Tittle : A Moment to Forever

Pairing : Main!Krisyeol

Warning(s): slash! boyxboy, mpreg, het! couple, character death, typo(s) yang tidak terhingga

Disclaimer: Author hanya meminjam tokoh-tokoh di dalam cerita tetapi Krisyeol adalah emak babe author dan abang Sehun selamanya titik! Terima Kasih.

Chapter 19

" Kau sudah akan kembali lagi ke Daejeon, Channie, Kyungie?" tanga Baekhyun pada kedua temannya yang memiliki perbedaan tinggi yang sangat jauh itu. Kyungsoo menjawabnya dengan sebuah gelengan sedangkan Chanyeol berniat untuk membuka suara dan menjelaskan jawaban tersebut.

Saat ini keluarga Byun sedang mengistirahatkan tubuh mereka di ruang istrirahat yang memang disediakan sebagai bagian dari tradisi pemakaman di Korea, setelah seharian ini mereka harus menemui tamu yang ingin memberikan penghormatan terakhir mereka pada keponakan mereka itu. Chanyeol dan Kyungsoo yang saat itu masih bertahan di tempat itu sedangkan Jongin memutuskan untuk mengunjungi kerabatnya di Pohang sebelum nantinya ia akhirnya menjemput keduanya di kediaman keluarga Byun.

" Tidak, hanya Jongin yang kembali ke Daejeon malam ini. Dia akan menggunakan kereta cepat untuk kembali ke sana malam ini. Karena dia harus kembali bekerja besok siang sedangkan aku, Kyungie, dan si kembar akan kembali ke Daejeon sampai acara penghormatan terakhir Jongsuk-hyung berakhir. Aku akan kembali tinggal bersama dengan keluarga Lee sedangkan Kyungsoo akan mengunjungi keluarganya yang berada di Pohang utara," terang Chanyeol. Senyum Baekhyun yang sempat menghilang itupun kembali terkembang di wajah manis miliknya.

" Assa, aku bisa menghabiskan waktuku setelah ini mengunjungi keponakanku tersayang!" serunya riang. Tampaknya dengan kehadiran Chanyeol dan si kembar di rumah keluarga Byun melelehkan wajah yang penuh kesedihan yang sebelumnya tergambar dengan jelas di raut wajah Baekhyun. Pasangan Byun itu tidak menampik akan pernyataan kalau mereka masih benar-benar terpukul dengan kepergian keponakan yang sudah mereka anggap sebagai anak mereka sendiri itu. Tapi, setidaknya dengan kedatangan Chanyeol dan Kyungsoo beserta kedua bayi kembarnya membuat suasana hati mereka sedikit terasa lebih baik.

Kedatangan mereka membuat kedua pasangan Byun itu merasa bahwa pengorbanan yang keponakan mereka lakukan untuk menyelamatkan ketiga nyawa tersebut bukanlah hal yang sia-sia. Kedua bayi berwajah menggemaskan itu terlihat riang bermain satu sama lain ditemani dengan Baekhyun, Kyungsoo, dan eomma mereka. Kebahagian itulah yang bisa membuat pasangan Byun itu melupakan sedikit kehilangan mereka akan keponakan mereka itu. Dan berkat semua itu, setidaknya sekarang mereka mulai bisa menerima kenyataan bahwa keponakan mereka itu telah meninggalkan mereka untuk selama-lamanya dan belajar untuk merelakannya.

' Eh? Apa maksud Baekhyun mengunjungi keponakan tersayangnya?'

" Apa maksudmu dengan keponakan tersayang, Baekhyunnie?" tanya Paman Byun yang menyuarakan pertanyaan yang muncul di benak Bibi Byun ketika mendengar pernyataan Baekhyun barusan.

Seketika itu pula kedua orang dewasa itu membeku mendengar pertanyaan tersebut. Baekhyun yang memang mengetahui kenyataan itu semenjak awal, merasa ia harus memukul dirinya sendiri karena ia telah membiarkan mulutnya menyelesaikan loading-nya terlebih dahulu ketimbang kerja otaknya dalam me -loading sesuatu. Kyungsoo yang hanya mengetahui sebagian ceritanya tentang kehidupan Chanyeol sebenarnya, tidak tahu-menahu mengenai kenyataan bahwa Baekhyun adalah imo kedua bayi itu karena status pernikahannya dengan salah satu namja keluarga Wu.

Hanya beberapa orang saja yang mengetahui siapa sebenarnya ayah kandung dari kedua bayi menggemaskan itu, Baekhyun, Jongin, Paman Lee, serta Woobin. Namun, hanya Paman Lee dan Baekhyun sajalah yang mengetahui dengan jelas siapa Wu Yifan sesungguhnya. Kris memang memiliki terlalu banyak nama lain hingga banyak orang yang tidak membedakan apakah Kris Wu dan Wu Yifan itu adalah orang yang sama. Dan sepertinya Woobin juga sedikit demi sedikit mulai mencari siapa jati diri Wu Yifan itu, namun, ia memilih untuk tidak mengatakannya pada Jongin. God forbid jika Jongin mengetahuinya.

Mereka pasti akan sangat repot jika mereka mengetahui siapa Wu Yifan yang sebenarnya. Jongin tidak pernah mengira kakak ipar dari Baekhyun adalah orang yang sama dengan Kris Wu. Jika ia mengetahui kebenaran itu, Jongin pasti akan membuat perhitungan dengan namja itu tanpa memikirkan akibat jangka panjangnya. Dan sepertinya Kyungsoo hanya menerima sebagian kebenaran itu sehingga ia tidak sepenuhnya tahu kalau Baekhyun memang imo yang sebenarnya bagi si kembar.

" Bukannya Baekhyunnie adalah teman dekat kami terlebih lagi dengan Chanyeol, Bibi? Bukankah itu wajar jika Baekhyunnie menganggap HunYeol sebagai keponakannya?" jawab Kyungsoo dengan wajah polosnya. Kedua orang dewasa yang sempat berkeringat dingin dengan pertanyaan pasangan Byun itupun menghela nafas lega dalam hati mereka dengan pernyataan polos dari Kyungsoo itu karena merasa terselamatkan dengan pernyataan polos itu.

Baekhyun pun menganggukkan kepalanya untuk menguatkan pernyataan dari Kyungsoo itu supaya fakta itu tetap disembunyikan sampai Chanyeol siap mengakuinya. Chanyeol pun melakukan hal yang sama untuk semakin memperkuat pernyataan tersebut.

" Aaa..." seru kedua pasangan Byun itu, menandakan kalau mereka akhirnya mengerti mengenai pernyataan keponakan mereka tentang panggilan sayangnya kepada kedua bayi kembar Park itu. Mereka pun melanjutkan acara mengobrol mereka untuk sejenak, namun, harus terhenti dengan dering pendek yang berasal dari ponsel Kyungsoo.

" Sepertinya kami, benar-benar harus segera pergi, sebentar lagi Jongin harus mengejar kereta cepatnya menuju Daejeon," terang Kyungsoo. Hari memang sudah mulai sore, dilihat dari posisi matahari yang mulai ditenggelamkan dengan bayangan rumah keluarga Byun yang kokoh serta sinar matahari yang mulai meredup di penghujung musim panas ini.

x-o-x-o- x-o-x-o- x-o-x-o- x-o-x-o- x-o-x-o

Baekhyun melepas kepergian kedua keponakan beserta Chanyeol dan Kyungsoo dengan senyum yang merekah meskipun suasana duka masih senantiasa menggantung membayangi rumah bergaya semi tradisional itu. Namun, berkat kedatangan kedua keponakan kembarnya yang menggemaskan itu setidaknya suasana hatinya sedikit terhibur. Dan tanpa ia sadari seseorang sedang berusaha untuk mengagetkannya dari belakang dengan berjalan sepelan mungkin tanpa menimbulkan suara.

Baekhyun yang masih sibuk memandangi kepergian mobil yang ditumpangi Park Family dan Kyungsoo yang semakin menjauh itu, tidak menyadari jika seseorang sudah melingkarkan tangannya di pinggang Baekhyun yang mungil. Baru setelah, orang itu mengeraskan pegangannya, Baekhyun pun terlonjak dan sesegera mungkin menoleh untuk melihat siapa yang sudah berani kurang ajar dengan menyentuhnya. Bukannya wajah asing yang belum pernah ia lihat, namun, ia justru mendapati wajah namja yang sudah lima tahun menjadi suaminya itu.

" Aigo! Kau mengagetkanku namja pabo! Bisakah kau sedikit menunjukkan keberadaanmu, hah?!" kata Baekhyun yang dengan ganasnya memukuli lengan namja yang tentu saja lebih tinggi dari pada dirinya itu setelah tersadar dari kekagetannya ketika mendengar kikikan geli keluar dari mulut Wu Tao. Tao pun hanya bisa mengaduh menerima pukulan dari istrinya yang lebih mungil dibandingkan dengan dirinya itu. Bukankah itu juga kesalahannya? Bagaimana tidak? Ia tentu saja tahu tentan sifat istrinya yang tidak mau digoda itu, tapi bukankah ia masih tetap saja melakukannya? Jadi, silahkan saja nikmati hasil perbuatannya itu. Kembali lagi ke jalan cerita yang sebenarnya.

" Jadi apa yang kau lakukan disini, Panda?" tanya Baekhyun setelah ia puas melampiaskan rasa kesalnya pada suaminya. Tao hanya bisa mengerutkan bibirnya ketika melihat senyum puas tergambar di bibir tipis milik istrinya itu.

" Tentu saja untuk memberikan penghormatan terakhir untuk Jongsuk-hyung. Bukankah dia adalah kakak sepupumu, berarti dia juga kakak sepupuku. Dan lagi kau pernah mengajakku untuk bertemu dengannya di sini. Jadi bukankah itu hal yang wajar jika aku memberikan penghormatan untukknya? Dan Mama ikut memberikan penghormatan terakhirnya karena ia juga merasa keluargamu, adalah keluarganya juga," terang Tao dengan senyum innocent-nya.

" Mama?! Beliau ada di sini?!" seru Baekhyun dengan kekagetan tergambar jelas di wajahnya. Mata sipitnya yang terlihat melebar serta bibir yang terbuka dan sepenuhnya terfokus pada Tao tanpa teralihkan darinya dengan waktu yang cukup lama, cukup menggambarkan kekagetannya.

" Mama dan Yifan-ge serta Luhannie sudah menemui Paman dan Bibi Byun untuk memberikan penghormatan mereka untuk Jongsuk-hyung. Waeyo, Baekkie?" terang Tao lagi namun, kali ini dengan ekspresi bertanya-tanya mengenai ekspresi kekagetan Baekhyun sebelumnya. Namun, pertanyaannya itu tidak berbalaskan dengan jawaban. Baekhyun hanya terdiam dan terlihat berpikir sangat keras di tempat ia berdiri sebelumnya.

' Mama dan Yifan? Ditambah lagi orang itu! Bagaimana kalau mereka melihat yeollie tadi. Bagaimana ini? Apa aku harus menannyakan pada Panda untuk memastikan apa mereka melihat kepergian Chanyeol tadi ya? Ah, tidak! Bagaimana kalau si katung mata itu malah menannyakan kenapa aku terlihat ketakutan begitu? Ia pasti langsung akan mengetahui jika aku sedang menyembunyikan sesuatu apalagi jika aku tidak bisa menjawabnya! Tapi, jika aku tidak mengetahuinya, mana bisa aku memastikan kalau keberadaan Chanyeol benar-benar tidak diketahui! Ahhhh... Apa yang harus aku lakukan! Otthokhae? Otthokkhae? Aish.. nan mitcheosseo!' runtuk Baekhyun dalam hatinya yang membuat wajahnya terlihat berkerut-kerut dan menampilkan ekspresi wajah yang berubah-ubah.

Tao yang melihat segala perubahan ekspresi wajah namja mungil di sampingnya itu terlihat semakin heran. Bukankah Baekhyunlah yang pertama kali bertanya tentang kedatangan mama mertuanya itu, tapi kenapa Baekhyun malah terlihat sibuk dengan pikirannya sendiri dan terkesan tidak menggubris pertanyaan yang ia lontarkan bersamaan dengan jawaban atas pertanyaan namja mungil itu.

Jika Tao sudah melihat perubahan berbagai ekspresi tertampil di wajah manis Baekhyun, ditambah lagi dengan ekspresi khawatir yang mendominasi wajah manis " istrinya" itu, ia pun mulai sedikit menaruh curiga pada namja yang semasa sekolahnya dahulu dikenal dengan sebutan " rubah komite kedisiplinan" itu. Akal yang tak terhitung banyaknya itu sangat sering ia gunakan untuk menjebak para pelanggar peraturan di tempat-tempat biasa mereka bersembunyi termasuk dengan namja yang akhirnya menjadi suaminya itu. Bahkan Tao adalah "pasien" langganan dari sang penyusun strategi komite kedisiplinan sekolah mereka dulu. Hingga akhirnya Tao menjadi orang yang paling sering terlihat keluar-masuk dari kantor pengajar kedisiplinan di sekolah mereka.

Kembali lagi ke dalam fokus cerita, Tao pun mulai merasa kalau namja yang sangat mungil ketimbang dirinya itu sedang menyembunyikan sesuatu yang tentu saja tidak ia ketahui.

" Apa yang kau sembunyikan dariku Baekhyunee?" tanya Tao dengan suara rendahnya serta dengan suara yang terdengar sangat kalem namun, penuh dengan pengintimidasian. Baekhyun yang tersadar dari lamunan serta pikiran yang berputar dalam kepalanya itu dengan panggilan "Baekhyunee" dengan suara rendah suaminya itu, panggilan yang selalu Tao berikan padanya jika ia sedang berada dalam masalah besar dimana ia harus berurusan secara langsung dengan tuan muda kedua keluarga Wu itu.

Otak Baekhyun yang penuh akal itupun mendadak berputar dengan kecepatan yang sangat mengaggumkan dengan berbagai alasan yang harus ia ungkapkan pada Tao untuk menyembunyikan kegugupannya mengenai kemungkinan Chanyeol dan Yifan atau Kris bertemu. Ia memikirkan alasan terbaik untuk menutupi kegugupannya, namun, tidak bisa membawanya untuk mengungkapkannya. Beberapa kali ia terlihat membuka mulutnya dan hendak mengatakan alasannya, namun, tidak ada suara yang keluar dari mulut mungil miliknya sehingga akhirnya ia harus menutupnya kembali. Satu kelemahan dari seorang Byun Baekhyun adalah Wu Tao. Ia tidak bisa berbohong pada namja itu dan menyembunyikan apapun dari Tao. Dan namja itu mengetahuinya.

" Aku akan segera mengetahuinya jika kau berbohong, Baekhyunee." Baekhyun pun menghela nafas panjang, tanda ia sudah menyerah untuk mencoba menutupi sesuatu dari Tao. Toh, hasilnya akan lebih baik jika ia menanyakannya yang sebenarnya ketimbang ia harus mendapatkan "hukuman" karena telah menutupi sesuatu dari suaminya itu.

" Baiklah... Aku hanya ingin memastikan hal ini saja. Sebenarnya, bersamaan dengan kalian datang kemari, Chanyeol dan temannya pulang. Aku hanya ingin memastikan apa salah satu di antara mama, kau, dan hyung-mu itu menyadarinya? Aku belum ingin mempertemukan Chanyeol dengan hyung-mu itu karena yah, kau tahulah keadaan saat ini sedang sedikit rumit," terang Baekhyun jujur.

" Jadi, selama ini kau yang melindungi keberadaan Chanyeol dan kedua keponakanku. Sebenarnya aku sudah menduganya sejak awal, hanya saja aku menunggu kau sendiri yang mengatakan padaku. Tetapi, tentang pertanyaanmu barusan, aku tidak menyadarinya. Dan aku rasa, Mama dan Yifan-ge juga tidak menyadarinya," terang Tao. Kata-kata awal yang dilontarkan oleh Tao membuat Baekhyun sedikit kikuk karena tanpa sadar ia menyembunyikan sesuatu yang penting dari Panda kesayangannya itu. Dengan penjelasan itu, membuat Baekhyun menghela nafas lega.

" Hehehe... aku sedikit lupa dengan hal itu. Tapi syukurlah Mama dan hyung-mu itu tidak menyadarinya. Aku rasa yeollie belum siap sepenuhnya untuk menghadapi Kris," kata Baekhyun sambil mengacak pelan rambutnya tanpa ia sadari.

" Baiklah kau berhutan penjelasan padaku istriku tercinta. Kau juga harus menceritakana bagaimana rupa kedua keponakanku itu," kata Tao dengan senyum kekanak-kanakan tersunggi di bibirnya yang tentu saja tidak terlalu sesuai dengan wajahnya yang terlihat sangat manly itu. Tetapi, bukan hal asing bagi orang-orang yang mengenal Tao secara dekat karena senyum kekanak-kanakan itulah senyum yang biasa terhias di bibir namja itu mengingat sifat iseng, jahil, dan kekanak-kanakan yang dimiliki oleh namja berkulit tan, satu level di atas level warna kulit Jongin.

Baekhyun mengganggukkan kepalanya dengan semangat mendengar permintaan suaminya itu. Dengan senang hati ia mengiyakan permintaan itu karena ia juga sesungguhnya sudah tidak sabar untuk membuat suaminya itu bertemu dengan kedua keponakan mereka yang sungguh sangat menggemaskan itu. Ia yakin seorang Wu Tao akan sangat menyukai kedua keponakannya itu mengingat ia dan suaminya itu sesungguhnya adalah penggemar sesuatu yang lucu dan menggemaskan. Dan kedua keponakannya itu adalah salah satu yang melampaui dua hal itu.

" Oh dan aku melupakan sesuatau, sebagai bayaran atas kebohonganmu, aku akan menghukummu setelah kita kembali ke Seoul nanti. Kau harus menyiapkan mentalmu, Wu Baekhyun," kata Tao dengan seringai mesum yang membuat wajah Baekhyun sempat memerah sebelum akhirnya memucat setelah mencerna maksud kata-kata suaminya itu.

Tao tidak bisa menahan kekehannya ketika melihat perubahan air muka dari namja mungil yang berdiri tepat di sampingnya itu. Dan ketika Baekhyun sadar dari kekagetannya ia pun mengirimkan sikutan yang tepat diterima oleh perpotongan tulang rusuk dan bagian perut namja bermata panda itu, sehingga menimbulkan suara mengaduh keras keluar dari mulut namja berkantung mata itu.

" BYUNTAE! MENJAUH DARIKU WU TAO! AKU TIDAK MENGIJINKANMU UNTUK BERDEKATAN DARIKU DARI RADIUS 10 METER!" omel Baekhyun sambil meninggalkan suaminya yang masih membungkuk karena rasa nyeri akibat sikutan namja mungil itu.

" YA! WU BAEKHYUN BERHENTI DI SANA DAN KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB! KAU TAHU INI SUNGGUH SANGAT MENYAKITKAN! YA! LIHAT SAJA NANTI, AKU AKAN MEMBALASMU!" seru Tao sambil berusaha untuk mengejar Baekhyun yang dengan langkah menghentak-hentak kembali menuju rumah Paman dan Bibinya untuk menlanjutkan acara penghormatan terakhir mendiang kakak sepupunya itu. Semenjak kedatangan Keluarga Kim, Chanyeol, dan kedua keponakannya, entah mengapa hatinya terasa lebih ringan dan merasa kesedihannya terangkat. Ia tidak lagi bisa membawa matanya untuk meneteskan air mata menangisi kepergian Jongsuk. Ia telah merelakannya.

" WHATEVER!" balasnya dari kejauhan. Dan Baekhyun pun mengulas senyum kecil mengingat pertengkaran kecil yang biasa terjadi diantara ia dan suaminya itu. Ia merasa sangat beruntung dengan kedatangan suaminya di sini karena hal itu juga membuat kesedihannya menguap entah kemana.

' Aku merelakanmu pergi, hyung.'

x-o-x-o- x-o-x-o- x-o-x-o- x-o-x-o- x-o-x-o

Udara kota Pohang terasa sangat menyegarkan setelah pada siang menjelang sore hari, kota itu sempat diguyur dengan rintik gerimis yang kecil. Namun, setelah itu, matahari kembali bersinar dengan teduh, menandakan bahwa sang matahari akan kembali ke peraduannya dan malam akan segera tiba.

Chanyeol bersama dengan Sehun di dalam gendongannya, berjalan di taman yang berada di tengah kota yang terkenal sebagai kota Teknologi dari Korea ini di tengah udara yang menyenangkan itu. Sehun tak henti-hentinya memandang pemandangan yang yang ada di sekitanrnya dengan sorot yang memperlihatkan ketertarikannya dan tak jarang seulas senyum tersungging di bibir tipisnya melihat keramaian di sana. Kyungsoo memutuskan untuk beristirahat di taman ini setelah mereka mengantarkan Jongin ke stasiun kota tersebut dan sebelum mengantarkan Chanyeol ke rumah keluarga Lee yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat ini. Mereka berdua sebelumnya memasuki taman ini bersama-sama namun, tak lama kemudian, Kyungsoo dengan Sungyeol pun lagi-lagi menghilang entah kemana. Dan tinggallah Chanyeol dengan Sehun berada dalam gendongannya.

" Kau tahu, baby bear? Eomma merasa imo-mu itu berencana mengambil baby yeol dari kita! Lihatlah bahkan sekarang eomma tidak tahu dimana mereka berdua," ujar Chanyeol pada Sehun dengan suara bayi yang dibuatnya setelah akhirnya, Chanyeol merasakan kelelahan dan memutuskan untuk duduk di salah satu bangku yang ada di taman itu.

Sehun yang melihat kerucutan terbetuk di bibir mungil melik eomma-nya itu, berusaha meraih pipi eomm-nya yang menggembung sangat menggemaskan itu. Setelah berhasil, ia pun menepuk-nepuk benda kenyal tersebut dengan tangan mungilnya dan tertawa-tawa dengan menggemaskannya setelah merasakan benda menggemaskan tersebut.

" Kau tidak sedih eoh, jika, baby yeol diambil oleh imo-mu itu?" kata Chanyeol yang semakin mengerucutkan bibirnya dan itu membuat tawa menggemaskan yang keluar dari mulut Sehun terdengar semakin keras.

" Arra, arra, mommy tahu kau menyukainya," kata Chanyeol dengan riang dan membiarkan tangan mungil Sehun bertengger di pipinya dan menepuk-nepuknya meskipun semakin lama tepukan itu terasa semakin keras. Chanyeol mengalihkan pandangannya dari wajah menggemaskan Sehun ke arah taman yang penuh dengan orang-orang yang bertujuan sama dengan Chanyeol dan Sehun. Menikmati cuaca yang sangat menyenangkan dan menyegarkan dengan berbagai kegiatan mereka masing-masing. Namun, tiba-tiba matanya tertumbuk pada seorang anak kecil dan sepasang orang dewasa yang berseru dengan gembira. Anak kecil itu terlihat sedang menyemangati ayahnya untuk mengulurkan layang-layang yang sedang mereka mainkan lebih tinggi. Sedangkan sang ibu juga ikut menyemangati kedua namja itu dan mengusak rambut anak kecil itu dengan sayang. Ia melihat adegan itu dengan senyum, ia mengingat kejadian yang sama yang terjadi tidak kurang dari enam bulan yang lalu dan tepat di taman ini.

FLASHBACK ON

" Ayolah Woobin-hyung! Apa gunanya kau pindah dari Seoul jika kau tidak bisa mengulurkan layang-layang! Kau payah, hyung!" kata Chanyeol pada Woobin yang dengan susah payah menaikkan layang-layang mereka agar bisa terbang di angkasa meskipun angin musim semi bertiup dengan cukup kencang.

" Ya! I saekki-ya! Kau pikir ini mudah? Kalau kau bisa coba saja!" oleh Woobin yang mulai terpancing dengan seruan-seruan yang dikeluarkan oleh mulut manis milik Chanyeol. Bagaimana mungkin tidak ia terpancing emosinya, jika sudah setengah jam mereka berada di taman ini untuk menuruti permintaan Chanyeol yang cukup aneh, bermain layang-layang! Dan semenjak setengah jam yang lalu, namja yang sedang mengandung itu tidak melakukan apapun kecuali mengomentari kemampuan Woobin dalam menaikkan layang-layang malang milik mereka yang bisa dikatakan sangat payah itu dengan komentar-komentar sarkastik. Dan adu mulut di antara kedua namja tinggi itupun tidak terelakkan. Dan mood swing Chanyeol selama kehamilannya itu membuat adu mulut semakin bertambah buruk karena di satu sisi ia seing sekali menangis namun, di sisi lain, komentar-komentar pedas sering kali keluar dari mulut manis Chanyeol dan korban kali ini adalah Woobin.

Jongsuk yang saat itu duduk tepat di sisi Chanyeol pun tertawa melihat adu mulut yang sepertinya belum akan berhenti itu. Ia terlihat menikmatinya dan kedua orang yang sedari tadi fokus pada ejekan dan makian terlontar dari mulutnya pun menoleh dan memandang Jongsuk dengan tajam ketika mereka sadar mereka telah ditertawakan oleh Jongsuk.

" YA! LEE JONGSUK/HYUNG! BERANI-BERANINYA KAU/HYUNG MENERTAWAKANKU!" seru mereka berdua bersamaan. Mereka pun memandang lawan adu mulut mereka itu dengan tatapan sengit ketika menyadari kalau kata-kata mereka keluar secara bersamaan. Tawa Jongsuk pun terdengar makin keras dan kedua orang keras kepala itupun maun tidak mau melemparkan death glare mereka pada Jongsuk yang sibuk tertawa dan mencoba meredakan tawanya ketika ia menyadari dua death glare tajam di arahkan padanya.

" Hahaha... kalian sungguh lucu! Hahaha... kalian lucu sekali sama-sama keras kepala dan bermulut tajam. Tidak ada pertengkaran yang lebih lucu ketimbang pertengkaran kalian berdua," kata Jongsuk dengan susah payah untuk meredam tawanya sebelum ia menjadi mangsa kedua namja di hadapannya itu.

" Senang bisa menjadi badut penghibur untukmu, hyung," kata Chanyeol penuh dengan sarkasme. Sedangkan Woobin memilih untuk diam dan ngambek layaknya bocah berumur lima tahun yang baru saja dilarang oleh orang tuanya untuk memakan snack favoritnya.

" Arra, arra, kalian tidak perlu sewot begitu! Sini biar aku saja yang menaikkan layangannya!" kata Jongsuk sambil mengambil benang senar yang berada dalam genggaman Woobin! Dan Voila! Pekerjaan mustahil yang dilakukan oleh Woobin selama setengah jam hanya dilakukan dalam waktu lima menit dan sekarang layang-layang milik mereka sudah terbang di angkasa bersama dengan layang-layang yang lainnya.

" Kau tahun, Bin-hyung? Kau payah!" kata Chanyeol yang kemudian berjalan dengan riang untuk mengambil alih gulungan senar dari tangan Jongsuk. Dan dengan itupun senyum Chanyeol tidak henti-hentinya merekah ketika akhirnya salah satu permintaannya terpenuhi. Sedangkan Woobin semakin terpojok dengan seruan Chanyeol itu. Jongsuk pun berjalan menghampirinya dan kembali membaca buku yang ia bawa.

" Kenapa kau tidak mengatakannya sejak tadi kalau kau bisa melakukannya!. Setengah jam aku harus bertahan dengan omelan anak itu karena gagal berturut-turut!" omel Woobin pada Jongsuk.

" Kau terlihat sangat bersemangat saat bocah itu mengatakan ingin bermain layang-layang, Bin-ah. Jadi aku tidak tega untuk membuyarkan semangatmu itu," kata Jongsuk sambi tertawa dan menepuk pundak Woobin berkali-kali. Woobin pun terlihat semakin merajuk dengan kata-kata Jongsuk barusan. Namun, tak jauh dari tempat kedua sahabat itu bercengkrama, Chanyeol melihat semua adegan itu dengan senyum mengembang di bibirnya.

FLASHBACK OFF

" Ah.. Chogiyo, bolehkah saya duduk di sini?" sebuah suara yang terdengar feminim menyadarkan Chanyeol dari lamunannya tentang kenangan tempat yang bersejarah ini.

Seorang yeoja yang Chanyeol lihat berusia tidak lebih dari empat puluh lima tahunan berdiri di hadapannya dengan seorang bayi mungil dengan wajah yang juga menggemaskan berada di dalam dekapannya. Ia memandang yeoja itu dari atas sampai ke bawah dan mau tidak mau ia pun mengakui kalau yeoja yang ada di hadapannya ini terlihat sangat cantik dan elegan. Namun, melihat bulir-bulir keringan yang muncul di dahi yeoja itu, membuat Chanyeol tersadar dan menggeserkan tubuhnya sedikit untuk memberi tempat pada yeoja itu untuk duduk karena ia sadar yeoja itu pasti sedang sangat kelelahan.

Chanyeol seakan mempersilahkan yeoja itu duduk dengan sedikit menggeserkan tubuhnya sebelumnya, jadi pada detik berikutnya yeoja itupun mendudukkan dirinya tepat di sebelah Chanyeol dan Sehun tentunya.

" Sungguh melelahkan berkeliling taman seluas ini dengan menggendong seorang bayi terlebih lagi di usia yang sudah setua ini," keluh yeoja itu sambil mengambil beberapa buat tissue dari dalam tas yang sedari tadi ia jinjing dan mengelap bulir-bulir keringat yang tercipta di dahinya. Chanyeol mengamati yeoja itu dengan penuh tanda tanya seakan ia mencoba mengingat wajah yeoja di hadapannya ini. Karena secara samar, ia mengingat wajah yang berada di sisinya ini dan tentu saja ia merasa pernah bertemu dengan yeoja ini.

" Tapi, di sini lebih baik ketimbang Seoul yang penuh dengan kendaraan yang berlalu-lalang setiap waktunya. Setiap kali aku datang ke Korea, hanya Seoul-lah yang bisa kukunjungi," cerocos yeoja itu meskipun Chanyeol sama sekali tidak mendengarkan kata-kata yeoja itu dan sibuk dengan ingatannya.

" Eumm.. anak muda, apa kau tidak apa-apa? Kau terlihat seperti batu jika terus saja terdiam seperti itu," tegur yeoja itu dengan suara kekehannya yang lembut.

" Ah.. maafkan aku. Aku mereasa seperti pernah melihat dan mengenal anda, tetapi, entah mengapa aku tidak bisa mengingatnya," kata Chanyeol sambil menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal sama sekali.

" Ah, begitu ternyata. Mungkin kau pernah bertemu denganku di Seoul mungkin?"

" Seoul? Mungkin saja kalau begitu. Lagipula Seoul bukanlah kota yang kecil," kata Chanyeol sambil tersenyum. Yang tidak mereka ketahui adalah, kedua bayi yang berada dalam masing-masing gendongan orang dewasa tersebut mulai bermain atau lebih tepatnya saling memandang satu sama lain dan menyentuh masing-masing bagian tubuh bayi yang berada di hadapannya dengan penasaran. Tatapan mata Sehun masih tetap datar seperti biasanya, namun, senyum kecil yang terlihat riang tersungging di bibir tipis miliknya. Sedangkan bayi yang berhadapan dengannya itu, tertawa-tawa dengan riang.

Suara riang yang terdengar dari mulut bayi mungil itu membuat kedua orang dewasa yang sibuk berbincang itu mengalihkan pandangan mereka ke arah kedua bayi yang seakan-akan sedang bermain satu sama lain. Chanyeol mengulas senyum lembutnya melihat senyum riang muncul dari bibir tipis milik Sehun yang biasanya hanya membentuk sebuah lengkungan jika sedang bersama dengan eomma dan Sungyeol atau melihat samchon favoritnya yaitu Jongin, sedang menderita.

" Kau sungguh manis, Sehunnie. Apa kau menyukai teman main barumu ini?" tanya Chanyeol dengan suara yang menirukan suara bayi pada Sehun. Tawa lebar Sehun menjadi jawaban dari pertanyaan itu dan mau tak mau membuat Chanyeol ikut tersenyum lebar melihatnya.

" Kau bahkan belum berkenalan dengannya, bukan?" tanya Chanyeol lagi. Sedangkan yeoja yang ada di hadapannya kali ini hanya memperhatikan interaksi antara Chanyeol dan bayi yang menurut yeoja itu mirip dengan seseorang yang sangat dikenalnya.

" Kau tidak ingin berkenalan dengan teman barumu, Sehunnie? Ayo, tanyakan siapa namanya," kata Chanyeol.

" Namaku Sehun, siapa namamu?" kata Chanyeol lagi sambil yang mengulurkan tangan mungil Sehun ke arah teman barunya itu dengan suara menggemaskan khas bayi.

" Namanya Luhan, Sehunnie. Dan sepertinya Luhan juga senang berkenalan denganmu Sehunnie," balas yeoja itu sambil balas mengulurkan tangan mungil Luhan ke arah tangan mungil Sehun yang terulur.

" Luhannie sangat menggemaskan, bukan begitu Sehunnie?" tanya Chanyeol pada Sehun yang lagi-lagi hanya di tanggapi dengan senyum riang milik Sehun yang teramat sangat langka dari pandangan mata umum itu.

" Sedikit mengherankan melihat putra bungsuku ini mudah akrab dengan orang lain. Semenjak lahir ia tidak mau digendong selain eomma dan imo-nya. Berbeda dengan kakak kembarnya yang lebih mudah untuk diajak bermain oleh siapa saja. Tapi bukankah Luhan benar-benar bayi yang cantik dan menggemaskan. Itu juga tidak mengherankan mengingat ibunya saja memang cantik, benarkan kataku Luhannie?" puji Chanyeol.

" Kau memiliki putra kembar? Tak disangka mengingat kau terlihat masih sangat muda karena banyak bocah seusiamu yang enggan memiliki anak dengan alasan karir mereka dan sebut aja menantuku dan anak bungsuku adalah salah satu contohnya. Oh dan apa aku terlihat semuda itu untukmu, anak muda?" sambar yeoja itu dengan senyuman miring terpampang di wajah cantiknya setelah mendengar perkataan yang keluar dari namja yang terlihat menggemaskan untuk ukuran seorang namja dewasa itu. Sedangkan Chanyeol hanya mengangguk dengan semangat mendengar pertanyaan yeoja itu.

" Ho ho ho... asal kau tahu saja anak muda, sebenarnya aku adalah nenek dari namja mungil ini. Benarkan Luhannie? Dan asal kau tahu saja, putra bungsuku itu mungkin saja seumuran denganmu saat ini dan lagi sekarang dia sudah menikah. Jadi, tidak mungkin saat ini aku berusia sekitar epmpat puluhan," kata yeoja itu dengan smirk terulas di bibirnya ketika melihat kekagetan Chanyeol yang merasa seakan-akan yeoja itu mengetahui apa yang ingin ia katakan tersebut.

" Perkenalkan namaku adalah Wu Heechul dan saat ini aku memilih untuk mengatakan kalau umurku sudah melebihi kepala enam," kata Heechul masih dengan smirk terlihat di wajahnya. Namun, Chanyeol seakan-akan membeku ketika mendengar nama yeoja yang baru saja ditemuinya ini. Sungguh ia merasa sangat bodoh jika ia melupakan nama Wu Heechul itu dari ingatannya.

x-o-x-o- x-o-x-o- x-o-x-o- x-o-x-o- x-o-x-o

' Jadi bayi yang menggemaskan kemarin itu adalah anak Kris-hyung bersama dengan istrinya. Aku tidak menyangka dapat bertemu dengan keluarga Wu di sini. Tapi yah hal itu mungkn saja terjadi. Sepertinya mereka sedang memberikan penghormatan terakhir untuk Jongsuk -hyung mengingat Jongsuk-hyung adalah kerabat menantu mereka,' gumam Chanyeol dalam hatinya sambil merasakan angin laut pagi yang menerpa dirinya di pantai Homigot, dimana konon dari seluruh sunrise yang bisa dilihat di seluruh Korea, di pantai inilah matahari terlihat pertama kali muncul di seluruh dataran Korea itu.

Matahari baru terlihat sebagian menampakkan dirinya, namun, sinarnya yang lembut membuat siluet patung telapak tangan yang menjadi ciri Homigot itu terlihat sangat indah. Terakhir kali ia mengunjungi pantai ini adalah beberapa saat sebelum ia lagi-lagi harus meninggalkan kota ini. Dan pertemuannya dengan nyonya besar keluarga Wu sekaligus mantan atasan yang sangat jarang ia temui itu membuat hatinya kembali dipenuhi dengan memori manis sekaligus menyakitkan.

' Wu Luhan, nama yang cantik untuk bayi mungil itu. Apa sekarang ia bahagia?' pertanyaan itu mau tak mau membuat dadanya penuh dengan rasa sesak dan sekuat tenaga ia harus menahan air mata yang berlomba-lomba memenuhi mata bulatnya. Rasa sesak itu muncul setiap kali seseorang harus mengingatkannya akan orang yang sampai saat ini masih memenuhi setiap jengkal perasaannya itu. Setahun atau entah berapa lama waktu yang sudah berlalu tanpa ia harus melihat wajah yang menawannya semenjak pertama kali bertatap muka itu, namun, tidak sedikit pun ia bisa melupakan namja itu ditambah lagi dengan kehadiran kedua buah hatinya yang semakin mengingatkannya akan harapan-harapan akan cinta namja itu untuknya di masa lalu.

Namja itu adalah ayah dari kedua buah hatinya yang ditinggalkan dengan rasa cinta sesaat yang selalu ia yakini setiap saat itu. Tidak pernah ada jalinan kasih diantara mereka berdua, namun, dengan teganya namja itu membuatnya berharap.

' Andai ia mencintaiku, maka aku tidak akan menanggung kesedihan sedalam ini.'

' Andai ia bisa menggendong kedua putra yang tidak ia ketahui keberadaannya.'

' Aku ingin Sehun dan Sungyeol merasakan bagaimana rasanya memiliki ayah.'

' Andai aku bisa bertemu dengannya lagi sebelum kepergianku.'

Berpuluh-puluh kata "andai" menenuhi pikirannya dan semakin menambah rasa sesak di dadanya. Rasa sesak karena mengingat masa-masa menyakitkan itu membuat Chanyeol terduduk tepat di kayu pembatas dermaga itu. Ia tidak sanggup menahan rasa sesak yang memenuhi dadanya dan matanya sehingga ia menumpahkan air matanya di atas pangkuannya sendiri. Suara isakkannya tak bisa di dengar jelas oleh orang yang lalu-lalang melintas karena tersamarkan oleh suara deburan ombak yang terdengar keras di telinga mereka, namun, tidak bagi dengan seorang namja dengan tinggi di atas rata-rata.

Namja itu bisa mendegar seseorang di sekitarnya sedang menumpahkan kesedihannya. Ia menolehkan kepalanya memandang sekitarnya dan melihat kemungkinan akan siapa yang sedang mencoba menghilangkan kesedihannya dengan menumpahkannya seperti ombak yang membawa buih-buih itu menjauh ke tengah lautan hingga akhirnya menghilang dan kembali menyatu dengan air laut. Matanya menangkap sosok yang terduduk dengan wajah ditenggelamkan ke dalam pahanya, ia bisa menangkap suara samar yang menyesakkan itu. Namja itu tidak menyadarinya, namun, kaki dan tubuhnya membawa namja itu untuk mendekati sang sumber suara itu.

Namja itu berdiri dengan diam di sisi namja yang sedang menumpahkan kesedihannya. Dan lagi-lagi insting membawanya untuk mengusap surai auburn milik namja yang terduduk itu. Namun, detik berikutnya ia menarik tangannya sendiri karena kaget dengan insting yang ia turuti barusan. Namja yang sedari tadi sibuk menumpahkan kesedihannya pun ikut terlonjak merasakan hangatnya sebuah tangan lebar yang mengusak rambutnya dengan singkat. Chanyeol menghapus lelehan air matanya dengan ujung sweater tebalnya dan mendongakkan kepalanya. Memandang namja yang telah mengganggu acara bersedihnya dengan death glare meskipun matanya terlihat sembab dan membengkak akibat tangisan yang terus-menerus ia tumpahkan itu.

" Mal-maldo a-andwae..."

TBC Everyone...


A/N: hwaaaaaaa... authro lelah! sebenernya bukan karena apa-apa sih cuman internet author aja yang mutusin buat jadi pengkhianat padahal lima menita sebelum author nge-klik itu tombol submit author udah nulis panjang banget lagi dan gara-gara internet s****n itu author jadi harus ngulangin semuanya.. haah.. ya sudahlah...

pertama-tama author lagi-lagi harus minta maaf karena author ngerasa berdosa banget udah nelantarin ff ini lama banget.. hampir sebulan.. yah karena reader tahu sendiri tradisi lebaran itu mengerikan dan malesinnya minta ampun... author terpaksa harus ikut mudik dan larangan buat bawa laptop tercinta itu bikin author nyaris mati kutu gara-gara nggak bisa ngapa-ngapain sekaligus bikin author merasa terhantui sama chapter yang nggak selesai-selesai ini dan author bener-bener minta maaf gara-gara keterlambatan ini *deep bow* oh karena author keterlambatan author juga, author ngucapin selamat hari raya idul fitri 1435 H *telat thor lebaran udah lewat lama!* hehehe... dan sesuai janji author juga, author juga akan ngebales review yang masuk di chapter sebelumnya satu-satu. Yak kita mulai aja nih!

- Dragonius Meidi Lee: makasih udah nungguin! maaf harus bikin chingu nungguin lagi di chapter ini! *dilempar bakiak* gimana? penasarannya udah kejawab belum di chapter ini? kalau belum tunggu di chapter selanjutnya! tularin semangatmu itu ke author biar author bisa update cepet yaaaahhh... makasih udah di review! *peluk cium*

- sayakanoicinoe: Maaf harus nunggu lama chingu... dan maaf lagi karena udah bikin chingu nungguin chapter ini lagi... aku akan usahain chapter selanjutnya lebih cepet dari ini *deep bow* makasih banget udah nyempetin buat ngasih review di chapter 19 chinguu... jangan bosen baca ff ini yaaaa...

- rizqibilla: bener akhirnya satu penghalang Krisyeol sudah hilang tapi kasian juga sih sama characternya eonnie yang author bikin jahat... makasih udah nyempetin buat ngasih review chingu...

- irna-eonnie: maafkan dongsaengmu yang lagi-lagi khilaf ini eonnie! doakan chapter selanjutnya lebih cepet yaaa OTL... tenang eonn ceritanya masih belum selesai kok... baca aja pengungumannya di bawah ntar tahu kok hehehehe... makasih udah ngasih review eonn! *peluk cium* jangan bosen kasih review yaaa XDDD

- NWChenChen: hahahaha... nggak masalah.. yang penting sekarang udah nggak silent lagi hehehehe... laptop itu emang nyawa banget sih kalau sehari aja nggak pegang rasanya gatel setengah mati... berasa kangen aja hahaha *author malah curcol* hehehe makasih udah suka sama ceritanya dan ngasih review juga! selamat datang di dunia Krisyeol punya author yang absurd ini hahaha...

- shin-hy-39: iya lagi-lagi author ngaret... maafkan yaaa... buat chapter sebelumnya sama yang ini juga... kejutannya udah dapet kan chingu? hehehehe... masih kurang? ayo teriakin author yang kenceng biar author bisa pake kekuatan anginnya Sehun sama kecepatannya Kai buat update! makasih udah review di chapter sebelumnya! jangan bosen-bosennya baca cerita ini yaaa XDD

- ayumKim: sehun waktu bayi itu emang imut banget deh! *bayangin di kepala author* hehehehe... jangan lempar author pake bakiyak gara-gara update lelet lagi masih penasaran... jangan lupa baca sequelnya kalau chapter depan udah di post yaak! makasih udah nyempetin buat mapir dan ngasih riview *peluk cium* *ditendang ke mars*

- Yulika19343382: Iya saeng akhirnya author ini update lagi... maaf ya udah lama updatenya *deep bow bareng channie*... tunggu chapter depannya lagi kalau masih penasaran! huahahahaha *ketawa epil* doakan moga chapter depan lebih cepet dari pada ini! *author berapi-api* makasih udah ngasih review ya saeng! *peluk cium*

- adilia-taruni-7: yak semangat! makasih udah di riview yaaaa... jangan bosen baca ff ini kyaaaaa XDDD

- Lulu Auren: yaaaaa... author aneh muncu lagi... maaf ya chapter ini lama lagi... sempet kasihan sama eonnie antagonis waktu author mau bikin si eonnie meninggal.. tapi mau gimana lagi, harus udah dari rencananya... ntar kalau nggak meninggal bakalan lebih ribet di sequelnya.. dan author bakalan lebih pusing lagi mikirin gimana kejahatan itu makin panjang hehehe... doakan moga-moga chapter depan lebih cepet yaaa... makasih udah setia ngasih reviewnya! dan jangan lupa baca pengunguman setelah sesi jawab-menjawab ini! penting mungkin hehehe...

- Bubblegirl1220: maafkan aku yang lagi-lagi lama update nyaaaa mungkin chingu masih harus sabar lagi karena krisyeol bakalan belum bersatu walaupun di chapter depan tapi ntar bakalan author bikin mereka buat sering ketemu kok hehehehe... makasih udah nungguin sampe lupa alur ceritanya begitu *dasar author payah!* makasih udah review walaupun doanya belum ampu buat ngatasin ngaretnya author moga-moga chapter depan lebih cepet lagi! amin! jangan bosen baca ff gaje ini yaaa...

- Misyel: Maafkan aku! udah bikin chingu nungguin lagi! *deep bow* tapi tenang krisyeol momen yang banyak di chapter selanjutnya... makasih banget udah stay tunu di ff ini *nangis terharu*

- Lee Jong ByunWu: Terharu banget waktu chingu bilang ini the best ff ever. author merasa masih jauh dari itu tapi kalau ff ini disukai aja author udah seneng banget! apalagi kalau itu bisa bikin ching menghayati banget ff ini... dan author juga ngucapin belasungkawa author kalau chapter sebelumnya udah ngingetin chingu sama eomma chingu yang udah ada di sana.. semoga eomma chingu tenang di sana selamanya... author ngucapin makasih banget karena chingu udah muji ff ini sekaligus nyempetin buat ngeriview ff ini hehehehe... jangan bosen baca ff ini yaaa XDD

- enchris-727: yak maafkan author yang lagi-lagi telat update *sembah sujud* hehehe... makasih banyak udah ngasih review lagi! chingu baca pengunguman di bawah aja biar tahu tentang kejelasanya biar lebih jelas hehehehe... makasih udah nyempetin baca sekali lagi! jangan bosen-bosen baca ff ini yaaaa...

- AQuariisBlue: Tenga aja... lama-lama yeol juga bakalan bisa nerima kepergian Jongsuk kok... jadi chanyeol nggak bakal berlarut-larut lagi sedihnya soal Jongsuk.. kalau yang lainnya yahhh... hehehehe *senyum epil* nantikan lanjutannya hahahaha... makasih udah setia baca dan review ff ini! XDD

- krisyeol: lni udah update lagi chingu! makasih udah nyempetin ngasih riview! XDDD

yak ini pengunguman yang author janjikan soal kejelasan sequel dan ff ini...

pertama, alasan author buat namatin ff ini adalah latar belakang author yang udah mulai bosen sama judul ini dan lagi cerita ini udah terlalu panjang di jadi sedikit nyusahin author setiap kali author mau nge-review balik cerita-cerita sebelumnya...

dan alasan yang kedua adalah karena sebenernya author bikin ff ini ada beberapa latar waktu yang loncatnya sampe beberapa tahun dan author ngerasa nggak nyaman kalau harus ngelanjutin satu cerita dengan latar waktu yang loncatnya sama bertahun-tahun jadi author putusin buat yang loncatan waktunya itu author jadiin cerita baru yang sequel dari ff ini hehehehe... jadi walaupun ntar ending di bagian ini sedikit nggak enek jangan salahkan author yaaa... soalnya author emang ngerencanain happy ending buat krisyeol kok tenang aja... hehehehehe...

dan lagi sebenernya author udah nyoba buat ngetik lanjutannya itu di dalam judul ini dengan chapter baru dan hasilnya bikin author rada males gitu jadi author putusin itu plot buat sequelnya hehehehe...

Oh dan sampe kelupaan lagi... makasih banget buat ren tobi yang udah nge PM author dan bikin author sadar dari kepikunan author karena udah nelantarin chapter 18 kemarin... makasih banyak banget! *deep bow*

Untuk yang mau ngingetin author atau pengen temenan sama author silahkan PM author untuk tanya apa aja... atau sekedar pengen neriakin author gara-gara kelamaan update hehehehehe...

sekali lagi terima kasih semua atas follow, favorit dan review readers tercintah di ff ini hahahaha.. jangan bosen-bosen buat ngeriview ff ini yaaa.. hohohohohoho... salam Krisyeol dan lestarikan ff krisyeol yang mulai langka se-langka badak bercula satu *apa hubungannya coba* tapi author beneran ngerasa keadaan ini ngenes *kibar bendera KYS* !

Regards,