku, Jung Minho tidak pernah tertarik dengan dunia bisnis," gumamnya sebelum kembali menyalakan mesin mobilnya.

Mobil BMW hitam yang dikendarai Taemin bergerak perlahan, berusaha membuat jarak aman saat mengikuti laju mobil Minho yang menjauhi pusat kota.

Tanpa merasa curiga sedikitpun, Taemin tetap berusaha menajamkan indera penglihatannya agar tidak kehilangan jejak Minho. Saat mobil didepannya memasuki sebuah kawasan perumahan elit, Taemin langsung tersadar dari rasa penasarannya. Ia cukup tau arah mobil Jung Minho saat ini.

Meski masih enggan mengakui rasa sakit yang membuat dadanya berdenyut perih, Taemin memilih menepikan kendaraannya didekat halte bus. Memang seharusnya Taemin memastikan terlebih dahulu tanpa menaruh rasa curiga pada namja yang dicintainya itu. Tapi… Hati kecilnya tidak bisa mengelak jika memang rasa cemburu sudah mendominasinya. Bahkan rasa cemburu yang membakar emosinya tidak jua mengurungkan langkah kakinya memasuki jalanan aspal di kawasan elit itu.

Dengan penyamaran yang seadanya, Taemin memaksakan langkah kakinya. Rambut panjangnya sengaja ia sembunyikan dibalik kupluk rajut yang kini sudah menghiasi mahkota kepalanya. Dan juga mantel besar – yang ia temukan dikursi belakang mobilnya – sudah membungkus tubuh mungilnya.

"Oppa ~~"desisnya lirih saat sepasang mata jernihnya menangkap sosok tinggi Minho keluar dari sisi pintu mobil dan berdiri didepan gerbang sebuah rumah mewah.

Taemin buru-buru merapatkan tubuhnya dibalik pohon besar yang tumbuh disepanjang jalan ketika Minho mengedarkan pandangan matanya. Taemin sedikit mengetahui tentang Kim Kibum, yeoja yang membuat Jung Minho berpaling darinya. Termasuk alamat rumahnya. Dulu Taemin sempat mengunjungi rumah tersebut namun langkah kakinya tertahan didepan pintu gerbang karena merasa ragu.

Lee Taemin mengakui jika dirinya sempat didera rasa frustasi ketika keputusannya melarikan diri dari perjodohan yang dilakukan orangtuanya, kini malah berujung tamparan keras dipipinya. Taemin dengan yakin mengatakan jika cinta Minho padanya tidak akan pernah pudar tertelan waktu. Namun semuanya tinggal kenangan masa lalu ketika dirinya kembali ke Korea, Jung Minho yang dikenalnya terlihat lebih bersemangat. Tidak menunjukkan kondisi patah hati ataupun murung seperti yang Taemin alami karena dipaksa untuk dijodohkan oleh orangtuanya.

.

.

.

COMPLICATED

.

.

.

Cast : Choi Siwon x Kim Kibum

Rate : M

Genre : Romance , Drama

Desclaimer :

I own nothing, except this story.

All Super Junior members belong to GOD and their self.

If you don't like this story or couples, leave this site quitely.

!

.

.

.

"WAE ? KENAPA KAMU INGIN MEMPERKOSA KIBUM, HAH ?"

Teriakan melengking Taemin yang sarat akan emosi seakan menampar wajah sempurna Jung Minho. Tidak dipedulikannya rasa sakit yang membekas dikedua sisi pipinya saat mendapatkan tamparan dari tangan halus mantan kekasihnya.

Tidak dipedulikan juga ruangan pengap dengan sumber penerangan yang berasal dari satu cahaya lampu ditengah ruangan. Minho memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya dan membalas tatapan menuduh dari yeoja cantik didepannya.

"Aku bahkan belum menyentuhnya," sahutnya dengan tenggorokan tercekik saat Taemin langsung mencengkeram lehernya.

Tidak dipedulikan kondisi tubuhnya yang sebenarnya bergetar menahan rasa bersalah ketika tangannya melayang menyakiti pipi Minho. Taemin secara refleks menggerakkan telapak tangannya saat ia mendapati namja yang mengisi relung hatinya tengah duduk diatas paha Kibum. Lebih perahnya lagi, Taemin mendapati sosok cantik Kibum tergeletak diatas lantai dengan kondisi tak sadarkan diri.

Seberapapun egois dirinya atau seberapa besar rasa iri yang tersimpan rapat dalam jiwanya, Taemin tidak akan pernah mengampuni siapapun manusia yang bersikap menjijikkan. Termasuk idenya memaksa masuk kedalam rumah yang dihuni Kibum akibat prasangka buruk yang terus menghiasi tempurung kepalanya.

Aksi nekatnya tidak sia-sia. Taemin berhasil menggagalkan tindakan asusila yang entah kenapa bisa membimbing Minho berbuat sejauh ini.

"Memang Jung Minho belum melakukan apapun, tapi aku tidak pernah mengira otakmu bisa berpikiran sepicik ini. Memperkosa istri orang lain hanya karena obsesi semata."

Minho mengatupkan bibirnya rapat. Wajahnya terasa ditampar secara tak langsung melalui kalimat lisan yang terlontar dari bibir Taemin. Obsesi ? Satu kata itu terus menghantam kepalanya. Apakah sikap ingin memiliki Kibum untuk dirinya sudah termasuk berlebihan ?

"Dan lebih parahnya, sikap cerobohmu hampir membunuh orang lain," sambung yeoja berpenampilan menawan itu. Kedua tangannya dimasukkan kedalam saku celana jeansnya kemudian berjalan menjauhi Minho yang masih terduduk dikursi.

Membunuh ? Minho mengingat kembali kejadian beberapa saat yang lalu. Apakah tamparan keras yang membuat tubuh mungil Kibum terhuyung hingga menyebabkan kepalanya terantuk sudut meja makan, membuat yeoja itu meregang nyawa ?

"A – apakah Kibum baik-baik saja ?" tanyanya dengan suara parau.

Taemin tersenyum sinis mendengar pertanyaan Minho. "Sang ibu baik-baik saja. Dan janin dalam kandungannya sedikit bermasalah. Tapi untung Tuhan menguatkan janin tak berdosa itu."

"Apa maksudmu, Lee Taemin ?"

"Kibum sedang hamil beberapa minggu, anak dari Choi Siwon."

BRAK

Minho serta Taemin serentak mengarahkan pandangan matanya pada suara dobrakan pintu. Sosok namja dengan penampilan agak kacau berjalan mantap memasuki ruangan. Nafasnya dihela dengan berat saat sepasang matanya menangkap keberadaan Minho.

BUAGH ! BUAGH !

Tangannya yang sudah terkepal tanpa terkendali melayangkan tinju-tinju brutal kearah wajah Minho. Dan Taemin hanya berdiri diposisinya sekarang. Tanpa mau melerai baku-hantam yang sudah pasti dimenangkan Siwon – yang dalam kondisi marah besar –. Ia merasa wajar dan pantas jika Minho mendapatkan apa yang sahrusnya ia dapatkan.

.

.

.

"Engghh ~~" Suara erangan lirih langsung membuat sosok kekar yang sedang duduk disofa panjang – yang menghuni ruang kamarnya – segera berlari tergesa menghampiri istrinya yang berbaring diatas ranjang. Diraihnya tangan Kibum yang terkulai lemas disisi tubuhnya lalu meremasnya pelan.

"Kibummie ? Chagi ? Gwenchanayo ?" tanyanya dengan nada suara terselip rasa khawatir. Sebelah tangannya digunakan untuk mengusap pipi Kibum yang bersemu merah. Terlihat lebam keunguan yang tersisa dibeberapa sudut wajah istrinya yang mengalami benturan benda tumpul.

Sejak kejadian yang dilaporkan oleh pihak kepolisian yang menangani kasus kejahatan yang dialami Kibum, Siwon enggan melepaskan pandangan serta perhatian dari istrinya. Ia bahkan sengaja merahasiakan kejadian buruk tersebut dari keluarga maupun sahabatnya. Untuk saat ini masalah yang dialaminya akan ia tangani seorang diri tanpa harus melibatkan orang lain didalamnya. Beberapa polisi yang mengurus kejadian sudah membawa pergi Minho dari area rumahnya.

"Siwon ?" erang Kibum lirih sembari memijit pelipisnya yang diserang rasa nyeri. Namun gerakan jemarinya terhenti dan seketika meraba perutnya yang masih rata. Rasa takut akan kehilangan bayinya membuat yeoja muda itu terlihat panik. Kibum masih mengingat benturan yang dialaminya ketika terantuk sudut meja makan. Ketakutan yang menyerang pikirannya semakin memburuk dengan ulah nekat mantan kekasihnya yang berusaha mencelakainya. "Aegya !"

"Sssshhhh ~~" Siwon semakin kuat meremas tangan Kibum yang berada dalam genggamannya. "Aegya baik-baik saja. Tidak ada luka memar disekitar perutmu, Kibummie. Sekarang buka matamu. Aku akan memastikan chef gila itu mendekam di penjara."

Kibum merespon remasan tangan suaminya. Masih dengan posisi tubuh berbaring di ranjangnya. "Jangan membawa masalah ini ke polisi, Siwonnie."

Siwon melotot kaget. Bagaimana mungkin ia membiarkan namja yang hampir mencelakai calon penerusnya berkeliaran tanpa mendapatkan hukuman apapun. "Kibum… Kamu masih membutuhkan istirahat. Aku akan menghubungi dokter. Sepertinya kepalamu mengalami masalah." Siwon menatap sekilas luka memar berwarna keunguan yang menghiasi dahi istrinya.

"Aku mohon…" Kibum enggan melepaskan genggaman tangannya dan memaksa Siwon tetap bertahan duduk di tepi ranjang. Merasa usahanya untuk membujuk sang suami akan mengalami kesulitan, Kibum mulai melancarkan puppy eyes-nya. "Siwonnieee ~~" ucapnya dengan nada setengah merajuk manja.

"Siwonnie..." Kibum menggoyangkan genggaman tangannya dengan Siwon.

Menghela nafas panjang, akhirnya Siwon mengalah. "Ne. Tapi aku akan meminta pihak kepolisian mengawasi chef gila itu."

Dengan gerakan jari tangannya, Kibum memberikan isyarat pada suaminya untuk menundukkan wajahnya. Satu kecupan mendarat dibibir tipis Siwon. "Gomawo, suamiku."

.

.

.

4 bulan berlalu…

"Kibummie ~~" ucapnya lirih sembari mengusap helaian rambut panjang istrinya yang kini sedang terlelap dalam pangkuannya. 2 jari tangannya beralih merapikan poni pendek yang membuat tatanan rapi poni Kibum berantakan karena tiupan angin sore.

Sudah satu jam berlalu, Siwon membiarkan istrinya – dengan posisi tubuh sedikit meringkuk – terlelap dalam buaian dunia mimpi. Semilir angin sore serta guguran daun yang sudah berwarna kecoklatan menjadi suasana berbeda bagi Siwon. Setidaknya setelah semua masa rumit yang dijalaninya dengan Kibum selama 2 tahun menjalani kehidupan rumah tangga, kali ini ia memiliki satu kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Semua kesalahan yang ditimbulkan akibat sifat egoisnya yang dibutakan hasrat penuh pemujaan pada Tiffany.

Siwon menundukkan kepalanya guna mengintip wajah lelap Kibum yang terlihat begitu damai menikmati istirahat sorenya.

"Aku mencintaimu ~~" gumamnya tepat didepan bibir Kibum yang sudah meronta untuk dilahapnya. Siwon menjulurkan ujung lidahnya lalu menjilat permukaan bibir kenyal Kibum yang menggoda.

Kibum mengerang menikmati godaan suaminya. Sepasang matanya mengerjap, mencoba menyesuaikan pandangan yang tertangkap retina matanya. Ketika menyadari bibirnya tengah dilumat oleh suaminya sendiri, ia memilih kembali memejamkan sepasang matanya – membiarkan permukaan bibirnya menjadi sasaran jahil lidah basah Siwon –. "Emmhh ~~ Aku juga mencintaimu, Siwonniehh ~~ anggghhh ~~" desahnya.

Siwon mengulas senyum lebar menatap wajah Kibum yang sudah pasrah hanya karena sapuan lidahnya. Dilumatnya bibir Kibum selama beberapa detik. "Dan aku menginginkanmu saat ini juga, Choi Kibum."

Kibum langsung membuka kelopak matanya yang terpejam ketika mendengar ucapan yang terlontar dari bibir Siwon. Tatapan kebingungan yang dipancarkan melalui sepasang obsidian jernihnya membuat sosok tampan didepannya tertawa rendah.

Siwon membantu istrinya yang beranjak bangun dari posisinya berbaring dipahanya. Kelima jari tangannya membantu membersihkan guguran daun yang tertinggal dipuncak rambut Kibum. "Iya. Kamu tidak salah dengar, Kibummie," lanjutnya lagi seolah mampu menangkap kebingungan yang terlihat dari ekspresi istrinya.

Masih dengan dahi mengerut, sepasang matanya segera menyapukan pandangan ke segala penjuru taman. Ada beberapa pasang suami-istri dan juga anak mereka yang menikmati semilir angin sore didaerah bukit. Meskipun jarak antara satu keluarga dengan keluarga lain terhitung cukup jauh, namun tentu saja kegiatan aneh akan dengan mudah mengundang kecurigaan. Apalagi Siwon mengusulkan ajakan bercinta ditempat umum.

"Tapi di sini banyak orang, Siwonnie," jawabnya dengan kepala tertunduk malu. Sekedar membayangkan saja sudah membuat seluruh wajah cantik Kibum diselimuti rona merah.

"Untuk itu, kita harus bersikap normal, Kibummie chagi."

Siwon mengecup singkat pipi chubby istrinya. Satu tangannya menggenggam lembut tangan Kibum lalu membimbingnya untuk beranjak duduk diatas pangkuannya. Beruntung dress berwarna putih tulang yang dikenakan Kibum hari ini cukup longgar. Bagian atas sedikit menonjolkan lekuk tubuh berisi si nyonya Choi, sedangkan dress bagian bawah melebar kebagian samping.

Dalam gerakan singkat, Siwon melepas kancing celananya lalu menarik turun resleting celananya. Membebaskan kejantanannya dari rasa sesak. Ia sudah tidak bisa menahan terlalu lama untuk menikmati tubuh istri tercintanya. Well, meskipun beberapa hari yang lalu keduanya sudah melakukan ritual wajib bagi sepasang suami istri. Nampaknya semua itu belum cukup memuaskan Siwon. Gairahnya selalu meledak setiap bersentuhan atau sekedar mencium aroma tubuh Kibum.

Satu tangannya melingkari pinggang Kibum dan memberikan jarak aman agar perut buncit istrinya tidak mendapatkan tekanan. Satu tangannya yang lain sibuk berkutat dibalik dress istrinya, menggenggam batang kejantanannya yang sudah keras lalu menuntunnya masuk kedalam liang hangat kewanitaan Kibum.

"Anggghhh ~~ Siww – ugghh ~~" Kedua tangan rampingnya meremas bahu lebar Siwon sebagai pelampiasan rasa nikmat yang mendera tubuhnya, ketika seluruh kejantanan besar suaminya berhasil memasuki lubangnya.

"Buka 2 kancing teratas dress-mu lalu lingkarkan kedua lenganmu dileherku," titah Siwon dengan nafas tersengal-sengal menahan jepitan kuat yang diterima kejantanannya saat dinding kewanitaan Kibum memberikan respon gerakannya.

Kibum menggigit kuat bibir bawahnya. Ia harus berusaha menahan desahannya – agar tidak membuat orang lain curiga – dengan kegiatan bercintanya dimuka umum. Kibum meletakkan salah satu lengannya dileher suaminya sedangkan satu tangannya sibuk melepas kancing dressnya.

"Ya Tuhan ~~ Kibummiehhh ~~ Jangan membuatku klimaks ughh ~~" Siwon melenguh dan langsung membenamkan seluruh wajahnya ditengah payudara berisi istrinya. Bibirnya menggeram gemas ketika batang kejantanannya terus diremas begitu kuat oleh dinding kewanitaan Kibum.

"Awwwhhh ~~ Siwoonnhh ~~ " Kibum meletakkan dagunya pada bahu Siwon ketika merasakan cengkeraman erat diterima kedua pantatnya. Siwon dengan sengaja menyusupkan kedua tangannya kedalam dress istrinya. Hal ini dilakukan agar memudahkan Kibum untuk bergerak menjepit batang kejantanannya.

Gerakan yang dilakukan sepasang suami-istri itu bisa dikatakan dalam tempo lambat. Sebenarnya sama-sama menyiksa karena baik Siwon maupun Kibum harus menjaga ekspresi wajahnya, serta erangan yang setiap saat bisa lolos dari bibir mereka.

Hingga setelah menikmati permainan yang sedikit memacu adrenalin, keduanya melenguh nikmat saat puncak kenikmatan diraih secara bersamaan.

.

.

.

Ting… Tong… Ting… Tong…

Suara dering bel rumah membuat Siwon berlari tergesa keluar dari kamar. Lebih tepatnya meninggalkan pekerjaan rutinnya sebagai suami siaga. Biasanya Siwon akan memberikan pijatan dibeberapa bagian tubuh istrinya. Dari beberapa buku yang dibacanya, biasanya ibu hamil akan mudah terserang rasa lelah ketika usia kehamilan menginjak usia pertengahan. Karena berat janin yang ada didalam kandungan juga turut merangkak naik. Dan tentunya kondisi perut yang membuncit akan membuat kaki cepat pegal.

Sejak memasuki usia kehamilan 5 bulan, Siwon memindahkan kamar mereka di lantai bawah. Dengan alasan keamanan bagi ibu hamil, akhirnya Kibum menurut tanpa melayangkan protes. Toh selama ini ia selalu terengah setiap menapaki anak tangga menuju lantai 2 yang jumlahnya puluhan.

CKLEK

Siwon memegang erat handle pintu rumahnya saat melihat sosok namja yang sempat mencelakai calon keturunannya berada di area rumahnya. Padahal sejak kejadian beberapa bulan lalu, Siwon sudah meminta bantuan polisi untuk mengawasi gerakan Jung Minho.

"Annyeonghaseyo…" sapanya ramah dengan senyum mengembang.

Siwon masih menaruh rasa curiga meskipun wajah Minho nampak lebih segar setelah mengikuti serangkaian terapi dengan psikolog. Hal ini berkaitan dengan kondisi jiwanya yang sedikit labil setelah hubungannya dengan Lee Taemin kandas. Mungkin juga kegagalan akan hubungan cintanya di masa lalu berdampak pada kondisi mental Minho yang sedikit obsesif untuk memiliki Kibum.

"Bukankah aku sudah memberimu peringatan untuk tidak mendekati istriku lagi ?" Sepasang mata tajamnya menelusuri penampilan rapi namja didepannya. Tidak ada yang berbeda dan masih tetap sama. Namun Siwon masih tetap memasang sikap waspada.

Minho tersenyum maklum dengan balasan jawaban yang didapatnya. Ia merasa pantas untuk diperlakukan sedemikian rupa karena track-recordnya yang pernah menyakiti Kibum. "Ya, aku paham. Aku datang untuk menjenguk Kibum. Setelah kejadian beberapa bulan lalu, aku belum menyampaikan maafku kepadanya."

"Aku tidak bisa mempercayaimu begitu saja."

"Tidak apa-apa. Minho oppa sudah berjanji padaku untuk bersikap baik," sahut seorang yeoja cantik dengan balutan dress selutut yang kemudian berdiri berdampingan dengan Minho. Yeoja itu Lee Taemin.

Selama melakukan proses terapi dan pemulihan, Taemin tidak pernah meninggalkan Minho seorang diri. Meski rasa kesal sempat memenuhi dadanya, tapi Taemin tetap tidak bisa menyangkal jika rasa cintanya untuk Jung Minho jauh lebih besar.

Dengan tekad dan perjuangan keras, perlahan Minho mengalami perbaikan kondisi jiwanya. Tidak ada lagi dendam maupun rasa obsesif yang meledak. Selama berada disisi Minho, sosok cantik yeoja bermarga Lee itu mencoba bersabar ketika kehadirannya ditolak.

Namun pada akhirnya sikap dingin Minho padanya mulai cair dan berubah kearah yang lebih baik.

"Nuguya, Siwonnie ?" Kibum berjalan tertatih menjangkau pintu rumah sambil memegang bagian bawah perutnya. Padahal usia kehamilannya baru akan menginjak usia 6 bulan tapi perutnya semakin bertambah buncit. Sekedar melihat kakinya saja sudah terasa sulit karena terhalangi perutnya sendiri.

Minho dan Taemin melongokkan kepala mereka ketika mendengar sahutan suara Kibum dari balik punggung Siwon.

"Kibummie…" pekik Minho senang saat melihat wajah cantik mantan kekasihnya.

Taemin menginjak pelan ujung kaki namja yang berdiri disebelahnya. Mencoba memberikan isyarat jika Siwon sudah bersiap menerkam akibat panggilan mesra Minho kepada Kibum.

"Ah… Maksudku, Choi Kibum," ralatnya sebelum benar-benar dihajar Siwon.

Siwon membalikkan tubuhnya kemudian mengulurkan tangannya. Uluran tangannya disambut oleh istrinya yang meringis menahan nyeri.

"Minho oppa ? Aku senang oppa mau mengunjungiku…" sambutnya dengan suara hangat. Tidak merasa takut sedikitpun kepada sosok tampan sang chef.

"Tentu saja. Aku merasa bersalah mengenai kejadian beberapa bulan yang lalu – " Minho menurunkan pandangan matanya kearah perut buncit Kibum. "Aku hampir mencelakai anak tak berdosa."

Tangannya mengusap perutnya dengan gerakan pelan. Merasakan gerakan janin yang mengisi rahimnya. "Gwenchana. Ah… Ayo masuk kedalam rumah."

"Aniya," Taemin menjawab dengan cepat.

"Wae ?"

"Kami harus mengejar penerbangan ke Jepang," balas Minho.

"Kalian berdua – " Kibum ragu untuk melanjutkan kalimatnya. Sedikit susah menjelaskan hubungan Minho – Taemin.

" – kami sedang mencoba memulai dari awal," lanjut Taemin dengan wajah bersemu merah.

.

.

.

"Bukankah itu tadi Minho ? Si chef gila itu ?" Jaejoong mengusap-usap perutnya yang terlihat membuncit. Usia kandungannya sudah menginjak usia 8 bulan.

Yeoja cantik itu tidak sengaja berpapasan dengan mobil yang dikendarai Minho serta Taemin saat keluar dari gerbang rumah adik iparnya.

"Ne. Minho oppa hanya berpamitan akan kembali Jepang bersama kekasihnya," balas Kibum ramah.

"Kekasih ?" Dahi yeoja berambut pirang itu mengerut. Sepertinya ia melewatkan satu informasi mengenai Jung Minho.

Kibum menepuk pelan bibirnya. Ia bahkan tidak tau status Taemin sekarang ini. Ia terlalu cepat memberikan pandangan jika mantan kekasihnya itu terlihat akrab dengan yeoja bermarga Lee itu memiliki hubungan lebih dari teman. Tapi tidak bisa dipungkiri jika Kibum memiliki harapan mengenai kembalinya rajutan percintaan antara keduanya. Minho dan Taemin nampak serasi ketika berdiri berdampingan. "Mantan kekasihnya, unnie. Dulu Taemin adalah mantan kekasih Minho oppa," ralatnya.

"Oohh ~~" Jaejoong mengerucutkan bibirnya sembari meraih kue kering yang tersaji didepan matanya. Sejak tadi tusukan aroma harum kue yang disajikan adik iparnya membuat bayi dalam kandungannya bergerak.

Tapi kedatangan kakak iparnya yang tidak biasanya mengunjungi rumahnya membuat namja tampan itu menaruh rasa curiga. Sekaligus kesal karena kegiatannya terganggu dengan dering suara bel ketika kakak iparnya bertamu.

"Jae noona tidak ingin pulang ?"

Pertanyaan Siwon yang to the point tanpa melakukan percakapan basa-basi, membuat gerakan gigi Jaejoong yang mengunyah kue seketika terhenti. Mata indahnya yang selalu dipuji oleh suaminya kini menatap tajam adik iparnya. Oh ya ampun, jika Jaejoong tidak sedang hamil besar seperti sekarang ini, bisa dipastikan cangkir diatas meja akan ia lempar tepat pada sasarannya.

Kibum merespon ucapan suaminya dengan memberikan sikutan pada lengan Siwon yang sejak tadi duduk disampingnya. "Tidak sopan," bisiknya dengan gerakan siku tangannya yang tidak berhenti menusuk anggota tubuh suaminya.

Dengan menahan rasa kesalnya dengan ucapan adik iparnya, Jaejoong meraih cangkir berisi teh hangat yang dibuatkan untuknya. Direguknya minuman manis itu untuk meredam emosinya yang mudah tersulut selama hamil. "Oh ya, aku tidak hanya sekedar berkunjung tapi juga berencana tinggal di rumah kalian selama hyungmu mengurus anak cabang perusahaan yang berada di Jepang. Lagipula sayang sekali rumah sebesar ini hanya dihuni 2 orang saja," ucapnya tenang kemudian mereguk kembali teh-nya.

"M – mwo ?"

"Iya. Bahkan eomma juga akan tinggal disini. Eomma ingin mengurus 2 menantunya yang sedang hamil besar."

Berbeda dengan suaminya yang sangat terkejut menerima berita yang diucapkan Jaejoong, Kibum nampak senang dan bersemangat mendengarnya. Sudah lama dirinya tidak bertemu dengan ibu mertuanya. "Lalu eomma dimana, Jae unnie ?"

Seringaian tipis tersemat dibibir istri Yunho itu. "Segera. Eomma juga membawa juru masak untuk rumah ini. Kalian pasti senang."

Tidak berapa lama, dering suara bel menghentikan cengkerama hangat yang terjadi di ruang santai keluarga. Kibum yang sudah tidak sabar untuk bertemu ibu mertuanya bergegas berjalan ke pintu depan dan tersenyum lebar. Senyuman di bibirnya semakin lebar ketika menyadari ada sosok tak asing yang berdiri dibelakang tubuh Nyonya Choi.

Dan ketika sosok juru masak memasuki ruang santai, Siwon segera berdiri dari duduknya dan menarik istrinya kedalam dekapannya. Karena ada satu lagi rival yang datang memasuki rumahnya.

"Eomma… Kenapa membawa namja itu masuk ke rumahku ?" tanyanya sembari memeluk erat tubuh Kibum dari samping.

Nyonya Choi hanya mengangkat bahunya enteng. "Tentu saja. Dia juru masak yang eomma pekerjakan di rumah kalian. Kenalkan, namanya Lee Jonghyun dari Busan."

Namja pemilik dimple smile itu membungkukkan tubuhnya dan tersenyum senang karena kembali bertemu dengan Kibum-nya.

_END_

.

.

.

EPILOG

Minggu pagi, suasana rumah sedikit lengang. Nyonya Choi terlihat sibuk menanam tanaman hias disekeliling halaman depan rumah anaknya. Sedangkan Choi Jaejoong, yeoja dengan perut yang sudah membuncit itu sibuk dengan kegiatan hariannya. Senam kehamilan. Dokter sudah memberikan saran kepada ibu hamil yang memasuki usia kehamilan 6 bulan keatas untuk mulai rutin melakukan senam hamil. Gerakan ringan senam setiap harinya akan mempermudah jalan lahir.

Di lain tempat, tepatnya di ruang makan. Siwon mengendus aroma harum uap cappuccino yang sengaja dibuatkan Kibum untuknya, setiap pagi tentunya. Tidak lupa ditemani sepiring waffle dengan hiasan potongan buah segar ditepian piring. Sangat menggoda untuk segera disantap.

Meskipun ada Jonghyun yang setiap hari akan menyajikan makanan yang selalu beraneka macam. Dan untuk urusan makanannya, Siwon mewajibkan istrinya sendiri yang memasak untuknya. Hanya sesekali saja ia mau menikmati makanan koki tampan yang sering membuatnya cemburu.

Oh ya, setiap mengingat Jonghyun, calon ayah itu pasti langsung memasang wajah muram. Entah kenapa ia ingin sekali menendang pantat koki tampan itu keluar dari rumahnya. Sayangnya, setiap ia membicarakan rencana pengusiran secara halus si koki kepada istrinya, reaksi sedih justru didapatnya. Kibum bersikeras menginginkan namja pemilik dimple itu tetap tinggal dengan berbagai alasan. Salah satunya, Kibum ingin belajar masakan khas Busan.

Dan sebagai suami yang baik, Siwon hanya bisa mengangguk pasrah. Walaupun batinnya menjerit pilu. Sepertinya Choi Siwon harus bisa mengontrol emosinya.

Sendok yang berada dalam apitan kedua jemarinya digoyangkan diudara, sementara sepasang matanya menatap punggung Kibum. Terbersit niat dalam otak bungsu keluarga Choi itu untuk sedikit menggoda istrinya. Toh, ia tidak bisa setiap hari menggoda si ibu hamil. Beruntung juga Jonghyun setiap akhir pekan mengambil cuti dan pulang ke Busan.

"SIWON !" Kibum setengah menjerit saat beberapa jari panjang Siwon meraba permukaan perutnya dari luar dress longgar yang melekat pada tubuhnya. Tangannya mengusap permukaan perutnya yang sedikit membuncit – usia kandungan Kibum menginjak bulan keenam – kemudian memberikan sentuhan ringan yang membuat si ibu muda tersengat rasa geli.

Bibir tipisnya tidak bisa mengukir senyuman lebar ketika menggoda istrinya yang kian cantik ketika mengandung buah hati mereka. Kecantikan Kibum tidak sedikitpun memudar, bahkan Siwon mulai meyakini mitos tentang yeoja hamil yang terlihat semakin cantik. Yah, mungkin namja tampan itu harus mengakui jika rasa cintanya pada Kibum semakin hari bertambah besar, memberikan sedikit pandangan baru ketika menatap sepasang obsidian jernih istrinya.

Wajah cantik Kibum yang minim polesan make-up serta suara jernihnya yang mengetuk gendang telinganya setia hari, membuat Siwon semakin bersemangat menyelesaikan masa kuliahnya. Sebagai calon ayah muda, ia juga memiliki tanggungjawab untuk memenuhi semua kebutuhan istri dan anaknya kelak dengan hasil jerih payahnya sendiri. Bukan lagi mengandalkan tunjangan dari orangtuanya. Meski tanpa bekerjapun, Siwon akan menikmati limpahan uang dari orangtuanya yang tidak terbatas.

Tapi Siwon tidak ingin menjadi contoh buruk bagi anak-anaknya kelak. Ia tidak ingin anaknya bergantung pada orang lain. Dan selagi ia masih muda dan memiliki pendidikan yang layak, ia akan menekuni bisnis yang dijalankan keluarganya dari titik yang paling rendah.

"Waeyo, hmm ?" tanyanya dengan suara mendesah. Ia kemudian menopangkan dagunya pada bahu Kibum, sedangkan jemari panjangnya terus bergerak mengusap perut istrinya.

Kibum menghentikan gerakan tangannya mengaduk adonan roti yang tengah dibuatnya. Lalu mengangkat sendok kayu untuk mengancam suaminya yang tidak pernah bosan menggodanya. "Aku sedang membuat adonan roti. Jangan sampai sendok kayu ini melayang diwajah tampanmu."

Siwon tertawa renyah mendengar ancaman yang dilayangkan Kibum untuknya. Ia sama sekali tidak takut dengan gertakan yeoja cantik itu. Karena semua gertakan yang didengarnya tidak pernah benar-benar menimpanya. Mana tega Kibum mencelakai suaminya sendiri. Melihat bekas kemerahan yang tertinggal dipermukaan kulit Siwon akibat cubitan sendiri saja sudah membuat Kibum panik.

"Jika sampai sendok kayu ini mengenai setitik pemukaan kulitku – " Siwon meraih pergelangan tangan Kibum yang menggoyangkan sendok kayu lalu mengarahkan kembali ke mangkuk berisi adonan. " – maka Nyonya Choi akan menerima hukuman diatas ranjang. Bagaimana ?" Bibirnya menahan senyuman ketika merasakan gerakan tubuh mungil istrinya sedikit bergetar.

Kibum menggeliat tak nyaman ketika bibir basah Siwon mulai mengecup daun telinganya. Dirinya merasa tidak nyaman jika Siwon mulai menggerakkan bibirnya disalah satu titik tubuhnya yang sensitif. "Siwon, hentikan…" ulangnya sekali lagi, mencoba memberi peringatan.

"Hmm ~~ Aku dengar bercinta di dapur memiliki sensasi berbeda. Apa kamu mau mencobanya, Kibummie ?" Siwon meniupkan udara kosong disela leher Kibum dengan hembusan pelan.

"Aniyo," sahutnya cepat. Kibum merasa semakin terdesak dengan kedua tangan Siwon mengurung tubuhnya didepan meja pantry. Kakinya maju beberapa langkah saat tubuh bagian depan Siwon menempel dipunggungnya. Namun dengan sigap salah satu telapak tangan besar suaminya sudah berada diperutnya – menjaga agar perutnya tidak terantuk tepian meja –.

"Jinjjayo ?" Siwon semakin merapatkan tubuhnya hingga kejantanannya yang sudah mengeras dibalik celananya mendesak pada belahan pantat Kibum. "Jika keadaanku sudah seperti ini emmhh ~~" Siwon memajukan pinggulnya mantap hingga merasakan gesekan pada benda vitalnya." – apa kamu masih akan menolak, Kibummie ?" Satu tangannya yang sedari tadi bertumpu pada tepian meja dapur bergerak meraba tubuh bagian atas Kibum. Telapak tangannya menangkup payudara Kibum – yang terlindung bra – yang kini terasa penuh dalam genggaman tangannya.

"Ahhh ~~ " Calon ibu muda itu memejamkan kelopak matanya saat merasakan 2 serangan sekaligus diterima tubuhnya. Kepalanya menunduk dan mendapati kelima jari tangan Siwon sudah bergerak meremas payudaranya dengan tempo pelan.

"Lebarkan kedua kakimu," perintah Siwon sembari menarik tubuh istrinya sedikit menjauhi meja pantry – hanya mundur beberapa langkah –.

Kibum menggelengkan kepalanya. Sedikit bergidik ketika merasakan helaan nafas berat suaminya menyentuh permukaan kulit lehernya. "Eomma dan Jae unnie bisa memergoki kit – AH !"

Siwon menggenggam kuat payudara istrinya dan sedikit memberikan tekanan. "Jika dirimu segera melakukan ucapanku, aku yakin eomma dan Jae noona tidak akan melihat, Kibummie."

Kibum mulai membuka kedua kakinya lebar – masih dengan posisi berdiri di tepian pantry –. Dorongan gairah yang melecutnya membuat yeoja cantik itu tidak bisa mengelak. Bagaimana mungkin ia bisa menolak sentuhan Siwon yang begitu didambakan oleh tubuhnya.

Sebagai balasan dengan sikap kooperatif istrinya, Siwon menggerakkan salah satu tangannya untuk menyibak dress Kibum hingga menampakkan pantat bulat istrinya. Ingin sekali Siwon menggigit permukaan pantat mulus Kibum lalu meninggalkan bekas kemerahan. 'Ugh ! Seandainya ~~' geramnya.

Jari telunjuknya menarik celana dalam Kibum kearah samping dan menampakkan lubang kewanitaan istrinya yang sudah basah. "Tidak perlu foreplay, kan ?" tanyanya disela gerakan tangannya yang lain menurunkan celana pendeknya.

Kibum mengangguk pelan dan sudah sangat siap menerima hujaman kejantanan suaminya.

"AH ~~"

.

.

.

_END_END_END_END_

.

.

.

Tidak ada lagi epilog dkk ~~ xoxo… Udah kelar FFnya. Udah tuntas dan bye bye ~~ ^^

Terimakasih sebelumnya kepada readers dan reviewers yang berkenan meninggalkan jejak ^^ Aku menghargai niat dan usaha kalian.

Sekali lagi maaf jika alur maupun cara penokohan di FF ini diluar perkiraan. Terutama karakter Minho yang bisa berubah 180˚. Harap maklum jika orang jatuh cinta dan memiliki pengalaman buruk dimasa lalu, biasanya memiliki obsesi besar untuk mendapatkan apa yang harus ia miliki.

Dan mengenai tulisan pada bio akun ini, aku pernah mengatakan untuk sementara akan mem-posting FF dengan rate T/K. Tapi pengecualian untuk FF Complicated, aku tidak akan memindahkannya ke wordpress dengan alasan FF ini akan segera tamat. Jadi tidak perlu dipindahkan. Toh kalian sudah bisa menebak jalan cerita serta endingnya hehe… :)

Sex scene ? Semoga puas dan maklum yah… Udah bingung mau diapain Siwon – Kibum kalo dalam keadaan naked. Kalo kurang puas dengan adegan chapter ini, silahkan kalian melanjutkan adegan antara SiBum dalam imajinasi masing-masing. Lalu share imajinasi kalian di kolom review… hehe… *tampol pake duit* #pingsan :3

FF ini pertama kali diposting tahun 2012. Dan kini selesai pada chapter 21, bertepatan dengan tanggal 6 Juli 2013 xixi… Butuh waktu selama setahun lebih untuk menuangkan ide hingga cerita ini tamat. Beruntung juga ada yang berminat membaca dan memberikan kritik dan saran yang membangun.

Well, aku tidak mau bohong jika ide awal membuat FF ini sudah melenceng terlalu jauh. Dulu aku berpikir jika FF ini akan selesai kurang dari 10 chapter. Nyatanya, FF ini sudah tembus 21 chapter hehe… Setelah perjalanan waktu dan pikiran yang menjangkau sisi cerita yang lain, kita dapat menyimpulkan jika hidup tidak semudah apa yang kita bayangkan. Tidak ada yang mudah dalam mencapai kenikmatan duniawi tanpa adanya kerja keras untuk mencicipinya.

Terimakasih yang sudah menjadikan FF ini sebagai favorit story serta memfollow jalannya cerita hingga mendapatkan gelar END :)

Mengenai siders, idc lah ya ~~~ Mereka juga punya alasan untuk tidak meninggalkan jejak. Salah satu diantaranya mungkin karena FF ini penuh dengan adegan NC xixi… Bagaimana lagi dong, story line-nya mendukung banget buat dibumbuin adegan NC. Lagian Siwon – Kibum juga udah nikah masa ga boleh aha-ihi. Kasian nanti ada yang penasaran kayak apa hubungan SiBum diatas ranjang #kepo :D

Akhirnya, ada FF yang mendapatkan gelar END yippiiii ~~~ *sorak2 gembira* Jadi udah ga ada yang nagih atau merasa penasaran lagi dong ^^ Aku mau jadi reviewers ajah untuk sementara soalnya ada banyak FF yang belum aku review hurrrrrr….

Okay, see U soon ~~~~

regards,

Snowysmiles