Friends Or?

Chap 21

Kim Minseok - Exo Member – Other

DLDR, BL, Straight, M, Little Bit Humor (I Hope), Brothership, Friendship, Romance (?)

.

..

...

BEFORE

Minseok menambah kecepatannya dengan terus manarik Ayumi dibelakangnya menahan rasa nyeri dan tidak nyaman diselangkangannya. Beruntung setelah keluar dari area dorm itu ada sebuah taksi yang sedang melaju kearah mereka. Minseok langsung membuka pintu taksi sebelum taksi itu benar-benar berhenti karena Minseok bisa mendengar suara langkah kaki yeng makin mendekat dan langsung mendorong Ayumi untuk masuk dan juga dirinya. "Paman cepat!" Teriak Minseok terengah. Minseok menghela nafas lega setelah taksi itu menjauhi area dorm itu.

.

..

...

"Wah Minseok, apa yang terjadi? Kenapa kita melarikan diri dari mereka?" Ayumi bertanya dengan suara terengah.

"Apa kau tadi tidur sungguhan? Akting tidurmu terlalu lama." Minseok menjawab dengan nada frustasi ditambah selangkangannya yang kini terasa makin nyeri membuat keadaan makin buruk.

"Ya, aku menunggu kode darimu tapi kau tidak pernah melakukannya. Aku hampir mati penasaran karena tidak ada yang mengatakan sesuatu. Saat aku membuka sedikit mataku aku melihat beberapa dari mereka duduk dikursi didepanku aku jadi bingung harus melakukan apa. Aku juga tidak bisa mendengar suaramu sama sekali." Ayumi membela diri sambil terus menetralkan nafasnya. "Tapi sungguh, kenapa kita melarikan diri dari mereka?"

"Suasananya sangat buruk, mereka benar-benar marah dengan kedatanganmu. Bukankah kau memaksa kedorm untuk memastika sesuatu, tapi kau malah pura-pura tidur. Rencana macam apa itu. Haish..." Minseok mengusap wajahnya frustasi.

"Oke oke, aku yang salah. Mianhe..."

"Maaf, tolong berikan alamat yang kalian tuju." Sopir taksi itu bertanya setelah memastikan bahwa penumpangnya sudah menyelesaikan pembicaraan mereka.

"Minseok kita mau kemana?" Ayumi melihat kearah Minseok yang menundukkan kepalanya dan terkejut saat melihat keadaan Minseok lebih tepatnya keselangkangannya. "Emm, baiklah kurasa kita akan keapartmenku saja." Ayumi berbicara dengan canggung karena melihat selangkangan Minseok.

"Tidak." Tiba Minseok mengakat kepalanya dan melihat sekeliling. "Kita turun disini." Setelah taksi itu pergi Ayumi memasang wajah bertanyanya pada Minseok yang celingukkan mencari sesuatu dan makin penasaran saat Minseok berjalan kearea jalanan yang lumayan padat. Saat akan bertanya Minseok kembali menghentikan taksi dan Minseok langsung membukakan pintu untuk Ayumi. "Em... Minseok pakai ini untuk menutupi emm... itu." Sebelum masuk Ayumi menyerahkan jaketnya untuk menutupi ereksi Minseok yang terlihat jelas karena Minseok hanya memakai celanan pendek yang tidak terlalu longgar.

"Kita bisa keapartmenmu sekarang." Minseok berkata sambil terus melihat sekliling untuk memastikan tidak ada yang mengikutinya.

Saat Minseok sedang mengamati sekeliling, Ayumi bisa melihat hickey yang terlihat masih baru. Dan otak Ayumi mulai berputar menebak-nebak apa yang terjadi pada Minseok hingga membuatnya melarikan diri dari teman-temannya. "Ereksi dan hickey... mereka benar-benar bertindak sajauh itu?" Pikir Ayumi. Setelah memberikan alamat apartmennya Ayumi melirik sekilas Minseok yang sedang melamun. Ayumi pura-pura terbatuk untuk menyadarkan Minseok dari lamunannya. "Emm... Minseok... kalau boleh tahu kenapa kita harus berganti taksi, apa sopir tadi mengenal teman-temannmu?" Tanya Ayumi penasaran.

Minseok tertawa kecil dan itu membuat Ayumi lega karena suasan tidak setegang tadi. "Tidak, tapi aku hanya berjaga-jaga. Tempat kita mendapatkan taksi tadi masih diarea dorm dan ada beberapa cctv dijalan itu jadi mereka bisa menemukanku makanya aku mengganti taksinya." Melihat ekpresi bingung Ayumi, Minseok menghela nafasnya pelan. "Oke begini, mereka memiliki akses bebas ke cctv dijalanan itu, dan dari cctv mereka bisa mendapatkan plat nomor taksi itu dan mereka bisa melacak kemana kita pergi. Sekarang sudah jelas."

"Mereka bisa melakukan itu semua?" Tanya Ayumi terkejut.

"Suho paling ahli dalam bidang itu." Jawab Minseok santai. "Makanya kau jangan meremahkan mereka. Mereka terkenal diantara para gangster di Korea walaupun mereka hanya pelajar SMA."

"Bagiamana mungkin kau bisa berteman dengan para gangster itu. Wajahmu tidak sesuai denga hal-hal seperti itu." Ayumi memandang Minseok dengan pandangan menilai.

"Haais... ceritanya panjang. Yang jelas ini karena kebodohanku." Nada frustasi kembali keluar dari mulut Minseok.

"Kau tidak bodoh, buktinya kau bisa lolos dari ujian excelerasi. Kau itu hanya terlalu polos..."

"YA!... Aku tidak..."

"Apa kau pernah mimpi basah?" Pertanyaan cepat Ayumi sukses membuat Minseok bungkam dengan wajah memerah.

"See... kau itu terlalu polos." Ayumi membenarkan perkataannya dengan bangga yang membuat Minseok bergumam tidak jelas.

Setelah sampai diapartmen Minseok langsung bertanya dimana letak kemar mandi dan langsung melesat kearah yang ditunjuk Ayumi. Ayumi hanya memasang ekspresi gelinya karena melihat ekpresi lucu Minseok yang seperti sedang menahan kencingnya.

Sambil menunggu Minseok selesai mandi yang sepertinya lebih lama dari orang normal pada umumnya Ayumi menyiapkan makan malam sederhana karena dia lumayan payah dalam hal dapur. "Kau sudah selesai? Kukira kau akan menghabiskan semalam penuh dikamar mandi." Ayumu berkata dengan nada mengejeknya.

"Diamlah, kenapa kau terus mengejekku. Hariku sudah cukup buruk tanpa harus kau ejek." Minseok menggerutu sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk dan duduk didepan Ayumi.

"Ckckck... mereka langsung memperkosamu jika kau mengerucutkan bibir mungilmu itu." Ayumi lalu mengambil nasi untuk Minseok dan dirinya.

"Aku tidak melakukannya. Bibirku seperti ini sejak lahir." Dengan masih menggerutu Minseok mulai mengambil beberapa lauk.

"Oke, kalu begitu saharusnya kau jadi yeoja saja."

Mendengar itu Minseok hanya memelototi Ayumi karena mulutnya penuh dengan makanan.

"Itu memang kenyataan. Lihat saja, kau sangat cocok memakai pakaian yeoja." Ayumi terkikik melihat ekspresi marah Minseok yang malah terlihat menggemaskan dengan pipinya yang makin menggembung karena makanan.

Minseok menelan dengan susah payah makanan dimulutnya. "Ini bukan pakaian yeoja, kebetulan saja pemiliknya seorang yeoja." Minseok merasa hoodie hitam kebesaran juga celana selututnya tidak terlihat seperti pakaian yeoja. "Lagi pula kenapa hoodie ini begitu besar, tubuhmu bahkan lebih kecil dariku." Minseok mengamati lengan hoodie yang menenggelamkan tangan mungilnya.

"Orangtuaku yang membelikannya, tapi mereka terlalu payah untuk memilihkan ukuran yang pas untukku. Aku punya banyak yang seperti itu." Ayumi menjawab dengan nada pahit tapi sedetik kemudian Ayumi kembali tersenyum lebar.

"Kurasa itu kesamaan kita sejauh ini." Minseok berkomentar dengan senyum kecil.

"Benarkah, baguslah kalu kita memiliki kesamaan." Ayumi tersenyum lebar dengan mulut penuhnya. "Kau akan menginap? Karena dilihat dari situasimu, kau sama seperti orang-orang jalanan yang tidak berumah itu."

"Yah kurasa. Aku tidak memiliki dompet atau ponsel. Yah... aku bangkrut." Minseok tertawa kecil menyadari dirinya yang seperti gelandangan.

Makan malam selesai dan mereka berdua duduk bersebalahan melihat acara drama yang membosankan.

"Oke sebelum kita tidur, aku akan katakan tentang hasil pengamatanku hari ini mengenai teman-temanmu."Ayumi membuka pembicaraan yang mana langsung menarik perhatian Minseok.

"Apanya yang hasil pengamatan, kau hanya pura-pura tidur sejak kedatangan mereka." Cibir Minseok.

"Memang aku hanya pura-pura tidur, tapi aku mendengarkan oke... walau tidak banyak tapi aku tahu dari cara mereka menanyakan alasan kenapa aku bisa ada didorm mereka padamu, aku langsung tahu bahwa mereka ingin mengontrolmu secara penuh."

Minseok mengernyit bigung.

"Maksudku adalah bahwa kau ada dalam kedali penuh mereka. Kau akan menuruti keinginan mereka tanpa melawan, kau akan takut pada mereka jika kau melanggar larangan mereka. Yah, semacam itulah." Ayumi mengangguk-anggukan kepalanya tanda meyakinkan.

"Apa aku seperti itu?" Minseok mulai memikirkan kejadian-kejadian yang terjadi sebelumnya.

"Yah, karena kau terlalu polos mereka jadi mudah untuk mengendalikanmu. Dan dari ceritamu yang sebelumnya, mereka membuatmu terbiasa dengan sikap touchy mereka."

"Sikap touchy?"

"Iya, pikirkan hal-hal aneh apa yang mereka lakukan padamu tapi kau merasa biasa saja saat mereka melakukannya."

"Emm... saat aku terluka Lay akan mengecupnya. Apa itu aneh?" Tanya Minseok tanpa sadar memasang wajah polosnya lagi yang membuat Ayumi gemas sendiri.

"Astaga, bisakah kau jadi adikku saja. Kau sangat manis." Ayumi langsung meremas kedua pipi Minseok gemas.

"YA! Lepaskan! Kita sedang bicaraa serius ini." Minseok kesal dengan sikap abstrak Ayumi.

"Oke oke... tentu saja yang dilakukan si Lay itu aneh. Dan kau membiarkannya begitu saja?"

"Hei aku sudah berusaha menghentikannya tapi dia terus melakukannya jadi aku membiarkannya."

"Lalu apa lagi hal aneh yang mereka lakukan. beritahu aku semuanya biar aku bisa membantu menyelesaikan masalahmu." Kata Ayumi berharap.

"Kau tidak perlu tahu semuanya." Minseok berkata dengan pipi dan telinga yang memerah.

Dan melihat hal itu Ayumi sudah bisa menebak hal-hal aneh apa saja yang mereka lakukan pada sipolos Minseok. "Hmm, oke. Kita simpulkan saja kalau begitu. Kau sudah melarangnya tapi mereka tetap melakukannya dan akhirnya kau membiarkannya. Jadi masalah utamanya selain karena kau terlalu polos juga karena kau tipe orang yang tidak tega. Maksudku kau kurang tegas pada teman-temanmu sehingga mereka bebas mengontrolmu karena kau akan berkahir dengan membiarkan mereka. Apa aku benar hmm?" Ayumi memasang wajah bertanyanya.

"Hei kenapa kau bersikap seolah aku ini bocah lima tahun, sudah kubilang aku tidak sepolos itu. Dan oke kuakui aku memang tidak tega jika menolak keinginan mereka tapi..." Minseok bingung sendiri karena perkataan Ayumi memang benar.

"Tapi apa? Sudahlah semua yang kukatakan tadi itu benar. Jadi jangan mengelak."

"Oke, jadi apa yang harus aku lakukan?" Tanya Minseok pada akhirnya.

Tbc

.

..

...