Xdhinnie0595 mempersembahkan

Not Over You II

Romance, Drama and Yaoi ( BoysLove )

LuHan, Oh Sehun and Jing Boran with another cast ( akan bertambah sewaktu-waktu )

M (Mature) berkonten dewasa 18++

Chaptered

.

Warning : yaoi area gk suka manxman gk usah baca!/ cerita no plagiat author masih bisa berpikir buat cerita sendiri tanpa menjiplak cerita orang lain/ cerita berkonten dewasa yang ngrasa dibawah umur disarankan jangan membaca!/ cerita pasaran dan gaje/ tidak sesuai EYD atau kalimat tidak efektif/ banyak typo dimana-mana, kalo gk suka sama typo gk usah dibaca!

Dan selamat menikmati^^

.

.

¤ Not Over You II ( Season 2 ) ¤

.

..

Chapter 01

..

.

Pagi menjemput terjadi dengan begitu cerahnya seperti halnya dengan pagi sebelum-sebelumnya, namun kali ini terasa lebih cerahnya hingga tak mampu membuat kedua sepasang kaum adam ini menunjukan gerak dari keduanya. Terlelap damai dibalik selimuti putih dalam posisi saling memeluk satu sama lain. Menunjukan begitu nyamannya mereka dalam posisi seperti itu walau harus terjadi lama jika bisa terjadi, atau bahkan tak perlu berhenti seperti itu? Yang pasti keduanya betah berlama-lama dalam pelukan mereka.

Tapi pagi memang tak bisa dihiraukan begitu saja, karena pagi adalah awal untuk melakukan segala aktifitas para mahkluk hidup di bumi seperti biasanya. Dan dari keduanya salah satunya dari mereka mulai menunjukan pergerakan lain. Suara cicitan kecil dan menggeliat seperti bayi pria yang lebih kecil melepaskan pelukan mereka.

Bergerak lebih sebelum sepasang manik bak rusa beningnya terbuka perlahan dengan indah, sepenuhnya lalu berkedip lambat beberapa kali. Sehingga matanya lebih dulu mendapati wajah damai sosok lain didepannya. Ia mengulum senyuman simpul untuk pagi ini. Mendekat pada sosok lain itu dengan satu tangan membelai wajah tampan disana. Menit berikutnya matanya sempat-sempat bergulir kecil hanya sekedar melirik jam weker diatas nakas kecil sebelah ranjang. Sedikit membola mendapati kini jam menunjukan pada pukul 07.37 kst. Saat itu ia terpaksa membangunkan prianya sekarang dan ia bergegas membersihkan diri lalu memasak untuk sarapan.

"Sehun-ah bangun sudah pagi!" ujarnya agak bersuara serak khas orang bangun tidur.

"Hun-ah ayo bangun heoh!"

"Nghh...sebentar Luhhh aku ma-sih ngantukhh..." suara tak kalah parau ia dapatkan dari prianya itu.

"Tapi ini sudah hampir siang dan aku ada kelas jam 9 nanti."

Untuk beberapa detiknya terlewati dengan hening tanpa ada pergerakan lain dari yang dibangunkan, Luhan jadi tau selama ini membangunkan Oh Sehun dalam tidurnya adalah hal yang cukup sulit ia lakukan. Apa lagi jika bangun diwaktu sepagi dari hari ini Luhan pasti tak hentinya menghela nafas jengah.

"Sehun-ah~" maksa merengek sejenak dengan menggoyangkan tubuh yang lebih besar itu.

"Ohhh baiklah aku bangunn, jadi jangan merengek seperti itu rusaku!"

Rengekan ala Luhan memang yang terbaik dan salah satu kelemahan dari Sehun. Pria itu pun akhirnya membuka paksa kedua matanya. Bangun dari posisi rebahnya dengan duduk malas memandang wajah Luhan yang juga lebih dulu duduk. Saling bertatapan sebelum Sehun memasang wajah berengut ditambah bibir yang maju lebih maju kedepan.

"Morning kiss?" -ini kebiasaan yang tak bisa dihilangkan.

Cup!

"Sudah dan aku mandi lebih dulu..."

"Yak! Apa itu? Masih kurang sayangg..." suara teriakan Sehun mengawali hari mereka pagi ini.

Sementara Luhan sudah berlari kabur memasuki kamar mandi mereka, usai hanya memberikan sekedar kecupan kilat dibibir ia pun langsung kabur dari prianya. Tanpa menghiraukan rasa kesal dari pria pucat disana. Hingga ia hanya bisa terkekeh geli didalam kamar mandi.

.

.

Jika dihitung hari ini adalah memasuki bulan kedua setelah kembalinya kekasih tercinta dari London. Setelah hari itu tiba Luhan dan Sehun kembali ke Seoul setelah melewatkan masa liburan mereka bersama di Busan. Seperti apa yang telah Sehun katakan pria pucat itu benar meneruskan pendidikannya disatu tempat yang sama dengan Luhan. Satu universitas dan itu hal yang disengaja. Agar tak jauh-jauh dari kekasih mungilnya. Dan kembalinya Sehun membuat Luhan merasa begitu bahagia tapi juga agak tak bebas, mengapa?

Sejak kembali jika kalian ingin tau Sehun sekarang jadi sosok yang lebih tegas, posesif bahkan mudah cemburuan. Tak mempermasalahkannya sebenarnya justru Luhan akan suka dengan segala bentuk ketegasan kekasih tampannya itu. Tapi, yah terkadang Luhan akan kualah sendiri menghadapinya seorang diri. Apa lagi sejak sebulan yang lalu Sehun lebih protective setelah mereka melaksanakan acara pertunangan.

Yah, sebulan lalu adalah acara pertunangan keduanya setelah mendapatkan restu dari tertua dikeluarga Oh yaitu Kris dan bibi Mira sebagai pihak dari keluarga Luhan. Sehun dan Luhan langsung mengadakan pesta pertunangan tersebut. Itu semua hal yang telah Sehun rencanakan memang, mengikat Luhan untuk sementara dengan pertunangan. Maunya ia langsung menikahi Luhan, namun Kris menolak karena mereka masih perlu melanjutkan pendidikan mereka lebih tinggi. Lagi pula masih terlalu dini jika mereka harus menikah sekarang dan itulah pikiran dari seorang Kris. Ia hanya ingin Sehun menjadi lebih dewasa dan cukup mapan barulah bisa membuat sebuah keluarga kecil untuk masa depannya kelak.

Walau sempat Sehun Mengotot ingin menikahi kekasihnya itu tapi begitu Kris meyakinannya agar tak perlu bertindak buru-buru, akhirnya Sehun pun menerima saja dan berakhir dengan acara pertunangan ia dan Luhan bulan lalu.

Sekarang ini pun Luhan sudah tinggal satu apartement dengannya, ia memaksa sebenarnya agar Luhan tak perlu tinggal sendiri lagi dirumah sederhana peninggalan kedua orang tua pria rusa itu. Lebih lagi mereka satu universitas jadi memudahkan Sehun untuk mengantar-jemput Luhan disana, juga bisa berangkat bersama jika ada jadwal jam kuliah yang sama.

Ngomong-ngomong, Sehun berbeda fakultas dengan Luhan ia memilih fakultas Management karena ia bisa saja setelah lulus kuliah menggantikan posisi Kris hyungnya diperusahaan besar keluarga mereka. Sementara Luhan mengambil fakultas sastra bahasa. Jadi jelas mereka sesekali akan jarang bertemu terlebih saat sibuk dengan tugas masing-masing.

Maka dari itu sifat overprotective Sehun akan semakin jadi, sibuk menanyakan ini-itu atau akan berkali-kali menghubungi Luhan atau menasehati Luhan jika pria kecilnya itu mulai banyak tugas kuliah. Seperti siang ini keduanya baru saja tiba di kawasan universitas mereka dengan menggunakan mobil. Sehun yang mulai mengocehi Luhan agar lekas menghubunginya ketika mereka berpisah disana.

"Jangan lupa hubungi aku jika sudah selesai kelas hari ini!"

"iya aku tau" Luhan membalasi sekenanya karena memang hanya itu yang perlu ia ucapkan sembari melepaskan sabuk pengamannya.

"Begitu selesai langsung pulang, jangan pergi kemana-mana lagi! Dan tunggu aku di apartement arraseo!"

"iya tuan Oh, oia apa hari ini kau akan pergi latihan lagi?" Sehun meringis kecil sesaat lalu paling kearah kekasih kecilnya itu disebelah.

"Yah, itu rutinitasku saat ini sayang makanya aku mungkin akan pulang sedikit sore."

Luhan bisa mengangguk saja mengerti dan meraih tasnya lalu memakai tas selempang miliknya itu. "Kalau begitu aku masuk dulu yah Sehun-ah, sampai jumpa nanti!" pamitnya baru akan membuka pintu mobil itu, Sehun malah lebih dulu menahannya.

"Apa itu? Kau tidak memberikan apa pun padaku sebagai tanda perpisahan kita?" Sehun bertanya agak ketus setelah berhasil menahan lengan Luhan hingga pria kecil itu kembali menghadap padanya.

"Uh? Berikan apa?" yang lebih kecil justru bengong memandangnya.

Hal yang jadi membuat Sehun merotasikan kedua mata tajam dibalut kacamatanya itu. Luhan seperti tidak mengerti saja apa yang ia inginkan sebelum mereka benar akan berpisah beberapa jam mendatang. Ia sigap memegang agak ditekan kedua lengan kekasihnya sambil menatapi dalam pria itu.

"Ayolah sayang, tidak mungkin kau tidak tau bukan?"

"Aku tidak mengerti Sehun" bergeleng kepala karena masih tak mengerti maksud pria pucat itu. Sehun jadi gemes sendiri sekarang.

Tak mau kelamaan menunggu Luhan akan mengerti Sehun paksa bertindak saja lebih dulu. Ia menarik tubuh kecil itu agar mendekat. Ia sendiri sudah memajukan wajah dengan sedikit dimiringkan. Dekat sampai berakhir bibirnya menempel dibibir milik Luhan. Menciumnya satu kecupan terjadi dan lebih dari itu dengan lumatan halus ia lakukan.

Dari ciuman itu pula akhirnya Luhan mengerti juga awalnya agak terkejut, matanya berkedip-kedip cepat setelah itu ia tersenyum dalam ciuman itu. Ia pejamkan matanya guna menikmati ciuman lembut dari tunangannya itu. Tanpa mau membalas karena ia hanya ingin Sehun yang menciumnya hingga puas.

"Arghh sial! Pergilah sayang! Kau hanya akan membuatku tak ingin pisah darimu."

Kekehan Luhan lakukan mendengarkan ucapan Sehun barusan saat ciuman mereka terlepas. Ia membuka mata memandang wajah setengah kesal kekasihnya itu. Dengan cepat ia berikan kecupan kilat dibibir yang telah mencumbunya, sebelum benar melarikan diri keluar dari mobil mereka.

Ketika telah memastikan kepergian Luhan memasuki gerbang universitas mereka barulah Sehun kembali menghidupkan mesin mobilnya. Memutar arah untuk segera meninggalkan kawasan tempat kuliah mereka. Akan kembali menuju alamat apartement yang ia tempati kini bersama Luhan.

.

.

"Sehun tidak ada kelas hari ini Lu?"

"Tidak, makanya ia hanya mengantarku tadi."

"Ohh..." Baekhyun berseru sekalian menempatkan dirinya duduk disebelah bangku Luhan.

Saat ini mereka berada dikelas Seni sebagai pembuka pelajaran pertama mereka. Mereka berdua memang sama-sama mengambil fakultas bahasa, sedangkan Kyungsoo justru mengambil fakultas Hukum seorang diri. Jadi mereka jelas berbeda jadwal kelas.

"Apa dia akan latihan lagi?" ia kembali bertanya.

"Yah begitulah, memangnya Chanyeol tidak memberitahukanmu?"

"Anya, pagi ini dia tidak menghubungiku sama sekali..." dengan rengutan Baekhyun menjawabnya, rasa kesalnya kembali ia rasakan mengingat memang pagi tadi kekasih tingginya itu tidak sama sekali menghubungi dirinya.

"Waeyo?"

"Molla, paling juga dia sibuk dengan tugasnya sendiri."

Luhan tersenyum maklum satu tangannya mengusap pundak sahabatnya itu. Ia tau Baekhyun pasti tengah merasa kesal saat ini dan itu akibat kekasihnya sendiri. Karena hal seperti ini bukan terjadi pertama kalinya jika kalian ingin tau.

"Mungkin dia lupa menghubungi Baek, apa lagi jika memang sibuk mengerjakan tugasnya."

"Benar, tapi apa sampai selupa itu? Biasanya jika dia memang lupa ketika ingat dia langsung memberitahu padaku..."

"Kali ini bisa saja dia tidak sempat melakukannya Baek, sudahlah jangan murung seperti itu hm!"

Awalnya Baekhyun merasa sangat kesal karena kekasihnya, tapi mendengar apa yang baru saja Luhan katakab kepadanya mungkin ada benarnya juga. Kekasihnya itu mungkin memang tengah sibuk hilang tak sempat atau lupa mengabarinya. Ia bisa saja maklumin hal itu tapi behubung rasa kesalnya telanjur terjadi jadi apa boleh buat. Mungkin ia saja terlalu berlebihan saat ini.

"Hahh...baiklah, tapi awas saja ia lupa terlalu lama akan ku habisi tiang itu!" Luhan terkekeh kecil mendengarnya sebelum bergeleng kepala.

"Hey, apa kalian sudah dengar?"

"Apa?"

"Hari ini ada mahasiswa baru..."

"Benarkah?"

"Yah, dan katanya dia dari mahasiswa pertukaran pelajar dari china."

"Ambil jurusan apa?"

"Management dan lebih lagi dia seorang pria tampan."

"Wahh...sepertinya bakal tambah lagi pria tampan di universitas ini hahaa..."

"Aku jadi ingin melihatnya, setampan apa dia? Apa sama seperti Oh Sehun itu?"

"Entahlah."

Luhan dan Baekhyun sontak saling melemparkan tatapan sama mendengar tak sengaja pembicaraan beberapa wanita teman sekelas mereka dari arah belakang sana. Pembicaraan yang mungkin sudah menjadi hal biasa bagi mereka, apa lagi jika membicarakan mahasiswa baru. Dan seharusnya kedua pria manis itu tak sampai memperdulikannya sekarang, tapi ketika mendengar satu nama seseorang tak asing disana mendadak Baekhyun menggelengkan kepala jengah.

"Aku tidak tau dan seharusnya begitu tau, jika Oh Sehun tunanganmu itu begitu sama populernya diwaktu SMA dulu..." Baekhyun lalu berkomentar setelah itu.

"Yah hal biasa Baek" Luhan menanggapinya seada dengan senyuman kecil.

"Tapi awas saja, sifat mantan playboynya itu kembali dan malah menyakitimu lagi dengan menggoda wanita lain disini."

"Baek, kau tau? Sehun tidak akan seperti itu lagi. Apa lagi kita sudah bertunangan."

"Okay, semoga benar karena aku tak mau suatu hari nanti, aku menemukanmu mendatangiku sambil menangis memanggil pria brengsek itu!"

Dan Luhan dalam hati meyakini jika Sehun tunangannya tidak akan pernah berbuat seperti itu. Ia tau betul bagaimana sosok Sehun saat ini, pria itu justru yang tampak was-was atau takut jika dirinya-lah yang akan menjadi penyebab putusnya hubungan diantara mereka. Takut jika suatu saat nanti Luhan bisa terlepas dari sewaktu-waktu.

Sampai saat ini pun ia dapat melihatnya ketakutan pria bermarga Oh itu, dari tingkah protective terhadapannya dan selalu memintanya agar tak jauh-jauh dari pria pencinta olah raga basket itu. Sayangnya Luhan malah begitu menyukai bagaimana Sehun bertingkah berlebihan terhadapnya. Sempat melamunkan hal mengenai keposesifan pria itu padanya, Luhan jadi tersenyum sendiri tanpa sadar.

"Hey, apa yang ada dipikiranmu rusa? Sampai tersenyum sendiri seperti itu?" senggolan Baekhyun akhirnya berhasil menghentikan lamunan indahnya itu dan menyengir tak jelas.

"Oh aniya hehee..."

Sampai suasana kelas yang tadinya lumayan ramai mendadakan cukup hening ketika seseorang mengatakan jika dosen seni mereka telah datang. Lantas semuanya duduk masing-masing dibangku mereka serapi mungkin. Benar saja setelah itu seorang wanita paruh baya datang memasuki kelas. Akhirnya pelajaran pun dimulai siang ini.

.

.

"Sehunn...oper bolanya padaku!"

Sret

Hap!

Bola berpindah kini berada dikedua tangan seorang pria bernama Kim Jongin atau kalian bisa menyebutnya dengan panggilan kecilnya Kai. Pria tan itu mulai bergerak selincah mungkin membawa bola agar semakin dekat dengan area lawan.

Ketika saat akan lebih masuk kedalam seorang dari lawan siap menghadang dan merebut bola dari tangannya. Cukup lama bertahan agar tak kecolongan sebelum Kai beralih pada pria lainnya dari team mereka, dimana posisi pria itu cukup untuk menyelamatkan bola dari ancaman musuh. Ia berteriak dan memberikan bola pada pria tersebut.

"Chan!" lemparan tepat dan diraih baik oleh yang dipanggil.

Mengalihkan perhatian musuh Chanyeol secepat mungkin bergerak stabil seperti biasa. Agak risih ketika tak jarang teriakan dari penonton bisa membuat latihan hari ini terganggu. Tapi jika ditegur pun para penonton yang hanya sekedar melihat mereka berlatih tetap saja bisa membuat para anggota team tak focus.

"Chan focus! Apa yang kau pikirkan hah!?" ketua mereka ikut berteriak seketika.

Chanyeol benar hampir membuat kesalahan jika saja lambaian tangan Sehun didepannya tak mengalihkan perhatiannya. Ia pastikan amarah dari pelatih bisa ia dapatkan usai latihan tanding siang ini. Paksa jika ia lama-lama bisa berbuat ceroboh maka Chanyeol akhirnya melemparkan bola kembali kepada penyerang team mereka.

"satu shot Sehun, maka selesai!" Kai berseru semangat.

Mendapatkan bola giliran untuk mengakhiri Sehun lepas landas berlaridan bergerak cepat dengan sesekali gaya teknik mengecoh musuh, ia berhasil melewati beberapa hadangan. Lalu kedua kaki lincahnya beradu dilantai lapangan hingga meninggalkan bunyi decitan sepasang sepatu mahalnya. Ia berputar badan sekali untuk menghindar ketika dekat dengan ring lawan.

Memasang posisi siap menyerang ia berlari lebih dekat dan melambungkan tubuh ringannya keudara sambil memegang bola dengan kedua tangan yang begitu tegas. Terus melayang sampau pada ring diatas ia pegang salah satu pegangan di-ring tersebut dan...

Zrak!

Bola masuk melewati lubang ditengah ring itu, berakhir jatuh menggelundung dilantai lapangan. Tubuh Sehun sedikit terhentak jatuh berpijak dilantai dengan beberapa keringat menetes dari pelipisnya. Suara tepuk tangan dan seruan heboh memuji ia dapatkan setelah itu. Seperti biasa ia melakukannya selalu dengan begitu bagusnya.

"Sial! Aku juga ingin sekali-kali melakukan Slamdunk indah seperti itu" Kai berseru sambil mengelap keringatnya.

"Aku juga, ahh Sehun selalu hebat" diikuti oleh anggota lainnya.

Priittt!

"Latihan hari ini selesai kalian boleh beristirahat, dan kau Oh Sehun pertahankan permainanmu itu!"

Sebatas anggukan mengerti Sehun lakukan ia membawa tubuhnya duduk dilantai pinggir lapangan mereka. Dan beberapa pemain pun ikut mengistirahatkan diri dari lelahnya latihan mereka seperti biasa.

Puk!

"Permainanmu bagus kawan, aku rasa kau semakin hebat sejak cideramu sembuh total" Chanyeol datang duduk disebelahnya.

"Kau tau? Dia memang sengaja melakukannya Chan, justru akibat kesembuhannya dia jadi lebih menggila" Kai menimpali heboh.

"Kalian juga tidak jauh berbeda."

"Tapi kau lebih special pelatih saja menjadikanmu murid kesayangannya."

Sehun bisa merotasi kedua matanya saja mendengarnya, mereka hanya terlalu berlebihan terhadap kemampuannya saat ini. Walau sebenarnya itu memang benar dirinya jauh lebih baik dari dirinya yang dulu saat bermain. Dan faktor kesembuhan total dari cideranya itulah yang seakan menjadi point tambahan untuknya.

"Lain kali ajariku untuk melakukan Slamdunk sepertimu yah hun!" Kai tampak antusias sekarang sambil menggoyang-goyangkan lengan Sehun bak anak kecil.

"hm, kalau ada waktuku."

"Tsk, kau jadi terdengar sibuk saja" cibiran lalu Kai berikan.

"Sehun,kan memang sibuk apa lagi mengenai kekasihnya itu" sahut Chanyeol agaknya menyindir.

Tuk!

"Jangan mulai menyindirku sialan!"

"Aww...sakit hun! Lagi pula aku hanya bercanda kok."

"Ngomong-ngomong, aku jadi merindukan Kyungku..."

"Mulai lagi anak ini" sungut Chanyeol melihat raut wajah berlebih Kai ketika merindukan kekasihnya dan itu hal yang menjijikan baginya.

"Dari pada kau, aku yakin kali ini kau melupakan kekasih cerewetmu itu!"

"Astagaa...sial aku benar melupakannya, Baekhyun aku lupa menghubunginya Hun, Kai..."

Seketika Chanyeol histeris ditempatnya begitu baru mengingat jika ia memang belum sama sekali menghubungi kekasih cerewetnya itu. Lekas ia mencari ponselnya untuk segera menelpon sang kekasih disana. Kai dan Sehun pun menggelengkan kepala penyakit lupa sahabat mereka sepertinya sudah menjamur/?

"Sepertinya sebentar lagi mereka akan putus!" ujar Sehun kelewat santai dan Kai justru terbahak usai membasahi tenggorokannya dengan air mineral.

"Guys aku pergi duluan yah, Baekkie pasti akan marah jika aku tidak menemuinya jadi sampai jumpa..." pamit Chanyeol pun melenggang pergi meninggalkan lapangan dengan tergesah. Menambah tawa geli dari kedua sahabatnya itu.

"Astaga Chanyeol begitu takut dengan pria Byun itu."

"Kau seperti tidak tau saja Kai, dia memang penakut bukan?"

"Ahahaa...perutku sakit!"

Selagi Kai tertawa sepuasnya Sehun justru lebih terdiam ditempat. Memandang luas kedepan dengan pikirannya kini tertuju pada kekasihnya sendiri. Yah, Luhan yang sama ia rindukan bahkan lebih saat ini. Tapi entah mengapa kini perasaannya sedikit tak tenang entah karena apa, tapi yang jelas ia merasa hubungannya dengan Luhan tidak akan terus mulus terjadi kedepannya.

Dan hal itu yang akan selalu ia takuti jika benar adanya terjadi. Ia hanya belum siap dan takut ketika Luhan bisa lepas darinya. Walau mereka telah terikat cukup kuat satu sama lain.

.

.

Tbc

Untuk chap awal cerita kedua segini aja dulu yah :)

Ntar chap berikutnya bakal lebih panjang lagi, karena jujur aja saya sedikit berkendala akibat fisik saya secara pribadi sedang dalam keadaan tak baik. Lagi sakit tapi maksain buat lanjut secepatnya, jadi kaya gini :'( maaf mengecewakan #sungkem

Dan makasih buat para readers yang udah review sebelumnya, ternyata kalian semua setuju banget buat season kedua Noy ini. Makasih kembali udah percayakan cerita ini kepada saya...

Dan moga kalian suka dengan ceritanya^^

Awalnya saya ingin memisahkan cerita ini dari ff cerita awal, hanya saja saya berkendala lagi dan tak bisa publish baru ff jadi yah saya gabung aja dulu untuk sementara ceritanya diff awal. Entah bisa dipisah nanti apa gk?

Mungkin itu aja dulu, selebihnya sampai jumpa dinext chap :')

Pin : D7A0C236

Diatas bagi yg ingin kontekan sama saya secara pribadi sok atuh :) tapi untuk sementara itu aja dulu yah, biar kita bisa saling dekat aja dan ini juga pin baru guys bagi yang udah punya pin saya yg dulu. Didelete aja yah cz saya udah gk pake pin itu lagi^^

Sorry for typo gk sempet edit ulang :D

Xdhinnie0595

Kaltim/16/03/17