Warning : T semi M rate, some OC, maybe OOC, typos, ada chara minor.
If you wanna fully understand the story you can read Neverland and Side Story.
Genres : Adventure/Fantasy/Friendship/Humor/Romance.
Pair : Akan diketahui seiring berjalannya alur (berniat SasuSaku). Other hints.
Disclaimer : I do not own Naruto, they're belong to Masashi Kishimoto (except the OC) and Joker is ours.
This story belong to Riyuki18, dedicate to all reader and please do not copy paste this story without our permission.
.
Please enjoy it!
.
NEVERLAND 2 : SAVE THE WORLD
Chapter 20
(Seeing Neverland Again!)
.
.
Pada chapter sebelumnya terjadi pertempuran antara Kuro melawan Yagura, Hotaru, Zabuza dan Haku. Para NPC lain berdatangan menyelamatkan Kuro sekaligus untuk mencari Sakura. Sakura yang sedang tak dijaga bertemu Utakata dan pemuda itu membawa Sakura pergi! Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
"Keterlaluan dia! Kita harus segera mengejar Utakata dan Sakura!" kata Naruto sambil melepaskan kartu-kartu yang melekat pada tubuhnya. "Sial, sial!" umpat pemuda itu yang kesal karena dia sama sekali tak berdaya saat menghadapi Utakata.
"Tapi apa dia benar-benar Joker? Kenapa dia sedikit berbeda dari Joker yang kutahu dari game, ya… " celetuk Tenten yang tidak begitu yakin kalau Utakata itu benar-benar Joker karena ada perbedaan fisik antara Utakata dengan sosok Joker di game.
"Dia bukan Joker," balas Sasuke dengan yakin. Tentu saja dia tau seperti apa Joker yang sebenarnya.
"Ka-kalau dia bukan Joker, ke-kenapa dia menyebut dirinya se-sebagai Joker?" tanya Hinata yang bingung kenapa Utakata menyatakan dirinya sebagai Joker kalau dia bukanlah Joker.
"Pasti ada suatu alasan yang membuatnya mengakui kalau dirinya adalah Joker," balas Neji sambil sedikit bersunggut-sunggut.
"Ah, itu semua tidak penting! Yang penting sekarang kita harus segera menyusul Sakura!" sambar Naruto yang saat ini sudah terbebas dari ikatan kartu yang tadinya menjerat tubuhnya. Pemuda itu bergegas berdiri dan berniat untuk pergi mencari Sakura tapi langkahnya dihentikan oleh Kiba dan Shino.
"Tunggu dulu, Naruto!" Kiba bergegas menarik lengan baju Naruto.
"Kita tak bisa menunggu lama lagi, Kiba!" balas Naruto sambil menjambak rambutnya sendiri dengan frustasi saat melihat teman-temannya terkesan begitu santai. Ini menyangkut nasib Sakura yang bersama Utakata. Gadis itu pasti sekarang sedang ketakutan, kedinginan dan mungkin kepalaran (?), abaikan pikiran Naruto yang sedikit berlebihan, pada intinya dia sangat mencemaskan Sakura.
"Aku tau kau mencemaskan Sakura tapi jangan terburu-buru! Lagipula, apa kau tau kemana Utakata membawa Sakura pergi?" kata Kiba lagi sambil mendengus melihat kecerobohan Naruto yang kembali kumat seperti biasa, selalu bertindak duluan sebelum berpikir.
"Ka-kalau itu aku juga tidak tau… Tapi kita bisa mencari mereka kalau kita berkeliling Konoha!" jawab Naruto sambil terdiam sejenak. Jujur, dia juga tidak tau harus melakukan apa dan bertindak apa untuk mencari Sakura.
"Kau ini kebiasaan, selalu melakukan segala sesuatunya karena emosi!" sambar Shino yang setengah memarahi Naruto. "Kita tidak boleh bertindak gegabah dan mencari Sakura secara asal! Bisa-bisa kita malah terperangkap oleh jebakan lawan!" katanya lagi sambil geleng-geleng dan meminta agar yang lainnya tidak ikutan gegabah seperti Naruto.
"Kalian semua juga ada disini?" sambar seseorang yang tiba-tiba muncul disana yang tak lain adalah sosok Kaze yang muncul disana dengan NPC lainnya. Pemandangan ini tentu membuat Naruto dan kawan-kawan sempat tertegun heran dan merasa tak percaya dengan yang mereka lihat. Bahkan Naruto dan Sasuke sendiri ikut terkejut bertemu dengan para NPC yang sedang berkumpul secara bersama-sama itu sekaligus.
"Ka-kalian… " Ino yang terlihat paling terkejut diantara semuanya akhirnya pingsan di tempat.
Brukh!
Gadis itu langsung terjatuh begitu saja. Untung Hinata dan Tenten langsung cepat tanggap dan menahan tubuh temannya itu sebelum menyentuh tanah.
"I-Ino!" teriak Tenten dan Hinata yang bingung melihat temannya pingsan.
"Ah, bikin repot saja." Shikamaru hanya bisa memasang wajah malas saat melihat Ino yang pingsan karena kaget setelah melihat para NPC itu.
"Ngomong-ngomong kenapa kalian semua bisa ada disini?" tanya Sasuke yang sepertinya sudah bisa mengendalikan rasa terkejutnya. Begitu juga Naruto yang sudah bisa bersikap biasa.
"Kami semua kemari karena panggilan Sakura. Apa kalian melihatnya? Tadi dia ada disini," jawab Aki yang menjelaskan alasan kenapa mereka semua bisa berkumpul dalam satu tempat seperti sekarang ini. NPC itu sekarang menanyakan keberadaan Sakura yang sempat dia tinggal sebelumnya.
"Sakura dibawa pergi oleh Utakata yang mengaku sebagai Joker. Apa kalian kenal dia?" balas Sasuke sambil menceritakan perihal Utakata, siapa tau para NPC itu mengetahui mengenai Utakata dan dapat memberikan petunjuk bagi mereka.
Para NPC itu terdiam dan saling pandang satu sama lain setelah itu mereka sama-sama menggeleng lemah. Tak ada satupun yang tau mengenai Utakata.
"Tidak, kami tidak tau siapa itu Utakata. Karena setau kami Joker itu hanya ada satu," jawab Arkhan yang menegaskan kalau tak ada Joker lain dan Joker itu memang hanya ada satu di Neverland.
"Ka-kalau begitu kita harus bagaimana?" tanya Hinata yang sedang memegangi Ino bersama Tenten.
"Kemungkinan Sakura dibawa kembali ke Neverland," kata Chie sambil mengira-ngira kemungkinan Utakata membawa Sakura ke Neverland untuk diserahkan kepada Alice.
"Kita harus kesana dan mencari Sakura!" sambar Naruto dengan menggebu-gebu yang dibalas sebuah anggukan setuju dari Sasuke. Tampaknya kedua pemuda itu sudah bertekad untuk melakukan apapun demi mencari sahabatnya itu.
"Datang ke Neverland bukanlah perkara mudah, apalagi kalau kalian kesana tanpa adanya persiapan!" balas Arkhan dengan cepat yang sepertinya dia kurang setuju kalau Naruto dan kawan-kawannya datang ke Neverland.
"Heh? Kenapa? Bukankah sebelumnya kami juga pernah kesana?" tanya Naruto yang terlihat protes saat melihat sikap Arkhan yang sepertinya tidak setuju kalau dia bersama yang lain datang ke Neverland. Sementara teman-temannya yang lain hanya memandang bingung pada Naruto, apa maksudnya mereka pernah ke Neverland sebelumnya? Hal itu menjadi sebuah tanda tanya.
"Tapi saat ini keadaannya jauh berbeda dari sebelumnya, karena sekarang kalian sama sekali tidak memiliki kekuatan. Berbeda dari yang dulu saat kalian masuk sebagai karakter dan membawa semua kemampuan karakter kalian." Arkhan akhirnya menjelaskan kenapa dia kurang menyetujui kalau Naruto dan kawan-kawan ke Neverland. Masuk ke dunia itu tanpa membawa kekuatan sama saja mencari mati. Monster dimana-mana juga bahaya disana-sini, sebelum mereka menemukan Sakura, bisa-bisa mereka duluan yang berakhir dengan tragis.
"Kami terima resiko itu!" balas Sasuke dengan cepat. Tampaknya pemuda itu benar-benar serius dan sudah membulatkan tekadnya. Arkhan dan yang lain terdiam sejenak. Masing-masing dari NPC itu terlihat sedang berpikir apa yang sebaiknya mereka lakukan.
"Baiklah tapi hanya kalian berdua saja. kami tak ingin memancing keramaian dan kecurigaan kalau membawa kalian semua masuk ke dalam Neverland." Akhirnya para NPC itu menyetujuinya dengan syarat mereka hanya akan membawa Sasuke dan Naruto ke dalam Neverland.
"Hanya kami berdua saja ya… " Naruto terdiam lalu berputar ke belakang menatap teman-temannya yang tampak kecewa karena mereka semua tak bisa ikut bersama Naruto dan Sasuke.
"Kalian pergi saja, kami akan menunggu disini," kata Neji yang memberikan kepercayaan kepada kedua temannya itu untuk mencari Sakura.
"Terima kasih! Kami tidak akan membuat kalian kecewa dan membawa Sakura kembali!" balas Naruto sambil mengepalkan tangannya yang membuktikan tekad kuatnya.
"Aku, Kaze dan Aoki akan mengantar kalian ke Neverland," kata Arkhan yang akan menjadi petunjuk jalan bagi Naruto dan Sasuke di Neverland nanti.
"Kalian semua hati-hati!" kata Lee sambil mengacungkan jempolnya pada Naruto dan Sasuke.
"Tentu saja! Tunggu kabar baik dari kami!" balas Naruto sambil memamerkan cengiran lebar yang menjadi ciri khasnya. Kedua pemuda itu akhirnya berjalan mengikuti Arkhan, Kaze dan Aoki yang sudah berjalan di depan mereka. Sementara teman-temannya yang lain hanya bisa menatap sosok kedua temannya bersama ketiga NPC itu perlahan menghilang dibalik kegelapan hutan.
"Se-semoga mereka berdua bisa me-menemukan Sa-Sakura," kata Hinata penuh harap yang dibalas anggukan kecil dari yang lainnya.
"Lebih baik kalian kembali," kata Kisa yang menyuruh teman-teman Naruto yang lain untuk pulang dan menyerahkan semuanya pada Naruto dan Sasuke karena hanya itu yang bisa mereka lakukan saat ini.
"Lalu apa yang mau kalian lakukan?" tanya Shino kepada sisa para NPC yang masih tinggal disana.
"Kami akan mengobati luka Kuro dulu, setelah itu kami akan mencari Marie." Chie menjawab sambil membantu Kuro berdiri yang kondisinya terlihat kurang baik akibat beberapa serangan yang diterimanya dari Yagura Cs.
"Huaaaah!" saat itu Ino terbangun dari pingsannya. "Kalian tau tidak? Tadi ada NPC Neverland yang berkumpul disini! Kurasa aku salah lihat tadi, hahahaha!" kata gadis itu dengan heboh.
"Kau itu tidak sedang bermimpi Ino! Mereka memang benar-benar ada, lihat saja!" Chouji berceletuk sambil menunjuk para NPC yang masih berada di depan mereka.
"A-astaga… Ka-kalian sungguh-sungguh nyata?" Ino segera memalingkan wajahnya ke arah depan kembali dan mendapati para NPC itu tengah menatapnya dengan heran. Akhirnya Ino malah kembali pingsan yang harus terpaksa kembali ditopang oleh Tenten dan Hinata.
"Sepertinya kami harus membawa Ino pergi dulu dari sini," kata Shikamaru sambil menepuk jidatnya sendiri melihat Ino yang dari tadi terus pingsan karena melihat kehadiran para NPC itu.
"Kami mengerti," balas para NPC itu yang memahami kondisi tersebut. Akhirnya satu-persatu anak-anak itu mulai meninggalkan hutan tersebut.
Sunagakure…
.
.
Di Sunagakure tampak kesibukan masih terlihat. Mereka semua sibuk membuat fighting glove yang rencananya mau disebarkan keempat Negara sisanya. Mereka membuatnya sebanyak mungkin, karena tak ada satupun dari mereka yang tau kapan serangan dari Neverland itu akan datang. Mereka benar-benar berpacu dengan waktu.
"Sudah ada berapa buah fighting glove, Ivan?" tanya Ash pada Ivan yang menjadi pemimpin pembuatan fighting glove tersebut.
"Sudah ada seratus lebih sepertinya dan kurasa itu belum cukup… " jawab Ivan yang terlihat belum puas dengan hasil yang mereka kerjakan.
"Jangan terlalu memaksa Ivan, kita harus menjaga stamina kita! Kalian sudah melakukan yang terbaik bisa membuatnya sampai seratus lebih hanya dalam waktu beberapa hari saja!" sambar Shun yang ternyata juga ikut membantu disana. Pemuda itu menepuk pundak Ivan dan menasehatinya agar tidak terlalu keras bekerja.
"Shun benar, ada baiknya kau istirahat sebentar. Biar urusan disini kami yang tangani," kata Hery yang setuju dengan Shun agar Ivan istirahat sejenak. Bagaimana tidak? Pemuda itu bekerja dengan keras dan hanya tidur 4 jam sehari. Ivan bisa drop kalau terus-menerus memaksakan diri seperti ini.
"Ivan istirahatlah, kami juga tidak mau kau sampai sakit. Ingat kami masih membutuhkanmu," sambung Gaara yang sependapat dengan Hery dan Shun.
"Baiklah kalau begitu, urusan disini aku serahkan pada kalian." Ivan akhirnya menuruti perkataan ketiga temannya untuk istirahat sejenak. Mungkin tidur beberapa jam cukup baginya untuk memulihkan kembali tenaganya yang terkuras cukup banyak. Pemuda itu kemudian berjalan keluar.
"Lalu bagaimana denganmu Shirawasi? Apa kau sudah mengirimkannya pada yang lain?" kali ini giliran Ash yang mengecek perkembangan komunikasi Shirawasi dengan beberapa orang temannya.
"Sudah beres dan mereka akan menginstall game tersebut," jawab pemuda itu berambut biru itu.
"Bagus kalau begitu tinggal tugasku," balas Ash yang sepertinya akan menjalankan rencananya.
ooo
Back to Konohagakure…
.
.
Sementara itu Neji dan yang lainnya kini sedang berada di taman kota Konoha. Mereka mencoba untuk menyadarkan Ino yang tadi sempat pingsan dua kali.
"Mmmh… " setelah beberapa saat akhirnya gadis bermata aquamarine itu sadar. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali dan melihat semua teman-temannya yang berdiri di dekatnya satu-persatu.
"Dimana ini? Kenapa banyak orang sekali?" tanya gadis itu sambil bangun dari posisi tidurannya dari bangku taman. Ino melihat kesekeliling dan menyadari dirinya sudah ada di taman kota. "Kalian tau… Tadi aku melihat begitu banyak NPC dari Neverland! Aku rasa aku bermimpi tapi sepertinya itu bukan mimpi… " kata Ino yang kembali membahas mengenai penampakan para NPC dari Neverland yang dia lihat. Sampai sekarang Ino masih ragu apakah yang dia lihat itu benar-benar nyata ataukah dia hanya bermimpi saja.
"Kau itu payah! Yang kau lihat itu benar-benar nyata, bukannya mimpi!" kata Shikamaru setengah mencibir Ino yang baru begitu saja sudah pingsan. Ino hanya bisa memanyunkan bibirnya dan balas mencibir Shikamaru.
"Eh, Naruto dan Sasuke kemana?" tanya Ino setelah menyadari kedua pemuda itu tidak ada diantara teman-temannya.
"Na-Naruto da-dan Sasuke pergi ke Neverland be-bersama Arkhan, Ka-kaze dan Aoki untuk mencari Sakura yang dibawa Utakata," jawab Hinata yang menjelaskan kemana perginya kedua pemuda tersebut.
"Ke Neverland?" Ino nyaris saja berteriak keras setelah mendengar jawaban dari Hinata. Matanya membelalak dan merasa tak percaya kalau kedua temannya pergi ke Neverland.
"Ino, kau berisik!" omel Tenten yang segera memasang deathglare menyuruh gadis itu untuk tenang.
"Sudahlah kita serahkan saja pada Naruto dan Sasuke," kata Neji sambil setengah menghela napas. "Sekarang kita pulang dulu dan menenangkan diri sejenak dari keadaan ini, sekalian kalau diantara kalian ada yang bertemu Marie katakan padanya kalau NPC lain sedang mencarinya," sambung pemuda itu yang terlihat sedikit lelah. Neji meminta pada yang lain untuk memberi kabar kalau mereka bertemu dengan Marie.
"Aku setuju." Shino langsung mengangguk menyetujui perkataan Neji. Yang lain tak ada lagi yang berkomentar, mereka juga sependapat dengan Neji. Saat ini mereka memang perlu istirahat untuk menenangkan diri dari semua kejadian ini. Akhirnya para remaja Konoha itu pergi meninggalkan taman kota Konohagakure.
Inside Neverland…
.
.
Sementara Naruto dan Sasuke sudah tiba di dalam Neverland. Kedua pemuda itu sempat terpukau takjub saat melihat Neverland untuk yang kedua kalinya lagi. Benar-benar sebuah pemandangan yang luar biasa.
"Kalian sudah siap?" perkataan Arkhan membuyarkan rasa takjub dan pesona yang ada di dalam benak Naruto dan Sasuke. Keduanya sadar saat ini ada hal yang lebih penting daripada sekedar berdiam diri menikmati pemandangan alam yang ada di Neverland.
"Kami siap!" jawab Naruto dan Sasuke berbarengan. Kemudian kedua pemuda itu menapaki sebuah jalan mengikuti langkah kaki Arkhan, Aoki dan Kaze yang berada tak jauh di depan mereka.
Mereka berlima menelusuri jalanan hutan yang begitu rindang, penuh pepohonan dan banyak di huni para peri-peri kecil. Kemungkinan besar saat ini mereka berada di hutan yang berada dekat dengan desa para peri.
"Ngomong-ngomong, apa kalian tau kemana Sakura dibawa oleh Utakata?" tanya Naruto sambil sesekali menyibakkan tirai dedaunan yang menghalangi langkahnya. "Apa Sakura benar-benar dibawa ke Neverland?" tanyanya lagi yang entah mengapa jadi merasa sedikit tak yakin.
"Justru karena itu kita pergi mencari tau kemari," balas Aoki sambil setengah melirik ke belakang.
"Kalau Sakura ada disini, kita pasti akan bisa menemukannya. Pasti mereka belum lama sampai disini, kita bisa tanya dengan para peri hutan," balas Kaze sambil menunjuk ke arah peri hutan dan disana terlihat ada cahaya yang berkerumun. Kemungkinan besar disana ada para peri yang sedang berkumpul.
"Ayo cepat kesana!" akhirnya malah Naruto yang berlari duluan menuju kumpulan cahaya tersebut.
"Huaaaaah mereka benar-benar peri seperti yang ada di dalam game!" seru Naruto yang menatap takjub saat melihat sekumpulan peri kecil yang sedang bermain, berterbangan kesana-kemari. Tapi sayangnya kedatangan Naruto membuat para peri itu terkejut, sehinggan mereka segera terbang cepat bersembunyi di balik pepohonan dan semak-semak yang ada di sekitar sana.
"Kau bodoh!" sambar Sasuke yang kesal karena para peri itu akhirnya berlarian. Sekarang akan sulit bagi mereka untuk mencari jejak Sakura.
"Maaf, Sasuke! Aku kan hanya ingin menyapa mereka saja tadi!" balas Naruto yang jadi merasa tak enak karena ulahnya. Sasuke hanya mendengus sebal.
"Sudahlah, mereka banyak berkeliaran di sekitar sini. Kita terus saja berjalan, nanti juga ketemu," kata Arkhan dengan bijak agar tidak terjadi pertengkaran diantara Sasuke dan Naruto. Mereka kembali melanjutkan perjalanan kembali menelusuri hutan.
Tapi belum lama berselang mereka menemukan sosok lain yang berada di tengah hutan. Sosok itu sedang berdiri diantara para peri sambil membawa sebuah benda yang memantulkan cahaya putih kebiruan di dalamnya.
"Ada seseorang disana!" kata Naruto sambil menunjuk sosok tersebut dan bergegas berlari menghampirinya dengan semangat. Berharap dia bisa menemukan Sakura disana.
"Naruto tunggu!" Sasuke yang melihat Naruto berlari duluan langsung menyusulnya. Dia heran kenapa Naruto masih saja belum kapok-kapok dengan semua kecerobohan yang dia perbuat. Ketiga NPC lainnya juga mengikuti kedua pemuda itu.
"Hey, kau!" Naruto berhenti tepat di depan sosok yang sekarang sedang memperhatikan Naruto . tapi raut wajah Naruto berubah menjadi pucat saat menatap sosok tersebut. "Ka-kau… Re-Rei?" tanya Naruto terbata-bata saat mengenali wajah sosok tersebut yang mirip dengan wajah Rei.
"Naruto! Kau ini masih belum kapok juga? Hey, kau kenapa?" Sasuke yang baru sampai langsung menepuk pundak Naruto dan menatap heran pada temannya yang sekarang sedang memasang raut wajah pucat dan tampak sangat terkejut. Sasuke kini menoleh ke arah depan dan mendapati sosok yang membuat Naruto terdiam seperti saat ini.
"Rei?" hanya satu kata itu yang mampu dilontarkan Sasuke karena dia juga sama terkejutnya seperti Naruto. Kenapa bisa ada sosok yang mirip dengan Rei di dalam Neverland. Sasuke sekarang malah berpikir kalau sosok di depannya itu hanyalah tipuan, sama seperti sosok Itachi yang pernah muncul di hadapannya dan berusaha untuk menghasut dirinya.
"Kalian dari dunia luar… Siapa kalian?" tanya sosok itu dengan dingin sambil mengarahkan sebuah lampu biru ke arah Sasuke dan Naruto. Membuat Naruto dan Sasuke harus sedikit menyipitkan mata dari cahaya terang yang dikeluarkan lampu tersebut.
"The hermit! Akhirnya kau muncul juga!" sambar Kaze saat mengenali sosok tersebut sebagai salah satu dari NPC pemegang relics yang berjuluk The hermit.
"Kalian semua ada disini?" sosok itu tampaknya cukup kaget melihat Aoki, Kaze dan Arkhan datang bersama dengan kedua pemuda itu. Hal yang luar biasa menurutnya karena biasanya para NPC itu lebih suka bertindak sendiri-sendiri. Pasti ada sesuatu yang membuat mereka bisa bersama-sama seperti itu.
"Kebetulan sekali kau ada disini. Apa kau melihat dua orang yang melintas disini?" tanpa membuang waktu lagi, Kaze segera bertanya pada the hermit. Mungkin saja NPC itu melihat Sakura dan Utakata melewati tempat tersebut.
"Memangnya siapa yang sedang kalian cari?" NPC itu malah bertanya balik pada Kaze. Jujur saja sekarang dia malah merasa penasaran, siapa yang sedang dicari ketiga NPC itu apalagi sampai membawa-bawa orang luar ke dalam Neverland.
"Kami mencari Sakura, tentu kau sudah tau mengenai gadis itu, kan? Dia dibawa oleh Utakata dan kemungkinan mereka ada di Neverland." Kata Aoki yang mengatakan kalau Sakura ditangkap oleh Utakata dan mungkin pemuda itu membawa Sakura ke Neverland.
"Kalau begitu serahkah itu padaku," balas the hermit dengan cepat dan segera berbalik dari sana.
"Tunggu dulu! Apa maksudnya dengan serahkan saja padamu? Apa kau tau dimana Sakura dan Utakata?" tanya Naruto yang heran dan bingung dengan perkataan NPC tersebut. Sang hermit tak berkomentar apa-apa. Dia hanya melirik Naruto dan Sasuke sesaat, kemudian dia berjalan lurus ke depan.
"Kami akan berada disini kalau kau membutuhkan kami!" Kaze meneriakkan NPC tersebut yang sudah berada di kejauhan berharap NPC itu mendengarkannya.
"Lalu sekarang apa?" tanya Sasuke yang terlihat sudah bosan berdiri di tengah hutan lama-lama begitu.
"Kalian kembali saja… Biar kami yang menunggu disini dan kalau ada kabar atau kami sudah menemukan Sakura, kami akan mengembalikannya." Arkhan kemudian menyuruh Naruto dan Sasuke untuk kembali saja ke Konoha dan mereka yang akan menunggu kabar dari hermit mengenai Sakura.
"Apa boleh buat, kita kembali… " Sasuke hanya bisa menghela napas pasrah. Meskipun sedikit kesal karena jauh-jauh datang ke Neverland ternyata mereka harus kembali lagi ke Konoha tapi dia juga tak bisa memaksa kalau para NPC itu mau mempercayakan urusan Sakura pada NPC yang wajahnya mirip dengan Rei itu.
Akhirnya Arkhan mengantarkan kedua pemuda itu kembali ke Konoha. Apa yang akan dilakukan the hermit? Bukankah dia salah satu pengikut Alice? Dimana sebenarnya Sakura berada?
TBC…
A/N : Harusnya saia membuat adegan Sasuke dan Naruto yang kembali ke Neverland sambil terharu-biru tapi mereka berdua malah berakhir layaknya bola pingpong yang mondar-mandir hahahaha... Otak saia sedikit rusak pas nulis bagian ini. Ino disini malah menjadi lebay, ya? Pingsan sampai berkali-kali begitu. Sepertinya sekarang saia harus mengetik cerita ini tanpa Riku. Dia mengetik cerita lain yang mungkin tahun depan dipublish... Tapi dia berjanji untuk tetap bantu mengetik dan lewat email, semoga saja jarak diantara kami tidak menjadi penghalang dan semoga cerita ini terus bisa kami lanjutkan sampai tamat.
Untuk teman-teman semuanya terima kasih atas semua supportnya kepada kami, juga saran serta kritiknya. Jangan ragu bila ingin menyampaikannya (selama kalian menyampaikannya dengan baik dan sopan). Buat yang sedang ujian ayo berjuang! Semoga cerita ini bisa kalian baca untuk melepaskan stress.
.
.
"HAPPY READ MINNA!".
