Title : Love You Love Me

Pairing : KyuMin

Other Cast :

- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

- Lee Donghae

- Kim Jungmo

- Seo Joohyun

- For other chara, just find by your self

Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). OOC, bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, TYPOSSSS, WITHOUT EDITING, AND I'LL NEVER EDIT IT AGAIN, penggunaan kata-kata kasar, KEBACOTAN author di beberapa bagian, NO BASHING!

.

.

DON'T LIKE? DON'T READ, DON'T REVIEW, AND DON'T COMPLAIN PLEASE.

.

.

Happy Reading..^^..

.

.

.

.

"Sial! Rencana membuat hubungan mereka retak karena perselingkuhan gagal!" ujar Jungmo pelan dengan nada menusuk.

Seohyun memandang ke arah yang dipandang Jungmo.

Betapa terkejutnya ia saat mendapati Lelaki yang masih dicintainya, tengah berciuman di tempat umum, bersama 'wanita' yang sedang ia benci.

"Kalau aku tidak bisa membuat mereka terpisah dengan cara perselingkuhan, apa aku harus menggunakan..." Jungmo menggantung kalimatnya.

"Menggunakan?" tanya Seohyun.

"Bayi mereka?"

.

.

_Part 21_

.

"Gomawo.."

"Eh? Untuk?"

"Untuk hari ini... Terima kasih karena sudah menghiburku.." ujar Sungmin.

"Terima kasih karena sudah mengajariku cara memanah, dan memberikan ku sebuah boneka.." tambah Sungmin.

Kyuhyun menoleh ke samping kirinya, kemudian tersenyum tulus pada Sungmin.

"Ne, Cheonmaneyo.. Kalau itu untukmu, aku rel..."

"Kau sedang menyetir, kau ingin aku menciummu sekarang? Itu bisa mengganggu konsentrasimu." ujar Sungmin memotong kalimat Kyuhyun.

"Haha, sudahlah.. Sekarang habiskan dulu milk shake-nya, sebentar lagi kita sampai.." ujar Kyuhyun sambil mengelus pucuk kepala Sungmin.

Sungmin mengangguk, dan kembali menyeruput Milk shake coklat-nya.

.


.

"Memangnya ada keperluan apa dia?" tanya Sungmin sambil mengaduk-aduk eksperimen ice creamnya yang sempat ia tinggalkan beberapa hari yang lalu.

"Mollaseo, katanya ia ingin bertemu dengan noona-nya dan kakak iparnya.." ujar Donghae sambil menyendokkan ice cream vanilla pemberian Sungmin ke mulutnya.

"Kakak iparnya.." gumam Sungmin, sekelebat ingatan tentang 'Kakak ipar Eunhyuk' atau bisa dibilang Hyung kandungnya, melintas dibenaknya.

"Hei Sungmin? Kau melamun?" ujar Donghae memecahkan lamunan Sungmin.

"Ah? Ye?"

"Ish, kau memang melamun.."

Sungmin hanya cengengesan mendengarnya.

"Uhuk.." Sungmin melepas sendoknya tiba-tiba dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

"Sungmin kau kenapa?" tanya Donghae.

Sungmin menggeleng, kemudian, segera berjalan secepat mungkin ke toilet.

"Hueekkk... Hueekk.." Sungmin memuntahkan sarapannya di westafel.

Sedangkan Donghae dibelakangnya hanya membantu mengurut leher Sungmin.

"Gwaenchana?" tanya Donghae pada Sungmin.

"Hmm, ne, gwaenchana, memang sudah biasa aku seperti ini.."

"Oh, bawaan orang hamil.."

Sungmin mengangguk.

.


.

"Min, semenjak kau hamil, kata Eunhyuk, kau berubah" ujar Donghae sambil membantu Sungmin memasukkan ice cream-ice cream beraneka rasa itu ke dalam mangkuk besar.

"Berubah? maksudmu?"

"Ternyata kau memang berubah.."

"Hei! Aku bertanya! Apa maksudmu dengan berubah?!"

"Pasti Kyuhyun makin mencintaimu.."

Mendengar kalimat itu, pipi Sungmin bersemu merah.

'Kyuhyun mencintaiku?' gumamnya dalam hati.

Pikirannya melambung memikirkan hal-hal manis tentang dirinya dan Kyuhyun.

"Ya! Kau belum menjawabku! Apa yang berubah!" ujar Sungmin tiba-tiba setelah sadar pada dunianya*?*.

"Ehehehe.. Kau berubah menjadi seperti wanita yang cantik.."

Sungmin memasang wajah datar mendengarnya, ia menaikkan satu alisnya, dan tetap memasang ekspresi datarnya.

"Aku itu tampan bodoh!"

"No no no, dengan rambut sepanjang itu, kau lebih tampak seperti wanita"

"Kalau begitu aku akan memotong rambutku.."

"Andwae!"

'TING NONG'

"Eh? Siapa yang bertamu sore-sore begini?" ujar Donghae.

"Mollaseo.."

"Biar aku yang buka pintu-nya.." Donghae beranjak dari kursinya dan berjalan menuju pintu.

'CKLEK'

"Hai.." sapa tamu tersebut sambil mengangkat tangan kanannya.

"Hai.." balas Donghae yang juga mengangkat tangan kanannya.

"Siapa Hae?" tanya Sungmin dari dalam.

"Eunhyuk.." ujar Donghae pada Sungmin.

.


.

"Hei! Apa itu?!" seru Eunhyuk saat melihat Sungmin mengaduk-aduk, sesuatu yang kental berwarna coklat kebiruan*atau keunguan?* di dalam sebuah mangkuk besar.

"Ice cream.." jawab Donghae.

"Ice cream?! yang seperti ini kau bilang ICE CREAM?!" ujar Eunhyuk dramatis.

"Tch! Berlebihan!" ucap Sungmin

"Hei! Kau dari mana saja? Kenapa tidak membawakanku oleh-oleh?!" tanya Donghae.

"Cih! Aku tidak akan mau membuang-buang uangku hanya untuk membelikanmu oleh-oleh :P *mehrong"

Donghae memandang Eunhyuk sinis.

"Min, tadi... Tadi aku ketempat So ra Noona dan..."

"Kalau kau mau mengatakan sesuatu tentang Sungjin hyung. Lupakan!" potong Sungmin, sebelum Eunhyuk menyelesaikan kalimatnya.

"Tapi Sungmin dia..."

"Kumohon Hyuk.. Sudahlah, aku ingin Istirahat saja, sampai Kyuhyun pulang.. Kalau kalian ingin pulang duluan, silahkan saja." Sungmin memasukkan mangkuk besar itu ke dalam refrigerator, dan beranjak menuju kamarnya.

Sementara Eunhyuk hanya menghela napas, dan Donghae menatap mereka tak mengerti.

.


.

"Minnie aku pulang.."

"Hai Kyuhyun, kau sudah pulang.."

"Eunhyuk-ah kau masih disini? Dimana Donghae?" tanya Kyuhyun.

"Dia ke club duluan tadi.."

"Sungmin? Dimana dia?"

Eunhyuk menunjuk ke arah kamar.

"Dia Istirahat dikamarnya" Jawab Eunhyuk.

"Ku rasa dia membutuhkanmu, hhh~ aku pulang dulu ya.." Eunhyuk menepuk bahu Kyuhyun, dan keluar dari apartment mereka.

"Ada apa dengannya?" gumam Kyuhyun.

.


.

Setelah mandi di kamar mandi luar, dan makan. Kyuhyun baru memutuskan masuk ke dalam kamar dan menemui Sungmin.

'CKLEK'

Pintu kamar terbuka, Kyuhyun dapat melihat Sungmin merebahkan tubuhnya di atas ranjang, sambil membelakangi pintu kamar.

"Minnie?" panggil Kyuhyun.

Sungmin membalikkan badannya, dan menatap Kyuhyun.

"Oh, Kyu.. Kau sudah pulang.." ujar Sungmin sambil membawa tubuhnya duduk di kasur.

"Umm.. Tumben jam segini sudah mau tidur.." Kyuhyun berjalan mendekati kasur, dan duduk di hadapan Sungmin.

Sungmin hanya membalasnya dengan anggukan kecil.

"Ada masalah?" tanya Kyuhyun lembut sambil mengusap-usap rambut Sungmin.

Sungmin diam tak menjawab, ia hanya menundukkan kepalanya.

"Kalau ada masalah.. Aku tak keberatan untuk mendengarkanmu.. Setidaknya masalahmu, akan kita tanggung bersama.." ujar Kyuhyun.

Sungmin masih tidak mengatakan sesuatu, ia malah beringsut mendekati Kyuhyun, dan memeluknya erat.

"Ku rasa.. Aku hanya butuh pelukkan saat ini.." ujar Sungmin pelan, sambil menyenderkan kepalanya di bahu Kyuhyun.

"Baiklah.."

.


.

"Sungmin! Tidak adakah yang bisa kau lakukan selain bermain dengan gitar dan pianomu itu?! Aku bosan melihatmu di sini setiap hari dan setiap waktu!" ujar Sungjin-Hyung Sungmin-, saat Sungmin sedang asyik memainkan tuts pada pianonya.

"To the point saja! Kau bermaksud memintaku membantumu atau menggantikanmu bekerja di kantor Appa kan? Jawabanku 'Tidak akan!'.." jawab Sungmin sambil menatap Hyung-nya tajam.

"YA! Lee Sungmin! Pikirkan! Appa mewariskan seluruhnya untuk kita berdua! Appa menanggung jawabkan seluruh hartanya pada kita! Termasuk Perusahaan ini! Setidaknya berpikirlah sedikit untuk membantuku menjaga Perusahaan Appa yang namanya telah terlanjur besar ini! Jangan menikmati sendiri apa yang tidak kau hasilkan!" bentak Sungjin yang membuat Sungmin ikut tersulut emosinya.

"Kau tahu dari dulu, aku tidak menyukai dunia bisnis! Kalau kau mau mengembangkan Perusahaan Appa lebih dari ini! Lakukan sendiri! Aku tidak menginginkan ini!" ujar Sungmin.

"Lakukan sendiri? Ya.. Dari dulu memangnya aku melakukannya dengan siapa? Hah? Siapa?! Sendiri! Kau hanya duduk manis menunggu hasil! Tanpa harta dari Appa pun kau pasti tak akan bisa hidup!"

"Benarkah? Kau yakin! Baiklah aku akan buktikan bahwa, Tanpa semua kekayaan, atau pun fasilitas ini Aku MASIH BISA HIDUP!"bentak Sungmin, kemudian meninggalkan Sungjin sendiri di sana.

"SUNGMIN!" Panggil Sungjin.

Tapi Sungmin tetap tidak mengindahkannya, ia benar-benar pergi, meninggalkan semuanya, tanpa fasilitas ataupun bekal apapun, ia meninggalkan rumah itu, hanya dengan bermodal nekat.

"SUNGMIN!"

.


.

"Hah.. Hah. Hah..."

Sungmin terbangun dari tidurnya, nafasnya tak beraturan saat kejadian masa lalu itu berputar kembali dimimpinya.

Teringat betapa egoisnya dia dulu.

Kadang masih terngiang jelas bentakkan Sungjin memanggilnya dengan kencang, untuk yang terakhir kali baginya saat ini.

Entah untuk berikutnya akan ada panggilan seperti itu lagi.

"Hah.. Hah.. Huufth..." Sungmin mengatur nafasnya berulang kali, sambil memegang dada kirinya.

"Minnie? Ada apa? Mimpi buruk?" suara Kyuhyun cukup mengejutkan Sungmin.

Sungmin menoleh ke samping kanannya, Kyuhyun sedang duduk di atas kasur, sambil menyenderkan punggungnya di kepala ranjang.

Terlihat Kyuhyun baru saja selesai membaca, dengan sebuah buku ditangannya, dan kacamata yang masih bertengger dihidungnya.

"Apa mimpi yang buruk sekali?" tanya Kyuhyun lagi.

Sungmin hanya mengangguk lemas, kemudian ikut menyenderkan punggungnya di kepala ranjang.

"Makanya jangan lupa berdoa sebelum tidur.." ucap Kyuhyun, sambil tersenyum hangat.

"Sekarang tidurlah.." tambah Kyuhyun, ia melepas kacamatanya dan meletakkan kaca mata tersebut serta buku yang ia baca tadi di meja nakas.

"Shireo.." ujar Sungmin pelan.

Ia tidak mau mimpi tadi terulang kembali.

Kyuhyun yang mengerti kenapa Sungmin tidak mau tidur lagi, kembali membuju Sungmin.

"Sudah tidak apa-apa, tidak akan mimpi buruk lagi.. Aku jamin itu.." ujar Kyuhyun sambil membawa tubuh Sungmin kembali tiduran di kasur.

"Berdoa dulu.." titah Kyuhyun.

Sungmin mengangguk, kemudian, ia menutup matanya, dan mengatupkan kedua tangannya.

Tak lama, ia kembali membuka matanya dan menatap Kyuhyun.

"Kalau begitu selamat malam baby.." Kyuhyun mengecup perut Sungmin.

"Malam Minnie.." yang terakhir Sungmin, dengan kecupan hangat di kening Sungmin.

Kyuhyun juga ikut menidurkan dirinya di samping Sungmin, dan langsung memejamkan matanya. Diikuti oleh Sungmin yang baru tertidur.

.


.

"Eungh.." Sungmin mulai membuka matanya.

Masih terlalu pagi untuk ia bangun dari tidurnya.

Ia menatap kesekeliling kamar, Kyuhyun tak berada di sisi kanan maupun kirinya. Hanya terdengar suara shower dari dalam kamar mandi.

"CKLEK"

"Eh? Min, kau sudah bangun.." ujar Kyuhyun keluar dari kamar mandi.

"Ungh.." Sungmin mengangguk kecil.

Tiba-tiba semburat merah menyala di kedua pipi chubby-nya. Saat melihat Kyuhyun keluar dari kamar mandi, hanya sengan sebuah handuk yang terlilit di pinggangnya, dan handuk kecil dikepalanya, yang ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya.

"Kau bangun lebih pagi dari biasanya.. Aku belum membuatkanmu bubur labu.. Tunggu sebentar ya.." ujar Kyuhyun sambil membuka lemari dan mengambil kemeja, celana, dan dasinya.

"Hmm, aku ingin ke toilet dulu.." ucap Sungmin tiba-tiba saat Kyuhyun hendak membuka handuk dipinggangnya.

Sungmin pun beranjak dari tempat tidurnya, dan langsung masuk ke dalam kamar mandi, begitu juga author yang bisa mati stres ngeliat Kyuhyun lagi sekseh-seksehnya, author pun memutuskan keluar dari kamar, dan pergi selamanya dari kehidupan mereka...

.

.

END

.

Nggak deng canda..

Sungmin sengaja memperlama waktunya di kamar mandi, untuk menenangkan degup jantungnya.

Setelah merasa sudah cukup lama di kamar mandi, Sungmin pun membuka pintu-nya dengan perlahan.

Tak ada Kyuhyun..

'Mungkin di dapur..' gumam Sungmin.

Sungmin melangkah ke luar kamar mandi dengan santai, dan hendak kembali ke ranjangnya, namun tiba-tiba...

'CKLEK..'

"Oh, sudah keluar, ini buburnya sudah jadi.. Maaf membuatmu menunggu.." Kyuhyun masuk ke dalam kamar, dan membawa semangkuk bubur labu, dan segelas susu hangat.

DEGG!

Jantung Sungmin berdegup kembali dengan kencang..

Kenapa?

Biasanya tak pernah seperti ini..

Sungmin menghabiskan buburnya seperti biasa, lalu menyerahkan mangkuk bubur kepada Kyuhyun, dan meminum segelas susu.

"Ah, kenapa jam tujuh sepertinya cepat sekali.." gumam Kyuhyun sambil melihat ke arah jam digital di meja.

"Baby, Appa harus kerja lagi, kenapa waktu tidak berjalan lebih lama.." ucap Kyuhyun, kemudian kembali bergumam.

"Appa pergi kerja dulu ya.." ujar Kyuhyun sambil mengecup perut Sungmin seperti biasanya.

"Minnie.." Kyuhyun meletakkan kedua telapak tangannya di pipi Sungmin.

"Aku ke kantor dulu ya, jangan lupa, banyak beristirahat.. Araseo?" ujar Kyuhyun, sambil menatap mata Sungmin.

"N-Ne.. Araseoyo.." jawab Sungmin.

Kyuhyun tak lupa mengecup kening Sungmin.

"Aku pergi.."

.

.

'CKLEK... BLAM..'

Kyuhyun pun keluar dari kamar.

"Huffth.. Fiuh~.." Sungmin menghela napas lega. Lalu mulai memegang dada kirinya dengan tangan kanannya.

"Kenapa jadi berkanjutan seperti ini, biasanya kan tidak begini.." gumam Sungmin.

"Hei, baby, kau tahu tidak Eomma ini kenapa? Apa degup jantung Eomma mengganggumu?" ujar Sungmin pada calon bayinya, yang jelas pasti tidak akan menjawab.

"Mungkin karena terlalu banyak pikiran.." gumam Sungmin.

Kemudian Sungmin kembali menarik selimutnya, dan berusaha untuk tidur kembali.

.


.

'TING NONG'

"Sebentar.." ujar Sungmin dari dalam.

"Sepertinya itu pizza-nya.." ucap Donghae.

"Hmm, biar aku yang buka.." ujar Sungmin, kemudian Sungmin pun mulai beranjak menuju pintu.

.

.

.

"Hae-ah, apa kau melihat pengantar pizza-nya tadi di sini?" tanya Sungmin dengan tampang kesal.

"Aniya, wae?"

"Dia belum memberikan kembalianku tadi! Aku meletakkan pizza ini di dalam, dan saat aku keluar lagi, dia sudah tidak ada!" ucap Sungmin kesal.

"Pengantar pizza itu pasti tidak puas dengan gaji-nya.. ckckck.."

"Menyebalkan! Oh ya hari ini, Hyukjae tidak kemari lagi?" tanya Sungmin.

"Uung.." Donghae mengangguk.

"Dia, ke tempat Sora Noona lagi?" tanya Sungmin sekali lagi.

"Ne, akhir-akhir ini, ia sering ke rumah noona-nya, entahlah, aku juga tidak tahu apa yang ia lakukan.." jawab Donghae.

"Hhh, baiklah, hari ini kita nonton TV saja.." ujar Sungmin.

.


.

"SHIT! Arrghh, apa yang terjadi padaku!"

Jungmo mengacak-acak rambutnya.

"Kau ini kenapa?!" tanya Seohyun melihat tingkah Jungmo yang begitu risau.

"Aku tidak bisa membunuh bayi mereka.." ujar Jungmo pelan, dengan nada yang sangat dingin.

"Loh?! Wae?! Rencana ini kan sudah kita rancang dengan sedemikian rupa!" bentak Seohyun kesal.

"Kau bodoh?! Bayi itu bisa saja menjadi salah satu alasanku untuk mendapatkan Sungmin!" bentak Jungmo tak kalah keras.

"Ish! Tch!" Seohyun berdecak kesal.

"Kujamin kau tidak akan pernah mendapatkannya! Kalau begitu bunuh saja dia sekalian!" ujar Seohyun penuh dengan nada emosi.

Jungmo melirik tajam pada Seohyun.

"Itu hanya akan kulakukan pada saat yang tepat, jika aku tetap tidak bisa memilikinya, maka dari itu, tak akan pernah ada yang bisa, dan itu berarti, saat itu aku sendiri yang akan menyabut nyawa-nya!" ujar Jungmo tajam dan menusuk.

Seohyun merinding mendengar kalimat itu, seperti ada aura hitam yang mengelilingi ruangan kerja Jungmo, yang luas itu.

.


.

"Minnie.. Aku pulang.."

"Kyu? Kau pulang lebih cepat?" tanya Sungmin.

"Ne, banyak karyawan pulang cepat hari ini, aku juga memutuskan pulang lebih cepat,, lagi pula langit sangat gelap, sepertinya mau hujan.." jawab Kyuhyun.

"Oh, baguslah.."

"Eh? Donghae dan Eunhyuk tidak datang hari ini? Atau mereka sudah pulang?" tanya Kyuhyun.

"Hyukjae tidak datang hari ini, Donghae.. Donghae sedang mencarikan ku jagung bakar.." jawab Sungmin.

"Jagung bakar?"

Sungmin mengagguk.

'DRREESSSSS..'

Tiba-tiba hujan turun dengan deras.

Sontak Sungmin langsung memeluk Kyuhyun.

"Gwaenchana?" tanya Kyuhyun.

"Ne, nan gwaenchantago.." jawab Sungmin.

.


.

Saat hujan berlangsung, mereka berdua hanya duduk di sofa dengan aktifitasnya masing-masing.

Sambil bersender di dada Kyuhyun, Sungmin sibuk dengan PSP milik Kyuhyun, sesekali ia bertanya tentang bagaimana cara memainkan games di PSP tersebut pada Kyuhyun, sedangkan Kyuhyunnya sendiri sedang membaca buku-buku tentang bisnis and etc. lah, apa pun yang ia baca, dengan sebelah tangannya memeluk pinggang Sungmin.

'TING NONG'

"Ah, itu pasti Donghae.." ujar Sungmin.

"Biar aku buka pintu.." tawar Kyuhyun.

Namun, baru Kyuhyun berdiri dari sofa, Sungmin sudah menarik baju Kyuhyun.

"Ikut.." pinta Sungmin.

Kyuhyun tersenyum kecil, dan mengangguk.

.


.

"Ini!"

Donghae mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya, dan memberikannya pada Sungmin.

"Ehm, gomapta.." ucap Sungmin, yang diliputi dengan rasa bersalah.

"Nado mian" tambah Sungmin.

Dengan tampang kesal, Donghae yang kini tengah basah kuyup memandang Sungmin dengan tajam.

"A-Aku kan sudah minta maaf.. Lagi pula aku tidak tahu kan, kalau hari akan hujan.." ujar Sungmin sambil bersembunyi di belakang Kyuhyun.

"Sudahlah, Donghae-ah, ganti dulu pakaianmu di kamar mandi. Kau bisa menggunakan pakaian dan handukku.. Semuanya ada di kamar.." ujar Kyuhyun.

Donghae mengangguk, Donghae langsung masuk ke dalam kamar mereka mengambil pakaian dan handuk, dalam lemari, lalu menggantinya di kamar mandi.

.

.

.

.

.

~TO BE CONTINUED~

tbc-nya pas yg gak bikin kepo kan? huehehehe..

Jungmo gak bakal ngapa-ngapain bayi-nya KyuMin koks,, so don't worry hehehe...

ituh udah taukan hyungnya Sungmin oppa siapa? maapyah Sungjin oppa disini, ane manipulasi umurnya jadi lebih tua dari Ming.. -_-''

okelaya~, langsung ke Q-A-nya ajah..

.


.

Q: Author aslinya bawel sama hiper aktif ya?
A: Emang aku kesannya kek gitu ya? -_-,, aku malah dikenal cuek + gabanyak tingkah lho sama temenku di sekolah -_-'',, yah kalo emang keliatannya kek gitu, baguslah, ada kemajuan cikit #plakkk

Q: Mpreg itu apa ya?
A: Mpreg = Male Pregnancy = Pria hamil

Q: Author boleh tanya? Bolehkah saya meninju Jungmo?
A: Jangaaaaaannh~~~,,dia kegantengan buat ditinjuuu DX, biar gue yang urus dia, huahahaha #plakkk

Q: Benarkah akan tamat di chapter 28?
A: iyeeeeeehhhh..

Q: Waktu itu Dokter Lee ngomong apa ke Kyuhyun?
A: Penjelasan tentang omongannya gak bakal terlalu dijelasin, tapi maksud Dokter Lee manggil Kyuhyun, akan ada kalo gak salah di chap 25...

Q: Yang adegan Sungmin nyari2 piyama itu... Adegan 17 ya?
A: Iyaah malam itu mereka memang melakukan hal '17' hahaha,,

Q: Author SMA mana dan kelas berapa?
A: SMAN 103, Jaktim.. ada yang tau? XD,, kelas 12 :)

Q: Bayinya itu namja/yeoja? Sooyoung kemana? Dan gimana nasibnya Jinki?
A: Bayinya nanti juga nongol sendiri~~ #plakk,, Sooyoung cuma numpang lewat jadi gak nongol lagi, nasibnya si ganeng bakal ada di chapt selanjutnya kok, hhe..

.


.

Guys, sudahlah, jangan terlalu benci sama Jungmo, kasian si gitaris ganteng ituh... ambil sisi positifnya aja, yaitu Jungmo ganteng! #apaansihDIN?! #abaikanajaudah

Banyak sbnernya yang mau kusampein,, tapi aku lupa -_-''

ya pokoknya akhir kata review aja deh ya? :)

Thanks..

Diniaulicious
1st published for chapter 21: June 23rd, 2011