Sorry Yuta pengen marah-marah dulu sebentar, biar lega err elelelele~(?)
Yuta itu sebenernya ga pernah marah sama org, Yuta orgnya ga pernah ambil hati dan anggap cuma becandaan aja. Pernah liat Yuta marah? Blm kan? Dan kaya gini nih kalo Yuta lagi marah.
Sebelumnya Yuta mau bales review 2 orang ini ya. Sumpah ya lovbaekchaners dan Nael review kalian bikin Yuta gabisa tidur nyenyak. Kritik sih boleh, tapi tolong di akhir kritik kalian itu di kasih saran. Yuta udah bilang di warning, kalo gasuka ceritanya ya gausah dibaca, cause Yuta juga ga maksa. Jujur aja Yuta sebagai Author sedikit sakit hati. Coba kamu rasain gimana kalo ada di posisi Yuta (Author) kalo FF bikinan kamu di bash seperti itu, pasti sakit hati kan? Yuta pun cuma manusia biasa, Yuta juga bisa sakit hati dan tersinggung.
FYI, Yuta berterima kasih banyak untuk kalian yang udah review FF ini. Dan Yuta bakal jawab review dari kalian. Check this out.
lovbaekchaners:Masyaallah chap yg satu ini aku skip serius. Maaf... Bukan gak suka hanya saja saya terlalu malas membaca adegan nc yg pasti masih kayak gitu gitu aja *what the...?*
Yuta : Ga munafik sih ya, itu sih hak kamu mau baca atau ngga ya. But please jangan meninggalkan komentar seperti itu. Kalimat kamu itu menuju ke arah "Bashing", karena banyak kok readers yang skip adegan nc nya tanpa review seperti itu. Dan Yuta juga cukup sadar diri kalo FF Yuta itu terlalu banyak NC walaupun FF ini bukan PWP. Alasannya? Bukan dari pribadi Yuta juga yang pengen nulis seperti ini, tapi juga karena permintaan readers yang hampir 75% minta untuk di bikin scene NC terus. Sorry kalo kepanjangan, biar kamu ngerti. Dan emang bener, adegan NC emang gitu-gitu aja. Kalo kamu ga tertarik sama FF yang ada NC nya, silahkan baca FF bikinan Author hebat lainnya yang ber Rating K / T. Karena FF ini adalah Rating M pasti terdapat adegan NC. Thanks. Maaf ya kalo Yuta marah-marah kaya gini ke kamu sayang :'(((( Yuta tau kok kalo kamu suka review FF Yuta. Semoga kamu ga marah, maafin Yuta ya :'((((
Nael:Miris. Kamu tau laki laki setelah orgasme butuh berapa jam lagi supaya bangun? Ah, sepertinya kamu belum tau ya... Lagipula jika Baek mengandung disini, harusnya kamu tahu aturan sex untuk orang hamil. Hmmm, saran buat kedepannya, iya FF ini punya kamu, buatan kamu, tapi please, mengandung cerita dan alur yang logis juga
Yuta : Kamu miris sama ff buatan Yuta? Tapi kenapa baca? Btw, terima kasih karena udah telaah dan teliti bgt sama ff ini. Dan masalah info kamu.. Ya, Yuta tau itu. Yuta bahkan lebih tau kalo laki-laki itu TIDAK MEMBUTUHKAN WAKTU SAMPAI SATU JAM SUPAYA BANGUN LAGI. Itu tergantung dari kondisi fisik dan kesehatan si laki-laki. Bahkan 10 menitpun setelah orgasme, laki-laki bisa dengan cepat bangun lagi. Tapi apa iya di FF ini Yuta perjelas setiap menit dan jamnya supaya Chanyeol bangun lagi? Pernah nonton video porno? (Pernah pasti, kalo ga pernah kamu ga mungkin review seperti itu). Nah di FF Yuta untuk adegan NC nya Yuta bikin seperti video porno yang di skip agar tidak terlalu lama berbasa-basi hanya untuk menunggu bangun lagi setelah orgasme, lagi pula ada juga beberapa scene yang Chanyeol hampir keluar, belum keluar tapi HAMPIR. Sebelumnya terima kasih untuk kritiknya yang bisa buat nambah ilmu. Dan untuk posisi orang hamil, please ini hanyalah cerita fiksi. Kalo mau baca yang logis, silahkan baca yang non fiksi. Udah jelas bukan kalo ini adalah FANFICTION? FIKSI YANG DIBUAT OLEH FAN? Dari awal aja udah jelas GA MUNGKIN laki-laki bisa hamil semudah itu, itu hanyalah khayalan saja karena untuk membuat laki-laki bisa hamil itu membutuhkan waktu yang lama, proses yang sulit dan juga memiliki banyak resiko. Di dunia medispun masih tabu, karena kodrat seorang laki-laki itu memang tidak untuk hamil atau mengandung. Udah jelas? Ya, ini hanyalah fanfiction semata. Dan saran buat kamu atas komentar panjang Yuta, sebaiknya kalo mau baca cerita yang logis itu bukan di ffn. Silahkan baca cerita yang logis itu di koran atau buku yang berdasarkan kisah nyata. Maaf, Yuta gabisa ikutin saran kamu untuk buat cerita yang 'terlalu' logis. Dan orang memiliki hak masing-masing untuk memilih pilihan sesuai keinginan mereka. Maaf ya kalo Yuta marah-marah gini :'((((
Notes : FF ini mungkin banyak yang gasuka. Yuta sadar itu. Maka dari itu Yuta minta maaf yang sebesar-sebesarnya buat kalian semua karena Yuta bukanlah seorang penulis hebat ataupun seorang sastrawan. Yuta ga kuliah, Yuta cuma kerja sebagai kasir. Jadi mohon maklum kalo FF ini tidak sebagus author-author hebat yang lainnya. Setidaknya ini adalah hasil pemikiran Yuta, bukan Plagiat dari cerita lain.
PS : Saran untuk kalian, tolong jangan review yang mengarah pada "Bashing" tanpa memberikan saran. Tolong hargai Author yang sudah berjuang untuk menulis FF. Bukan cuma Yuta aja, tapi juga Author lain. Ini cuma curahan perasaan Yuta yang sedih karena review negatif kalian. Mungkin mewakili perasaan Author lain juga jika di bash seperti ini.
PSS : Bash yang kalian tujukan pada seseorang itu seketika bikin seseorang yang kalian bash itu merasa ingin berhenti dari segala usaha dan perjuangan yang sudah dilakukan oleh seseorang itu untuk mendapatkan sebuah hasil tersebut. Bikin orang itu putus asa, bikin orang itu pengen menghilang dan berhenti dari usaha dalam menghasilkan karya tersebut.
PSSS : Jangan menghina hasil karya oranglain, tanpa mengetahui bagaimana proses usaha dan apa saja perjuangan yang sudah di lakukan orang tersebut untuk menghasilkan karya itu. Tidak ada satupun orang yang ingin hasil karya dan perjuangannya itu dihina, adanya ingin di hargai dan di respons dengan baik. Bukan begitu?
And last!
Buat semua readers yang suka sama cerita ini, Yuta ucapin terima kasih yang sebesar-besarnya. Yuta sayang(?) sama semua readers. Maupun readers yang aktif, ataupun silent readers. Rapopo, yang penting readers suka FF ini wakakak :v
Jangan kira Yuta ga pernah bacain review kalian loh, Yuta bacain semuanya tanpa terlewat satu pun! Review yang positif maupun yang negatif Yuta baca semua. Dan ga sedikit juga yang review negatif. Yuta selama ini udah legowo(?) tapi apa emg basher(?) itu belum dewasa ya? Makanya ga mikir dan nge bash seenaknya seperti itu? Ok, Yuta udah kasih saran. Tapi tolong berhenti untuk nge bash siapapun kalo kalian gamau dapet respon sebaliknya. Bisa aja ada orang yang marah besar karena bash kalian yang memang keterlaluan dan menjadi senjata sendiri untuk kalian. Who knows? Kalian gamau mengalami itu kan? Hidup mah saling mendukung aja, gausah sok pinter dan sok hebat. Karena pinter dan hebat atau sempurna sekalipun itu hanya dimiliki oleh TUHAN, bukan manusia.
Sekali lagi Yuta ucapin terima kasih, biar bisa jadi referensi melakukan yang lebih baik lagi untuk kedepannya.
SARANGHAE BBUING~(?)
.
.
.
"Jika aku bisa membawa penismu kemana-mana, maka aku akan selalu mengisi lubangku ini dengan penismu setiap saat"
Baekhyun meraih penis Chanyeol yang sudah lemas itu dan sedikit menariknya. Membuat Chanyeol mendesis dan dengan cepat ia melumat bibit tipis sang istri. Tak lama ciuman itu berlangsung karena Baekhyun menjauhkan wajahnya meminta jawaban dari Chanyeol atas pernyataannya tadi.
"Untuk apa kau melakukan itu jika kau bisa kapan saja memintaku untuk menyetubuhimu? Bahkan aku akan sangat senang jika kau tiba-tiba datang ke ruanganku dan menurunkan resleting celanaku hanya untuk minta di setubuhi"
Baekhyun seketika merona dan tersenyum malu.
"Apakah kita bisa bercinta di kantormu?"
"Tentu saja. Apa kau ingin kita bercinta di depan semua karyawanku pada saat aku sedang melakukan rapat?"
Baekhyun kembali tersenyum manja dan menarik tangan Chanyeol untuk berbaring di atas tempat tidur. Menarik selimut tebal yang sudah tersedia disana dan saling berpelukan.
"Dan apakah kau ingin membagi tubuhku dengan semua karyawan-karyawanmu?" Goda Baekhyun.
"Akan ku pastikan mereka lebih dulu mati sebelum mereka menyentuh kulitmu"
Chanyeol mengecup singkat bibir Baekhyun yang tengah tersenyum manja. Kemudian merapatkan selimut mereka agar lebih hangat
"Jja, tidurlah. Dan siapkan dirimu untuk besok pagi karena aku ingin melakukan morning seks denganmu"
Baekhyun membulatkan matanya sejenak, tetapi ia kembali tertawa dan menghisap bibir Chanyeol sesaat.
"Aku akan memberikanmu seks terhebat, suamiku.."
Lalu keduanya tertawa dan mulai terlelap menuju alam mimpi mereka masing-masing. Saling berpelukan dengan hangat dan merasakan kepuasan yang baru saja mereka alami selama berjam-jam.
.
.
.
YUTA PRESENT
.
.
LIGHT MY FIRE (CHANBAEK)
.
.
Main Cast : Park Chanyeol x Byun Baekhyun
Support Cast : All Official Couples of EXO
Summary : "Buat aku menangis dan menjerit dibawahmu" "kau terlihat seperti kesalahanku berikutnya" . Ciuman menggairahkan dan dusta menyenangkan. "Cinta itu adalah sebuah permainan. Mau 'bermain'?" "Kaulah Rajanya dan aku akan menjadi Ratumu sayang" "Bukankah lelaki hanya membutuhkan ini?" (CHANBAEK) Warning! NC-21 YAOI/BL/SHOUNEN-AI/RATED M!/Mature Content INSIDE! DLDR!
Rated : M++
Disclaimer : 100% MY OWN FICT! DO NOT COPAST! IF U WANT TO REPOST MY FICT OR TAKE OUT, PLEASE BRING THE CR. AND CONFIRM TO ME FIRST. THANKS!
A/N : BACA FANFICT INI DI TEMPAT SEPI! XD
Backsound : Katy Perry - E.T
~~ HAPPY READING ~~
.
.
.
"Kau mandilah dulu, aku sedang menyiapkan sarapan untukmu" ucap Baekhyun saat ia melihat Chanyeol sudah keluar dari kamarnya menghampirinya yang tengah berada di dapur.
Wajah Chanyeol sungguh lucu saat ia baru bangun tidur seperti ini. Rambutnya sangat berantakan dan tunggu..
Kenapa tiba-tiba pipi Baekhyun menjadi merona seperti ini? Bukan karena melihat Chanyeol yang tengah topless dan hanya memakai boxer tipis saja, tetapi ia merona karena mengingat jika ini adalah hari pertama mereka menjadi sepasang suami istri yang sah.
Benar-benar terlihat agak canggung tetapi Baekhyun sangat menikmati debaran dijantungnya ini. Menyambut pelukan pagi hari dari sang suami yang entah sejak kapan sudah berdiri di hadapannya. Memeluk pinggangnya yang ramping dan mulai mendekatkan wajahnya.
Cup
Morning kiss.
Chanyeol memberikan morning kiss di hari pertama ini dengan sangat manis. Baekhyun yang sudah merona itu semakin merona ketika kecupan ini beralih menjadi sebuah lumatan. Tersenyum disela ciuman tersebut dengan mendongakkan kepalanya dan mengusap-usap lembut lengan Chanyeol.
Akhirnya ciuman itu terlepas dan Chanyeol berjalan meninggalkannya seorang diri di dapur menuju kamar mandi tanpa mengatakan sepatah katapun. Menjalani perintah sang istri untuk membersihkan tubuhnya yang lengket akibat aktivitas mereka semalam.
Baekhyun tersenyum manis dan melanjutkan kegiatan nya membuat sarapan. Walaupun hanya roti bakar sederhana, tapi Baekhyun yakin ia bisa membuatkan sarapan yang terbaik untuk Chanyeol di pagi pertama mereka.
Tak beberapa lama kemudian, Baekhyun sudah selesai menata sarapannya di atas meja makan besar yang terdapat di hotel kecil nan mewah tersebut dan ia mendudukkan tubuh mungilnya disalah satu kursi untuk menunggu Chanyeol selesai mandi.
Terus mengembangkan senyumnya sambil menatap segelas susu yang berada di hadapannya. Sungguh ia merasa sangat bahagia, di tambah lagi dengan Chanyeol yang akan mengajaknya untuk melakukan morning seks seperti yang di katakannya semalam. Bahkan saat ini Baekhyun hanya mengenakan kemeja andalannya tanpa mengenakan celana. Dan juga ia sudah membersihkan tubuhnya lebih awal untuk mempersiapkan semuanya.
"Kenapa hanya dilihat saja? Cepat makan sarapanmu.." ucap Chanyeol tiba-tiba dan itu membuat Baekhyun sedikit tersentak namun tidak lama kemudian ia membawa tubuh Chanyeol untuk duduk di sampingnya.
"Aku menunggumu. Mana mungkin aku sarapan lebih dulu? Ini adalah hari pertama kita bukan?" Baekhyun bergelayut manja pada lengan Chanyeol yang sialnya sangat wangi karena habis saja mandi.
"Apa kau begitu antusias sayang?" Tanya Chanyeol sambil mengusap lembut rambut blonde Baekhyun.
Baekhyun mengerucutkan bibirnya dan meraih dua helai roti lalu mengarahkan tumpukan roti bakar yang sudah ia oleskan dengan selai ke mulut Chanyeol.
"Aku sangat bahagia. Dan aku akan lebih bahagia lagi jika kau memakan roti buatanku ini" jawab Baekhyun.
"Suapi aku" singkat Chanyeol.
Baekhyun menyodorkan roti tersebut pada bibir Chanyeol, tapi Chanyeol masih bungkam dan tidak kunjung membuka mulutnya. Membuat Baekhyun menunjukkan ekspresi bertanyanya.
"Suapi aku dengan bibirmu. Pasti akan terasa jauh lebih manis" lanjut Chanyeol.
Lagi-lagi Baekhyun blushing atas perkataan suaminya ini. Dan tanpa menunggu lama lagi, Baekhyun menggigit roti bakar tersebut dan menyodorkan bibirnya pada Chanyeol.
"Mm?" Gumam Baekhyun sambil menatap Chanyeol dengan mata cantiknya.
Chanyeol mengembangkan senyumnya dan ia mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Baekhyun. Menggigit dan terus menggigit roti bakar itu dari ujung hingga pangkal, dan tentu saja itu membuat bibir mereka bersentuhan. Bukannya melepaskan ciuman mereka, tetapi Chanyeol justru semakin menempelkan bibirnya pada bibir manis Baekhyun. Mendorong kepala Baekhyun hingga hampir saja terhuyung kebelakang dan melupakan tujuan awal mereka.
Acara sarapan mereka pun terabaikan karena Chanyeol sepertinya sudah sangat bernafsu pada Baekhyun. Terlebih lagi ini adalah pagi hari, membuat adik kecilnya disana mudah sekali bangun hanya dengan kecupan seperti ini saja.
Baekhyun yang mengertipun hanya mampu memejamkan kedua matanya dan memeluk leher Chanyeol guna memperdalam ciuman mereka. Dan ia sedikit menjerit saat Chanyeol mengangkat tubuhnya agar terduduk di meja makan tersebut. Dengan posisi Chanyeol yang berdiri di antara kedua paha mulus istrinya.
"Minumlah susu ini, lalu kita bisa melanjutkan kegiatan kita"
Ucap Chanyeol setelah melepaskan ciuman mereka dan menyodorkan segelas susu pada Baekhyun. Langsung di turuti oleh Baekhyun dan meminumnya dengan cepat. Walaupun sudah sangat bernafsu, tetapi Chanyeol lebih mementingkan kandungan Baekhyun. Ia tidak ingin anaknya kenapa-kenapa karena terlalu sering mengajak Baekhyun untuk bercinta.
Tap
"Ahh~ sudah. Lalu apa kau tidak ingin sarapan dulu Chan? Apa kau tidak lapar?"
Tanya Baekhyun dengan wajah puppynya setelah ia menghabiskan segelas susunya.
"Aku sangat sangat lapar, maka dari itu aku ingin segera memakan santapanku yang sudah tersaji dihadapanku meminta untuk di nikmati" Chanyeol menyeringai dan tangannya bahkan sudah menurunkan sedikit kemeja besar Baekhyun hingga menampilkan bahu mulusnya.
Baekhyun seketika mendesah bersamaan dengan Chanyeol yang menyesap lehernya cukup kuat. Bibir Chanyeol yang menyentuh permukaan kulit mulusnya itu memberikan sensasi yang sangat menyenangkan bagi Baekhyun. Apalagi ketika lelaki ini menghisapnya tanpa kenal ampun seperti yang ia lakukan saat ini. Membuat Baekhyun melayang hingga ke langit ke tujuh.
"Aku tidak akan melakukannya secara liar seperti semalam. Aku akan melakukan satu ronde saja untuk kali ini" bisik Chanyeol.
Dan Chanyeol membaringkan tubuh Baekhyun di atas meja setelah Baekhyun mengangguk setuju. Kemudian ia melepaskan bathrobe nya dan langsung terpampang dengan jelas penis besar Chanyeol yang sudah mengacung dengan tegak disana. Ow ternyata Chanyeol sudah dalam kondisi hard sedari tadi.
Dengan hati-hati Chanyeol menjebloskan penisnya pada lubang kesayangannya itu. Melesakkan selembut mungkin agar Baekhyun menikmati pergesekkan ini juga.
Sedangkan Baekhyun disana sudah memalingkan wajahnya ke arah samping dengan ekspresi mengernyit merasakan penis itu kembali memenuhinya.
"Urmmhh~ jangan ragu-ragu Chanhh~ aku sangat suka ketika penismu memenuhi lubangku" gumam Baekhyun dengan desahannya yang tertahan.
"Berjanjilah untuk tidak berhenti mendesahkan namaku sayang"
Sedetik kemudian Chanyeol mulai melakukan gerakan in-outnya. Meraih kedua tangan Baekhyun untuk di genggamnya. Mendengarkan alunan indah bersamaan dengan genjotannya. Seiring gerakan maju mundurnya Baekhyun mengeluarkan desahannya dengan sangat kencang. Menyebut nama Chanyeol dengan suara indahnya. Wajahnya sangat cantik dengan bibir yang terbuka, ditambah dengan tubuhnya yang mulus itu terpampang nyata di hadapan Chanyeol. Semakin membangkitkan gairah Chanyeol untuk terus melakukan gerakan ini sampai keduanya mencapai klimaks masing-masing.
Semakin cepat dan semakin dalam penis Chanyeol memasuki lubang Baekhyun, semakin nikmat juga mereka merasakannya. Saling bersahut-sahutan dengan hembusan nafas yang tak beraturan, membuat suara mereka menggema memenuhi ruangan tersebut. Morning seks di dapur seperti ini nyatanya memberikan sensasi tersendiri bagi pasangan baru ini.
Tak lupa Chanyeol menghisap puting Baekhyun cukup lama seperti seorang anak yang sedang menyusu pada ibunya. Jujur saja ia tidak tahan dengan bentuk dada Baekhyun yang sedikit membulat karena tengah mengandung besar seperti ini. Membuat putingnya membesar dan lebih elastis, sangat nikmat bagi indra pengecap Chanyeol.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi keduanya untuk meraih orgasme masing-masing. Mungkin hanya membutuhkan waktu 45 menit dengan satu macam posisi, sudah membuat mereka klimaks. Sesungguhnya keduanya sudah puas dengan kegiatan liar mereka tadi malam, dan untuk seks mereka kali ini, hanya untuk pelengkap dari seks-seks mereka sebelumnya saja.
Mereka sudah tiba pada orgasme masing-masing. Dan itu berarti mereka sudah merasa lengkap. Awal pernikahan yang lengkap dan indah. Juga sangat manis karena keduanya selalu saja saling memuji pasangan mereka masing-masing dengan kalimat-kalimat yang romantis. Membuat mereka ingin selalu bersama setiap waktu dan ingin melanjutkan hidup mereka dengan menjalani hari-hari mereka yang tentu saja akan berjalan dengan manis.
Lalu Chanyeol mencabut penisnya dari lubang Baekhyun dan ia terduduk di kursi tepat di hadapan sang istri. Mensejajarkan wajahnya dengan lubang sang istri yang sudah banjir dengan sperma mereka. Kemudian ia menjilati daerah selangkangan Baekhyun dengan lembut hingga bersih. Membuat Baekhyun sedikit tertawa karena merasa geli dan membiarkan Chanyeol melakukan hal tersebut.
Setelah memastikan sudah bersih semua, Chanyeol mengalihkan tatapannya pada perut besar Baekhyun. Kemudian mengecup perut Baekhyun dengan sayang. Menanti kehadiran buah hati tercintanya ini lahir kedunia. Melengkapi keluarga kecilnya dengan seorang anak yang lucu yang memiliki wajah yang mirip dengannya dan juga istrinya tentu saja.
"Lahirlah dengan selamat. Appa dan Umma menantimu" bisik Chanyeol.
Baekhyun terkekeh dan tersenyum bahagia ketika melihat tingkah Chanyeol.
Kemudian ia bangkit dan memeluk tubuh Chanyeol dengan erat. Mendekatkan bibirnya pada telinga suaminya tersebut kemudian berbisik.
"Saranghae.."
.
.
.
.
.
.
4 bulan kemudian
"Apa yang dikatakan oleh Dokter? Apa sakitmu parah?"
Kai langsung menyerbu pertanyaan pada Kyungsoo dengan nada yang sangat khawatir pada saat Kyungsoo baru saja keluar dari ruang periksa di sebuah rumah sakit.
Tadi pagi Kai memutuskan untuk membawa Kyungsoo kerumah sakit karena Kyungsoo berwajah sangat pucat dan mengeluh sakit di bagian perutnya. Dan itu membuat Kai panik bukan main takut terjadi sesuatu hal yang buruk pada Kyungsoo.
Ia sungguh tidak ingin istrinya itu sakit.
Ya, istrinya.
Kai sudah menikahi Kyungsoo 3 bulan lalu, dan mereka hidup di rumah yang sudah di siapkan oleh Kai sebelum mereka menikah. Menyuruh Kyungsoo untuk berhenti dari pekerjaannya dan membiarkannya istirahat dirumah saja tidak melakukan apapun. Sungguh sosok suami yang over protektif.
Dan kalian bisa membayangkan nya bukan, bagaimana reaksi Kai ketika mendengar pasangan hidupnya ini tiba-tiba mengeluhkan sakit padanya? Ya seperti inilah reaksinya. Langsung membawa Kyungsoo kerumah sakit dengan tergesa-gesa. Layaknya Kyungsoo mengalami kecelakaan mobil yang fatal, nyatanya Kyungsoo hanya sakit perut saja kkkk~
"Um.."
Kyungsoo bergumam sambil meremas amplop putih yang berada di tangannya. Menunduk dalam dan tidak mau menatap wajah suaminya yang tengah khawatir setengah mati itu.
"Ayolah katakan apa yang terjadi pada dirimu?" Desak Kai sambil mencengkram kuat bahu Kyungsoo.
"A-aku.."
Kai semakin memfokuskan perhatiannya pada bibir Kyungsoo. Ingin mendengar dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya tersebut dan ini sungguh membuatnya sangat khawatir.
"A-aku.."
"Aishhh! Cepatlah katakan padaku Kim Kyungsoo!"
Tubuh Kyungsoo sedikit tersentak karena mendengar teriakan dari Kai. Membuatnya kembali membungkamkan mulutnya dan hanya menatap Kai dengan tatapan ketakutannya.
"Ahh maafkan aku. Cepat katakan padaku, aku sungguh khawatir kau tau?"
Akhirnya Kai dapat mengendalikan dirinya dan berbicara dengan lembut pada Kyungsoo. Sedangkan Kyungsoo kembali menunduk dan meraih kedua tangan Kai untuk di genggamnya.
"A-aku.. hamil"
Kai jawdrop.
Bibirnya menganga dengan lebar karena terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya.
Apa?
Kyungsoo hamil?
Hamil anaknya?
"Kau tidak becanda kan sayang?" Tanya Kai pada Kyungsoo dengan ekspresi tidak percayanya.
Lalu Kyungsoo menyodorkan kertas yang ia pegang tadi pada Kai. Menunjukkan kata "POSITIF" yang tercetak dengan huruf besar dan tebal. Sungguh jelas kalimat yang berada di kertas tersebut menyatakan jika Kyungsoo memang positif hamil.
"Lalu bagaimana aku harus mengekspresikan perasaan ini? PERASAAN BAHWA AKU SUNGGUH-SUNGGUH BAHAGIAAA!"
"Yakk! Kai! Turunkan aku!"
Kai menggendong tubuh Kyungsoo begitu saja. Berteriak sambil memutar-mutar tubuhnya, tidak perduli jika semua orang yang berada disana tengah menatapnya dengan tatapan aneh. Masa bodoh! Kai tidak perduli. Yang penting saat ini ia merasa sangat bahagia karena Kyungsoo sudah mengandung anaknya dan ia berjanji akan lebih menjaga istri mungil yang sangat ia cintai ini. Selamanya.
"Cepatlah lahir dan dengan begitu Appa bisa membuatkan adik untukmu sayang" ucapan santai Kai membuat Kyungsoo menjitak kepala Kai dengan cukup keras.
Dan dengan sengaja Kai membaringkan tubuh Kyungsoo di kursi mobil yang berada di belakang lalu menindih tubuh mungil Kyungsoo.
"Kau tau betapa bahagianya aku karena istriku ini tengah hamil anakku?"
Kyungsoo hanya menanggapi perkataan Kai dengan memutar bola matanya malas.
"Jangan berlebihan Kai.."
"Tidak bisa! Ini adalah suatu kejutan yang harus di lebih-lebihkan! Aigooo aku sangat bangga padamu sayang! Cuphh muahh muahhh!"
"Yakk mphh ummph ahh hen-tikanh ahh Kai umphh!"
Kai langsung mengecupi bibir Kyungsoo dengan brutal. Membuat Kyungsoo kewalahan menerima ciuman ganas Kai pada bibirnya.
"Cpkh muahhh! Saranghae saranghae saranghae!"
Kai mengatakan itu sambil mencubiti pipi Kyungsoo dengan gemas dan Kyungsoo menanggapinya dengan gelengan tidak menyangka jika suaminya akan kekanakan seperti ini. Dan jujur saja ia juga merasakan hal yang sama seperti apa yang di rasakan oleh Kai.
Bahagia.
"Dan sepertinya habis ini kau harus menangis karena aku sudah menghapus video rekaman kita di bar pada waktu itu" datar Kyungsoo.
Seketika Kai terdiam dan kembali menunjukkan ekspresi terkejutnya.
"Oh tidak. Lalu bagaimana jika aku ingin bermasturbasi? Bagaimana aku bisa bermasturbasi tanpa menonton video itu? Aaaaa~ kau sungguh jahat Kyung"
"HENTIKAN PIKIRAN MESUM MU ITU KAI! DAN JANGAN PERNAH MELAKUKANNYA SENDIRI TANPA BANTUANKU!"
Ups!
Kyungsoo segera membekap mulutnya sendiri karena ia kelepasan mengatakan hal yang memalukan seperti itu. Sedangkan Kai langsung menunjukkan seringaiannya yang menakutkan pada Kyungsoo. Membuat Kyungsoo segera mengalihkan pandangannya tidak mau menatap Kai.
"Ow~ istriku sangat manis"
Dan kemudian Kai membuka kedua paha Kyungsoo dengan lebar lalu mengunci pintu mobil tersebut.
"Aku jadi ingin bercinta denganmu~"
"Ti-tidak Kai yak! Aishh! Akhh cpkhh mpphh ummpphh!"
.
.
.
.
.
.
"Bagaimana ini Chanyeol?! Aku takut sekali! Sshh akkhh!"
"Tahan Baek, dokter sedang menuju kesini"
Chanyeol terus menenangkan Baekhyun yang sepertinya akan melahirkan. Memang sudah waktunya untuk Baekhyun, maka dari itu Chanyeol segera menghubungi dokter yang akan membantu persalinan Baekhyun untuk datang kerumahnya. Karena tidak mungkin jika melarikan Baekhyun kerumah sakit dengan kondisi yang seperti ini.
"Aakhh Chanyeol! Apa yang kau lakukan?! Kemarikan kepalamu! Aku butuh pelampiasan sshh arrgghh!"
Baekhyun menarik kepala Chanyeol dengan kasar dan menjambak-jambak rambut Chanyeol sebagai pelampiasan rasa sakitnya ini. Terus meringis kesakitan sambil memukul-mukul tubuh Chanyeol yang sedang duduk di sampingnya.
"Yakk yakk Baek! Jangan kepalaku argh! Tanganku saja bagaimana? Aww!"
Baekhyun tidak memperdulikan perkataan Chanyeok dan tetap menjambak rambut Chanyeol sangat keras. Karena sungguh sakit di perutnya ini hampir membuatnya mati karena saking sakitnya.
"Lebih baik aku menjambak kepalamu daripada aku menjambak penismu bodoh! Akkhhh Chanyeooooll~ sakit sekali hiks!"
Cklek
Grubugrubugrubug~
Dokter sudah tiba di kamar mereka. Dan dengan segera Dokter juga beberapa perawatnya langsung menyiapkan berbagai macam alat untuk persalinan Baekhyun. Sungguh banyak dan merepotkan sekali alat kedokteran tersebut. Tetapi menurut Dokter tersebut ini bukanlah masalah yang besar karena ia memang sering menerima panggilan untuk membantu persalinan seperti sekarang ini.
Ketika semua peralatan bedah sudah siap, Dokter tersebut menyuruh Chanyeol untuk membaringkan tubuh Baekhyun di kasur yang sudah disediakan khusus. Dan Chanyeol diperintah oleh Dokter tersebut untuk menenangkan Baekhyun yang syukurnya sudah tidak menjambak rambutnya seperti tadi.
Dokter tersebut dengan cepat menyuntikkan obat penenang untuk Baekhyun agar Baekhyun setengah sadar saat melakukan operasi nanti. Dan juga seluruh pakaian Baekhyun di lepaskan hingga benar-benar bertelanjang bulat. Jika Chanyeol adalah orang gila, mungkin saja saat ini Chanyeol sudah kembali memperkosa istrinya kembali karena tubuh seksi Baekhyun yang terpampang dengan jelas menantang dirinya ini. Namun sayangnya Chanyeol bukanlah orang gila, dan ia masih 100% waras menyadari jika anak pertamanya akan lahir.
Bahkan Chanyeol meringis ngeri saat Dokter menyuntikkan banyak sekali berbagai macam cairan pada bagian perut istrinya. Dan akhirnya Chanyeol memilih untuk memandangi wajah cantik Baekhyun yang sudah lemah sambil memejamkan matanya. Mengusap lembut wajah cantik itu dan terus berdo'a agar kekasih seumur hidupnya ini terjaga.
Cukup lama Chanyeol berada di posisi seperti ini. Menggenggam erat kedua tangan sang istri dan terus membisikkan kata cinta padanya. Walaupun Baekhyun tengah tidak sadarkan diri, tetapi Chanyeol yakin jika Baekhyun dapat mendengar semua kata-kata yang diucapkannya. Terbukti dari reaksi tangan Baekhyun yang sedikit bergerak dengan bibir tipisnya yang terlihat seperti sedang menggumamkan namanya.
Tangan Baekhyun sangat pucat dan Chanyeol memutuskan untuk mengecup tangan tersebut. Terus berada disampingnya saat istrinya sedang berjuang untuk melahirkan hasil buah cinta pertama mereka.
Setelah sekitar 2 jam berlalu, Chanyeol dapat melihat sang Dokter menggendong sosok bayi mungil dan membawa ke tempat yang sudah disediakan. Tubuhnya masih merah penuh darah dan Dokter tersebut mengguncang-guncangkan tubuh mungil yang Chanyeol ketahui adalah anaknya itu dan tidak beberapa lama kemudian...
"Oee oee oeeee~"
Reflek Chanyeol bangkit untuk berdiri dan ia membulatkan matanya ketika mendengar suara tangis itu. Kembali memandang wajah istrinya yang sedang terbaring lemah dan dengan perlahan senyum haru mengembang di wajahnya.
Anak mereka..
Telah terlahir ke dunia. Tak terasa Chanyeol meneteskan airmatanya dan membiarkan Baekhyun di untuk di tindak lanjuti oleh pada Dokter untuk menjahit bekas operasi sesarnya tersebut.
Kaki Chanyeol berjalan perlahan menghampiri bayinya, menatap bayi mungil itu dengan pandangan tidak percaya.
"Selamat, bayi anda berjenis kelamin laki-laki"
Betapa bahagianya Chanyeol saat ini. Baekhyun nya ternyata berhasil berjuang untuk melahirkan anaknya. Dan ia bangga karena bisa menjaga Baekhyun sampai anak ini terlahir ke dunia. Ia merasa berhasil dan ia merasa sangat lengkap.
Memiliki istri yang sangat cantik dan juga memiliki seorang anak yang lucu hasil cinta mereka.
Ia sungguh merasa bahagia.
Dan ia berjanji untuk mendedikasikan hidupnya hanya untuk menyayangi kedua makluk ciptaan Tuhan yang sudah menjadi miliknya seutuhnya ini.
Selamanya.
.
.
.
.
.
.
"Aku ingin kembali ke Korea dan berkumpul dengan semua sepupuku. Kau harus ikut bersamaku kesana Tao"
"Sebenarnya aku juga sangat merindukan mereka semua. Jadi, kapan kita akan berangkat?"
"Aku sudah memesan tiket dan keberangkatan yang paling cepat itu adalah besok. Dan yang harus kita lakukan sekarang adalah berkemas"
"Ne"
Kris menyempatkan dirinya untuk mengecup dahi sang istri dan kemudian melanjutkan kembali aktivitasnya. Yaitu, menyiapkan semua keperluan mereka saat mereka sedang di Korea. Sedangkan Tao, ia kembali ke dapur menyiapkan sarapan untuk Zhuyi yang baru saja terbangun.
"Sayang.. tunggu"
"Ada apa Kris?"
Tao menyahut panggilan dari Kris dan membalikkan tubuhnya ke arah Kris.
"Sepertinya kau melupakan sesuatu"
Tao mengernyit tidak mengerti.
"Aku? Melupakan apa?" Tanya Tao dengan ekspresi bingungnya.
Sedetik kemudian, Kris berjalan mendekatinya dan menarik pinggangnya. Dengan cepat Kris mengecup bibir kucing Tao dan sedikit melumatnya. Membuat Tao sedikit tersentak dan tidak lama kemudian, Tao mengembangkan senyumnya lalu membalas ciuman manis Kris.
Inilah yang paling ia sukai dari sosok Kris. Tidak terlalu banyak berbicara tetapi tindakannya selalu saja berhasil membuat Tao semakin jatuh hati padanya.
Cup
"Aku sedikit kecewa karena kau melupakan morning kiss kita hari ini.."
"Ma-maafkan aku Kris"
Kris hanya tersenyum menanggapinya dan membalikkan tubuhnya melanjutkan aktivitasnya.
"K-kris.."
Grep
Cup
"Umh cpkh!"
Kini giliran Kris yang tercekat akan ciuman tiba-tiba dari Tao. Walaupun singkat, tapi Kris merasa bahagia karena Tao lah yang menciumnya. Sungguh manis.
"Ciuman ini sebagai permintaan maafku" jelas Tao kemudian.
"Aku rasa ciuman itu tidak cukup"
Kris mendorong tubuh Tao hingga berbaring di atas ranjang mereka. Tao yang merasa tubuhnya terancam(?) pun melemparkan tatapan ketakutannya pada Kris.
"Kau harus membayarnya dengan tubuhmu" lanjut Kris.
Ia bahkan sudah melepaskan ikat pinggangnya dan ketika ia menurunkan resleting celananya di depan sang istri, tiba-tiba..
Cklek
Jreng jreng(?)
Munculah Zhuyi di ambang pintu kamar mereka. Tengah memegangi perutnya karena kelaparan dan raut wajahnya yang semula ingin merengek pada sang Umma, seketika berubah menjadi sangat datar karena melihat kedua orang yang berada dihadapannya.
"Umma.."
Srek
Tao langsung bangkit dari posisinya dan mendorong tubuh Kris begitu saja. Menghampiri sang buah hati lalu menggendongnya menuju dapur. Melakukan niat awalnya yang ingin membuatkan sarapan untuk Zhuyi. Namun sebelum benar-benar keluar dari kamar mereka, Tao menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Kris sejenak dengan wajah yang sudah merona.
"A-aku akan membayarnya nanti malam" lirih Tao dengan gugup.
Dan senyuman Kris mengembang begitu saja dengan lebar setelah mendengarkan perkataan manis sang istri.
"Baiklah, aku rasa 3 ronde saja sudah bisa membuatmu lelah haha"
Tao mengabaikan perkataan Kris dan benar-benar menghilang dari sana.
Tidak seharusnya ia mengatakan hal seperti itu pada Kris. Dan ia sekarang menyesalinya karena melupakan sebuah fakta jika suaminya ini adalah penggila seks yang sangat perkasa dalam urusan ranjang.
Tetapi disisi lain ia sangat menyukainya karena Kris sudah berubah dan hanya akan bernafsu pada tubuhnya saja.
"10 rondepun aku akan tetap melayanimu Kris" gumam Tao tentunya tak bisa didengar oleh Kris.
.
.
.
.
.
.
"Eung?"
"Terima kasih sudah melahirkan anak selucu ini untukku sayang"
"Enak saja! Bayi ini untukku, tidakkah kau lihat wajahnya begitu imut seperti wajahku?"
Chanyeol memutar bola matanya malas menanggapi kepercayaan diri istrinya yang semakin lama semakin parah(?). Kemudian Chanyeol mendekati Baekhyun untuk melihat wajah imut anaknya yang sedang di gendong oleh Baekhyun.
"Wajahmu itu seperti wanita sayang. Sedangkan wajah anakku ini manly seperti Appanya"
"Wajahmu itu seperti orang idiot. Aku tidak akan membiarkan anakku memiliki wajah idiot seperti dirimu" cetus Baekhyun.
"Aigoo kau menyakiti hatiku sayang.. Jika tanpa bantuanku, mana mungkin kau bisa melahirkan anak ini? Dan jangan munafik karena kau selalu saja mendesah dengan sangat keras saat kita tengah membuat(?) anak ini"
Ingin sekali rasanya Baekhyun menyumpal bibir suaminya ini dengan kaos kaki karena selalu berbicara kotor seperti itu.
"Aku mendesah keras karena kau yang meminta ku!" Balas Baekhyun.
"Ahh Chanyeolhh ahh lakukan lebih dalam eunghhh aku menyukainya ahh~ apakah itu termasuk aku yang memintanya? Nyatanya kau yang menyuruhku untuk menusuk lubangmu lebih dalam sayang"
Wajah Baekhyun seketika memerah karena Chanyeol mempraktekkan desahannya saat mereka bercinta dan sialnya itu terdengar sangat mirip dengan apa yang ia lakukan. Ugh! Baekhyun jadi merasa malu sendiri karena tidak bisa mengendalikan desahannya saat ia bercinta dengan Chanyeol.
"Hentikan Park!"
"Aahh Chanyeol~ lebih cepat Chanhh-"
Pletakk!
Akhirnya Baekhyun terpaksa memukul kepala Chanyeol dengan keras karena terus saja meledeknya. Suaminya ini sungguh menyebalkan.
"Kau menyebalkan sekali Chanyeol! Jika kau tidak ingin aku mendesah, yasudah kita tidak usah bercinta lagi!"
"Yayaya aku hanya bercanda"
"Bercanda mu itu tidak lucu!"
"Hiks oeeee oeee oeeeeeee~"
Ok.
Bayi mereka akhirnya menangis.
"Ini karena kau yang berteriak-teriak sehingga membuat Jesper menangis!"
"Hah? Jesper?" Tanya Baekhyun.
"Ne. Aku sudah memberinya nama dengan nama Jesper. Park Jesper. Bukankah itu keren?"
"HYA! KENAPA KAU TIDAK MEMBICARAKAN INI DENGANKU TERLEBIH DAHULU EOH?!"
"HIKSSS OEEEE OEEEE OEEEE!"
"Yaishhh maafkan Umma sayang"
"Tidak perlu banyak protes. Dan panggil dia dengan nama Jesper. Aku rasa dia akan berhenti menangis"
"Kau berbicara sangat tidak masuk akal Chan"
"Cepat sapa dia atau aku akan memperkosamu sekarang juga" ancam Chanyeol.
"Yayaya! Baiklah baiklah!"
"Hiks oe~"
"Hi Jesper :)" sapa Baekhyun dengan senyum cantiknya. Dan betapa ajaibnya tangisan Jesper mereda seketika.
Baekhyun menatap Chanyeol tidak percaya dan Chanyeol hanya membalasnya dengan senyuman bangganya.
"Berhasil bukan?"
"Jenius!"
.
.
.
.
.
.
"Luhan, kenapa anakmu mirip sekali dengan Sehun?"
Pertanyaan bodoh Kai membuat Sehun memutar kedua bola matanya malas. Apa-apaan maksud Kai bertanya hal seperti itu? Bukankah sudah jelas jika ia adalah Ayah kandung dari anak Luhan? Ck!
"Aku yang mengharapkannya. Aku ingin memiliki seorang anak yang tampan seperti Appanya" jawab Luhan malu-malu.
"Kau bisa dengar itu Kkamjong?" Sahut Sehun dengan nada angkuhnya. Membuat Kai berdecih dan semakin merapatkan tubuhnya pada Luhan.
"Ah jinjja? Jika begitu, aku ingin Kyungsoo nanti melahirkan anak yang mirip denganku, apakah bisa? Kalian melakukan posisi apa hm?" Tanya Kai dengan sangat antusias.
"Hya! Menjauhlah dari istriku. Kau membuatnya takut"
"Hei aku tidak berbicara denganmu. Kenapa kau yang selalu lebih dulu menjawab pertanyaanku eoh?" Kai tidak terima karena Sehun terlalu posesif pada Luhan. Padahal Kai hanya bertanya, kenapa Sehun marah seperti itu. Aneh!
"Sudahlah Sehun.. Dan masalah itu, aku dan Sehun tidak melakukan posisi special. Semua terjadi karena aku yang terus memohon pada Tuhan dan sepertinya Tuhan mengabulkan permohonanku" jawab Luhan dengan suara lembutnya seperti biasa.
Kai mengangguk mengerti dan ia kembali ke tempat duduknya semula. Yaitu di samping sang istri yang terus menundukkan kepalanya. Mungkin Kyungsoo yang notabenenya adalah orang yang pemalu, menjadi merasa agak canggung jika berhadapan langsung dengan sepupu suaminya tersebut. Walaupun ia sudah menikah dengan Kai, tetapi tetap saja ia tidak bisa melupakan jika lelaki yang berada di hadapannya ini pernah menjadi atasannya.
"Kau masih belum berubah Kai" ucap Baekhyun yang ternyata juga berada disana.
"Jangan berbicara lembut seperti itu pada lelaki lain Baek. Aku sedikit cemburu"
Dan sepertinya Chanyeol juga berada disana. Duduk dengan tenang menyilangkan kedua kaki panjangnya dan tidak lupa tangannya ia rangkulkan pada bahu sang istri tercinta.
Ya, mereka (KaiSoo, HunHan dan ChanBaek) sedang berada di sebuah restoran keluarga untuk berkumpul kembali setelah sekian lama mereka mengurusi kehidupan masing-masing. Berkumpul hanya sekedar untuk mengobrol dan menceritakan pengalaman yang telah mereka alami akhir-akhir ini setelah memiliki sebuah keluarga.
Mereka pun membawa anak mereka masing-masing, kecuali Kai dan Kyungsoo. Karena Kyungsoo baru saja hamil dan belum memiliki anak.
Terlihat Haowen dan Jesper yang sedang di momong oleh sang Umma dengan Appa mereka yang selalu setia berada di samping sang Umma. Kedua bayi tersebut hanya terdiam dengan botol dot susu di mulut mungil mereka. Sungguh menggemaskan karena mereka memiliki wajah yang bulat dengan warna kulit yang sangat putih. Seperti Umma mereka.
Kai dan Kyungsoo pun tidak mau kalah. Kai bahkan sedang mengelus-elus perut Kyungsoo dengan sayang, dan tentu saja itu membuat Kyungsoo mengembangkan senyum cerahnya. Membayangkan kembali akan masa lalunya bersama Kai yang bertemu dengan tidak sengaja hingga sampai mereka menjadi sepasang suami istri seperti saat ini. Dan ia sungguh merasa bahagia akan kebaikan Tuhan yang telah memberikan ini semua kepadanya. Ia sangat bersyukur.
Kemudian Baekhyun mengecup singkat bibir sang suami agar suaminya tersebut tidak merengut lagi. Mencoba untuk menyakinkan pada sang suami jika semuanya telah berlalu dan masa lalu pahit sebaiknya tidak perlu di ungkit lagi. Cukup dengan menjalani hari ini dengan baik dan melakukan hal yang lebih bermanfaat dimasa yang akan datang.
"Dimana Kris? Kenapa ia lama sekali?" Tanya Sehun.
"Ia masih dalam perjalanan menuju kesini. Dia bilang jika ia harus membujuk Zhuyi terlebih dahulu agar mau ikut bersamanya" jawab Kai.
"Hahaha aku rasa anaknya itu sama keras kepalanya seperti dia" kini giliran Chanyeol yang mengeluarkan suaranya.
"Maafkan aku, aku terlambat"
Kris tiba-tiba muncul di hadapan mereka dengan Zhuyi yang berada di gendongannya. Dan disusul oleh Tao dibelakangnya.
Lalu Chanyeol mempersilahkan Kris dan Tao untuk duduk.
"Tidak apa-apa. Hanya 20 menit" singkat Chanyeol.
Chanyeol kembali menunjukkan wajah sinisnya pada Kris karena melihat Baekhyun yang selalu memandang kearah Kris dengan senyuman manisnya. Jujur saja ia merasa sangat cemburu. Bagaimana jika istrinya kembali di rebut oleh Kris?
"Ok baiklah. Bisakah kita mulai acara makan kita?" Ujar Kai yang sudah terlihat tidak sabar untuk segera menyicipi hidangan nikmat yang sudah tersaji di hadapan mereka sedari tadi.
"Tentu saja. Mari kita makan semuanya" ucap Sehun kemudian.
Dan semuanya mulai memakan hidangan mereka masing-masing di hiasi dengan candaan dan tawaan yang kerap kali keluar dari bibir mereka. Menceritakan hal unik dan menarik satu sama lain. Senyuman tak pernah luntur dari wajah mereka semua. Membuat suasana yang berada disekitar mereka, menjadi hangat dan sungguh kekeluargaan.
Semuanya makan dengan lahap kecuali Baekhyun.
Ya, karena Baekhyun merasakan ada yang aneh dari sikap Chanyeol dan ia memutuskan untuk memandangi Chanyeol. Bahkan tangannya pun saat ini sudah mengusap-usap paha Chanyeol dengan gerakan lembut bermaksud untuk menyakinkan suaminya ini. Demi Tuhan ia hanya mencintai Chanyeol dan hanya menganggap Kris sebagai hyungnya saja. Tidak lebih.
Dan Baekhyun akhirnya memutuskan untuk beranjak darisana setelah menitipkan Jesper pada Kyungsoo. Chanyeol mengernyit heran saat Baekhyun menarik tangannya menuju kamar mandi. Tetapi Chanyeol menuruti Baekhyun dan mengikuti arah langkah Baekhyun.
"Katakan semuanya Chan.."
Kini keduanya sudah berada di dalam kamar mandi. Beruntung karena kamar mandi ini begitu sepi tidak ada seorangpun, jadi Baekhyun bisa dengan mudah mengajak Chanyeol bicara.
"Ya, kau sepertinya sadar jika aku masih merasa cemburu pada Kris"
"Aku hanya menganggapnya sebagai hyungku, tidak lebih. Kau bisa mempercayaiku?" Ucap Baekhyun dengan nada yang serius.
"Aku tidak bisa berbohong dan masih teringat di pikiranku ketika kau dengan Kris tengah-"
Cup
Dengan cepat Baekhyun menutup bibir Chanyeol dengan bibirnya agar Chanyeol tidak mengungkit masalah itu lagi. Ia rasa ini adalah cara yang terbaik.
Sedangkan Chanyeol disana sempat terkejut karena dicium secara tiba-tiba oleh Baekhyun dan tangannya reflek terangkat untuk memeluk pinggang Baekhyun. Namun ia urungkan dan menurunkan tangannya kembali.
Dengan alasan, ia tidak ingin terbawa oleh ciuman Baekhyun ini dan berakhir dengan mereka yang bercinta didalam toilet ini.
Sekitar satu menit Baekhyun mengecup bibir Chanyeol, akhirnya ia melepaskan ciumannya. Mengusap wajah tampan suaminya ini dan tersenyum sangat manis. Lebih manis dibandingkan dengan senyumannya kepada Kris tadi.
"Percayalah padaku Chan.."
Kini giliran Chanyeol yang mengecup bibir tipis Baekhyun.
"Ne aku mempercayaimu. Dan berjanjilah kau hanya akan menunjukkan senyuman manismu itu padaku saja. Pada su-a-mi-mu. Arrasseo?"
"Tentu saja aku berjanji sayang" ucap Baekhyun mengerling nakal pada Chanyeol.
.
.
.
.
.
.
Yang kita butuhkan adalah selamanya cinta
Hanya untuk membiarkan semua itu pergi dan kemudian melupakannya
Keajaiban cinta kita..
Akan membuat kebenaran yang paling penting bagi kita
"Jangan menangis. Ia sudah bahagia disana"
"Hiks.. aku sangat berterima kasih pada Yejin. Dia sangat baik"
Baekhyun akhirnya menangis di pelukan Chanyeol setelah ia berdo'a di depan makam Yejin.
Baekhyun meminta Chanyeol untuk menunjukkan makan Yejin karena ia rasa ia harus berterimakasih pada wanita cantik ini. Karena Yejin, Chanyeol akhirnya bisa menjadi miliknya.
"Dia adalah wanita yang baik"
"Kenapa kau bodoh sekali karena tidak pernah menyentuhnya" Baekhyun memukul kecil dada Chanyeol masih dengan isakkannya. Kembali teringat dengan masa lalu mereka saat masih kuliah.
"Kami sama-sama tidak ingin melakukan hal semacam itu Baek" jawab Chanyeol.
"Tapi kau melakukannya padaku"
"Ya, dan aku memang ingin melakukannya denganmu pada saat itu"
"Ta-tapi kenapa?" Baekhyun masih terisak.
"Kepolosanmu membuatku tergoda dan aku memutuskan untuk berbuat hal semacam itu"
"Kau tidak meminta izin padaku terlebih dahulu Chan.."
"Jika aku meminta izin padamu, mungkin kita tidak menjadi seperti ini"
Dengan mata lurus, melihat tidak ada seorang pun kecuali aku
Jangan berpaling
Dan dengan tatapanmu, hatiku akan kembali
Dan aku akan berharap..
Semua cinta yang ku miliki, hanya akan aku berikan padamu..
"Terima kasih Chanyeol. Kau sudah menjadi satu-satunya orang yang menjadi cintaku"
"Aku juga berterima kasih padamu karena kau tidak pernah membohongi perasaanmu"
Dengan perlahan Chanyeol membawa wajah Baekhyun untuk menatap kearahnya. Menarik dagu Baekhyun dengan perlahan, dan kemudian mendekatkan wajah mereka.
Mengecup bibir Baekhyun kembali dengan sangat lembut sambil memejamkan kedua matanya. Dibalas dengan Baekhyun yang menciumnya lembut masih dengan isakan kecilnya.
"Saranghae.."
"Ne. Kita saling mencintai"
Setelah melemparkan senyuman mereka masing-masing. Akhirnya mereka memutuskan untuk beranjak darisana dan kembali kerumah mereka.
"Hya! Kau mengajakku ke makam hanya untuk membeli bunga tulip ini?"
"Berhentilah berteriak dan cepat bayar bunga ini!"
"Minseok ah, aku bisa mengajakmu ke toko bunga yang lebih bagus daripada harus ke makam seperti ini. Kau tau? Ini sangat mengerikan"
"Lalu apakah kita harus kembali mencari toko bunga lain sementara bunga yang aku inginkan sudah ada di depan mataku? Kau selalu saja seperti ini Jongdae!"
"Kau selalu membuat kita menjadi berdebat"
"Kau! Kau yang terlalu banyak berbicara!"
"Aku hanya-"
"Baiklah jika kau tidak ingin membayar bunga ini. Aku bisa membayarnya sendiri!"
"Yayaya! Bukan itu maksudku"
"Terima kasih pak, aku sangat menyukai bunganya. Ambil saja kembaliannya"
"Hyaaa! Minseok! Kau mau kemana eoh?!"
"Selamat tinggal Jongdae!"
"Aisshhh!"
Chanyeol dan Baekhyun sempat tercengang dengan adegan yang baru saja tersaji didepan mereka. Kemudian Chanyeol dan Baekhyun saling menatap lalu tertawa dengan keras.
"Hahahaha kau memikirkan hal yang sama denganku sayang?" Tanya Chanyeol pada Baekhyun sambil memegangi perutnya yang sakit karena tertawa.
"Haha ne ne!"
Kemudian dengan cepat Chanyeol dan Baekhyun menarik nafas mereka dalam, lalu membuka bibir mereka lebar-lebar bersiap untuk berteriak pada kedua orang yang mereka ia kenal tersebut.
"JONGDAE-AH! KEJAR TERUS CINTAMU DAN JANGAN SAMPAI KAU MELEPASKANNYA!" teriak Chanyeol dan Baekhyun berbarengan pada Jongdae yang sudah berlari-larian mengejar sang tunangan.
Jongdae yang mendengarnya pun tertawa lalu mengacungkan kedua jempolnya pada sepasang suami istri yang baru saja menyemangatinya. Membuat Chanyeol dan Baekhyun tertawa puas, lalu mereka memutuskan beranjak darisana menuju mobil mereka.
Melanjutkan kehidupan mereka bersama dengan keluarga kecil yang bahagia. Dipenuhi oleh cinta mereka yang terus tumbuh hingga akhir hayat mereka.
Chanyeol mencintai Baekhyun.
Baekhyun mencintai Chanyeol.
Love is so simple.
.
.
.
.
.
.
FIN
.
.
.
.
.
.
Huahhh lega(?)
Akhirnya tamat juga FF Light My Fire ini :"D
Sebelumnya Yuta mau mengucapkan banyak terima kasih untuk kalian semua yang sudah menyempatkan diri untuk membaca fanfict buatan Yuta ini. Jujur aja ini adalah FF tersukses(?) yang pernah Yuta bikin. Terima kasih sebanyak-banyaknya terutama untuk yang sudah memfavorite, memfollow dan mereview fanfict ini. Karena jujur aja, respon kalian untuk fanfict ini menjadi semangat tersendiri bagi Yuta untuk terus menulis. Bikin Yuta semakin berusaha untuk menjadi penulis yang lebih baik lagi.
Yuta sadar kalo Yuta bukanlah author yang professional. Tapi Yuta terus berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk para readers sekalian through this fanfict ='D
Yuta selalu berusaha untuk tepat waktu update chapter fanfict ini setiap minggu. Ga peduli walaupun Yuta lembur kerja, kehilangan ide, kehilangan mood, kehilangan duit(?), kehilangan anak(?), kehilangan suami(?), kehilangan Kai demi Kyungsoo(?) Dll dsb dst *plakk *ok ignore it -.-
Dan seiring berakhirnya fanfict ini(?) Yuta bakalan rilis fanfict baru lagi. Masih dengan pairing ChanBaek dan official pair lainnya. Dan juga masih di Rate M kkkk~ Updatenya juga setiap maljum wakakak :v
Semoga kalian masih pada minat baca fanfict buatan Yuta yaaa~
Ditunggu aja updatetanya wkwkwk (makanya follow Yuta CBKSHH biar dapet notif emailnya :v *readers : pengen bgt di pollow? waks)
Terakhir, Yuta pengen minta pendapat kalian tentang FF Light My Fire ini. Apakah kalian suka? Apa masih ada yang mengganjal dan tidak suka karena terlalu mengutamakan adengan seks?
Disini Yuta mau kasih penjelasan kalo Yuta ini memang berada di jalur Rate M. Selalu menghubungkan cerita dengan Adegan Dewasa. Tapi dibalik itu semua, Yuta ga cuma sekedar mengutamakan adegan seks aja. Sebaliknya, Yuta justru menjurus ke scene Hurt/Comfort nya itu agar lebih berasa. Jujur aja Yuta ga terlalu bisa bikin yang school life, Yuta lebih srek(?) untuk nulis yang marriege life.
Yuta gasuka GS, gasuka CrackPair dan gasuka Straight. (Ada yang sama kaya Yuta?)
Seluruh fanfict buatan Yuta itu Official Pairing, Yaoi/BoysLove, Mpreg dan tentunya terdapat Mature content inside wkwkwk xD
Udah ah, daripada kebanyakan bacot(?)
Langsung aja kasih tanggapan kalian (kritik / saran) tentang FF Light My Fire ini. Biar bisa jadi referensi untuk Yuta kedepannya ="D
Apakah kalian suka sama FF Light My Fire ini?
REVIEW JUSEYOO~
SARANGHAE BBUING~~!
PS : Duhh Yuta nangis nih yawlaaa~ T^T)/
PSS : FF INI TIDAK ADA SEQUEL THANKS
