Fanfiction AKATSUKI in HumoR

Naruto Disclaimer Masashi Kishimoto

Akatsuki in Humor

Genre : Humor/Parody

Rate : K+/T/M

Type : Semi Canon

Main cast : Akatsuki and friends

Main Pair : None

Place : Peta Shinobi di Naruto Ultimate ninja 5

Warning! : OOC, typo(s), No EYD, suka-suka authornya, hanya untuk hiburan guys.

.

"JUST FOR FUN"

.

Chapter 21 Akatsuki Pulang Kampung.

Suasana ramai bak pasar sedang terjadi dikediaman Akatsuki. Hari ini para anggota tengah sibuk melayani pembeli barang dagangan mereka. Lapak yang dibuka di lantai satu kediaman Akatsuki itu dipenuhi oleh para pengunjung di negeri api. Mereka berbondong-bondong memadati halaman rumah Akatsuki hanya untuk membeli kebutuhan pokok dengan setengah harga. Ya, diskon besar-besaran Akatsuki adakan hari itu.

Di lapak Itachi dan Kisame...

Telihat sang peternak ikan dan ayam sedang melayani pembeli.

"Gak bisa kurang lagi tah harganya?" Tanya seorang ibu-ibu berperawakan setengah baya

"Ini udah setengah harga bu, udah gak bisa di tawar." Jawab Kisame sambil mengambili ikannya

"Hey pemuda tampan, di potong delapan aja ya ayamnya..." ucap seorang ibu yang lain kepada Itachi

Itachi tengah sibuk memotong ayam pesanan ibu-ibu rempong yang ada di desa Konoha itu.

Di lapak Konan dan Nagato...

"Mahal amat neng belutnya..?" Ucap seorang nenek

"Ini sudah murah nek, sudah setengah harga." Sahut Konan sambil tersenyum

Nagato sendiri membantu Konan memasukkan belut-belutnya ke dalam plastik lalu ditimbang sesuai permintaan pembeli.

Di sisi Pain...

"Ya udah gue borong aja tuh padi ye, tapi dimurahin dikit lah Pain. Kan gue belum ngeluarin biaya buat ngegilingnya, buat upahnya..." ucap seorang bapak tua

"Saya gak berani pak, ini kepunyaan teman saya. Kalo bapak mau ya silahkan diambil, kalo gak mau ya saya jual kepasar aja." Sahut Pain

"Eh, jangan-jangan. Ya udah, gue borong semuanya nih..." ucap bapak tua itu lalu memyerahkan uangnya.

Di Lapak Kakuzu dan Hidan...

Terlihat Hidan dengan lincah memotong daging sapinya, sementara Kakuzu menimbang dan melayani para pembeli.

"Tambahin dikit dong dagingnya pemuda." Ucap seorang nenek yang sudah lanjut usia

"Gak bisa nek, udah takarannya. Nih lihat..." sahut Kakuzu sambil menunjukkan berat timbangannya

"Udah Zu, kasih aja nih sedikit." Hidan mengalah kepada nenek itu

Kakuzu pun memberikan tambahan kepada nenek itu atas persetujuan Hidan.

"Nah gitu dong dari tadi, makasih ya anak muda." Ucap sang nenek lalu kemudian pergi

Tak lama pembeli yang lain pun datang, mereka berdua sibuk melayani para pembeli daging sapinya.

Di lapak Deidara dan Sasori...

Sasori menjual seluruh sisa boneka nya, kecuali boneka jutsu nya. Sementara Deidara terlihat sedang melakukan tawar menawar atas karya seninya yang berasal dari tanah liat itu.

"Udah nak Dei, ini ibu borong semua tapi tambahin diskon 10% yah. Karena ibu mau jual lagi nih guci-gucinya." Pinta seorang pembeli

Setelah melakukan tawar menawar yang alot, akhirnya Deidara mengiyakan.

"Ya sudah bu, ambilah.." jawabnya dengan nada sedikit kesal

Sasori yang sudah selesai melayani para pembeli nya hanya tertawa melihat sang sahabat yang sedang bermuka masam itu.

Di lapak Tobi dan Zetsu...

Kali ini, Tobi dan Zetsu beruntung. Karena yang mengantri adalah anak-anak gadis di negeri api.

"Tobi san, aku beli yang itu saja." Ucap seorang gadis cantik sambil menunjuk pohon milik Tobi

Dengan segera Tobi melayani nya. Sementara Zetsu membantu Tobi mengangkat pot-pot tanamannya untuk diserahkan kepada pembeli.

"Tuh lihat tuh si Tobi, cair banget dia yah yang beli anak abg semua. Lha kita emak-emak rempong yang dateng kesini." Seru Hidan sambil mencuci tangannya setelah selesai melayani pembeli

"Udah si Dan, jangan lu iriin. Si Tobi juga gak bakal "sir" ama anak-anak abg itu. Cinta diakan hanya untuk Rin seorang." Sanggah Kakuzu

"Tapi tetep aja Zu, gue laki. Wajar lah kalu gue iri." Sahut Hidan

"Ya udah, mending kita beresin nih lapak. Udah habis terjual semua daging sapi kita hari ini Dan." Ajak Kakuzu

"Ya, baiklah.." jawab Hidan mengalah

Mereka akhirnya membereskan lapaknya, tak lama disusul Itachi dan Kisame. Lalu kemudian Konan dan Nagato.

.

.

.

Dua jam kemudian...

"Haaaah...segernya..." tampak Hidan baru selesai mandi dengan wajah yang terlihat sangat cerah.

Terlihat teman-temannya sudah menunggu di depan meja makan.

"Woy, cepet Dan setor dulu lu itu." Seru Deidara

Hidan pun menoleh ke arah Deidara.

"Woy Teme! Sebelum lu, gue udah duluan yang setor! Baka!" Hidan bergantian berseru sambil beranjak pergi

"Udah-udah lagi kamu orang itu. Besok kita mau pisah. Masih aja ribut-ribut gak jelas." Tengah Itachi

"Iya nih, lu juga lagi Zu diem aja. Gak ngomong." Sela Sasori yang sedang asik duduk nyelow di depan meja

Kakuzu hanya diam saja, dia tengah sibuk menghitung duitnya. Hidan pun tak lama datang setelah selesai memakai bajunya.

"Nih Pain total akhirnya.." Kakuzu menyerahkan jumlah keuangan Akatsuki kepada Pain

Pain pun menerimanya.

"Yosh, ini kita bagi rata ya.." ucap Pain sambil membagi uang nya ke sepuluh anggota Akatsuki yang lain

"Zetsu dapet juga toh Pain?" Tanya Itachi

"Iya dia dapet. Lagi pula dia udah enggak makan pupuk lagi. Kalo gak dibagi nanti bisa kelaperan dia Jawab pain

"Baiklah..." sahut Itachi

.

.

.

Esok harinya...

Mereka semua saling berpelukan.

"Maafin gue ya Tob..." ucap Kisame kepada Tobi

"Iya gue juga Tob, banyak salah ama elu." Lanjut Hidan

"Enggak apa-apa senpai. Tobi baik-baik saja." Sahut Tobi dengan riangnya

"Dei lu gak minta maaf ama Tobi. Lu kan banyak salah ama dia" seru Pain

Deidara lalu menoleh ke arah Tobi, ia mendekat lalu memeluk Tobi.

"I love you Tobi..." ucap Deidara sambil memeluk Tobi

Tobi menjadi sangat malu saat itu, dengan malu ia menjawab perkataan Deidara.

"I love you too Deidara senpai..." jawab Tobi yang terharu

"Cie..cieee...yang udah akur.." ledek Itachi yang melihatnya

"Hahahaha..." yang lainnya juga ikut tertawa

Mereka akhirnya berpisah dan pulang ke kampung halamannya masing-masing.

.

.

.

The end.

.

.

.

Tambahan...

"Hai...! Masih bersama kami..."

"A-kat-su-ki...!" Ucap mereka serempak

Terlihat para anggota Akatsuki sedang duduk di tangga kuil Nakano. Kuil kepunyaan keluarga Uchiha. Pain pun memulai perkataannya.

"Kami disini ingin mengucapkan terima kasih buat semua pembaca Akatsuki in Humor dimana pun kalian berada."

"Ya, itu benar Pain. Sesi kali ini kami akan mengucapkan banyak terima kasih untuk semua yang sudah turut berkontribusi di dalam kisah ini." Lanjut Nagato

"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada..

- Hime Luvchubby

- Josephine La Rose99

- Anindita 616

- Yaoi reader-ssu

- Rillakuma-bear

- Hepartz74

- AndrianaSep00

- Obitobi

-Mikhail danar

- Uzumaki hole

- Moza

-Majin bu

- Hariansyah

- Shisuilov

- Bayonet

- Princess Yaoi

- Megumi chan- Zacky

-Berus sama

- Shizuka (ini ceweknya Nobita kok ikut koment di Akatsuki yah?) bisik Itachi yang heran di dalam hatinya

Itachi pun melanjutkan say thanks nya.

"Terima kasih kami ucapkan kepada...

- Fc Akatsuki

- Puan Chibi

- Jim

- Reikurumi

- Kotobukimisato dan yang lainnya. Terima kasih sebanyak-banyaknya yah." Tutup Itachi setelah selesai membacakannya

Sasori pun bergantian say thanks...

"Aku mewakili yang lain juga ingin mengucapkan terima kasih kepada...

- ItaIzu's Lover

- Kinohara Hyuuki

- Miss Divania Cherry

- Sandal784

- Tenshin FAI

- Wigato-kun

- animax666

- kirito uzumaki

- kuuderegirl3

- S Gracia

Dan semua yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu." Ucap Sasori

Deidara pun melanjuti...

"Special thanks untuk senpai d14napink yang udah banyak kasih saran ke Akatsuki in Humor." Lanjut Deidara

"Iya Tobi juga mau ngucapin terima kasih nih kepada senpai Lily Siregar yang udah banyak kasih pelajaran tentang dunia fanfiksi ke author. Arigatou senpai..."Tobi melambaikan tangannya ke arah kamera readers

"Gak kerasa sudah hampir dua bulan kebersamaan kita ya..." sela Zetsu

"Yup, itu benar." Jawab Tobi dengan riangnya

Pain pun melanjuti...

"Dan, kami juga sangat berterima kasih kepada semua reader Akatsuki in Humor, baik yang silent atau pun yang review. Buat para penyokong saran dan kritik yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Arigatou and Gomen nee..."ucap Pain

Kesebelas Akatsuki lalu berdiri dan membungkukkan badannya ke arah kamera. Mereka pun bangkit dan melambaikan tangan sambil serempak berucap...

"Jaa nee...!"

Tiba-tiba sesuatu terjadi...

"Plok!"

Kepala Sasori dihujami telur ayam milik Itachi oleh Tobi dan Zetsu yang duduk di tangga pas di atas Sasori. Telur itu pun meleleh mengotori rambut dan jubah Akatsukinya.

"Kaliann...aaarrrggghhh...!" Sasori mulai marah saat menyadari sesuatu yang mengotori dirinya

Dan...

"Cup!"

Pipi Sasori di cium Deidara dan Tobi bersampingan. Tobi pun membisikkan sesuatu kepada Sasori.

"Happy Birthday Sasori Senpai..." ucap Tobi yang kemudian...

"Lick!"

Tobi menjilat telinga kiri Sasori. Sasori terperanjat kaget bukan main merasakannya.

"Toobii...!" Sasori mengejar Tobi yang berusaha lari dari dirinya, tapi teman-teman Akatsuki yang lain berusaha menghalangi. Mereka lalu berkata...

"Happy Birthday my friend..." seru yang lain dengan serempak sambil membawakan kue ulang tahun untuk Sasori

"Hiks..." tiba-tiba air mata mulai berjatuhan ke pipi Sasori

"Arigatou minna san..." sahut Sasori sambil menitikkan air mata

Mereka lalu merayakan hari ulang tahun Sasori, tepat pada tanggal 8 November ini.