CHAPTER 20

*

*

-:-:-:-:-:-

*

*

Saat telinga Baekhyun mendengar seseorang memanggil namanya, ia langsung menoleh kearah orang itu. Namun matanya langsung membulat karena terkejut, Jiwon yang berada digendongan pun langsung ia turunkan. Dihadapannya kini berdiri seorang wanita cantik yang dulu selalu ia anggap sebagai adik perempuannya bahkan sampai sekarang Baekhyun masih menganggapnya seperti itu.

"Apa ini benar-benar kau Baek?" wanita itu langsung memeluk Baekhyun dengan senyuman lebarnya.

"Kau kemana saja selama ini, aku merindukanmu." lanjutnya. Baekhyun hanya tersenyum dibalik punggung wanita itu. Saat kedua maniknya melihat stroller dengan bayi yang lucu membuat baekhyun melepaskan pelukan wanita itu.

"Minah, apa ini anak kalian?" ucap Baekhyun dengan senyuman yang sedikit dipaksakan. Sedangkan Minah mengangguk dengan senyumannya menyahuti pertanyaan Baekhyun. Tak tahukah senyuman Minah membuat Baekhyun berspekulasi sendiri. Lagi-lagi pikiran Baekhyun kembali pada laki-laki yang dulu ia cintai bahkan sampai sekarang, sedangkan mata sipitnya terus memandangi wajah bayi itu.

"Kau tidak bersama Chanyeol?"

Minah yang mendengar pertanyaan tiba-tiba Baekhyun menaikan sebelah alisnya dan kemudian tersenyum kearah laki-laki mungil itu. Tangan Baekhyun Minah genggam dan ia tatap mata sipit milik Baekhyun, saat Minah hendak mengeluarkan suaranya tiba-tiba seseorang merangkul pinggangnya dari arah belakang.

"Apa kau sudah mendapat ice cream mu? Ah.. bukankah ini Baekhyun?"

"Apa kabar hyung?" ucap Baekhyun dengan sopan. Ia tengah bingung bagaimana bisa sunbaenim nya bersama istri dari Chanyeol dan kontak fisiknya benar-benar tidak pantas mereka lakukan. Apa jangan-jangan Minah berselingkuh dibelakang Chanyeol pikir Baekhyun. Dan laki-laki bertelinga lebar itu bahkan selalu datang padanya seorang diri tanpa Minah, kini Baekhyun tengah melamun dengan spekulasinya sendiri. Minah tampak melambai-lambaikan tangannya namun Baekhyun masih tetap diam dan akhirnya wanita itu menepuk bahu Baekhyun menyadarkan laki-laki mungil itu dari lamunannya.

"Ini suami ku Baek."

"Apa?" Baekhyun benar-benar terkejut. Apa telinganya saat ini mendadak rusak, apa yang coba Minah katakan. Baekhyun akhirnya tertawa menanggapi ucapan wanita itu, lontaran Minah seperti sebuah lelucon bagi Baekhyun.

"Aku tidak jadi menikah dengan Chanyeol. Dia membatalkan pernikahan kami 2 bulan sebelum hari H, karena Chanyeol sangat mencintaimu Baek. Apa kau tidak tahu tentang hal ini, apa kau belum bertemu dengan Chanyeol?" ucapan Minah benar-benar menampar Baekhyun. Kenyataan macam apa ini, apa ini sebuah lelucon. Baekhyun rasanya tidak bisa mencerna penjelasan Minah, otaknya bahkan mendadak tak bekerja.

Minah berjongkok tepat dihadapan Jiwon, tangannya merengkuh bahu anak kecil itu dengan lembut dan menatap kedalam manik Jiwon. Jari-jari Minah mengelus rambut Jiwon dengan sayang dan tersenyum kearah anak itu.

"Aku seperti melihat Chanyeol."

Deg...

.

.

Setelah kepulangannya dari pusat perbelanjaan Baekhyun langsung menjatuhkan tubuhnya diatas sofa sedangkan Jiwon sudah terlelap didalam kamar tidur Baekhyun. Saat ini laki-laki berambut pelangi itu tengah berpikir tentang kenyataan yang sama sekali tidak pernah ia duga. Bagaimana bisa Chanyeol membatalkan pernikahannya bersama Minah sedangkan laki-laki itu tahu sendiri jika sang eomma tak akan merestui hubungan sesama jenis. Baekhyun terus menghela nafasnya berulang kali, rasanya ia masih tidak percaya dengan apa yang sudah ia dengar hari ini. Saat Baekhyun tengah sibuk berpikir tiba-tiba saja suara dering ponselnya memecahkan lamunan Baekhyun.

Drrtt...Drttt...

Dengan sigap tangannya langsung mengambil ponsel miliknya yang tergeletak diatas meja. Satu nama tertera dilayar ponselnya, sudut bibir Baekhyun tampak terangkat dan menjawab panggilan masuk itu.

"Hallo.."

.

.

Saat ini Chanyeol hanya mondar mandir dibalkon kamarnya dengan berkacak pinggang dan kepala yang tampak menengadah keatas. Sedangkan nyonya Park yang baru saja tiba dikamar Chanyeol beberapa detik yang lalu hanya menatap sang anak dengan bingung. Dengan langkah pelan nyonya Park menghampiri Chanyeol dan menepuk bahu sang anak, sontak membuat Chanyeol menghentikan langkahnya.

"Ada apa denganmu?" Chanyeol hanya menyahuti pertanyaan nyonya Park dengan helaan nafasnya. Bukannya menjawab pertanyaan sang eomma Chanyeol malah pergi masuk kedalam kamarnya dan kemudian ia duduk ditepi ranjang miliknya. Nyonya Park pun ikut duduk disamping Chanyeol, lagi-lagi ia menepuk bahu sang anak.

"Apa kau lagi kebingungan?" Nyonya Park mencoba untuk bertanya kembali namun lagi-lagi Chanyeol hanya menyahutinya dengan helaan nafasnya. Dan nyonya Park hanya memandangi sang anak dari samping dengan tangan yang tampak mengelus bahu Chanyeol. Seperkian menit keheningan yang menemani keduanya akhirnya Chanyeol pun mengeluarkan suaranya.

"Aku akan melakukan tes DNA!"

"Apa?" nyonya Park jelas terkejut dengan pernyataan Chanyeol.

"Jika Jiwon benar anak ku apa eomma akan menerimanya sebagai Park Jiwon?"

.

.

Sehun baru saja tiba dihalaman rumah Baekhyun dengan paper bag yang berisi lolipop yang akan Sehun berikan untuk anak kesayangannya. Namun saat langkah kakinya ia bawa masuk, matanya mendapati Baekhyun tengah duduk diatas sofa dengan tatapan kosongnya dan jari-jarinya yang tampak mengetuk-ngetuk paha yang terbalut celana jeans. Sehun hanya menaikan sebelah alisnya saat melihat Baekhyun, ia pun memutuskan untuk duduk di sofa. Namun saat bokong Sehun hendak mendarat diatas sofa ucapan tiba-tiba Baekhyun membuat Sehun menghentikan niatnya.

"Chanyeol tidak menikah dengan Minah!" Sehun hanya menatap wajah Baekhyun setelah mendengar lontaran dari laki-laki mungil itu, ia berharap telinganya saat ini hanya sedang rusak. apa-apaan itu lelucon yang benar-benar tidak lucu pikir Sehun dan akhirnya laki-laki itu hanya tertawa menanggapi lontaran Baekhyun. Baekhyun yang mendengar tawa Sehun langsung menoleh dan menatap wajah Sehun, ia tahu Sehun akan berpikir jika dirinya tengah membuat sebuah lelucon bodoh. Laki-laki mungil itu menghela nafasnya pelan dan menyentuh bahu Sehun membuat Sehun menghentikan tawanya.

"Aku tidak sengaja bertemu dengan Minah dan dia menikah dengan Sungmin hyung bukan Chanyeol." Sehun rasanya mendapat pukulan telak dihatinya. Apa dirinya dan Baekhyun memang tidak bisa bersama sebagai pasangan yang saling mencintai. Saat telinganya mendengar pernyataan dari laki-laki mungil itu tentang Chanyeol apa kesempatan itu memang tidak pernah ada. Walau Sehun dan Baekhyun selalu hidup bersama namun mereka tidak pernah lebih dari seorang sahabat.

"Apa aku memang harus menyerah?" ucap Sehun dengan suara pelannya. Baekhyun yang mendengar ucapan Sehun merasa sangat bersalah, karena hatinya yang tidak pernah bisa mencintai laki-laki lain selain Park Chanyeol. Bagaimana bisa Baekhyun menyakiti laki-laki sebaik Sehun, namun itulah faktanya jika ia tidak bisa terlepas dari seorang Park Chanyeol.

"Ada seseorang yang sangat mencintaimu dan itu bukan aku!" ucap Baekhyun dengan menggenggam kedua tangan Sehun, tatapannya ia bawa untuk menatap kedua mata laki-laki albino dihadapannya. Tanpa Baekhyun duga tangan Sehun menarik tubuh Baekhyun kedalam pelukannya.

"Tak bisakah, tak bisakah sekali saja cintai aku Baek. Aku menderita dengan perasaanku sendiri, aku mencintaimu sangat mencintaimu. Apa kau tak bisa merasakan itu?" Baekhyun bisa merasakan bahu Sehun yang tampak bergetar dengan pelukan yang semakin mengerat. Hati Baekhyun terasa sakit saat dirinya harus menyakiti seseorang yang sangat mencintai dirinya, namun Baekhyun juga tidak bisa menyakiti Sehun dengan berpura-pura mencintainya. Baekhyun melepaskan pelukan laki-laki albino itu dan menatap wajah tampannya dengan tetesan airmata yang membasahi pipi Sehun. Ini untuk pertama kalinya Baekhyun melihat Sehun menangis dan itu benar-benar membuat hatinya berdenyut sakit akan rasa bersalah. Tangan mungil Baekhyun ia bawa untuk mengusap airmata disudut mata Sehun dengan pelan.

"Kau tidak pantas menangis untuk ku!" ucap Baekhyun sedangkan tangannya mengelus wajah Sehun. Namun laki-laki albino itu masih tetap menangis membuat pandangan Baekhyun mulai memburam karena airmata.

"Maafkan aku, maafkan aku Sehun." ucap Baekhyun yang mulai meneteskan airmatanya. Tanpa Baekhyun duga Sehun mendaratkan bibirnya tepat dibibir Cherry nya, tidak ada lumatan ataupun hisapan hanya bibir yang saling menempel dengan airmata yang menetes dari keduanya.

Sedangkan diambang pintu Chanyeol berdiri dengan kaku saat melihat Baekhyun dan Sehun saling menempelkan bibirnya. Ia datang beberapa detik yang lalu, niatnya untuk menekan bel ia urungkan saat melihat pintu utama tampak terbuka dan itu benar-benar keputusan yang salah baginya. Hati Chanyeol rasanya berdenyut nyeri saat melihat orang yang dicintainya sekian lama dengan penantian yang ia harapkan akan menuai keindahan namun nyatanya malah sebaliknya. Tapi Chanyeol tidak pernah menyesal akan keputusannya dimasa lalu. Langkah kakinya mulai mundur dengan perlahan meninggalkan rumah Baekhyun.

.

.

Malam sudah tiba seperti biasa Baekhyun berbaring disamping Jiwon dengan tangan yang terus mengelus rambut anaknya. Sedangkan mata sipitnya terus menatap wajah damai Jiwon yang tengah tertidur dengan lelap.

"Apa Nji mau memaafkan kebohongan Mommy?" gumam Baekhyun.

-:-:-:-

Saat ini Baekhyun duduk disofa seorang diri, jam dinding bahkan sudah menunjukan tengah malam namun laki-laki mungil itu masih enggan untuk memejamkan kedua matanya. Pikirannya tengah penuh dengan semua kenyataan yang terjadi, terdengar helaan nafas yang terus Baekhyun keluarkan.

.

.

Sedangkan ditempat lain Chanyeol menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong, isi kepalanya tengah berkelana tentang apa yang ia lihat hari ini. Chanyeol rasanya ingin menarik Sehun dan memukul laki-laki albino itu seperti dulu, namun bukankah Sehun suami Baekhyun pikir Chanyeol. Tanpa sadar ia mendengus kesal. Namun Chanyeol teringat kembali dengan ucapan eommanya siang tadi.

"Eomma seperti melihat dirimu didalam diri Jiwon!"

"Baekhyun tetap milikku, aku punya alasan untuk memilikinya!"

.

.

.

.

.

Malam berganti pagi, hari ini Baekhyun sudah siap untuk pergi ke B'Cafe. Sedangkan Jiwon anaknya masih bergelung dibawah selimut, dengan sabar Baekhyun membangunkan Jiwon dengan sedikit bujukannya seperti biasa. Anak itu dengan semangatnya langsung meminta Baekhyun untuk menggendong dirinya masuk kekamar mandi, tidak butuh waktu lama Jiwon siap dengan pakaian yang tampak cocok dengan tubuhnya.

Baekhyun menggendong Jiwon menuruni anak tangga dan melangkah kearah meja makan untuk anaknya sarapan terlebih dahulu sebelum mereka berangkat ke B'Cafe. Saat Baekhyun tengah menyuapi Jiwon tiba-tiba bel rumahnya berbunyi. Seorang maid melangkah kearah pintu utama untuk membukakan pintu.

"Siap..." ucapan Baekhyun langsung terhenti begitu saja saat mata sipitnya melihat seseorang tengah berdiri menatapnya. Sedangkan Jiwon terpekik saat melihat seseorang yang dikenalinya.

"Uncle dumbo." teriak Jiwon dan langsung merentangkan kedua tangannya. Sontak Chanyeol langsung melangkah kearah Jiwon dan menggendongnya begitu saja dan Baekhyun tidak menghalangi apa yang dilakukan Chanyeol.

"Aku akan melakukan tes DNA itu walau kau..." ucapan Chanyeol terhenti begitu saja saat Baekhyun memotong ucapannya.

"Kau tidak perlu melakukan tes itu. Karena Jiwon, karena Jiwon..."

"Jiwon anak kita!"

Deg...

Ucapan sederhana itu lagi membuat perasaan Baekhyun rasanya menghangat. Dalam hati Baekhyun tersenyum mendengarnya.

.

.

Saat ini Baekhyun dan Chanyeol tengah berada diruangan kerja Baekhyun sejak beberapa menit yang lalu, keduanya tengah duduk disofa yang sama sedangkan Jiwon tengah diasuh oleh Kris. Cangkir dihadapan keduanya bahkan masih mengepulkan asapnya. Dan mereka berdua masih belum ada yang membuka suaranya, hanya hening yang mengisi ruangan itu. Suara deheman Chanyeol adalah pembuka percakapan keduanya.

"Bercerailah dengan Sehun dan bisakah kau kembali padaku dan memulai semuanya dari awal kembali?"

"Bercerai? kenapa aku harus bercerai dengan Sehun, bahkan aku tidak menikah dengannya!" Chanyeol yang mendengar jawaban dari Baekhyun sontak hanya melongo dengan tatapan bodohnya. Baekhyun yang melihat tatapan bodoh itu langsung menepuk bahu Chanyeol untuk menyadarkannya.

"Ja..jadi kalian?"

"Aku berbohong, hanya untuk menutupi rasa sakitku karena mendengar Minah menikah. Kemarin aku tidak sengaja bertemu dengannya dan Sungmin hyung dan mereka menceritakan semuanya! Bagaimana bisa kau melakukan hal itu dan mengecewakan eommoni dan aboji?"

"Karena aku sangat mencintaimu Baek!" Baekhyun menghela nafasnya mendengar ucapan Chanyeol.

"Kemarin aku melihatmu berciuman dengan Sehun." lanjut Chanyeol.

"A..apa?"

"Aku terluka melihatnya."

"Yakkk...kau mengintip?"

"Aku hanya tidak sengaja melihatnya saat akan menemui mu."

"Sama saja kau tetap mengintip."

"Yakk.. aku tidak!"

"Kau iya."

"Tidak!"

"Kau me-ngin-tip!" Keduanya saling beradu mulut tanpa ada yang mau mengalah. Baekhyun terus memukul lengan Chanyeol dengan tawanya, sedangkan tanpa Baekhyun duga Chanyeol langsung menindih tubuh Baekhyun begitu saja membuat laki-laki mungil yang berada dibawahnya sontak langsung menghentikan tawanya. Tangan Chanyeol mengelus wajah Baekhyun dengan lembut dan ia tersenyum dengan tampan kearah Baekhyun membuat laki-laki mungil itu merasakan kembali detakan itu dijantungnya.

"Kau masih sama seperti dulu, Baekhyun ku yang cantik." wajah Baekhyun rasanya sangat panas mendengar ucapan sederhana Chanyeol. Kenapa ia merasa seperti anak remaja yang baru mendengar pernyataan cinta dari seseorang.

Dengan pelan Chanyeol memiringkan wajahnya dan mendaratkan bibir tebalnya tepat diatas bibir cherry Baekhyun. Laki-laki yang berada dibawahnya sontak memejamkan matanya dan dengan perlahan kecupan itu berubah menjadi lumatan dan hisapan. Keduanya saling melepaskan rasa rindu yang selama ini mereka tahan. Kedua tangan Baekhyun mencengkram rambut Chanyeol saat rasa nikmat itu menjalar keseluruh tubuhnya. Suara pagutan keduanya menggema mengisi kesunyian ruangan itu, namun tanpa mereka duga ditengah-tengah permainannya Kris masuk begitu saja tanpa permisi.

"Yakkk! kenapa kalian melakukannya disini!" desis Kris dan menutupi mata Jiwon dengan sebelah tangannya, sedangkan Baekhyun dan Chanyeol dengan terpaksa melepaskan pagutannya.

"Lanjutkan saja! aku akan mengasuh Jiwon kembali." dan Kris meninggalkan ruangan itu bersama Jiwon. Baekhyun hanya menatap kepergian Kris dengan tatapan tidak percayanya, apa itu tadi yang Kris bilang lanjutkan saja. Chanyeol yang melihat Baekhyun yang hanya diam sontak laki-laki bertelinga lebar itu langsung menindih kembali tubuh Baekhyun membuat yang berada dibawahnya memukul-mukul dada Chanyeol. Namun tangan besar Chanyeol mencekal pergelangan tangan Baekhyun membuat pukulan itu terhenti. Tangan besarnya tampak mengelus wajah Baekhyun dengan lembut dan laki-laki yang berada diatas Baekhyun berbisik dengan suara pelannya.

"Aku sangat merindukanmu Baek."

.

.

Baekhyun baru saja sampai dihalaman rumahnya beberapa menit yang lalu, tapi ia masih duduk didalam mobilnya sedangkan Jiwon sudah tidur terlelap dikursi penumpang. Baekhyun tengah menyandarkan kepalanya dibahu jok mobilnya dengan senyuman yang tampak manis dengan jari tangannya yang terus menyentuh bibir cherry miliknya. Saat ini Baekhyun tengah merasakan jatuh cinta kembali diusia yang hampir berkepala tiga, ia seperti anak remaja yang baru merasakan jatuh cinta dengan degupan jantung yang cepat.

Saat Baekhyun tengah melamun tiba-tiba ia tersadar dari lamunannya saat telinganya mendengar ketukan dari kaca jendela mobilnya. Pelakunya adalah Sehun, ia terus mengetuk jendela kaca mobil itu dengan memanggil nama Baekhyun. Laki-laki mungil itu pun langsung keluar dari mobilnya.

"Kenapa kau tidak masuk?"

"Aku menunggu mu untuk menggendong Jiwon." bohong Baekhyun dengan kekehannya. Sedangkan Sehun tanpa bicara apapun lagi langsung menggendong anak kecil itu masuk kedalam rumah Baekhyun. Baekhyun mengekori Sehun dengan menatap punggung laki-laki albino itu. Bagaimana bisa ia memberitahu Sehun tentang kedekatannya kembali bersama Chanyeol, Baekhyun tidak bisa menyakiti hati laki-laki sebaik Sehun. Baekhyun menghela nafasnya dengan pelan.

'Maafkan aku!' batin Baekhyun.

.

.

Tiga orang itu kini tengah makan malam bersama seperti biasanya. Namun tampak ada yang berbeda dengan Baekhyun, malam ini laki-laki mungil itu lebih banyak diam karena isi kepalanya tengah berkelana memikirkan kedekatannya kembali dengan Chanyeol dan sisi lainnya ia memikirkan perasaan Sehun dan bagaimana dirinya menjelaskan tentang Chanyeol pada Jiwon. Sedangkan Sehun yang tidak menyadari perbedaan Baekhyun, ia hanya sibuk menyuapi Jiwon dan berceloteh bersama anak kecil itu. Baekhyun yang melihat keakraban Jiwon dan Sehun membuat sudut bibirnya terangkat namun hatinya berdenyut nyeri, seandainya yang ia lihat Chanyeol bukan Sehun.

"Mommy, Nji ingin tidul belsama Daddy Hun."

"Kenapa tidak tidur bersama Mommy?"

"Ayo kita tidul bertiga lagi." Baekhyun dan Sehun hanya saling memandang, namun seperkian detik laki-laki albino itu menganggukan kepalanya tapi tidak dengan Baekhyun ia malah kebingungan sendiri. Baekhyun tengah berpikir ia tidak mungkin tidur bersama laki-laki lain disaat dirinya sudah bersama dengan Chanyeol. Namun dihadapannya Sehun memberi isyarat pada Baekhyun untuk menganggukan kepalanya karena Jiwon terus merengek padanya. Dengan terpaksa Baekhyun menganggukan kepalanya membuat Jiwon terpekik dengan girang, anak kecil itu langsung berdiri dikursi makannya dan menerjang tubuh Sehun begitu saja membuat laki-laki albino itu terkejut sedangkan Baekhyun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

.

.

Ditempat lain Chanyeol tengah duduk diatas ranjangnya dengan memandangi layar ponsel miliknya yang terpampang gambar seseorang yang begitu cantik dengan rambut pelanginya. Sudut bibirnya terus terangkat sedari tadi, tanpa lelah ia terus tersenyum dengan tampannya. Layar ponsel miliknya terus ia usap dan ia pandangi tanpa bosan. Saat Chanyeol hendak mencium layar ponselnya tiba-tiba seseorang masuk kedalam kamarnya membuat ia mengurungkan niatnya.

"Kau happy?"

"Hum, tentu eomma."

"Eomma senang melihatmu kembali seperti dulu." ucap nyonya Park dengan mengelus bahu Chanyeol.

"Bawalah Baekhyun kerumah bersama cucu eomma."

.

.

Jiwon dan Sehun tengah tertidur dengan saling berpelukan. Sedangkan Baekhyun yang berada disamping Jiwon masih membuka matanya, tangan lentiknya mengelus kepala Jiwon dengan lembut sedangkan bibir cherry nya menyanyikan lagu tidur untuk anaknya.

Drrrtt...Drrttt...

Namun nyanyiannya terhenti saat ia mendengar getaran ponsel miliknya diatas meja nakas. Saat mata sipitnya melihat siapa penelpon itu, bibir cherry nya langsung tersenyum. Tetapi saat ia hendak menjawab panggilan itu Baekhyun menoleh terlebih dahulu kearah Sehun yang sudah memejamkan matanya.

"Hallo."

"Kau belum tidur?"

"Aku baru menidurkan Jiwon, ada apa kau menelponku semalam ini Chanyeol?"

"Aku merindukanmu."

"Kau merindukanku, bukankah kita sudah bertemu tadi siang."

Baekhyun menyingkap selimutnya dan dengan pelan ia beranjak dari tempat tidurnya, tanpa Baekhyun sadari saat dirinya melangkah pergi Sehun membuka matanya dengan senyuman mirisnya. Ia bisa melihat Baekhyun tengah berdiri di balkon kamarnya walau telinganya tidak bisa mendengar obrolannya, namun pembicaraan Baekhyun tadi bersama Chanyeol dengan jelas Sehun bisa menyimpulkannya. Beberapa menit berlalu dan saat Baekhyun hendak kembali masuk kedalam kamarnya laki-laki albino itu kembali memejamkan matanya. Baekhyun dengan sangat pelan naik keatas ranjang dan mencium kepala Jiwon terlebih dahulu. Mata sipitnya ia bawa untuk menatap wajah Sehun yang terpejam dan tangan lentik miliknya mengelus pipi Sehun dengan sangat pelan agar tidak membangunkan laki-laki albino itu.

"Maafkan aku yang tidak bisa membalas perasaan dari seseorang yang baik sepertimu, tapi percayalah ada seseorang yang sangat mencintaimu dan lebih pantas untukmu." gumam Baekhyun. Tapi tanpa Baekhyun ketahui Sehun dengan jelas bisa mendengar gumaman Baekhyun. Hati Sehun berdenyut nyeri saat lagi-lagi cinta nya tak terbalas.

.

.

.

.

.

TBC

Thanks to

itsathenazi, jyongjae, chalienBee04, Baekechantol, ByunDita, President of the girls, bbaekie, SuperSupreme61

Tinggal beberapa Chap lagi :)

ada yang mau Hunhan dipertemukan? atau tidak usah :D

See you di next depan...